Yuniar pulang mengendarai motornya menuju rumahnya. Menikah dengan Aiden bukanlah hal yang di impikannya selama ini. Selama ini Yuniar hanya ingin fokus pada kuliahnya dan jika lulus ingin mencari pekerjaan dengan gaji yang cukup untuk memenuhi hidupnya sendiri dan juga membantu orang tuanya membiayai sekolah dua orang adiknya.
Namun sekarang dirinya harus menikah dengan orang yang dulunya hanya dikagumi bentuk tubuh dan rupanya saja. Yuniar tidak pernah bermimpi untuk menikah dengan Aiden. Karena perbedaan status yang mencolok di antara mereka dan juga perbedaan usia yang lumayan jauh di antara mereka..
Beberapa kali gadis yang sedang mengendarai motor itu menghela napas. Jika bukan karena balas budi dan merasa bersalah, Yuniar tidak akan senekat ini mau menikah dengan Aiden. Apalagi harus menyembunyikan pernikahannya seperti saat ini. Namun Yuniar tidak menyesal menikah dengan Aiden. Karena memang sampai saat ini, Yuniar masih suci dan masih bisa bernapas karena pertolongan dari Aiden.
"Dia hanya mau menikahi aku secara agama. Dan aku tidak bisa protes jika dia ingin menikah lagi. Memang sudah menjadi rahasia umum, bahwa pria kaya tidak suka bergaul dengan orang yang statusnya tidak setara dengan mereka. Kecuali ada maunya,"
"Ya, seperti aku. Aku rasa, Tuan Aiden hanya penasaran padaku, karena selama ini aku selalu menghindari dan menolak dia. Setelah aku bersedia menikah dengan dia, dia malah menolak aku dengan berbagai cara. Aku benar-benar harus kuat iman dan mental untuk menjalani hidup bersama Tuan Aiden. Walaupun Tuan Aiden membenci aku, aku akan tetap merawat dia. Sebab, Tuan Aiden cacat karena aku,"gumam Yuniar sepanjang jalan. Berkali-kali gadis itu menghela napas.
Memang sudah menjadi rahasia umum, jika pria kaya biasanya menggampangkan masalah. Karena merasa semua bisa di atasi dengan uang. Merasa paling benar dan juga rawan berselingkuh.
Ibarat kata, pria kaya itu gula, pasti banyak semut yang akan mengerumuninya dan menginginkannya. Kalau nggak kuat iman, ya, ujung-ujungnya punya istri dimana-mana. Karena merasa tidak cukup dengan hanya satu wanita saja. Yuniar tidak tahu, apakah Aiden akan seperti itu atau tidak. Tapi, Yuniar merasa hal itu mungkin saja, karena Aiden adalah seorang Casanova.
Walaupun orang selingkuh bukan terletak pada kaya atau tidak kaya, tapi karena orangnya memang tidak setia. Hanya saja, orang tidak kaya mau selingkuh itu pikir-pikir dahulu. Mau modal apa? Ada yang mau apa tidak? Realistis aja, mana ada cewek yang mau selingkuh sama pria miskin?
Kalau orang kaya mau selingkuh, langsung nge-gasss. Ya, modalnya, 'kan ada, tinggal cap-cip-cup mirip pilih cewek macam milih jawaban pilihan ganda di masa-masa sekolah.
Setelah membaca surat perjanjian pra nikah tadi, Yuniar sadar jika Aiden benar-benar tidak mau menikah dengan dirinya. Dan Yuniar berprasangka bahwa selama ini Aiden mendekati dirinya hanya karena rasa penasaran saja. Tapi Yuniar harus tetap menikahi Aiden demi balas budi dan bertanggung jawab atas kesalahannya yang menyebabkan Aiden mengalami kecelakaan dan lumpuh kaki.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya Yuniar sampai juga di rumahnya. Gadis itu memarkirkan motornya di garasi rumah dan bergegas masuk ke dalam rumah.
"Yun, kamu kenapa?"tanya ibu Yuniar begitu melihat Yuniar masuk ke dalam rumah.
"Aku baik-baik saja, Bu,"sahut Yuniar mengulas senyum tipis dan bersikap tenang karena ibunya terlihat khawatir padanya.
"Baik-baik saja bagaimana? Tubuh kamu banyak perban gitu, kamu bilang baik-baik saja? Kamu dari kecelakaan?"tanya wanita paruh baya itu menatap seluruh tubuh putrinya.
"Astagaa.. Aku lupa jika aku memakai perban karena luka-luka akibat kecelakaan kemarin,"gumam Yuniar dalam hati. Yuniar sampai lupa dengan luka-luka di tubuhnya karena kecelakaan yang menimpanya dan Aiden kemarin.
"Hanya luka-luka sedikit, Bu,"sahut Yuniar tersenyum lembut, tidak ingin ibunya semakin khawatir.
"Jangan-jangan, kamu tidak pulang kemarin karena kamu kecelakaan, ya? Kamu bohong saat mengatakan menginap di rumah teman kamu karena ada tugas kuliah yang harus kamu kerjakan?"tanya ibu Yuniar memicingkan sebelah matanya terlihat curiga.
"Aku tidak ingin membuat ibu khawatir. Oh, ya, Bu, aku mendapat pekerjaan,"ucap Yuniar mengalihkan pembicaraan. Gadis itu menarik ibunya ke arah sofa, agar bisa bicara dengan nyaman.
Yuniar harus tinggal di rumah Aiden, jadi Yuniar harus mencari alasan yang masuk akal untuk membohongi ibu dan keluarganya. Agar keluarganya mengijinkan dirinya tinggal di rumah Aiden.
"Kamu masih kuliah. Memang kamu bisa bekerja sambil kuliah?"
