Di Dalam Mobilku

Di sebuah perusahaan yang berdiri kokoh di tengah Kota M. Wira bersama Zack mengunjungi lantai 2. Di sana merupakan tempat kantin perushaaan, mulai dari yang biasa hingga ada ruangan khusus jamuan VIP.

Zack membukakan pintu untuk Presdirnya. "Silahkan Presdir.."

"Selamat siang Presdir, saya Shiro yang akan menyajikan menu untuk tamu undangan Presdir di acara nanti." Sapa seorang koki ternama asal Jepang.

"Hm, bagaimana untuk menunya?"

"Ini Presdir, saya sudah membuatkannya bersama dengan tim. Ini untuk Appetizer nya, lalu ini ada Main Course nya, dan juga beberapa macam Dessert nya. Silahkan di coba Presdir"

Dengan sepenuh hati Shiro memberikan hidangan terbaik yang ia buat, untuk di coba oleh Wira. Pria tampan itu memperhatikan segala makanan yang sudah Shiro buat dan mencobanya.

"Okay, semuanya enak. Tolong buat yang terbaik di acara nanti. Saya percayakan anda dengan tim, mohon kerja samanya." Sesingkat dan jelas itu Wira berbicara.

"Baik Presdir, kami akan melakukan yang terbaik." Shiro merasa senang karena masakannya di puji enak oleh Wira.

"Satu lagi, tolong lebih di banyakkan lagi porsi Main Course nya, thank you."

"Baik Presdir"

Zack kemudian mengikuti Wira keluar dari lantai 2. Sepanjang jalan dalam kantornya, Wira selalu di sambut dengan semua karyawannya.

"Zack, malam nanti kita ada pesta ulang tahun JBC Group di Hotel Angkasa. Kau bisa ikut bersamaku" Pinta Wira dengan fokus berjalan sampai ke ruangannya.

"Baik Presdir."

"Hm, kau boleh kembali ke ruanganmu"

Wira duduk di sofa mewah dalam ruang kerjanya. Ia membuka laporan yang ada di atas meja, setiap harinya pria itu di sibukkan dengan pekerjaan.

Merasa ada yang belum lengkap, Wira meraih ponselnya dan menelpon seseorang. "Halo Jhon, tolong siapkan baju untuk menghadiri pesta ulang tahun nanti." Pintanya dalam sambungan telepon.

"Okay siap deh, mau lo yang kesini atau gue yang kesitu?" Tanya Jhon kembali di seberang sana.

"Kayaknya gue yang kesitu nanti malam sebelum berangkat."

"Okay, ditunggu. Tapi Wir, sorry nanti malam gue nggak ada di Butik. Soalnya gue ada acara fashion week untuk model gue." Jhon merasa tidak enak karena malam nanti sudah ada acara.

"Gimana kalau Nayla yang gue suruh tunggu di Butik, nanti gue yang siapkan bajunya." Sebuah ide yang di tawarkan Jhon membuat Wira memijat pelipisnya.

"Ya ya, up to you"

"Okay deh, bye.."

Wira mengingat kejadian semalam saja sudah membuat kepalanya terasa pusing. Tambah lagi harus bertemu Nayla lagi nanti malam.

Pukul 6 sore langit sudah mulai gelap, Zack dan Wira sudah berada di dalam mobil menuju Butik Jhon Richard. "Sudah sampai Presdir."

"Hm"

Wira turun dan menghela nafasnya sejenak lalu masuk ke dalam. Di sana Nayla hanya seorang diri, dia menyambut kedatangan Wira dengan ramah.

"Selamat malam Tuan" Nayla tersenyum tulus.

"Di mana baju yang saya minta?" Wira tidak ingin basa-basi.

"Mari Tuan saya antar ke dalam." Nayla memberikan setelan baju yang sudah di siapkan Jhon sebelumnya.

"Apa setiap orang kaya akan membeli baju untuk menghadiri setiap acara?" Gumam Nayla berbicara sendiri.

Pria tampan itu pun segera berganti baju di ruang ganti, dan keluar sudah menggunakan setelan jas yang berbeda.

"Wah, Tuan sangat terlihat lebih tampan memakai setelan ini." Puji Nayla yang memang kenyataannya ia terpesona dengan wajah tampan Wira.

"Sudah dari lahir, beruntung kau tidak membuat kesalahan lagi hari ini." Jawab Wira dengan wajah yang dingin.

