4. Sama-sama Keras Kepala

"Kalau begitu, saya akan menikah dengan anda. Agar saya bisa merawat anda sebagai istri anda,"ucap Yuniar tanpa keraguan.

Yuniar sudah bertekad untuk bertanggung jawab merawat Aiden sampai Aiden sembuh. Karena itu, jika Aiden tidak mau di rawat seorang wanita selain istrinya, maka Yuniar bersedia menjadi istri Aiden.

Jika hari ini Aiden tidak menolong dirinya, Yuniar tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya. Mungkin dirinya akan di gilir oleh para pria tadi. Dan karena dirinya, Aiden mengalami kecelakaan hingga menjadi lumpuh. Jadi, Yuniar bersedia menikah dengan Aiden untuk membalas budi sekaligus bertanggung jawab atas kesalahannya.

Dalam mobil tadi, entah apa yang akan terjadi pada dirinya jika Aiden tidak mendekap erat dirinya. Yuniar benar-benar merasa berhutang budi, sekaligus merasa sangat bersalah pada Aiden.

Aiden sempat terkejut mendengar kata-kata Yuniar. Tapi, sesaat kemudian pria itu tertawa hambar.

"Kamu tidak perlu melakukan itu. Pergilah! Aku ingin istirahat,"ucap Aiden, tanpa menatap Yuniar.

"Saya tidak akan pergi. Tuan mengalami kecelakaan hingga lumpuh seperti sekarang karena salah saya. Jadi, saya akan merawat Tuan sebagai bentuk dari tanggung jawab saya pada anda. Lagi pula, anda telah menyelamatkan saya dari para pria tadi. Jadi, saya harus merawat anda sampai anda sembuh,"ucap Yuniar yang kukuh pada pendiriannya.

"Kamu ingin menikah dengan ku karena ingin merawat ku? Karena rasa bersalah dan rasa berhutang budi padaku? Merasa harus bertanggung jawab pada ku?"tanya Aiden tersenyum sinis,"Sebelumnya, aku memang ingin menikah dengan kamu. Bahkan sangat ingin. Tapi, sekarang aku tidak ingin lagi. Aku tidak ingin kamu menikah dengan ku karena rasa bersalah dan hutang budi kamu. Aku tidak ingin menikah dengan orang yang tidak mencintai aku. Jadi, pergilah!""ucap Aiden terdengar datar.

Selama ini, Aiden memang menyukai Yuniar. Bahkan sebelum terjadi kecelakaan tadi, saat akan mengantarkan Yuniar pulang, Aiden juga mengungkapkan bahwa Aiden ingin menikahi Yuniar. Tapi Yuniar tetap menolak dirinya. Dan sekarang setelah mengetahui dirinya lumpuh, Yuniar baru mau menikah dengan dirinya.

Aiden merasa tersinggung dan terhina, sebab Yuniar mau menikah dengan dirinya karena rasa bersalah, dan berhutang budi. Jika keadaan Aiden tidak seperti saat ini, Aiden tidak masalah jika Yuniar menikah dengan dirinya karena rasa bersalah dan berhutang budi. Tapi, dengan keadaannya yang sekarang lumpuh, Aiden jadi tersinggung saat Yuniar bersedia menikah dengan dirinya karena rasa bersalah dan hutang budi.

Apalagi jika melihat Yuniar yang memandang dirinya dengan tatapan kasihan. Sebagai seorang pria dan seorang Casanova, Aiden tidak terima ada gadis yang mau menikah dengan dirinya karena rasa kasihan. Dengan keadaannya yang seperti saat ini, Aiden hanya ingin menikah dengan wanita yang tulus mencintai dirinya.

"Sebenarnya, saya menyukai Tuan. Saya akan belajar untuk mencintai Tuan. Saya berjanji,"ucap Yuniar bersungguh-sungguh.

Sebenarnya Yuniar memang menyukai Aiden. Namun, Yuniar sudah berjanji pada kakaknya tidak akan pacaran sebelum lulus kuliah. Belum lagi karena pesan kakaknya agar berhati-hati dengan pria kaya.

