09| Memiliki Familiar

...SELAMAT MEMBACA...

“Wah, anjingnya penurut sekali, dia pasti bisa jadi penjaga yang baik!” Anjing itu tiba-tiba merunduk saat tangan Seana terulur untuk menggapai kepalanya. Seana kini mengelus kepala familiar Vilan.

Sekujur tubuh Vilan bergetar menahan malu. Padahal dia sudah sangat percaya bahwa anjing itu akan menyerang tapi kenapa jadi jinak? Vilan bertanya-tanya, apa penyebab seekor familiar tidak akan tunduk selain pada tuan yang memanggilnya.

“Terima kasih atas hadiahnya. Kupikir Kakak tidak akan datang karena kita sempat bertengkar.”

Seana tersenyum tipis lalu ekor matanya jatuh pada Werren, saudara kelima itu cukup kuat, ia harus berhati-hati.

Werren mendelik sinis pada Vilan, berpikir bagaimana bisa yang lebih tua dipermalukan, sungguh mengecewakan. Yah, Werren juga tidak menyangka bahwa Seana akan bertindak demikian karena ini pertama kali keduanya bertemu langsung, Seana sangat menarik baginya.

“Bukankah familiar Vilan terlihat seperti anak anjing bagimu?” Mata Werren menyipit diiringi senyum penuh makna.

Seana melirik Weren dengan ketidaknyamanan karena pria itu tiba-tiba membuat lingkar sihir pemanggilan yang kemudian memunculkan serigala hitam bermata cokelat cerah, bertubuh besar dan terlihat elegan, tidak berantakan dan bau seperti familiar Vilan, mungkin itu garis keturunan Fenrir.

Seana tak acuh kemudian memalingkan wajah ke arah Douglas. “Siapkan ruangan untuk kami.”

“Baik, Nona.”

Sudut bibir Werren berkedut mendapati pengabaian. “Ya ampun, kenapa sifatmu itu menyebalkan sekali, ya, dik.”

"Menyebalkan? Aku bahkan berniat menjamu kakak sekalian, apa yang harus kulakukan agar kamu senang?" Seana tersenyum sinis.

Mendengar jawaban menyebalkan itu membuat Werren amat kesal jadi ia Werren menyalurkan sihir api menyelimuti tepi tubuh familiarnya lalu perlahan api merambat, melahap rerumputan hijau segar. Mata Seana mendelik lebar sementara orang-orang di belakang mulai panik untuk mengambil air.

“Apa ini hadiah yang diberikan Kakak kelima?” Seana bertanya.

“Bukan. Ini adalah sedikit teguran untuk ketidaksopananmu.”

Seana memijat pelipis sambil mengembuskan napas, memandang dua saudaranya tersebut dengan gusar. “Aku tahu kalian kemari bukan untuk memberi ucapan selamat, kalian hanya sebal, kan, melihat anak yang sebelumnya hanya tahu bersembunyi tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Pftt ... betapa konyolnya melihat orang yang lebih kuat terusik oleh anak lemah seperti ini.”

Seana tersenyum lebar, mempertontonkan sederet gigi putih bersihnya disusul tatapan angkuh, merendahkan Werren dan Vilan. Cukup sudah, Werren tak mampu membendung emosinya, ia perlu memberi pelajaran pada sikap angkuh anak itu.

“Nona! Berbahaya!” Dalam sekedip Eleos sudah berdiri di depan Seana, mengacungkan pedang pada Werren yang mengeluarkan berkat dari Dewa Haphaestus. Werren hanya mendapat berkat api dari dewa tersebut walau begitu rasa panas yang dikeluarkan terasa amat membakar sehingga seluruh tanaman di kediaman baru Seana layu, perlahan kering dan mati.

“Sepertinya kamu lupa siapa yang memberkatiku, ya?”

Seana lantas menyatukan kedua tangan, saling menaut. Ia memejamkan mata, merasakan aliran Mana begitu bersih dalam tubuhnya melimpah ruah berkat Panacea, lantas dalam sekedip gelombang keemasan muncul, menyebar hingga ke seluruh Paviliun Malam Gemerlap, membangkitkan kembali tanaman-tanaman dan makhluk hidup yang menjadi korban kemarahan Werren.

Mata biru Seana berubah keemasan ketika terbuka, kekuatan itu masih meluap-luap di sekujur tubuh dan Werren hanya diam.

