9. Berbohong

Yuniar pulang mengendarai motornya menuju rumahnya. Menikah dengan Aiden bukanlah hal yang di impikannya selama ini. Selama ini Yuniar hanya ingin fokus pada kuliahnya dan jika lulus ingin mencari pekerjaan dengan gaji yang cukup untuk memenuhi hidupnya sendiri dan juga membantu orang tuanya membiayai sekolah dua orang adiknya.

Namun sekarang dirinya harus menikah dengan orang yang dulunya hanya dikagumi bentuk tubuh dan rupanya saja. Yuniar tidak pernah bermimpi untuk menikah dengan Aiden. Karena perbedaan status yang mencolok di antara mereka dan juga perbedaan usia yang lumayan jauh di antara mereka..

Beberapa kali gadis yang sedang mengendarai motor itu menghela napas. Jika bukan karena balas budi dan merasa bersalah, Yuniar tidak akan senekat ini mau menikah dengan Aiden. Apalagi harus menyembunyikan pernikahannya seperti saat ini. Namun Yuniar tidak menyesal menikah dengan Aiden. Karena memang sampai saat ini, Yuniar masih suci dan masih bisa bernapas karena pertolongan dari Aiden.

"Dia hanya mau menikahi aku secara agama. Dan aku tidak bisa protes jika dia ingin menikah lagi. Memang sudah menjadi rahasia umum, bahwa pria kaya tidak suka bergaul dengan orang yang statusnya tidak setara dengan mereka. Kecuali ada maunya,"

"Ya, seperti aku. Aku rasa, Tuan Aiden hanya penasaran padaku, karena selama ini aku selalu menghindari dan menolak dia. Setelah aku bersedia menikah dengan dia, dia malah menolak aku dengan berbagai cara. Aku benar-benar harus kuat iman dan mental untuk menjalani hidup bersama Tuan Aiden. Walaupun Tuan Aiden membenci aku, aku akan tetap merawat dia. Sebab, Tuan Aiden cacat karena aku,"gumam Yuniar sepanjang jalan. Berkali-kali gadis itu menghela napas.

Memang sudah menjadi rahasia umum, jika pria kaya biasanya menggampangkan masalah. Karena merasa semua bisa di atasi dengan uang. Merasa paling benar dan juga rawan berselingkuh.

Ibarat kata, pria kaya itu gula, pasti banyak semut yang akan mengerumuninya dan menginginkannya. Kalau nggak kuat iman, ya, ujung-ujungnya punya istri dimana-mana. Karena merasa tidak cukup dengan hanya satu wanita saja. Yuniar tidak tahu, apakah Aiden akan seperti itu atau tidak. Tapi, Yuniar merasa hal itu mungkin saja, karena Aiden adalah seorang Casanova.

Walaupun orang selingkuh bukan terletak pada kaya atau tidak kaya, tapi karena orangnya memang tidak setia. Hanya saja, orang tidak kaya mau selingkuh itu pikir-pikir dahulu. Mau modal apa? Ada yang mau apa tidak? Realistis aja, mana ada cewek yang mau selingkuh sama pria miskin?

Kalau orang kaya mau selingkuh, langsung nge-gasss. Ya, modalnya, 'kan ada, tinggal cap-cip-cup mirip pilih cewek macam milih jawaban pilihan ganda di masa-masa sekolah.

Setelah membaca surat perjanjian pra nikah tadi, Yuniar sadar jika Aiden benar-benar tidak mau menikah dengan dirinya. Dan Yuniar berprasangka bahwa selama ini Aiden mendekati dirinya hanya karena rasa penasaran saja. Tapi Yuniar harus tetap menikahi Aiden demi balas budi dan bertanggung jawab atas kesalahannya yang menyebabkan Aiden mengalami kecelakaan dan lumpuh kaki.

Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya Yuniar sampai juga di rumahnya. Gadis itu memarkirkan motornya di garasi rumah dan bergegas masuk ke dalam rumah.

