Dengan mengandalkan kekuatan tangannya, Aiden mencoba turun dari ranjang tempatnya berbaring. Pria itu berusaha untuk duduk di kursi roda yang ada di sebelah ranjangnya. Dengan susah payah, akhirnya Aiden berhasil duduk di kursi rodanya.
Pria itu mengarahkan kursi rodanya ke arah kamar mandi. Aiden berusaha buang air kecil sendiri tanpa bantuan perawat. Pria itu berusaha duduk di kloset duduk dan dengan susah payah akhirnya Aiden berhasil juga.
Setelah berhasil buang air kecil sendiri tanpa bantuan perawat, Aiden keluar dari dalam kamar mandi. Namun saat akan kembali ke atas ranjangnya, tiba-tiba Aiden teringat dengan Yuniar. Walaupun tadi siang Aiden mendengar kabar dari bodyguardnya bahwa Yuniar yang dari kemarin berdiam diri di depan pintu ruangannya telah pingsan, entah mengapa Aiden ingin mengintip ke luar ruangannya.
Dengan perlahan Aiden membuka pintu ruangannya. Namun saat baru sedikit membuka pintu ruangannya, Aiden malah mendengar Fina yang berbicara dengan Yuniar.
Mendengar Yuniar yang tetap kukuh pada pendiriannya ingin menikah dengan dirinya dan tidak mau pergi dari depan pintu ruangannya, akhirnya Aiden pun membuka pintu ruangannya itu.
"Baiklah, kalau kamu begitu keras kepala, aku akan menikahi kamu.Tapi dengan syarat,"ucap Aiden menatap Yuniar dengan tatapan datar.
Suara Aiden yang terdengar datar itu membuat semua orang yang ada di depan pintu ruangan Aiden itu terkejut. Atensi Yuniar, Fina dan kedua bodyguard Aiden pun tertuju pada Aiden.
Apalagi salah satu bodyguard Aiden yang tadi masuk ke ruangan Aiden. Pria itu nampak terkejut sekaligus heran melihat Aiden yang sudah duduk di kursi rodanya. Pasalnya tidak ada siapapun di dalam ruangan Aiden, selain Aiden sendiri. Yang artinya tidak ada orang yang membantu Aiden untuk turun dari atas ranjang ke kursi roda.Tapi, majikannya yang tadi ditinggalkannya di atas ranjang itu tiba-tiba sudah berada di atas kursi roda.
"Tuan bisa naik ke atas kursi rodanya sendiri?"gumam bodyguard Aiden itu dalam hati.
"Saya akan menerima syarat apapun yang Tuan ajukan, tapi jagan larang saya untuk merawat Tuan,"ucap Yuniar yang merasa senang mendengar Aiden mau menikahi dirinya. Sehingga Yuniar akan bisa terus berada di sisi Aiden untuk merawat Aiden.
Dengan merawat Aiden, Yuniar tidak akan terlalu merasa bersalah pada Aiden, karena Yuniar telah membuat Aiden mengalami kecelakaan hingga Aiden mengalami lumpuh di kaki. Yuniar tidak akan pernah lupa, bagaimana Aiden mendekap tubuhnya sehingga Yuniar tidak mengalami luka yang serius di tubuhnya saat mereka mengalami kecelakaan kemarin.
Entah apa jadinya dirinya, jika Aiden tidak mendekap tubuhnya saat mereka mengalami kecelakaan kemarin. Mengingat mereka berada di dalam mobil yang berguling-guling. Sudah bisa dipastikan jika tubuh Yuniar akan terbentur-bentur di dalam mobil itu, jika Aiden tidak mendekapnya dengan erat. Dan entah bagaimana keadaannya jika dirinya terbentur-bentur di dalam mobil yang berguling-guling itu.
Yuniar benar-benar merasa berhutang budi sekaligus merasa bersalah pada Aiden. Orang yang telah menolong dirinya dari empat pria yang ingin melecehkan dirinya malah mengalami kecelakaan dan lumpuh kaki karena dirinya. Karena itu, Yuniar bertekad untuk merawat Aiden sampai Aiden sembuh.
"Kembalilah dulu ke ruangan rawat kamu,"ujar Aiden hendak memutar kursi rodanya.
"Saya akan tetap di sini sampai Tuan mengatakan apa persyaratannya,"sahut Yuniar masih keras kepala.
Aiden membuang napas kasar mendengar apa yang dikatakan oleh Yuniar. Pria itu menghentikan gerakan tangannya untuk mendorong kursi rodanya kembali ke arah ranjangnya. Aiden bisa melihat betapa pucat nya wajah Yuniar. Dan tubuh gadis itu pun terlihat lemah. Tapi gadis itu masih saja keras kepala tidak mau kembali ke ruangan rawatnya untuk mendapatkan perawatan.
Keras kepalanya Yuniar benar-benar membuat Aiden mati gaya. Ingin tidak peduli pada Yuniar, tapi hati kecilnya tidak tega. Apalagi saat ini setelah melihat keadaan Yuniar secara langsung.
"Masuklah!"titah Aiden pada akhirnya,"Fin, tolong suruh perawat untuk membawakan makanan untuk dia,"lanjut Aiden.
"Iya,"sahut Fina merasa lega karena sepertinya tidak akan ada drama menunggu di depan pintu sampai pingsan lagi.
