16. Menarik

Mendengar pertanyaan Aurora tentang bagaimana Aiden dan Yuniar bertemu, sepasang suami-isteri yang menyembunyikan statusnya itu pun teringat pada kisah pertemuan pertama mereka. Pertemuan yang tidak di sengaja dan tidak terduga.

Pertemuan yang membuat Aiden langsung tertarik pada Yuniar dan membuat Yuniar sempat terpesona pada Aiden.

Waktu itu Yuniar pergi ke mall sendirian untuk membeli beberapa barang yang diperlukan untuk tugas kuliahnya.

Sedangkan Aiden pergi ke mall yang sama dengan Yuniar untuk mensurvei mall miliknya itu yang akhir-akhir ini terdeteksi ada penggelapan dana. Roni, asisten Aiden mengekor di belakang majikannya. Setelah melakukan audit dadakan akhirnya Aiden menyelidiki beberapa orang yang diperkirakan telah menggelapkan uang miliknya saat itu juga. Sehingga tidak ada seorang pun yang berhasil menyelamatkan diri.

Setelah selesai mengurus masalah itu, Aiden pun berniat kembali ke kantornya. Namun saat Aiden berada di pintu keluar mall itu. Tiba-tiba segerombolan pemuda masuk sambil berlari mengejar teman mereka yang masuk lebih dulu.

"Brukk"

"Akkhh"pekik seorang gadis yang ditabrak segerombolan pemuda tadi.

"Hei! Hati-hati!"teriak Aiden pada segerombolan pemuda yang menabrak gadis itu. Aiden pun langsung menangkap tubuh gadis yang hampir terjatuh itu. Pria itu menatap gadis di dalam pelukannya yang wajahnya terlihat natural dengan bibir yang berwarna pink itu.

"Maaf!"ucap gadis yang tak lain adalah Yuniar. Gadis itu terlihat gugup dan bergegas menjauh dari Aiden. Apalagi saat menyadari Aiden sedang menatap wajahnya.

"Akkh!"

"Hei! Hati-hati!"ucap Aiden kembali menangkap tubuh gadis yang hampir terjatuh lagi itu. Namun Yuniar nampak enggan di sentuh oleh Aiden, bahkan terlihat sedikit takut. Yuniar kembali menjauhkan diri dari Aiden sambil meringis menahan sakit di pergelangan kakinya.

"Terimakasih sudah menolong saya,"ucap Yuniar sedikit menunduk hormat pada Aiden.

"Kakiku sakit sekali, sepertinya kakiku terkilir. Bagaimana ini?"gumam Yuniar kemudian menatap ke sekelilingnya.

"Kak! Bisa tolong saya?"ucap Yuniar pada seorang wanita yang memakai seragam cleaning service yang kebetulan lewat di dekatnya.

"Iya. Apa yang bisa saya bantu?"tanya cleaning service itu.

"Bisa tolong papah saya sampai ke depan? Sepertinya, kaki saya terkilir,"ucap Yuniar dengan tatapan penuh permohonan pada cleaning service itu.

Sekilas cleaning service itu menatap Aiden yang nampak mengernyitkan keningnya, lalu kembali menatap Yuniar dengan senyuman tipis di bibirnya dan mengangguk kecil pada Yuniar. Yuniar pun merasa senang saat cleaning service itu mau membantunya.

"Sekali lagi, terimakasih, Tuan!"ucap Yuniar sopan, kemudian pergi bersama cleaning service tadi.

"Hemm.. gadis itu nampak enggan aku sentuh. Bahkan lebih suka meminta tolong pada orang lain dari pada meminta tolong kepada ku. Aku penasaran, kenapa dia bersikap seperti itu,"gumam Aiden dalam hati. Menatap Yuniar yang berjalan tertatih di papah oleh cleaning service tadi.

Roni tersenyum penuh arti melirik ekspresi majikannya saat melihat gadis yang baru saja pergi itu. Gadis yang terlihat sederhana, tapi terlihat cantik dan enggan di sentuh majikannya. Tidak seperti gadis lain yang selalu mencari dan mengambil kesempatan jika terjadi kejadian seperti barusan.

Yuniar sudah berjanji pada kakaknya untuk belajar yang benar dan tidak boleh pacaran. Yuniar juga ingat kata-kata kakaknya yang sering mengatakan agar dirinya menghindar dari pria yang terlihat kaya. Karena takut adiknya yang polos itu di jerat para pria hidung belang.

"A.. a.. apa.. "

"Plak"

"Apa Tuan tertarik mencari informasi tentang gadis itu?"tanya Roni setelah Aiden menepuk pundaknya.

