...SELAMAT MEMBACA...
Bagi manusia, inti spiritual terbagi sepuluh tingkatan di dalam tubuh yang kemudian hal tersebut menjadi tolok ukur apakah mereka akan menjadi pengguna sihir yang hebat. Semakin besar tingkat inti spiritualnya maka semakin besar mereka mampu menampung Mana juga berkesempatan tinggi untuk menarik perhatian dewa lalu mendapat berkat berupa kekuatan. Berbeda dengan beberapa ras lain, mereka bisa terus meningkatkan inti spiritual tapi tergantung apakah tubuh mereka kuat untuk menahan kekuatan tersebut.
Lalu, Seana yakin bahwa sebelumnya tubuhnya telah berada di tingkat 12 tapi saat melakukan pernapasan untuk mengumpulkan Mana dan menyempurnakan inti spiritual di raga baru, ia menyadari satu kenyataan pahit yakni, kekuatan yang selama ini ia miliki dengan kerja keras dan mati-matian tersegel di dalam tubuh pertamanya. Rasanya ia ingin menjerit dan menghancurkan apapun.
Sebagian kekuatan tumbuh di dalam raga sementara kekuatan dari jiwa adalah berkat dari lahir dan itu hanya penglihatan pendeteksi kekuatan, aura intimidasi dan energi membunuh seorang keturunan murni penguasa iblis, hanya itu! Padahal ia sudah bersikap angkuh di depan Eleos tapi sekarang ia hanya bocah berusia 12 tahun yang lemah.
“Sial! Sial! Semua karena pedang sialan dan pengkhianatan mereka!”
Eleos mengernyit heran melihat Seana menghentak-hentakan kaki sambil mengepalkan tangan, meninju ruang hampa depan wajah. “E-em, haruskah saya berjaga di luar, Nona muda?” tanya Eleos.
Seana berhenti, melirik Eleos sambil angguk kepala. Setelah kepergian pemuda tersebut, Seana duduk bersila di lantai batu lalu melakukan pernapasan untuk melihat jauh ke dalam tubuh bagaimana aliran Mana pada energi spiritual berjalan lalu pada detik berikutnya senyum Seana merekah. Tubuh anak ini diberkati Mana yang melimpah ruah namun terhambat karena aliran Mana kacau dan mungkin tubuhnya bisa meledak kapan saja.
“Hahaha, baiklah mari kita mulai.”
Setelah berkata demikian Seana mengembuskan napas panjang sembari memejamkan mata, melakukan pernapasan dengan fokus penuh. Perutnya naik turun, sejalan dengan sensasi yang terasa mengambang dan merenggang di bahu dan pundak, bukan hanya di perut. Perlahan ia merasa tubuhnya lebih rileks dan jalur kacau aliran Mana mulai terstruktur.
“Huuh ...”
Seana membuka mata seraya mengembuskan napas bersama peluh yang membanjiri tubuh. Ini sudah berlangsung lama dan suhu di sekitarnya menjadi hangat lalu ia merasa tubuhnya jauh lebih ringan dan segar.
“Ini masih kurang. Pernapasan sangat bagus untuk meningkatkan banyak hal baik dalam tubuh.”
Seana kemudian keluar. Eleos mengerjap melihat Seana sudah keluar setelah lima jam tanpa suara di dalam ruangan tersebut.
“Apa semua baik-baik saja, Nona?”
Seana angguk kepala. “Aku akan kembali ke kamar. Douglas akan mengantarmu ke kamar yang sudah disiapkan.”
Seana kembali ke kamar lalu menatap Frena yang sibuk menyiapkan cemilan untuknya di sore hari.
“Dimana aku bisa menemukan perpustakaan?”
Frena berhenti sejenak sambil menatap Seana. “Di istana utama, Nona muda.”
“Apa perlu akses untuk masuk kesana?”
“Karena Anda keluarga kekaisaran, itu tidak diperlukan. Tapi ada beberapa lantai di perpustakaan yang tidak boleh dimasuki bahkan keluarga kekaisaran sekalipun karena itu butuh izin kaisar.”
“Kenapa? Apa itu berisi buku terlarang?”
Frena geleng kepala. “Saya kurang tahu. Tapi jika ingin kesana setidaknya Anda harus berada di tingkat 5, tapi Anda bahkan tidak berada di tingkat pertama maka perpustakaan lantai dasar saja yang bisa diakses.”
“Ah, bede*bah. Aku benci jadi lemah.”
Wajah Frena pucat dan ludah yang ditelan pun terasa sulit. Bagaimana bisa nona muda berambut perak dengan sepasang mata biru langit tersebut berbicara kasar padahal berwajah imut begitu.
Sementara itu di kediaman anak kedua, Calista Maune.