Dua bodyguard Aiden pun merasa ikut lega. Lebih dari dua puluh empat jam melihat kegigihan Yuniar menunggu Aiden di depan pintu ruangan Aiden membuat mereka simpati pada kegigihan Yuniar. Walaupun mereka tidak tahu, apakah gadis itu benar-benar tulus ingin merawat majikan mereka atau tidak.
Yuniar bergegas ikut masuk ke dalam ruangan Aiden. Mengikuti seorang bodyguard Aiden yang mendorong kursi roda Aiden ke arah ranjang.
Bodyguard Aiden membantu Aiden untuk naik ke atas ranjang. Setelah itu, bodyguard itu pun keluar dari ruangan Aiden. Sedangkan Yuniar memilih berdiri di dekat ranjang Aiden.
"Kenapa berdiri di situ? Apa kamu ingin pingsan lagi dan merepotkan orang lain? Duduk di sofa sana!"ujar Aiden dengan tatapan dan suara yang terdengar datar.
Tanpa mengatakan apapun, Yuniar bergegas duduk di sofa. Sikap Aiden benar-benar berubah. Aiden yang di kenal Yuniar selalu ramah dan berkata manis. Pria yang penuh senyuman di wajahnya yang rupawan. Namun, kini senyuman manis itu tidak ada lagi di wajah pria itu. Hanya pria bersuara dan berwajah datar yang bisa di dengar dan dilihat oleh Yuniar dari Aiden.
Namun Yuniar memaklumi sikap datar Aiden itu. Kalaupun Aiden membenci dirinya, itupun hal yang wajar. Karena Aiden tidak akan mengalami kecelakaan dan lumpuh kakinya jika bukan karena dirinya.
Aiden mengambil laptop nya. Setelah itu, pria itu nampak sibuk mengetik di laptopnya. Wajah pria itu tetap terlihat datar.
Sedangkan Yuniar hanya duduk diam di sofa. Sesekali Yuniar melirik Aiden yang nampak serius dengan laptopnya. Tampan. Wajah pria itu memang tampan. Dan sebagai seorang gadis normal, tentu saja Yuniar mengagumi wajah tampan pria itu.
Tak lama kemudian, seorang perawat mengantarkan makanan dan Aiden menyuruh perawat itu untuk meletakkannya di atas meja sofa di depan tempat Yuniar duduk. Setelah itu, perawat itupun keluar dari ruangan itu.
"Makanlah! Bukankah kamu ingin mengurus aku? Jika kamu tidak makan, kamu tidak akan bisa mengurus aku dengan tubuh kamu yang lemah itu. Jadi, makanlah yang banyak!"ujar Aiden datar tanpa melirik, apalagi menoleh pada Yuniar sama sekali.
Tanpa berkata apa-apa, Yuniar pun mulai makan. Sesekali gadis itu melirik ke arah Aiden yang masih fokus pada laptopnya.
Setelah Yuniar selesai makan, tetap tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka berdua. Aiden masih tetap fokus pada laptopnya, hingga Yuniar tidak berani mengajak Aiden mengobrol. Lagi pula, Yuniar juga bingung harus bicara apa pada Aiden.
Hanya ada keheningan di dalam ruangan itu. Hanya ada suara keyboard laptop Aiden yang terdengar. Hingga pintu ruangan itu di ketuk dan Aiden mempersilakan orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk. Roni nampak masuk ke ruangan itu dengan membawa sebuah map di tangannya.
"Tu..tu..."
"Brak"
"Tuan, ini surat perjanjian pra nikah yang anda inginkan tadi,"ucap Roni cepat tanpa titik dan koma setelah Aiden menggebrak meja nakas di sampingnya. Roni menyerahkan map yang dibawanya pada Aiden.
Sedangkan Yuniar nampak sangat terkejut hingga kedua bahunya terangkat ke atas saat Aiden tiba-tiba menggebrak meja nakas itu cukup keras.
"Apakah jika marah, Tuan Aiden akan melempar semua barang yang ada di dekatnya?"gumam Yuniar dalam hati yang tidak mengetahui kebiasaan Aiden yang selalu menggebrak meja jika tidak sabar menunggu Roni bicara.
Aiden menerima map yang disodorkan Roni padanya. Pria itu membaca surat perjanjian pra nikah yang sudah disiapkan oleh Roni. Tadi Aiden mengirimkan pesan pada Roni untuk membuat surat perjanjian pra nikah dan memberitahu Roni apa saja poin-poin yang harus Roni buat di dalam surat perjanjian pra nikah itu.
"Berikan ini padanya!"titah Aiden pada Roni setelah membaca surat perjanjian pra nikah itu seraya mengangkat dagunya sedikit ke arah Yuniar. Memberi isyarat agar Roni menyerahkan surat perjanjian pra nikah itu pada Yuniar.
"Ba.. ba.. Baik, Tuan,"sahut Roni kemudian meletakkan map berisi surat perjanjian pra nikah itu di atas meja di depan Yuniar. Entah apa isi surat perjanjian pra nikah yang di buat oleh Aiden itu.
...🌸❤️🌸...
Untuk pertanyaan kenapa Aurora dan yang lainnya belum nongol, jawabannya masih nanti beberapa bab lagi.🙏
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Pisces97
roni² saat momen kamu muncul bikin ngakak 🙈😂
2024-04-08
1
duoNaNa
ga capek nulis latahnya thor? 🤣
2024-02-29
1
Hinarin
tenang aja yun nanti kamu juga terbiasa
2023-12-29
1