17. Alam Mendukung

🌸Ada lima bab yang aku upload ulang dari KKMTP (Kupu-kupu Malam Tapi Perawan), termasuk yang aku upload kemarin. Karena tidak semua pembaca di sini membaca KKMTP. Bagi yang sudah baca di sana bisa di skip. 🙏🙏🙏🌸

Hari ini para mahasiswa di kampus Yuniar diwajibkan hadir di aula dengan waktu yang sudah ditentukan. Karena akan ada motivator yang datang. Motivator yang tidak lain adalah Aiden dengan modus tebar pesona untuk mendekati Yuniar.

Ada sekelompok mahasiswa yang nampak duduk berkerumun dan nampak asyik mengobrol.

"Eh, hari ini kampus kita akan kedatangan seorang motivator, loh,"

"Ohh.. pantesan kita semua di suruh hadir di aula. Tapi, kok, dadakan gini, ya?"

"Wajar saja kalau dadakan. Orang yang akan datang kali ini adalah orang yang super sibuk. Kalian tahu siapa motivator yang akan datang ke kampus kita?"

"Siapa emang?"

"Motivator yang akan datang kali ini adalah Aiden Sankara. Pebisnis handal di negeri kita yang masih singel itu,"

"Yang benar?"

"Benar. Kalian tahu, bukan? Aiden Sankara itu adalah pebisnis top di negeri ini dengan wajah rupawan, kaya raya dan yang pastinya masih singel. Jadi, ada kesempatan, dong, untuk jadi pendamping hidupnya,"

"Iya, sih, memang masih singel dan kaya raya. Tapi, aku dengar dia itu seorang Casanova. Karena itu, diusianya yang hampir kepala tiga dia masih singel. Dia tidak pernah memiliki pacar ataupun teman dekat. Tapi memiliki segudang teman ranjang,"

"Yang benar?"

"Kalian tahu sendiri kalau papa aku seorang pebisnis. Walaupun bukan pebisnis terkenal seperti Aiden Sankara itu. Tapi, papaku tahu bagaimana orang yang bernama Aiden itu. Dia tidak pernah serius pada satu wanita pun. Walaupun banyak yang ingin menjadi istrinya. Semua wanita yang pernah dekat dengan dia tidak ada yang dijadikannya sebagai pacar, apalagi istri. Dia hanya menjadikan para wanita itu sebagai teman ranjangnya saja,"

"Orang kaya memang begitu. Nggak puas dengan satu wanita. Kalaupun menikah, mereka tidak akan hanya menikah dengan satu wanita. Ada istri pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Bahkan juga ada istri simpanannya,"

"Aku jadi istri kedua, ketiga, keempat dan seterusnya juga nggak apa-apa. Yang penting suamiku kaya dan aku dinikahi sah secara hukum. Jadi bisa minta harta warisan,"

"Aku juga. Nggak apa-apa nggak jadi istri satu-satunya. Yang penting uang bulanan lancar,"

"Kalau aku, sih, ogah jadi istri kedua, ketiga, dan seterusnya. Apalagi istri simpanan. Ihh.. amit-amit! Aku hanya ingin jadi istri satu-satunya,"

"Aku juga ingin suami yang menjadikan aku istri satu-satunya dan suamiku bisa memenuhi semua kebutuhanku. Karena nggak guna kalau dijadikan istri satu-satunya tapi suami nggak bisa memenuhi kebutuhan hidupku. Apalagi kalau sampai harus ikut banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ogah lah!"

Yuniar yang duduk di dekat para mahasiswi yang sedang bergosip itupun hanya bisa tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya pelan sambil membaca buku.

Tak lama kemudian, semua mahasiswa pun dikumpulkan di aula, termasuk Yuniar. Yuniar nampak terkejut saat melihat motivator yang datang adalah orang yang pernah di tabrakannya beberapa hari yang lalu.

"Jadi, dia yang namanya Aiden Sankara? Pengusaha sukses di negeri ini? Dan seorang Casanova? Untung saja waktu itu aku menghindari dia. Wajahnya memang sangat rupawan dan senyumannya memang sangat mempesona. Bentuk tubuhnya juga terlihat proporsional. Wajar saja jika banyak wanita yang mau menjadi teman ranjangnya,"gumam Yuniar yang melihat Aiden mulai berbicara di depan para mahasiswa.

Semua para mahasiswi nampak antusias sepanjang Aiden bicara di depan mereka semua. Kecuali Yuniar yang nampak biasa saja. Apalagi setelah mendengar gosip dari para mahasiswi yang bergosip di dekatnya tadi. Gosip tentang Aiden adalah seorang Casanova, alias seorang pria pecinta seribu wanita. Hal itu semakin membuat Yuniar tidak terlalu antusias pada Aiden.

