18. Dari Mana Dia Tahu?

Aiden mendekat ke arah Yuniar yang duduk menempel di pintu mobil, membuat Yuniar semakin ketakutan. Gadis itu menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Wajah gadis itu terlihat pucat pasi.

"Ja.. jangan mendekat! Akhhh!"pekik Yuniar saat Aiden tangan Aiden terulur di bahunya, lalu menunjukkan ulat bulu yang diambil Aiden dari bahu Yuniar. Entah sejak kapan pria itu memakai sarung tangan karet sehingga dengan begitu santainya memegang ulat bulu yang menggeliat-geliat karena di pegang ekornya oleh Aiden.

Ulat bulu yang kemungkinan terjatuh di tubuh Yuniar saat Yuniar berada di bawah pohon tadi. Mengingat tadi angin bertiup sangat kencang, mungkin saja ulat itu jatuh di tubuh Yuniar karena tertutup angin.

"Ckiiitt..."

Yuniar memekik begitu kuat sehingga membuat Roni terkejut dan mengerem mendadak.

Dan sialnya karena Roni mengerem mendadak, Aiden jadi terkejut dan tidak sengaja ulat yang di pegangnya malah terjatuh di pangkuan Yuniar.

"Akhhh! Akkhh! Akhh! Ulat!"pekik Yuniar spontan berdiri untuk menyingkirkan ulat bulu dari pangkuannya

"Hei!"pekik Aiden yang melihat Yuniar berdiri yang tentunya kepalanya akan membentur atap mobil.

"Dukh"

Kepala Yuniar benar-benar terbentuk atap mobil dengan keras.

"Akhh! Ulat!"Yuniar kesakitan bercampur panik karena ulat bulu tadi.

"Astagaa ! Aku pikir Tuan melakukan sesuatu pada nona Yuniar sampai nona Yuniar memekik seperti itu. Ternyata karena takut sama ulat,"gumam Roni dalam hati menghela napas panjang.

Yuniar menaikkan kakinya di atas kursi mobil, duduk berjongkok di atas kursi mobil. Napasnya tidak teratur dan detak jantungnya tidak beraturan. Mata gadis itu menelisik di tempat sekitarnya, mencari keberadaan ulat bulu tadi.

Aiden dan Roni terlihat tertegun tanpa sepatah kata melihat Yuniar yang begitu histeris dan ketakutan karena seekor ulat.

"Akkhh!"pekik Yuniar saat melihat ulat bulu tadi malah di atas kursi di dekat kakinya.

"Brugh"

Yuniar spontan melompat dari tempatnya duduk dan tanpa sengaja malah melompat ke arah Aiden.

Yuniar membulatkan matanya saat menyadari dirinya malah melompat kepangkuan Aiden. Bahkan yang lebih parahnya lagi, bibir Yuniar malah menempel di bibir Aiden. Aiden juga sama terkejutnya dengan Yuniar, karena tidak menyangka jika bibirnya dan bibir Yuniar malah menempel.

Spontan Yuniar mendorong tubuh Aiden dan langsung turun dari pangkuan Aiden. Berdiri membungkuk di sebelah Aiden agar kepalanya tidak terbentur atap mobil lagi.

"Aihh.. sayang sekali cuma sebentar dan cuma menempel,"gumam Aiden dalam hati merasa kecewa karena cuma mendapatkan ciuman sekilas.

"Ibuu.. kakak.. bibirku sudah ternoda oleh Om Om ini,"gumam Yuniar dalam hati. Ingin menangis rasanya karena ciuman pertama yang ingin diberikan pada suaminya kelak malah tidak sengaja diberikannya pada orang yang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan dirinya.

"Wah! Tuan dapat rezeki nomplok dicium oleh seorang gadis gara-gara ulat bulu,"gumam Roni dalam hati, mengulum senyum, kemudian menatap ke arah ulat yang mulai merayap ke sandaran kursi.

Roni membuang napas kasar lalu mengambil tisu untuk mengambil ulat bulu yang sudah membuat Yuniar histeris.

"Maaf, ya, ulat! Walaupun kehadiran kamu membawa berkah dan sudah berjasa bagi majikan ku, tapi kamu menakuti calon nyonya ku,"gumam Roni dalam hati, kemudian membuka sedikit kaca mobil, lalu melempar ulat itu keluar dari mobil. Roni cepat-cepat menutup kembali kaca mobil agar air hujan tidak masuk ke dalam mobil. Mengingat hujan masih turun dengan deras.