Menurut kakak Yuniar, pria tampan dan berpenampilan menarik itu biasanya para pria yang suka menjerat para wanita. Yuniar tidak boleh tertipu dengan penampilan dan wajah tampan seorang pria. Apalagi, Yuniar mendengar gosip yang beredar di kampusnya bahwa Aiden adalah seorang Casanova.

Yuniar takut jika Aiden hanya akan mempermainkan dirinya. Yuniar juga tidak ingin mengecewakan kakak dan ibunya. Yuniar ingin membuat bangga kakak dan ibunya yang telah banyak berkorban untuk dirinya. Karena itu, Yuniar tidak menanggapi, bahkan menghindari Aiden yang mendekati dirinya

Walaupun jauh di lubuk hatinya, Yuniar mengagumi dan menyukai Aiden. Wajah rupawan, bentuk tubuh proporsional, kaya dan mapan. Gadis mana yang tidak akan menyukai pria seperti itu? Apalagi, selama ini Aiden memang selalu baik pada Yuniar dan tidak pernah melecehkan Yuniar. Walaupun suka menggoda Yuniar setiap kali bertemu.

Tapi, sekarang Yuniar yakin, kakak dan ibunya tidak akan marah jika dirinya menikah dengan Aiden karena ingin membalas budi dan menebus kesalahannya. Karena itu, tekad Yunani untuk menikah dengan Aiden sudah bulat.

"Pergi! Keluar dari ruangan ku! Aku tidak ingin menikah dengan kamu,"ucap Aiden yang kini malah terdengar dingin.

Yuniar yang selalu menolak dan menghindari dirinya tiba-tiba mengatakan menyukai dirinya setelah dirinya lumpuh. Sungguh-sungguh penghinaan besar bagi seorang Casanova seperti dirinya.

"Saya tidak akan pergi. Saya akan tetap berada di sisi Tuan. Tuan harus bertanggung jawab karena Tuan sudah mencuri ciuman pertama saya waktu itu, Jadi, Tuan harus menikahi saya!"ucap Yuniar tetap kukuh pada pendiriannya.

"Kamu yang mencium aku, bukan aku yang mencium kamu. Kenapa aku harus bertanggung jawab untuk menikahi kamu? Pergi sana!"sergah Aiden.

"Saya tidak akan pergi. Saya akan berada di sisi Tuan untuk merawat Tuan,"ucap Yuniar yang tetap keras kepala.

Aiden mengusap wajahnya kasar. Pria itu kemudian menghubungi seseorang.

"Ada orang yang menganggu aku istirahat. Tolong keluarkan dia dari ruangan ku,"ucap Aiden pada seseorang dalam sambungan telepon, lalu mengakhiri panggilannya. Setelah itu, Aiden kembali menghubungi seseorang.

"Halo! Tempatkan bodyguard di depan ruangan rawat ku! Jangan biarkan ada orang yang masuk ke ruanganku tanpa izin dari ku. Kecuali petugas medis,"ucap Aiden kemudian menutup teleponnya.

"Saya tidak akan pergi walaupun Tuan mengusir saya,"ucap Yuniar masih kukuh pada pendiriannya. Walaupun Yuniar mendengar Aiden ingin menempatkan bodyguard untuk berjaga di depan ruangan rawatnya dan tidak mengizinkan siapapun masuk tanpa izin dari Aiden. Yuniar tidak akan berubah pikiran.

Untuk beberapa menit Aiden dan Yuniar sama-sama diam. Terhanyut dengan pemikiran mereka masing-masing.

"Aku tidak menyangka jika dia adalah gadis yang sangat keras kepala. Tapi, setelah aku usir, dia pasti tidak akan kembali lagi. Apalagi aku akan menempatkan bodyguard di depan ruangan ku. Dia tidak akan bisa masuk tanpa izin dari ku,"gumam Aiden dalam hati, melirik Yuniar yang berdiri di samping ranjang tempatnya berbaring dengan kepala yang tertunduk.

