6. Dengan Syarat

Sudah banyak petugas medis yang membujuk Yuniar untuk istirahat karena merasa kasihan melihat Yuniar. Tapi gadis itu tetap kukuh pada pendiriannya. Tidak mau pergi dari depan ruangan Aiden.

Yuniar merasa kepalanya pusing dan tubuhnya terasa semakin lemas. Lama-kelamaan Yuniar merasa pandangan matanya berkunang-kunang.

"Hei! Awas!"teriak bodynya yang berjaga di depan pintu ruangan Aiden.

Bodyguard Aiden itu melihat Yuniar yang sudah hampir terjatuh dan pria itu bergegas menangkap tubuh Yuniar, hingga tubuh Yuniar tidak jadi jatuh ke lantai.

"Aku akan membawa dia mencari dokter agar dia segera di tangani. Kamu beritahu tentang hal ini pada Tuan,"ucap bodyguard Aiden yang menolong Yuniar sambil menggendong tubuh Yuniar yang sudah lemas.

"Baik,"sahut bodyguard satunya lagi.

Bodyguard itu bergegas mengetuk pintu ruangan Aiden. Setelah dipersilahkan masuk oleh si empunya kamar, bodyguard itupun masuk ke dalam.

"Tuan, gadis itu pingsan,"lapor bodyguard Aiden terlihat cemas.

"Apa kalian sudah memanggil petugas medis?'tanya Aiden terdengar datar.

"Gadis itu diantarkan ke dokter untuk mendapatkan perawatan, Tuan,"

"Ya sudah, untuk apa kamu melapor padaku?"tanya Aiden nampak acuh.

"Kalau begitu, saya permisi, Tuan,"ucap bodyguard itu kemudian keluar dari ruangan itu seraya menghela napas panjang.

"Apa Tuan tidak kasihan pada gadis itu?"gumam bodyguard itu dalam hati.

Aiden membuang napas kasar setelah bodyguard itu keluar dari ruangannya. Aiden benar-benar tidak menyangka jika Yuniar begitu keras kepala.

"Ceklek"

Pintu ruangan itu kembali terbuka dan Fina terlihat memasuki ruangan itu.

"Den, gadis yang kamu usir kemarin benar-benar tidak pergi dari depan ruangan kamu dan sampai pingsan karena tidak makan dan minum selama hampir dua puluh empat jam. Dia begitu ingin menikah dengan kamu. Aku jadi curiga, kamu pasti sudah mengambil kesucian gadis itu, 'kan? Jika tidak, tidak mungkin dia bersikeras untuk menikah dengan kamu. Jangan jadi pengecut, Den! Sebagai laki-laki, kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan kamu,"ujar Fina membuang napas kadar.

Fina baru datang ke rumah sakit itu. Tapi wanita itu malah mendengar kabar ada gadis yang pingsan di depan ruangan Aiden. Karena hampir dua puluh empat jam tidak pergi dari depan pintu ruangan Aiden tanpa makan dan minum.

"Aku tidak pernah melakukan apapun padanya, apalagi melecehkannya. Kenapa aku harus bertanggung jawab pada dia?"kilah Aiden yang memang tidak pernah sekalipun melecehkan Yuniar.

"Dari wajahnya, sudah jelas dia itu gadis baik-baik dan polos. Tidak mungkin dia kukuh ingin kamu nikahi, jika kamu tidak melakukan apapun padanya. Apalagi kamu itu seorang Casanova. Gadis itu terlihat cantik walaupun tanpa make-up. Bentuk tubuhnya juga aduhai. Aku tidak yakin, kalau kamu yang seorang Casanova itu tidak tergiur melihat wajah dan bentuk tubuh gadis itu,"tuduh Fina dengan asumsinya.

"Aku memang seorang Casanova, tapi aku tidak akan memaksa seorang wanita untuk bercinta dengan ku. Aku tidak serendah itu, Fin. Banyak wanita yang dengan sukarela menjadi teman berbagi peluh dengan ku di atas ranjang. Buat apa aku memaksa seorang gadis untuk bercinta dengan ku?"tampik Aiden yang memang benar adanya.

