15. Mencari Muka

Yuniar yang dari tadi hanya diam pun menatap Aurora yang menatap dirinya dan melempar pertanyaan pada dirinya.

"Iya, nyonya,"sahut Yuniar tersenyum tipis, terlihat kikuk.

"Kok, kamu ada di sini?"tanya Aurora seraya memicingkan sebelah matanya menatap Yuniar.

Aurora merasa heran dengan keberadaan Yuniar di rumah peninggalan kedua orang tuanya itu. Apalagi Aiden yang biasanya jarang pulang ke rumah itu tiba-tiba pulang ke rumah. Walaupun mungkin alasan Aiden pulang ke rumah peninggalan kedua orang tua mereka karena saat ini kaki Aiden lumpuh.

Biasanya kakaknya itu hanya akan pulang ke rumah itu, jika dirinya menginap di rumah itu. Jika tidak, kakaknya akan tinggal di apartemen bersama Roni sang asisten.

"Saya.."

"Dia bekerja padaku,"ucap Aiden memotong kata-kata Yuniar.

"Bekerja pada kakak? Bekerja sebagai apa?"tanya Aurora jadi penasaran.

"Katanya dia ingin bekerja paruh waktu. Jadi, aku menawari dia untuk bekerja merawat aku,"sahut Aiden dengan santai. Pria itu sibuk menciumi keponakannya yang selalu terkekeh jika dicium perutnya.

"Ohh.. Begitu. Jadi, kamu bekerja sampai jam berapa, Yun?"tanya Aurora, karena hari sudah malam, tapi Yuniar masih berada di rumah kakaknya.

"Dia tinggal di sini,"Aiden yang malah menjawab pertanyaan Aurora.

"Tinggal di sini?"Aurora nampak terkejut mendengar Yuniar tinggal di rumah itu.

"Kenapa aku merasa adik Tuan Aiden ini seperti curiga dengan keberadaan ku di rumah ini, ya?"gumam Yuniar dalam hati nampak canggung.

"Sayang, kamu banyak sekali bertanya. Pertanyaan kamu itu seperti sedang mengintrogasi mereka?"sahut Rayyan yang melihat Yuniar tidak nyaman dan Aiden juga seperti menutup-nutupi sesuatu.

Sudah dari sejak kecil Rayyan menjadi sahabat Aiden. Rayyan bisa melihat, jika Aiden seperti tidak ingin istrinya bertanya lebih banyak lagi tentang keberadaan Yuniar di rumah itu. Walaupun sebenarnya Rayyan juga merasa aneh dengan keberadaan Yuniar di rumah itu.

"Aku hanya ingin tahu saja, sayang,"kilah Aurora menyengir bodoh,"Ngomong- ngomong, pelayan muda cucunya Pak Wanto itu, sudah berapa lama tinggal di sini, kak?"tanya Aurora yang teringat dengan cucu kepala pelayan di rumah mereka itu.

"Kenapa kamu bertanya soal pelayan itu?"tanya Aiden yang merasa aneh karena Aurora menanyakan soal pelayan di rumah mereka.

"Entah mengapa aku langsung tidak suka padanya, kak,"sahut Aurora jujur.

"Ternyata nyonya Aurora juga tidak suka dengan pelayan itu,"gumam Yuniar dalam hati.

"Aku sebenarnya juga tidak terlalu suka padanya. Tapi, dia sudah tidak memiliki orang tua lagi. Hanya Pak Wanto lah keluarganya. Sedangkan Pak Wanto sudah mengabdi pada keluarga kita selama puluhan tahun. Pak Wanto merawat dan menjaga rumah ini dengan baik selama kita tinggalkan. Jadi, aku nggak enak hati jika tidak mengizinkan cucunya tinggal di sini, Ra,"sahut Aiden.

