Yuniar mengambil map yang diletakkan Roni di meja di depannya. Yuniar membaca isi perjanjian pra nikah itu. Gadis itu nampak mengernyitkan keningnya membaca isi perjanjian pra nikah itu.
Sedangkan Aiden tersenyum miring dan sinis menatap Yuniar. Aiden yakin jika Yuniar tidak akan setuju dengan perjanjian pra nikah yang di buatnya itu. Karena semua isinya menguntungkan dirinya.
Isi surat perjanjian itu adalah Yuniar hanya mendapatkan uang belanja sebesar lima juta rupiah per bulan. Pernikahan hanya dilakukan secara agama, alias nikah siri. Sehingga Yuniar tidak bisa menuntut harta gono gini bila bercerai nanti. Tidak ada resepsi pernikahan. Tidak berhak mengaku sebagai istri Aiden pada siapapun, termasuk pada keluarga Yuniar sendiri. Dan juga tidak berhak ikut campur apalagi mengatur kehidupan pribadi Aiden. Tidak punya hak atas diri Aiden dan tidak berhak menuntut apapun dari Aiden. Yuniar juga tidak boleh pergi kemana pun tanpa izin dari Aiden.
"Dia seorang mahasiswi. Jadi, aku yakin dia bukan gadis yang bodoh walaupun baru pindah ke kota ini. Mana mungkin dia setuju dengan perjanjian pra nikah yang aku buat itu? Dia tidak akan memiliki hak apapun sebagai istri ku. Dan bisa ku ceraikan kapanpun aku mau. Mana mungkin ada wanita yang mau diperlakukan seperti itu?"gumam Aiden dalam hati yang merasa yakin jika Yuniar tidak akan mau menerima perjanjian pra nikah yang di buatnya.
"Tuan pasti sengaja membuat surat perjanjian pra nikah seperti itu agar nona Yuniar tidak mau menikah dengan Tuan. Kemarin Tuan mengejar-ngejar nona Yuniar, agar nona Yuniar mau menikah dengan Tuan. Tapi sekarang, setelah nona Yuniar mau menikah dengan Tuan, Tuan malah tidak mau. Apa Tuan Aiden tidak ingin lagi menikah dengan nona Yuniar karena kaki Tuan Aiden lumpuh? Bukankah seharusnya Tuan senang? Karena, walaupun saat ini Tuan lumpuh, nona Yuniar malah mau menikah dengan Tuan agar bisa merawat Tuan,"gumam Roni dalam hati.
Roni menyesalkan sikap Aiden yang keras kepala tidak mau menerima Yuniar sebagai istrinya. Bahkan membuat surat perjanjian pra nikah yang akan membuat seorang wanita berpikir ribuan kali untuk menikah.
"Baik. Saya setuju. Saya hanya minta, izinkan saya tetap kuliah dan mengunjungi keluarga saya,"ucap Yuniar tanpa keraguan.
Aiden nampak terkejut dengan jawaban Yuniar itu. Tidak menyangka jika Yuniar akan menyetujui perjanjian pra nikah itu.
Begitu pula dengan Roni yang nampak terkejut. Roni juga tidak menyangka jika Yuniar akan menyetujui perjanjian pra nikah yang sama sekali tidak menguntungkan Yuniar itu.
"Gadis ini! Dia benar-benar membuat aku mati gaya karena sikap keras kepalanya,"gerutu Aiden dalam hati.
"Aku tak peduli apapun isi perjanjian ini. Yang penting aku bisa merawat Tuan Aiden sampai sembuh. Kalaupun Tuan Aiden tidak sembuh, maka aku akan tetap berada di sisinya selamanya. Walaupun aku tidak akan pernah di akuinya sebagai istri di depan publik. Karena aku masih suci dan masih hidup sampai sekarang ini adalah karena kebaikan hatinya,"gumam Yuniar dalam hati. Gadis itu menganggap hidupnya adalah milik Aiden.
