8. Menyerah

Yuniar mengambil map yang diletakkan Roni di meja di depannya. Yuniar membaca isi perjanjian pra nikah itu. Gadis itu nampak mengernyitkan keningnya membaca isi perjanjian pra nikah itu.

Sedangkan Aiden tersenyum miring dan sinis menatap Yuniar. Aiden yakin jika Yuniar tidak akan setuju dengan perjanjian pra nikah yang di buatnya itu. Karena semua isinya menguntungkan dirinya.

Isi surat perjanjian itu adalah Yuniar hanya mendapatkan uang belanja sebesar lima juta rupiah per bulan. Pernikahan hanya dilakukan secara agama, alias nikah siri. Sehingga Yuniar tidak bisa menuntut harta gono gini bila bercerai nanti. Tidak ada resepsi pernikahan. Tidak berhak mengaku sebagai istri Aiden pada siapapun, termasuk pada keluarga Yuniar sendiri. Dan juga tidak berhak ikut campur apalagi mengatur kehidupan pribadi Aiden. Tidak punya hak atas diri Aiden dan tidak berhak menuntut apapun dari Aiden. Yuniar juga tidak boleh pergi kemana pun tanpa izin dari Aiden.

"Dia seorang mahasiswi. Jadi, aku yakin dia bukan gadis yang bodoh walaupun baru pindah ke kota ini. Mana mungkin dia setuju dengan perjanjian pra nikah yang aku buat itu? Dia tidak akan memiliki hak apapun sebagai istri ku. Dan bisa ku ceraikan kapanpun aku mau. Mana mungkin ada wanita yang mau diperlakukan seperti itu?"gumam Aiden dalam hati yang merasa yakin jika Yuniar tidak akan mau menerima perjanjian pra nikah yang di buatnya.

"Tuan pasti sengaja membuat surat perjanjian pra nikah seperti itu agar nona Yuniar tidak mau menikah dengan Tuan. Kemarin Tuan mengejar-ngejar nona Yuniar, agar nona Yuniar mau menikah dengan Tuan. Tapi sekarang, setelah nona Yuniar mau menikah dengan Tuan, Tuan malah tidak mau. Apa Tuan Aiden tidak ingin lagi menikah dengan nona Yuniar karena kaki Tuan Aiden lumpuh? Bukankah seharusnya Tuan senang? Karena, walaupun saat ini Tuan lumpuh, nona Yuniar malah mau menikah dengan Tuan agar bisa merawat Tuan,"gumam Roni dalam hati.

Roni menyesalkan sikap Aiden yang keras kepala tidak mau menerima Yuniar sebagai istrinya. Bahkan membuat surat perjanjian pra nikah yang akan membuat seorang wanita berpikir ribuan kali untuk menikah.

"Baik. Saya setuju. Saya hanya minta, izinkan saya tetap kuliah dan mengunjungi keluarga saya,"ucap Yuniar tanpa keraguan.

Aiden nampak terkejut dengan jawaban Yuniar itu. Tidak menyangka jika Yuniar akan menyetujui perjanjian pra nikah itu.

Begitu pula dengan Roni yang nampak terkejut. Roni juga tidak menyangka jika Yuniar akan menyetujui perjanjian pra nikah yang sama sekali tidak menguntungkan Yuniar itu.

"Gadis ini! Dia benar-benar membuat aku mati gaya karena sikap keras kepalanya,"gerutu Aiden dalam hati.

"Aku tak peduli apapun isi perjanjian ini. Yang penting aku bisa merawat Tuan Aiden sampai sembuh. Kalaupun Tuan Aiden tidak sembuh, maka aku akan tetap berada di sisinya selamanya. Walaupun aku tidak akan pernah di akuinya sebagai istri di depan publik. Karena aku masih suci dan masih hidup sampai sekarang ini adalah karena kebaikan hatinya,"gumam Yuniar dalam hati. Gadis itu menganggap hidupnya adalah milik Aiden.