"Jika begitu ceritanya, memang tidak enak jika tidak mengizinkan gadis itu tinggal di sini. Tapi, kamu harus hati-hati pada gadis itu. Entah mengapa aku merasa, dia itu seperti pelayan Aurora yang dulu aku pecat. Pelayan Aurora itu berani menggoda aku. Dan aku sangat benci dengan yang namanya perempuan penggoda,"sahut Rayyan yang jadi teringat dengan pelayan Aurora yang di pecat nya karena berani menggoda dirinya.

"Benar kata suamiku, kak. Kakak harus berhati-hati dengan perempuan itu,"timpal Aurora yang sependapat dengan suaminya. Aurora lalu menatap Yuniar yang sedari tadi hanya duduk diam menjadi pendengar setia mereka,"Yun, berhubung kamu tinggal di sini, tolong jaga kakak ku, ya! Jangan biarkan perempuan itu menggoda, apalagi menjebak kakakku. Dari gelagatnya, gadis itu sepertinya orang yang licik,"pinta Aurora dengan wajah serius.

"Iya,"sahut Yuniar singkat,"Walaupun tidak dipinta sekalipun, aku akan tetap menjaga Tuan Aiden dari gadis itu. Mana mungkin aku membiarkan suamiku di goda gadis seperti Saminten itu,"gumam Yuniar dalam hati.

"Tok! Tok! Tok!"

"Tuan, makan malam sudah siap,"terdengar suara Pak Wanto setelah ketukan pintu berhenti.

"Ayo, kita makan malam dulu!"ajak Aiden,"Emm.. Ra, aku masih rindu pada Zayn. Kalian akan menginap di sini, 'kan?"tanya Aiden penuh harap adiknya akan menginap di rumah mereka bersama keluarga kecilnya.

Aurora menatap Rayyan, Rayyan yang mengerti dengan arti tatapan Aurora pun mengangguk.

"Baiklah.Kami akan menginap di sini,"sahut Aurora tersenyum hangat.

Rayyan mendorong kursi roda Aiden dengan Zayn yang masih ada di dalam pangkuan Aiden. Sesekali terdengar tawa Zayn dan Aiden. Zayn memang murah senyum, tidak seperti ayahnya atau ibunya. Mungkin mewarisi watak Aiden dan Hendrik yang merupakan paman kandungnya dari pihak ayah dan ibunya. Entah bayi itu kelak akan mewarisi sifat Casanova dari kedua pamannya itu atau tidak.

"Tuan Aiden terlihat akrab dan bahagia sekali dengan keponakannya. Bayi itu juga terlihat sangat lucu dan menggemaskan,"gumam Yuniar yang melihat interaksi antara Aiden dan Zayn.

"Ayo, kita ke ruang makan!"ajak Aurora seraya mendekati Yuniar.

"Sa.. Saya makan nanti saja,"sahut Yuniar yang merasa canggung berada di antara keluarga Aiden yang merupakan orang kalangan atas. Selain itu, selama ini Yuniar juga belum pernah makan bersama Aiden.

Yuniar tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya. Saat dirinya bersikeras untuk menikah dengan Aiden. Hanya rasa berhutang budi, tanggung jawab dan rasa bersalah saja dalam hatinya. Yuniar sampai lupa bahwa status sosial dirinya dan Aiden jauh berbeda. Dan saat ini Yuniar baru teringat dengan hal itu.

"Kenapa nanti? Sekarang saja. Ayo, kita makan bersama-sama!"Aurora menarik tangan Yuniar agar ikut keluar bersama dirinya menuju ruang makan.

"Tapi, saya di sini hanya sebagai perawat Tuan Aiden. Saya tidak pantas makan bersama kalian semua,"ucap Yuniar yang masih di tarik Aurora.

"Kamu adalah adik dari kakak ipar ku, sekaligus adik dari sahabat ku. Tidak ada alasan untuk menolak makan bersama kami,"ujar Aurora tidak mau Yuniar menolak ajakannya.

Akhirnya, mau tidak mau Yuniar pun ikut ke ruangan makan bersama Aurora, menyusul Aiden yang lebih dulu ke ruangan makan bersama Rayyan dan Zayn. Canggung. Itulah yang dirasakan oleh Yuniar saat ini.

