Bab 14

Mata indah dengan bulu lentik itu terbuka, saat si pemilik tersadar ia melihat ke sekeliling ruangan. Melihat dinding-dinding putih tengah mengelilinginya, saat kepala itu menoleh ke sisi kanan, ia melihat Axsa yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan berbalut handuk yang melingkar dipengangnya.

"Arelta, kamu sudah sadar? " Ucapnya yang segera mendakati sang istri dan duduk disampingnya."

bagaimana keadaan kamu apa ada yang sakit? "

Namun, Arelta hanya diam menatap sang suami, matanya teralihkan, saat melihat bekas luka di bagian dada atas sebelah kanan suaminya itu. Pasalnya selama ini Arelta tak pernah melihatnya, mungkin juga karena gadis itu tak pernah perhatikan.

"Ada apa sayang? Kenapa kamu diam saja" Tanya Axsa, membuat gadis itu tersadar, ditatapnya kembali dua bola mata Axsa.

"Luka apa ini? Bagaimana kamu bisa mendapatkan luka ini" Alih-Alih menjawab pertanyaan Axsa, Arelta justru mengajukan pertanyaan balik.

"Aku bahkan tak bisa melupakan traumanya. Akan tetapi, semua orang malah salah paham dan membenciku. Bukankah itu lucu?"

"Apa maksudmu? Mengapa mereka membencimu?"

"Sudahlah kamu tak mengerti. Sekarang yang terpenting itu dirimu, apa demammu sudah benar-benar turun" Axsa dengan cepat meletakkan tangannya pada kening arelta.

"Aku baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir"

"Baguslah, kamu tahu aku sampai tak bisa tidur karena mengkhawatirkanmu. Aku sangat takut jika kamu bangun dan melakukan hal bodoh itu lagi"

Ingatan gadis cantik berambut panjang itu kembali pada apa yang terjadi semalam di mana kala dirinya ingin mengakhiri hidupnya.

"Arelta," panggil Axsa untuk ketiga kalinya.

Arelta tersadar dari lamunannya, " Ada apa? Apa kau sedang memikirkan sesuatu?"

"Tidak apa-apa. Tapi apakah aku boleh meminta sesuatu padamu?"

"Katakan." Axsa berbalik dan meraih kaos di atas tempat tidur yang semula telah ia lepaskan dan ditaruh disana.

"Bisakah kamu memberiku makanan aku sangat lapar?" Arelta memengang perutnya, merapatkan bibirnya malu, sementara Axsa tersenyum gemas, ia pikir gadis itu akan meminta apa.

"Aku pikir apa, Yasudah sekarang kamu bersihkan dirimu dulu, aku akan keluar membeli makananya sebentar" Ucapnya tersenyum.

"Baiklah" Arelta perlahan bangkit dari tempat duduknya menuju kamar mandi, sementara axsa pria segera meraih pergi untuk membeli makanan.

**

Xena duduk disofa besar yang berada dirumah bayu, setelah mendapat telpon darinya Xena segera mungkin untuk datang.

Bayu pun keluar dari kamarnya sambil membawa map coklat ditangannya, pria berambut gonderong itu kini duduk disamping Xena.

"Buka dan bacalah, kau akan memahami rencanaku setelah melihatnya" Ucap bayu. Tak berkomentar lagi Xena membaca beberapa helai kertas putih itu.

"Lantas apa harus aku lakukan?"

"Mudah saja, tugasmu hanya menghasut arelta, buatlah dia merasa bersalah dan hancur. Setelah itu kita lihat apa kedua malaikatnya itu akan ikut hancur? " bayu tersenyum tipis membayangkan betapa menyenangkannya jika rencananya berjalan dengan lancar.

"Tapi apa semua ini benar? Axsa pembunuh? Mengapa aku meragukanya." Ucap Xena saat membaca setipa lembar detail yang tertulis di kertas itu.

"Come on xena, jangan mudah percaya. didunia, semuanya penuh dengan kepalsuan, Bahkan untuk orang baik sekalipun kata itu tetap berlaku." Bayu nugroho.

**

Setelah membeli makanan, Axsa bergegas kembali, saat memasuki rumah, matanya tak sengaja melihat arelta yang sedang menatap foto keluarganya.

"Kamu sedang apa, arelta?" Ucap Axsa yang sudah berada dibelakang sang istri.

"Ini foto kelaurga kamu? Ternyata kamu punya seorang kakak prempuan, tapi dimana mereka ? mengapa aku tak melihatnya?"

Axsa tersenyum tipis lalu duduk disofa besar dan empuk milik, " Mereka sudah tiada"

Mendengar ucapan Axsa membuat Arelta merasa tak enak, "Maaf aku tidak bermaksud mem...."

"Tidak apa-apa" Ucap Axsa, " Justru aku jadi ingat bagaimana aku lolos dari kematian berkat mereka" Axsa tersenyum masam, kedua mata itu seketika terlihat kosong, terdengar embusan napas berat dari bibir Axsa, seketika lelaki berkoas hitam itu melihat wajah kecil dirinya ketika berusia sembilan tahun yang tersenyum bahagia.

"Selamat ulang tahun Axsa" Ucap kedua orang tua Axsa dan juga kaka prempuannya yang bernama harumi. Axsa tersenyum bahagia saat mendapatkan ucapan selamat ulang tahun itu. Akan tetapi, kebahagiaan itu seketika sirna saat seseorang, tiba-tiba saja masuk membawa senjata.

"Bunuh mereka" Perintah seorang pria tua mengenakan tongkat sebagai sangahan untuk dirinya berdiri itu.

Dor!!

Suata tembekan terdengar memenuhi ruangan, seketika rumah itu menjadi lautan darah. Para anak buah, pelayan, sang kaka, dan juga kedua orang tuanya, sudah tak bernyawa bersimbah darah.

"Mama, papah, kak arumi" Axsa menangis melihat kaka dan kedua orang tuanya, yang memeluk diirnya, mereka berusaha menyembunyikan Axsa dari jangkauan para pria berbaju hitam itu.

"Cek kembali apa mereka masih hidup? Jangan sampai ada yang terlewati." Ucap pria tua yang mengenakan tongkat itu.

"Axsa" arelta menyentuh pundak Axsa.

Seketika axsa kembali pada kehidupannya sekarang. Tanpa sadar air mata mengalir dari pelupuk mata pria berhidung mancung itu.

"Mengapa kamu menangis? Apa aku yang membuatmu menangis?" Entah mengapa Arelta merasa bersalah karena menanyakan hal itu pada Axsa.

Grep!!

Tiba-tiba saja Axsa menarik arelta, memeluk gadis itu dengan erat. "Aku bukan pembunuh, arelta. Aku berani bersumpah" Lirih Axsa, saat suara dari bayangan masalalunya itu terdengar berputar-putar ditelinganya

Mendengar suara lemah itu membuat arelta seketika menitihkan air matanya, seolah-olah ia mengerti dengan apa yang Axsa rasakan. Arelta mengeratkan pelukanya, menepuk pelan punggung sang suami.

"Aku memang tak tahu apa yang terjadi padamu,tetapi aku dapat mengerti apa yang tengah kamu rasakan saat ini. Aku percaya padamu, kamu bukan pembunuh".

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!