"Kalau begitu, saya akan menikah dengan anda. Agar saya bisa merawat anda sebagai istri anda,"ucap Yuniar tanpa keraguan.
Yuniar sudah bertekad untuk bertanggung jawab merawat Aiden sampai Aiden sembuh. Karena itu, jika Aiden tidak mau di rawat seorang wanita selain istrinya, maka Yuniar bersedia menjadi istri Aiden.
Jika hari ini Aiden tidak menolong dirinya, Yuniar tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya. Mungkin dirinya akan di gilir oleh para pria tadi. Dan karena dirinya, Aiden mengalami kecelakaan hingga menjadi lumpuh. Jadi, Yuniar bersedia menikah dengan Aiden untuk membalas budi sekaligus bertanggung jawab atas kesalahannya.
Dalam mobil tadi, entah apa yang akan terjadi pada dirinya jika Aiden tidak mendekap erat dirinya. Yuniar benar-benar merasa berhutang budi, sekaligus merasa sangat bersalah pada Aiden.
Aiden sempat terkejut mendengar kata-kata Yuniar. Tapi, sesaat kemudian pria itu tertawa hambar.
"Kamu tidak perlu melakukan itu. Pergilah! Aku ingin istirahat,"ucap Aiden, tanpa menatap Yuniar.
"Saya tidak akan pergi. Tuan mengalami kecelakaan hingga lumpuh seperti sekarang karena salah saya. Jadi, saya akan merawat Tuan sebagai bentuk dari tanggung jawab saya pada anda. Lagi pula, anda telah menyelamatkan saya dari para pria tadi. Jadi, saya harus merawat anda sampai anda sembuh,"ucap Yuniar yang kukuh pada pendiriannya.
"Kamu ingin menikah dengan ku karena ingin merawat ku? Karena rasa bersalah dan rasa berhutang budi padaku? Merasa harus bertanggung jawab pada ku?"tanya Aiden tersenyum sinis,"Sebelumnya, aku memang ingin menikah dengan kamu. Bahkan sangat ingin. Tapi, sekarang aku tidak ingin lagi. Aku tidak ingin kamu menikah dengan ku karena rasa bersalah dan hutang budi kamu. Aku tidak ingin menikah dengan orang yang tidak mencintai aku. Jadi, pergilah!""ucap Aiden terdengar datar.
Selama ini, Aiden memang menyukai Yuniar. Bahkan sebelum terjadi kecelakaan tadi, saat akan mengantarkan Yuniar pulang, Aiden juga mengungkapkan bahwa Aiden ingin menikahi Yuniar. Tapi Yuniar tetap menolak dirinya. Dan sekarang setelah mengetahui dirinya lumpuh, Yuniar baru mau menikah dengan dirinya.
Aiden merasa tersinggung dan terhina, sebab Yuniar mau menikah dengan dirinya karena rasa bersalah, dan berhutang budi. Jika keadaan Aiden tidak seperti saat ini, Aiden tidak masalah jika Yuniar menikah dengan dirinya karena rasa bersalah dan berhutang budi. Tapi, dengan keadaannya yang sekarang lumpuh, Aiden jadi tersinggung saat Yuniar bersedia menikah dengan dirinya karena rasa bersalah dan hutang budi.
Apalagi jika melihat Yuniar yang memandang dirinya dengan tatapan kasihan. Sebagai seorang pria dan seorang Casanova, Aiden tidak terima ada gadis yang mau menikah dengan dirinya karena rasa kasihan. Dengan keadaannya yang seperti saat ini, Aiden hanya ingin menikah dengan wanita yang tulus mencintai dirinya.
"Sebenarnya, saya menyukai Tuan. Saya akan belajar untuk mencintai Tuan. Saya berjanji,"ucap Yuniar bersungguh-sungguh.
Sebenarnya Yuniar memang menyukai Aiden. Namun, Yuniar sudah berjanji pada kakaknya tidak akan pacaran sebelum lulus kuliah. Belum lagi karena pesan kakaknya agar berhati-hati dengan pria kaya.
