🌸Ada lima bab yang aku upload ulang dari KKMTP (Kupu-kupu Malam Tapi Perawan), termasuk yang aku upload kemarin. Karena tidak semua pembaca di sini membaca KKMTP. Bagi yang sudah baca di sana bisa di skip. 🙏🙏🙏🌸
Hari ini para mahasiswa di kampus Yuniar diwajibkan hadir di aula dengan waktu yang sudah ditentukan. Karena akan ada motivator yang datang. Motivator yang tidak lain adalah Aiden dengan modus tebar pesona untuk mendekati Yuniar.
Ada sekelompok mahasiswa yang nampak duduk berkerumun dan nampak asyik mengobrol.
"Eh, hari ini kampus kita akan kedatangan seorang motivator, loh,"
"Ohh.. pantesan kita semua di suruh hadir di aula. Tapi, kok, dadakan gini, ya?"
"Wajar saja kalau dadakan. Orang yang akan datang kali ini adalah orang yang super sibuk. Kalian tahu siapa motivator yang akan datang ke kampus kita?"
"Siapa emang?"
"Motivator yang akan datang kali ini adalah Aiden Sankara. Pebisnis handal di negeri kita yang masih singel itu,"
"Yang benar?"
"Benar. Kalian tahu, bukan? Aiden Sankara itu adalah pebisnis top di negeri ini dengan wajah rupawan, kaya raya dan yang pastinya masih singel. Jadi, ada kesempatan, dong, untuk jadi pendamping hidupnya,"
"Iya, sih, memang masih singel dan kaya raya. Tapi, aku dengar dia itu seorang Casanova. Karena itu, diusianya yang hampir kepala tiga dia masih singel. Dia tidak pernah memiliki pacar ataupun teman dekat. Tapi memiliki segudang teman ranjang,"
"Yang benar?"
"Kalian tahu sendiri kalau papa aku seorang pebisnis. Walaupun bukan pebisnis terkenal seperti Aiden Sankara itu. Tapi, papaku tahu bagaimana orang yang bernama Aiden itu. Dia tidak pernah serius pada satu wanita pun. Walaupun banyak yang ingin menjadi istrinya. Semua wanita yang pernah dekat dengan dia tidak ada yang dijadikannya sebagai pacar, apalagi istri. Dia hanya menjadikan para wanita itu sebagai teman ranjangnya saja,"
"Orang kaya memang begitu. Nggak puas dengan satu wanita. Kalaupun menikah, mereka tidak akan hanya menikah dengan satu wanita. Ada istri pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Bahkan juga ada istri simpanannya,"
"Aku jadi istri kedua, ketiga, keempat dan seterusnya juga nggak apa-apa. Yang penting suamiku kaya dan aku dinikahi sah secara hukum. Jadi bisa minta harta warisan,"
"Aku juga. Nggak apa-apa nggak jadi istri satu-satunya. Yang penting uang bulanan lancar,"
"Kalau aku, sih, ogah jadi istri kedua, ketiga, dan seterusnya. Apalagi istri simpanan. Ihh.. amit-amit! Aku hanya ingin jadi istri satu-satunya,"
"Aku juga ingin suami yang menjadikan aku istri satu-satunya dan suamiku bisa memenuhi semua kebutuhanku. Karena nggak guna kalau dijadikan istri satu-satunya tapi suami nggak bisa memenuhi kebutuhan hidupku. Apalagi kalau sampai harus ikut banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ogah lah!"
Yuniar yang duduk di dekat para mahasiswi yang sedang bergosip itupun hanya bisa tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya pelan sambil membaca buku.
Tak lama kemudian, semua mahasiswa pun dikumpulkan di aula, termasuk Yuniar. Yuniar nampak terkejut saat melihat motivator yang datang adalah orang yang pernah di tabrakannya beberapa hari yang lalu.
"Jadi, dia yang namanya Aiden Sankara? Pengusaha sukses di negeri ini? Dan seorang Casanova? Untung saja waktu itu aku menghindari dia. Wajahnya memang sangat rupawan dan senyumannya memang sangat mempesona. Bentuk tubuhnya juga terlihat proporsional. Wajar saja jika banyak wanita yang mau menjadi teman ranjangnya,"gumam Yuniar yang melihat Aiden mulai berbicara di depan para mahasiswa.
Semua para mahasiswi nampak antusias sepanjang Aiden bicara di depan mereka semua. Kecuali Yuniar yang nampak biasa saja. Apalagi setelah mendengar gosip dari para mahasiswi yang bergosip di dekatnya tadi. Gosip tentang Aiden adalah seorang Casanova, alias seorang pria pecinta seribu wanita. Hal itu semakin membuat Yuniar tidak terlalu antusias pada Aiden.
Yuniar hanya menunduk dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan oleh Aiden. Tanpa menatap Aiden.
Aiden yang berdiri di depan para mahasiswa itupun mengedarkan pandangannya mencari Yuniar di antara para mahasiswa yang hadir di aula itu. Aiden melihat Yuniar yang menunduk dan terlihat mencatat apa yang sedang disampaikannya seperti para mahasiswa yang lain. Sedangkan para mahasiswi yang lain sibuk menatap dirinya. Entah mereka itu mendengarkan apa yang disampaikan oleh dirinya atau tidak. Karena tatapan mereka adalah tatapan kagum pada dirinya.