"Aku tidak percaya. Kamu pasti merayu dia hingga dia terjebak oleh rayuan maut mu, dan akhirnya tanpa sadar menyerahkan dirinya padamu. Sebaiknya kamu bertanggung jawab padanya,"balas Fina yang tidak percaya pada Aiden.

"Huff.. Kamu lebih percaya pada orang lain dari pada degan sahabat mu sendiri,"keluh Aiden.

"Kalau bukan urusan ranjang, aku bakal percaya sama kamu. Tapi kalau sudah mengenai urusan ranjang, sembilan puluh sembilan koma sembilan puluh sembilan persen, aku tidak percaya padamu,"sahut Fina sesuai kata hatinya.

"Dia itu hanya merasa bersalah pada ku, Fin. Sebab, kecelakaan yang kami alami kemarin terjadi karena dia. Karena itu dia kukuh ingin menikah dengan aku. Dia merasa bersalah dan merasa harus bertanggung jawab karena kecelakaan itu telah membuat kakiku lumpuh,"Aiden akhirnya menjelaskan apa yang terjadi.

"Nah, kalau begitu, itu lebih bagus lagi. Itu berarti dia benar-benar gadis baik-baik. Gadis yang bertanggung jawab. Kenapa kamu malah masih keras kepala tidak mau menikahi dia?"

"Aku tidak ingin menikah dengan orang yang menikahi aku karena rasa kasihan. Aku ingin menikah dengan orang yang mencintai aku apa adanya,"tanggap Aiden membuang napas kasar.

"Turunkan sedikit ego kamu itu! Dia tetap mau menikah dengan kamu, walaupun kaki kamu lumpuh. Setidaknya, dia tulus ingin bertanggung jawab dan mengurus kamu. Lagi pula, dari pembicaraan kalian, aku dengar sebelumnya kamu ingin menikahi dia. Kenapa sekarang setelah dia bersedia menikah dengan kamu, kamu malah tidak mau menikah dengan dia?"

"Jika kakiku tidak lumpuh seperti ini, aku akan sangat senang dia mau menikah dengan aku. Dan aku tidak akan peduli dengan alasan dia mau menikah dengan aku. Namun, dengan keadaan ku sekarang ini, aku hanya ingin menikah dengan orang yang benar-benar tulus mencintai aku,"

"Jika kamu ragu dengan ketulusan hatinya, kamu bisa membuat perjanjian pra nikah yang menguntungkan kamu. Jika dia tetap mau menikah dengan kamu setelah melihat perjanjian pra nikah yang kamu buat, berarti dia benar-benar tulus padamu,"

"Aku tidak ingin membahas dia lagi,"ketus Aiden yang tidak ingin berdebat lagi dengan Fina.

"Terserah kamu, lah Tapi jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari,"sahut Fina yang sudah menyerah untuk membujuk Aiden. Akhirnya Fina meninggalkan ruangan Aiden.

"Nanti juga dia menyerah,"gumam Aiden menghela napas berat.

Aiden benar-benar tidak percaya diri dengan keadaannya saat ini. Benar-benar merasa terhina karena Yuniar ingin menikah dengan dirinya karena rasa kasihan. Harga dirinya sebagai seorang Casanova benar-benar terluka. Karena, seorang gadis mau menikah dengan dirinya hanya karena rasa kasihan.

Di ruangan lain, Yuniar membuka matanya dan mendapati dirinya sudah terbaring di ruangan tempatnya di rawat kemarin. Gadis itu menatap jam yang menempel di dinding, lalu melepaskan jarum infus di punggung tangannya. Dengan kepala yang terasa pusing, Yuniar berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri, Yuniar keluar ruangannya menuju ruangan Aiden. Kebetulan tidak ada perawat yang melihatnya. Jadi tidak ada yang menghalangi Yuniar untuk keluar dari ruangan itu.

Kedua bodyguard yang berjaga di depan ruangan Aiden saling menatap saat melihat gadis dengan langkah gontai itu berjalan ke arah mereka. Kedua orang itu hanya bisa menghela napas bersamaan. Salah seorang bodyguard itu mendekati temanya.