Yuniar hanya menunduk dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan oleh Aiden. Tanpa menatap Aiden.

Aiden yang berdiri di depan para mahasiswa itupun mengedarkan pandangannya mencari Yuniar di antara para mahasiswa yang hadir di aula itu. Aiden melihat Yuniar yang menunduk dan terlihat mencatat apa yang sedang disampaikannya seperti para mahasiswa yang lain. Sedangkan para mahasiswi yang lain sibuk menatap dirinya. Entah mereka itu mendengarkan apa yang disampaikan oleh dirinya atau tidak. Karena tatapan mereka adalah tatapan kagum pada dirinya.

"Gadis itu memang berbeda dengan gadis yang lain. Dia seperti tidak tertarik sama sekali padaku. Membuat aku semakin penasaran padanya,"gumam Aiden dalam hati setelah mengamati bagaimana sikap Yuniar dalam aula itu.

Setelah keluar dari kampus, Yuniar nampak berjalan menuju sebuah pohon rindang yang ada di depan kampusnya. Sudah lama Yuniar mencari ojek online, tapi belum dapat juga. Sedangkan cuaca sore itu nampak tidak bersahabat. Angin berhembus kencang dan langit pun terlihat gelap tertutup awan hitam.

"Tin.. tin.. tin.."

Suara klakson mobil itu membuat Yuniar yang masih sibuk dengan handphonenya pun menatap sebuah mobil mewah yang berhenti di depannya. Kaca mobil itu terbuka dan menampilkan wajah seorang pria yang dikenal Yuniar.

"Hai! Masih ingat aku?"tanya Aiden dengan seulas senyuman yang begitu menawan.

"Astagaa.! Dia tampan sekali. Tidak! Tidak!Sadar, Yun! Sadar! Dia itu seorang pria dewasa dan seorang Casanova,"gumam Yuniar dalam hati.

Yuniar sangat terpesona pada Aiden, tapi juga ingat, jika pria di depannya itu adalah seorang Casanova, pria pecinta sejuta wanita. Jadi, Yuniar mencoba menyadarkan dirinya sendiri agar tidak terpesona pada pria di depannya itu.

Yuniar tidak menjawab sapaan Aiden, tapi gadis itu mengangguk kecil seraya tersenyum tipis.

"Mau aku antar pulang? Sepertinya sudah mau hujan. Kamu akan kehujanan jika tidak segera pulang,"ucap Aiden masih dengan senyuman nya yang menawan seraya keluar dari dalam mobilnya.

"Terimakasih! Saya sudah memesan taksi online,"tolak Yuniar secara halus.

"Apa maksud orang ini? Apa dia ingin mendekati aku? Aku harus berhati-hati padanya,"gumam Yuniar dalam hati mulai waspada.

"Sebentar lagi akan turun hujan. Lihatlah! Bahkan sudah gerimis,"ujar Aiden yang sudah merasakan titik-titik air mulai berjatuhan,"Alam sepertinya mendukung aku mendekati gadis ini,"gumam Aiden dalam hati.

"Aiss.. kenapa mau hujan pula, sih?! Mana belum dapat ojek online lagi,"gumam Yuniar dalam hati sedangkan titik-titik air semakin banyak yang berjatuhan.

"Ayo, masuk! Kalau nggak masuk, kamu akan basah karena kehujanan,"ucap Aiden seraya bergegas mendekati Yuniar.

"Eh, tapi .. "Yuniar nampak terkejut saat Aiden tiba-tiba menarik tangannya dan membawanya ke arah mobil.

"Kamu akan basah jika tidak segera masuk ke dalam mobil,"ucap Aiden memotong kata-kata Yuniar.

Yuniar berusaha melepaskan tangan Aiden, tapi Aiden malah merangkul Yuniar dan memaksa Yuniar duduk di dalam mobil di kursi penumpang bagian belakang. Aiden bahkan duduk di sebelah Yuniar, hingga Yuniar bergeser menjauhi Aiden.

"Tu.. tuan, saya sudah memesan taksi online,"dusta Yuniar tergagap, berusaha keluar dari dalam mobil Aiden, tapi pintu mobil itu sudah terkunci. Dan hal itu tentu saja membuat Yuniar panik dan ketakutan.

"Bagaimana ini? Apa yang akan dia lakukan padaku? Tuhan, tolonglah hamba- Mu ini. Aku takut sekali,"gumam Yuniar dalam hati.

"Batalkan saja! Biar aku yang mengantarkan kamu pulang,"ucap Aiden dengan senyuman lembut di bibirnya.

