Mendengar pertanyaan Aurora tentang bagaimana Aiden dan Yuniar bertemu, sepasang suami-isteri yang menyembunyikan statusnya itu pun teringat pada kisah pertemuan pertama mereka. Pertemuan yang tidak di sengaja dan tidak terduga.
Pertemuan yang membuat Aiden langsung tertarik pada Yuniar dan membuat Yuniar sempat terpesona pada Aiden.
Waktu itu Yuniar pergi ke mall sendirian untuk membeli beberapa barang yang diperlukan untuk tugas kuliahnya.
Sedangkan Aiden pergi ke mall yang sama dengan Yuniar untuk mensurvei mall miliknya itu yang akhir-akhir ini terdeteksi ada penggelapan dana. Roni, asisten Aiden mengekor di belakang majikannya. Setelah melakukan audit dadakan akhirnya Aiden menyelidiki beberapa orang yang diperkirakan telah menggelapkan uang miliknya saat itu juga. Sehingga tidak ada seorang pun yang berhasil menyelamatkan diri.
Setelah selesai mengurus masalah itu, Aiden pun berniat kembali ke kantornya. Namun saat Aiden berada di pintu keluar mall itu. Tiba-tiba segerombolan pemuda masuk sambil berlari mengejar teman mereka yang masuk lebih dulu.
"Brukk"
"Akkhh"pekik seorang gadis yang ditabrak segerombolan pemuda tadi.
"Hei! Hati-hati!"teriak Aiden pada segerombolan pemuda yang menabrak gadis itu. Aiden pun langsung menangkap tubuh gadis yang hampir terjatuh itu. Pria itu menatap gadis di dalam pelukannya yang wajahnya terlihat natural dengan bibir yang berwarna pink itu.
"Maaf!"ucap gadis yang tak lain adalah Yuniar. Gadis itu terlihat gugup dan bergegas menjauh dari Aiden. Apalagi saat menyadari Aiden sedang menatap wajahnya.
"Akkh!"
"Hei! Hati-hati!"ucap Aiden kembali menangkap tubuh gadis yang hampir terjatuh lagi itu. Namun Yuniar nampak enggan di sentuh oleh Aiden, bahkan terlihat sedikit takut. Yuniar kembali menjauhkan diri dari Aiden sambil meringis menahan sakit di pergelangan kakinya.
"Terimakasih sudah menolong saya,"ucap Yuniar sedikit menunduk hormat pada Aiden.
"Kakiku sakit sekali, sepertinya kakiku terkilir. Bagaimana ini?"gumam Yuniar kemudian menatap ke sekelilingnya.
"Kak! Bisa tolong saya?"ucap Yuniar pada seorang wanita yang memakai seragam cleaning service yang kebetulan lewat di dekatnya.
"Iya. Apa yang bisa saya bantu?"tanya cleaning service itu.
"Bisa tolong papah saya sampai ke depan? Sepertinya, kaki saya terkilir,"ucap Yuniar dengan tatapan penuh permohonan pada cleaning service itu.
Sekilas cleaning service itu menatap Aiden yang nampak mengernyitkan keningnya, lalu kembali menatap Yuniar dengan senyuman tipis di bibirnya dan mengangguk kecil pada Yuniar. Yuniar pun merasa senang saat cleaning service itu mau membantunya.
"Sekali lagi, terimakasih, Tuan!"ucap Yuniar sopan, kemudian pergi bersama cleaning service tadi.
"Hemm.. gadis itu nampak enggan aku sentuh. Bahkan lebih suka meminta tolong pada orang lain dari pada meminta tolong kepada ku. Aku penasaran, kenapa dia bersikap seperti itu,"gumam Aiden dalam hati. Menatap Yuniar yang berjalan tertatih di papah oleh cleaning service tadi.
Roni tersenyum penuh arti melirik ekspresi majikannya saat melihat gadis yang baru saja pergi itu. Gadis yang terlihat sederhana, tapi terlihat cantik dan enggan di sentuh majikannya. Tidak seperti gadis lain yang selalu mencari dan mengambil kesempatan jika terjadi kejadian seperti barusan.
Yuniar sudah berjanji pada kakaknya untuk belajar yang benar dan tidak boleh pacaran. Yuniar juga ingat kata-kata kakaknya yang sering mengatakan agar dirinya menghindar dari pria yang terlihat kaya. Karena takut adiknya yang polos itu di jerat para pria hidung belang.
"A.. a.. apa.. "
"Plak"
"Apa Tuan tertarik mencari informasi tentang gadis itu?"tanya Roni setelah Aiden menepuk pundaknya.
Roni ingin majikannya itu memiliki seorang pendamping hidup seperti majikan Andi, teman satu panti asuhan dengannya, sekaligus sahabatnya.
Jujur, Roni merasa sedih melihat Aiden yang terlihat kesepian. Apalagi akhir-akhir ini, Aiden sudah tidak lagi bermain perempuan dan hanya fokus pada pekerjaannya. Aiden juga masih terus mencari keberadaan adiknya yang sampai saat ini belum juga ada petunjuknya.
"Boleh juga. Aku jadi penasaran padanya. Biasanya para gadis selalu mencari kesempatan untuk mendekati aku. Tapi, dia malah terlihat enggan aku sentuh bahkan terlihat sedikit takut. Dia masih perawan,"ujar Aiden tersenyum tipis masih menatap Yuniar yang semakin menjauh.
