Aiden mendekat ke arah Yuniar yang duduk menempel di pintu mobil, membuat Yuniar semakin ketakutan. Gadis itu menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Wajah gadis itu terlihat pucat pasi.
"Ja.. jangan mendekat! Akhhh!"pekik Yuniar saat Aiden tangan Aiden terulur di bahunya, lalu menunjukkan ulat bulu yang diambil Aiden dari bahu Yuniar. Entah sejak kapan pria itu memakai sarung tangan karet sehingga dengan begitu santainya memegang ulat bulu yang menggeliat-geliat karena di pegang ekornya oleh Aiden.
Ulat bulu yang kemungkinan terjatuh di tubuh Yuniar saat Yuniar berada di bawah pohon tadi. Mengingat tadi angin bertiup sangat kencang, mungkin saja ulat itu jatuh di tubuh Yuniar karena tertutup angin.
"Ckiiitt..."
Yuniar memekik begitu kuat sehingga membuat Roni terkejut dan mengerem mendadak.
Dan sialnya karena Roni mengerem mendadak, Aiden jadi terkejut dan tidak sengaja ulat yang di pegangnya malah terjatuh di pangkuan Yuniar.
"Akhhh! Akkhh! Akhh! Ulat!"pekik Yuniar spontan berdiri untuk menyingkirkan ulat bulu dari pangkuannya
"Hei!"pekik Aiden yang melihat Yuniar berdiri yang tentunya kepalanya akan membentur atap mobil.
"Dukh"
Kepala Yuniar benar-benar terbentuk atap mobil dengan keras.
"Akhh! Ulat!"Yuniar kesakitan bercampur panik karena ulat bulu tadi.
"Astagaa ! Aku pikir Tuan melakukan sesuatu pada nona Yuniar sampai nona Yuniar memekik seperti itu. Ternyata karena takut sama ulat,"gumam Roni dalam hati menghela napas panjang.
Yuniar menaikkan kakinya di atas kursi mobil, duduk berjongkok di atas kursi mobil. Napasnya tidak teratur dan detak jantungnya tidak beraturan. Mata gadis itu menelisik di tempat sekitarnya, mencari keberadaan ulat bulu tadi.
Aiden dan Roni terlihat tertegun tanpa sepatah kata melihat Yuniar yang begitu histeris dan ketakutan karena seekor ulat.
"Akkhh!"pekik Yuniar saat melihat ulat bulu tadi malah di atas kursi di dekat kakinya.
"Brugh"
Yuniar spontan melompat dari tempatnya duduk dan tanpa sengaja malah melompat ke arah Aiden.
Yuniar membulatkan matanya saat menyadari dirinya malah melompat kepangkuan Aiden. Bahkan yang lebih parahnya lagi, bibir Yuniar malah menempel di bibir Aiden. Aiden juga sama terkejutnya dengan Yuniar, karena tidak menyangka jika bibirnya dan bibir Yuniar malah menempel.
Spontan Yuniar mendorong tubuh Aiden dan langsung turun dari pangkuan Aiden. Berdiri membungkuk di sebelah Aiden agar kepalanya tidak terbentur atap mobil lagi.
"Aihh.. sayang sekali cuma sebentar dan cuma menempel,"gumam Aiden dalam hati merasa kecewa karena cuma mendapatkan ciuman sekilas.
"Ibuu.. kakak.. bibirku sudah ternoda oleh Om Om ini,"gumam Yuniar dalam hati. Ingin menangis rasanya karena ciuman pertama yang ingin diberikan pada suaminya kelak malah tidak sengaja diberikannya pada orang yang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan dirinya.
"Wah! Tuan dapat rezeki nomplok dicium oleh seorang gadis gara-gara ulat bulu,"gumam Roni dalam hati, mengulum senyum, kemudian menatap ke arah ulat yang mulai merayap ke sandaran kursi.
Roni membuang napas kasar lalu mengambil tisu untuk mengambil ulat bulu yang sudah membuat Yuniar histeris.
"Maaf, ya, ulat! Walaupun kehadiran kamu membawa berkah dan sudah berjasa bagi majikan ku, tapi kamu menakuti calon nyonya ku,"gumam Roni dalam hati, kemudian membuka sedikit kaca mobil, lalu melempar ulat itu keluar dari mobil. Roni cepat-cepat menutup kembali kaca mobil agar air hujan tidak masuk ke dalam mobil. Mengingat hujan masih turun dengan deras.
"Sudah. Ulatnya sudah di buang. Sekarang duduklah!"ucap Aiden menghela napas berkali-kali. Tidak menyangka jika Yuniar akan sangat histeris seperti ini karena seekor ulat bulu.
Melihat ulat bulu tadi sudah di buang Roni, Yuniar pun bergegas menjauh dari Aiden ke tempat duduknya semula.
"Tolong, turunkan saya di sini!"pinta Yuniar lagi.
