14. terkejut dengan perubahan anara

Mendengar penuturan Adi wilaga, anara langsung mencebikkan bibirnya dan mengukir senyum sinis dan tatapan benci.

"tau apa kau.!! Kau tidak tahu apa-apa. Kau juga tidak tahu seberapa kuat ia memukul anak-anakku. Kau tidak tahu bagaimana rasa sakit yang dialami seorang balita yang mendapatkan kekerasan dari orang dewasa. Kau tidak tahu bagaimana mereka menangis meminta ampun ketika sedang disiksa , Karena pada dasarnya kau tidak tahu apa-apa adiwilaga." Ujar anarawati tanpa embel-embel kakak.

Adiwilaga kembali dibuat tercengang dengan penuturan adiknya. biasanya, saat dirinya sekali-sekali datang ke tempat ini untuk memantau keadaan wilayah kekuasaan kerajaan ini, anarawati pasti akan datang berbicara lembut bahkan membujuk dirinya ataupun juga menghibah. ia juga selalu memanggil kata kakak dan juga menatap nya dengan sejuta harapan.

tapi, hal itu tidak ia lihat lagi dari mata anara. yang terlihat hanya Sorot mata yang begitu tajam dan penuh dendam mengarah kepadanya, dengan begitu tajam dan sangat menakutkan. Adiwilaga menelan ludahnya dengan sulit.

"Ada Apa denganmu anara..!! Saat ini Kakak begitu Tidak mengenali dirimu. Ini bukan kamu.!!" Ujar adiwilaga mencoba untuk menyadarkan sang adik. Anarawati kembali tersenyum sinis.

"Dari dulu kau memang tak mengenaliku. Bahkan sampai aku dilecehkan, diperkosa dan diusir dari kediaman Adipati, kau Bahkan tak peduli denganku. Sekarang kau ingin mengatakan bahwa seolah-olah dirimu begitu mengenalku dan berusaha mengingatkan aku dengan kebaikan-kebaikan yang pernah aku lakukan?. Tidak !! Kau tidak mengenalku adiwilaga !! Dan sampai kapanpun kalian tidak akan bisa mengenalku !! Sekarang, daripada aku kembali emosi dan memukuli kalian dengan membabi buta, serta menyiksa kalian sampai mati, lebih baik kalian semua angkat kaki dari tempat pembuangan ini dan kembali ke istana kalian." Ujar anara dengan penuh penekanan. Ia kemudian membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Dieng Sari yang masih beringsur ketakutan.

"Dan kau,; jika masih sayang nyawa Jangan pernah datang ke tempat ini lagi. Atau, kau akan kehilangan kesempatan hidupmu untuk selama-lamanya." Ujar anarawati dengan penuh penekanan.

Tanpa merasa lelah, anarawati berjalan menghampiri kedua anaknya dengan wajah yang sudah babak belur dan pipi yang robek akibat tamparan yang diberikan oleh Dieng.

melihat wajah anak-anaknya yang sudah babak belur, Satu tetes air mata anarawati turun dan jatuh di atas pipi sang anak pertama. Tanpa mengatakan sepatah kata pun, anara langsung mengangkat kedua anaknya dengan kedua tangannya dan langsung masuk ke dalam rumah.

Sementara, adiwilaga yang melihat sikap adiknya yang sudah berubah hanya memandang dengan tatapan yang sulit diartikan. Tapi berbeda dengan Dieng Sari, walaupun ia telah melihat bagaimana kebrutalan anara menghajar semua pengawal yang ia bawa ke tempat ini, tapi tak memberikan ia rasa jera.

(Lihat saja, Aku akan kembali lagi dan memberikan perhitungan dengan mu. aku akan balas penghinaan mu hari ini. lihat saja.) Batin Dieng Sari.