"Apa nona Yuniar benar-benar tulus ingin menjadi istri Tuan Aiden dan mau merawat Tuan Aiden sepenuh hati, hingga Nona Yuniar menyetujui surat perjanjian pra nikah itu? Apakah nona Yuniar tidak memiliki niat lain? Seperti.. Ingin membuat hati Tuan Aiden luluh dan akhirnya Tuan Aiden menjadikan nona Yuniar sebagai istri sah Tuan Aiden?"gumam Roni penuh tanda tanya.
"Apa kamu mengerti dengan isi perjanjian itu? Kamu tidak berhak menuntut apapun dari ku selain uang lima juta perbulan. Kita hanya suami-isteri di mata Tuhan. Hanya sah di mata agama, tapi tidak sah secara hukum. Apa kamu tahu apa artinya itu?"tanya Aiden ingin memperjelas semuanya. Takut Yuniar tidak benar-benar membaca surat perjanjian pra nikah itu.
"Saya mengerti. Saya tidak akan menuntut apapun dari Tuan,"sahut Yuniar tanpa ragu.
"Apa kamu tidak merasa jika kamu menyetujui perjanjian pra nikah ini, kamu akan seperti menjadi istri simpanan ku?"tanya Aiden seraya memicingkan sebelah matanya.
Aiden berharap Yuniar memikirkan kembali jawabannya, merubah pikirannya. Karena perjanjian pra nikah yang di buatnya sama sekali tidak menguntungkan bagi Yuniar. Karena tujuan Aiden memang agar Yuniar tidak lagi mau menikah dengan dirinya.
"Saya tidak peduli soal itu. Saya hanya ingin merawat Tuan hingga sembuh seperti sebelumnya,"sahut Yuniar tidak terpengaruh sama sekali dengan ucapan Aiden.
"Dengan status kamu yang seperti itu, kamu tidak berhak melarang aku, jika suatu hari aku menikahi wanita lain. Apa kamu tidak apa-apa, jika suatu hari aku menikah dengan perempuan lain tanpa menceriakan kamu?"tanya Aiden masih berharap agar Yuniar berpikir ulang untuk menikah dengan dirinya.
"Saya tidak keberatan,"sahut Yuniar tanpa ragu,"Nyawa saya adalah milik Tuan. Jadi, Tuan berhak melakukan apapun pada saya. Karena hidup saya adalah milik Tuan. Selama Tuan belum sembuh, saya akan tetap berada di sisi Tuan. Walaupun Tuan tidak menginginkan saya. Tapi, jika Tuan sudah sembuh dan Tuan tidak menginginkan saya lagi, saya ikhlas jika Tuan ingin menceraikan saya,"ujar Yuniar panjang lebar tanpa keraguan.
"Jika menjadi istri ku, kamu harus tinggal di rumah ku. Terserah kamu beralasan apa pada keluarga mu aku tidak mau tahu,"ujar Aiden datar,"Aku ingin tahu, bagaimana dia beralasan pada keluarganya, jika harus tinggal bersama ku satu kali dua puluh empat jam. Mungkin saja dia akan berpikir ulang untuk menikah dengan aku,"gumam Aiden dalam hati masih berharap Yuniar berubah pikiran.
"Saya mengerti. Saya hanya minta waktu satu jam setiap hari untuk mengunjungi keluarga saya. Dan izinkan saya untuk tetap melanjutkan kuliah,"sahut Yuniar tegas.
"Astagaa.. Kenapa gadis ini keras kepala sekali? Aku benar-benar di buat mati gaya oleh sikap keras kepala gadis ini. Aku menyerah,"gumam Aiden dalam hati seraya memijit pelipisnya sendiri.
Aiden benar-benar tidak habis pikir dengan Yuniar. Gadis yang di kejar-kejar nya yang selalu menghindari dan menolak ajakannya untuk menikah itu sekarang malah kukuh ingin menikah dengan dirinya.
