19. Berapa Harus Mengganti?

Roni mampir ke sebuah apotek, yang kebetulan di sebelahnya adalah toko pakaian. Kedua pria itu keluar dari mobil menggunakan payung, karena hujan masih turun dengan deras. Roni turun untuk membeli obat, sedangkan Aiden turun membelikan pakaian untuk Yuniar. Yuniar sendiri berada di dalam mobil berusaha untuk tidak menggaruk tubuhnya yang terasa semakin gatal, tapi Yuniar tidak bisa menahan diri untuk tidak menggaruk tubuhnya. Rasa gatal itu semakin menyebar ke seluruh tubuhnya. Tubuh gadis itu jadi memerah dan bengkak.

"Ya Tuhan.. aku sudah tidak tahan lagi. Tubuhku gatal semua dan juga terasa perih karena aku garuk. Tapi aku tidak bisa berhenti menggaruk,"gumam Yuniar.

Tak lama kemudian, Aiden dan Roni kembali ke dalam mobil dan Roni langsung melajukan mobil itu di bawah guyuran hujan yang seperti enggan untuk berhenti. Sesekali kilat dan petir pun bersahutan.

"Jangan terus menggaruknya! Tubuh kamu akan terluka karena kuku kamu itu,"ucap Aiden yang merasa prihatin pada Yuniar.

Gadis itu tidak menjawab, masih terus menggaruk tubuhnya yang rasa gatalnya semakin menjadi. Masih duduk di posisi yang sama, yaitu menempel di pintu mobil, tidak ingin berdekatan dengan Aiden.

"Kenapa dia tidak segera memberikan obat yang dibelinya padaku? Untuk apa dia membelinya jika tidak ingin memberikannya padaku? Apa dia tidak bisa melihat, betapa aku tersiksa dengan rasa gatal ini?"gumam Yuniar menatap kantong plastik yang berisi obat di pangkuan Aiden. Yuniar ingin sekali meminta obat itu pada Aiden tapi tidak berani.

Aiden yang melihat kemana arah tatapan Yuniar pun berkata,"Kamu harus membersihkan tubuh kamu dulu, baru memakai obat ini. Percuma memakai obat ini jika tubuh kamu tidak bersih. Pasti ada bulu ulat tadi yang menempel di tubuh kamu, karena itu tubuh kamu menjadi gatal. Jadi, kamu harus membersihkan tubuh kamu dulu sebelum mengobatinya,"

Yuniar tidak berkata apa-apa lagi setelah mendengar alasan Aiden tidak memberikan obat itu padanya. Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai oleh Romi pun berhenti. Yuniar membulatkan matanya setelah melihat dimana tempat mereka berhenti.

"Hotel? Kenapa dia membawa aku ke hotel? Apa maksudnya?"gumam Yuniar terlihat cemas dan takut.

"Ayo, turun!"ajak Aiden.

"Tidak!"jawab Yuniar cepat dan tegas.

"Aku tidak mau masuk ke dalam hotel itu. Bagaimana jika di dalam sana dia melakukan sesuatu padaku. Aku harus menjaga diri ku baik-baik,"gumam Yuniar dalam hati.

Aiden menghela napas panjang mendengar penolakan tegas dari Yuniar. Menatap Yuniar yang terlihat cemas, ketakutan sekaligus waspada.

"Jangan berpikir macam-macam! Kita ke sini agar kamu bisa membersihkan diri, mengobati alergi kamu karena ulat bulu itu dan berganti pakaian,"ujar Aiden yang bisa membaca apa yang dipikirkan oleh gadis di samping itu.

"Ayo cepat keluar! Atau kamu ingin tubuh kamu semakin gatal, bengkak dan terluka karena kamu garuk terus? Kalau kamu tidak mau turun dan masuk ke dalam hotel itu, sebaiknya kamu turun dari mobilku dan pergi. Terserah kamu mau apa, aku tidak peduli,"ujar Aiden dengan wajah serius.

"Jika dia meninggalkan aku di sini dalam keadaan ku yang seperti ini, itu akan menyulitkan diriku sendiri. Tapi, kalau aku masuk ke dalam hotel itu bersama dia, apa aku bisa menjaminkan dia tidak akan melakukan apa-apa?"gumam Yuniar dalam hati.

"Jadi, kamu mau masuk ke hotel itu atau tidak? Jika tidak mau, turunlah dari mobil ku! Aku masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan,"ujar Aiden yang tidak tahu harus bagaimana membuat Yuniar percaya jika dirinya berniat baik pada Yuniar. Tidak ada niat buruk ataupun pikiran kotor sama sekali di hatinya.

"Aku mau,"sahut Yuniar pelan.