"Bagaimana pun, aku tidak akan pergi. Aku tidak mau dihantui rasa bersalah karena telah membuat orang lain cacat,"gumam Yuniar dalam hati.

"Ceklek "

Pintu ruangan itu terbuka dan terlihat Fina muncul dari balik pintu itu

"Siapa yang menganggu waktu istirahat kamu?"tanya Fina setelah membuka pintu.

"Dia! Suruh dia pergi!"ucap Aiden menunjuk pada Yuniar.

Fina mengernyitkan keningnya menatap Yuniar. Gadis muda yang terlihat polos, tapi cantik, mengenakan baju rumah sakit.

"Sepertinya kamu juga pasien di rumah sakit ini. Kembalilah ke ruangan kamu!"ucap Fina lembut.

"Saya akan tetap di sini bersama Tuan Aiden,"sahut Yuniar.

"Seret dia keluar dari ruangan ku!"titah Aiden pada Fina.

"Saya tidak akan pergi walaupun Tuan mengusir saya. Saya akan berada di sisi Tuan selamanya,"sahut Yuniar kukuh pada pendiriannya.

"Kamu tidak perlu menikah dengan ku hanya karena rasa kasihan. Aku tidak butuh!"ketus Aiden membuat Fina kembali mengernyitkan keningnya.

"Saya benar-benar ingin menikah dengan Tuan, karena saya menyukai Tuan,"ucap Yuniar jujur adanya. Tidak mungkin Yuniar tidak menyukai orang yang sudah menyelamatkan dirinya berkali-kali.

"Bull shiitt! Dari kemarin kamu menolak ku. Setelah aku cacat, kamu baru mau menikah dengan ku. Aku tidak butuh rasa kasihan dari mu! Seret dia keluar!"sergah Aiden merasa kesal.

"Saya tidak akan pergi jika Tuan tidak menikahi saya!"

Fina menghela napas mendengar perdebatan dua orang itu. Wanita itu memijit pelipisnya sendiri, merasa pusing mendengar perdebatan dua orang beda usia dan beda jenis kelaminn itu.

"Fin! Kenapa diam saja? Seret dia keluar dari sini!"teriak Aiden pada Fina.

"Dokter, Tuan Aiden telah mengambil ciuman pertama saya. Dia terus mengejar-ngejar saya. Dia terus merayu saya untuk menjadi istri nya. Dia bahkan pernah membawa saya ke hotel. Dan sekarang, dia malah ingin mencampakkan saya,"adu Yuniar dengan ekspresi wajah sedih.

Mendengar kata-kata Yuniar, Fina pun terkejut dan langsung menatap Aiden, seolah ingin mendapatkan jawaban dari Aiden.

"Jangan bicara sembarangan! Kamu yang mencium aku. Aku tidak melakukan apapun padamu saat di hotel,"tampik Aiden atas pernyataan Yuniar.

"Sial! Gadis ini terlihat polos, namun nyatanya licik,"umpat Aiden dalam hati merasa kesal.

"Tuan harus bertanggung jawab dan menikahi saya!"ucap Yuniar keras kepala.

"Astagaa.. Kenapa aku bisa terjebak di antara sepasang kekasih yang sama-sama keras kepala ini?"gumam Fina membuang napas kasar.

"Fin! Bawa dia keluar!"teriak Aiden.

"Sebaiknya kalian selesaikan masalah kalian sendiri. Jangan melibatkan aku! Aku masih banyak pekerjaan,"ucap Fina kemudian beranjak pergi dari ruangan itu.