"Apa nona Yuniar benar-benar tulus ingin menjadi istri Tuan Aiden dan mau merawat Tuan Aiden sepenuh hati, hingga Nona Yuniar menyetujui surat perjanjian pra nikah itu? Apakah nona Yuniar tidak memiliki niat lain? Seperti.. Ingin membuat hati Tuan Aiden luluh dan akhirnya Tuan Aiden menjadikan nona Yuniar sebagai istri sah Tuan Aiden?"gumam Roni penuh tanda tanya.

"Apa kamu mengerti dengan isi perjanjian itu? Kamu tidak berhak menuntut apapun dari ku selain uang lima juta perbulan. Kita hanya suami-isteri di mata Tuhan. Hanya sah di mata agama, tapi tidak sah secara hukum. Apa kamu tahu apa artinya itu?"tanya Aiden ingin memperjelas semuanya. Takut Yuniar tidak benar-benar membaca surat perjanjian pra nikah itu.

"Saya mengerti. Saya tidak akan menuntut apapun dari Tuan,"sahut Yuniar tanpa ragu.

"Apa kamu tidak merasa jika kamu menyetujui perjanjian pra nikah ini, kamu akan seperti menjadi istri simpanan ku?"tanya Aiden seraya memicingkan sebelah matanya.

Aiden berharap Yuniar memikirkan kembali jawabannya, merubah pikirannya. Karena perjanjian pra nikah yang di buatnya sama sekali tidak menguntungkan bagi Yuniar. Karena tujuan Aiden memang agar Yuniar tidak lagi mau menikah dengan dirinya.

"Saya tidak peduli soal itu. Saya hanya ingin merawat Tuan hingga sembuh seperti sebelumnya,"sahut Yuniar tidak terpengaruh sama sekali dengan ucapan Aiden.

"Dengan status kamu yang seperti itu, kamu tidak berhak melarang aku, jika suatu hari aku menikahi wanita lain. Apa kamu tidak apa-apa, jika suatu hari aku menikah dengan perempuan lain tanpa menceriakan kamu?"tanya Aiden masih berharap agar Yuniar berpikir ulang untuk menikah dengan dirinya.

"Saya tidak keberatan,"sahut Yuniar tanpa ragu,"Nyawa saya adalah milik Tuan. Jadi, Tuan berhak melakukan apapun pada saya. Karena hidup saya adalah milik Tuan. Selama Tuan belum sembuh, saya akan tetap berada di sisi Tuan. Walaupun Tuan tidak menginginkan saya. Tapi, jika Tuan sudah sembuh dan Tuan tidak menginginkan saya lagi, saya ikhlas jika Tuan ingin menceraikan saya,"ujar Yuniar panjang lebar tanpa keraguan.

"Jika menjadi istri ku, kamu harus tinggal di rumah ku. Terserah kamu beralasan apa pada keluarga mu aku tidak mau tahu,"ujar Aiden datar,"Aku ingin tahu, bagaimana dia beralasan pada keluarganya, jika harus tinggal bersama ku satu kali dua puluh empat jam. Mungkin saja dia akan berpikir ulang untuk menikah dengan aku,"gumam Aiden dalam hati masih berharap Yuniar berubah pikiran.

"Saya mengerti. Saya hanya minta waktu satu jam setiap hari untuk mengunjungi keluarga saya. Dan izinkan saya untuk tetap melanjutkan kuliah,"sahut Yuniar tegas.

"Astagaa.. Kenapa gadis ini keras kepala sekali? Aku benar-benar di buat mati gaya oleh sikap keras kepala gadis ini. Aku menyerah,"gumam Aiden dalam hati seraya memijit pelipisnya sendiri.

Aiden benar-benar tidak habis pikir dengan Yuniar. Gadis yang di kejar-kejar nya yang selalu menghindari dan menolak ajakannya untuk menikah itu sekarang malah kukuh ingin menikah dengan dirinya.