"Sudah. Ulatnya sudah di buang. Sekarang duduklah!"ucap Aiden menghela napas berkali-kali. Tidak menyangka jika Yuniar akan sangat histeris seperti ini karena seekor ulat bulu.

Melihat ulat bulu tadi sudah di buang Roni, Yuniar pun bergegas menjauh dari Aiden ke tempat duduknya semula.

"Tolong, turunkan saya di sini!"pinta Yuniar lagi.

"Kamu lihat sendiri! Di luar hujan begitu deras. Kalau kamu keluar, kamu akan basah kuyup. Dan belum tentu mendapatkan kendaraan untuk pulang,"ujar Aiden menatap ke arah jendela.

Roni kembali melajukan mobilnya, sedang Aiden menghela napas menatap gadis di sebelahnya itu yang benar-benar tidak mau dekat dengan dirinya. Benar-benar berbeda dari gadis yang pernah Aiden temui. Yang langsung menempel padanya saat melihat wajahnya yang rupawan, pakaiannya yang branded dan mobilnya yang mewah.

Yuniar terdiam. Apa yang dikatakan oleh Aiden ada benarnya. Melihat derasnya hujan di luar sana, Yuniar tidak yakin biasa mendapatkan kendaraan untuk pulang.

"Aku akan mengantarmu pulang,"ucap Aiden membuat Yuniar membulatkan matanya.

"Jangan!"ucap Yuniar cepat. Gadis itu mulai merasakan gatal di area lehernya, tapi menahan diri untuk menggaruknya.

Jika sampai keluarganya melihat dirinya pulang dia atar seorang pria menggunakan mobil mewah, maka tamatlah riwayatnya. Keluarganya akan berpikir macam-macam dan dirinya akan diberhentikan kuliah. Yuniar tidak ingin berhenti kuliah sampai dirinya meraih gelar sarjana. Yuniar ingin mencari pekerjaan yang bisa membuat bangga ibu dan kakaknya. Jika dirinya berhenti kuliah, maka akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dan tidak akan bisa membanggakan ibu dan kakaknya.

"Kenapa? Sepertinya kamu takut sekali,"sahut Aiden seraya mengernyitkan keningnya. Biasanya para gadis sangat suka jika diantaranya pulang, apalagi pakai mobil mewah. Tapi, gadis ini malah langsung menolak dengan tegas.

"Saya akan diusir keluarga saya dari rumah jika sampai mereka melihat saya pulang di antar oleh seorang pria. Jadi, saya mohon jangan mengantarkan saya, pulang!"pinta Yuniar serius. Yuniar mengusap leherku yang semakin terasa gatal.

Yuniar tidak mau kakaknya menghentikan dirinya kuliah dan dipulangkan ke kampung karena ketahuan dekat dengan seorang pria.Walaupun saat ini Aiden tidak memiliki hubungan apapun dengan dirinya, tapi jika dirinya pulang di antar Aiden, maka keluarganya akan berpikir jika Yuniar punya hubungan spesial dengan Aiden.Yuniar sudah berjanji tidak akan pacaran sebelum lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang baik agar bisa membanggakan ibu dan kakaknya.

"Aku akan menikahi kamu jika kamu di usir keluarga kamu,"sahut Aiden enteng.

"Lebih baik saya mati daripada saya di usir oleh keluarga saya,"ucap Yuniar terlihat sangat serius, namun gadis itu terlihat semakin tidak nyaman karena gatal yang dirasakannya semakin menjalar, tidak lagi hanya sebatas lehernya saja. Namun Yuniar hanya menggosoknya dengan telapak tangannya.

"Menikahi aku? Aku tidak ingin menikah dengan seorang Casanova seperti dia. Aku tidak mau mati perlahan karena terkena tekanan batin memiliki suami yang setia pada seribu wanita,"gumam Yuniar yang merasa gatal di tubuhnya semakin menjadi.

"Sampai seperti itu prinsip hidupnya? Sungguh gadis yang berpendirian,"gumam Aiden yang semakin merasa kagum pada Yuniar.

"Sepertinya tubuh kamu gatal-gatal karena ulat bulu tadi. Lain kali jangan suka berdiri di bawah pohon. Agar kamu tidak dijatuhi ulat bulu,"ujar Aiden yang melihat Yuniar menggosok beberapa bagian tubuhnya. Leher Yuniar terlihat bengkak dan memerah.

