8 : Slow Motion

Belum apa-apa, panen kolang kaling yang Ryuna jalani sudah langsung membuat wanita cantik itu takjub. Tak semata pemandangan alam di sana yang sangat menyegarkan mata sekaligus menenangkan pikiran bahkan hati. Sebab kenyataan beberapa wanita yang dengan sigap memanjat pohon aren selaku penghasil kolang kaling dan tingginya hampir 25 meter, juga membuat Ryuna tak bisa berkata-kata.

“Setinggi itu, mereka sampai kelihatan kecil banget. Aku sampai merinding gini. Mereka yang panjat, hatiku yang nyes-nyes gini. Malah pengin pipis juga. Hebat banget emang wanita-wanita di sini,” lirih Ryuna. Sementara di sebelahnya, Tiwi yang menatap tegang Ryuna dan perlahan ketakutan, berangsur mengulurkan kedua tangannya.

Tiwi melongok ke bawah dan ia dapati merupakan curam yang sepertinya menuju jurang di daerah sekitar sana. Kedua tangan Tiwi nyaris mendorong Ryuna, tapi bertepatan dengan itu, Ryuna menoleh kemudian tersenyum hangat kepadanya.

Ryuna memang sempat menatap kedua tangan Tiwi yang nyaris menyentuh tubuhnya, tapi Ryuna yang tak sedikit pun curiga, justru meraih tangan kiri Tiwi kemudian menggenggamnya. “Kita langsung ke yang lain, yuk. Sudah ada yang mulai olah kayaknya. Itu habis dipetik, tinggal dipreteli apa ya, bahasanya. Ya pokoknya itu lah. Oh, itu digodok dulu, baru dikupas-kupas!” Ryuna benar-benar bersemangat menggandeng Tiwi, membawanya ke ibu-ibu yang sedang panen kolang kaling dan kiranya ada sepuluh orang.

Tiwi yang memakai jaket almameter warna army layaknya Ryuna, hanya sesekali tersenyum. Senyum yang benar-benar masam, di tengah ekspresi Tiwi yang cenderung tegang ketakutan.

Bersama Tiwi, Ryuna benar-benar berbaur dengan para ibu-ibu di sana. Di sana tidak ada bapak-bapak karena kebetulan, semua pria tengah gotong royong mengurus jalan bersama kelompok Kim.

Seperti yang sempat Ryuna prediksi, proses panen kolang kaling memang seperti yang sempat ia katakan kepada Tiwi beberapa saat lalu.

“Ibu, kami bantu, ya. Ini dibelah pakai pisah gini. Kelihatan ngeri karena pisaunya tajam banget. Bismilah,” ucap Ryuna bersemangat mengikuti arahan dari ibu-ibu yang memperlakukan mereka dengan ramah.

Namun berbeda dengan Ryuna, Tiwi justru mengalami insiden kurang mengenakan. Jari telunjuk Tiwi tergores pisau yang sempat Ryuna keluhkan tajam. Beruntung Ryuna tipikal yang serba menyiapkan segala sesuatunya dengan matang. Hingga semacam P3K juga ada di ransel bekal istri Kim itu.

“Ini dibersihin, kasih obat merah, terus diplester.” Ryuna mengobati Tiwi. Sementara beberapa ibu-ibu tampak sesekali melongok sambil tetap bekerja.

Diperlakukan dengan sangat baik oleh Ryuna layaknya sekarang, Tiwi jadi merasa tidak nyaman. Terlebih di ingatannya, tengah dihiasi agenda Sonya yang sebelum perpisahan mereka, memberinya titah paten.

“Daerah di sekitar sana penuh curam menuju jurang. Dorong dia dan buatlah seolah-olah itu kecelakaan. Harusnya dia caca*t atau malah mati. Ingat yah, Wi. Wajib! Nanti kalau sudah ada akses ke kota, aku kasih kamu uang tiga puluh juta!” ucap Sonya beberapa saat lalu dan disetujui oleh Tiwi meski Tiwi sempat ragu bahkan takut.

