05| Berburu

...SELAMAT MEMBACA...

Satu-satunya dewa yang tertarik dengan iblis adalah dewa kegelapan, Hades. Akan tetapi hanya penguasa pertama Diabolus yang mampu menarik perhatian Hades yakni, Lucifer Kastrofi.

“Lucifer Kastrofi? Dia leluhurku, jadi buku ini sungguhan?!”

Seana berada di ruang tertutup tempat berlatih sambil membaca buku yang diambil dari perpustakaan kemarin. Lucifer adalah leluhur yang paling diagungkan di Diabolus karena pencapaiannya di masa lalu terus bertahan hingga saat ini, tapi karena terlalu kuat akhirnya Lucifer naik ke dunia atas dan diminta menjadi raja neraka, jadi kesimpulannya Lucifer merupakan satu-satunya leluhur yang masih hidup karena menerima keabadian surgawi.

Kian penasaran pada buku tersebut, Seana telah tuntas membaca buku itu hingga halaman terakhir, tanpa sadar di luar sudah sangat gelap dan Douglas berdiri di depan pintu karena cemas Seana akan melewatkan makan malam lagi padahal anak kecil butuh gizi seimbang.

“Sudah waktunya makan malam, Nona muda.”

Seana meninggalkan ruangan, membiarkan Douglas menyajikan makanan untuknya di ruang makan. Walau terlihat fokus mengunyah, pikiran Seana berkelana ke arah seputar Mana. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa inti spiritual bukan hanya berada dalam tubuh, tapi juga jiwa hanya saja tidak ada satu pun makhluk hidup yang mampu melihat jauh ke dalam jiwa sendiri, tapi berbeda dengan Seana. Saat menjadi iblis, ia telah diberkati kemampuan untuk melihat seberapa besar kekuatan dalam tubuh seseorang dan hal tersebut berpengaruh pada seluruh inderanya dimana saat berada di titik fokus sempurna, Seana bisa melihat jauh ke dalam raga dan jiwa sendiri maka dari itu ia mampu menciptakan kekuatan perpindahan jiwa.

Membayangkan dirinya memiliki dua inti spiritual yang bisa digunakan, membuat sekujur tubuhnya merinding takjub namun kesenangan itu hanya khayalan tanpa dasar apabila hanya omong kosong. Jadi, Seana mempercepat makan malamnya dan segera kembali ke ruang latihan dan tentu Eleos akan berjaga sepanjang malam di luar pintu.

“Sepertinya Nona muda terlalu memaksakan diri.” Frena tampak cemas.

“Tapi ini lebih baik ketimbang Nona mengurung diri seperti dulu.” Douglas menyahut.

Beberapa hari lalu Frena hormat pada Seana karena rasa takut, tapi setelah Seana melindunginya dari amukan Zielda membuat loyalitas Frena meningkat pesat dan bertekad melayani Seana sebaik mungkin sementara Douglas yang tampak acuh jelas tergerak karena usaha keras Seana untuk menjadi kuat. Walau belum terlihat, perubahan besar akan memperbaiki kondisi orang-orang di sekitar Seana, itulah pikir Douglas saat ini ketika melihat punggung kecil yang membelakangi mereka dalam ruang tersebut memancarkan hawa panas, konsentrasi pernapasan yang luar biasa.

“Gila! Ini benar-benar konyol!”

Setelah dua jam berlalu, akhirnya Seana menyadari bahwa ia memiliki dua inti spiritual yang mampu menampung dua elemen Mana. Inti spiritual di dalam raga menampung Mana bersih dan suci sementara inti spiritual di jiwanya mampu menampung Mana negatif yang mana itu membuka peluang Seana untuk kembali menguasai sihir kegelapan sama seperti ketika menjadi ratu iblis, tapi kekurangannya ia harus mulai dari nol yakni mengumpulkan Mana negatif. Lalu dari Mana negatif dapat ditemukan?

Mana negatif umumnya melekat pada makhluk hidup berenergi buruk atau jahat dan juga terdapat pada benda mati yang telah terkena kutukan atau energi buruk jadi karena di sini tidak ada Mana negatif yang mampu diserap, Seana tidak punya pilihan lain kecuali pergi berburu monster.

“Sir Eleos.”

“Tolong panggil Eleos saja, Nona muda.”

Seana angguk kepala kemudian melipat tangan depan dada. “Istirahatlah lebih awal karena kita akan pergi sebelum fajar.”

“Kita akan kemana?”

“Berburu monster.”

“A-anda mau berburu monster?” Eleos terlihat skeptis.

Berburu mosnter bukan pekerjaan mudah bahkan membunuh slime pun cukup sulit bagi pemburu veteran.

Seana mengembuskan napas sambil menggerakkan leher hingga tulang berbunyi. “Aku perlu latihan, tubuh ini sangat lemah untuk sekedar pernapasan saja. Baru berapa jam rasanya aku sudah mau pingsan, menyebalkan. Inilah mengapa aku benci makhluk lemah.”

Dahi Eleos mengerut karena majikannya berbicara seolah itu bukan tubuh sendiri, tapi lebih dari itu sepertinya Seana tidak peduli setelah melihat Frena terlelap dalam posisi meringkuk depan pintu lalu tak lama senyum Seana terulas samar. Siapa sangka pelayan kurang ajar yang hampir mati di tangannya jadi begitu loyal. Yah, itu sedikit menjadi hiburan setelah baru mengalami pengkhianatan.

“Sekalian sebelum kembali ke kamarmu, antar dia.” Seana kemudian kembali ke kamar dan Eleos tampak enggan menggendong Frena, jadi kesatria berkantung mata suram tersebut menggoncang tubuh Frena hingga terbangun dengan sedikit liur keluar di sudut bibir.