Mau tak mau akhirnya Yuniar turun dari mobil itu. Yuniar tahu, pria seperti Aiden pasti sangat sibuk dengan pekerjaannya. Namun Yuniar bertekad untuk melindungi dirinya dan menjaga kesuciannya.

"Saya pesan satu kamar. Apa bisa saya minta tolong pada salah seorang petugas hotel wanita untuk menemani adik saya? Dia terkena alergi karena ulat bulu. Jadi saya memerlukan seseorang untuk membantu dia mengoleskan salep setelah dia membersihkan diri. Jangan khawatir, saya akan memberikan tips bagi yang mau membantu adik saya mengoleskan salep di tubuhnya,"ujar Aiden pada resepsionis hotel.

"Tentu saja bisa, Tuan,"sahut resepsionis itu tersenyum ramah.

"Ini kunci kamarnya. Aku akan menunggu kamu di sini,"ucap Aiden menyerahkan kunci kamar hotel pada Yuniar.

"Terimakasih!"ucap Yuniar kemudian di pandu seorang wanita petugas hotel yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun menuju kamar hotel yang di pesan Aiden.

Aiden memilih duduk di lobby hotel seraya membuka laptopnya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan kantornya.

"Walaupun dia mengatakan akan menunggu di lobby hotel, aku harus tetap waspada. Siapa tahu dia akan menyusul aku ke kamar hotel,"gumam Yuniar dalam hati, tetap waspada.

Sekitar setengah jam kemudian, akhirnya Yuniar menghampiri Aiden yang duduk di lobby hotel seraya memangku laptopnya.

"Tuan!"panggil Yuniar membuat Aiden yang fokus pada laptopnya itu mendongak menatap Yuniar.

"Sudah selesai?"tanya Aiden menatap Yuniar yang sudah berganti pakaian dengan pakaian yang dibelinya tadi.

Pakaian yang di beli Aiden dengan harga yang tidak terlalu mahal karena di beli di toko di pinggir jalan. Dress berlengan pendek dengan model simpel yang panjangnya di bawah lutut. Tapi terlihat cantik saat di pakai Yuniar karena tubuh Yuniar berisi di beberapa bagian yang tepat.

"Sudah,"sahut Yuniar dengan kepala tertunduk,"Orang ini bisa membelikan aku pakai beserta pakaian dalam yang begitu pas dengan tubuh ku. Benar-benar seorang Casanova sejati,"gumam Yuniar dalam hati.

"Ayo, aku akan mengantar kamu pulang! Roni sudah membersihkan mobilnya, jadi kamu tidak perlu takut akan gatal-gatal lagi,"ujar Aiden menutup laptopnya kemudian beranjak keluar dari hotel itu diikuti oleh Yuniar.

Setelah Aiden dan Yuniar masuk ke dalam mobil, Roni pun segera melajukan mobil itu. Yuniar tetap duduk menempel di pintu mobil dan memasang sikap waspada. Setelah membersihkan diri, lalu mengoleskan salep yang dibelikan Aiden tadi, gatal di tubuh Yuniar sudah mulai reda. Jadi Yuniar bisa menahan diri untuk tidak menggaruk tubuhnya.

"Mau aku turunkan di mana?"tanya Aiden seraya membuka laptopnya dan memangkunya. Memilih bekerja dengan laptopnya agar Yuniar merasa agak rileks, karena Aiden melihat Yuniar nampak menjaga jarak dan terlihat waspada kepadanya.

"Di pom bensin aja, ya? Dari pom bensin yang ada di jalan xx itu sudah tidak jauh lagi, 'kan, dari rumah kamu?"tanya Aiden lagi dengan jemari tangan yang lincah mengetik di keyboard laptopnya. Mata pria itu nampak fokus pada layar laptopnya.

"I.. iya,"sahut Yuniar seraya mengernyitkan keningnya,"Pria ini, apa dia tahu alamat rumah aku? Kok, dia bisa tahu kalau pom bensin di jalan xx itu tidak jauh dari rumah aku? Dia juga tahu siapa namaku. Kenapa aku jadi tambah takut, ya, pada pria ini? Apa dia ingin mendekati aku? Apa motif nya? Apa dia salah seorang pria yang mengejar kakak? Mungkin saja, 'kan, dia mendekati aku karena ingin mendekati kakak ku? Iya, pasti itu motif pria ini mendekati aku. Dia pasti ingin mengambil hatiku agar bisa mendapatkan hati kakak ku. Kakak, 'kan, sulit di dekati. Bahkan kak Hendrik aja di tolak kakak,"gumam Yuniar dalam hati yang mengira Aiden mendekati dirinya untuk mendekati kakaknya.

"Gadis ini benar-benar sulit di dekati. Dia seperti memasang benteng yang kokoh dan tinggi. Selalu terlihat waspada dan tidak mudah percaya pada orang lain. Bahkan sejak pertama kali bertemu dengan aku, gadis ini berusaha menghindari aku,"gumam Aiden dalam hati.

