...SELAMAT MEMBACA...
T-tidak ini pasti salah paham, aku ini iblis! Ratu iblis! Bagaimana bisa diberkahi Panacea? Apakah dia tidak tahu aku ada iblis? Tidak! Aku yakin Paus ini membual, dia salah membaca aliran dalam tubuhku!
Seana berusaha mendekati Paus, memberitahu bahwa itu mungkin salah paham dan berharap melakukan penilaian ulang, tapi dalam sekejap ruangan bergemuruh bersama munculnya semburan cahaya emas dari atap kaca ruangan yang menjulan tinggi, menghadirkan replika Panacea dalam wujud wanita yang terbentuk dari Mana suci emas transparan, sosok replika Panacea memeluk Seana dan mendaratkan ciuman di kening.
Semua orang menahan napas, pemandangan yang amat indah dan luar biasa tersebut menggoncang segala emosi kekaguman dalam diri sedangkan Seana seolah tidak terima.
“T-tolong tarik kembali berkatnya.” Mata Seana berkaca-kaca ketika memohon, tapi Panacea justru tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala kemudian raib bagai ditelan bumi.
“Anda sungguh diberkati, Putri.” Paus menaruh tangan di balik punggung, tersenyum tulus pada Seana.
Kemudian ruang pemberkatan riuh, sorak sorai menggema jauh lebih dahsyat ketimbang orasi tadi, itu bahkan akan menembus jauh di atas langit. Seana lantas menoleh ke bangku tamu, berharap setidaknya ada satu yang tidak percaya dan berusaha menyangkal kebenaran sepertinya, tapi bahkan kaisar memberi tepuk tangan untuknya. Hancur sudah! Seana tidak mau menjadi saintess, ia harus balas dendam dan menduduki singgasana di Diabolus, ia bukan penyelamat!
...***...
Kabar Seana diberkati Panacea telah tersebar ke segala penjuru kekaisaran dan sekarang beragam hadiah memenuhi kediamannya. Itu dari saudara yang memang menaruh perhatian baik padanya tapi yang paling banyak adalah hadiah dari Sanctia Pantodymonus, Paus pasti menginginkannya untuk mengabdikan diri di sana, membantu semua umat manusia yang mengalami beragam kesulitan.
Itu tidak akan terjadi karena Seana telah menangkap kabar bahwa jumlah monster iblis kian meningkat maka dari itu, pasukan-pasukan khusus kekaisaran yang dipimpin oleh ke delapan saudaranya terus bergerak di beberapa titik di wilayah yang telah ditentukan kaisar. Siapa yang kembali lebih cepat atau siapa yang membunuh monster lebih kuat akan menjadi buah bibir, dan itu akan masuk dalam penilaian kaisar dan beberapa orang berkuasa di belakang kaisar.
Seana ingin ikut dalam ekspedisi menaklukkan monster-monster iblis, mencari tahu setidaknya bagaimana kondisi Diabolus setelah kematiannya karena sampai saat ini pergantian penguasa Diabolus belum dikonfirmasi sehingga semua ras tidak mengungkit sesuatu tentang bangsa iblis, biasanya mereka akan tahu jika setiap ras mengganti penguasa mereka. Namun, jika bergerak langsung ke Diabolus, Seana tidak bisa menjamin keselamatannya sendiri karena saat ini kekuatannya belum cukup.
“Tiga tahun. Mudah bagiku untuk menjadi kuat dalam waktu tiga tahun, setelah itu aku akan menemui mereka satu persatu, kembali menginjak kepala mereka di bawah kepemimpinanku!”
Zielda mengangkat sebelah alis melihat Seana mengepalkan tangan, mata anak itu berapi-api penuh semangat, begitu menggemaskan. Namun tiba-tiba Douglas muncul memberitahu bahwa pengantar pesan dari istana kaisar datang bersama beberapa prajurit istana. Seana langsung keluar, tapi Zielda menggendongnya lebih dulu.
Pengantar pesan menelan ludah melihat putri bungsu berada dalam gendongan putri mahkota, kandidat terkuat dan sosok yang paling ditakuti setelah kaisar.