“Nona muda bilang beristirahatlah.”

“Apa nona muda sudah kembali ke kamar?” Frena masih setengah sadar.

“Iya, jadi kembalilah ke kamarmu karena aku juga akan pergi istirahat ke kamarku.”

...***...

Hutan Monslan merupakan salah satu hutan terbesar di wilayah selatan yang dipenuhi monster. Sejumlah pemburu terlihat berkerumun di tepian jalan masuk hutan sambil mengenggam selembaran kertas misi yang diambil dari Serikat Pemburu, pemandangan semacam ini adalah hal lumrah di berbagai tempat yang banyak monster.

“Lebih baik kamu kembali saja dan minum secangkir cokelat panas di rumah, Nak.”

Ada keributan kecil disana. Seorang pria bertubuh besar dan penuh luka menghardik anak perempuan berkisar delapan tahun yang ditemani seorang pemuda, penampilan pemuda tersebut seperti pembunuh bayaran.

“Lebih baik Paman pulang dan gosok gigi agar omong kosong yang keluar dari mulut paman tidak terlalu menyengat.”

Anak yang tidak lain Seana tersebut mengibaskan tangan di depan hidung. Urat leher si pria langsung timbul bersama emosi yang hendak meledak tapi Eleos langsung mengerahkan belati di lehernya.

“Biarkan kami masuk dengan tenang jika kamu tidak mau mati disini.” Mata hitam Eleos berkilat bengis.

“Hei, apa kamu tida tahu Eglos Si Tangan Penghancur?! Kalian cari mati dengan ketua guild kami, ya?!”

Pria besar itu bernama Eglos dan merupakan pemilik Guild Tangan Hitam. Guild itu cukup terkenal di wilayah selatan, tapi Eglos tahu bahwa pria yang mengarahkan belati padanya jauh lebih kuat jadi sambil menyembunyikan ketidakberdayaannya, Eglos mengalah dan berkata mereka harus membiarkan orang yang mau mati lebih cepat lewat. Namun, setelah Eleos dan Seana masuk ke hutan, Eglos bersama timnya diam-diam mengintai mereka dan berniat memberi pelajaran pada keduanya. Eglos yakin, sehebat apapun Eleos, tidak mungkin bisa mengalahkan sekelompok orang terkuatnya apalagi melindungi anak kecil angkuh itu.

Setelah mengintai sampai setengah hari, niat buruk Eglos mengerut sesaat melihat anak kecil yang ia remehkan bertarung secara membabi buta dan penuh kegilaan saat dihadapkan oleh segerombol goblin tingkat tinggi, goblin yang memiliki kesadaran layaknya manusia.

“Hei, apa timmu menganggur sejak tadi sampai harus mengintip kami sepanjang waktu?”

Seana membelah semak belukar besar yang menjadi tempat persembunyian Eglos dan timnya. Keringat Eglos bermunculan sangking terkejutnya melihat Seana ditemani Eleos di balik punggung mengetahui persembunyiannya.

“Ti-tidak, dia pasti akan membunuhk—“

“Kulihat tadi misimu adalah memburu sekelompok goblin, tapi aku sudah menyelesaikannya. Kamu bisa mengurus sisanya dan jangan katakan apapun tentang penyerangan yang kami lakukan.” Seana melirik setumpuk goblin tersebut.

Para pemburu harus menyerahkan bukti jika telah menyelesaikan misi, seperti mengambil organ monster yang memiliki nilai jual. Jika itu goblin tingkat tinggi, mereka akan mengambil buah za*kar, ginjal dan jantung goblin karena organ itu dijadikan obat atau bahan penelitian para praktisi medis dan alkemis.

“Anda sungguh akan memberikannya pada kami secara cuma-cuma?” tanya Eglos.

Seana angguk kepala. Lagi pula ia telah menyerap Mana negatif dari goblin itu lalu sangat disayangkan jika sesuatu yang bisa diuangkan justru menjadi bangkai karena diabaikan. Di sisi lain, Eglos menjadi terharu dan melihat Seana dengan pandangan berbeda, bukan lagi anak angkuh, tapi iblis kecil yang murah hati.

Eglos lantas memberi arahan pada anggota timnya untuk mengurus para goblin setelah itu mendekati Seana dan Eleos sambil menyodorkan emblem logam dengan permukaan timbul yang membentuk sebuah tinju. “Walau hanya seorang pemburu, aku memiliki Guild kecil cukup terkenal di selatan. Jika kalian berniat bergabung atau meminta bantuan, aku akan senang menyambut kalian.”

Seana menerima emblem tersebut lalu menaruhnya dalam saku jubah sembari mengamati Eglos dari atas hingga bawah. Pria itu jelas memiliki kemampuan hebat, luka-luka di tubuhnya tercipta oleh pengalaman bertarung dengan monster.

“Bagaimana jika kamu dan timmu ikut denganku selama sebulan? Kuyakin kalian akan mendapat banyak keuntungan karena aku ... “ Seana berhenti sejenak lalu menyeringai setelah menengadah untuk melihat langit, “akan menjarah monster di hutan ini.”

...BERSAMBUNG ......

Terpopuler

Comments

Itzz Moon 1408

Itzz Moon 1408

/Curse//Curse/umurnya loh om dh tua

2024-02-11

1

Titin Sampita

Titin Sampita

Badan bocil tapi usia dan pengalaman 1500 tahun bingung kan, udah nda usah dipikirin nikmati aza keseruan nya,/Casual/lanjut Thor

2024-01-15

2

Anramu

Anramu

Bayangin bocil imut dengan rambut putih mata biru ngomong gini😭🤣

2023-08-27

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!