"Berapa saya harus mengganti untuk obat, pakaian dan hotel tadi?"tanya Yuniar yang tidak ingin berhutang budi pada Aiden.

"Tidak perlu. Aku ikhlas, kok, menolong kamu. Kamu tidak perlu mengganti apapun padaku,"sahut Aiden tanpa menatap Yuniar, tetap fokus pada layar laptopnya.

"Saya tidak ingin berhutang budi pada siapapun,"sahut Yuniar jujur adanya.

Aiden berhenti mengetik di laptopnya, lalu menatap Yuniar dengan senyuman yang sulit diartikan.

"Kalau begitu, tidak usah menghitung berapa uang yang aku keluarkan untuk membelikan obat, pakaian dan biaya hotel yang aku keluarkan untuk kamu. Kita hitung saja berapa waktu ku yang tersita untuk menolong kamu. Berapa jam sejak kamu masuk ke dalam mobil ku?"

"Sekitar dua jam,"sahut Yuniar setelah melihat jam di ponsel nya.

"Dua jam, ya? Jika penghasilanku sekitar satu koma dua triliun per hari, kira-kira berapa uang yang harus kamu ganti untuk waktu dua jam yang aku luangkan untuk kamu?"tanya Aiden santai dengan senyuman menawan di bibirnya.

Yuniar membulatkan matanya saat mendengar pertanyaan Aiden. Lidahnya kelu untuk menjawab pertanyaan Aiden.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Berdo'a saja

