03| Sumpah Kesatria

...SELAMAT MEMBACA...

Zielda menatap lekat Seana dari atas kepala hingga kaki, padahal anak itu berusia 12 tahun namun tubuhnya terlihat pendek dan kecil, seperti anak usia delapa tahun. Mau dipikir berulangkali juga, Zielda masih terkejut bahwa tangan kecil yang bisa patah kapan saja itu mampu mengayunkan pedang untuk memenggal kepala seorang kesatria.

Sekujur tubuh Seana meremang melihat jumlah Mana Zielda. “Wanita ini kuat! Sial, apakah dia akan mencelakaiku karena berpikir aku ingin ikut dalam perebutan takhta?”

Melihat adik terkecilnya tampak tegang dan waspada membuat Zielda tertawa pelan lalu mencubit sepasang pipi tirus Seana. “Kalau kamu makan lebih banyak, pasti akan terlihat seperti buntalan kapas.”

Hah? Kenapa, sih, orang ini? Seana membatin.

“Omong-omong, kenapa adikku bisa sekurus ini? Kupikir uang yang diberikan untuk mengurusnya tidaklah sedikit.”

Zielda mendelik tajam ke arah Frena. Tidak langsung menjawab, Frena justru bersujud sampai kepala menempel kuat di lantai. “M-maafkan kelalaian kami dalam mengurus Nona Muda, Putri Mahkota!”

Tangan Zielda dalam posisi hendak memotong sesuatu dan diliputi aura biru pekat. Seana yakin Frena tidak akan berakhir baik jika ia hanya diam saja jadi Seana berdiri di depan kepala Frena sambil merentangkan tangan di hadapab Zielda. “Jangan menyakitinya. Aku sudah mengurus permasalahan secara internal maupun eksternal di kediamanku.”

“Oho~anak ini melindungi bawahan yang pernah mengkhianatinya?”

Seolah mengerti apa yang dipikirkan Zielda, Seana mengembuskan napas. “Dia masih memiliki nilai guna, jadi aku belum membunuhnya.”

“Lebih dari itu, kenapa kamu datang kemari?” lanjut Seana.

Zielda lantas tersenyum lalu menyodorkan sebuah belati bersepuh emas dengan permata ruby terbenam di bagian gagang. “Tindakan yang kamu ambil baru-baru ini telah memicu perhatian saudara lain dan Kakak baikmu ini berpikir mungkin kamu membutuhkan sesuatu untuk melindungi diri.”

“Kenapa? Bukankah sebelumnya kamu tidak pernah menyapa atau menemuiku? Apa sekarang kamu datang karena sudah melihat nilaiku?”

Sejak Seana lahir, Zielda-lah yang mengamankan anak itu dari tangan para bangsawan. Bukan tanpa alasan, Zielda merasa perlu melindungi Seana yang tidak memiliki siapapun di istana sama sepertinya. Jika bukan karena kemampuan dari usaha mati-matiannya untuk berada di puncak, mungkin Zielda tidak yakin masih hidup hingga saat ini karena dari sekian banyaknya kandidat, dialah yang paling diharapkan kejatuhannya.

Menyadari perubahan ekspresi Zielda membuat Seana mengembuskan napas lelah. Yah, mungkin ini karena dia terlalu sensitif setelah dikhianati sehingga tidak bisa melihat niat baik seseorang. Tapi ... bisakah dirinya mempercayai manusia?

“Terima kasih, Ka-kakak.”

Wajah Seana merah padam saat menyebut ‘kakak’ bayangkan saja seorang iblis berusia 1500 tahun berlagak seperti anak kecil pada manusia yang bisa dibilang masih berkulit merah. Sedangkan Zielda sudah merasa jantungnya akan meledak ketika dengan wajah malu-malu, Seana menyebutnya kakak.

“Ekhem! Kalau begitu jaga dirimu baik-baik.”

Setelah berkata demikian, Zielda berkelebat sementara Seana dikejutkan lagi dengan kehadiran Douglas yang datang membawa pesan dari kaisar.

“Maaf, Nona. Besok beberapa kesatria akan datang kemari dan Anda diminta untuk memilih salah satu dari mereka.”

...***...

Keesokan harinya, di halaman luas di kediaman Seana sudah berdiri sekumpulan kesatria. Mereka terlihat menjanjikan tapi banyak dari mereka enggan datang. Jika itu anak pertama hingga ke sebelas, mereka akan antusias karena dari 12 keturunan kaisar, hanya Seana-lah yang tidak diberkati berkat kekuatan sementara saudara lainnya memiliki afinitas mana unggul bahkan ada pula yang diberkati langsung oleh dewa. Seperti Zielda yang diberkati dewa perang yakni Tyr.

“Aku dengar Putri bungsu membunuh seorang kesatria. Apa kalian percaya itu?”

“Apa akhirnya kekuatannya bangkit?”

“Katanya dia dipanggil Yang Mulia kemarin.”

“Sungguh, aku tidak mau dipilih olehnya. Kamu tahu sendiri, kan, bahwa Putri bungsu bahkan tidak punya pendukung. Jika mengikutinya, kita hanya akan menjadi kesatria rendahan.”