“Senang melihat Anda, Putri Mahkota.” Pengantar pesan membungkuk rendah.
Zielda membisu sejenak, mata wanita itu berkilat gusar. “Apa kamu tidak senang melihat adikku?”
Hah? Seana langsung memandang Zielda, alis kakak pertamanya itu mengerut, air mukanya menunjukkan perasaan tersinggung. Tapi kenapa? Seana berpikir keras, lagi pula tidak masalah ia tidak disapa karena yang kedudukannya begitu kuat adalah putri mahkota.
“Bukan begitu, Putri Mahkota."
“Kalau begitu kenapa kamu tidak menyapa adikku?”
Bulir-bulir keringat bermunculan di atas bibir si pengantar pesan. “S-senang melihat Anda, Putri bungsu. Anda sungguh indah bagai malaikat kecil.”
Seana mendesah pelan, itu terlalu berlebihan karena memuji dengan nada ketakutan tapi Zielda justru menunjukkan kepuasan. “Katakan apa isi pesan Yang Mulia.” Zielda mempersilakan.
Pembawa pesan lantas membuka gulungan dekret, membacanya dengan lantang di depan semua penghuni kediaman Seana. Isi dekret itu menunjukkan bahwa Kaisar telah mengakui Seana dan memberikan Paviliun Malam Gemerlap sebagai hadiah dan permintaan maaf karena memberikan kediaman tua dalam istana kekaisaran.
Semua orang terkejut. Terdapat banyak Paviliun di Istana kekaisaran, sebelas anak lainnya sudah mendapat paviliun mereka sendiri tapi paviliun Malam Gemerlap memiliki pemandangan dan lingkungan paling indah dari lainnya. Paviliun itu dulunya ditempati oleh kaisar pertama ketika masih bersatus pangeran, walaupun sudah berusia tua, paviliun itu masih terawat dengan baik dan terus mendapat perbaikan jika ada yang cacat sedikit pada bangunannya.
“Kalau begitu bisakah aku pindah kesana sekarang?” Seana bertanya, tidak ada kebahagiaan terpatri di wajah manisnya.
"M-maaf?" Pengantar pesan memastikan apa yang ia dengar.
"Karena sudah diberikan jadi aku akan pindah sekarang. Kediaman tua ini membuatku sesak, jadi Anda bisa kembali dan sampaikan terima kasihku pada Kaisar."
Pengantar pesan melirik Zielda. Biasanya setelah mendapat hadiah, penerimanya harus datang langsung mengucapkan rasa terima kasih pada kaisar setelah itu barulah pindah. Namun, Zielda memberi anggukan dan mempersilakan pengantar pesan menyampaikan apa yang dikatakan Seana pada Kaisar.
"Kalau begitu kemaslah barang-barang kalian, kita akan pindah sekarang." Seana menoleh ke belakang, memerintah semua pekerjanya untuk bersiap.
"Baik, Nona!"
Zielda terkekeh. Seana memang anak yang begitu dingin, pikirnya.
...***...
“Sungguh? Anak itu mendapat berkat Dewi Panacea?” Calista mengangkat sebelah alis skeptis.
Vilan mendatangi kediaman saudara kedua setelah memastikan kebenaran tersebut. Kini semua orang terus mengoceh bahwa telah lahir anak malaikat di Kekaisaran, sungguh berlebihan. Jika mereka tahu bagaimana kejinya anak itu dalam menghukum seseorang, sebutan iblis bahkan tidak sebanding untuk mendeskripsikan sosoknya.
“Sepertinya kalian berdua benar, kita harus menyingkirkan anak itu sebelum dia tumbuh lebih tinggi.” Calista melempar pandang pada Werren dan Milene.
Werren melompat dari sofa lalu menepuk dada dengan bangga. “Kalau begitu aku akan sedikit bermain-main dengannya.”
Vilan bersedekap tangan di dada. “Kemarin aku membuat masalah dengan anak itu dan Kak Ronav datang menghentikanku.”