 Kemudian ia menatap ke arah adiwilaga dengan tatapan seperti orang yang ditindas. Biasanya adiwilaga akan bersimpati terhadap Dieng Sari, karena memang perbedaan umur mereka tidak terlalu jauh, bisa dikatakan Dieng Sari seumuran dengan anarawati.

"Tuan muda." Ujar Dieng Sari dengan pelan.

Adiwilaga pun langsung mengarahkan tatapannya ke arah Dieng Sari. Namun ia tak mengatakan apa-apa, Ia hanya berlalu pergi dari tempat itu dengan membawa serta semua pengawal-pengawalnya. Dieng Sari tentu saja merasa kecewa dan marah melihat adiwilaga mengabaikan dan meninggalkan dirinya di tempat itu.

"Lihat saja adiwilaga.. aku pasti akan mendapatkanmu." Ujar Dieng Sari penuh dengan ambisi.

Padahal Dieng Sari telah menikah dengan ayah dari adiwilaga, tetapi ternyata ia masih mau mengait anak sang suami juga. Setelah adiwilaga pergi meninggalkan Desa pembuangan itu, tak lama Dieng Sari pun ikut menyusul sang tuan muda.

Sementara itu beberapa warga yang bertetangga tidak terlalu dekat rumahnya dari anarawati, melihat semuanya. Mereka juga bergegas pergi membantu anarawati untuk mengobati dan melihat kondisi anak-anaknya.

***

Sementara itu, dengan hati yang hancur anara meletakkan anak-anaknya dengan perlahan dan hati-hati di tempat peraduan. Di sana sudah ada beberapa ibu-ibu yang membantu meletakkan anak-anak anara dan mengambil beban yang masih berada di punggung antara.

Hati anara begitu hancur melihat kondisi kedua anaknya. Ia ingin marah dan berteriak keras untuk menyalurkan rasa sesak dalam hatinya. Sementara para ibu-ibu yang lain langsung mengambil air hangat dan dengan cepat mengompres wajah yang sudah lebam itu.

"Nona anara, tenangkan diri nona. Jangan terbawa emosi. Sekarang Nona harus fokus untuk merawat kedua anak-anak nona." Ujar wanita muda itu, namanya adalah Susilawati. semua mengarahkan pandangan kearah nya dan menganggukkan kepalanya, setelah itu, kembali fokus merawat kedua anak itu.

Anara tak mendengarkan dan tak mengubris apa yang dikatakan Susilawati, pandangannya hanya kosong dan lurus menatap wajah kedua anaknya yang sedang dikompres oleh ibu dari Susilawati.

Sementara Susilawati, Ia ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa anara dan kedua anaknya itu. Ia juga tahu, bahwa perempuan yang bernama Dieng Sari itu sering datang ke rumah mereka memaki dan memarahi anara dan anak-anaknya. Seorang anara dan kedua anaknya adalah tempat pelampiasan amarah dari Dieng Sari.

"Sudah. Biarkan saja mereka istirahat dulu nona anara. Dan Nona juga jangan terus seperti ini, kita harus bangkit dan berjuang. Ayo Susilawati kita kembali. Nanti kamu ke sini lagi bawakan makanan untuk Nona anara dan kedua putranya." Ujar wanita paruh baya itu sambil berlalu keluar dari gubuk reot anarawati di ikuti dengan yang lain. tanpa mereka sadari Anarawati mengepalkan tangannya kuat-kuat sampai tangannya itu memutih.

"Aku akan membalas berkali-kali lipat tentang apa yang kamu lakukan padaku. Sekali lagi kamu datang ke tempat pembuangan ini, aku akan langsung menghabiskan nyawamu." Ujar anara, ia bertekad akan membalas Dieng Sari.

Namun anara tentu tidak boleh bodoh dengan menghampiri Dieng Sari di kediaman Adipati. Bisa-bisa nyawanya yang akan melayang. Apalagi dirinya saat ini masih sangat lemah untuk melindungi diri sendiri dan kedua anaknya.

