_
_
"Dokter bagiamana keadaannya " ucap seorang pria saat melihat Dokter itu keluar dari ruangan
"Apa anda keluarganya "
"Iyah dok saya keluarganya! Bagaimana keadaan nya apa dia baik-baik saja"
"Keadaan pasien sangat buruk akibat benturan keras pada tubuhnya mengakibatkan jantungnya mengalami kerusakan dan membutuhkan pendonor secapatnya" jelas dokter itu
" Tapi dia bisa sembuhkan Dok?"
"Bisa jika dia mendapatkan pendonor sekarang"
"Bagaimana jika pendonor itu tidak ada dok"
"Maka pasien akan kehilangannya nyawanya "Ucap dokter hingga membuat pria itu sedikit terkejut
"Saya mohon dok, tolong carikan pendonornya saya akan bayar berapapun itu " Ucap pria tinggi itu
Belum sempat menjawabnya, ponsel dokter itu pun berbunyi
"Halo"
"Dokter ada seseorang yang ingin mendonorkan jantung untuk pasien yang membutuhkan, apa dokter masih membutuhkan ya " Ucap seorang dari seberang sana
"Iya sus, saya masih membutuhkannya. Baiklah kalau begitu tolong siapkan ruang operasi segera kita akan melakukan operasi sekarang " jawab dokter itu lalu mematikan sambungannya
"Bagaimana dok" ucap pria itu
"Kita bisa memulai operasi sekarang..ada seseorang yang mendonorkan jantungnya untuk pasien yang membutuhkan"
Pria itu menarik nafas lega nya " tolong lakukan operasi nya segera dok!! Pintanya. Dokter pun Mengangguk
Beberapa saat kemudian lampu ruang operasi itu padam menandakan operasi telah selesai
Pria tinggi itu berdiri saat melihat para dokter keluar dari ruangan operasi
"Bagaimana dok?? apa operasinya berhasil " tanya pria itu
Dokter itu menganguk" Iya tuan operasinya berjalan dengan lancar"
Lagi-lagi pria itu menarik nafas lega nya "Syukurlah"
***
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN
Seorang membuka matanya menatap bingung kerah sekitarnya "Dimana aku" gumam nya
"AXSA!!!" panggil seseorang hingga membuat pria berhidung mancung itu terkejut
Axsa membalikan badannya melihat seorang pria tengah berjalan keluar dari kabut dan mendekatinya
"Siapa kau??" Tanya Axsa
"Aku sudah menolongmu, sekerang jagalah dia untukku " ucap pria itu
"Apa makasudnya, dan kau sebenarnya siapa mengapa kau selalu datang kemimpiku!" Ucap Axsa Namun pria itu tiba-tiba menghilang
"Heyy siapa kau!! Siapa yang kau maksud " Ucap Axsa terkaget, dan terbangun dari mimpinya
Axsa memegang dadanya yang terasa sesak saat ini, Namun tiba-tiba seorang datang memasuki kamar nya dengan tergesa-gesah
"Ada apa Axsa? Apa ku merasa sakit lagi "Ucap pria yang mengenakan setelan jas hitam itu
"Tidak Devin. Aku baik-baik saja " jawab nya
"Apa kau yakin" Devin pun duduk disampingnya
"Entahlah, Aku juga tak yakin sejak kecelakaan itu aku merasa tidak tenang" Ucap Axsa sambil mengelah nafasnya
"Apa kau memimpikan pria itu lagi"
"Ehmm. Dia selalu datang kemimpiku dan memintaku untuk menjaga seseorang tapi dia tidak pernah menyebutkan nama nya dan selalu menghilang ketika aku bertanya siapa dia?"
"Sepertinya ini ada kaitannya dengan jantung yang berada di tubuhm, Axsa" Balas devin
Axsa terdiam sejenak sebelum akhirnya ia meminta Devin untuk mencari tau tentang pendonornya.
"Devin, bisakah kau cari tau tentang pendonor itu" Pintanya
"Tentu saja.aku akan mencari tahu siapa pendonor itu" jawabnya lalu beranjak pergi meninggalkan Axsa
**
Dijalan itu Arelta tengah berdiri dengan padangan kosong, sudah beberapa hari gadis itu selalu berada disana. ditempat dimana Abian kecelakaan dan merengkut nyawanya
Arelta menitihkan air matanya berusaha menelpon seseorang dengan ponselnya
Abian sayang tulis nama kontak yang tertera di ponsel Arelta
Arelta berkali kali menghubungi Abian. bukan berati ia tidak tahu jika Abian sudah tiada tapi karena Arelta belum bisa mengikhlaskannya hingga membuatnya berfikir bahwa Abian hanya membohonginya saja dan berpura-pura meninggal
"Aku mohon angkatlah Abian" Lirihnya menitihkan air matanya
Tatapan kosong yang menatap jalankan luas itu membuat orang orang melirik Arelta termasuk Axsa yang tak sengaja terhenti dijalan itu saat lampu merah
Sekilas Axsa melihat Arelta dari bilik kaca mobilnya
Deg!