Yuniar tidak menjawab, gadis itu merasa tidak nyaman karena gatal ditubuhnya semakin menjalar ke mana-mana.

"Ya, Tuhan.. bagaimana ini? Rasanya semakin gatal,"gumam Yuniar dalam hati.

"Roni, mampir ke apotik dan beli obat untuk menghilangkan gatal karena ulat bulu dan mampir ke toko terdekat untuk membeli pakaian buat Yuniar,"titah Aiden.

"Ba.. ba. baik Tuan,"sahut Roni.

"Dari mana dia tahu kalau namaku Yuniar? Perasaan aku belum memperkenalkan diri padanya,"gumam Yuniar dalam hati yang merasa heran karena Aiden mengetahui namanya.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Anonim

Anonim

Aiden tahu rumahmu Yun...kan jd detektif dulu sebelum pdkt

2023-11-10

3

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

Aiden kan matanya Yun...😄

2023-10-05

1

Henny Haerani

Henny Haerani

Yuniar ama ulat bulu takut nanti klw udah nikah sm Aiden takut gk ya sm ulat bulunya Aiden 😂😂😂🙏🙏🙏

2023-09-28

1

lihat semua
Episodes
1 1. Di Hadang
2 2. Hanya Terimakasih ?
3 3. Tekad Bulat
4 4. Sama-sama Keras Kepala
5 5. Persentase
6 6. Dengan Syarat
7 7. Perjanjian Pra Nikah
8 8. Menyerah
9 9. Berbohong
10 10. Di Awasi
11 11. Pelayan Berambut Pendek
12 12. Malu
13 13. Berlagak Seperti Nyonya
14 14. Adik Aiden
15 15. Mencari Muka
16 16. Menarik
17 17. Alam Mendukung
18 18. Dari Mana Dia Tahu?
19 19. Berapa Harus Mengganti?
20 20. Senang Menggoda
21 21. Keinginan.
22 22. Sadar
23 23. Tidak Apa-apa
24 24. Bertekad
25 25. Dibalikkan
26 26. Merasa Berhasil
27 27. Aroma Kecemburuan
28 28. Membangkang
29 29. Hasil Lab
30 30. Secerah Harapan
31 31. Demi Aiden
32 32. Asumsi
33 33. Kedua
34 34. Tidak Rela
35 35. Rekaman
36 36. Memutar Balikkan Fakta
37 37. Merasa Bersalah
38 38. Pamit
39 39. Berat Hati
40 40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41 41. Menilai
42 42. Bahagia
43 43. Cemburu, Ya?
44 44. Salah Bicara
45 45. Untung Saja
46 46. Menghindar
47 47. By
48 48. Dilema
49 49. Modus
50 50. Mengganjal
51 51. Nampak Enggan
52 52. Belum Siap
53 53. Mengantisipasi
54 54. Was-was dan Bimbang
55 55. Belum Sadar
56 56. Rendah Diri
57 57. Terkejut Dan Penasaran
58 58. Kenapa?
59 59. Jaga Hatimu!
60 60. Sesak
61 61. Karena Kamu
62 62. Kalut
63 63. Lain Kali
64 64. Magang
65 65. Menguping
66 66. Sudah Terlanjur
67 67. Latihan Ganda
68 68. Bersikap Profesional
69 69. Idaman Banget
70 70. Memilih Mengalah
71 71. MBA
72 72. Biarkan Saja
73 73. Unfaedah
74 74. Mengancam
75 75. Jika
76 76. Hanya Milikku
77 77. Suka Yang Lokal
78 78. Saran
79 79. Bekal
80 80. Malu
81 81. Formal
82 82. Mengamuk
83 83. Kamu Pantas
84 84. Tidak Berani
85 85. Meminta Bantuan
86 86. Merasa Masuk Perangkap
87 87. Emosi
88 88. Menyesal
89 89. Tidak Becus
90 90. Berpura-pura
91 91. Membantu
92 92. Diam
93 93. Merendahkan
94 94. Berniat Kabur
95 95. Kapan Bahagia?
96 96. Berita
97 97. Sedih Atau Bahagia?
98 98. Memprovokasi
99 99. Buktikan!
100 100. Cara Membujuk
101 101. Pingsan
102 102. Merasa Dikhianati
103 103. Apa Salah?
104 104. Cerai
105 105. Dengan Syarat
106 106. Solusi Yang Mana?
107 107. Mentah-mentah
108 108. Kepercayaan
109 109. Tidak Mau
