Sadewa yang menyadari kalau ternyata Ibu mereka tak kebagian, langsung menghentikan aksinya tersebut. Dan menelan sayuran yang masih tertahan di mulutnya dengan susah payah. Mereka berdua pun langsung menunduk merasa bersalah dengan apa yang mereka lakukan.
"Ibu maafkan kami. Karena kami terlalu rakus Ibu tak kebagian makanan sama sekali. Tidak apa-apa kalau ibu mau memukul dan menghukum kami.." ujar mereka dengan kepala tertunduk.
Aryani yang menyadari hal itu, di mana anak-anak itu masih merasa takut dengan perlakuan Ibu mereka dulu langsung mengangkat sebelah tangannya dan membelai lembut kepala kedua bocah kembar itu.
"Tidak apa-apa sayang. Ibu bahagia karena kalian masih mau berbicara dengan ibu dan juga bersedia memakan makanan yang ibu masak. Mulai sekarang, hidup Ibu hanya untuk Nakula dan Sadewa. Jadi tidak perlu takut seperti itu ya. Tapi juga harus mempunyai sifat belas kasih kepada sesama. Namun untuk saat ini Nakula dan Sadewa tidak salah, dan ibu juga tidak akan marah." Ujar Aryani sambil mengelus kepala kedua bocil itu bergantian.
Mendengar penuturan lembut Ibu mereka, keduanya pun sontak mengangkat kepala dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Apakah ibu beneran tidak akan menghukum kami...?" Tanya Nakula lagi.
Ia seolah tidak percaya melihat perubahan ibunya. Padahal baru beberapa waktu yang lalu ibunya mengamuk kesetanan memarahi dan memukuli mereka. Sampai akhirnya sesuatu terjadi kepada Ibu mereka yang menyebabkan dirinya terjatuh dan pingsan.
Ya, saat itu anarawati sedang memarahi kedua anaknya akibat mengambil makanan tanpa sepengetahuan dirinya. Karena kedua saudara ini merasa lapar. dikarenakan Ibu mereka tak pernah sekalipun memperhatikan pola makan mereka dan juga memberikan mereka makan tepat waktu. akhirnya keduanya memutuskan untuk mencuri.
Sehingga saat itu anarawati mengamuk kesetanan memarahi keduanya, sampai ia tidak sengaja, kakinya tersandung sesuatu sampai akhirnya terjatuh dengan keras hingga berakhir dirinya pingsan. barangkali kejadian yang dialami oleh anarawati yang asli karena doa kedua anaknya.
Satu hal yang tidak mereka sadari bahwa, saat itu juga anarawati yang asli telah meninggal dunia dan dengan digantikan langsung oleh Aryani mayora yang tidak mengetahui apa-apa.
Mendapati pertanyaan Putra pertama dari anara yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri. Aryani langsung menggelengkan kepalanya Dan tersenyum. Ia dapat melihat sorot mata terluka yang dipancarkan oleh kedua bocah kecil yang sangat kurus kerempeng itu.
"Tentu saja. Ibu tidak akan memarahi kedua anak ibu. Mulai sekarang mari kita hidup dengan baik dan saling melengkapi ya.." ujar Aryani lagi kepada kedua bocil itu. tak lupa, ia juga memberikan senyum terbaiknya.
Dengan perasaan ragu, kedua bocil itu pun langsung menganggukkan kepala mereka. Setidaknya, hari ini mereka tidak mendapat hukuman dari ibu mereka. Aryani yang menyadari bahwa mangkuk-mangkuk di depan mata mereka telah kosong melompong, dengan cekatan, ia langsung membersihkannya.
(tidak apalah, aku akan menjaga dan merawat anak-anak ini.) batin Aryani lagi.
dirinya langsung membersihkan tempat tersebut dan menyuruh anak-anaknya untuk menunggu dirinya di tempat lain yang lebih bersih. Sementara dia sendiri, setelah itu akan mencoba keluar untuk mencari apa saja yang bisa mereka makan untuk malam nanti.
"Nakula, Sadewa. Setelah ini ibu akan keluar untuk mencari makanan di dalam hutan. Barangkali ada beberapa tumbuhan yang bisa kita makan. Nah, untuk kedua anak ibu. Tetap berada di dalam rumah sampai Ibu kembali. Jangan ke mana-mana ya.." ujar Aryani lagi sambil mengusap lembut kepala keduanya. mendengar penuturan Anara, Nakula pun mendongak dan melihat kearah sang ibu.
"Ibu. apakah sebaiknya Nakula ikut mencari makanan bersama ibu..? bukankah Ibu pernah bilang, bahwa kami harus mandiri dan mencari makanan kami sendiri. Kalau ibu sendiri yang pergi cari makanan yang bisa dikonsumsi di malam hari, Lalu bagaimana dengan kami bu..??". Tanya Nakula lagi.
