7. Perjanjian Pra Nikah

Dengan mengandalkan kekuatan tangannya, Aiden mencoba turun dari ranjang tempatnya berbaring. Pria itu berusaha untuk duduk di kursi roda yang ada di sebelah ranjangnya. Dengan susah payah, akhirnya Aiden berhasil duduk di kursi rodanya.

Pria itu mengarahkan kursi rodanya ke arah kamar mandi. Aiden berusaha buang air kecil sendiri tanpa bantuan perawat. Pria itu berusaha duduk di kloset duduk dan dengan susah payah akhirnya Aiden berhasil juga.

Setelah berhasil buang air kecil sendiri tanpa bantuan perawat, Aiden keluar dari dalam kamar mandi. Namun saat akan kembali ke atas ranjangnya, tiba-tiba Aiden teringat dengan Yuniar. Walaupun tadi siang Aiden mendengar kabar dari bodyguardnya bahwa Yuniar yang dari kemarin berdiam diri di depan pintu ruangannya telah pingsan, entah mengapa Aiden ingin mengintip ke luar ruangannya.

Dengan perlahan Aiden membuka pintu ruangannya. Namun saat baru sedikit membuka pintu ruangannya, Aiden malah mendengar Fina yang berbicara dengan Yuniar.

Mendengar Yuniar yang tetap kukuh pada pendiriannya ingin menikah dengan dirinya dan tidak mau pergi dari depan pintu ruangannya, akhirnya Aiden pun membuka pintu ruangannya itu.

"Baiklah, kalau kamu begitu keras kepala, aku akan menikahi kamu.Tapi dengan syarat,"ucap Aiden menatap Yuniar dengan tatapan datar.

Suara Aiden yang terdengar datar itu membuat semua orang yang ada di depan pintu ruangan Aiden itu terkejut. Atensi Yuniar, Fina dan kedua bodyguard Aiden pun tertuju pada Aiden.

Apalagi salah satu bodyguard Aiden yang tadi masuk ke ruangan Aiden. Pria itu nampak terkejut sekaligus heran melihat Aiden yang sudah duduk di kursi rodanya. Pasalnya tidak ada siapapun di dalam ruangan Aiden, selain Aiden sendiri. Yang artinya tidak ada orang yang membantu Aiden untuk turun dari atas ranjang ke kursi roda.Tapi, majikannya yang tadi ditinggalkannya di atas ranjang itu tiba-tiba sudah berada di atas kursi roda.

"Tuan bisa naik ke atas kursi rodanya sendiri?"gumam bodyguard Aiden itu dalam hati.

"Saya akan menerima syarat apapun yang Tuan ajukan, tapi jagan larang saya untuk merawat Tuan,"ucap Yuniar yang merasa senang mendengar Aiden mau menikahi dirinya. Sehingga Yuniar akan bisa terus berada di sisi Aiden untuk merawat Aiden.

Dengan merawat Aiden, Yuniar tidak akan terlalu merasa bersalah pada Aiden, karena Yuniar telah membuat Aiden mengalami kecelakaan hingga Aiden mengalami lumpuh di kaki. Yuniar tidak akan pernah lupa, bagaimana Aiden mendekap tubuhnya sehingga Yuniar tidak mengalami luka yang serius di tubuhnya saat mereka mengalami kecelakaan kemarin.

Entah apa jadinya dirinya, jika Aiden tidak mendekap tubuhnya saat mereka mengalami kecelakaan kemarin. Mengingat mereka berada di dalam mobil yang berguling-guling. Sudah bisa dipastikan jika tubuh Yuniar akan terbentur-bentur di dalam mobil itu, jika Aiden tidak mendekapnya dengan erat. Dan entah bagaimana keadaannya jika dirinya terbentur-bentur di dalam mobil yang berguling-guling itu.

Yuniar benar-benar merasa berhutang budi sekaligus merasa bersalah pada Aiden. Orang yang telah menolong dirinya dari empat pria yang ingin melecehkan dirinya malah mengalami kecelakaan dan lumpuh kaki karena dirinya. Karena itu, Yuniar bertekad untuk merawat Aiden sampai Aiden sembuh.

"Kembalilah dulu ke ruangan rawat kamu,"ujar Aiden hendak memutar kursi rodanya.

"Saya akan tetap di sini sampai Tuan mengatakan apa persyaratannya,"sahut Yuniar masih keras kepala.

Aiden membuang napas kasar mendengar apa yang dikatakan oleh Yuniar. Pria itu menghentikan gerakan tangannya untuk mendorong kursi rodanya kembali ke arah ranjangnya. Aiden bisa melihat betapa pucat nya wajah Yuniar. Dan tubuh gadis itu pun terlihat lemah. Tapi gadis itu masih saja keras kepala tidak mau kembali ke ruangan rawatnya untuk mendapatkan perawatan.

