Bab 3

Axsa terus memperhatikan Arelta dari dalam mobilnya, saat ia melihat foto itu kemarin Axsa yakin jika orang yang harus dijaganya adalah gadis itu.

Sementara gadis itu masih dengan tatapan kosong menatap Jalanan yang kini mulai terlihat ramai dengan kendaraan yang melintas

"Abian apa kamu sungguh meninggalkan aku" batin nya yang masih saja tidak percaya dengan apa yang terjadi

Gadis itu memejamkan matanya kini ia sudah tidak sanggup lagi. ia mengepal tangan nya lalu menarik nafasnya. kini Arelta berniat itu menabrak dirinya pada kendaraan yang melintas

lampu merah merah itu berubah menjadi hijau menandakan mobil akan kembali melaju. Namun gadis itu tiba-tiba menghentikan langkahnya ditengah jalan

"Hey nak apa yang kau lakukan cepatlah berlari Lampunya sudah berganti" Ucap seseorang yang juga menyeberang

Namun gadis itu tak bergeming sedikitpun.

Sementara disisi lain sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi yang mengarah pada Arelta. Semua orang berteriak padanya agar segera menyingkir namun gadis itu hanya diam menutup matanya

Itulah tujuan nya mati ditempat yang sama dengan Abian, tentu Arelta tak akan mendengar orang-orang yang berteriak padanya

Mobil itu semakin melanju dengan kencang sedangkan gadis itu ia bersiap menutup matanya rapat-rapat

Namun tiba-tiba Axsa datang dan langsung memeluknaya, membawa gadis itu dalam dekapan hingga terjatuh disamping jalan.

Mobil itu menabrak pembatas jalan.

"Apa kamu baik-baik saja" Axsa yang melepaskan pelukannya. Ternyata Arelta sudah tak sadarkan diri

Segera mungkin Axsa mengangat tubuhnya membawa gadis berhidung bangir itu menuju rumah sakit

Beberapa saat kemudian dokter pun keluar. Axsa yang melihat Dokter itu keluar segera bangun dari tempat duduknya menghampiri dokter dan menanyakan keadaan Arelta

"Bagaimana dok apa dia baik-baik saja"

"Pasien baik-baik saja hanya luka ringan "

"Dokter Giom bagaimana keadaan Putri saya" Sela seorang pria paruh baya yang baru saja datang.

"Tidak perlu khawatir Pak Aden. Arelta baik-baik saja"

"Syukurlah " Pak Aden mengelah nafas leganya. Sebelum akhirnya ia menyadari keberadaan, "Eohh apa kau yang membawa putriku kesini?"

Axsa mengangguk, " Iya Pak, saya yang membawanya "

"Terimakasih telah membawa putriku, aku sudah mendengar berita nya jika bukan karena kau mungkin aku sudah kehilangan putri ku saat ini "

Pak Aden sangat berterimakasih pada Axsa karena telah menyelamatkan putrinya. Sementara pria pemilik tubuh tinggi itu hanya tersenyum tipis, bahkan saat ini ia tidak merasa canggung sedikitpun saat Pak Aden memengang tangan dan memeluknya, rasanya seperti sudah terbiasa baginya

"Aku sudah menemukan nya" Gumam Axsa yang kini sudah berada dirumah.

"Siapa yang kau temukan?" Tanya devin

"Gadis itu" Jawabnya

"Gadis itu? Siapa?"

"Wanita yang difoto bersama Abian "

"Kau menemukan nya dimana, dan kapan?"

"Hari ini di tempat kecelakan yang sama seperti waktu itu. Dia ingin mengakhiri hidupnya dengan manabrakan dirinya pada kendaraan yang melintas"

"Mengapa!"

"Entahlah Vin, aku tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa ia sampai berfikir untuk mengakhiri hidupnya" Axsa beranjak dari tempat duduknya, dan masuk kedalam kamarnya

Didalam kamar Axsa menatap dirinya dalam pantulan cermin. Entah mengapa kini Axsa merasa khwatir pada Arelta. Apa ini Alasan Abian selalu muncul dipimpinnya, dan meminta agar Axsa menjaganya

**

Keesokan harinya gadis itu perlahan membuka matanya ia menatap langit-langit atas yang ada ruangan. buliran air mata tiba tiba menetes dari pelupuk matanya

"Mengapa aku masih ada disini"Lirihnya yang tanpa sadar ada seseorang yang memperhatikannya.

"Karena aku menyelamatkanmu" Sahut Axsa yang sedang duduk disofa itu. Pria itu sudah ada sejak pagi karena Pak Aden yang memintanya datang untuk menemani Arelta belum juga sadar.

"Siapa kamu, dan sedang apa disini!" Ucapnya saat melihat Axsa.

"kenalkan aku Axsa Asselio.Mengapa aku disini tentu saja menunggu kamu bangun" jawabnya tersenyum lalu mendekati Arelta.

"Sudahlah aku tak perduli apa yang kamu katakan, mau namamu axsa atau siapapun intinya aku gak kenal. keluarlah aku ingin sendiri "

"Apa ini cara kamu berterimakasih?. Setidaknya bersikaplah baik padaku" Balasnya yang kembali duduk disofa

Tak mau ambil pusing Arelta dengan cepat beranjak dari bangkarnya, dan keluar dengan membawa kantung infusnya. " Kalau kamu gak mau kalau biar aku aja" Ucapnya saat sudah diambang pintu.

"Ternyata kesabaran benar-benar setipis tissue " Ucap Axsa saat melihat arelta yang pergi sambil menarik tiang infusnya itu.

Arelta duduk disalah satu bangku taman yang ada dibelakang rumah sakit. Entah mengapa Lagi-lagi tatapannya terlihat kosong, dan tak lama kemudian Buliran air mata menetes dari pelupuk matanya. Arelta kini teringat kembali akan kenanganya bersama dengan Abian

"Abian" Panggil Arelta tersenyum, dan langsung berlari memeluk Abian

"Ada apa ini tumben kamu kesini." Tanya Abian menatap Arelta yang kini bersikap manja padanya.

"Aku kangen kamu" Jawab Arelta dengan suara manja

Tes

Tes

Ditempat yang sama dan waktu berbeda seketika bayangkan saat Bersama Abian itu terlintas dibenak Aeta

"Abian. Kamu bohong! Mengapa kamu pergi lebih dulu bukankah kita sudah berjanji akan hidup selamanya bersama "

Axsa yang disadari hanya diam saja kini berjalan mendekati Arelta. Duduk disampingnya lalu dengan cepat tangannya terulur menghapus air mata wanita berkulit putih itu.

"Jangan menangis seperti ini dia pasti akan sangat sedih jika melihat kamu seperti ini terus" Ucap Axaa dengan senyum tipis nya

Namun Arelta malah menepis tangannya, " ini semua karena kamu jika kau tidak menyelamatkan aku pasti aku sudah bertemu dengan Abian sekarang" Ucapnya lirih, lalu mendorong Axsa agar menjauh dari dirinya

"Pergilah aku mau sendiri" Pintanya dengan lirih

Axsa diam tak menjawab tapi ia perlahan pergi meninggalkan Arelta yang kini mulai menangis terisak-isak itu.

Terpopuler

Comments

Muhamad Ali

Muhamad Ali

Karya yang bagus buat dibaca berulang-ulang, makasih author! 😍

2023-08-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!