5. Persentase

Yuniar tetap tidak mau keluar dari ruangan Aiden bagaimana pun Aiden mengusirnya. Bahkan atas perintah Aiden, Yuniar harus di seret keluar dari ruangan Aiden oleh dua orang bodyguard Aiden yang baru datang.

Sebenarnya Aiden merasa tidak tega melihat Yuniar di seret bodyguard nya keluar dari ruangannya itu. Namun Aiden benar-benar tidak ingin lagi dekat dengan Yuniar. Sebab Yuniar ingin menikah dengan dirinya bukan berdasarkan rasa suka apalagi cinta. Yuniar mau menikah dengan dirinya karena rasa bersalah dan kasihan. Sebab, Aiden mengalami kecelakaan dan lumpuh karena Yuniar.

Aiden tidak membenci Yuniar walaupun kecelakaan itu mengakibatkan kakinya lumpuh. Karena Yuniar tidak sengaja menjadi penyebab kecelakaan itu. Namun, rasa kasihan dan rasa bersalah yang terlihat jelas di mata Yuniar membuat Aiden tidak ingin lagi menikahi Yuniar.

Saat ini dirinya lumpuh. Hal itu otomatis membuat Aiden tidak percaya diri lagi seperti sebelumnya. Walaupun sebelumnya Aiden sangat menyukai Yuniar dan sempat mengejar-ngejar Yuniar. Namun sekarang perasaan sukanya itu terbang begitu saja setelah melihat tatapan kasihan dan bersalah di mata Yuniar pada dirinya.

"Seandainya saja dia menerima lamaran ku sebelum aku mengalami kecelakaan ini, aku akan tersentuh dengan niat baiknya untuk menikah dengan aku. Tapi, sekarang dia bersedia menikah dengan aku karena rasa bersalah dan kasihan. Aku merasa terhina. Aku tidak ingin dikasihani walaupun saat ini aku cacat,"gumam Aiden membuang napas kasar.

Aiden memejamkan matanya dengan pikiran yang kalut. Perasaan takut jika dirinya sampai cacat permanen benar-benar menghantui dirinya. Hingga pagi menjelang, Aiden tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Sedangkan Yuniar, gadis itu ternyata berdiam diri di depan pintu ruangan Aiden. Walaupun tidak di izinkan masuk, gadis itu tetap bergeming di depan ruangan itu.

Pagi harinya, salah seorang bodyguard Aiden yang bertugas berjaga di depan ruangan Aiden masuk ke dalam ruangan Aiden.

"Tuan, gadis yang semalam kami bawa keluar dari ruangan ini masih berada di depan ruangan ini,"lapor bodyguard itu.

"Apa?! Dari semalam dia tidak pergi?"tanya Aiden nampak terkejut.

"Iya, Tuan. Dia tetap berada di depan ruangan ini tanpa makan dan minum sama sekali. Tadi, dia cuma pergi sebentar. Sepertinya dia pergi untuk membersihkan diri. Setelah itu, dia kembali lagi,"

"Aku tidak menyangka, jika dia gadis yang benar-benar keras kepala,"gumam Aiden membuang napas kasar.

"Apa kami perlu melakukan sesuatu pada gadis itu?"

"Tidak perlu. Biarkan saja. Aku mau melihat, sampai kapan dia akan bertahan di depan pintu ruangan ku,"sahut Aiden datar.

Dua orang perawat membantu Aiden untuk membersihkan diri. Sesuai permintaan Aiden pada Fina, perawat yang mengurus dirinya adalah laki-laki. Aiden tidak ingin ada perawat wanita yang mencari kesempatan untuk mendekati dirinya ketika kondisi tubuh nya cacat seperti saat ini.

Setelah membersihkan diri, Aiden di bawa kedua bodyguard nya menggunakan kursi roda untuk di periksa lebih lanjut. Mereka di bimbing seorang perawat ke ruangan pemeriksaan. Aiden hanya melirik Yuniar yang masih berada di depan pintu ruangannya. Gadis itu mengikuti Aiden yang di bawa ke ruangan lain. Menunggu Aiden di depan pintu ruangan tempat Aiden menjalani pemeriksaan.

Aiden menjalani serangkaian pemeriksaan untuk memeriksa penyebab kakinya yang lumpuh.

"Bagaimana, dok? Apa saya bisa sembuh dan bisa berjalan lagi?"tanya Aiden harap-harap cemas setelah selesai menjalani serangkaian pemeriksaan.

"Melihat hasil serangkaian pemeriksaan tadi, harapan kaki anda untuk bisa sembuh dan berjalan kembali adalah empat puluh persen. Jika keadaan anda semakin membaik, ada kemungkinan kaki anda akan sembuh dan bisa berjalan kembali. Tapi, jika keadaan anda memburuk, kaki anda akan lumpuh permanen,"jelas dokter itu menghela napas panjang.