"Yun, kamu kenapa?"tanya ibu Yuniar begitu melihat Yuniar masuk ke dalam rumah.

"Aku baik-baik saja, Bu,"sahut Yuniar mengulas senyum tipis dan bersikap tenang karena ibunya terlihat khawatir padanya.

"Baik-baik saja bagaimana? Tubuh kamu banyak perban gitu, kamu bilang baik-baik saja? Kamu dari kecelakaan?"tanya wanita paruh baya itu menatap seluruh tubuh putrinya.

"Astagaa.. Aku lupa jika aku memakai perban karena luka-luka akibat kecelakaan kemarin,"gumam Yuniar dalam hati. Yuniar sampai lupa dengan luka-luka di tubuhnya karena kecelakaan yang menimpanya dan Aiden kemarin.

"Hanya luka-luka sedikit, Bu,"sahut Yuniar tersenyum lembut, tidak ingin ibunya semakin khawatir.

"Jangan-jangan, kamu tidak pulang kemarin karena kamu kecelakaan, ya? Kamu bohong saat mengatakan menginap di rumah teman kamu karena ada tugas kuliah yang harus kamu kerjakan?"tanya ibu Yuniar memicingkan sebelah matanya terlihat curiga.

"Aku tidak ingin membuat ibu khawatir. Oh, ya, Bu, aku mendapat pekerjaan,"ucap Yuniar mengalihkan pembicaraan. Gadis itu menarik ibunya ke arah sofa, agar bisa bicara dengan nyaman.

Yuniar harus tinggal di rumah Aiden, jadi Yuniar harus mencari alasan yang masuk akal untuk membohongi ibu dan keluarganya. Agar keluarganya mengijinkan dirinya tinggal di rumah Aiden.

"Kamu masih kuliah. Memang kamu bisa bekerja sambil kuliah?"

"Bisa, Bu,"sahut Yuniar lembut.

"Ibu bukannya tidak suka kamu bekerja sambil kuliah. Ibu hanya tidak ingin kamu tidak fokus pada kuliah kamu, karena kamu kuliah sambil bekerja. Ibu tidak ingin kakak kamu kecewa, jika nilai kuliah kamu jelek. Apalagi kalau sampai tidak lulus kuliah. Kakak kamu sudah terlalu banyak berkorban untuk keluarga kita, Yun. Jangan sampai pengorbanan kakak kamu sia-sia,"ujar ibu Yuniar memberi nasehat.

"Iya, Bu. Aku mengerti. Karena itulah aku berniat bekerja sambil kuliah. Aku tidak ingin terlalu membebani kakak. Aku janji, kuliahku tidak akan terganggu karena pekerjaan ku,"ucap Yuniar meyakinkan.

"Memangnya, apa pekerjaan kamu?"

"Pekerjaan aku merawat orang lumpuh, Bu,"

"Orang lumpuh? Yang lumpuh apanya? Sudah tua atau masih muda? Laki-laki atau perempuan?"cecar ibu Yuniar terlihat sangat penasaran.

"Dia laki-laki, Bu. Umurnya... Mungkin antara dua puluh delapan sampai tiga puluh tahunan. Kakinya lumpuh karena kecelakaan,"sahut Yuniar yang sebenarnya merasa bersalah membohongi ibunya seperti itu. Tapi, Yuniar tidak punya pilihan lain.

"Apa dia sudah memiliki istri?"tanya ibu Yuniar lagi.

"Sudah, Bu,"sahut Yuniar jujur, karena Yuniar lah istrinya.

"Sudah punya istri. Tapi masih membutuhkan orang lain untuk merawatnya. Memangnya apa pekerjaan istrinya?"

"Aku tidak mau mengurusi kehidupan pribadi orang lain, Bu. Aku hanya bekerja di sana,"sahut Yuniar yang tidak ingin ibunya bertanya lebih banyak lagi yang akan membuat dirinya menjadi terpojok dan harus berbohong lebih banyak lagi.

