Bab 13

Hari pun semakin gelap arelta menagis diatas kasur menutup tubuhnya sementara axsa pria itu berada disofa, dengan perasaan campur aduk dan bersalahnya karena telah dengan kasar merengkut kehormatan arelta.

"Arelta..maafkan aku, aku sungguh tidak bermaksud melakukannya seperti itu" Ucap axsa pada akhirnya.

"Biarkan aku mati. Aku sungguh lelah dengan takdir yang begitu kejam ini" balas arelta yang dengan cepat mengambil pisau buah yang ada disamping meja tempat tidur.

"Jangan bodoh arelta, cepat lepaskan pisaunya" Axsa ingin mendekati arelta namun dengan cepat gadis itu mengehentikannya, " Jangan mendekat atau pisau ini akan membunuhku" teriak arelta yang kini sudah mengarahkan pisau itu pada urat nadi ditangannya.

"Ta, aku mohon jangan lakukan itu. Aku minta maaf aku salah"

"Buat apa aku hidup?? Jika takdir yang aku terima selalu seperti ini? Aku juga ingin tenang, dan bahagia bersama orang yang aku cintai oleh karena itu lebih baik aku mati"

Arelta bersiap melukai tangannya,namun dengan cepat axsa berlari menahan pisau itu dengan tanganya.

"Aku yang salah ta, aku yang buat hidup kamu seperti ini dan harusnya aku yang pantas mati. aku mohon jangan lakukan ini" Lirih axsa menatap sayup mata arelta.

Perlahan arelta kembali tenang, ia melepaskan pisau itu dan menangis memeluk axsa, "Aku takut sa, aku mencintai kamu tapi aku takut jika aku akan kehilangan kamu seperti abian. Aku tidak akan sanggup hidup lagi jika sampai itu terjadi " lirih arelta yang pada akhirnya mengungkapkan perasaannya pada axsa.

"Aku tidak akan meninggalkan kamu, kamu tidak perlu takut, arelta. Aku akan selalu ada disisi kamu dan mencintai kamu" balas axsa mengusap lembut surai sang istri.

Sementara disisi lain bayu dibersama dengan xena. Kali ini bayu akan mengajak wanita itu untuk membalaskan dendamnya.

"Balas dendam, dengan axsa? Memang dia salah apa padamu?"

"Kau tidak perlu tahu apa masalahnya. Sekarang aku hanya membutuhkan jawaban mu, iya atau tidak?" Balas bayu menatap xena dengan wajah datarnya.

"Baiklah, aku mau tapi aku ingin kau harus membayarku. Ingat tidak ada yang gratis didunia ini"

"Itu hal yang gampang, sekarang kau jalankan saja rencana yang sudah aku jelaskan tadi setelah berhasil aku akan membayarmu" Jawab pria berambut gonderong itu dengan enteng.

Waktu terus saja berjalan hingga tanpa sadar matahari kini sudah berada diatas. Axsa membuka matanya saat merasakan silau cahaya yang menebus jendela mengenai wajahnya.

Axsa tersenyum melihat gadis cantik yang tengah tertidur disamping, tanpa sadar kini tanganya terangkat mengelus batang hidungnya.

"Ayah..." Lirih arelta dengan nafas memburunya.

Dirasakan ada yang aneh axsa segera memengang dahinya, dan benar saja dahi arelta begitu panas.

"Astaga panas sekali" Axsa dengan cepat mengangkat tubuh arelta dan akan membawanya kerumah sakit namun, arelta tiba-tiba terbangun dan mengehentikannya

"Kamu mau bawa aku kemana? " Lirih arelta setengah tersadar.

"Kerumah sakit, badan kamu sangat panas, arelta."

"Jangan,aku tidak mau kerumah sakit "

'Tapi arelta badan kamu panas aku takut terjadi sesuatu denganmu"Balas axsa terlihat panik namun, lagi-lagi arelta menolaknya

"Bawa aku kekamar lagi. Aku mohon" Pintanya dengan lirih.