Aiden tertunduk mendengar penjelasan dari dokter. Presentase kesembuhan lima puluh persen saja sudah sulit, apalagi hanya empat puluh persen.

"Tenang saja, Den! Kamu harus optimis! Kita akan mengusahakan kesembuhan kaki kamu. Walaupun harus pergi keluar negeri sekalipun, kita akan tetap berusaha untuk menyembuhkan kaki kamu,"ujar Fina menenangkan Aiden.

Fina yang sudah lebih dulu berada di dalam ruangan itu memberikan support pada Aiden. Agar kondisi mental Aiden tidak memburuk mendengar kabar yang tidak menyenangkan ini. Karena jika kondisi mental tidak baik, maka sakit apapun yang diderita dan berobat seperti apapun, seseorang tidak akan bisa sembuh.

Kesehatan mental akan berdampak pada kesehatan fisik dan kehidupan sosial. Seperti kata pepatah “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Seseorang yang sehat mental terbukti berisiko lebih rendah terkena penyakit kronis.

Semua orang juga tahu, bahwa orang yang selalu merasa bahagia akan sehat dan jarang mengalami stres, sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit. Sedangkan orang yang sering stres akan mudah terserang berbagai macam penyakit.

Setelah mendengar penjelasan dari dokter mengenai berbagai macam cara untuk mengobati kakinya yang lumpuh, akhirnya Aiden keluar dari ruangan itu menggunakan kursi roda yang di dorong salah satu bodyguard nya. Sedangkan Fina masih berbincang dengan rekan sejawatnya di dalam ruangan itu.

Aiden membuang napas kasar saat keluar dari ruangan tempat dirinya melakukan serangkaian pemeriksaan. Pasalnya, Aiden melihat Yuniar masih berada di depan pintu ruangan itu.

"Pergilah! Aku tidak akan mengubah keputusan ku,"ucap Aiden dengan suara datar.

"Saya tidak akan pergi, terkecuali nyawa saya sudah tidak berada di dalam raga saya lagi,"sahut Yuniar yang masih kukuh dengan pendiriannya.

"Dasar keras kepala. Aku tidak menyangka jika kamu adalah gadis yang sangat keras kepala,"ujar Aiden terlihat kesal,"Bawa aku kembali ke ruangan ku! Tidak usah pedulikan dia!"pinta Aiden pada bodyguardnya yang mendorong kursi rodanya.

Yuniar tetap mengikuti Aiden dari belakang dan berhenti di depan ruangan Aiden. Tetap berada di depan ruangan Aiden, walaupun kadang duduk di lantai ataupun berdiri sambil bersandar di dinding.

Detik berganti menit dan menit berganti dengan jam. Yuniar tetap berada di depan pintu ruangan Aiden. Wajah gadis itu terlihat kuyu dan semakin pucat. Dari kemarin malam hingga siang itu, Yuniar masih tetap berada di depan pintu ruangan Aiden. Tidak makan, minum, ataupun meninggalkan tempat itu selain mandi dan mengikuti Aiden tadi.

"Aku akan tetap berada di sini sampai Tuan Aiden mau menikah dengan aku. Aku harus kuat. Aku harus membuktikan pada Tuan Aiden bahwa aku serius dengan niat ku untuk menikah dengan Tuan Aiden dan merawat Tuan Aiden hingga sembuh,"gumam Yuniar dalam hati, menyemangati dirinya sendiri.

Bodyguard Aiden yang tidak tega melihat gadis itupun masuk ke dalam ruangan Aiden setelah lebih dulu mengetuk pintu dan diijinkan masuk.

"Ada apa?"tanya Aiden pada bodyguardnya.

"Tuan, gadis itu tetap berada di depan pintu ruangan ini. Dia tidak makan dan minum, wajahnya terlihat pucat, Tuan. Saya takut, gadis itu lama-lama akan jatuh pingsan,"lapor bodyguard Aiden.

"Biarkan saja! Kalau pingsan juga tinggal panggil petugas medis. Ini, 'kan, di rumah sakit, jadi kalian tidak perlu khawatir,"ujar Aiden terlihat acuh.

Aiden sudah cukup stres memikirkan kakinya yang cacat. Bayangan menghabiskan sisa hidupnya duduk di kursi roda benar-benar menghantui pikiran Aiden. Jadi, Aiden tidak peduli dengan yang lainnya.

Akhirnya bodyguard itu kembali berjaga di luar ruangan Aiden. Walaupun sejatinya merasa kasihan melihat Yuniar.