Sudah di usir dan tidak di pedulikan, tapi tetap saja Yuniar kukuh pada pendiriannya ingin merawat Aiden. Menunggu di depan pintu ruangan Aiden sampai pingsan karena tidak makan dan minum. Bahkan setelah sadar juga tetap kembali ke depan pintu ruangan Aiden.

Aiden mengatakan, wanita yang merawatnya harus istrinya. Yuniar yang selalu menolak Aiden malah berbalik, kukuh ingin menikah dengan Aiden. Di berikan perjanjian pra nikah yang sama sekali tidak menguntungkan pun tetap kukuh ingin menikah dengan Aiden.

Aiden benar-benar merasa mati gaya dengan sikap keras kepala Yuniar. Seorang Casanova pengembara cinta seperti dirinya malah tidak berdaya, alias mati gaya di depan gadis polos dari desa seperti Yuniar.

"Aku tidak menyangka jika nona Yuniar sangat keras kepala. Aku berharap, nona Yuniar tidak memiliki niat buruk pada Tuan,"gumam Roni dalam hati.

Akhirnya malam itu juga Aiden dan Yuniar menikah secara agama tanpa di ketahui publik. Hanya Roni dan anak buah Roni yang menghadiri pernikahan itu.

Setelah mereka selesai menikah, mereka pun kembali ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan, Yuniar dan Aiden tidak bicara sepatah katapun. Hingga akhirnya mereka kembali ke ruangan rawat Aiden.

"Tuan, izinkan saya pulang beberapa jam untuk mengemasi barang-barang saya dan memberitahu keluarga saya jika saya akan tinggal di rumah Tuan,"ujar Yuniar meminta izin.

Aiden tidak merespon kata-kata Yuniar. Bahkan pria itu tidak mau menatap wajah Yuniar,"Roni, beri dia alamat rumah ku,"titah Aiden.

"Ba.. Ba.. Baik, Tuan,"sahut Roni segera menuliskan alamat rumah Aiden dan memberikannya pada Yuniar.

"Tapi, bukankah Tuan belum keluar dari rumah sakit? Saya akan merawat Tuan di sini dan baru pulang ke rumah Tuan jika Tuan juga pulang ke rumah Tuan,"ujar Yuniar.

"Aku memberi kamu waktu untuk berpamitan pada keluarga mu. Besok, kamu langsung ke rumahku. Karena besok aku sudah diizinkan pulang,"sahut Aiden tanpa menatap Yuniar.

"Baiklah. Saya pamit pulang dulu,"pamit Yuniar, tapi tidak di pedulikan oleh Aiden.

"I.. i.. i.."

"Brak"

"Ini kunci motor nona motornya sudah ada di parkiran,"ucap Roni cepat tanpa titik dan koma setelah Aiden menggebrak meja nakas di sampingnya.

Yuniar yang sempat terkejut mendengar Aiden menggebrak meja pun mengambil kunci motornya dari Roni. Yuniar hanya bisa menghela napas panjang melihat Aiden yang acuh padanya, kemudian meninggalkan ruangan itu untuk pulang ke rumahnya.

...🌟🌟🌟...

...Jika menurut mu prinsipmu benar, jangan biarkan orang lain memengaruhi mu. Karena mereka belum tentu benar."...

...Kembangkan prinsip hati-hati dalam melangkah, jangan sampai salah langkah dan berakibat merugikan dirimu sendiri di masa depan."...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

Yuniar dan Kanaya wanita sama² keras kepala bedanya Kanaya takut sama emaknya
tapi Yuniar selalu menolak Aiden karena didoktrin sama Sumi prinsip macam mana tuh 😂 🙈