Axsapun terdiam, lalu kembali membawa arelta kekamar. ia merebahkan tubuh gadis itu diatas tempat tidur, dan menyelimutinya. Axsa yang panik tanpa sadar mengambil ponselnya dan menghubugi gion.

Setelah menempuh perjalanan satu jam gion pun sampai dia alamat yang axsa maksud. Pria yang tak kalah tinggi dari axsa itu pun masuk, dan mengecek kondisi arelta.

"Tidak perlu khawatir, demamnya akan segera turun. Aku juga sudah memberikannya obat dan suntikan. sekarang biarkan dulu arelta beristirahat." Ucap gion saat selesai memeriksa kondisi arelta.

"Syukurlah, terimakasih gion kau sudah mau datang" balas axsa

Gion memilih diam dan menatap arelta yang tengah terbaring diatas kasur itu, "Harusnya kau tidak susah payah menculiknya, aku tahu jika arelta juga mencintaimu" ucap gion.

"Aku tahu kau orang yang baik, kau tidak mungkin memaksa arelta untuk mencintaimu" serkas axsa.

"Aku hanya ingin melihatnya bahagia,bukan berarti aku ini orang baik, bukankah begitu" balas gion diiringi sedikit tawa . Axsa menyingungkan senyum melihat gion dihadapan.

"Jagalah arelta dengan baik, jangan sampai kau menyakiti jika sampai itu terjadi aku tak akan segan-segan merebutnya lagi darimu. Sekarang berbagailah bersama"

"Aku berjanji, aku berjanji akan menjaganya sekalipun harus nyawa yang menjadi taruhannya " Jawab axaa dengan lantang.

Gion menepuk pundak axsa lalu berpamitan untuk pulang.

Larut malam sekali gion pun sampai dirumah. Bayu yang melihat gion baru saja pulang langsung berjalan menghampirinya.

"sudah jam berapa ini? kau dari mana saja?" Tanya bayu.

"Aku banyak kerjaan Mas"

"Kerjaan apa ?? bukan kah shif mu sudah selesai sejak sore tadi? "Ucap bayu menatap gion dengan tatapan tajamnya

"Apa kau membuntutiku lagi, bukankah sudah aku bilang hentikan itu, Aku lelah jika kau terus seperti ini padaku!! " Balas Gion dengan nada suara yang cukup tinggi.

Bugh!!

Satu pukulan tiba-tiba dari bayu, tepat mengenai wajah Gion hingga membuat sudut bibirnya berdarah

"Sekarang kau benar-benar berani melawanku gion!!

Apakah kau tidak ingat siapa yang sudah membantumu hingga berada dittik sekarang? Aku, Gion!" Bayu kembali menatap gion dengan tatapan tajamnya.

"Aku ingat dan aku tahu, tapi aku tetap tak bisa menjadi sepertimu aku tak ingin menyakiti orang lain"

"Apa sekarang kau berada dipihaknya? makanya kau berani mengatakan hal seperti itu padaku? kau sudah menemukan arelta bukan?"

"Aku tak ada di pihak siapapun Mas. Aku juga tak menyukai Axsa sepertimu tapi aku tak bisa jika harus menyakiti arelta lagi, aku tidak bisa melihat wanita yang aku cintai terluka."

Setelah mengatakannya gion pergi begitu saja, ia tak ingin terus berdebat dengan bayu. Suara dering ponsel terdengar, bayu segera meraih alat komunikasi jarak jauh itu dari dalam saku jas yang masih ia kenakan. Melihat panggilan dari nomor yang tertera di layar hape, pria itu bergegas menjawabnya.

"Aku sudah menemukannya apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Ucap si penelepon yang tak lain adalah xena.

"Kerja bagus. sekarang kau pulanglah, aku akan memberitahumu rencananya besok"

"Baiklah" Xena langsung memutuskan panggilannya.

Sementara Bayu, Pria itu tersenyum sendiri, digenggamnya erat ponsel yang masih berada di tangan. "Axsa, Akan aku pastikan kalian merasakan apa yang aku rasakan"

Terpopuler

Comments

Nuraeni Nur

Nuraeni Nur

ajir kenapa jadi ada si bontot

2023-10-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!