Dentuman tak karuan terdengar bergema di jantung nya, Axsa langsung memegang dadanya lalu menatap diri Arelta yang tengah menangis saat itu
"Ahkk" Axsa menahan rasa sakitnya yang semakin menggebu saat melihat Gadis itu menangis.
"Tuan..anda baik-baik saja" Tanya sang bodyguard sekaligus supirnya itu
"Saya tidak apa-apa" jawab Axsa dengan sedikit terbatah
Lampu merah sudah berubah menjadi hijau. mobil Axsa kini melaju kembali. Menghilangnya Arelta dari padangan Axsa perlahan membuat rasa sakit dadanya itu juga kian menghilang
"Ada apa ini?? Kenapa dada aku merasa sakit saat melihat gadis itu" Gumam Axsa yang merasa bingung
Sedangkan Arleta maish menatap kosong kearah jalan dan berusaha menghubungi Abia yang sudah jelas tak akan pernah mengangkatnya
"Abain..apa kamu sungguh pergi meninggalkan aku" Lirihnya*
**
Sore hari kemudian Axsa kembali kerumah. sudah menjadi kebiasaan nya beberapa bulan terakhir ini. Ia akan pergi saat pagi dan kembali saat sore
Arelta menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya Namun tiba-tiba sang ayah memanggil, membuat Arelta menghentikan langkah kakinya
"Arelta, ayah ingin bicara dengan kamu"
"Apa yang ingin ayah bicarakan? Jika ayah menyuruh melupakan Abian lagi, aku tidak ingin membicarakannya lagi "ketusnya
"Dengarkan ayah sayang. Kamu harus bisa melupakan nya, hidupmu masih terus berjalan, biarkan Abian juga tenang disana "
"CUKUP!! Aku tahu ayah mengakhwatirkan aku tapi tolong jangan pernah menyuruhku melupakannya. Aku tidak akan pernah bisa." Ucapnya dengan cepat, dan pergi masuk kedalam kamar
Arelta langsung terduduk dimeja rias menatap pantulan dirimu dicerimin
Arelta melirik fotonya dan Abian yang berada diatas meja sekita air mata itu kembali jatuh saat mengingat hari-hari indah nya dulu bersaman pria yang hampir saya menjadi Suaminya itu
Ternyata benar rasa sakit yang paling menyakitkan adalah kehilangan orang yang kita sayangi.
**
Disisi lain terlihat Axsa tengah tidur dengan posisi duduknya dan laptop yang masih berada dipangkuan nya. Mungkin pria itu kelelahan dan akhirnya tertidur tanpa sengaja
"Aku mohon jaga dia" Ucp pria dalam kabut itu lagi
"Kenapa kau selalu datang ke mimpiku? Apa kau pemilik jantung ini?" Balasnya dengan suara yang sedikit meninggi
"Kau benar. Jantung itu milikku karena itu aku minta padamu jagalah dia"
"Siapa yang kau maksud _DIA_ siapa orang itu?"
Namun pria itu lagi-lagi menghilang
"Heyy kemana kau siapa yang kau maksud!! Kenapa kau pergi" teriak Axsa hingga ia terbangun dari mimpinya
Bersamaan dengan itu Devin yang baru saja datang tba-tiba langsung berlari saat mendengar teriakan Axsa
"Ada apa?? Apa kau mimpikan dia lagi" Tanya devin yang ikut duduk disampingnya
"Iyah..aku memimpikannya lagi" Axsa mengatur nafasnya
"Oh ya bagaimana? apa kau sudah menemukan informasi pendonor itu"
"Ah iya aku hampir lupa. Ini riwayat tentang pendonor itu" Devin memberikan map berwarna coklat itu pada Axsa
" Dari yang aku dengar dia seorang dokter dan satu lagi dia juga korban dalam kecelakaan yang kau Alami beberapa bulan lalu" jelasnya
Axsa membaca setiap detail isi kertas itu
_ Albian Abiano" Ucap Axsa saat membaca nama yang tertera di kertas itu
"Iyah, Albian abiano itu namanya, dia mempunyai kekasih dan akan menikah tapi saat dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dihari yang sama denganmu itu" Ucapnya "Dan ini adalah fotonya dengan kekasihnya" Devin memberikan foto itu pada Axsa
Axsa terdiam sejenak saat melihat foto Arelta dengan Abian sekilas Axsa langsung mengingat sesuatu
"Argkk" Axsa memegang kepalanya sekita kertas-kertas itu pun berjatuhan
"Ada apa Axsa kau merasa sakit lagi"
Namun Axsa hanya bungkam tak menjawab perkataan nya lalu pergi begitu saja
**
Seperti biasanya. Pagi ini Arelta sudah terlihat berada ditempat Abian kecelakaan dengan tatapan yang kosong Arelta menatap jalan itu berharap Abian akan datang dan mengatakan semua ini hanyalah bohong
Arelta menitihkan air matanya. Bersamaan dengan itu Axsa yang memegangi dada nya yang terasa sesak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments