10. Di Awasi

Pagi menjelang. Setelah selesai mandi dan siap dengan barang-barang yang akan di bawanya, Yuniar pun sarapan bersama keluarganya.

Setelah berpamitan dengan keluarganya, Yuniar pergi dengan sebuah koper dan tas ransel. Yuniar sudah siap menjalani hari sebagai seorang istri. Walaupun mungkin akan menjadi istri yang tak di anggap. Mengingat Aiden menikahi dirinya karena terpaksa. Belum lagi tentang kesepakatan mereka untuk menyembunyikan status pernikahan mereka.. Namun, demi balas budi, rasa bersalah dan rasa bertanggung jawabnya pada Aiden, Yuniar harus tetap menjadi istri yang baik untuk Aiden. Terlepas bagaimana Aiden akan memperlakukan dirinya, Yuniar akan menerimanya dengan sabar, lapang dada dan ikhlas hati. Sebab, Aiden menjadi lumpuh karena dirinya. Jadi, Yuniar merasa wajar jika Aiden membenci dirinya.

Yuniar mengendarai motor maticnya menuju ke alamat yang di berikan oleh Roni. Setelah beberapa menit berkendara dan beberapa kali berhenti untuk melihat google map, akhirnya Yuniar berhenti di depan portal masuk ke sebuah perumahan dan kembali melihat alamat yang di berikan oleh Roni.

Seorang security nampak mengernyitkan keningnya menatap Yuniar dengan tas ransel yang lumayan besar di punggungnya dan juga koper yang di ikat di jok belakang motornya. Security itu kemudian keluar dari pos portal dan menghampiri Yuniar.

"Non, mau kemana?"tanya security itu seraya mengamati wajah Yuniar yang tidak terlihat jelas karena Yuniar menutup kaca helm nya.

Yuniar membuka kaca helmnya dan wajah cantik yang polos itupun terlihat,"Pak, saya mau ke alamat ini. Apa benar, arahnya ke sana?"tanya Yuniar seraya menunjuk ke arah jalan yang di tutup portal, lalu menunjukkan alamat yang di berikan Roni pada security itu.

"Benar, non. Ini adalah alamat rumah paling besar dan paling bagus di komplek perumahan ini,"sahut security itu.

"Apa masih jauh dari sini, Pak?"

"Masih beberapa meter lagi, non,"

"Saya boleh lewat, 'kan, Pak?"tanya Yuniar ragu,"Kalau tidak boleh masuk, aku harus bagaimana? Aku tidak memiliki nomor telepon Tuan Aiden ataupun orang yang bernama Roni itu. Masa iya, aku harus menunggu di sini sampai mereka keluar dari kompleks perumahan ini,"gumam Yuniar dalam hati. Takut jika tidak di ijinkan lewat.

"Karena alamat yang nona tuju jelas, nona boleh masuk,"sahut security itu seraya membuka portal.

"Terimakasih, Pak!"ucap Yuniar tersenyum lebar karena merasa senang diizinkan melewati portal itu.

Yuniar kembali melajukan motornya menuju alamat yang dipegangnya. Hingga motor gadis itu akhirnya tiba di depan sebuah rumah besar dan terlihat bertingkat. Yuniar pun turun dari motornya dan menghampiri pos security.

"Pak, saya di suruh Tuan Aiden untuk datang ke mari,"ucap Yuniar pada security itu.

"Siapa nama nona?"tanya security itu.

"Yuniar, Pak,"sahut Yuniar.

"Tunggu sebentar,"pinta security itu.

Security itu menghubungi seseorang. Setelah beberapa saat menunggu security itu bicara dalam sambungan telepon, akhirnya security itu mengizinkan Yuniar masuk.

Setelah pintu pagar di buka, Yuniar menelan ludahnya kasar melihat rumah di depannya. Rumah yang begitu besar, megah dan besar serta mewahnya sebelas dua belas dengan rumah suami kakaknya.

"Rumah ini sama mewah dan megahnya dengan rumah kak Hendrik,"gumam Yuniar dalam hati.

Seorang pelayan pria yang sudah tua namun terlihat berwibawa nampak menyambut kedatangan Yuniar. Pelayan yang sudah berusia sekitar enam puluh tahun itu mengantarkan Yuniar ke sebuah kamar.

"Kata Tuan, ini adalah kamar Nona,"ujar pelayan itu, lalu membuka pintu kamar itu.

"Kamar ku? Maksudnya, aku dan Tuan Aiden berbeda kamar?"gumam Yuniar dalam hati.

Ada rasa kecewa di hati Yuniar saat mengetahui kamar Aiden dan kamarnya berbeda. Karena meski mereka bukan suami istri yang sah di mata hukum, tapi mereka adalah suami-istri yang sah di mata agama.

Namun akhirnya Yuniar menghela napas panjang,"Bukankah Tuan Aiden sudah mengatakan padaku, jika Tuan Aiden tidak ingin ada yang tahu bahwa kami adalah sepasang suami-isteri? Lalu, kenapa aku merasa kecewa saat mengetahui kami tidak tidur dalam satu kamar yang sama? Bukankah jika kami tidur dalam satu kamar yang sama, orang-orang akan curiga dengan hubungan kami?"gumam Yuniar dalam hati, tersenyum kecut.

"Silahkan masuk dan beristirahat dulu. Saya permisi,"pamit pelayan itu.

"Maaf, Pak. Kamar... Tuan Aiden di sebelah mana, ya?"tanya Yuniar ragu.

"Kamar Tuan ada di sebelah kanan kamar nona ini,"sahut pelayan itu.

"Apa.. Apa Tuan Aiden ada di dalam kamarnya?"tanya Yuniar pelan.

"Tuan Aiden pergi ke perusahaan. Mungkin nanti sore baru pulang,,"ujar pelayan itu, kemudian pamit pergi dan meninggalkan Yuniar.

Yuniar menghela napas panjang. Gadis itu masuk ke dalam kamar itu dan mengamati semua yang ada di dalam ruangan kamar yang sangat mewah menurut Yuniar. Berbeda jauh dengan kamarnya yang ada di rumah kakaknya.

Beberapa saat kemudian, Yuniar menyusun pakaiannya di dalam lemari pakaian yang ada di dalam ruangan itu.

"Apa Tuan Aiden begitu membenci aku karena kecelakaan itu? Ataukah Tuan Aiden membenci aku karena aku memaksanya untuk menikahi aku? Mungkin benar, selama ini Tuan Aiden hanya penasaran saja pada ku karena aku selalu menghindari dan menolak dia. Jadi, setelah aku mau menikah dengan Tuan Aiden, Tuan Aiden tidak tertarik lagi padaku. Apalagi, aku adalah orang yang telah membuat kakinya menjadi lumpuh. Namun, bagaimana pun juga, aku harus membayar hutang budinya padaku. Walaupun Tuan Aiden membenci aku sekalipun, aku akan tetap di sisinya hingga Tuan Aiden sembuh,"gumam Yuniar yang beberapa kali menghela napas.

Karena hari ini ada mata kuliah, dan Aiden pun belum pulang, Yuniar pun bersiap untuk pergi ke kampusnya.

"Berapa jam perjalanan, ya, dari rumah ini ke kampus aku? Terpaksa aku harus pakai google map lagi. Kalau dari google map ini, perjalanan dari rumah ini ke kampus aku sekitar empat puluh menit. Tapi, aku, 'kan, belum pernah melewati jalan ini. Aku pasti akan bolak balik berhenti untuk melihat google map. Lebih baik aku berangkat lebih awal,"gumam Yuniar.

Setelah selesai bersiap, Yuniar pun keluar dari kamarnya. Saat Yuniar menutup pintu kamarnya. Yuniar melirik ke arah kamar yang katanya adalah kamar Aiden.

"Nona mau kemana?"tanya pelayan pria tadi terlihat tegas dan berwibawa. Pelayan itu melihat Yuniar keluar dari kamarnya memakai jaket dan tas ransel. Karena itu, pria yang sudah tua itu menghampiri Yuniar.

"Saya mau pergi kuliah, Pak,"sahut Yuniar yang sempat terkejut mendengar pertanyaan pelayan tua itu.

"Saya kepala pelayan di sini. Dan saya di tugaskan Tuan Aiden untuk mengawasi nona. Tolong berikan jadwal kuliah anda,"pinta pelayan itu.

"Ya, Tuhan.. Apa maksud nya ini? Tuan Aiden menyuruh seorang pelayan untuk mengawasi aku?"gumam Yuniar dalam hati.

Mau tak mau Yuniar memberikan jadwal kuliahnya pada pria itu.

"Mata kuliah anda akan di mulai dua jam lagi. Kenapa anda sudah mau berangkat sekarang?"tanya pelayan itu seraya memicing sebelah matanya.

"Saya baru hari ini ke rumah ini, Pak. Saya tidak tahu, berapa lama jarak rumah ini ke kampus saya. Saya juga belum tahu jalannya. Jadi, saya memutuskan untuk berangkat lebih awal, agar saya tidak terlambat mengikuti mata kuliah,"jawab Yuniar jujur adanya.

"Baik, saya terima alasan nona kali ini,"ucap pelayan itu, kemudian meninggalkan Yuniar.