"Bisa, Bu,"sahut Yuniar lembut.
"Ibu bukannya tidak suka kamu bekerja sambil kuliah. Ibu hanya tidak ingin kamu tidak fokus pada kuliah kamu, karena kamu kuliah sambil bekerja. Ibu tidak ingin kakak kamu kecewa, jika nilai kuliah kamu jelek. Apalagi kalau sampai tidak lulus kuliah. Kakak kamu sudah terlalu banyak berkorban untuk keluarga kita, Yun. Jangan sampai pengorbanan kakak kamu sia-sia,"ujar ibu Yuniar memberi nasehat.
"Iya, Bu. Aku mengerti. Karena itulah aku berniat bekerja sambil kuliah. Aku tidak ingin terlalu membebani kakak. Aku janji, kuliahku tidak akan terganggu karena pekerjaan ku,"ucap Yuniar meyakinkan.
"Memangnya, apa pekerjaan kamu?"
"Pekerjaan aku merawat orang lumpuh, Bu,"
"Orang lumpuh? Yang lumpuh apanya? Sudah tua atau masih muda? Laki-laki atau perempuan?"cecar ibu Yuniar terlihat sangat penasaran.
"Dia laki-laki, Bu. Umurnya... Mungkin antara dua puluh delapan sampai tiga puluh tahunan. Kakinya lumpuh karena kecelakaan,"sahut Yuniar yang sebenarnya merasa bersalah membohongi ibunya seperti itu. Tapi, Yuniar tidak punya pilihan lain.
"Apa dia sudah memiliki istri?"tanya ibu Yuniar lagi.
"Sudah, Bu,"sahut Yuniar jujur, karena Yuniar lah istrinya.
"Sudah punya istri. Tapi masih membutuhkan orang lain untuk merawatnya. Memangnya apa pekerjaan istrinya?"
"Aku tidak mau mengurusi kehidupan pribadi orang lain, Bu. Aku hanya bekerja di sana,"sahut Yuniar yang tidak ingin ibunya bertanya lebih banyak lagi yang akan membuat dirinya menjadi terpojok dan harus berbohong lebih banyak lagi.
"Lalu, jam berapa kamu mulai bekerja?"
"Aku akan tinggal di rumah Tuan mulai besok pagi, Bu,"
"Apa? Jadi, selama kamu bekerja di sana, kamu akan tinggal di sana?"ibu Yuniar nampak terkejut mendengar Yuniar akan tinggal di tempatnya bekerja.
"Iya, Bu,"sahut Yuniar dengan ekspresi setenang mungkin,"Izinkan aku, ya, Bu? Biar aku bisa mandiri dan tidak terlalu banyak membebani kakak. Kita sudah terlalu banyak berhutang budi pada kakak. Biaya hidup kita, kuliah ku dan sekolah adik-adik ku, semua di tanggung oleh kakak. Biarkan aku sedikit mengurangi beban kakak, Bu,"bujuk Yuniar.
Ibu Yuniar menghela napas panjang mendengar kata-kata Yuniar. Benar kata Yuniar, selama ini mereka selalu bergantung pada putri angkatnya. Walaupun putri angkatnya tidak pernah mengeluh menghidupi mereka sekeluarga. Tapi ibu Yuniar merasa tidak enak hati, jika terus-menerus menjadi beban putri angkatnya. Lagi pula, dengan bekerja, mungkin Yuniar akan belajar hidup mandiri.
"Baiklah. Tapi, kamu harus tetap kuliah. Dan harus mendapatkan gelar sarjana dengan nilai yang baik,"sahut ibu Yuniar setelah berpikir matang.
"Terimakasih, Bu. Aku janji akan lulus kuliah dengan nilai yang baik,"ucap Yuniar dengan senyuman lebar memeluk ibunya. Namun sesaat kemudian senyuman itu memudar.
"Maafkan aku, Bu. Aku berbohong pada ibu. Aku bahkan menikah tanpa meminta restu dari ibu,"gumam Yuniar dalam hati. Yuniar kembali memasang senyum lebar dan melerai pelukannya dengan ibunya.
"Kalau begitu, aku akan menyiapkan barang-barang ku dulu, ya, Bu? Besok pagi, aku sudah mulai bekerja,"ucap Yuniar yang memang harus menyiapkan semua barang yang harus di bawanya ke rumah Aiden.
"Iya. Apa perlu ibu bantu?"
"Tidak perlu, Bu. Aku bisa menyiapkan semuanya sendiri. Ibu istirahat saja. Sudah malam,"ucap Yuniar dengan seulas senyum
"Baiklah,"sahut ibu Yuniar menghela napas panjang.
Yuniar melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk mengemas barang-barang yang akan di bawanya.
"Mulai besok, aku akan tinggal bersama Tuan Aiden sebagai istrinya. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Tuan Aiden. Karena kami sudah terikat janji suci sebuah pernikahan,"gumam Yuniar dalam hati sambil mengemasi barang-barangnya.
...🌟"Ada kebohongan untuk kebaikan, ada pula kebohongan untuk penipuan. Namun, untuk alasan apapun sebuah kebohongan, kebohongan tetaplah kebohongan yang tidak bisa dibenarkan."...
"Jangan pernah membohongi orang yang mempercayaimu. Karena sebuah kepercayaan tidak mudah dibangun, tapi bisa hancur dengan satu kebohongan."🌟
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Pisces97
benar sekali bohong tetap adalah kebohongan sekalipun buat kebaikan
2024-04-08
2
Hinarin
jadi pilih secara acak mau tipe yg kek mana pasti mau aja cewe nya yaa 😅😅
2023-12-29
2
Bundanya Pandu Pharamadina
kalau Miti tahu Yuniar di nikahi siri Aiden gimana yah 🤔
2023-12-08
1