"Kenapa gadis ini terlihat panik dan ketakutan? Apa yang ada di pikirannya tentang aku? Gadis lain, pasti akan senang jika aku sapa. Apalagi kalau aku ajak masuk ke dalam mobilku. Tapi dia malah seperti orang yang melihat hantu saat melihat aku,"gumam Aiden dalam hati yang merasa aneh melihat reaksi Yuniar.

"Sa.. saya ingin turun, Tuan. To.. tolong buka pintu mobilnya!"pinta Yuniar tergagap karena ketakutan. Gadis itu duduk diujung kursi penumpang menempel pada pintu mobil.

"Kamu akan basah jika kamu turun,"ucap Aiden,"Jalan!"titah Aiden pada Roni yang duduk di kursi kemudi.

"Tu. tuan, tolong berhenti! Tolong turunkan saya di sini!"pinta Yuniar semakin ketakutan.

Aiden mendekat ke arah Yuniar yang duduk menempel di pintu mobil, membuat Yuniar semakin ketakutan.

"Ja. jangan mendekat! Akhhh!"

"Ckiiitt..."

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

inilah doktrin nya Sumi jadi Yuniar parno duluan 🙈🤣🤣

2024-04-08

1

Tiara_Arka2410

Tiara_Arka2410

aq pernah baca kisah nya sumi

2024-01-31

1

Mr.VANO

Mr.VANO

mau lancat azah,babny sdh di baca

2023-11-06

3

lihat semua
Episodes
1 1. Di Hadang
2 2. Hanya Terimakasih ?
3 3. Tekad Bulat
4 4. Sama-sama Keras Kepala
5 5. Persentase
6 6. Dengan Syarat
7 7. Perjanjian Pra Nikah
8 8. Menyerah
9 9. Berbohong
10 10. Di Awasi
11 11. Pelayan Berambut Pendek
12 12. Malu
13 13. Berlagak Seperti Nyonya
14 14. Adik Aiden
15 15. Mencari Muka
16 16. Menarik
17 17. Alam Mendukung
18 18. Dari Mana Dia Tahu?
19 19. Berapa Harus Mengganti?
20 20. Senang Menggoda
21 21. Keinginan.
22 22. Sadar
23 23. Tidak Apa-apa
24 24. Bertekad
25 25. Dibalikkan
26 26. Merasa Berhasil
27 27. Aroma Kecemburuan
28 28. Membangkang
29 29. Hasil Lab
30 30. Secerah Harapan
31 31. Demi Aiden
32 32. Asumsi
33 33. Kedua
34 34. Tidak Rela
35 35. Rekaman
36 36. Memutar Balikkan Fakta
37 37. Merasa Bersalah
38 38. Pamit
39 39. Berat Hati
40 40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41 41. Menilai
42 42. Bahagia
43 43. Cemburu, Ya?
44 44. Salah Bicara
45 45. Untung Saja
46 46. Menghindar
47 47. By
48 48. Dilema
49 49. Modus
50 50. Mengganjal
51 51. Nampak Enggan
52 52. Belum Siap
53 53. Mengantisipasi
54 54. Was-was dan Bimbang
55 55. Belum Sadar
56 56. Rendah Diri
57 57. Terkejut Dan Penasaran
58 58. Kenapa?
59 59. Jaga Hatimu!
60 60. Sesak
61 61. Karena Kamu
62 62. Kalut
63 63. Lain Kali
64 64. Magang
65 65. Menguping
66 66. Sudah Terlanjur
67 67. Latihan Ganda
68 68. Bersikap Profesional
69 69. Idaman Banget
70 70. Memilih Mengalah
71 71. MBA
72 72. Biarkan Saja
73 73. Unfaedah
74 74. Mengancam
75 75. Jika
76 76. Hanya Milikku
77 77. Suka Yang Lokal
78 78. Saran
79 79. Bekal
80 80. Malu
81 81. Formal
82 82. Mengamuk
83 83. Kamu Pantas
84 84. Tidak Berani
85 85. Meminta Bantuan
86 86. Merasa Masuk Perangkap
87 87. Emosi
88 88. Menyesal
89 89. Tidak Becus
90 90. Berpura-pura
91 91. Membantu
92 92. Diam
93 93. Merendahkan
94 94. Berniat Kabur
95 95. Kapan Bahagia?
96 96. Berita
97 97. Sedih Atau Bahagia?
98 98. Memprovokasi
99 99. Buktikan!
100 100. Cara Membujuk
101 101. Pingsan
102 102. Merasa Dikhianati
103 103. Apa Salah?
104 104. Cerai
105 105. Dengan Syarat