"Sepertinya aku harus berlatih memperdalam ilmu taekwondo yang aku miliki. Apalagi aku hanya menguasai dasar-dasarnya saja." Ujar anara lagi.

Ia menatap kedua tangannya dan juga tubuhnya yang lain. Walaupun ia berkulit sawo matang dan kurus, tapi dia juga tidak cacat. Setelah itu anarawati mengarahkan pandangannya kepada kedua anaknya yang belum sadarkan diri itu.

Dengan pelan, anarawati mendekat ke arah kedua anaknya dan mengeluarkan satu botol air suci dari dalam ruang dimensi. Anarawati tidak tahu bahwa air itu sangat berkhasiat untuk memulihkan tenaga dan menyembuhkan orang lain. Ia hanya mengikuti instingnya saja. Dengan pelan-pelan anarawati menumpahkan sedikit demi sedikit di mulut anak-anaknya itu berharap air itu akan mengaliri tenggorokan keduanya.

"Lihat saja nak. Suatu saat nanti, ibu akan membalaskan semua rasa sakit yang mereka berikan kepada kita. Mereka menendang kita seperti anjing dan menelantarkan kita seperti binatang. Dan ibu berjanji, kita akan meraih kejayaan yang tidak akan ada tandingannya." Ujar anara ngobrol dengan anak-anaknya walaupun keduanya masih menutup mata.

Terpopuler

Comments

Diah Susanti

Diah Susanti

kirain umurnya diatas 40 tahun

2024-03-18

0

nurliana

nurliana

Terbawa arus 😁 jadi ikut gereget bacana

2024-03-09

3

eva

eva

semangat terus..

2024-03-07

1

lihat semua
Episodes
1 1. awal sebelum kejadian
2 2. berpindah waktu
3 3. bersikap baik
4 4. sifat ibu yang berubah
5 5. buruan pertama
6 6. dapat ruang dimensi
7 7. memasak hasil buruan
8 8. membagikan makan malam di malam hari
9 9. berjanji akan merawat keduanya
10 10. baju baru untuk Nakula dan Sadewa
11 11. pergi kehutan bersama para warga buangan
12 12. buah rambutan yang manis
13 13. Amarah anara
14 14. terkejut dengan perubahan anara
15 15. bekas pukulan nenek sihir
16 16. bantuan sederhana
17 17. Adiwilaga
18 18. memulai dengan membaca buku
19 19. bibi cantik
20 20. aroma wangi dari sabun
21 21. ingin jalan-jalan
22 22. wajah cantik siapa ini ??
23 23. mitra kerjasama
24 24. dipatenkan
25 25. keadilan untuk anak kecil
26 26. sombong tapi penakut
27 27. tiga anak malang
28 28. memandikan bayi
29 29. herbal skincare
30 30. berjanji untuk mendidik dengan baik
31 31. membagikan bibit tanaman
32 32. desa buangan berubah menjadi desa yang sejuk
33 33. menangkap udang jumbo
34 34. langsung tepar
35 35. mandi dan nyebur
36 36. mayat berlumur darah
37 37. merawat
38 38. pamannya ngak makan Bu..??
39 39. tersadar
40 40. ingin berpura-pura
41 41. mirip
42 42. obat berbentuk bulat
43 43. saling suruh menyuruh
44 44. apa itu di punggung kalian ??
45 45. orang orang buangan yang melahirkan inovasi
46 46. di sambut baik
47 47. mencoba buah matoa dan lengkeng liar
48 48. hari panen
49 49. bukan raja sebenarnya
50 50. mengetahui
51 51. drama sang pangeran
52 52. rancangan mesin penggiling padi
53 53. pergi ke kota Raja
54 54. mengambil hasil
55 55. benda asing yang dikerumuni
56 56. membeli batu-bata dan tanah perekat
57 57. di cemaskan
58 58. membantu
59 59. menangis kerena bawang
60 60. pipi memerah
61 61. anara merasakannya sejak pertama kali
62 62. cemburu kah..??
63 63. meminta
64 64. pengantaran batu bata
65 65. tak di persulit
66 66. sampai kapan
67 67. raja widura
68 68. apa maksudnya
69 69. aku tidak takut
70 70. siapa yang mengutus pembunuh ??
71 71. sifat sebenarnya
72 72. lama-lama bisa gila
73 73. membawa permaisuri
74 74. terlalu rakus dengan kekuasaan
75 75. ditolak perempuan
76 76. kapan ayah kembali ??
77 77. sangat ingin bertemu cucu
78 78. apa ini istana ??
79 79. nasehat
80 80. misi yang berjalan sempurna
81 81. ingin bertemu dengan anak-anak
82 82. ingin meminta maaf
Episodes