Menurut kakak Yuniar, pria tampan dan berpenampilan menarik itu biasanya para pria yang suka menjerat para wanita. Yuniar tidak boleh tertipu dengan penampilan dan wajah tampan seorang pria. Apalagi, Yuniar mendengar gosip yang beredar di kampusnya bahwa Aiden adalah seorang Casanova.
Yuniar takut jika Aiden hanya akan mempermainkan dirinya. Yuniar juga tidak ingin mengecewakan kakak dan ibunya. Yuniar ingin membuat bangga kakak dan ibunya yang telah banyak berkorban untuk dirinya. Karena itu, Yuniar tidak menanggapi, bahkan menghindari Aiden yang mendekati dirinya
Walaupun jauh di lubuk hatinya, Yuniar mengagumi dan menyukai Aiden. Wajah rupawan, bentuk tubuh proporsional, kaya dan mapan. Gadis mana yang tidak akan menyukai pria seperti itu? Apalagi, selama ini Aiden memang selalu baik pada Yuniar dan tidak pernah melecehkan Yuniar. Walaupun suka menggoda Yuniar setiap kali bertemu.
Tapi, sekarang Yuniar yakin, kakak dan ibunya tidak akan marah jika dirinya menikah dengan Aiden karena ingin membalas budi dan menebus kesalahannya. Karena itu, tekad Yunani untuk menikah dengan Aiden sudah bulat.
"Pergi! Keluar dari ruangan ku! Aku tidak ingin menikah dengan kamu,"ucap Aiden yang kini malah terdengar dingin.
Yuniar yang selalu menolak dan menghindari dirinya tiba-tiba mengatakan menyukai dirinya setelah dirinya lumpuh. Sungguh-sungguh penghinaan besar bagi seorang Casanova seperti dirinya.
"Saya tidak akan pergi. Saya akan tetap berada di sisi Tuan. Tuan harus bertanggung jawab karena Tuan sudah mencuri ciuman pertama saya waktu itu, Jadi, Tuan harus menikahi saya!"ucap Yuniar tetap kukuh pada pendiriannya.
"Kamu yang mencium aku, bukan aku yang mencium kamu. Kenapa aku harus bertanggung jawab untuk menikahi kamu? Pergi sana!"sergah Aiden.
"Saya tidak akan pergi. Saya akan berada di sisi Tuan untuk merawat Tuan,"ucap Yuniar yang tetap keras kepala.
Aiden mengusap wajahnya kasar. Pria itu kemudian menghubungi seseorang.
"Ada orang yang menganggu aku istirahat. Tolong keluarkan dia dari ruangan ku,"ucap Aiden pada seseorang dalam sambungan telepon, lalu mengakhiri panggilannya. Setelah itu, Aiden kembali menghubungi seseorang.
"Halo! Tempatkan bodyguard di depan ruangan rawat ku! Jangan biarkan ada orang yang masuk ke ruanganku tanpa izin dari ku. Kecuali petugas medis,"ucap Aiden kemudian menutup teleponnya.
"Saya tidak akan pergi walaupun Tuan mengusir saya,"ucap Yuniar masih kukuh pada pendiriannya. Walaupun Yuniar mendengar Aiden ingin menempatkan bodyguard untuk berjaga di depan ruangan rawatnya dan tidak mengizinkan siapapun masuk tanpa izin dari Aiden. Yuniar tidak akan berubah pikiran.
Untuk beberapa menit Aiden dan Yuniar sama-sama diam. Terhanyut dengan pemikiran mereka masing-masing.
"Aku tidak menyangka jika dia adalah gadis yang sangat keras kepala. Tapi, setelah aku usir, dia pasti tidak akan kembali lagi. Apalagi aku akan menempatkan bodyguard di depan ruangan ku. Dia tidak akan bisa masuk tanpa izin dari ku,"gumam Aiden dalam hati, melirik Yuniar yang berdiri di samping ranjang tempatnya berbaring dengan kepala yang tertunduk.