Berdo'a saja

ooooooww

2023-10-22

2

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

tak terhitung Yun🤭

2023-10-05

1

Rifa Endro

Rifa Endro

skak matt

2023-09-12

1

lihat semua
Episodes
1 1. Di Hadang
2 2. Hanya Terimakasih ?
3 3. Tekad Bulat
4 4. Sama-sama Keras Kepala
5 5. Persentase
6 6. Dengan Syarat
7 7. Perjanjian Pra Nikah
8 8. Menyerah
9 9. Berbohong
10 10. Di Awasi
11 11. Pelayan Berambut Pendek
12 12. Malu
13 13. Berlagak Seperti Nyonya
14 14. Adik Aiden
15 15. Mencari Muka
16 16. Menarik
17 17. Alam Mendukung
18 18. Dari Mana Dia Tahu?
19 19. Berapa Harus Mengganti?
20 20. Senang Menggoda
21 21. Keinginan.
22 22. Sadar
23 23. Tidak Apa-apa
24 24. Bertekad
25 25. Dibalikkan
26 26. Merasa Berhasil
27 27. Aroma Kecemburuan
28 28. Membangkang
29 29. Hasil Lab
30 30. Secerah Harapan
31 31. Demi Aiden
32 32. Asumsi
33 33. Kedua
34 34. Tidak Rela
35 35. Rekaman
36 36. Memutar Balikkan Fakta
37 37. Merasa Bersalah
38 38. Pamit
39 39. Berat Hati
40 40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41 41. Menilai
42 42. Bahagia
43 43. Cemburu, Ya?
44 44. Salah Bicara
45 45. Untung Saja
46 46. Menghindar
47 47. By
48 48. Dilema
49 49. Modus
50 50. Mengganjal
51 51. Nampak Enggan
52 52. Belum Siap
53 53. Mengantisipasi
54 54. Was-was dan Bimbang
55 55. Belum Sadar
56 56. Rendah Diri
57 57. Terkejut Dan Penasaran
58 58. Kenapa?
59 59. Jaga Hatimu!
60 60. Sesak
61 61. Karena Kamu
62 62. Kalut
63 63. Lain Kali
64 64. Magang
65 65. Menguping
66 66. Sudah Terlanjur
67 67. Latihan Ganda
68 68. Bersikap Profesional
69 69. Idaman Banget
70 70. Memilih Mengalah
71 71. MBA
72 72. Biarkan Saja
73 73. Unfaedah
74 74. Mengancam
75 75. Jika
76 76. Hanya Milikku
77 77. Suka Yang Lokal
78 78. Saran
79 79. Bekal
80 80. Malu
81 81. Formal
82 82. Mengamuk
83 83. Kamu Pantas
84 84. Tidak Berani
85 85. Meminta Bantuan
86 86. Merasa Masuk Perangkap
87 87. Emosi
88 88. Menyesal
89 89. Tidak Becus
90 90. Berpura-pura
91 91. Membantu
92 92. Diam
93 93. Merendahkan
94 94. Berniat Kabur
95 95. Kapan Bahagia?
96 96. Berita
97 97. Sedih Atau Bahagia?
98 98. Memprovokasi
99 99. Buktikan!
100 100. Cara Membujuk
101 101. Pingsan
102 102. Merasa Dikhianati
103 103. Apa Salah?
104 104. Cerai
105 105. Dengan Syarat
106 106. Solusi Yang Mana?
107 107. Mentah-mentah
108 108. Kepercayaan
109 109. Tidak Mau
110 110. Virus Abadi
111 111. Menjelaskan
112 112. Siapa Yang Datang?
113 113. Mengelola Ekspresi
114 114. Merasa Lega
115 115. Pegang Dia!
116 116. Terlalu Kuat
117 117. Apa Benar ?
118 118. Menyergap
119 119. Dasar Absurd!
120 120. Pisah Kamar
121 121. Sayangnya, Iya.
122 122. Mengunjungi
123 123. Terlalu Memuji
124 124. Perasaan Sebenarnya
125 125. Bicara Dengan Siapa?
126 126. Yang Terakhir
127 127. Resep Dan Novel Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Di Hadang
2
2. Hanya Terimakasih ?
3
3. Tekad Bulat
4
4. Sama-sama Keras Kepala
5
5. Persentase
6
6. Dengan Syarat
7
7. Perjanjian Pra Nikah
8
8. Menyerah
9
9. Berbohong
10
10. Di Awasi
11
11. Pelayan Berambut Pendek
12
12. Malu
13
13. Berlagak Seperti Nyonya
14
14. Adik Aiden
15
15. Mencari Muka
16
16. Menarik
17
17. Alam Mendukung
18
18. Dari Mana Dia Tahu?
19
19. Berapa Harus Mengganti?
20
20. Senang Menggoda
21
21. Keinginan.
22
22. Sadar
23
23. Tidak Apa-apa
24
24. Bertekad
25
25. Dibalikkan
26
26. Merasa Berhasil
27
27. Aroma Kecemburuan
28
28. Membangkang
29
29. Hasil Lab
30
30. Secerah Harapan
31
31. Demi Aiden
32
32. Asumsi
33
33. Kedua
34
34. Tidak Rela
35
35. Rekaman
36
36. Memutar Balikkan Fakta
37
37. Merasa Bersalah
38
38. Pamit
39
39. Berat Hati
40
40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41
41. Menilai
42
42. Bahagia
43
43. Cemburu, Ya?
44
44. Salah Bicara
45
45. Untung Saja
46
46. Menghindar
47
47. By
48
48. Dilema
49
49. Modus
50
50. Mengganjal
51
51. Nampak Enggan
52
52. Belum Siap
53
53. Mengantisipasi
54
54. Was-was dan Bimbang
55
55. Belum Sadar
56
56. Rendah Diri
57
57. Terkejut Dan Penasaran
58
58. Kenapa?
59
59. Jaga Hatimu!
60
60. Sesak
61
61. Karena Kamu
62
62. Kalut
63
63. Lain Kali
64
64. Magang
65
65. Menguping
66
66. Sudah Terlanjur
67
67. Latihan Ganda
68
68. Bersikap Profesional
69
69. Idaman Banget
70
70. Memilih Mengalah
71
71. MBA
72
72. Biarkan Saja
73
73. Unfaedah
74
74. Mengancam
75
75. Jika
76
76. Hanya Milikku
77
77. Suka Yang Lokal
78
78. Saran
79
79. Bekal
80
80. Malu
81
81. Formal
82
82. Mengamuk
83
83. Kamu Pantas
84
84. Tidak Berani
85
85. Meminta Bantuan
86
86. Merasa Masuk Perangkap
87
87. Emosi
88
88. Menyesal
89
89. Tidak Becus
90
90. Berpura-pura
91
91. Membantu
92
92. Diam
93
93. Merendahkan
94
94. Berniat Kabur
95
95. Kapan Bahagia?
96
96. Berita
97
97. Sedih Atau Bahagia?
98
98. Memprovokasi
99
99. Buktikan!
100
100. Cara Membujuk
101
101. Pingsan
102
102. Merasa Dikhianati
103
103. Apa Salah?
104
104. Cerai
105
105. Dengan Syarat
106
106. Solusi Yang Mana?
107
107. Mentah-mentah
108
108. Kepercayaan
109
109. Tidak Mau
110
110. Virus Abadi
111
111. Menjelaskan
112
112. Siapa Yang Datang?
113
113. Mengelola Ekspresi
114
114. Merasa Lega
115
115. Pegang Dia!
116
116. Terlalu Kuat
117
117. Apa Benar ?
118
118. Menyergap
119
119. Dasar Absurd!
120
120. Pisah Kamar
121
121. Sayangnya, Iya.
122
122. Mengunjungi
123
123. Terlalu Memuji
124
124. Perasaan Sebenarnya
125
125. Bicara Dengan Siapa?
126
126. Yang Terakhir
127
127. Resep Dan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!