Bagi seorang Casanova seperti Aiden, tidak sulit untuk membedakan mana gadis yang masih perawan dan mana gadis yang sudah tidak perawan. Walaupun hanya melihat dari bentuk tubuhnya saja.
Roni hanya bisa menghela napas panjang mendengar kata-kata majikannya. Entah bagaimana caranya majikannya itu bisa membedakan mana gadis yang masih perawan dan mana gadis yang sudah tidak perawan hanya dengan melihat bentuk tubuhnya saja.
Yuniar memesan taksi online untuk pulang. Pergelangan kaki gadis itu nampak bengkak.
"Pria tadi sangat tampan. Tapi, kata kakak, yang tampan dan berpenampilan menarik itu biasanya para pria yang suka menjerat para wanita. Jadi, aku tidak boleh tertipu dengan penampilan dan wajah tampan seorang pria. Lagi pula, aku harus fokus pada kuliahku. Tidak boleh memikirkan pria, apalagi sampai menyukai seorang pria dan pacaran. Kakak sudah mengorbankan diri untuk menghidupi dan memberikan kehidupan yang layak untuk kami semua. Aku harus bisa membuat kakak bangga. Aku tidak boleh membuat kakak kecewa,"gumam Yuniar dalam hati penuh tekad.
Gadis itu sudah dicuci otaknya oleh kakaknya agar berhati-hati pada pria. Apalagi pria yang berpenampilan seperti orang kaya. Entah apalagi yang sudah ditanamkan kakak gadis itu pada adiknya itu. Hingga gadis itu sangat berhati-hati jika didekati makhluk yang namanya laki-laki.
Bukan tanpa alasan kakak Yuniar mencuci otak Yuniar sedemikian rupa. Semua itu karena kakak Yuniar yang bernama Sumi sangat menyayangi adiknya.
Sumi sendiri adalah mantan kupu-kupu malam. Sumi menjadi kupu-kupu malam karena ditipu orang yang katanya ingin memberikan pekerjaan yang bagus di kota. Tapi Sumi malah berakhir di jual sebagai kupu-kupu malam.
Sumi adalah wanita yang menjadi tulang punggung keluarga. Membiayai hidup ibu dan keempat adiknya. Karena itu, Sumi sangat protektif pada adik-adiknya. Hingga mencuci otak Yuniar agar berhati-hati pada pria, terutama pria kaya.
Semua itu dilakukan Sumi semata-mata untuk melindungi adiknya. Mengingat adiknya yang masih polos, karena selama ini tinggal di kampung dan baru di bawanya ke kota itu. Sumi tidak mau adiknya di tipu oleh laki-laki ataupun terjerumus dalam circle yang membawa dampak negatif bagi adiknya.
Roni terus menyelidiki segala hal tentang Yuniar. Entah mengapa Roni merasa kalau Yuniar sangat cocok untuk majikannya. Hingga Roni begitu antusias mengumpulkan semua informasi tentang Yuniar. Semua informasi tentang Yuniar sudah dikantongi Roni dalam waktu singkat.
Hari ini, rencananya Aiden akan datang ke kampus tempat Yuniar menimba ilmu. Dan tentu saja hal itu salah satu trik Aiden untuk tebar pesona demi bisa mendekati Yuniar.
"Bagaimana? Gadis itu hari ini hadir di kampus, 'kan?"tanya Aiden pada Roni seraya merapikan penampilannya.
"Su.. Su.. Sudah, Tuan,"sahut Roni.
Aiden tersenyum cerah. Tidak sabar rasanya bertemu dengan gadis polos yang berhasil menarik hatinya. Karena selama ini Aiden hanya suka bermain-main dengan wanita. Menjadikan para wanita itu sebagai teman ranjangnya tanpa sedikit pun ada rasa cinta. Hanya sebatas memenuhi kebutuhan biologisnya semata.
"Aku akan membuat gadis itu jatuh cinta pada ku. Akan aku menjadikan dia ratu di hatiku dan satu-satunya pendamping hidup ku,"gumam Aiden dalam hati penuh senyuman.
"Apa tuan jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis itu? Tapi, karena gadis itu adalah gadis baik-baik, aku akan mendukung tuan Aiden untuk mendapatkannya. Semoga dengan mendapatkan gadis itu, tuan Aiden benar-benar berhenti menjadi seorang Casanova,"gumam Roni dalam hati penuh harap.
...🌟"Cinta itu bisa berawal dari ketertarikan dan rasa suka. Dan cinta hanya sebuah kata, sebelum kamu merasakannya."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Pisces97
tidak salah Sumi mendoktrin Yuniar berlebih seperti itu wajar dia pernah ditipu karena kepolosan dengan mempercayai orang asing dan Sumi tidak ingin adiknya ditipu daya cukup dia menjadi wanita kotor .
salut prinsip Sumi ini rela menjual tubuhnya demi keluarga dan adik²nya
2024-04-08
1
Monira Mon
author bisa selesaikan 1 dulu baru buat novel baru. Nanggung baca kupu" .alam belum tuntas. akhirnya ke sini lagi. 🙏
2023-11-27
1
Mr.VANO
ak mau menyambut ilmu dg aiden tentang membedakan,perawan atau tdk
2023-11-06
1