"Gadis itu memang berbeda dengan gadis yang lain. Dia seperti tidak tertarik sama sekali padaku. Membuat aku semakin penasaran padanya,"gumam Aiden dalam hati setelah mengamati bagaimana sikap Yuniar dalam aula itu.
Setelah keluar dari kampus, Yuniar nampak berjalan menuju sebuah pohon rindang yang ada di depan kampusnya. Sudah lama Yuniar mencari ojek online, tapi belum dapat juga. Sedangkan cuaca sore itu nampak tidak bersahabat. Angin berhembus kencang dan langit pun terlihat gelap tertutup awan hitam.
"Tin.. tin.. tin.."
Suara klakson mobil itu membuat Yuniar yang masih sibuk dengan handphonenya pun menatap sebuah mobil mewah yang berhenti di depannya. Kaca mobil itu terbuka dan menampilkan wajah seorang pria yang dikenal Yuniar.
"Hai! Masih ingat aku?"tanya Aiden dengan seulas senyuman yang begitu menawan.
"Astagaa.! Dia tampan sekali. Tidak! Tidak!Sadar, Yun! Sadar! Dia itu seorang pria dewasa dan seorang Casanova,"gumam Yuniar dalam hati.
Yuniar sangat terpesona pada Aiden, tapi juga ingat, jika pria di depannya itu adalah seorang Casanova, pria pecinta sejuta wanita. Jadi, Yuniar mencoba menyadarkan dirinya sendiri agar tidak terpesona pada pria di depannya itu.
Yuniar tidak menjawab sapaan Aiden, tapi gadis itu mengangguk kecil seraya tersenyum tipis.
"Mau aku antar pulang? Sepertinya sudah mau hujan. Kamu akan kehujanan jika tidak segera pulang,"ucap Aiden masih dengan senyuman nya yang menawan seraya keluar dari dalam mobilnya.
"Terimakasih! Saya sudah memesan taksi online,"tolak Yuniar secara halus.
"Apa maksud orang ini? Apa dia ingin mendekati aku? Aku harus berhati-hati padanya,"gumam Yuniar dalam hati mulai waspada.
"Sebentar lagi akan turun hujan. Lihatlah! Bahkan sudah gerimis,"ujar Aiden yang sudah merasakan titik-titik air mulai berjatuhan,"Alam sepertinya mendukung aku mendekati gadis ini,"gumam Aiden dalam hati.
"Aiss.. kenapa mau hujan pula, sih?! Mana belum dapat ojek online lagi,"gumam Yuniar dalam hati sedangkan titik-titik air semakin banyak yang berjatuhan.
"Ayo, masuk! Kalau nggak masuk, kamu akan basah karena kehujanan,"ucap Aiden seraya bergegas mendekati Yuniar.
"Eh, tapi .. "Yuniar nampak terkejut saat Aiden tiba-tiba menarik tangannya dan membawanya ke arah mobil.
"Kamu akan basah jika tidak segera masuk ke dalam mobil,"ucap Aiden memotong kata-kata Yuniar.
Yuniar berusaha melepaskan tangan Aiden, tapi Aiden malah merangkul Yuniar dan memaksa Yuniar duduk di dalam mobil di kursi penumpang bagian belakang. Aiden bahkan duduk di sebelah Yuniar, hingga Yuniar bergeser menjauhi Aiden.
"Tu.. tuan, saya sudah memesan taksi online,"dusta Yuniar tergagap, berusaha keluar dari dalam mobil Aiden, tapi pintu mobil itu sudah terkunci. Dan hal itu tentu saja membuat Yuniar panik dan ketakutan.
"Bagaimana ini? Apa yang akan dia lakukan padaku? Tuhan, tolonglah hamba- Mu ini. Aku takut sekali,"gumam Yuniar dalam hati.
"Batalkan saja! Biar aku yang mengantarkan kamu pulang,"ucap Aiden dengan senyuman lembut di bibirnya.
"Kenapa gadis ini terlihat panik dan ketakutan? Apa yang ada di pikirannya tentang aku? Gadis lain, pasti akan senang jika aku sapa. Apalagi kalau aku ajak masuk ke dalam mobilku. Tapi dia malah seperti orang yang melihat hantu saat melihat aku,"gumam Aiden dalam hati yang merasa aneh melihat reaksi Yuniar.
"Sa.. saya ingin turun, Tuan. To.. tolong buka pintu mobilnya!"pinta Yuniar tergagap karena ketakutan. Gadis itu duduk diujung kursi penumpang menempel pada pintu mobil.
"Kamu akan basah jika kamu turun,"ucap Aiden,"Jalan!"titah Aiden pada Roni yang duduk di kursi kemudi.
"Tu. tuan, tolong berhenti! Tolong turunkan saya di sini!"pinta Yuniar semakin ketakutan.
Aiden mendekat ke arah Yuniar yang duduk menempel di pintu mobil, membuat Yuniar semakin ketakutan.
"Ja. jangan mendekat! Akhhh!"
"Ckiiitt..."
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Pisces97
inilah doktrin nya Sumi jadi Yuniar parno duluan 🙈🤣🤣
2024-04-08
1
Tiara_Arka2410
aq pernah baca kisah nya sumi
2024-01-31
1
Mr.VANO
mau lancat azah,babny sdh di baca
2023-11-06
3