Milene mengerutkan dahi. Tidak percaya bahwa orang yang paling netral dan enggan ikut campur itu menghentikan pertengkaran. “Jadi Kak Ronav juga menaruh perhatian khusus pada anak itu?”
“Sepertinya tidak karena Kak Ronav membawa anak itu pergi dan hendak menghukumnya. Aku yakin dia mendapat hukuman yang cukup keras karena Kak Ronav tidak suka anak kecil berkelakuan iblis sepertinya.”
Milene dan Werren angguk-angguk kepala sementara Calista menyeringai. “Lakukan apapun yang kalian mau. Kudengar anak itu diberikan Paviliun Malam Gemerlap sebagai tempat tinggal barunya, bukankah kalian perlu memberi ucapan selamat?”
Werren dan Milene saling pandang lalu tersenyum culas. “Tentu saja.”
Kini ditemani Vilan, Werren mengambil antrian pertama untuk memberi ucapan selamat namun kedatangannya di paviliun Seana membuat semua orang ketakutan. Frena menjerit lalu memanggil Seana untuk keluar, menemui saudara kelima dan ke delapan yang datang membawa familiar.
Seekor anjing berkepala dua dengan ukuran tubuh tiga kali lipat dari anjing pada umumnya telah berdiri gagah sambil terus meneteskan liur dari mulut yang dipenuhi gigi tajam dan besar. Familiar adalah hewan yang dimiliki lewat sihir pemanggilan, tapi Seana tercengang melihat familiar milik Vilan, itu bahkan tidak setingkat cerberus, tapi gadis itu membawanya kemari untuk menakuti dirinya? Seana geleng-geleng kepala sambil berdecak. Di Diabolus bahkan ada yang lebih mengerikan dan besar dari anjing itu.
“Ya ampun, wajah adik begitu pucat. Maaf, aku datang kemari untuk memberi ucapan selamat. Karena tidak tahu harus memberi apa, aku mencoba memberikan familiar kesayanganku untuk menjaga kediaman barumu.” Vilan mengenggam kuat tali kekang yang melingkar di leher familiarnya.
Dilihat dari tampangnya, hewan itu sudah tidak makan selama berhari-hari. Jika menaruhnya disini, maka semua orang akan masuk dalam perut hewan itu. Seana menahan seringai, Vilan tidak ada jeranya, rencana itu sungguh murahan.
“Benarkah? Sungguh untukku? Boleh aku melihatnya?” Seana menelengkan kepala, ia tersenyum dengan mata sedikit melotot.
Werren mengangkat sebelah alis, tidak ada setitik ketakutan pun tersemat di wajah Seana. Malah dengan berani anak kecil itu mendekati familiar Vilan, mengabaikan seruan Eleos, Frena serta Douglas di belakang.
Seana begitu pendek, jadi anjing itu seperti sebuah pohon besar yang menjulang tinggi hingga kepala harus mendongak untuk bersitatap.
Hewan itu terus meneteskan liur hingga tanah di sekitarnya basah, berlendir dan bau. Melihat Seana, mata merah si anjing melebar, giginya saling bergemerutuk, rasa laparnya jadi meningkat namun Seana yang bahkan membesarkan seekor cerberus di Diabolus hanya menganggap familiar Vilan sebagai anak anjing. Cukup memancarkan aura khas ratu iblis melalui mata menuju mata anjing itu, dalam sekejap familiar Vilan duduk dengan kedua kaki depan terangkat, ekor mengibas-ngibas bersama lidah terjulur dan terengah-engah di hadapan Seana.
“Wah, anjingnya penurut sekali, dia pasti bisa jadi penjaga yang baik!” Anjing itu tiba-tiba merunduk saat tangan Seana terulur untuk menggapai kepalanya. Seana kini mengelus kepala familiar Vilan.
...BERSAMBUNG ......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Itzz Moon 1408
mau heran tp ratu iblis/Curse/
2024-02-11
1
Ifarim
bahkan anjingnya pun takluk sama seanna
2024-01-02
2
Ifarim
iriii bilang bozz
2024-01-02
2