Yuniar menghela napas panjang menatap punggung pria tua itu. Akhirnya Yuniar keluar dari rumah megah itu mengendarai motor matic nya.

"Aku tidak tahu, bagaimana kehidupan ku di rumah ini kedepannya. Namun, aku harus tetap berada di sisi Tuan Aiden sampai Tuan Aiden sembuh,"gumam Yuniar seraya melajukan motornya.

Mengetahui dirinya di awasi oleh orang suruhan Aiden, Yuniar hanya mampu menghela napas panjang. Tidak di akui di depan umum sebagai seorang istri, tapi diawasi. Yuniar tidak mengerti dengan jalan pikiran Aiden.

...🌸❤️🌸...

Maaf, aku telat update. Aku masih repot menyusun perabotan.🙏🙏🙏🙏🙏

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

yuniar yang sabar ya inilah sesuatu hubungan melakukan dengan terpaksa 😌.
sama² ovt
si Aiden merasa dikasihani
dna Yuniar merasa Aiden hanya penasaran dan mau menerima menikah karena benci gara² Yuniar dia lumpuh ammmsongg deh 🤣🤣🤣

2024-04-08

1

Patrish

Patrish

Sumi teman Aurora ... Aurora menikah dengan Rayyan.... Rayyan adiknya si Hendrik... Hendrik menikah dengan Sumi... Sumi Adalah kakaknya Yuniar.. Yuniar menikah dengan Aiden..
Aiden siapanya mereka ya... 🤭🤭✌✌✌

