Keadaan Rukmi benar-benar miris. Mirip penderita cacar m*o*n*yet, tapi kedua mata Rukmi terus melotot merah dan berair. Wajah cantiknya tak luput dari bentolan yang membuat bulu kuduk berdiri.
Bukan hanya pak Kades selaku orang tuanya yang menangis. Karena Ryuna yang sudah telanjur curiga ada yang tidak beres dengan kepercayaan sekaligus adat di sana, juga refleks berlinang air mata sekaligus gemetaran.
Lain dengan yang lain, para peserta KKN kecuali Sonya yang telanjur kepincut ke ki Awet, juga kompak merapatkan duduk mereka. Mereka kompak menggenggam satu sama lain, selain mereka yang lupa berdoa andai Kim tak mengingatkan mereka. Bahkan, sekelas pak RT dan warga yang masih ada di sana juga merasa ngeri, meski ka*sus seperti Rukmi bukan yang pertama kali mereka jumpai.
“Semuanya berdoa menurut kepercayaan masing-masing, ya!” sergah Kim yang sadar, di sana ada yang non muslim. Ada dua pemuda agak chinese, dan juga seorang mahasiswi yang memang langsung menggenggam kuat salibnya.
Di sebelah Sonya, Tiwi juga sudah langsung taawuz. Sementara Kim sudah langsung memulai rukiahnya dibantu kedua pengawalnya.
“Ingat yah, Mas. Jangan pernah lelah buat belajar. Ilmu duniawi memang penting, tapi agama termasuk bela diri jangan pernah ketinggalan apalagi Mas laki-laki dan akan menjadi pemimpin. Salat, puasa, baik yang wajib maupun sunnah alangkah baiknya jangan ditinggalkan. Karena percaya enggak percaya, usaha yang dibarengi dengan doa hasilnya lebih nyata. Ibarat pusa*ka, kekuatan doa bisa tembus ke langit!” Kim teringat nasihat sang mamah, wanita yang sangat ia kagumi sekaligus segani.
Kini, dibantu kedua pengawal pilihan yang memang sengaja ditugaskan untuk membantu sekaligus menjaganya, Kim mempraktikkan pengobatan rukiah dan selama ini sudah ia jalani.
Rukmi yang awalnya hanya diam memelotot, meraung-raung kesakitan. Sebagian dari mereka sampai berhenti berdoa apalagi pak RT yang sudah langsung marah-marah, meminta Kim dan kedua pengawalnya untuk berhenti.
“Pak Kades, Pak Kades jangan mau dibodo*hi. Jangan hanya diam begitu sementara mbak Rukmi kesakitan mirip orang kesu*rupan gitu!” tegur pak RT.
“Tapi ini memang doa-doa di agama kita kan Pak RT!” yakin Pak Kades yang sebenarnya sudah sangat kalut.
“Lah Pak Kades masa mau-mau saja anaknya dibuat bahan percobaan sementara selama ini kemampuan ki Awet sudah terbukti?!” tegas Pak RT yang makin emosi lantaran Rukmi munt*ah darah, gulungan rambut, dan juga paku.
Tinggal Kim, kedua pengawalnya, dan juga Ryuna yang tetap melafalkan doa-doa ayat suci Al'quran lantaran pemandangan kini benar-benar membuat semuanya termasuk Sonya, syok. Namun setelah beberapa saat kemudian, mereka yang non muslim kembali khusyuk dalam berdoa.
Yang membuat pak RT khawatir, ki Awet mendadak mundur dengan keadaan kaki tidak melangkah. Hingga ia yang yakin itu karena ulah Kim dan baginya telah mengirim s*ihir, berinisiatif mengambil satu ember air dari sumur yang ada di samping rumah kemudian mengguyurkan kepada Kim.
“Pak RT!” kecam pak Kades tak segan menarik bahkan mencek*ik pak RT. Warga di sana yang segera memisahkan hingga mereka tak lagi ikut berdoa.
Walau sempat terbatuk-batuk, Kim tetap melanjutkan doanya yang membuat Rukmi makin tidak tenang sebelum akhirnya wanita itu menjerit histeris. Anehnya, semua istri ki Awet tetap di dalam rumah dan tidak ada satu pun yang berinisiatif memastikan keluar.
“Lihat Pak Kades, ... lihat!” tegas pak RT memberi tahu sang kades bahwa tubuh Rukmi sudah sampai terbanting ke tempat wanita muda itu sebelumnya berbaring.