Para kesatria terus mengoceh sampai akhirnya Seana keluar ditemani Frena dan Douglas. Bisikan tersebut raib bagai ditelan bumi dan mata mereka memutar malas melihat anak kecil kurus dan pendek muncul disana sebagai Putri bungsu kaisar.

Mata Seana bergerilya untuk mencari kesatria yang pas untuknya selama Douglas memberi salam pembuka pada para kandidat. Lalu, senyum Seana terulas saat melihat pemuda berkantung mata besar dan hitam seperti orang kurang tidur menatap bosan kerumunan di sekitar. Kalau saja penglihatan iblisnya tidak berfungsi, mungkin ia tidak akan bisa menemukan berlian ditumpukan serasah depan mata.

“Aku menginginkan pria itu.” Seana mengarahkan telunjuk padahal Douglas belum membuka tahap pemilihan.

Namun, detik berikutnya hanya tawa tertahan yang didapat Seana. Kesatria pilihannya berasal dari kalangan rakyat miskin dan masuk kemari dengan susah payah serta mengalami diskriminasi yang berlebihan. Maka dari itu, semua kandidat beranggapan bahwa Seana bodoh dalam pemilihan.

“Hei.”

Seana menghardik semua kesatria di depan mata, memancarkan energi membunuh hingga beberapa dari mereka terjatuh di tanah sambil memegang leher.

“Beraninya kalian bersikap kurang ajar di hadapanku!” Seana meninggikan suara.

Menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan besar, kata-kata penuh permohonan agar bisa bernapas leluasa terus terlontar dan akhirnya Seana menghentikan intimidasi tersebut dan meminta kesatria pilihan tersebut segera berdiri di hadapannya.

“Siapa namamu?” tanya Seana.

Pemuda itu bersimpuh dengan satu lutut tegap yang ditekuk, menghadap penuh hormat pada Seana.

“Choris Eleos, Anda bisa memanggil saya Eleos, Putri.”

Seana lantas mengangkat tangan, meminta Douglas menyerahkan pedang yang telah disiapkan untuk sumpah kesatria. Kini, Seana mengeluarkan pedang dari wadah, meletakkannya di sebelah bahu Eleos.

“Sir Choris Eleos, bersediakah kamu menjadi Kesatriaku?”

Sambil menunduk dan meletakkan tangan kanan pada dada kiri, Eleos menjawab, “Saya adalah senjata sekaligus perisai yang akan menahan segala bahaya yang mengancam nyawa Anda. Tidak akan ada satupun dari mereka mampu melewati saya karena dengan daging, darah, keringat, emosi dan nyawa saya sendiri, saya akan menghancurkan mereka. Dengan ini, Saya Choris Eleos akan mempertaruhkan segalanya untuk melindungi Anda, Yang Mulia Putri Seana Salvatrice, Keturunan ke 12 Sang Matahari Kekaisaran Zalmitic.”

Sumpah yang dilontarkan Eleos membuat bulu kuduk semua orang tanpa terkecuali Seana bergidik ngeri dan kagum. Bagaimana bisa kesatria ini langsung memancarkan kengerian yang pekat setelah terpilih, namun Seana tidak mau memikirkannya lebih jauh karena setidaknya ia memiliki sebuah senjata terkuat untuk menghadapi orang-orang yang hendak menyentuhnya sebelum menjadi lebih gila.

Seana lantas mencetak seringai mengerikan yang seharusnya tidak pantas terpatri di wajah anak-anaknya. “Kalau begitu ikutlah denganku, Sir Eleos.”

Seana menyarungkan kembali pedang lalu melirik Douglas untuk menutup acara pemilihan. Eleos sendiri mengusap tengkuk sambil menatap punggung mungil Seana yang jalan lebih dulu di depan, entah mau dibawa kemana dia.

Sejujurnya, Eleos tidak berharap tinggi bisa dipilih karena ia hanyalah kesatria dari kelas rendah karena seharusnya kesatria berasal dari keluarga bangsawan. Ini berkat kemampuan dan pengalamannya sebagai pembunuh bayaran sejak kecil sehingga bisa masuk karena memiliki kemampuan unggul dari kesatria pemula lainnya.

“Baiklah, Sir Eleos. Mulai hari ini kamu harus menjaga keamananku di dalam ruangan ini. Apapun yang kamu lihat nantinya cukup dipendam saja.”

Sekujur tubuh Eleos menegang saat mereka telah masuk ke ruang hampa nan gelap, hanya ada cahaya temaram dari nyala api obor yang tersemat di dinding lalu nona mudanya itu berujar penuh penekanan sambil meletakkan telunjuk di depan bibir, menyeringai seperti sosok iblis.

...BERSAMBUNG ......

Terpopuler

Comments

Anramu

Anramu

gemess sm zielda, semoga tetep baik ya ziel😭

2023-08-27

3

Anramu

Anramu

wkwkwk lucuu bgtt iblis kecil ini🤣

2023-08-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!