Bab 9

Arelta membuka matanya mendapat dirinya terikat diruangan diruangan gelap dengan satu jendela kecil. Gadis berkulit putih itu segera mengubah posisinya menjadi duduk, lalu menatap sekelilingnya. Namun lagi-lagi rasa pusing itu menyerangnya hingga hampir membuat gadis itu terjatuh untungnya seseorang pria mengenakan jaket hitam dengan wajah tertutup masker itu menangkapnya.

"Apa kamu sakit" tanya pria bermasker, yang tampak tidak ingin menyakitinya namun arelta malah menepis tangannya dan berusaha menjauh darinya

"Siapa kau!! dan dimana aku"Balas arleta uang kini sepenuhnya sadar

"Tidak penting siapa aku, yang jelas kamu tidak boleh pergi dari sini" Ucapnya yang perlahan-lahan mendekati arelta, "karena kamu hanya milik saya arelta," Bisiiknya tepat pada telinga arelta

Bugh!

Arelta mendorong pria itu hingga jatuh kelantai, dan beranjak untuk melarikan diri namun tiba-tiba gadis itu terjatuh dan baru menyadari jika kakinya telah teringat dengan rantai.

Pria itu mendekat kearah, membantu arelta untuk bangun

"Biar aku Bantu " Ucapnya membantu arelta duduk kembali ditempat tidur.

"Siapa kau! Mengapa kau melakukannya ini padaku" lirihnya.

"Apa kamu masih belum mengenali suara saya, arelta?"

Perlahan pria itu membuka maskernya, membuka tumpung yang menutupi kepalanya.

"Gion!"

Bak disambar petir arelta begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya. Bagaimana mungkin gion melakukan semua ini.

"Kenapa kamu menculik aku" tanya arelta yang tak percaya dengan apa yang dilakukan gion.

"Maafkan saya arelta, tapi saya sudah mengatakanya kalau saha menyukai kamu bahkan sebelum abian. Sungguh saya tidak sanggup jika harus melepaskan kamu lagi bersama orang lain"

"Tapi gion aku tidak punya perasaan apapun untuk kamu, jauh bahkan sebelum abian datang, aku hanya menganggap kamu sebagai sahabat. Tidak lebih dari"

"Saya tahu arelta tapi bagaimana dengan saya?,bagaimana dengan perasaan saya?" bentaknya dengan sorot mata yang memerah,"Jawab saya arelta bagaimana dengan perasaan saya ??. Apa kamu tahu bagaimana terlukanya hati ini saat saya mendengar kamu akan menikah dengan pria itu, " lanjut yang samakin meninggikan suar nya

Arleta hanya diam menangis mendengar perkataan gion rasanya ia sangat takut saat ini.

"Hentikan aku mohon" Lirihnya seraya meremas pakaian gion dengan kedua tangannya.

Gion mengacak-acak rambutnya lalu memukul tembok didepannya berulang kali, gion merasa bersalah ketika melihat gadis yang dicintainya menangis karenanya.

"Gion!! apa yang kau lakukan, hentikan." ucap seorang yang langsung menghentikan tangan gion yang terus memukul tembok hingga berdarah.

"Apa kau bodoh!! Jika aku tahu kau akan seperti ini aku tidak menawarkan untuk menculik gadis itu"

"Mas bayu! apa yang harus aku lakukan aku mencintainya tapi apakah cara ini benar" Lirih gion yang bimbang akan keputusannya untuk memiliki arelta dengan cara apapun termasuk memaksanya

"Lantas kau ingin apa, kau ingin mengembalikanya pada pria breng*k seperti Axsa??. au tahu siapa dia gion "

Gion terdiam mendengarnya.

Beberapa hari yang Lalu saat gion tengah berada dikamar dengan mata yang berkaca-kaca menatap bingakai foto arelta.

"Bukankah dia gadis kecil itu" tanya bayu baru saja datang, dan ikut duduk disamping gion.

"Mas bayau sudah pulang" Gion cepat-cepat menghapus air matanya menyembunyikan kesedihannya.

"Tidak apa-apa menangislah, aku akan berpura-pura tidak melihatnya"

"Aku tidak menagis mas mataku hanya kelilipan"

"Kau ini alesan saja aku tahu kau menangis sejak tadi. Apa karena gadis itu"

Bayu melihat kearahnya bingkai foto yang tengah dipengang gion

"Namanya arelta adelina mas, dia sahabat aku sejak masih berada di panti asuhan tapi hari ini dia baru saja menikah" Ucap gion mencoba tersenyum.

"Baguslah, seharusnya kau senang bukan dia sudah menemukan cinta sejatinya"

"Kau benar mas, tapi aku sudah menyukainya sejak pertemuan pertama itu. ketika aku ingin mengatakan perasaanku entah mengapa aku selalu gagal dan tidak bisa menyatakan perasaanku padanya. Itu yang membuat aku sedih mas dan yang membuat aku lebih sedih karena dia sudah menikah dengan pria yang bahkan aku sendiri tidak tahu, padahal aku sahabatnya" ucap nya

"Memang nya seperti apa pria itu??" Tanyanya

Gion mengeluarkan ponselnya, dan menunjukkan foto pernikahan arleta dan axsa yang sudah tersebar luas, karena axsa yang merupakan pengusaha sukses begitu pula dengan ayah arelta. Sudah pasti pernikahan mereka menjadi berita besar.