"Lalu, jam berapa kamu mulai bekerja?"

"Aku akan tinggal di rumah Tuan mulai besok pagi, Bu,"

"Apa? Jadi, selama kamu bekerja di sana, kamu akan tinggal di sana?"ibu Yuniar nampak terkejut mendengar Yuniar akan tinggal di tempatnya bekerja.

"Iya, Bu,"sahut Yuniar dengan ekspresi setenang mungkin,"Izinkan aku, ya, Bu? Biar aku bisa mandiri dan tidak terlalu banyak membebani kakak. Kita sudah terlalu banyak berhutang budi pada kakak. Biaya hidup kita, kuliah ku dan sekolah adik-adik ku, semua di tanggung oleh kakak. Biarkan aku sedikit mengurangi beban kakak, Bu,"bujuk Yuniar.

Ibu Yuniar menghela napas panjang mendengar kata-kata Yuniar. Benar kata Yuniar, selama ini mereka selalu bergantung pada putri angkatnya. Walaupun putri angkatnya tidak pernah mengeluh menghidupi mereka sekeluarga. Tapi ibu Yuniar merasa tidak enak hati, jika terus-menerus menjadi beban putri angkatnya. Lagi pula, dengan bekerja, mungkin Yuniar akan belajar hidup mandiri.

"Baiklah. Tapi, kamu harus tetap kuliah. Dan harus mendapatkan gelar sarjana dengan nilai yang baik,"sahut ibu Yuniar setelah berpikir matang.

"Terimakasih, Bu. Aku janji akan lulus kuliah dengan nilai yang baik,"ucap Yuniar dengan senyuman lebar memeluk ibunya. Namun sesaat kemudian senyuman itu memudar.

"Maafkan aku, Bu. Aku berbohong pada ibu. Aku bahkan menikah tanpa meminta restu dari ibu,"gumam Yuniar dalam hati. Yuniar kembali memasang senyum lebar dan melerai pelukannya dengan ibunya.

"Kalau begitu, aku akan menyiapkan barang-barang ku dulu, ya, Bu? Besok pagi, aku sudah mulai bekerja,"ucap Yuniar yang memang harus menyiapkan semua barang yang harus di bawanya ke rumah Aiden.

"Iya. Apa perlu ibu bantu?"

"Tidak perlu, Bu. Aku bisa menyiapkan semuanya sendiri. Ibu istirahat saja. Sudah malam,"ucap Yuniar dengan seulas senyum

"Baiklah,"sahut ibu Yuniar menghela napas panjang.

Yuniar melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk mengemas barang-barang yang akan di bawanya.

"Mulai besok, aku akan tinggal bersama Tuan Aiden sebagai istrinya. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Tuan Aiden. Karena kami sudah terikat janji suci sebuah pernikahan,"gumam Yuniar dalam hati sambil mengemasi barang-barangnya.

...🌟"Ada kebohongan untuk kebaikan, ada pula kebohongan untuk penipuan. Namun, untuk alasan apapun sebuah kebohongan, kebohongan tetaplah kebohongan yang tidak bisa dibenarkan."...

"Jangan pernah membohongi orang yang mempercayaimu. Karena sebuah kepercayaan tidak mudah dibangun, tapi bisa hancur dengan satu kebohongan."🌟