"Sayang sekali, gadis secantik itu malah di sia-siakan. Orang kaya memang suka pilih-pilih. Tapi, ujung-ujungnya dapat yang busuk karena terlalu pemilih. Terlalu banyak kriteria, ujung-ujungnya nggak bisa hidup bahagia,"gumam bodyguard itu dalam hati.

Aiden menatap ke luar ruangan itu melalui jendela yang ada di ruangan itu. Dengan keadaannya yang seperti sekarang, Aiden benar-benar merasa tidak percaya diri. Apalagi setelah mengetahui persentase kesembuhannya hanya empat puluh persen. Tentu saja keadaannya saat ini benar-benar membuat mood Aiden menjadi buruk.

Pintu ruangan Aiden kembali di ketuk, dan bodyguard Aiden kembali masuk ke dalam ruangan itu setelah Aiden memperkenankan pria itu untuk masuk

"Ada apa lagi?"tanya Aiden yang terlihat malas. Aiden yakin jika bodyguard nya itu pasti akan melaporkan tentang Yuniar lagi.

"Tuan, gadis itu pingsan,"

...🌸❤️🌸...

To be continued

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

sebab jika dua²nya mempunyai ego masing² dijamin pernikahan itu tidak mudah dijalani banyak krikil yang mereka hadapi

2024-04-08

1

Imas Jubaedah

Imas Jubaedah

sama2 dua2nya keras kepala... aku namanya ikut pusing thor....