"Bik, tolong jaga Zayn, ya!"pinta Aiden pada Bik Sari.

"Iya, Tuan,"sahut Bik Sari dengan senyuman cerah mengambil Zayn dari Aiden. Melihat Zayn yang begitu lucu dan menggemaskan, membuat Bik Sari sangat senang saat diminta menjaga Zayn.

"Biar aku saja, Bik,"ucap Saminten yang ingin mencari muka di depan Aiden. Gadis itu langsung mengambil paksa Zayn dari Bik Sari.

"Akkh! Akkh!"pekik Zayn seraya memukul wajah Saminten dan menjambak rambut Saminten yang mengambil paksa dirinya dari gendongan Bik Sari.

Saminten pun meringis menahan sakit karena ulah Zayn itu. Bahkan rambut Saminten terlihat rontok karena di jambak oleh Zayn.

"Tuan muda nggak mau di gendong sama kamu,"ketus Bik Sari yang terlihat tidak suka, karena Saminten mengambil paksa Zayn dari gendongannya. Bik Sari langsung mengambil Zayn dari Saminten,"Gadis ini! Pasti dia ingin mencari muka pada Tuan Aiden,"gumam Bik Sari yang merasa kesal pada Saminten.

"Sialan! Bayi itu malah menolak untuk aku gendong,"gerutu Saminten dalam hati. Merasa kesal karena Zayn terlihat marah saat di gendongnya.

Sedangkan Rayyan, Aurora dan Aiden juga terlihat tidak suka dengan Saminten yang mengambil paksa Zayn dari Bik Sari. Apalagi saat Zayn menunjukkan rasa tidak sukanya pada Saminten dengan memukul wajah dan menjambak rambut Saminten.

Pak Wanto hanya bisa menghela napas panjang melihat tingkah cucunya itu. Pria tua itu bisa melihat tatapan tidak suka dari majikannya pada cucunya.

"Ayo, makan!"ucap Aiden mencairkan66 suasana.

Aurora mengambilkan makanan untuk suaminya. Yuniar juga bergegas mengambil piring Aiden untuk mengisinya dengan makanan yang tersaji di meja makan. Namun, tiba-tiba Saminten memegang piring Aiden yang di pegang oleh Yuniar.

"Nona duduk saja. Biar saya saja yang mengambilkan makanan untuk Tuan Aiden,"ujar Saminten dengan senyuman manis di bibirnya. Senyum yang dipaksakan, karena sejak awal Saminten memang tidak menyukai Yuniar.

"Tugas Yuniar adalah merawat kakakku. Jadi, Yuniar yang akan mengurus semua keperluan kakakku. Kamu kerjakan saja pekerjaan kamu,"cetus Aurora yang semakin tidak suka melihat Saminten yang terlihat mencari muka di depan kakaknya.

Aiden dan Rayyan menatap tidak suka ke arah Saminten. Membuat nyali Saminten menciut.

"I.. Iya, nyonya,"sahut Saminten gelagapan dengan senyuman yang di paksakan.

"Gadis ini benar-benar ingin cari muka di depan semua orang,"gumam Yuniar dalam hati.

"Syukurin! Sok cari muka, sih!"gumam Bik Sari dalam hati.

Akhirnya mereka pun makan malam dengan tenang. Yuniar melayani Aiden dan Aurora melayani Rayyan. Setelah selesai makan malam, mereka duduk di ruang keluarga.

"Kak, bagaimana kakak bisa mengenal Yuniar? Sudah berapa lama kalian saling mengenal?"tanya Aurora tiba-tiba.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

bagimana gk mengenal Yuniar dari awal sudah terpesona dengan Yuniar awalnya juga gk tau dia adiknya sumi 😅

2024-04-08

2

💞R0$€_22💞

💞R0$€_22💞

please jangan zayn....