Roni ingin majikannya itu memiliki seorang pendamping hidup seperti majikan Andi, teman satu panti asuhan dengannya, sekaligus sahabatnya.

Jujur, Roni merasa sedih melihat Aiden yang terlihat kesepian. Apalagi akhir-akhir ini, Aiden sudah tidak lagi bermain perempuan dan hanya fokus pada pekerjaannya. Aiden juga masih terus mencari keberadaan adiknya yang sampai saat ini belum juga ada petunjuknya.

"Boleh juga. Aku jadi penasaran padanya. Biasanya para gadis selalu mencari kesempatan untuk mendekati aku. Tapi, dia malah terlihat enggan aku sentuh bahkan terlihat sedikit takut. Dia masih perawan,"ujar Aiden tersenyum tipis masih menatap Yuniar yang semakin menjauh.

Bagi seorang Casanova seperti Aiden, tidak sulit untuk membedakan mana gadis yang masih perawan dan mana gadis yang sudah tidak perawan. Walaupun hanya melihat dari bentuk tubuhnya saja.

Roni hanya bisa menghela napas panjang mendengar kata-kata majikannya. Entah bagaimana caranya majikannya itu bisa membedakan mana gadis yang masih perawan dan mana gadis yang sudah tidak perawan hanya dengan melihat bentuk tubuhnya saja.

Yuniar memesan taksi online untuk pulang. Pergelangan kaki gadis itu nampak bengkak.

"Pria tadi sangat tampan. Tapi, kata kakak, yang tampan dan berpenampilan menarik itu biasanya para pria yang suka menjerat para wanita. Jadi, aku tidak boleh tertipu dengan penampilan dan wajah tampan seorang pria. Lagi pula, aku harus fokus pada kuliahku. Tidak boleh memikirkan pria, apalagi sampai menyukai seorang pria dan pacaran. Kakak sudah mengorbankan diri untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang layak untuk kami semua. Aku harus bisa membuat kakak bangga. Aku tidak boleh membuat kakak kecewa,"gumam Yuniar dalam hati penuh tekad.

Gadis itu sudah dicuci otaknya oleh kakaknya agar berhati-hati pada pria. Apalagi pria yang berpenampilan seperti orang kaya. Entah apalagi yang sudah ditanamkan kakak gadis itu pada adiknya itu. Hingga gadis itu sangat berhati-hati jika didekati makhluk yang namanya laki-laki.

Bukan tanpa alasan kakak Yuniar mencuci otak Yuniar sedemikian rupa. Semua itu karena kakak Yuniar yang bernama Sumi sangat menyayangi adiknya.

Sumi sendiri adalah mantan kupu-kupu malam. Sumi menjadi kupu-kupu malam karena ditipu orang yang katanya ingin memberikan pekerjaan yang bagus di kota. Tapi Sumi malah berakhir di jual sebagai kupu-kupu malam.

Sumi adalah wanita yang menjadi tulang punggung keluarga. Membiayai hidup ibu dan keempat adiknya. Karena itu, Sumi sangat protektif pada adik-adiknya. Hingga mencuci otak Yuniar agar berhati-hati pada pria, terutama pria kaya.

Semua itu dilakukan Sumi semata-mata untuk melindungi adiknya. Mengingat adiknya yang masih polos, karena selama ini tinggal di kampung dan baru di bawanya ke kota itu. Sumi tidak mau adiknya di tipu oleh laki-laki ataupun terjerumus dalam circle yang membawa dampak negatif bagi adiknya.

Roni terus menyelidiki segala hal tentang Yuniar. Entah mengapa Roni merasa kalau Yuniar sangat cocok untuk majikannya. Hingga Roni begitu antusias mengumpulkan semua informasi tentang Yuniar. Semua informasi tentang Yuniar sudah dikantongi Roni dalam waktu singkat.

Hari ini, rencananya Aiden akan datang ke kampus tempat Yuniar menimba ilmu. Dan tentu saja hal itu salah satu trik Aiden untuk tebar pesona demi bisa mendekati Yuniar.

"Bagaimana? Gadis itu hari ini hadir di kampus, 'kan?"tanya Aiden pada Roni seraya merapikan penampilannya.

"Su.. Su.. Sudah, Tuan,"sahut Roni.

Aiden tersenyum cerah. Tidak sabar rasanya bertemu dengan gadis polos yang berhasil menarik hatinya. Karena selama ini Aiden hanya suka bermain-main dengan wanita. Menjadikan para wanita itu sebagai teman ranjangnya tanpa sedikit pun ada rasa cinta. Hanya sebatas memenuhi kebutuhan biologisnya semata.