Keras kepalanya Yuniar benar-benar membuat Aiden mati gaya. Ingin tidak peduli pada Yuniar, tapi hati kecilnya tidak tega. Apalagi saat ini setelah melihat keadaan Yuniar secara langsung.

"Masuklah!"titah Aiden pada akhirnya,"Fin, tolong suruh perawat untuk membawakan makanan untuk dia,"lanjut Aiden.

"Iya,"sahut Fina merasa lega karena sepertinya tidak akan ada drama menunggu di depan pintu sampai pingsan lagi.

Dua bodyguard Aiden pun merasa ikut lega. Lebih dari dua puluh empat jam melihat kegigihan Yuniar menunggu Aiden di depan pintu ruangan Aiden membuat mereka simpati pada kegigihan Yuniar. Walaupun mereka tidak tahu, apakah gadis itu benar-benar tulus ingin merawat majikan mereka atau tidak.

Yuniar bergegas ikut masuk ke dalam ruangan Aiden. Mengikuti seorang bodyguard Aiden yang mendorong kursi roda Aiden ke arah ranjang.

Bodyguard Aiden membantu Aiden untuk naik ke atas ranjang. Setelah itu, bodyguard itu pun keluar dari ruangan Aiden. Sedangkan Yuniar memilih berdiri di dekat ranjang Aiden.

"Kenapa berdiri di situ? Apa kamu ingin pingsan lagi dan merepotkan orang lain? Duduk di sofa sana!"ujar Aiden dengan tatapan dan suara yang terdengar datar.

Tanpa mengatakan apapun, Yuniar bergegas duduk di sofa. Sikap Aiden benar-benar berubah. Aiden yang di kenal Yuniar selalu ramah dan berkata manis. Pria yang penuh senyuman di wajahnya yang rupawan. Namun, kini senyuman manis itu tidak ada lagi di wajah pria itu. Hanya pria bersuara dan berwajah datar yang bisa di dengar dan dilihat oleh Yuniar dari Aiden.

Namun Yuniar memaklumi sikap datar Aiden itu. Kalaupun Aiden membenci dirinya, itupun hal yang wajar. Karena Aiden tidak akan mengalami kecelakaan dan lumpuh kakinya jika bukan karena dirinya.

Aiden mengambil laptop nya. Setelah itu, pria itu nampak sibuk mengetik di laptopnya. Wajah pria itu tetap terlihat datar.

Sedangkan Yuniar hanya duduk diam di sofa. Sesekali Yuniar melirik Aiden yang nampak serius dengan laptopnya. Tampan. Wajah pria itu memang tampan. Dan sebagai seorang gadis normal, tentu saja Yuniar mengagumi wajah tampan pria itu.

Tak lama kemudian, seorang perawat mengantarkan makanan dan Aiden menyuruh perawat itu untuk meletakkannya di atas meja sofa di depan tempat Yuniar duduk. Setelah itu, perawat itupun keluar dari ruangan itu.

"Makanlah! Bukankah kamu ingin mengurus aku? Jika kamu tidak makan, kamu tidak akan bisa mengurus aku dengan tubuh kamu yang lemah itu. Jadi, makanlah yang banyak!"ujar Aiden datar tanpa melirik, apalagi menoleh pada Yuniar sama sekali.

Tanpa berkata apa-apa, Yuniar pun mulai makan. Sesekali gadis itu melirik ke arah Aiden yang masih fokus pada laptopnya.

Setelah Yuniar selesai makan, tetap tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka berdua. Aiden masih tetap fokus pada laptopnya, hingga Yuniar tidak berani mengajak Aiden mengobrol. Lagi pula, Yuniar juga bingung harus bicara apa pada Aiden.

Hanya ada keheningan di dalam ruangan itu. Hanya ada suara keyboard laptop Aiden yang terdengar. Hingga pintu ruangan itu di ketuk dan Aiden mempersilakan orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk. Roni nampak masuk ke ruangan itu dengan membawa sebuah map di tangannya.

"Tu..tu..."

"Brak"

"Tuan, ini surat perjanjian pra nikah yang anda inginkan tadi,"ucap Roni cepat tanpa titik dan koma setelah Aiden menggebrak meja nakas di sampingnya. Roni menyerahkan map yang dibawanya pada Aiden.

Sedangkan Yuniar nampak sangat terkejut hingga kedua bahunya terangkat ke atas saat Aiden tiba-tiba menggebrak meja nakas itu cukup keras.