2024-04-08

2

Juragan Jengqol

Juragan Jengqol

meskipun nikah siri, tetap harus ada wali kan ya 🤔

2024-01-29

2

Hinarin

Hinarin

yg tulus kek gini susah dicari sebaiknya Aiden gak sia siakan dia 😑😑

2023-12-29

2

lihat semua
Episodes
1 1. Di Hadang
2 2. Hanya Terimakasih ?
3 3. Tekad Bulat
4 4. Sama-sama Keras Kepala
5 5. Persentase
6 6. Dengan Syarat
7 7. Perjanjian Pra Nikah
8 8. Menyerah
9 9. Berbohong
10 10. Di Awasi
11 11. Pelayan Berambut Pendek
12 12. Malu
13 13. Berlagak Seperti Nyonya
14 14. Adik Aiden
15 15. Mencari Muka
16 16. Menarik
17 17. Alam Mendukung
18 18. Dari Mana Dia Tahu?
19 19. Berapa Harus Mengganti?
20 20. Senang Menggoda
21 21. Keinginan.
22 22. Sadar
23 23. Tidak Apa-apa
24 24. Bertekad
25 25. Dibalikkan
26 26. Merasa Berhasil
27 27. Aroma Kecemburuan
28 28. Membangkang
29 29. Hasil Lab
30 30. Secerah Harapan
31 31. Demi Aiden
32 32. Asumsi
33 33. Kedua
34 34. Tidak Rela
35 35. Rekaman
36 36. Memutar Balikkan Fakta
37 37. Merasa Bersalah
38 38. Pamit
39 39. Berat Hati
40 40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41 41. Menilai
42 42. Bahagia
43 43. Cemburu, Ya?
44 44. Salah Bicara
45 45. Untung Saja
46 46. Menghindar
47 47. By
48 48. Dilema
49 49. Modus
50 50. Mengganjal
51 51. Nampak Enggan
52 52. Belum Siap
53 53. Mengantisipasi
54 54. Was-was dan Bimbang
55 55. Belum Sadar
56 56. Rendah Diri
57 57. Terkejut Dan Penasaran
58 58. Kenapa?
59 59. Jaga Hatimu!
60 60. Sesak
61 61. Karena Kamu
62 62. Kalut
63 63. Lain Kali
64 64. Magang
65 65. Menguping
66 66. Sudah Terlanjur
67 67. Latihan Ganda
68 68. Bersikap Profesional
69 69. Idaman Banget
70 70. Memilih Mengalah
71 71. MBA
72 72. Biarkan Saja
73 73. Unfaedah
74 74. Mengancam
75 75. Jika
76 76. Hanya Milikku
77 77. Suka Yang Lokal
78 78. Saran
79 79. Bekal
80 80. Malu
81 81. Formal
82 82. Mengamuk
83 83. Kamu Pantas
84 84. Tidak Berani
85 85. Meminta Bantuan
86 86. Merasa Masuk Perangkap
87 87. Emosi
88 88. Menyesal
89 89. Tidak Becus
90 90. Berpura-pura
91 91. Membantu
92 92. Diam
93 93. Merendahkan
94 94. Berniat Kabur
95 95. Kapan Bahagia?
96 96. Berita
97 97. Sedih Atau Bahagia?
98 98. Memprovokasi
99 99. Buktikan!
100 100. Cara Membujuk
101 101. Pingsan
102 102. Merasa Dikhianati
103 103. Apa Salah?
104 104. Cerai
105 105. Dengan Syarat
106 106. Solusi Yang Mana?
107 107. Mentah-mentah
108 108. Kepercayaan
109 109. Tidak Mau
110 110. Virus Abadi
111 111. Menjelaskan
112 112. Siapa Yang Datang?
113 113. Mengelola Ekspresi
114 114. Merasa Lega
115 115. Pegang Dia!
116 116. Terlalu Kuat
117 117. Apa Benar ?
118 118. Menyergap
119 119. Dasar Absurd!
120 120. Pisah Kamar
121 121. Sayangnya, Iya.
122 122. Mengunjungi
123 123. Terlalu Memuji
124 124. Perasaan Sebenarnya