"Aku akan membuat gadis itu jatuh cinta pada ku. Akan aku menjadikan dia ratu di hatiku dan satu-satunya pendamping hidup ku,"gumam Aiden dalam hati penuh senyuman.

"Apa tuan jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis itu? Tapi, karena gadis itu adalah gadis baik-baik, aku akan mendukung tuan Aiden untuk mendapatkannya. Semoga dengan mendapatkan gadis itu, tuan Aiden benar-benar berhenti menjadi seorang Casanova,"gumam Roni dalam hati penuh harap.

...🌟"Cinta itu bisa berawal dari ketertarikan dan rasa suka. Dan cinta hanya sebuah kata, sebelum kamu merasakannya."🌟...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

tidak salah Sumi mendoktrin Yuniar berlebih seperti itu wajar dia pernah ditipu karena kepolosan dengan mempercayai orang asing dan Sumi tidak ingin adiknya ditipu daya cukup dia menjadi wanita kotor .
salut prinsip Sumi ini rela menjual tubuhnya demi keluarga dan adik²nya

2024-04-08

1

Monira Mon

Monira Mon

author bisa selesaikan 1 dulu baru buat novel baru. Nanggung baca kupu" .alam belum tuntas. akhirnya ke sini lagi. 🙏

2023-11-27

1

Mr.VANO

Mr.VANO

ak mau menyambut ilmu dg aiden tentang membedakan,perawan atau tdk

2023-11-06

1

lihat semua
Episodes
1 1. Di Hadang
2 2. Hanya Terimakasih ?
3 3. Tekad Bulat
4 4. Sama-sama Keras Kepala
5 5. Persentase
6 6. Dengan Syarat
7 7. Perjanjian Pra Nikah
8 8. Menyerah
9 9. Berbohong
10 10. Di Awasi
11 11. Pelayan Berambut Pendek
12 12. Malu
13 13. Berlagak Seperti Nyonya
14 14. Adik Aiden
15 15. Mencari Muka
16 16. Menarik
17 17. Alam Mendukung
18 18. Dari Mana Dia Tahu?
19 19. Berapa Harus Mengganti?
20 20. Senang Menggoda
21 21. Keinginan.
22 22. Sadar
23 23. Tidak Apa-apa
24 24. Bertekad
25 25. Dibalikkan
26 26. Merasa Berhasil
27 27. Aroma Kecemburuan
28 28. Membangkang
29 29. Hasil Lab
30 30. Secerah Harapan
31 31. Demi Aiden
32 32. Asumsi
33 33. Kedua
34 34. Tidak Rela
35 35. Rekaman
36 36. Memutar Balikkan Fakta
37 37. Merasa Bersalah
38 38. Pamit
39 39. Berat Hati
40 40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41 41. Menilai
42 42. Bahagia
43 43. Cemburu, Ya?
44 44. Salah Bicara
45 45. Untung Saja
46 46. Menghindar
47 47. By
48 48. Dilema
49 49. Modus
50 50. Mengganjal
51 51. Nampak Enggan
52 52. Belum Siap
53 53. Mengantisipasi
54 54. Was-was dan Bimbang
55 55. Belum Sadar
56 56. Rendah Diri
57 57. Terkejut Dan Penasaran
58 58. Kenapa?
59 59. Jaga Hatimu!
60 60. Sesak
61 61. Karena Kamu
62 62. Kalut
63 63. Lain Kali
64 64. Magang
65 65. Menguping
66 66. Sudah Terlanjur
67 67. Latihan Ganda
68 68. Bersikap Profesional
69 69. Idaman Banget
70 70. Memilih Mengalah
71 71. MBA
72 72. Biarkan Saja
73 73. Unfaedah
74 74. Mengancam
75 75. Jika
76 76. Hanya Milikku
77 77. Suka Yang Lokal
78 78. Saran
79 79. Bekal
80 80. Malu
81 81. Formal
82 82. Mengamuk
83 83. Kamu Pantas
84 84. Tidak Berani
85 85. Meminta Bantuan
86 86. Merasa Masuk Perangkap
87 87. Emosi
88 88. Menyesal
89 89. Tidak Becus
90 90. Berpura-pura
91 91. Membantu
92 92. Diam
93 93. Merendahkan
94 94. Berniat Kabur
95 95. Kapan Bahagia?
96 96. Berita
97 97. Sedih Atau Bahagia?
98 98. Memprovokasi
99 99. Buktikan!
100 100. Cara Membujuk
101 101. Pingsan
102 102. Merasa Dikhianati