110 110. Virus Abadi
111 111. Menjelaskan
112 112. Siapa Yang Datang?
113 113. Mengelola Ekspresi
114 114. Merasa Lega
115 115. Pegang Dia!
116 116. Terlalu Kuat
117 117. Apa Benar ?
118 118. Menyergap
119 119. Dasar Absurd!
120 120. Pisah Kamar
121 121. Sayangnya, Iya.
122 122. Mengunjungi
123 123. Terlalu Memuji
124 124. Perasaan Sebenarnya
125 125. Bicara Dengan Siapa?
126 126. Yang Terakhir
127 127. Resep Dan Novel Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Di Hadang
2
2. Hanya Terimakasih ?
3
3. Tekad Bulat
4
4. Sama-sama Keras Kepala
5
5. Persentase
6
6. Dengan Syarat
7
7. Perjanjian Pra Nikah
8
8. Menyerah
9
9. Berbohong
10
10. Di Awasi
11
11. Pelayan Berambut Pendek
12
12. Malu
13
13. Berlagak Seperti Nyonya
14
14. Adik Aiden
15
15. Mencari Muka
16
16. Menarik
17
17. Alam Mendukung
18
18. Dari Mana Dia Tahu?
19
19. Berapa Harus Mengganti?
20
20. Senang Menggoda
21
21. Keinginan.
22
22. Sadar
23
23. Tidak Apa-apa
24
24. Bertekad
25
25. Dibalikkan
26
26. Merasa Berhasil
27
27. Aroma Kecemburuan
28
28. Membangkang
29
29. Hasil Lab
30
30. Secerah Harapan
31
31. Demi Aiden
32
32. Asumsi
33
33. Kedua
34
34. Tidak Rela
35
35. Rekaman
36
36. Memutar Balikkan Fakta
37
37. Merasa Bersalah
38
38. Pamit
39
39. Berat Hati
40
40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41
41. Menilai
42
42. Bahagia
43
43. Cemburu, Ya?
44
44. Salah Bicara
45
45. Untung Saja
46
46. Menghindar
47
47. By
48
48. Dilema
49
49. Modus
50
50. Mengganjal
51
51. Nampak Enggan
52
52. Belum Siap
53
53. Mengantisipasi
54
54. Was-was dan Bimbang
55
55. Belum Sadar
56
56. Rendah Diri
57
57. Terkejut Dan Penasaran
58
58. Kenapa?
59
59. Jaga Hatimu!
60
60. Sesak
61
61. Karena Kamu
62
62. Kalut
63
63. Lain Kali
64
64. Magang
65
65. Menguping
66
66. Sudah Terlanjur
67
67. Latihan Ganda
68
68. Bersikap Profesional
69
69. Idaman Banget
70
70. Memilih Mengalah
71
71. MBA
72
72. Biarkan Saja
73
73. Unfaedah
74
74. Mengancam
75
75. Jika
76
76. Hanya Milikku
77
77. Suka Yang Lokal
78
78. Saran
79
79. Bekal
80
80. Malu
81
81. Formal
82
82. Mengamuk
83
83. Kamu Pantas
84
84. Tidak Berani
85
85. Meminta Bantuan
86
86. Merasa Masuk Perangkap
87
87. Emosi
88
88. Menyesal
89
89. Tidak Becus
90
90. Berpura-pura
91
91. Membantu
92
92. Diam
93
93. Merendahkan
94
94. Berniat Kabur
95
95. Kapan Bahagia?
96
96. Berita
97
97. Sedih Atau Bahagia?
98
98. Memprovokasi
99
99. Buktikan!
100
100. Cara Membujuk
101
101. Pingsan
102
102. Merasa Dikhianati
103
103. Apa Salah?
104
104. Cerai
105
105. Dengan Syarat
106
106. Solusi Yang Mana?
107
107. Mentah-mentah
108
108. Kepercayaan
109
109. Tidak Mau
110
110. Virus Abadi
111
111. Menjelaskan
112
112. Siapa Yang Datang?
113
113. Mengelola Ekspresi
114
114. Merasa Lega
115
115. Pegang Dia!
116
116. Terlalu Kuat
117
117. Apa Benar ?
118
118. Menyergap
119
119. Dasar Absurd!
120
120. Pisah Kamar
121
121. Sayangnya, Iya.
122
122. Mengunjungi
123
123. Terlalu Memuji
124
124. Perasaan Sebenarnya
125
125. Bicara Dengan Siapa?
126
126. Yang Terakhir
127
127. Resep Dan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!