“Itu hanya sebagian kecil dari kekuatanku. Kupastikan kamu yang akan mati lebih dulu di tanganku, Adik kecil. Tidak kusangka kamu lebih berbahaya daripada Zielda dan Ronav," ujar Werren.

Akhirnya, Werren dan Vilan meninggalkan kediaman. Tentunya mereka kembali membawa familiar masing-masing, sungguh memalukan.

“Anda sungguh malaikat, Nona Muda!” Frena memuji, ini pertama kalinya ia melihat kekuatan itu bekerja.

“Ya, malaikat berhati iblis.” Douglas berkomentar dalam hati.

...***...

Diam-diam Seana menyelinap ke dalam perpustakaan untuk mengambil buku dasar sihir pemanggilan familiar sambil menenteng lentera, ia kembali ke kamar larut malam.

Dalam kamar remang-remang yang hanya diterangi satu buah lentera, Seana duduk di lantai sambil membuka buku pada halaman membuat pola sihir pemanggilan. Pola itu harus digambar di permukaan menggunakan sebuah tinta, kapur atau arang. Jika di tanah hanya perlu mengukirnya dengan kayu atau semacamnya, tapi Seana menganggap cara itu membosankan jadi ia menggunakan darah dari ibu jari yang telah dilukai dengan cara digigit.

“Hehehehe ... aku akan memanggil familiarku sendiri, setidaknya pegasus hitam atau seekor Grifin.”

Seana terkekeh penuh harap sambil berkacak pinggang, memandang bangga pola sihir pemanggilan familiar yang telah terbentuk sempurna menggunakan darahnya. Kemudian ia berdiri di tengah pola, menunjukkan seberapa besar Mana negatif dari inti spiritual jiwanya, membuat tiap tepian pola bersinar ungu kehitaman sampai akhirnya sinar tersebut raib, namun tidak terjadi apapun, hanya kesunyian.

Seana berdiri bingung, berpikir apakah gagal? Dimana letak kesalahannya? Ia mulai mengedarkan pandang pada pola buatannya, berpikir mungkin ada garis yang terputus.

“Hei, Nak.”

Argh!

Seana memekik kencang melihat pria bermata hitam dengan pupil merah seperti jarum kemurkaan telah berada di depannya sembari sedikit merunduk untuk mensejajarkan wajah satu sama lain. Wajah sosok itu kian mengejutkan karena cahaya dari lentera memancar di bawah wajahnya.

Tapi wajah itu ... Seana menyipitkan mata sambil menyentuh dagu, alisnya menukik tajam dengan dahi mengernyit, berpikir keras siapakah sosok berwajah familier itu.

1 detik, 5 detik, 9 detik, sampai akhirnya di detik ke 10, wajah Seana berubah pucat. Sosok rupawan dengan rambut panjang sepinggang yang berkilau bak malam, mata hitam dengan pupil merah, serta tubuh di lingkup aura kegelapan pekat dengan bau darah menusuk hidung itu adalah leluhurnya, Lucifer Kastrofi.

“Hahaha ... tidak mungkin leluhurku ada disini. Dia’ kan, tinggal di Neraka.” Seana mengibaskan tangan di depan wajah Lucifer sembari berbalik untuk tidur saja di ranjang, tapi tangan besar berkuku panjang nan runcing Lucifer menangkap ujung kerah baju tidur Seana, seolah mengangkat bayi tikus.

“Jadi benar, ya, kamu ini keturunanku? Tapi kenapa kamu terjebak dalam tubuh manusia?”

Mata merah Lucifer bersinar tajam, menelisik jauh ke dalam jiwa anak kecil berpenampilan bak malaikat yang memancarkan aura seorang keturunan murni penguasa iblis. Sejujurnya Mana anak itu belum cukup besar untuk memanggilnya, tapi Lucifer tak bisa mengabaikannya karena sihir pemanggilan anak itu membangunkan salah satu hewan kesayangannya.

Seana memutar tubuh, menghadap Lucifer kembali. Kini, ratu iblis itu merasa tungkainya mendadak lemas, itu adalah leluhurnya, sosok yang begitu dipuja seluruh penghuni Diabolus, panutannya!

“Cepat katakan, aku ini orang yang sibuk.” Lucifer berdiri tegap lalu melipat tangan di depan dada setelah menurunkan Seana.