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

benar sekali bohong tetap adalah kebohongan sekalipun buat kebaikan

2024-04-08

2

Hinarin

Hinarin

jadi pilih secara acak mau tipe yg kek mana pasti mau aja cewe nya yaa 😅😅

2023-12-29

2

Bundanya Pandu Pharamadina

Bundanya Pandu Pharamadina

kalau Miti tahu Yuniar di nikahi siri Aiden gimana yah 🤔

2023-12-08

1

lihat semua
Episodes
1 1. Di Hadang
2 2. Hanya Terimakasih ?
3 3. Tekad Bulat
4 4. Sama-sama Keras Kepala
5 5. Persentase
6 6. Dengan Syarat
7 7. Perjanjian Pra Nikah
8 8. Menyerah
9 9. Berbohong
10 10. Di Awasi
11 11. Pelayan Berambut Pendek
12 12. Malu
13 13. Berlagak Seperti Nyonya
14 14. Adik Aiden
15 15. Mencari Muka
16 16. Menarik
17 17. Alam Mendukung
18 18. Dari Mana Dia Tahu?
19 19. Berapa Harus Mengganti?
20 20. Senang Menggoda
21 21. Keinginan.
22 22. Sadar
23 23. Tidak Apa-apa
24 24. Bertekad
25 25. Dibalikkan
26 26. Merasa Berhasil
27 27. Aroma Kecemburuan
28 28. Membangkang
29 29. Hasil Lab
30 30. Secerah Harapan
31 31. Demi Aiden
32 32. Asumsi
33 33. Kedua
34 34. Tidak Rela
35 35. Rekaman
36 36. Memutar Balikkan Fakta
37 37. Merasa Bersalah
38 38. Pamit
39 39. Berat Hati
40 40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41 41. Menilai
42 42. Bahagia
43 43. Cemburu, Ya?
44 44. Salah Bicara
45 45. Untung Saja
46 46. Menghindar
47 47. By
48 48. Dilema
49 49. Modus
50 50. Mengganjal
51 51. Nampak Enggan
52 52. Belum Siap
53 53. Mengantisipasi
54 54. Was-was dan Bimbang
55 55. Belum Sadar
56 56. Rendah Diri
57 57. Terkejut Dan Penasaran
58 58. Kenapa?
59 59. Jaga Hatimu!
60 60. Sesak
61 61. Karena Kamu
62 62. Kalut
63 63. Lain Kali
64 64. Magang
65 65. Menguping
66 66. Sudah Terlanjur
67 67. Latihan Ganda
68 68. Bersikap Profesional
69 69. Idaman Banget
70 70. Memilih Mengalah
71 71. MBA
72 72. Biarkan Saja
73 73. Unfaedah
74 74. Mengancam
75 75. Jika
76 76. Hanya Milikku
77 77. Suka Yang Lokal
78 78. Saran
79 79. Bekal
80 80. Malu
81 81. Formal
82 82. Mengamuk
83 83. Kamu Pantas
84 84. Tidak Berani
85 85. Meminta Bantuan
86 86. Merasa Masuk Perangkap
87 87. Emosi
88 88. Menyesal
89 89. Tidak Becus
90 90. Berpura-pura
91 91. Membantu
92 92. Diam
93 93. Merendahkan
94 94. Berniat Kabur
95 95. Kapan Bahagia?
96 96. Berita
97 97. Sedih Atau Bahagia?
98 98. Memprovokasi
99 99. Buktikan!
100 100. Cara Membujuk
101 101. Pingsan
102 102. Merasa Dikhianati
103 103. Apa Salah?
104 104. Cerai
105 105. Dengan Syarat
106 106. Solusi Yang Mana?
107 107. Mentah-mentah
108 108. Kepercayaan
109 109. Tidak Mau
110 110. Virus Abadi
111 111. Menjelaskan
112 112. Siapa Yang Datang?
113 113. Mengelola Ekspresi
114 114. Merasa Lega
115 115. Pegang Dia!
116 116. Terlalu Kuat
117 117. Apa Benar ?
118 118. Menyergap
119 119. Dasar Absurd!
120 120. Pisah Kamar
121 121. Sayangnya, Iya.