106 106. Solusi Yang Mana?
107 107. Mentah-mentah
108 108. Kepercayaan
109 109. Tidak Mau
110 110. Virus Abadi
111 111. Menjelaskan
112 112. Siapa Yang Datang?
113 113. Mengelola Ekspresi
114 114. Merasa Lega
115 115. Pegang Dia!
116 116. Terlalu Kuat
117 117. Apa Benar ?
118 118. Menyergap
119 119. Dasar Absurd!
120 120. Pisah Kamar
121 121. Sayangnya, Iya.
122 122. Mengunjungi
123 123. Terlalu Memuji
124 124. Perasaan Sebenarnya
125 125. Bicara Dengan Siapa?
126 126. Yang Terakhir
127 127. Resep Dan Novel Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Di Hadang
2
2. Hanya Terimakasih ?
3
3. Tekad Bulat
4
4. Sama-sama Keras Kepala
5
5. Persentase
6
6. Dengan Syarat
7
7. Perjanjian Pra Nikah
8
8. Menyerah
9
9. Berbohong
10
10. Di Awasi
11
11. Pelayan Berambut Pendek
12
12. Malu
13
13. Berlagak Seperti Nyonya
14
14. Adik Aiden
15
15. Mencari Muka
16
16. Menarik
17
17. Alam Mendukung
18
18. Dari Mana Dia Tahu?
19
19. Berapa Harus Mengganti?
20
20. Senang Menggoda
21
21. Keinginan.
22
22. Sadar
23
23. Tidak Apa-apa
24
24. Bertekad
25
25. Dibalikkan
26
26. Merasa Berhasil
27
27. Aroma Kecemburuan
28
28. Membangkang
29
29. Hasil Lab
30
30. Secerah Harapan
31
31. Demi Aiden
32
32. Asumsi
33
33. Kedua
34
34. Tidak Rela
35
35. Rekaman
36
36. Memutar Balikkan Fakta
37
37. Merasa Bersalah
38
38. Pamit
39
39. Berat Hati
40
40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41
41. Menilai
42
42. Bahagia
43
43. Cemburu, Ya?
44
44. Salah Bicara
45
45. Untung Saja
46
46. Menghindar
47
47. By
48
48. Dilema
49
49. Modus
50
50. Mengganjal
51
51. Nampak Enggan
52
52. Belum Siap
53
53. Mengantisipasi
54
54. Was-was dan Bimbang
55
55. Belum Sadar
56
56. Rendah Diri
57
57. Terkejut Dan Penasaran
58
58. Kenapa?
59
59. Jaga Hatimu!
60
60. Sesak
61
61. Karena Kamu
62
62. Kalut
63
63. Lain Kali
64
64. Magang
65
65. Menguping
66
66. Sudah Terlanjur
67
67. Latihan Ganda
68
68. Bersikap Profesional
69
69. Idaman Banget
70
70. Memilih Mengalah
71
71. MBA
72
72. Biarkan Saja
73
73. Unfaedah
74
74. Mengancam
75
75. Jika
76
76. Hanya Milikku
77
77. Suka Yang Lokal
78
78. Saran
79
79. Bekal
80
80. Malu
81
81. Formal
82
82. Mengamuk
83
83. Kamu Pantas
84
84. Tidak Berani
85
85. Meminta Bantuan
86
86. Merasa Masuk Perangkap
87
87. Emosi
88
88. Menyesal
89
89. Tidak Becus
90
90. Berpura-pura
91
91. Membantu
92
92. Diam
93
93. Merendahkan
94
94. Berniat Kabur
95
95. Kapan Bahagia?
96
96. Berita
97
97. Sedih Atau Bahagia?
98
98. Memprovokasi
99
99. Buktikan!
100
100. Cara Membujuk
101
101. Pingsan
102
102. Merasa Dikhianati
103
103. Apa Salah?
104
104. Cerai
105
105. Dengan Syarat
106
106. Solusi Yang Mana?
107
107. Mentah-mentah
108
108. Kepercayaan
109
109. Tidak Mau
110
110. Virus Abadi
111
111. Menjelaskan
112
112. Siapa Yang Datang?
113
113. Mengelola Ekspresi
114
114. Merasa Lega
115
115. Pegang Dia!
116
116. Terlalu Kuat
117
117. Apa Benar ?
118
118. Menyergap
119
119. Dasar Absurd!
120
120. Pisah Kamar
121
121. Sayangnya, Iya.
122
122. Mengunjungi
123
123. Terlalu Memuji
124
124. Perasaan Sebenarnya
125
125. Bicara Dengan Siapa?
126
126. Yang Terakhir
127
127. Resep Dan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!