Ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Ia melakukan hal itu. Dan saat sampai di desa buangan itu, waktu sudah menunjukkan akan menjelangnya hari petang. ia mengamati keadaan desa buangan itu dengan cermat Bahkan ia memasang wajah dingin, tiba-tiba dari arah yang cukup jauh dia mendengar suara ribut-ribut yang menarik perhatiannya.
Kemudian dengan segera ia mengarahkan kudanya ke arah sana. Dan alangkah terkejutnya Adiwilaga ketika melihat orang yang ia kenal akan melayangkan satu tongkat untuk memukul yang lain. Dan dengan refleksnya Adi wilaga malah berteriak menghentikan aksi tersebut.
Setelah berjalan cukup dekat, adiwilaga terkejut karena ia melihat sang adik adalah pelaku yang akan memukuli selir ayah mereka. Ia mencoba untuk menghentikan aksi anara Dengan mengatakan kata-kata yang biasanya membuat anara luluh jika sedang marah.
Tapi ternyata adiwilaga malah mendapatkan kenyataan lain, Ia tak menemukan sifat lemah lembut yang biasa anara tunjukan kepadanya yang setiap kali Ia datang ke tempat ini. Yang ada hanya tatapan kecewa, benci dan balas dendam. Adiwilaga menjadi kalut memikirkan kata-kata adiknya itu yang mengatakan bahwa dirinya tak mengenali sang adik, baik itu sifatnya ataupun perilakunya.
"Kenapa kamu berubah... Sungguh Kakak tidak suka melihatmu seperti itu.." ucap adiwilaga lagi dengan suara lirih.
Ia menyebut dirinya sebagai seorang kakak saat ini, padahal anara sudah tidak ingin menganggapnya keluarga. Setelah mengatakan sepenggal kalimat itu, adiwilaga kembali ke tempat kerjanya dan menyelesaikan pekerjaannya.
Ia tidak ingin hati dan perasaannya menjadi bimbang hanya dengan memikirkan sifat adiknya yang tiba-tiba berubah dingin. ia juga tak ingin melalaikan tugas dan kewajibannya hanya karena memikirkan masalah itu. Dalam hatinya juga tidak ada niat untuk membantu sang adik, walaupun hanya sekedar menegur sang selir.
***
Di tempat lain, tepatnya di posisi Dieng Sari. Saat ini dirinya sedang mengadu kepada Adipati cayapata mengenai hal yang dialami saat pergi ke tempat anarawati.
"Tuan,.." ujar Dieng Sari di hadapan sang Adipati. Adipati yang memang beberapa bulan ini sedang berada di kediamannya langsung mengarahkan pandangannya ke arah selir nya itu. Walaupun Adipati cayapata tak terlalu menggubris perempuan ini, tapi ia tetap mendengarkannya.
"Ada apa..??" Tanya Adipati cayapata. Ia memasang ekspresi wajah dingin dan biasa-biasa saja.
Di antara tiga selirnya yang lain, dirinya lah yang selalu gencar mencari perhatian dari Adipati cayapata. Dieng Sari yang melihat ekspresi dari sang Adipati yang dingin dan biasa-biasa saja langsung memanyunkan bibirnya. lagi-lagi, ia harus mendapatkan perlakuan cuek dari suaminya.
Adipati cayapata sebenarnya tidak ingin menikah lagi. apalagi pada seorang wanita yang seumuran dengan putrinya, dan yang lebih cocok jadi menantu nya. tapi, apa boleh buat. pernikahan politik memang selalu berhasil untuk membuat keinginan itu tercapai. apalagi, saat itu dengan tidak sengaja, Adipati cayapata hampir kehilangan kendali, dan juga hampir menodai Dieng Sari. dirinya terkena racun asmara yang sengaja di letakkan di minuman sang Adipati.
"Tidak apa-apa Tuan Adipati, saya ke sini hanya merindukan anda." Ujar Dieng Sari mengurungkan niatnya untuk mengadukan hal yang ia alami. Karena sepertinya Adipati cayapata itu seperti tak memberikan respek kepadanya. kalau ia mengadu, bisa-bisa, ia yang akan mendapatkan getah nya. apalagi, Adipati cayapata tidak terlalu memperdulikan dirinya.
"Ya sudah kalau begitu, silakan keluar. Saya masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." Ujar sang Adipati lagi dengan ekspresi dingin. Dieng Sari menarik nafasnya dengan dalam.
kemudian, Dengan perasaan jengkel, Dieng Sari pun langsung meninggalkan ruangan sang Adipati sambil menghentak-hentakkan kakinya. Niat hati datang untuk mengadukan sikap dan kekerasan yang ia alami dari anarawati, tetapi dirinya malah berujung mendapatkan sikap cuek dari sang Adipati.