Seana lantas menceritakan segalanya kemudian puncak kepalanya langsung dihadiahi sebuah jitakan kuat oleh Lucifer, membuat Seana melenguh kesakitan sampai menggosok-gosok kepala demi meredakan rasa sakit.

“Ckckckc, pantas saja kamu dikhianati, makanya jangan sembarangan memungut orang! Sekarang, kamu masih begitu lemah jadi belum layak menerima berkat kekuatanku, tapi sihir pemanggilanmu telah membangunkan familiar kesayanganku.”

“Sungguh?!” Mata Seana berbinar, kedua tangan mungil pendeknya mengepal di depan tubuh.

“Tapi dia menolak panggilanmu karena sudah terikat denganku, tapi sepertinya satu-satunya keturunannya ingin kamu menjadi tuannya.” Lucifer lantas memunculkan seekor naga kecil hitam bertanduk merah menyala bak kobaran api di gelapnya malam. Mata besar naga itu seolah menggambarkan kobaran api neraka, tempat Lucifer berada.

“Itu adalah bayi Dragnis, makhluk penjaga gerbang neraka. Kamu hanya perlu menamainya setelah itu kontrak akan terjalin. Cukup menyebut namanya, dia pasti akan datang kepadamu.”

Tangan kecil Seana terulur pada naga itu, “Kalau begitu namamu adalah Hell.”

Naga kecil tersebut langsung memancarkan cahaya kemerahan, melompat dalam dekapan Seana, terlihat begitu nyaman.

“Jika kamu sudah cukup kuat, panggil aku lagi dan kamu bisa menerima berkatku.”

“Terima kasih, Yang Mulia!” Seana menunduk berulang kali.

Lucifer melirik Seana dengan malu-malu lalu berdehem mengusir kegugupan. “Kamu bisa memanggilku lebih akrab.”

Seana mengernyit. Panggilan lebih akrab? Semacam apa? Seana berpikir keras lalu angguk kepala mantap. “Terima kasih, Sang Penguasa Diabolus!”

“Hah?” sudut bibir Lucifer berkedut, “Tsk! Panggil aku Kakek Buyut!”

Wajah pucat Lucifer sedikit bersemu. Walau usianya sudah begitu tua, wajahnya masih muda, seperti pria berusia 30 tahun, tubuhnya pun begitu atletis, tidak ada kerutan yang memancarkan penuaan.

“T-terima kasih, Kakek Buyut.”

Seana menatap Lucifer seolah melempar percikan hati dari mata birunya, Lucifer pun tidak bisa menahan keimutan cicitnya tersebut sehingga mengambil alih Hell dari dekapan Seana.

“Dia harus tinggal di Neraka beberapa tahun, tapi kamu bisa memanggilnya kapan saja karena walaupun masih bayi, kekuatan Hell begitu luar biasa.” Setelah berkata demikian, Lucifer hilang sedangkan Seana terbengong.

Sementara itu setelah sampai di Neraka, Lucifer memandang seluruh bawahannya, para iblis bertanduk tingkat tinggi berkulit kemerahan.

“Apa ada masalah, Yang Mulia? Kenapa Anda meninggalkan singgasana dengan tiba-tiba?”

Lucifer tersenyum angkuh sambil duduk di singgasana.”Cicitku yang manis merindukanku jadi aku pergi melihatnya. Kalian pasti tidak akan paham karena belum menjadi seorang Kakek Buyut," dustanya.

Para bawahannya saling pandang. Apa raja yang selalu muram dan tampak kesepian itu baru saja menyunggingkan senyum? Padahal selama ribuan tahun, sejak dipilih menjadi raja neraka, bibir Lucifer selalu mengerut, tidak ada gairah hidup karena begitu bosan. Akan tetapi, sekarang raja mereka bersenandung kecil sambil mengelus puncak kepala anak Dragnis.

...BERSAMBUNG .....

Terpopuler

Comments

Iswati

Iswati

bikin ketawa ngakak coyyy🤣🤣🤣🤣

2024-11-06

0

Itzz Moon 1408

Itzz Moon 1408

/Facepalm//Facepalm/trnyta raja iblis bisa sekiyowo ini ragara cicitnya

2024-02-11

1

Ifarim

Ifarim

uhhh ahjussi hot itumah😭👍

2024-01-02

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!