103 103. Apa Salah?
104 104. Cerai
105 105. Dengan Syarat
106 106. Solusi Yang Mana?
107 107. Mentah-mentah
108 108. Kepercayaan
109 109. Tidak Mau
110 110. Virus Abadi
111 111. Menjelaskan
112 112. Siapa Yang Datang?
113 113. Mengelola Ekspresi
114 114. Merasa Lega
115 115. Pegang Dia!
116 116. Terlalu Kuat
117 117. Apa Benar ?
118 118. Menyergap
119 119. Dasar Absurd!
120 120. Pisah Kamar
121 121. Sayangnya, Iya.
122 122. Mengunjungi
123 123. Terlalu Memuji
124 124. Perasaan Sebenarnya
125 125. Bicara Dengan Siapa?
126 126. Yang Terakhir
127 127. Resep Dan Novel Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Di Hadang
2
2. Hanya Terimakasih ?
3
3. Tekad Bulat
4
4. Sama-sama Keras Kepala
5
5. Persentase
6
6. Dengan Syarat
7
7. Perjanjian Pra Nikah
8
8. Menyerah
9
9. Berbohong
10
10. Di Awasi
11
11. Pelayan Berambut Pendek
12
12. Malu
13
13. Berlagak Seperti Nyonya
14
14. Adik Aiden
15
15. Mencari Muka
16
16. Menarik
17
17. Alam Mendukung
18
18. Dari Mana Dia Tahu?
19
19. Berapa Harus Mengganti?
20
20. Senang Menggoda
21
21. Keinginan.
22
22. Sadar
23
23. Tidak Apa-apa
24
24. Bertekad
25
25. Dibalikkan
26
26. Merasa Berhasil
27
27. Aroma Kecemburuan
28
28. Membangkang
29
29. Hasil Lab
30
30. Secerah Harapan
31
31. Demi Aiden
32
32. Asumsi
33
33. Kedua
34
34. Tidak Rela
35
35. Rekaman
36
36. Memutar Balikkan Fakta
37
37. Merasa Bersalah
38
38. Pamit
39
39. Berat Hati
40
40. Mengagumi Tanpa Memiliki
41
41. Menilai
42
42. Bahagia
43
43. Cemburu, Ya?
44
44. Salah Bicara
45
45. Untung Saja
46
46. Menghindar
47
47. By
48
48. Dilema
49
49. Modus
50
50. Mengganjal
51
51. Nampak Enggan
52
52. Belum Siap
53
53. Mengantisipasi
54
54. Was-was dan Bimbang
55
55. Belum Sadar
56
56. Rendah Diri
57
57. Terkejut Dan Penasaran
58
58. Kenapa?
59
59. Jaga Hatimu!
60
60. Sesak
61
61. Karena Kamu
62
62. Kalut
63
63. Lain Kali
64
64. Magang
65
65. Menguping
66
66. Sudah Terlanjur
67
67. Latihan Ganda
68
68. Bersikap Profesional
69
69. Idaman Banget
70
70. Memilih Mengalah
71
71. MBA
72
72. Biarkan Saja
73
73. Unfaedah
74
74. Mengancam
75
75. Jika
76
76. Hanya Milikku
77
77. Suka Yang Lokal
78
78. Saran
79
79. Bekal
80
80. Malu
81
81. Formal
82
82. Mengamuk
83
83. Kamu Pantas
84
84. Tidak Berani
85
85. Meminta Bantuan
86
86. Merasa Masuk Perangkap
87
87. Emosi
88
88. Menyesal
89
89. Tidak Becus
90
90. Berpura-pura
91
91. Membantu
92
92. Diam
93
93. Merendahkan
94
94. Berniat Kabur
95
95. Kapan Bahagia?
96
96. Berita
97
97. Sedih Atau Bahagia?
98
98. Memprovokasi
99
99. Buktikan!
100
100. Cara Membujuk
101
101. Pingsan
102
102. Merasa Dikhianati
103
103. Apa Salah?
104
104. Cerai
105
105. Dengan Syarat
106
106. Solusi Yang Mana?
107
107. Mentah-mentah
108
108. Kepercayaan
109
109. Tidak Mau
110
110. Virus Abadi
111
111. Menjelaskan
112
112. Siapa Yang Datang?
113
113. Mengelola Ekspresi
114
114. Merasa Lega
115
115. Pegang Dia!
116
116. Terlalu Kuat
117
117. Apa Benar ?
118
118. Menyergap
119
119. Dasar Absurd!
120
120. Pisah Kamar
121
121. Sayangnya, Iya.
122
122. Mengunjungi
123
123. Terlalu Memuji
124
124. Perasaan Sebenarnya
125
125. Bicara Dengan Siapa?
126
126. Yang Terakhir
127
127. Resep Dan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!