2024-02-25

2

Susetiyanti RoroSuli

Susetiyanti RoroSuli

lanjut thor ,semakin penasaran

2024-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 1. Di Hadang
2 2. Hanya Terimakasih ?
3 3. Tekad Bulat
4 4. Sama-sama Keras Kepala
5 5. Persentase
6 6. Dengan Syarat
7 7. Perjanjian Pra Nikah
8 8. Menyerah
9 9. Berbohong
10 10. Di Awasi
11 11. Pelayan Berambut Pendek
12 12. Malu
13 13. Berlagak Seperti Nyonya
14 14. Adik Aiden
15 15. Mencari Muka
16 16. Menarik
17 17. Alam Mendukung
18 18. Dari Mana Dia Tahu?
19 19. Berapa Harus Mengganti?
20 20. Senang Menggoda
21 21. Keinginan.
22 22. Sadar
23 23. Tidak Apa-apa
24 24. Bertekad
25 25. Dibalikkan
26 26. Merasa Berhasil
27 27. Aroma Kecemburuan
28 28. Membangkang
29 29. Hasil Lab
30 30. Secerah Harapan
31 31. Demi Aiden
32 32. Asumsi
33 33. Kedua
34 34. Tidak Rela
35 35. Rekaman
36 36. Memutar Balikkan Fakta
37 37. Merasa Bersalah
38 38. Pamit
39 39. Berat Hati
40 40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41 41. Menilai
42 42. Bahagia
43 43. Cemburu, Ya?
44 44. Salah Bicara
45 45. Untung Saja
46 46. Menghindar
47 47. By
48 48. Dilema
49 49. Modus
50 50. Mengganjal
51 51. Nampak Enggan
52 52. Belum Siap
53 53. Mengantisipasi
54 54. Was-was dan Bimbang
55 55. Belum Sadar
56 56. Rendah Diri
57 57. Terkejut Dan Penasaran
58 58. Kenapa?
59 59. Jaga Hatimu!
60 60. Sesak
61 61. Karena Kamu
62 62. Kalut
63 63. Lain Kali
64 64. Magang
65 65. Menguping
66 66. Sudah Terlanjur
67 67. Latihan Ganda
68 68. Bersikap Profesional
69 69. Idaman Banget
70 70. Memilih Mengalah
71 71. MBA
72 72. Biarkan Saja
73 73. Unfaedah
74 74. Mengancam
75 75. Jika
76 76. Hanya Milikku
77 77. Suka Yang Lokal
78 78. Saran
79 79. Bekal
80 80. Malu
81 81. Formal
82 82. Mengamuk
83 83. Kamu Pantas
84 84. Tidak Berani
85 85. Meminta Bantuan
86 86. Merasa Masuk Perangkap
87 87. Emosi
88 88. Menyesal
89 89. Tidak Becus
90 90. Berpura-pura
91 91. Membantu
92 92. Diam
93 93. Merendahkan
94 94. Berniat Kabur
95 95. Kapan Bahagia?
96 96. Berita
97 97. Sedih Atau Bahagia?
98 98. Memprovokasi
99 99. Buktikan!
100 100. Cara Membujuk
101 101. Pingsan
102 102. Merasa Dikhianati
103 103. Apa Salah?
104 104. Cerai
105 105. Dengan Syarat
106 106. Solusi Yang Mana?
107 107. Mentah-mentah
108 108. Kepercayaan
109 109. Tidak Mau
110 110. Virus Abadi
111 111. Menjelaskan
112 112. Siapa Yang Datang?
113 113. Mengelola Ekspresi
114 114. Merasa Lega
115 115. Pegang Dia!
116 116. Terlalu Kuat
117 117. Apa Benar ?
118 118. Menyergap
119 119. Dasar Absurd!
120 120. Pisah Kamar
121 121. Sayangnya, Iya.
122 122. Mengunjungi
123 123. Terlalu Memuji
124 124. Perasaan Sebenarnya
125 125. Bicara Dengan Siapa?
126 126. Yang Terakhir