"Menurut kamu, gadis itu ingin menikah dengan Tuan Aiden karena apa?"tanya salah seorang bodyguard itu pada temannya.

"Mungkin karena Tuan Aiden kaya. Walaupun cacat, asal dompet tebal, 'kan, nggak masalah,"

"Tapi gadis itu terlihat polos. Nggak mungkin dia memiliki motif seperti itu,"

"Jangan tertipu dengan wajah polos. Zaman sekarang, sulit untuk membedakan mana yang tulus dan mana yang akal bulus. Gadis aja belum tentu perawan,"

"Iya, juga, ya,"

"Apa kita tidak memberitahu Tuan, jika gadis itu kembali ke sini lagi?"

"Nggak usah lah. Pasti Tuan juga bakal bilang biarin saja,"

Bisik-bisik dua orang bodyguard Aiden hingga akhirnya keduanya berhenti berbicara dan saling menjauh saat Yuniar sudah semakin mendekat.

Fina yang tidak sengaja melihat Yuniar kembali ke depan ruangan Aiden pun menghela napas panjang.

"Dok, gadis itu lama-lama kondisinya akan semakin memburuk. Dia tidak makan dan minum, bahkan setelah sadar, dia kabur ke sana. Dia nekad melepaskan infusnya,"ucap seorang perawat yang mencari Yuniar, karena tidak menemukan Yuniar di ruangan rawatnya.

"Apa tidak ada keluarganya yang mencari dia?"tanya Fina.

"Dari kemarin tidak ada, dok,"

"Mereka benar-benar sama-sama keras kepala,"gumam Fina, kemudian menghampiri Yuniar.

"Kamu sebaiknya kembali ke ruangan kamu! Tidak ada gunanya kamu berdiri di sini. Aiden tetap tidak akan mau menikah dengan kamu Orang tuamu pasti juga khawatir padamu,"bujuk Fina yang merasa kasihan melihat keadaan Yuniar.

Fina, Yuniar dan dua orang bodyguard Aiden tidak menyadari jika pintu ruangan Aiden sedikit terbuka.

"Saya akan tetap berada di sini sampai Tuan Aiden mengizinkan saya merawat Tuan Aiden, hingga Tuan Aiden sembuh,"sahut Yuniar.

"Kenapa kamu begitu gigih ingin merawat dia. Kamu sudah berniat baik padanya, tapi dia tetap tidak mau menerima kebaikan kamu. Jadi, kamu tidak perlu merasa bersalah lagi. Lebih baik kamu pulang saja,"

"Saya akan merasa bersalah seumur hidup saya, jika saya tidak merawat Tuan Aiden sampai sembuh. Tuan Aiden telah menolong saya, tapi karena saya, kaki Tuan Aiden menjadi lumpuh. Bagaimana saya bisa hidup dengan tenang, jika saya telah membuat orang yang telah menyelamatkan saya menjadi cacat karena saya? Saya akan dihantui rasa bersalah seumur hidup saya. Dengan merawat Tuan Aiden, saya tidak akan terlalu merasa bersalah,"

"Tapi, Aiden tidak ingin menikah dengan kamu karena rasa bersalah dan kasihan kamu padanya. Dia ingin menikah dengan orang yang mencintai dia. Sebaiknya kamu kembali ke ruangan kamu. Dan setelah sehat, sebaiknya kamu segera pulang. Orang tuamu pasti mencemaskan kamu,"bujuk Fina yang sekarang sudah tahu duduk permasalahan di antara Aiden dan Yuniar.

"Saya tidak akan pulang. Saya akan tetap berada di sisi Tuan Aiden,"ujar Yuniar tetap keras kepala, membuat Fina menghela napas panjang.