"Bagaimana pun, aku tidak akan pergi. Aku tidak mau dihantui rasa bersalah karena telah membuat orang lain cacat,"gumam Yuniar dalam hati.
"Ceklek "
Pintu ruangan itu terbuka dan terlihat Fina muncul dari balik pintu itu
"Siapa yang menganggu waktu istirahat kamu?"tanya Fina setelah membuka pintu.
"Dia! Suruh dia pergi!"ucap Aiden menunjuk pada Yuniar.
Fina mengernyitkan keningnya menatap Yuniar. Gadis muda yang terlihat polos, tapi cantik, mengenakan baju rumah sakit.
"Sepertinya kamu juga pasien di rumah sakit ini. Kembalilah ke ruangan kamu!"ucap Fina lembut.
"Saya akan tetap di sini bersama Tuan Aiden,"sahut Yuniar.
"Seret dia keluar dari ruangan ku!"titah Aiden pada Fina.
"Saya tidak akan pergi walaupun Tuan mengusir saya. Saya akan berada di sisi Tuan selamanya,"sahut Yuniar kukuh pada pendiriannya.
"Kamu tidak perlu menikah dengan ku hanya karena rasa kasihan. Aku tidak butuh!"ketus Aiden membuat Fina kembali mengernyitkan keningnya.
"Saya benar-benar ingin menikah dengan Tuan, karena saya menyukai Tuan,"ucap Yuniar jujur adanya. Tidak mungkin Yuniar tidak menyukai orang yang sudah menyelamatkan dirinya berkali-kali.
"Bull shiitt! Dari kemarin kamu menolak ku. Setelah aku cacat, kamu baru mau menikah dengan ku. Aku tidak butuh rasa kasihan dari mu! Seret dia keluar!"sergah Aiden merasa kesal.
"Saya tidak akan pergi jika Tuan tidak menikahi saya!"
Fina menghela napas mendengar perdebatan dua orang itu. Wanita itu memijit pelipisnya sendiri, merasa pusing mendengar perdebatan dua orang beda usia dan beda jenis kelaminn itu.
"Fin! Kenapa diam saja? Seret dia keluar dari sini!"teriak Aiden pada Fina.
"Dokter, Tuan Aiden telah mengambil ciuman pertama saya. Dia terus mengejar-ngejar saya. Dia terus merayu saya untuk menjadi istri nya. Dia bahkan pernah membawa saya ke hotel. Dan sekarang, dia malah ingin mencampakkan saya,"adu Yuniar dengan ekspresi wajah sedih.
Mendengar kata-kata Yuniar, Fina pun terkejut dan langsung menatap Aiden, seolah ingin mendapatkan jawaban dari Aiden.
"Jangan bicara sembarangan! Kamu yang mencium aku. Aku tidak melakukan apapun padamu saat di hotel,"tampik Aiden atas pernyataan Yuniar.
"Sial! Gadis ini terlihat polos, namun nyatanya licik,"umpat Aiden dalam hati merasa kesal.
"Tuan harus bertanggung jawab dan menikahi saya!"ucap Yuniar keras kepala.
"Astagaa.. Kenapa aku bisa terjebak di antara sepasang kekasih yang sama-sama keras kepala ini?"gumam Fina membuang napas kasar.
"Fin! Bawa dia keluar!"teriak Aiden.
"Sebaiknya kalian selesaikan masalah kalian sendiri. Jangan melibatkan aku! Aku masih banyak pekerjaan,"ucap Fina kemudian beranjak pergi dari ruangan itu.
...🌟"Harga diri dan ego yang terlalu tinggi bisa merugikan diri sendiri dan mendatangkan penyesalan di kemudian hari."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Pisces97
cocok lho Fin mereka berdua sama² gengsian 🤭😂
2024-04-08
1
Imas Jubaedah
udah kan keras kepala,dua2 nya juga suka sama suka tapi gengsi,, urakan thor,..... hehehe
2024-01-10
1
Monica
biarin mereka berdua mumet berjama'ah ya Fin..lgian sama² keras kepala🤭🤭
2023-12-22
3