...🌟"Harga diri dan ego yang terlalu tinggi bisa merugikan diri sendiri dan mendatangkan penyesalan di kemudian hari."🌟...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

cocok lho Fin mereka berdua sama² gengsian 🤭😂

2024-04-08

1

Imas Jubaedah

Imas Jubaedah

udah kan keras kepala,dua2 nya juga suka sama suka tapi gengsi,, urakan thor,..... hehehe

2024-01-10

1

Monica

Monica

biarin mereka berdua mumet berjama'ah ya Fin..lgian sama² keras kepala🤭🤭

2023-12-22

3

lihat semua
Episodes
1 1. Di Hadang
2 2. Hanya Terimakasih ?
3 3. Tekad Bulat
4 4. Sama-sama Keras Kepala
5 5. Persentase
6 6. Dengan Syarat
7 7. Perjanjian Pra Nikah
8 8. Menyerah
9 9. Berbohong
10 10. Di Awasi
11 11. Pelayan Berambut Pendek
12 12. Malu
13 13. Berlagak Seperti Nyonya
14 14. Adik Aiden
15 15. Mencari Muka
16 16. Menarik
17 17. Alam Mendukung
18 18. Dari Mana Dia Tahu?
19 19. Berapa Harus Mengganti?
20 20. Senang Menggoda
21 21. Keinginan.
22 22. Sadar
23 23. Tidak Apa-apa
24 24. Bertekad
25 25. Dibalikkan
26 26. Merasa Berhasil
27 27. Aroma Kecemburuan
28 28. Membangkang
29 29. Hasil Lab
30 30. Secerah Harapan
31 31. Demi Aiden
32 32. Asumsi
33 33. Kedua
34 34. Tidak Rela
35 35. Rekaman
36 36. Memutar Balikkan Fakta
37 37. Merasa Bersalah
38 38. Pamit
39 39. Berat Hati
40 40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41 41. Menilai
42 42. Bahagia
43 43. Cemburu, Ya?
44 44. Salah Bicara
45 45. Untung Saja
46 46. Menghindar
47 47. By
48 48. Dilema
49 49. Modus
50 50. Mengganjal
51 51. Nampak Enggan
52 52. Belum Siap
53 53. Mengantisipasi
54 54. Was-was dan Bimbang
55 55. Belum Sadar
56 56. Rendah Diri
57 57. Terkejut Dan Penasaran
58 58. Kenapa?
59 59. Jaga Hatimu!
60 60. Sesak
61 61. Karena Kamu
62 62. Kalut
63 63. Lain Kali
64 64. Magang
65 65. Menguping
66 66. Sudah Terlanjur
67 67. Latihan Ganda
68 68. Bersikap Profesional
69 69. Idaman Banget
70 70. Memilih Mengalah
71 71. MBA
72 72. Biarkan Saja
73 73. Unfaedah
74 74. Mengancam
75 75. Jika
76 76. Hanya Milikku
77 77. Suka Yang Lokal
78 78. Saran
79 79. Bekal
80 80. Malu
81 81. Formal
82 82. Mengamuk
83 83. Kamu Pantas
84 84. Tidak Berani
85 85. Meminta Bantuan
86 86. Merasa Masuk Perangkap
87 87. Emosi
88 88. Menyesal
89 89. Tidak Becus
90 90. Berpura-pura
91 91. Membantu
92 92. Diam
93 93. Merendahkan
94 94. Berniat Kabur
95 95. Kapan Bahagia?
96 96. Berita
97 97. Sedih Atau Bahagia?
98 98. Memprovokasi
99 99. Buktikan!
100 100. Cara Membujuk
101 101. Pingsan
102 102. Merasa Dikhianati
103 103. Apa Salah?
104 104. Cerai
105 105. Dengan Syarat
106 106. Solusi Yang Mana?
107 107. Mentah-mentah
108 108. Kepercayaan
109 109. Tidak Mau
110 110. Virus Abadi
111 111. Menjelaskan
112 112. Siapa Yang Datang?
113 113. Mengelola Ekspresi
114 114. Merasa Lega
115 115. Pegang Dia!
116 116. Terlalu Kuat
117 117. Apa Benar ?
118 118. Menyergap
119 119. Dasar Absurd!