"Baiklah, kalau kamu begitu keras kepala, aku akan menikahi kamu. Tapi dengan syarat,"

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

syarat nya jangan berat² ya bg Aiden kasian yuniar nya

2024-04-08

1

Imas Jubaedah

Imas Jubaedah

hore akhirnya perjuangan yuniar tidak sia2, untuk membalas budi terhadap aiden karma rasa bersalahnya

2024-01-10

2

Hinarin

Hinarin

semangat ya yun 👍

2023-12-29

3

lihat semua
Episodes
1 1. Di Hadang
2 2. Hanya Terimakasih ?
3 3. Tekad Bulat
4 4. Sama-sama Keras Kepala
5 5. Persentase
6 6. Dengan Syarat
7 7. Perjanjian Pra Nikah
8 8. Menyerah
9 9. Berbohong
10 10. Di Awasi
11 11. Pelayan Berambut Pendek
12 12. Malu
13 13. Berlagak Seperti Nyonya
14 14. Adik Aiden
15 15. Mencari Muka
16 16. Menarik
17 17. Alam Mendukung
18 18. Dari Mana Dia Tahu?
19 19. Berapa Harus Mengganti?
20 20. Senang Menggoda
21 21. Keinginan.
22 22. Sadar
23 23. Tidak Apa-apa
24 24. Bertekad
25 25. Dibalikkan
26 26. Merasa Berhasil
27 27. Aroma Kecemburuan
28 28. Membangkang
29 29. Hasil Lab
30 30. Secerah Harapan
31 31. Demi Aiden
32 32. Asumsi
33 33. Kedua
34 34. Tidak Rela
35 35. Rekaman
36 36. Memutar Balikkan Fakta
37 37. Merasa Bersalah
38 38. Pamit
39 39. Berat Hati
40 40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41 41. Menilai
42 42. Bahagia
43 43. Cemburu, Ya?
44 44. Salah Bicara
45 45. Untung Saja
46 46. Menghindar
47 47. By
48 48. Dilema
49 49. Modus
50 50. Mengganjal
51 51. Nampak Enggan
52 52. Belum Siap
53 53. Mengantisipasi
54 54. Was-was dan Bimbang
55 55. Belum Sadar
56 56. Rendah Diri
57 57. Terkejut Dan Penasaran
58 58. Kenapa?
59 59. Jaga Hatimu!
60 60. Sesak
61 61. Karena Kamu
62 62. Kalut
63 63. Lain Kali
64 64. Magang
65 65. Menguping
66 66. Sudah Terlanjur
67 67. Latihan Ganda
68 68. Bersikap Profesional
69 69. Idaman Banget
70 70. Memilih Mengalah
71 71. MBA
72 72. Biarkan Saja
73 73. Unfaedah
74 74. Mengancam
75 75. Jika
76 76. Hanya Milikku
77 77. Suka Yang Lokal
78 78. Saran
79 79. Bekal
80 80. Malu
81 81. Formal
82 82. Mengamuk
83 83. Kamu Pantas
84 84. Tidak Berani
85 85. Meminta Bantuan
86 86. Merasa Masuk Perangkap
87 87. Emosi
88 88. Menyesal
89 89. Tidak Becus
90 90. Berpura-pura
91 91. Membantu
92 92. Diam
93 93. Merendahkan
94 94. Berniat Kabur
95 95. Kapan Bahagia?
96 96. Berita
97 97. Sedih Atau Bahagia?
98 98. Memprovokasi
99 99. Buktikan!
100 100. Cara Membujuk
101 101. Pingsan
102 102. Merasa Dikhianati
103 103. Apa Salah?
104 104. Cerai
105 105. Dengan Syarat
106 106. Solusi Yang Mana?
107 107. Mentah-mentah
108 108. Kepercayaan
109 109. Tidak Mau
110 110. Virus Abadi
111 111. Menjelaskan
112 112. Siapa Yang Datang?
113 113. Mengelola Ekspresi
114 114. Merasa Lega
115 115. Pegang Dia!
116 116. Terlalu Kuat
117 117. Apa Benar ?
118 118. Menyergap
119 119. Dasar Absurd!
120 120. Pisah Kamar