Updated 82 Episodes

1
1. awal sebelum kejadian
2
2. berpindah waktu
3
3. bersikap baik
4
4. sifat ibu yang berubah
5
5. buruan pertama
6
6. dapat ruang dimensi
7
7. memasak hasil buruan
8
8. membagikan makan malam di malam hari
9
9. berjanji akan merawat keduanya
10
10. baju baru untuk Nakula dan Sadewa
11
11. pergi kehutan bersama para warga buangan
12
12. buah rambutan yang manis
13
13. Amarah anara
14
14. terkejut dengan perubahan anara
15
15. bekas pukulan nenek sihir
16
16. bantuan sederhana
17
17. Adiwilaga
18
18. memulai dengan membaca buku
19
19. bibi cantik
20
20. aroma wangi dari sabun
21
21. ingin jalan-jalan
22
22. wajah cantik siapa ini ??
23
23. mitra kerjasama
24
24. dipatenkan
25
25. keadilan untuk anak kecil
26
26. sombong tapi penakut
27
27. tiga anak malang
28
28. memandikan bayi
29
29. herbal skincare
30
30. berjanji untuk mendidik dengan baik
31
31. membagikan bibit tanaman
32
32. desa buangan berubah menjadi desa yang sejuk
33
33. menangkap udang jumbo
34
34. langsung tepar
35
35. mandi dan nyebur
36
36. mayat berlumur darah
37
37. merawat
38
38. pamannya ngak makan Bu..??
39
39. tersadar
40
40. ingin berpura-pura
41
41. mirip
42
42. obat berbentuk bulat
43
43. saling suruh menyuruh
44
44. apa itu di punggung kalian ??
45
45. orang orang buangan yang melahirkan inovasi
46
46. di sambut baik
47
47. mencoba buah matoa dan lengkeng liar
48
48. hari panen
49
49. bukan raja sebenarnya
50
50. mengetahui
51
51. drama sang pangeran
52
52. rancangan mesin penggiling padi
53
53. pergi ke kota Raja
54
54. mengambil hasil
55
55. benda asing yang dikerumuni
56
56. membeli batu-bata dan tanah perekat
57
57. di cemaskan
58
58. membantu
59
59. menangis kerena bawang
60
60. pipi memerah
61
61. anara merasakannya sejak pertama kali
62
62. cemburu kah..??
63
63. meminta
64
64. pengantaran batu bata
65
65. tak di persulit
66
66. sampai kapan
67
67. raja widura
68
68. apa maksudnya
69
69. aku tidak takut
70
70. siapa yang mengutus pembunuh ??
71
71. sifat sebenarnya
72
72. lama-lama bisa gila
73
73. membawa permaisuri
74
74. terlalu rakus dengan kekuasaan
75
75. ditolak perempuan
76
76. kapan ayah kembali ??
77
77. sangat ingin bertemu cucu
78
78. apa ini istana ??
79
79. nasehat
80
80. misi yang berjalan sempurna
81
81. ingin bertemu dengan anak-anak
82
82. ingin meminta maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!