"AXSA!!" batin bayu yang langsung mengepal kedua tangannya. ternyata musuh bebuyutannya ini juga telah merebut gadis yang dicintainya adiknya

Sejak saat itu bayu berniat untuk membalaskan dendamnya dan membantu gion untuk mendapatkan arelta. Meskipun gion dan bayu bukan saudara kandung tapi bayu sangat menyayanginya.

**

"Axsa bukan pria yang baik untuk arelta, dan kau bilang pernikahan itu juga terjadi atas dasar permintaan ayahnya, itu berarti kau masih punya harapan padanya" Ucap bayu

"Tapi mas,melihatnya memohon dan menangis sungguh membuat hatiku jauh lebih sakit "

"Gion, dengarkan aku gadis itu akan jauh lebih tersakiti jika dia terus bersama axsa lalu apa kau rela melihat itu semua" Ucap bayu, yang lagi-lagi membuat gion terdiam.

Sementara disisi lain Xena terus saja bermanja-manja dengan axsa sesekali ia juga mencium bibir pria berkulit putih itu, dan axsa hanya diam membiarkannya.

Pandangan axsa terus menatap kosong kesegala arah. pikira nya kini terus dipenuhi oleh perkataan devin.

Hingga tiba-tiba sebuah pesan masuk menyadarkan lamunannya. Axsa langsung mengambil ponsel membuka pesan masuk dari nomor tak dikenal seketika axsa langsung terbangun saat dirinya melihat foto arelta yang tengah diikat.

Segera mungkin axsa memencet logo telpon itu menghubungi nomor tak dikenal itu.

"Siapa kau! ? Mau kau apakan istriku hah" Ucap axsa hingga membuat xena yang ada dibelakangnya mengerutkan keningnya

"Permainan baru dimulai AXSA ARCELIO" Jawab seorang pria yang tak lain adalah bayu.

"Shitt!! Siapa kau hah?" Teriak axsa namun panggilan itu telah terputus

Axsa tertawa puas saat mendengar suara panik axsa barusan. Sepertinya rencananya akan berhasil

Sementara axsa segera bergegas untuk pergi kerumah sakit .

Sesampainya disana axsa langsung berlari kearah ruangan pak aden namun ruangan itu sudah kosong tidak ada siapapun disana.

Axsa terlihat semakin panik, axsa yakin beberapa jam lalu ia menerima pesanan dari arelta kalalu dia akan pergi kerumah sakit untuk menjaga sang ayah dan meminta axsa untuk menjemputnya tapi saat itu axsa masih kesal pada arleta karena arelta tak bisa mengucapkan dia mencintai axsa, Saat itu entah mengapa membuat hati axsa sakit, rasanya perjuangannya sia-sia, gadis itu tidak akan membuka hatinya untuk siapapun.

Axsa mengeluarkan ponselnya lagi menelpon nomor itu namun nomernya sekarang tidak aktif dan semakin membuat axsa frustasi ia mengacak rambut.

**

Tanpa berkata apapun bayu duduk disamping arelta yang tengah menangis itu. Merasa tak mengenalnya arelta segera menjauh dari bayu.

"Kau siapa?" Tanya arleta akhirnya.

"Aku bayu. Aku yang membawamu kesini" Jawab bayu tanpa melihat arelta lalu mengeluarkan sebatang rok*k dari kontak kecil yang dipegangbta, dan menyalakan pemantiknya lalu mengarahkanya pada rokoknya.

"Jadi kau yang menculikku bukan gion. Mengapa kau melakukannya dan siapa kau sebenarnya?"

"Aku Kakanya" balas singkat bayu

"Tidak mungkin kau pasti berbohong, gion hanya hidup sebatang kara dia tidak punya siapapun bahkan aku tahu jika orang tuanya saja meninggalkan nya sejak bayi dipanti asuhan"

"Kau tahu semuanya tapi kau tidak tahu bagaimana dia, bahkan tentang perasaannya saja kau tidak tahu"

Bayu beranjak dari tempat duduknya lalu membuka laci yang tak jauh darinya, di ambil nya sebuah map coklat lalu diberikannya pada Arelta

"Bacalah"

Arelta mengambil map itu dan membaca setiap detail yang tertulis pada secarik kertas putih itu.

"Pendonor Albian Abiano "Gumam arelta yang begitu terkejut dan tak percaya.

"Kau pasti tidak percaya kan?? Jika pria yang menikah denganmu itu adalah pemilik jantung abian yang bahkan kau sendiri tidak tahu" bayu tersenyum menyeringai sambil menghisap ****** rok*nya

"Tidak mungkin"

"Baiklah. Mungkin kau akan percaya dengan ini" bayu mengambil ponselnya lalu memperlihatkan sebuah video dimana axsa yang tengah berbicara dengan devin untuk merahasiakan semuanya dari arelta.

Seketika air mata itu tumpah membasahi pipinya. Arelta sungguh tidak percaya jika axsa orang yang seperti itu, ia pikir saat axsa siap menikah denga nya itu karena dia mencintainya tapi itu semua hanya kebohongan dan pernikahan ini terjadi karena atas dasar terimakasih bukan karena dia mencintai.

Mengetahui kebenaran ini entah mengapa membuat hati arelta merasa sesak, ia tak dapat menyembunyikan jika ia merasa marah dan kecewa pada axsa.

"Mengapa dia tak memberitahuku sejak awal, mengapa dia harus berpura-pura seperti ini" batin arelta.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!