120 120. Pisah Kamar
121 121. Sayangnya, Iya.
122 122. Mengunjungi
123 123. Terlalu Memuji
124 124. Perasaan Sebenarnya
125 125. Bicara Dengan Siapa?
126 126. Yang Terakhir
127 127. Resep Dan Novel Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Di Hadang
2
2. Hanya Terimakasih ?
3
3. Tekad Bulat
4
4. Sama-sama Keras Kepala
5
5. Persentase
6
6. Dengan Syarat
7
7. Perjanjian Pra Nikah
8
8. Menyerah
9
9. Berbohong
10
10. Di Awasi
11
11. Pelayan Berambut Pendek
12
12. Malu
13
13. Berlagak Seperti Nyonya
14
14. Adik Aiden
15
15. Mencari Muka
16
16. Menarik
17
17. Alam Mendukung
18
18. Dari Mana Dia Tahu?
19
19. Berapa Harus Mengganti?
20
20. Senang Menggoda
21
21. Keinginan.
22
22. Sadar
23
23. Tidak Apa-apa
24
24. Bertekad
25
25. Dibalikkan
26
26. Merasa Berhasil
27
27. Aroma Kecemburuan
28
28. Membangkang
29
29. Hasil Lab
30
30. Secerah Harapan
31
31. Demi Aiden
32
32. Asumsi
33
33. Kedua
34
34. Tidak Rela
35
35. Rekaman
36
36. Memutar Balikkan Fakta
37
37. Merasa Bersalah
38
38. Pamit
39
39. Berat Hati
40
40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41
41. Menilai
42
42. Bahagia
43
43. Cemburu, Ya?
44
44. Salah Bicara
45
45. Untung Saja
46
46. Menghindar
47
47. By
48
48. Dilema
49
49. Modus
50
50. Mengganjal
51
51. Nampak Enggan
52
52. Belum Siap
53
53. Mengantisipasi
54
54. Was-was dan Bimbang
55
55. Belum Sadar
56
56. Rendah Diri
57
57. Terkejut Dan Penasaran
58
58. Kenapa?
59
59. Jaga Hatimu!
60
60. Sesak
61
61. Karena Kamu
62
62. Kalut
63
63. Lain Kali
64
64. Magang
65
65. Menguping
66
66. Sudah Terlanjur
67
67. Latihan Ganda
68
68. Bersikap Profesional
69
69. Idaman Banget
70
70. Memilih Mengalah
71
71. MBA
72
72. Biarkan Saja
73
73. Unfaedah
74
74. Mengancam
75
75. Jika
76
76. Hanya Milikku
77
77. Suka Yang Lokal
78
78. Saran
79
79. Bekal
80
80. Malu
81
81. Formal
82
82. Mengamuk
83
83. Kamu Pantas
84
84. Tidak Berani
85
85. Meminta Bantuan
86
86. Merasa Masuk Perangkap
87
87. Emosi
88
88. Menyesal
89
89. Tidak Becus
90
90. Berpura-pura
91
91. Membantu
92
92. Diam
93
93. Merendahkan
94
94. Berniat Kabur
95
95. Kapan Bahagia?
96
96. Berita
97
97. Sedih Atau Bahagia?
98
98. Memprovokasi
99
99. Buktikan!
100
100. Cara Membujuk
101
101. Pingsan
102
102. Merasa Dikhianati
103
103. Apa Salah?
104
104. Cerai
105
105. Dengan Syarat
106
106. Solusi Yang Mana?
107
107. Mentah-mentah
108
108. Kepercayaan
109
109. Tidak Mau
110
110. Virus Abadi
111
111. Menjelaskan
112
112. Siapa Yang Datang?
113
113. Mengelola Ekspresi
114
114. Merasa Lega
115
115. Pegang Dia!
116
116. Terlalu Kuat
117
117. Apa Benar ?
118
118. Menyergap
119
119. Dasar Absurd!
120
120. Pisah Kamar
121
121. Sayangnya, Iya.
122
122. Mengunjungi
123
123. Terlalu Memuji
124
124. Perasaan Sebenarnya
125
125. Bicara Dengan Siapa?
126
126. Yang Terakhir
127
127. Resep Dan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!