"Kamu lihat sendiri! Di luar hujan begitu deras. Kalau kamu keluar, kamu akan basah kuyup. Dan belum tentu mendapatkan kendaraan untuk pulang,"ujar Aiden menatap ke arah jendela.
Roni kembali melajukan mobilnya, sedang Aiden menghela napas menatap gadis di sebelahnya itu yang benar-benar tidak mau dekat dengan dirinya. Benar-benar berbeda dari gadis yang pernah Aiden temui. Yang langsung menempel padanya saat melihat wajahnya yang rupawan, pakaiannya yang branded dan mobilnya yang mewah.
Yuniar terdiam. Apa yang dikatakan oleh Aiden ada benarnya. Melihat derasnya hujan di luar sana, Yuniar tidak yakin biasa mendapatkan kendaraan untuk pulang.
"Aku akan mengantarmu pulang,"ucap Aiden membuat Yuniar membulatkan matanya.
"Jangan!"ucap Yuniar cepat. Gadis itu mulai merasakan gatal di area lehernya, tapi menahan diri untuk menggaruknya.
Jika sampai keluarganya melihat dirinya pulang dia atar seorang pria menggunakan mobil mewah, maka tamatlah riwayatnya. Keluarganya akan berpikir macam-macam dan dirinya akan diberhentikan kuliah. Yuniar tidak ingin berhenti kuliah sampai dirinya meraih gelar sarjana. Yuniar ingin mencari pekerjaan yang bisa membuat bangga ibu dan kakaknya. Jika dirinya berhenti kuliah, maka akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dan tidak akan bisa membanggakan ibu dan kakaknya.
"Kenapa? Sepertinya kamu takut sekali,"sahut Aiden seraya mengernyitkan keningnya. Biasanya para gadis sangat suka jika diantaranya pulang, apalagi pakai mobil mewah. Tapi, gadis ini malah langsung menolak dengan tegas.
"Saya akan diusir keluarga saya dari rumah jika sampai mereka melihat saya pulang di antar oleh seorang pria. Jadi, saya mohon jangan mengantarkan saya, pulang!"pinta Yuniar serius. Yuniar mengusap leherku yang semakin terasa gatal.
Yuniar tidak mau kakaknya menghentikan dirinya kuliah dan dipulangkan ke kampung karena ketahuan dekat dengan seorang pria.Walaupun saat ini Aiden tidak memiliki hubungan apapun dengan dirinya, tapi jika dirinya pulang di antar Aiden, maka keluarganya akan berpikir jika Yuniar punya hubungan spesial dengan Aiden.Yuniar sudah berjanji tidak akan pacaran sebelum lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang baik agar bisa membanggakan ibu dan kakaknya.
"Aku akan menikahi kamu jika kamu di usir keluarga kamu,"sahut Aiden enteng.
"Lebih baik saya mati daripada saya di usir oleh keluarga saya,"ucap Yuniar terlihat sangat serius, namun gadis itu terlihat semakin tidak nyaman karena gatal yang dirasakannya semakin menjalar, tidak lagi hanya sebatas lehernya saja. Namun Yuniar hanya menggosoknya dengan telapak tangannya.
"Menikahi aku? Aku tidak ingin menikah dengan seorang Casanova seperti dia. Aku tidak mau mati perlahan karena terkena tekanan batin memiliki suami yang setia pada seribu wanita,"gumam Yuniar yang merasa gatal di tubuhnya semakin menjadi.
"Sampai seperti itu prinsip hidupnya? Sungguh gadis yang berpendirian,"gumam Aiden yang semakin merasa kagum pada Yuniar.
"Sepertinya tubuh kamu gatal-gatal karena ulat bulu tadi. Lain kali jangan suka berdiri di bawah pohon. Agar kamu tidak dijatuhi ulat bulu,"ujar Aiden yang melihat Yuniar menggosok beberapa bagian tubuhnya. Leher Yuniar terlihat bengkak dan memerah.
Yuniar tidak menjawab, gadis itu merasa tidak nyaman karena gatal ditubuhnya semakin menjalar ke mana-mana.
"Ya, Tuhan.. bagaimana ini? Rasanya semakin gatal,"gumam Yuniar dalam hati.
"Roni, mampir ke apotik dan beli obat untuk menghilangkan gatal karena ulat bulu dan mampir ke toko terdekat untuk membeli pakaian buat Yuniar,"titah Aiden.
"Ba.. ba. baik Tuan,"sahut Roni.
"Dari mana dia tahu kalau namaku Yuniar? Perasaan aku belum memperkenalkan diri padanya,"gumam Yuniar dalam hati yang merasa heran karena Aiden mengetahui namanya.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Anonim
Aiden tahu rumahmu Yun...kan jd detektif dulu sebelum pdkt
2023-11-10
3
Cicih Sophiana
Aiden kan matanya Yun...😄
2023-10-05
1
Henny Haerani
Yuniar ama ulat bulu takut nanti klw udah nikah sm Aiden takut gk ya sm ulat bulunya Aiden 😂😂😂🙏🙏🙏
2023-09-28
1