Sudah di usir dan tidak di pedulikan, tapi tetap saja Yuniar kukuh pada pendiriannya ingin merawat Aiden. Menunggu di depan pintu ruangan Aiden sampai pingsan karena tidak makan dan minum. Bahkan setelah sadar juga tetap kembali ke depan pintu ruangan Aiden.
Aiden mengatakan, wanita yang merawatnya harus istrinya. Yuniar yang selalu menolak Aiden malah berbalik, kukuh ingin menikah dengan Aiden. Di berikan perjanjian pra nikah yang sama sekali tidak menguntungkan pun tetap kukuh ingin menikah dengan Aiden.
Aiden benar-benar merasa mati gaya dengan sikap keras kepala Yuniar. Seorang Casanova pengembara cinta seperti dirinya malah tidak berdaya, alias mati gaya di depan gadis polos dari desa seperti Yuniar.
"Aku tidak menyangka jika nona Yuniar sangat keras kepala. Aku berharap, nona Yuniar tidak memiliki niat buruk pada Tuan,"gumam Roni dalam hati.
Akhirnya malam itu juga Aiden dan Yuniar menikah secara agama tanpa di ketahui publik. Hanya Roni dan anak buah Roni yang menghadiri pernikahan itu.
Setelah mereka selesai menikah, mereka pun kembali ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan, Yuniar dan Aiden tidak bicara sepatah katapun. Hingga akhirnya mereka kembali ke ruangan rawat Aiden.
"Tuan, izinkan saya pulang beberapa jam untuk mengemasi barang-barang saya dan memberitahu keluarga saya jika saya akan tinggal di rumah Tuan,"ujar Yuniar meminta izin.
Aiden tidak merespon kata-kata Yuniar. Bahkan pria itu tidak mau menatap wajah Yuniar,"Roni, beri dia alamat rumah ku,"titah Aiden.
"Ba.. Ba.. Baik, Tuan,"sahut Roni segera menuliskan alamat rumah Aiden dan memberikannya pada Yuniar.
"Tapi, bukankah Tuan belum keluar dari rumah sakit? Saya akan merawat Tuan di sini dan baru pulang ke rumah Tuan jika Tuan juga pulang ke rumah Tuan,"ujar Yuniar.
"Aku memberi kamu waktu untuk berpamitan pada keluarga mu. Besok, kamu langsung ke rumahku. Karena besok aku sudah diizinkan pulang,"sahut Aiden tanpa menatap Yuniar.
"Baiklah. Saya pamit pulang dulu,"pamit Yuniar, tapi tidak di pedulikan oleh Aiden.
"I.. i.. i.."
"Brak"
"Ini kunci motor nona motornya sudah ada di parkiran,"ucap Roni cepat tanpa titik dan koma setelah Aiden menggebrak meja nakas di sampingnya.
Yuniar yang sempat terkejut mendengar Aiden menggebrak meja pun mengambil kunci motornya dari Roni. Yuniar hanya bisa menghela napas panjang melihat Aiden yang acuh padanya, kemudian meninggalkan ruangan itu untuk pulang ke rumahnya.
...🌟🌟🌟...
...Jika menurut mu prinsipmu benar, jangan biarkan orang lain memengaruhi mu. Karena mereka belum tentu benar."...
...Kembangkan prinsip hati-hati dalam melangkah, jangan sampai salah langkah dan berakibat merugikan dirimu sendiri di masa depan."...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Pisces97
Yuniar dan Kanaya wanita sama² keras kepala bedanya Kanaya takut sama emaknya
tapi Yuniar selalu menolak Aiden karena didoktrin sama Sumi prinsip macam mana tuh 😂 🙈
2024-04-08
2
Juragan Jengqol
meskipun nikah siri, tetap harus ada wali kan ya 🤔
2024-01-29
2
Hinarin
yg tulus kek gini susah dicari sebaiknya Aiden gak sia siakan dia 😑😑
2023-12-29
2