127 127. Resep Dan Novel Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Di Hadang
2
2. Hanya Terimakasih ?
3
3. Tekad Bulat
4
4. Sama-sama Keras Kepala
5
5. Persentase
6
6. Dengan Syarat
7
7. Perjanjian Pra Nikah
8
8. Menyerah
9
9. Berbohong
10
10. Di Awasi
11
11. Pelayan Berambut Pendek
12
12. Malu
13
13. Berlagak Seperti Nyonya
14
14. Adik Aiden
15
15. Mencari Muka
16
16. Menarik
17
17. Alam Mendukung
18
18. Dari Mana Dia Tahu?
19
19. Berapa Harus Mengganti?
20
20. Senang Menggoda
21
21. Keinginan.
22
22. Sadar
23
23. Tidak Apa-apa
24
24. Bertekad
25
25. Dibalikkan
26
26. Merasa Berhasil
27
27. Aroma Kecemburuan
28
28. Membangkang
29
29. Hasil Lab
30
30. Secerah Harapan
31
31. Demi Aiden
32
32. Asumsi
33
33. Kedua
34
34. Tidak Rela
35
35. Rekaman
36
36. Memutar Balikkan Fakta
37
37. Merasa Bersalah
38
38. Pamit
39
39. Berat Hati
40
40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41
41. Menilai
42
42. Bahagia
43
43. Cemburu, Ya?
44
44. Salah Bicara
45
45. Untung Saja
46
46. Menghindar
47
47. By
48
48. Dilema
49
49. Modus
50
50. Mengganjal
51
51. Nampak Enggan
52
52. Belum Siap
53
53. Mengantisipasi
54
54. Was-was dan Bimbang
55
55. Belum Sadar
56
56. Rendah Diri
57
57. Terkejut Dan Penasaran
58
58. Kenapa?
59
59. Jaga Hatimu!
60
60. Sesak
61
61. Karena Kamu
62
62. Kalut
63
63. Lain Kali
64
64. Magang
65
65. Menguping
66
66. Sudah Terlanjur
67
67. Latihan Ganda
68
68. Bersikap Profesional
69
69. Idaman Banget
70
70. Memilih Mengalah
71
71. MBA
72
72. Biarkan Saja
73
73. Unfaedah
74
74. Mengancam
75
75. Jika
76
76. Hanya Milikku
77
77. Suka Yang Lokal
78
78. Saran
79
79. Bekal
80
80. Malu
81
81. Formal
82
82. Mengamuk
83
83. Kamu Pantas
84
84. Tidak Berani
85
85. Meminta Bantuan
86
86. Merasa Masuk Perangkap
87
87. Emosi
88
88. Menyesal
89
89. Tidak Becus
90
90. Berpura-pura
91
91. Membantu
92
92. Diam
93
93. Merendahkan
94
94. Berniat Kabur
95
95. Kapan Bahagia?
96
96. Berita
97
97. Sedih Atau Bahagia?
98
98. Memprovokasi
99
99. Buktikan!
100
100. Cara Membujuk
101
101. Pingsan
102
102. Merasa Dikhianati
103
103. Apa Salah?
104
104. Cerai
105
105. Dengan Syarat
106
106. Solusi Yang Mana?
107
107. Mentah-mentah
108
108. Kepercayaan
109
109. Tidak Mau
110
110. Virus Abadi
111
111. Menjelaskan
112
112. Siapa Yang Datang?
113
113. Mengelola Ekspresi
114
114. Merasa Lega
115
115. Pegang Dia!
116
116. Terlalu Kuat
117
117. Apa Benar ?
118
118. Menyergap
119
119. Dasar Absurd!
120
120. Pisah Kamar
121
121. Sayangnya, Iya.
122
122. Mengunjungi
123
123. Terlalu Memuji
124
124. Perasaan Sebenarnya
125
125. Bicara Dengan Siapa?
126
126. Yang Terakhir
127
127. Resep Dan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!