Ditemani saudara ke lima dan ke enam yakni Werren dan Milene, Calista memasang wajah kesal sejak adik bungsunya dipanggil menemui Kaisar dan anak tidak berguna tersebut menjadi perhatian banyak orang terutama katanya hari ini anak itu diberi izin untuk memiliki kesatria pribadi.
“Apa pada akhirnya anak itu menggila?” Werren tertawa sambil menaruh tangan di atas bahu Milene.
“Anak yang tidak ada kabar selama tujuh tahun terakhir tiba-tiba membunuh. Bukankah dia monster? Yah, lagi pula itu tidak ada apa-apanya dengan kita yang sudah membunuh seseorang di usia yang lebih muda.”
Calista mendelik sarkas. Apakah itu patut dibanggakan saat ini? Calista benar-benar terusik apalagi saat mengetahui Zielda menemui anak itu.
“Selagi dia masih benih, bukankah lebih baik dihancurkan, Kakak kedua?” tanya Milene.
“Ya, itu benar. Sebentar lagi anak itu akan masuk ke Akademi dan bergabung dengan keempat anak lainnya disana, jika dia sudah disana sulit bagi kita untuk menghancurkannya.”
Calista mengembuskan napas. Walaupun dekat, Calista tahu bahwa dua saudara depan mata itu akan mengoloknya karena berpikiran sama. Lagi pula untuk apa mencemaskan anak lemah. Selain itu, sepertinya Zielda tidak akan membiarkannya jika mengusik anak itu.
“Yang berada di bawah kita bukanlah masalah. Sebaliknya kita harus menjatuhkan Zielda dan Ronav.”
Calista tersenyum lebar. Selama Kaisar masih hidup, posisi penerus belumlah pasti walau saat ini Zielda memegang kendali penuh namun permainan untuk merebut posisi tersebut bukan terjadi di depan saja melainkan permainan dari belakang jauh lebih mengerikan.
...***...
Seana pergi ke perpustakaan bersama Eleos yang menunggu di luar. Menjelajahi rak-rak kayu raksasa disesaki beragam buku, belum satu pun buku menarik perhatian Seana sampai akhirnya tangan kecilnya itu meraih asal salah satu buku dalam kotak, sepertinya itu buku-buku dalam proses penuaan dan perusakan sehingga aroma almond, kayu, vanili serta beberapa aroma lain cukup menyengat hidung dan kemungkinan besar buku-buku dalam kotak itu akan dibuang.
“Eh? Ini buku dengan bahasa iblis, kan? Heh?! Kenapa ada disini!”
Seana mengambil salah satu buku di dalam kotak lalu mengamati bahasa yang tertuang, itu bahasa kuno bangsa iblis dan buku tersebut membahas tentang iblis yang diberkati dewa. Seana tertawa membaca buku tersebut karena dewa lebih menyukai manusia ketimbang ras lain. Oleh karena itu, walau pengumpulan Mana manusia dibatasi oleh inti spiritual yang hanya sampai tingkat 10 manusia mampu menjadi lebih kuat karena mereka bisa melakukan kontrak atau diberkati oleh dewa dan roh alam.
Manusia memiliki akal yang unggul dari ras manapun dan mungkin melebihi dewa. Dari berbagai literatur dan wahyu yang turun, manusia disebut makhluk paling mulia, tapi setelah diciptakan dan dicicipi proses kehidupan di dunia banyak dari mereka berperilaku tercela.
“Aku akan ambil ini saja.”
Setelahnya, Seana menyembunyikan buku itu di dalam rok, menjepitnya pada pinggang celana panjang yang dipakai sebagai dalaman lalu ia segera keluar dari perpustakaan.
“Hei, anak itu tadi mengambil buku yang aneh. Kamu sepemikiran denganku, kan, Jamie?”
Jamie, kepala perpustakaan istana kekaisaran hanya diam sambil menggaruk pipi. Buku yang diambil sampulnya sudah cukup tua dan menggunakan bahasa aneh yang bahkan tidak dipahaminya. Sejak Seana masuk ke perpustakaan, Jamie dan rekannya, Stella bersembunyi di balik rak buku sembari memperhatikan tingkah menggemaskan Seana yang untuk pertama kalinya datang ke perpustakaan.
“Apa kamu akan melaporkannya pada Yang Mulia?” tanya Stella.
“Tidak perlu. Lagi pula anak itu tidak paham isinya, pasti hanya asal ambil.”
“Omong-omong bukankah anak ke 12 kaisar sangat lucu? Rambut perak dan mata birunya itu seperti menyihirku, dia sangat imut!”
Jamie mengembuskan napas dan berpikir haruskah dia beritahu bahwa anak lucu yang baru saja dipuji tersebut dirumorkan memenggal seorang kesatria?
“Ya, dia sangat imut.” Jamie menjawab malas.
...BERSAMBUNG ......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Itzz Moon 1408
/Curse//Curse//Curse/terpaksa bangt si jemie
2024-02-11
1