"Apakah jika marah, Tuan Aiden akan melempar semua barang yang ada di dekatnya?"gumam Yuniar dalam hati yang tidak mengetahui kebiasaan Aiden yang selalu menggebrak meja jika tidak sabar menunggu Roni bicara.

Aiden menerima map yang disodorkan Roni padanya. Pria itu membaca surat perjanjian pra nikah yang sudah disiapkan oleh Roni. Tadi Aiden mengirimkan pesan pada Roni untuk membuat surat perjanjian pra nikah dan memberitahu Roni apa saja poin-poin yang harus Roni buat di dalam surat perjanjian pra nikah itu.

"Berikan ini padanya!"titah Aiden pada Roni setelah membaca surat perjanjian pra nikah itu seraya mengangkat dagunya sedikit ke arah Yuniar. Memberi isyarat agar Roni menyerahkan surat perjanjian pra nikah itu pada Yuniar.

"Ba.. ba.. Baik, Tuan,"sahut Roni kemudian meletakkan map berisi surat perjanjian pra nikah itu di atas meja di depan Yuniar. Entah apa isi surat perjanjian pra nikah yang di buat oleh Aiden itu.

...🌸❤️🌸...

Untuk pertanyaan kenapa Aurora dan yang lainnya belum nongol, jawabannya masih nanti beberapa bab lagi.🙏