121 121. Sayangnya, Iya.
122 122. Mengunjungi
123 123. Terlalu Memuji
124 124. Perasaan Sebenarnya
125 125. Bicara Dengan Siapa?
126 126. Yang Terakhir
127 127. Resep Dan Novel Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Di Hadang
2
2. Hanya Terimakasih ?
3
3. Tekad Bulat
4
4. Sama-sama Keras Kepala
5
5. Persentase
6
6. Dengan Syarat
7
7. Perjanjian Pra Nikah
8
8. Menyerah
9
9. Berbohong
10
10. Di Awasi
11
11. Pelayan Berambut Pendek
12
12. Malu
13
13. Berlagak Seperti Nyonya
14
14. Adik Aiden
15
15. Mencari Muka
16
16. Menarik
17
17. Alam Mendukung
18
18. Dari Mana Dia Tahu?
19
19. Berapa Harus Mengganti?
20
20. Senang Menggoda
21
21. Keinginan.
22
22. Sadar
23
23. Tidak Apa-apa
24
24. Bertekad
25
25. Dibalikkan
26
26. Merasa Berhasil
27
27. Aroma Kecemburuan
28
28. Membangkang
29
29. Hasil Lab
30
30. Secerah Harapan
31
31. Demi Aiden
32
32. Asumsi
33
33. Kedua
34
34. Tidak Rela
35
35. Rekaman
36
36. Memutar Balikkan Fakta
37
37. Merasa Bersalah
38
38. Pamit
39
39. Berat Hati
40
40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41
41. Menilai
42
42. Bahagia
43
43. Cemburu, Ya?
44
44. Salah Bicara
45
45. Untung Saja
46
46. Menghindar
47
47. By
48
48. Dilema
49
49. Modus
50
50. Mengganjal
51
51. Nampak Enggan
52
52. Belum Siap
53
53. Mengantisipasi
54
54. Was-was dan Bimbang
55
55. Belum Sadar
56
56. Rendah Diri
57
57. Terkejut Dan Penasaran
58
58. Kenapa?
59
59. Jaga Hatimu!
60
60. Sesak
61
61. Karena Kamu
62
62. Kalut
63
63. Lain Kali
64
64. Magang
65
65. Menguping
66
66. Sudah Terlanjur
67
67. Latihan Ganda
68
68. Bersikap Profesional
69
69. Idaman Banget
70
70. Memilih Mengalah
71
71. MBA
72
72. Biarkan Saja
73
73. Unfaedah
74
74. Mengancam
75
75. Jika
76
76. Hanya Milikku
77
77. Suka Yang Lokal
78
78. Saran
79
79. Bekal
80
80. Malu
81
81. Formal
82
82. Mengamuk
83
83. Kamu Pantas
84
84. Tidak Berani
85
85. Meminta Bantuan
86
86. Merasa Masuk Perangkap
87
87. Emosi
88
88. Menyesal
89
89. Tidak Becus
90
90. Berpura-pura
91
91. Membantu
92
92. Diam
93
93. Merendahkan
94
94. Berniat Kabur
95
95. Kapan Bahagia?
96
96. Berita
97
97. Sedih Atau Bahagia?
98
98. Memprovokasi
99
99. Buktikan!
100
100. Cara Membujuk
101
101. Pingsan
102
102. Merasa Dikhianati
103
103. Apa Salah?
104
104. Cerai
105
105. Dengan Syarat
106
106. Solusi Yang Mana?
107
107. Mentah-mentah
108
108. Kepercayaan
109
109. Tidak Mau
110
110. Virus Abadi
111
111. Menjelaskan
112
112. Siapa Yang Datang?
113
113. Mengelola Ekspresi
114
114. Merasa Lega
115
115. Pegang Dia!
116
116. Terlalu Kuat
117
117. Apa Benar ?
118
118. Menyergap
119
119. Dasar Absurd!
120
120. Pisah Kamar
121
121. Sayangnya, Iya.
122
122. Mengunjungi
123
123. Terlalu Memuji
124
124. Perasaan Sebenarnya
125
125. Bicara Dengan Siapa?
126
126. Yang Terakhir
127
127. Resep Dan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!