125 125. Bicara Dengan Siapa?
126 126. Yang Terakhir
127 127. Resep Dan Novel Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Di Hadang
2
2. Hanya Terimakasih ?
3
3. Tekad Bulat
4
4. Sama-sama Keras Kepala
5
5. Persentase
6
6. Dengan Syarat
7
7. Perjanjian Pra Nikah
8
8. Menyerah
9
9. Berbohong
10
10. Di Awasi
11
11. Pelayan Berambut Pendek
12
12. Malu
13
13. Berlagak Seperti Nyonya
14
14. Adik Aiden
15
15. Mencari Muka
16
16. Menarik
17
17. Alam Mendukung
18
18. Dari Mana Dia Tahu?
19
19. Berapa Harus Mengganti?
20
20. Senang Menggoda
21
21. Keinginan.
22
22. Sadar
23
23. Tidak Apa-apa
24
24. Bertekad
25
25. Dibalikkan
26
26. Merasa Berhasil
27
27. Aroma Kecemburuan
28
28. Membangkang
29
29. Hasil Lab
30
30. Secerah Harapan
31
31. Demi Aiden
32
32. Asumsi
33
33. Kedua
34
34. Tidak Rela
35
35. Rekaman
36
36. Memutar Balikkan Fakta
37
37. Merasa Bersalah
38
38. Pamit
39
39. Berat Hati
40
40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41
41. Menilai
42
42. Bahagia
43
43. Cemburu, Ya?
44
44. Salah Bicara
45
45. Untung Saja
46
46. Menghindar
47
47. By
48
48. Dilema
49
49. Modus
50
50. Mengganjal
51
51. Nampak Enggan
52
52. Belum Siap
53
53. Mengantisipasi
54
54. Was-was dan Bimbang
55
55. Belum Sadar
56
56. Rendah Diri
57
57. Terkejut Dan Penasaran
58
58. Kenapa?
59
59. Jaga Hatimu!
60
60. Sesak
61
61. Karena Kamu
62
62. Kalut
63
63. Lain Kali
64
64. Magang
65
65. Menguping
66
66. Sudah Terlanjur
67
67. Latihan Ganda
68
68. Bersikap Profesional
69
69. Idaman Banget
70
70. Memilih Mengalah
71
71. MBA
72
72. Biarkan Saja
73
73. Unfaedah
74
74. Mengancam
75
75. Jika
76
76. Hanya Milikku
77
77. Suka Yang Lokal
78
78. Saran
79
79. Bekal
80
80. Malu
81
81. Formal
82
82. Mengamuk
83
83. Kamu Pantas
84
84. Tidak Berani
85
85. Meminta Bantuan
86
86. Merasa Masuk Perangkap
87
87. Emosi
88
88. Menyesal
89
89. Tidak Becus
90
90. Berpura-pura
91
91. Membantu
92
92. Diam
93
93. Merendahkan
94
94. Berniat Kabur
95
95. Kapan Bahagia?
96
96. Berita
97
97. Sedih Atau Bahagia?
98
98. Memprovokasi
99
99. Buktikan!
100
100. Cara Membujuk
101
101. Pingsan
102
102. Merasa Dikhianati
103
103. Apa Salah?
104
104. Cerai
105
105. Dengan Syarat
106
106. Solusi Yang Mana?
107
107. Mentah-mentah
108
108. Kepercayaan
109
109. Tidak Mau
110
110. Virus Abadi
111
111. Menjelaskan
112
112. Siapa Yang Datang?
113
113. Mengelola Ekspresi
114
114. Merasa Lega
115
115. Pegang Dia!
116
116. Terlalu Kuat
117
117. Apa Benar ?
118
118. Menyergap
119
119. Dasar Absurd!
120
120. Pisah Kamar
121
121. Sayangnya, Iya.
122
122. Mengunjungi
123
123. Terlalu Memuji
124
124. Perasaan Sebenarnya
125
125. Bicara Dengan Siapa?
126
126. Yang Terakhir
127
127. Resep Dan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!