Suasana menjadi hening lantaran Kim dan kedua pengawalnya berangsur melongok sekaligus memastikan keadaan Rukmi. Termasuk juga dengan Ryuna yang kemudian hendak melongok wajah Rukmi, tapi dalam sekejap, Ryuna malah langsung tidak bisa bernapas sesaat setelah tangan kanan Rukmi mendadak mencek*iknya.
Dalam keadaan terbaring dan bola mata berwarna putih semua, Rukmi berhasil mengangkat tubuh Ryuna. Alasan yang juga membuat sebagian peserta KKN termasuk yang non muslim berdiri. Meski dari semuanya, masih yang non muslim yang lebih sigap kembali berdoa. Ketiganya bahkan mengingatkan yang lain untuk kembali berdoa.
Termasuk juga pak Kades yang menem*peleng pak RT untuk fokus berdoa ketimbang membu*al tidak jelas terus.
Sambil berdiri Kim terus berdoa, tapi kaki kanannya dicengke*ram oleh tangan kiri Rukmi. Detik itu juga kaki kanan Kim yang memakai celana levis panjang warna hitam mendadak berasap di bagian yang diceng*keram tangan kiri Rukmi. Membuat mereka yang melihat itu kembali terbengong-bengong tak percaya menyaksikan kejadian mis*tis yang tengah mereka alami.
Sonya yang telanjur keganjen*an kepada ki Awet, tanpa diketahui siapa pun justru masuk ke rumah ki Awet. Sonya memeluk ki Awet yang gadis itu pergoki tengah agak membungkuk membelakangi kehadirannya.
Sementara itu, di luar, pelan tapi pasti, Kim mendekap tubuh sang istri menggunakan kedua tangannya agar tak lagi melayang di udara. Begitu juga dengan kedua pengawal Kim yang berangsur meraih kedua tangan Rukmi silih berganti untuk kembali ke sisi tubuh. Salah satu dari mereka menyarankan pak Kades selaku orang tua Rukmi, untuk membalurkan air mineral yang sempat mereka sanding di sana, ke tubuh Rukmi. Sebab air mineral tersebut juga bagian dari pengobatan rukiah yang baru dipraktikkan.
Rukmi sudah tak lagi layaknya ker*asu*kan arwah jahat. Wanita yang dinikahkan pak*sa oleh orang tuanya karena aturan adat setempat dan masih di bawah kendali ki Awet itu tampak lemas sekaligus kebingungan. Tak kalah mencolok dari keadaan yang perlahan hening, tentu kenyataan bentol maupun cacar di tubuh Rukmi. Bentol merah menyera*mkan itu tampak lebih kecil, selain kedua mata Rukmi yang tak lagi melotot.
“Apa pun kepercayaan yang kita anut, itu memang hak kita. Namun bukan berarti kita menyakiti apalagi merugi*kan orang lain gara-gara kepercayaan kita,” ucap Kim sesaat setelah ia memeluk Ryuna dengan lembut.
“Semua agama itu baik, yang enggak baik itu manusianya. Namun jika sampai ada ajaran yang begini, sampai bikin seperti yang dialami mbak Rukmi, ... ini namanya syi*rik!” lanjut Kim yang kemudian menghela napas dalam sambil mengeratkan dekapannya kepada Ryuna.
Dalam dekapan Kim, Ryuna sama sekali tidak menyadari ulahnya. Yang ia lakukan hanyalah menenangkan diri dari apa yang baru ia lalui. Meski ia juga tak bisa berdiri lama-lama lantaran kedua kakinya yang memang sakit parah.
“Ya sudah Pak Kades, dibawa pulang saja mbak Rukminya. Nanti dibacakan doa-doa. Nanti paman-paman saya yang akan bantu ya,” ucap Kim sambil membopong Ryuna lantaran kedua kaki wanitanya itu memang belum bisa menapak dengan sempurna.
Karena bukan hanya Ryuna, Kim juga lupa jika hubungan mereka harusnya rahasia. Tak lama kemudian, semuanya pulang. Kim tetap menggendong Ryuna, sementara semuanya sepakat tidur ramai-ramai di tempat sama, di tempat para mahasiswa selama ini tinggal. Hanya saja, dari semuanya belum ada yang menyadari bahwa Sonya tidak ikut bersama mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
kimiatie
habislah Sonya kepetok Ki awet
2024-12-30
0
azka myson28
sonya langsung jadi istri ki awet menggantikan rukmini
2024-06-18
0
Ida Ulfiana
sonya jd istri keberapa ya
2024-06-12
0