Aryani yang terkejut mendengar penuturan Nakula Yang sepertinya benar-benar berpikiran dewasa sebelum waktunya, ia dibuat tercengang. Ia kembali meraungi beberapa ingatan yang ditinggalkan oleh sang pemilik tubuh. di mana anak-anaknya juga wajib pergi untuk mencari makan sendiri, jika mereka tidak ingin kelaparan.
[ingat ya. kalian berdua itu harus mencari makanan kalian sendiri. agar kalian tidak selalu. merepotkan ku.] teriaknya dalam bayangan itu.
Menyadari akan hal itu, Aryani lagi-lagi menghela nafasnya dengan kasar. sungguh ibu yang begitu kejam. kalau seandainya Ibu mereka yang kejam itu ada di depan matanya, barangkali Ariani akan membejek-bejek orang tersebut.
"Tidak sayang. Ibu akan pergi mencari makanan untuk kita bertiga. Jadi Nakula dan Sadewa tetap berada di rumah, jadi anak yang baik dan tunggu sampai Ibu pulang mengerti..." Ujar Aryani lagi.
Karena nyatanya mereka berdua tidak mendapatkan izin dari sang ibu. Kedua anak tersebut pun langsung mengurungkan niatnya untuk mengikuti Ibu Mereka pergi ke hutan mencari bahan makanan yang akan mereka konsumsi di malam hari.
"Baiklah Bu. Nakula dan Sadewa akan menjadi anak baik dan juga menunggu sampai Ibu pulang dari hutan.." ujar Nakula lagi.
Sementara Sadewa hanya mengamati pembicaraan keduanya. Matanya sangat dalam memandangi sifat ibunya yang tiba-tiba berubah menjadi baik dan lembut seperti ini. Jujur dalam hatinya berkali-kali ia meminta agar sifat ibunya tidak kembali seperti semula.
"Baiklah kalau begitu. Ibu pergi dulu. Tutup pintu rumah rapat-rapat dan jangan membukakan pintu Jika ada yang mengetuk selain Ibu. paham ya.." ujar Aryani lagi dan langsung dibalas anggukan kepala dari Nakula.
Setelah Aryani memberikan sedikit nasihat kepada Nakula dan Sadewa, kini ia mulai beranjak meninggalkan kediaman bobrok itu.
Tujuannya saat ini adalah hutan. Ia berharap dapat menemukan sesuatu di dalam hutan. Apalagi hobi yang selama ini dia miliki tiba-tiba menyeruak. Ia melihat beberapa gunung yang tidak terlalu tinggi namun belum terjamah oleh manusia itu seolah menentangnya ingin ditaklukkan.
"Tidak Ariani. Kamu ke hutan fokus mencari bahan makanan untukmu dan kedua bocah yang ditinggalkan pemilik tubuh. Sekarang kamu merasuki tubuh seorang ibu yang kejam dan harus bertanggung jawab." Monolog Aryani kepada dirinya sendiri agar tak tergoda melihat gunung-gunung yang menjulang tinggi dan meminta untuk segera ditaklukkan.
"baiklah, aku nanti akan pergi tracking bersama dengan anak-anak nanti. tunggu mereka agak besar sedikit " ujar Aryani. ia mengatakan hal itu hanya untuk menenangkan jiwa petualangannya. setelah itu, ia melanjutkan perjalanan nya.
***
Aryani mayora adalah seorang gadis pekerja keras dan juga sudah memiliki gelar S2 di jurusan pariwisata dan geografi. karena itu, ia sangat menyenangi alam dan mempelajari. sekaligus bisa menghasilkan cuan. dirinya di zaman modern memang tak banyak kepandaian, namun Aryani mayora dapat belajar dan tangkapan otaknya bisa dengan cepat. ia juga mudah dan cepat menyesuaikan diri dimana pun ia berada.
Sementara itu, untuk saat ini, anara (Aryani mayora) sama sekali tidak berpikir tentang dunianya. Ia hanya berpositif thinking saja. Dirinya yang tiba-tiba berada di dunia antah-berantah ini, dan juga merasuki seorang ibu kejam, barang kali ini adalah takdir nya. ia yakin, suatu saat pasti ia akan kembali. namun, satu hal yang tidak ia ketahui, kalau ternyata di zamannya, ia telah meninggal.
tapi, Keyakinan itulah yang anara (Aryani mayora) miliki, sehingga tak harus membuat nya bersedih. Namun, jika memang, takdirnya kembali kemasa ini, maka ia juga harus menerimanya. Walaupun dalam hati tidak bisa menerima. Tapi, memang harus bagaimana lagi.
Kembali lagi kepada Aryani yang telah melakukan perjalanan waktu ke zaman kuno.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Ray
Semakin bikin penasaran kelanjutan cerita Ariyani dan Nakula serta Sadewa seperti apa🤔 Lanjut baca lagi dong🙏😂
2024-07-19
2
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Ceritana cukup bagus.. Semoga seterusna bagus 😊
2024-03-09
2
eva
semangaaattt... kereeennn
2024-03-07
1