122 122. Mengunjungi
123 123. Terlalu Memuji
124 124. Perasaan Sebenarnya
125 125. Bicara Dengan Siapa?
126 126. Yang Terakhir
127 127. Resep Dan Novel Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Di Hadang
2
2. Hanya Terimakasih ?
3
3. Tekad Bulat
4
4. Sama-sama Keras Kepala
5
5. Persentase
6
6. Dengan Syarat
7
7. Perjanjian Pra Nikah
8
8. Menyerah
9
9. Berbohong
10
10. Di Awasi
11
11. Pelayan Berambut Pendek
12
12. Malu
13
13. Berlagak Seperti Nyonya
14
14. Adik Aiden
15
15. Mencari Muka
16
16. Menarik
17
17. Alam Mendukung
18
18. Dari Mana Dia Tahu?
19
19. Berapa Harus Mengganti?
20
20. Senang Menggoda
21
21. Keinginan.
22
22. Sadar
23
23. Tidak Apa-apa
24
24. Bertekad
25
25. Dibalikkan
26
26. Merasa Berhasil
27
27. Aroma Kecemburuan
28
28. Membangkang
29
29. Hasil Lab
30
30. Secerah Harapan
31
31. Demi Aiden
32
32. Asumsi
33
33. Kedua
34
34. Tidak Rela
35
35. Rekaman
36
36. Memutar Balikkan Fakta
37
37. Merasa Bersalah
38
38. Pamit
39
39. Berat Hati
40
40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41
41. Menilai
42
42. Bahagia
43
43. Cemburu, Ya?
44
44. Salah Bicara
45
45. Untung Saja
46
46. Menghindar
47
47. By
48
48. Dilema
49
49. Modus
50
50. Mengganjal
51
51. Nampak Enggan
52
52. Belum Siap
53
53. Mengantisipasi
54
54. Was-was dan Bimbang
55
55. Belum Sadar
56
56. Rendah Diri
57
57. Terkejut Dan Penasaran
58
58. Kenapa?
59
59. Jaga Hatimu!
60
60. Sesak
61
61. Karena Kamu
62
62. Kalut
63
63. Lain Kali
64
64. Magang
65
65. Menguping
66
66. Sudah Terlanjur
67
67. Latihan Ganda
68
68. Bersikap Profesional
69
69. Idaman Banget
70
70. Memilih Mengalah
71
71. MBA
72
72. Biarkan Saja
73
73. Unfaedah
74
74. Mengancam
75
75. Jika
76
76. Hanya Milikku
77
77. Suka Yang Lokal
78
78. Saran
79
79. Bekal
80
80. Malu
81
81. Formal
82
82. Mengamuk
83
83. Kamu Pantas
84
84. Tidak Berani
85
85. Meminta Bantuan
86
86. Merasa Masuk Perangkap
87
87. Emosi
88
88. Menyesal
89
89. Tidak Becus
90
90. Berpura-pura
91
91. Membantu
92
92. Diam
93
93. Merendahkan
94
94. Berniat Kabur
95
95. Kapan Bahagia?
96
96. Berita
97
97. Sedih Atau Bahagia?
98
98. Memprovokasi
99
99. Buktikan!
100
100. Cara Membujuk
101
101. Pingsan
102
102. Merasa Dikhianati
103
103. Apa Salah?
104
104. Cerai
105
105. Dengan Syarat
106
106. Solusi Yang Mana?
107
107. Mentah-mentah
108
108. Kepercayaan
109
109. Tidak Mau
110
110. Virus Abadi
111
111. Menjelaskan
112
112. Siapa Yang Datang?
113
113. Mengelola Ekspresi
114
114. Merasa Lega
115
115. Pegang Dia!
116
116. Terlalu Kuat
117
117. Apa Benar ?
118
118. Menyergap
119
119. Dasar Absurd!
120
120. Pisah Kamar
121
121. Sayangnya, Iya.
122
122. Mengunjungi
123
123. Terlalu Memuji
124
124. Perasaan Sebenarnya
125
125. Bicara Dengan Siapa?
126
126. Yang Terakhir
127
127. Resep Dan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!