2024-01-10

1

Bundanya Pandu Pharamadina

Bundanya Pandu Pharamadina

Yuniar sabar semoga Aiden sadar dgn ketulusanmu

2023-12-08

2

lihat semua
Episodes
1 1. Di Hadang
2 2. Hanya Terimakasih ?
3 3. Tekad Bulat
4 4. Sama-sama Keras Kepala
5 5. Persentase
6 6. Dengan Syarat
7 7. Perjanjian Pra Nikah
8 8. Menyerah
9 9. Berbohong
10 10. Di Awasi
11 11. Pelayan Berambut Pendek
12 12. Malu
13 13. Berlagak Seperti Nyonya
14 14. Adik Aiden
15 15. Mencari Muka
16 16. Menarik
17 17. Alam Mendukung
18 18. Dari Mana Dia Tahu?
19 19. Berapa Harus Mengganti?
20 20. Senang Menggoda
21 21. Keinginan.
22 22. Sadar
23 23. Tidak Apa-apa
24 24. Bertekad
25 25. Dibalikkan
26 26. Merasa Berhasil
27 27. Aroma Kecemburuan
28 28. Membangkang
29 29. Hasil Lab
30 30. Secerah Harapan
31 31. Demi Aiden
32 32. Asumsi
33 33. Kedua
34 34. Tidak Rela
35 35. Rekaman
36 36. Memutar Balikkan Fakta
37 37. Merasa Bersalah
38 38. Pamit
39 39. Berat Hati
40 40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41 41. Menilai
42 42. Bahagia
43 43. Cemburu, Ya?
44 44. Salah Bicara
45 45. Untung Saja
46 46. Menghindar
47 47. By
48 48. Dilema
49 49. Modus
50 50. Mengganjal
51 51. Nampak Enggan
52 52. Belum Siap
53 53. Mengantisipasi
54 54. Was-was dan Bimbang
55 55. Belum Sadar
56 56. Rendah Diri
57 57. Terkejut Dan Penasaran
58 58. Kenapa?
59 59. Jaga Hatimu!
60 60. Sesak
61 61. Karena Kamu
62 62. Kalut
63 63. Lain Kali
64 64. Magang
65 65. Menguping
66 66. Sudah Terlanjur
67 67. Latihan Ganda
68 68. Bersikap Profesional
69 69. Idaman Banget
70 70. Memilih Mengalah
71 71. MBA
72 72. Biarkan Saja
73 73. Unfaedah
74 74. Mengancam
75 75. Jika
76 76. Hanya Milikku
77 77. Suka Yang Lokal
78 78. Saran
79 79. Bekal
80 80. Malu
81 81. Formal
82 82. Mengamuk
83 83. Kamu Pantas
84 84. Tidak Berani
85 85. Meminta Bantuan
86 86. Merasa Masuk Perangkap
87 87. Emosi
88 88. Menyesal
89 89. Tidak Becus
90 90. Berpura-pura
91 91. Membantu
92 92. Diam
93 93. Merendahkan
94 94. Berniat Kabur
95 95. Kapan Bahagia?
96 96. Berita
97 97. Sedih Atau Bahagia?
98 98. Memprovokasi
99 99. Buktikan!
100 100. Cara Membujuk
101 101. Pingsan
102 102. Merasa Dikhianati
103 103. Apa Salah?
104 104. Cerai
105 105. Dengan Syarat
106 106. Solusi Yang Mana?
107 107. Mentah-mentah
108 108. Kepercayaan
109 109. Tidak Mau
110 110. Virus Abadi
111 111. Menjelaskan
112 112. Siapa Yang Datang?
113 113. Mengelola Ekspresi
114 114. Merasa Lega
115 115. Pegang Dia!
116 116. Terlalu Kuat
117 117. Apa Benar ?
118 118. Menyergap
119 119. Dasar Absurd!
120 120. Pisah Kamar
121 121. Sayangnya, Iya.
122 122. Mengunjungi
123 123. Terlalu Memuji
124 124. Perasaan Sebenarnya
125 125. Bicara Dengan Siapa?
126 126. Yang Terakhir
127 127. Resep Dan Novel Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Di Hadang
2
2. Hanya Terimakasih ?
3
3. Tekad Bulat
4
4. Sama-sama Keras Kepala
5
5. Persentase
6
6. Dengan Syarat
7
7. Perjanjian Pra Nikah
8
8. Menyerah
9
9. Berbohong
10
10. Di Awasi
11
11. Pelayan Berambut Pendek
12
12. Malu
13
13. Berlagak Seperti Nyonya
14
14. Adik Aiden
15
15. Mencari Muka
16
16. Menarik
17
17. Alam Mendukung
18
18. Dari Mana Dia Tahu?
19
19. Berapa Harus Mengganti?
20
20. Senang Menggoda
21
21. Keinginan.
22
22. Sadar
23
23. Tidak Apa-apa
24
24. Bertekad
25
25. Dibalikkan
26
26. Merasa Berhasil
27
27. Aroma Kecemburuan
28
28. Membangkang
29
29. Hasil Lab
30
30. Secerah Harapan
31
31. Demi Aiden
32
32. Asumsi
33
33. Kedua
34
34. Tidak Rela
35
35. Rekaman
36
36. Memutar Balikkan Fakta
37
37. Merasa Bersalah
38
38. Pamit
39
39. Berat Hati
40
40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41
41. Menilai
42
42. Bahagia
43
43. Cemburu, Ya?
44
44. Salah Bicara
45
45. Untung Saja
46
46. Menghindar
47
47. By
48
48. Dilema
49
49. Modus
50
50. Mengganjal
51
51. Nampak Enggan
52
52. Belum Siap
53
53. Mengantisipasi
54
54. Was-was dan Bimbang
55
55. Belum Sadar
56
56. Rendah Diri
57
57. Terkejut Dan Penasaran
58
58. Kenapa?
59
59. Jaga Hatimu!
60
60. Sesak
61
61. Karena Kamu
62
62. Kalut
63
63. Lain Kali
64
64. Magang
65
65. Menguping
66
66. Sudah Terlanjur
67
67. Latihan Ganda
68
68. Bersikap Profesional
69
69. Idaman Banget
70
70. Memilih Mengalah
71
71. MBA
72
72. Biarkan Saja
73
73. Unfaedah
74
74. Mengancam
75
75. Jika
76
76. Hanya Milikku
77
77. Suka Yang Lokal
78
78. Saran
79
79. Bekal
80
80. Malu
81
81. Formal
82
82. Mengamuk
83
83. Kamu Pantas
84
84. Tidak Berani
85
85. Meminta Bantuan
86
86. Merasa Masuk Perangkap
87
87. Emosi
88
88. Menyesal
89
89. Tidak Becus
90
90. Berpura-pura
91
91. Membantu
92
92. Diam
93
93. Merendahkan
94
94. Berniat Kabur
95
95. Kapan Bahagia?
96
96. Berita
97
97. Sedih Atau Bahagia?
98
98. Memprovokasi
99
99. Buktikan!
100
100. Cara Membujuk
101
101. Pingsan
102
102. Merasa Dikhianati
103
103. Apa Salah?
104
104. Cerai
105
105. Dengan Syarat
106
106. Solusi Yang Mana?
107
107. Mentah-mentah
108
108. Kepercayaan
109
109. Tidak Mau
110
110. Virus Abadi
111
111. Menjelaskan
112
112. Siapa Yang Datang?
113
113. Mengelola Ekspresi
114
114. Merasa Lega
115
115. Pegang Dia!
116
116. Terlalu Kuat
117
117. Apa Benar ?
118
118. Menyergap
119
119. Dasar Absurd!
120
120. Pisah Kamar
121
121. Sayangnya, Iya.
122
122. Mengunjungi
123
123. Terlalu Memuji
124
124. Perasaan Sebenarnya
125
125. Bicara Dengan Siapa?
126
126. Yang Terakhir
127
127. Resep Dan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!