Nayla tersenyum kaku, ia tetap bersikap seperti biasanya. Sebuah kesalahan tidak akan membuat kinerja nya berkurang.

"Ini baju anda yang tadi Tuan." Nayla memberikan paperbag berisi baju.

Wira mengambilnya dan tidak banyak bicara langsung keluar dari Butik. Di dalam mobil sepertinya Zack sedang menahan sesuatu.

"Ada apa kau Zack?"

"Ehm,, sepertinya saya sakit perut Presdir, dan maaf ini tidak bisa di tahan." Zack keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam Butik.

"Apa ada toilet yang bisa ku pakai?" Zack sudah merasa di ujung tanduk.

Nayla dengan ramah menunjukkan toilet dalam Butiknya. "Sebelah sana Tuan."

Sudah hampir lima belas menit Zack tak kunjung keluar, Wira pun menelpon Sekretarisnya itu. "Halo Zack, kita sudah hampir telat."

"Aduh maafkan saya Presdir, sungguh perut saya sakit sekali." Jawab Zack dengan susah payah.

"Hah kau ini, ya sudah kau pulang naik taksi saja. Aku akan berangkat sendiri." Wira menutup teleponnya. Ia turun dari mobil dan masuk ke dalam Butik.

"Ikut dengan saya!"

Wira menarik tangan Nayla dan membawanya ke dalam mobil.

"Eh tapi Tuan kita mau kemana, bagaimana dengan butiknya?" Nayla masih tidak paham. "Nanti biar Sekretaris saya yang urus."

Wira mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, ia menuju lokasi jamuan makan malam. "Tuan maaf kita mau kemana? Kenapa saya harus ikut dengan anda?"

"Anggap saja ini bentuk tanggung jawabmu soal kemarin."

"Tanggung jawab, bukankah saya sudah membawa kembali pesanan baju anda dengan baik?" Nayla masih bingung.

"Sudah diam saja, atau saya akan menelpon Jhon."

"Ya baiklah."

Ketika mobil sport milik Wira berhenti di sebuah Hotel bintang lima, Nayla kaget bukan main. "Tuan anda jangan macam-macam ya? Untuk apa saya di bawa kesini?!"

"Sudah ikut saja."

"Tidak mau"

"Ayo turun!"

"Tidak mau!" Nayla juga bernada tinggi.

Baginya ini sudah bukan bagian dari pekerjannya. "Saya bilang ayo turun!" Wira berjalan memutar untuk membukakan pintu mobil sebelah kiri.

Ia memaksa Nayla untuk keluar bersamanya. "Tidak mau Tuan, saya mau pulang saja." Sejujurnya Nayla sedikit takut karena tiba-tiba ia di bawa ke Hotel.

"Ayo temani saya masuk ke dalam."

Mau tidak mau Wira menggenggam tangan gadis itu agar tidak kabur. "Tapi untuk apa kita masuk ke sana Tuan." Nayla mencoba meronta.

Ketika mau memasuki lobi Hotel, Wira menghentikan langkah kakinya. Dia melihat penampilan Nayla dari atas hingga ke ujung kaki.

"Ada apa?" Tanya Nayla.

"Lepaskan ikatan ini, jauh lebih baik bukan?"

Tangan pria tampan itu melepaskan ikatan rambut Nayla, sehingga rambut lurus gadis itu terurai indah. Beruntung malam ini Nayla menggunakan dress hitam selutut di tutupi dengan blazer berwarna putih.

"Ayo!"

Sepanjang jalan tangan Wira tak henti menggenggam Nayla. Ia memasuki aula Hotel yang berada di lantai 15. Di sana Wira di sambut oleh para pelayan dan juga pemilik JBC.

"Selamat malam Tuan Wira, apa kabar?" Vano berjabat tangan dengan temannya.

"Malam Vano, selamat ulang tahun untuk Hotelmu. Semoga makin berjaya." Sebuah kalimat yang Wira ucapkan membuat Nayla yang berada di sampingnya mengerti kenapa, ia ada di sini sekarang.

"Thanks Wir, ayo nikmati pestanya." Vano mengajak keduanya masuk untuk menikmati pesta ulang tahun di Hotelnya.

"Ngomong-ngomong siapa gadis yang ada di sebelahmu, apa dia kekasihmu?" Vano melirik ke arah Nayla yang sejak tadi diam saja.