"Nggak ayah, nggak anak, sama aja... Sama-sama bikin kesal. Lihat saja, aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan. Tidak peduli Apakah itu sang Adipati atau putranya hehehe.. Yang penting bisa jadi nyonya dan bisa kaya raya. hahaha..." ujar Dieng Sari dengan tersenyum sinis.
Ia benar-benar memiliki hasrat dalam hatinya untuk menaklukkan Adiwilaga. Ia tak peduli apakah dirinya telah menikah dengan ayahnya atau tidak.
"Dan untukmu anarawati, aku akan segera menyusun rencana untuk melenyapkan mu dan anak-anak pembawa sial mu itu dari dunia ini." Ujar Dieng Sari dengan mata berkilat. Ia pun langsung berjalan, kembali ke kediamannya.
Sebenarnya Dieng Sari dan anarawati adalah sepasang sahabat baik, tapi Dieng Sari memiliki nafsu dan keinginan yang begitu besar sehingga memanfaatkan anarawati untuk mencapai keinginannya itu.
Awalnya Dieng Sari ingin mendapatkan dan mendekati Kakak dari anarawati, tapi karena adiwilaga tak menyukai dirinya, Ia kini berbelok dan mengait ayah dari sahabatnya itu. Dieng Sari juga melakukan hal tersebut karena cemburu terhadap anarawati, yang menjadi seorang anak Adipati yang memiliki kekayaan yang berlimpah.
Sedangkan dirinya hanyalah seorang dari anak pelayan rendahan yang tidak memiliki apapun. Namun Dieng Sari tidak tahu bahwa keluarga Anarawati juga memperlakukannya begitu buruk. Namun Dieng Sari tidak peduli sama sekali.
***
Kembali kepada anarawati dan kedua putranya. Setelah para warga datang mengantarkan beberapa makanan dan menghibur anarawati dari kejadian yang menimpa anak-anaknya, kini dirinya kembali masuk ke dalam ruang dimensi untuk mencari sesuatu. Tentunya setelah kedua anak kembarnya tidur.
"Aku harus mencari sesuatu di ruangan ini. Aku tidak yakin kalau ruangan ini hanya menyediakan bahan pokok makanan, dan keperluan lainnya. Pasti ada sesuatu hal yang bisa dipelajari di tempat ini." Ujar anara lagi.
Ia memutuskan untuk mengelilingi dan memeriksa satu-satunya kediaman yang ada di ruang dimensinya. Ia juga mulai memasuki ruangan satu persatu dari sana. Ruangan itu tentu saja memiliki tingkat juga, tapi efek itu akan didapatkan sesuai dengan tindakan anara.
Apakah ia berlaku adil dan peduli sesama atau malah sebaliknya. Jika ia menebarkan kebaikan dan melawan kebatilan maka ruang dimensi itu akan bertumbuh sebagaimana mestinya. Tetapi jika anara melakukan hal yang berlawanan, maka ruang dimensi itu hanya sebatas ruang penyimpanan saja. dan tak akan memiliki tingkat apapun, bahkan aksesnya pun akan terbatas.
Anara pun memasuki satu persatu dari ruangan tersebut. Selain ruang penyimpan bahan makanan dan yang lainnya, kini ia memasuki ruangan-ruangan yang muncul tiba-tiba dan bertambah di kediaman itu. Saat memasuki ruangan pertama, alangkah terkejutnya dirinya ketika melihat semua yang ada di ruangan itu lengkap dengan persenjataan.
"Apa ini, Bagaimana mungkin berbagai jenis senjata ada di sini. Bahkan senjata aluminium, dan bahan peledak lainnya tersusun rapi di tempat ini." Ujar anara sambil mengamati benda-benda itu satu persatu.
Untuk kegiatan memanah dan menembak tidak perlu diragukan lagi. Semasa dirinya masih menjadi seorang siswa yang mengikuti sekolah tingkat menengah pertama dan menengah atas, dia cukup aktif dalam organisasi penembak jitu dan pemanah. tinggal mendalami saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Yami Yani
nakulah n sadewa bknkh itu nma pewayangan thor
2024-11-27
0
kriwil
katanya nikah karnanpolitik masa nikahi anak pelayan rendahan jadikan selir 😀
2024-12-25
1
Ray
Wah mantap kantong Doraemon Anarawati😂Semua serba tersedia, kayak Toserba aja😂😂
Dan apa yg akan dilakukan oleh Anarawati selanjutnya?🤔
2024-07-19
0