2024-01-02

2

yani winda

yani winda

terlalu byk kata2 yg diulang2, jd jenuh bacanya

2023-12-18

0

lihat semua
Episodes
1 1. Di Hadang
2 2. Hanya Terimakasih ?
3 3. Tekad Bulat
4 4. Sama-sama Keras Kepala
5 5. Persentase
6 6. Dengan Syarat
7 7. Perjanjian Pra Nikah
8 8. Menyerah
9 9. Berbohong
10 10. Di Awasi
11 11. Pelayan Berambut Pendek
12 12. Malu
13 13. Berlagak Seperti Nyonya
14 14. Adik Aiden
15 15. Mencari Muka
16 16. Menarik
17 17. Alam Mendukung
18 18. Dari Mana Dia Tahu?
19 19. Berapa Harus Mengganti?
20 20. Senang Menggoda
21 21. Keinginan.
22 22. Sadar
23 23. Tidak Apa-apa
24 24. Bertekad
25 25. Dibalikkan
26 26. Merasa Berhasil
27 27. Aroma Kecemburuan
28 28. Membangkang
29 29. Hasil Lab
30 30. Secerah Harapan
31 31. Demi Aiden
32 32. Asumsi
33 33. Kedua
34 34. Tidak Rela
35 35. Rekaman
36 36. Memutar Balikkan Fakta
37 37. Merasa Bersalah
38 38. Pamit
39 39. Berat Hati
40 40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41 41. Menilai
42 42. Bahagia
43 43. Cemburu, Ya?
44 44. Salah Bicara
45 45. Untung Saja
46 46. Menghindar
47 47. By
48 48. Dilema
49 49. Modus
50 50. Mengganjal
51 51. Nampak Enggan
52 52. Belum Siap
53 53. Mengantisipasi
54 54. Was-was dan Bimbang
55 55. Belum Sadar
56 56. Rendah Diri
57 57. Terkejut Dan Penasaran
58 58. Kenapa?
59 59. Jaga Hatimu!
60 60. Sesak
61 61. Karena Kamu
62 62. Kalut
63 63. Lain Kali
64 64. Magang
65 65. Menguping
66 66. Sudah Terlanjur
67 67. Latihan Ganda
68 68. Bersikap Profesional
69 69. Idaman Banget
70 70. Memilih Mengalah
71 71. MBA
72 72. Biarkan Saja
73 73. Unfaedah
74 74. Mengancam
75 75. Jika
76 76. Hanya Milikku
77 77. Suka Yang Lokal
78 78. Saran
79 79. Bekal
80 80. Malu
81 81. Formal
82 82. Mengamuk
83 83. Kamu Pantas
84 84. Tidak Berani
85 85. Meminta Bantuan
86 86. Merasa Masuk Perangkap
87 87. Emosi
88 88. Menyesal
89 89. Tidak Becus
90 90. Berpura-pura
91 91. Membantu
92 92. Diam
93 93. Merendahkan
94 94. Berniat Kabur
95 95. Kapan Bahagia?
96 96. Berita
97 97. Sedih Atau Bahagia?
98 98. Memprovokasi
99 99. Buktikan!
100 100. Cara Membujuk
101 101. Pingsan
102 102. Merasa Dikhianati
103 103. Apa Salah?
104 104. Cerai
105 105. Dengan Syarat
106 106. Solusi Yang Mana?
107 107. Mentah-mentah
108 108. Kepercayaan
109 109. Tidak Mau
110 110. Virus Abadi
111 111. Menjelaskan
112 112. Siapa Yang Datang?
113 113. Mengelola Ekspresi
114 114. Merasa Lega
115 115. Pegang Dia!
116 116. Terlalu Kuat
117 117. Apa Benar ?
118 118. Menyergap
119 119. Dasar Absurd!
120 120. Pisah Kamar
121 121. Sayangnya, Iya.
122 122. Mengunjungi
123 123. Terlalu Memuji
124 124. Perasaan Sebenarnya
125 125. Bicara Dengan Siapa?
126 126. Yang Terakhir
127 127. Resep Dan Novel Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Di Hadang
2
2. Hanya Terimakasih ?
3
3. Tekad Bulat
4
4. Sama-sama Keras Kepala
5
5. Persentase
6
6. Dengan Syarat
7
7. Perjanjian Pra Nikah
8
8. Menyerah
9
9. Berbohong
10
10. Di Awasi
11
11. Pelayan Berambut Pendek
12
12. Malu
13
13. Berlagak Seperti Nyonya
14
14. Adik Aiden
15
15. Mencari Muka
16
16. Menarik
17
17. Alam Mendukung
18
18. Dari Mana Dia Tahu?
19
19. Berapa Harus Mengganti?
20
20. Senang Menggoda
21
21. Keinginan.
22
22. Sadar
23
23. Tidak Apa-apa
24
24. Bertekad
25
25. Dibalikkan
26
26. Merasa Berhasil
27
27. Aroma Kecemburuan
28
28. Membangkang
29
29. Hasil Lab
30
30. Secerah Harapan
31
31. Demi Aiden
32
32. Asumsi
33
33. Kedua
34
34. Tidak Rela
35
35. Rekaman
36
36. Memutar Balikkan Fakta
37
37. Merasa Bersalah
38
38. Pamit
39
39. Berat Hati
40
40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41
41. Menilai
42
42. Bahagia
43
43. Cemburu, Ya?
44
44. Salah Bicara
45
45. Untung Saja
46
46. Menghindar
47
47. By
48
48. Dilema
49
49. Modus
50
50. Mengganjal
51
51. Nampak Enggan
52
52. Belum Siap
53
53. Mengantisipasi
54
54. Was-was dan Bimbang
55
55. Belum Sadar
56
56. Rendah Diri
57
57. Terkejut Dan Penasaran
58
58. Kenapa?
59
59. Jaga Hatimu!
60
60. Sesak
61
61. Karena Kamu
62
62. Kalut
63
63. Lain Kali
64
64. Magang
65
65. Menguping
66
66. Sudah Terlanjur
67
67. Latihan Ganda
68
68. Bersikap Profesional
69
69. Idaman Banget
70
70. Memilih Mengalah
71
71. MBA
72
72. Biarkan Saja
73
73. Unfaedah
74
74. Mengancam
75
75. Jika
76
76. Hanya Milikku
77
77. Suka Yang Lokal
78
78. Saran
79
79. Bekal
80
80. Malu
81
81. Formal
82
82. Mengamuk
83
83. Kamu Pantas
84
84. Tidak Berani
85
85. Meminta Bantuan
86
86. Merasa Masuk Perangkap
87
87. Emosi
88
88. Menyesal
89
89. Tidak Becus
90
90. Berpura-pura
91
91. Membantu
92
92. Diam
93
93. Merendahkan
94
94. Berniat Kabur
95
95. Kapan Bahagia?
96
96. Berita
97
97. Sedih Atau Bahagia?
98
98. Memprovokasi
99
99. Buktikan!
100
100. Cara Membujuk
101
101. Pingsan
102
102. Merasa Dikhianati
103
103. Apa Salah?
104
104. Cerai
105
105. Dengan Syarat
106
106. Solusi Yang Mana?
107
107. Mentah-mentah
108
108. Kepercayaan
109
109. Tidak Mau
110
110. Virus Abadi
111
111. Menjelaskan
112
112. Siapa Yang Datang?
113
113. Mengelola Ekspresi
114
114. Merasa Lega
115
115. Pegang Dia!
116
116. Terlalu Kuat
117
117. Apa Benar ?
118
118. Menyergap
119
119. Dasar Absurd!
120
120. Pisah Kamar
121
121. Sayangnya, Iya.
122
122. Mengunjungi
123
123. Terlalu Memuji
124
124. Perasaan Sebenarnya
125
125. Bicara Dengan Siapa?
126
126. Yang Terakhir
127
127. Resep Dan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!