"Bukan, dia hanya karyawanku." Jawab Wira berbohong.

Kemudian Nayla berbisik di telinga Wira dengan berjinjit. "Lebih tepatnya adalah karyawan Mr.Jhon" Gadis itu tersenyum manis di hadapan Vano.

"Kalau begitu kalian nikmati pestanya. Aku mau kesana dulu" Vano pergi meninggalkan mereka berdua.

"Kau bisa menikmati apa saja yang ada di sini, tapi tidak untuk di bawa pulang!" Ucap Wira memberitahu Nayla.

"Jangan berburuk sangka Tuan, saya tidak pernah melakukan hal itu." Nayla merasa jengkel.

Dirinya berjalan mendekati meja bundar yang terdapat beberapa gelas berisi minuman. Nayla mengambil segelas dan mengenggaknya habis.

"Ahh, segar sekali.." Dahaga yang di rasakan Nayla sedikit lega.

Ia melirik ke arah Wira yang tengah berbincang dengan beberapa koleganya. "Ternyata seperti ini kehidupan orang kaya, aku bahkan baru pertama kali masuk ke hotel untuk acara seperti ini." Nayla mengutarakan isi hatinya.

Tak lama datanglah seorang pelayan memberikan minuman untuk Nayla. "Nona silahkan di coba minuman ini, rasanya enak sekali." Tawar seorang pelayan memberikan gelas itu padanya.

"Benarkah? Baiklah terima kasih."

Seorang pria datang mendekati Nayla yang masih sibuk menikmati minuman yang ia pegang. "Hai cantik, apa kamu sendiri saja di sini?"

"Tidak, aku bersama dengan seseorang." Jawab Nayla cuek.

"Bagaimana kalau ikut bergabung denganku?" Pria itu mencoba menarik tangan Nayla.

Dari kejauhan Wira memperhatikan gadis itu, dan merasa terganggu ketika Nayla di goda seorang pria tak di kenal.

"Tidak, terima kasih." Jawab Nayla.

"Oh ayolah sebentar saja." Pria itu kekeh menarik tangan Nayla.

"Aku bilang tidak, tolong lepaskan."

Sekuat tenaga Nayla melepaskan tangannya hingga terjatuh. "Awh.." Ia meringis. "Hei, sudah ku katakan ikutlah denganku sebentar." Pria yang memaksa itu sedikit jengkel karena Nayla memberontak.

"Ayo bangun!" Wira membantu Nayla untuk berdiri.

"Tuan?"

"Ayo kita pergi dari sini."

"Hei siapa kau berani sekali membawa dia pergi?!" Pria yang tadi merasa tak suka akan kehadiran Wira. "Aku datang bersamanya, jadi jangan coba-coba mendekatinya!" Ancam Wira dengan tatapan dingin dan mengerikan.

Dia membawa keluar Nayla dan masuk ke dalam mobilnya. Saat perjalanan pulang tubuh Nayla merasakan panas dan gerah.

"Tuan bisa tolong nyalakan AC nya, kenapa mobil ini terasa panas sekali?" Ucap Nayla yang sudah membuka blazernya.

Nampaklah lengan putih milik Nayla yang membuat Wira jadi canggung. "Hei, kenapa kau lepaskan bajumu. Pakai lagi!" Titahnya dengan cepat.

"Maaf Tuan, tapi ini gerah sekali. Apa anda tidak merasa panas?" Lagi-lagi Nayla meracau tidak jelas. "Bagaimana bisa dia merasa panas di mobilku yang dingin seperti ini?" Wira sedikit heran.

Rintik hujan membasahi mobil yang di kendarai Wira, malam ini hujan turun lagi. Membuat Wira tersenyum hangat menatap ke depan jalan.

"Di mana alamat rumahmu?" Tanyanya tanpa menoleh.

"Nayla di mana rumahmu?"

"Astaga!!!" Wira menepikan mobilnya di pinggir jalan.

"Apa yang kau lakukan?"

Jantung Wira merasa terkejut, karena Nayla berusaha melepaskan dress nya. Wajahnya pun sudah memerah.

"Jangan lakukan ini di dalam mobilku, heii!!" Pinta Wira menghentikan tangan Nayla.

"Aahh, panas sekali Tuan tolong.." Nayla seperti cacing kepanasan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!