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

roni² saat momen kamu muncul bikin ngakak 🙈😂

2024-04-08

1

duoNaNa

duoNaNa

ga capek nulis latahnya thor? 🤣

2024-02-29

1

Hinarin

Hinarin

tenang aja yun nanti kamu juga terbiasa

2023-12-29

1

lihat semua
Episodes
1 1. Di Hadang
2 2. Hanya Terimakasih ?
3 3. Tekad Bulat
4 4. Sama-sama Keras Kepala
5 5. Persentase
6 6. Dengan Syarat
7 7. Perjanjian Pra Nikah
8 8. Menyerah
9 9. Berbohong
10 10. Di Awasi
11 11. Pelayan Berambut Pendek
12 12. Malu
13 13. Berlagak Seperti Nyonya
14 14. Adik Aiden
15 15. Mencari Muka
16 16. Menarik
17 17. Alam Mendukung
18 18. Dari Mana Dia Tahu?
19 19. Berapa Harus Mengganti?
20 20. Senang Menggoda
21 21. Keinginan.
22 22. Sadar
23 23. Tidak Apa-apa
24 24. Bertekad
25 25. Dibalikkan
26 26. Merasa Berhasil
27 27. Aroma Kecemburuan
28 28. Membangkang
29 29. Hasil Lab
30 30. Secerah Harapan
31 31. Demi Aiden
32 32. Asumsi
33 33. Kedua
34 34. Tidak Rela
35 35. Rekaman
36 36. Memutar Balikkan Fakta
37 37. Merasa Bersalah
38 38. Pamit
39 39. Berat Hati
40 40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41 41. Menilai
42 42. Bahagia
43 43. Cemburu, Ya?
44 44. Salah Bicara
45 45. Untung Saja
46 46. Menghindar
47 47. By
48 48. Dilema
49 49. Modus
50 50. Mengganjal
51 51. Nampak Enggan
52 52. Belum Siap
53 53. Mengantisipasi
54 54. Was-was dan Bimbang
55 55. Belum Sadar
56 56. Rendah Diri
57 57. Terkejut Dan Penasaran
58 58. Kenapa?
59 59. Jaga Hatimu!
60 60. Sesak
61 61. Karena Kamu
62 62. Kalut
63 63. Lain Kali
64 64. Magang
65 65. Menguping
66 66. Sudah Terlanjur
67 67. Latihan Ganda
68 68. Bersikap Profesional
69 69. Idaman Banget
70 70. Memilih Mengalah
71 71. MBA
72 72. Biarkan Saja
73 73. Unfaedah
74 74. Mengancam
75 75. Jika
76 76. Hanya Milikku
77 77. Suka Yang Lokal
78 78. Saran
79 79. Bekal
80 80. Malu
81 81. Formal
82 82. Mengamuk
83 83. Kamu Pantas
84 84. Tidak Berani
85 85. Meminta Bantuan
86 86. Merasa Masuk Perangkap
87 87. Emosi
88 88. Menyesal
89 89. Tidak Becus
90 90. Berpura-pura
91 91. Membantu
92 92. Diam
93 93. Merendahkan
94 94. Berniat Kabur
95 95. Kapan Bahagia?
96 96. Berita
97 97. Sedih Atau Bahagia?
98 98. Memprovokasi
99 99. Buktikan!
100 100. Cara Membujuk
101 101. Pingsan
102 102. Merasa Dikhianati
103 103. Apa Salah?
104 104. Cerai
105 105. Dengan Syarat
106 106. Solusi Yang Mana?
107 107. Mentah-mentah
108 108. Kepercayaan
109 109. Tidak Mau
110 110. Virus Abadi
111 111. Menjelaskan
112 112. Siapa Yang Datang?
113 113. Mengelola Ekspresi
114 114. Merasa Lega
115 115. Pegang Dia!
116 116. Terlalu Kuat
117 117. Apa Benar ?
118 118. Menyergap
119 119. Dasar Absurd!
120 120. Pisah Kamar
121 121. Sayangnya, Iya.
122 122. Mengunjungi
123 123. Terlalu Memuji
124 124. Perasaan Sebenarnya
125 125. Bicara Dengan Siapa?
126 126. Yang Terakhir
127 127. Resep Dan Novel Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Di Hadang
2
2. Hanya Terimakasih ?
3
3. Tekad Bulat
4
4. Sama-sama Keras Kepala
5
5. Persentase
6
6. Dengan Syarat
7
7. Perjanjian Pra Nikah
8
8. Menyerah
9
9. Berbohong
10
10. Di Awasi
11
11. Pelayan Berambut Pendek
12
12. Malu
13
13. Berlagak Seperti Nyonya
14
14. Adik Aiden
15
15. Mencari Muka
16
16. Menarik
17
17. Alam Mendukung
18
18. Dari Mana Dia Tahu?
19
19. Berapa Harus Mengganti?
20
20. Senang Menggoda
21
21. Keinginan.
22
22. Sadar
23
23. Tidak Apa-apa
24
24. Bertekad
25
25. Dibalikkan
26
26. Merasa Berhasil
27
27. Aroma Kecemburuan
28
28. Membangkang
29
29. Hasil Lab
30
30. Secerah Harapan
31
31. Demi Aiden
32
32. Asumsi
33
33. Kedua
34
34. Tidak Rela
35
35. Rekaman
36
36. Memutar Balikkan Fakta
37
37. Merasa Bersalah
38
38. Pamit
39
39. Berat Hati
40
40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41
41. Menilai
42
42. Bahagia
43
43. Cemburu, Ya?
44
44. Salah Bicara
45
45. Untung Saja
46
46. Menghindar
47
47. By
48
48. Dilema
49
49. Modus
50
50. Mengganjal
51
51. Nampak Enggan
52
52. Belum Siap
53
53. Mengantisipasi
54
54. Was-was dan Bimbang
55
55. Belum Sadar
56
56. Rendah Diri
57
57. Terkejut Dan Penasaran
58
58. Kenapa?
59
59. Jaga Hatimu!
60
60. Sesak
61
61. Karena Kamu
62
62. Kalut
63
63. Lain Kali
64
64. Magang
65
65. Menguping
66
66. Sudah Terlanjur
67
67. Latihan Ganda
68
68. Bersikap Profesional
69
69. Idaman Banget
70
70. Memilih Mengalah
71
71. MBA
72
72. Biarkan Saja
73
73. Unfaedah
74
74. Mengancam
75
75. Jika
76
76. Hanya Milikku
77
77. Suka Yang Lokal
78
78. Saran
79
79. Bekal
80
80. Malu
81
81. Formal
82
82. Mengamuk
83
83. Kamu Pantas
84
84. Tidak Berani
85
85. Meminta Bantuan
86
86. Merasa Masuk Perangkap
87
87. Emosi
88
88. Menyesal
89
89. Tidak Becus
90
90. Berpura-pura
91
91. Membantu
92
92. Diam
93
93. Merendahkan
94
94. Berniat Kabur
95
95. Kapan Bahagia?
96
96. Berita
97
97. Sedih Atau Bahagia?
98
98. Memprovokasi
99
99. Buktikan!
100
100. Cara Membujuk
101
101. Pingsan
102
102. Merasa Dikhianati
103
103. Apa Salah?
104
104. Cerai
105
105. Dengan Syarat
106
106. Solusi Yang Mana?
107
107. Mentah-mentah
108
108. Kepercayaan
109
109. Tidak Mau
110
110. Virus Abadi
111
111. Menjelaskan
112
112. Siapa Yang Datang?
113
113. Mengelola Ekspresi
114
114. Merasa Lega
115
115. Pegang Dia!
116
116. Terlalu Kuat
117
117. Apa Benar ?
118
118. Menyergap
119
119. Dasar Absurd!
120
120. Pisah Kamar
121
121. Sayangnya, Iya.
122
122. Mengunjungi
123
123. Terlalu Memuji
124
124. Perasaan Sebenarnya
125
125. Bicara Dengan Siapa?
126
126. Yang Terakhir
127
127. Resep Dan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!