“Ibu, ibu ... habis dibersihin seperti ini, kolang kalingnya langsung dijual, apa diolah dulu. Atau ada yang langsung dijual, dan ada juga yang diolah?” tanya Ryuna meski ia baru saja beres mengobati Tiwi. Ia masih merapikan P3K miliknya kemudian menyimpannya di ransel cukup besar warna army agak pudar, miliknya.

Selain pekerja keras, Ryuna juga tipikal kritis dan tak takut capek apalagi repot. Ibu-ibu di sana jadi sungkan kepada Ryuna. Karena berbeda dengan Tiwi yang pendiam dan hanya bekerja ala kadarnya, Ryuna benar-benar tak kalah perkas*a dari mereka yang sudah terbiasa bekerja keras.

Tak kalah sibuk dari Ryuna, Kim justru sampai mandi keringat karena terlalu bekerja keras. Jalan di sana sengaja ditinggikan, diurug dan ditutup menggunakan batu split atau batu belah.

“Oh my god ... Kim setampan itu kalau keringatan dan hanya pakai kaus. Mana badannya beneran berotot gitu ... masih kena kaus saja sudah kelihatan sekeren itu. Apalagi kalau sampai lepas kaus!” batin Sonya yang jadi sibuk berkhayal sendiri.

Seperti yang Kim yakni, Sonya dan semua mahasiswi yang di sana bukannya membantu, tapi malah merepotkan. Kedelapan mahasiswi di sana hanya sedikit membantu, tapi berulang kali mengeluh.

“Tapi ini lebih baik. Enggak kebayang kalau mereka sampai ikut Ryuna. Yang ada mereka malah makin enggak tahu diri karena Ryuna pasti enggak bisa protes. Andai diarahkan dan ditegur pun, orang seperti Sonya yang bosy sekaligus enggak tahu diri, mana mikir. Yang ada malah Ryuna jadi capek lahir batin,” pikir Kim sadar dirinya terus saja diperhatikan khususnya oleh Sonya.

“Pak kades, truk dan mobil jangan boleh lewat dulu ya. Ini yang bikin jalan hancur parah kan truk pengangkut kan,” ucap Kim.

“Iya, tapi kalau buat angkut-angkut termasuk angkut hasil panen kolang-kaling, kan butuh mobil, Mas,” balas pak Kades.

“Diakali dulu pakai motor. Warga sini kan hebat-hebat, bisa angkut muatan banyak pakai motor, meski jalan di sini begini. Soalnya meski kalau lewat sini, truk sampai dikenai tarif, itu beneran enggak sebanding dengan kerusa*kan yang dihasilkan. Atau kalau enggak, truk itu wajib membatasi muatan. Beratnya wajib disesuaikan. Pokoknya yang khusus lewat sini. Kalau mereka enggak sanggup menyesuaikan muatan, mereka bisa pakai jas*a ojek warga sini. Begini malah jadi matapencaharian tambahan buat warga, kan?” Kim menjelaskan pelan sekaligus rinci.

“Pokoknya sebelum dapat dana bantuan perbaikan jalan, Pak kades dan warga wajib kenceng pegang peraturan ini, buat kebaikan sekaligus kelancaran transportasi warga sini. Ini besok-besok kan dicor juga,” ucap Kim sudah langsung oleng ketika melihat sang istri lewat sambil mendorong sepeda yang mengangkut tiga karung dan Kim yakini berisi kolang kaling.

Ryuna dan ibu-ibu yang menuntun sepeda angkutnya tengah mengobrol sambil tersenyum lepas. Senyum yang juga sudah langsung menular kepada Kim. Kendati memergoki Kim lagi-lagi sudah mengawasinya, Ryuna tetap cuek dan hanya melirik kilat sambil menahan napas.

Bersama lima ibu-ibu, Ryuna yang telah menyelesaikan tugasnya, terus tersenyum ceria menuju jalan yang berbelok meninggalkan keberadaan Kim. Namun belum genap tiga puluh menit dari kepulangan Ryuna, Kim yang belum beres mengurus jalan, kembali memergoki Ryuna. Ryuna melangkah sendiri dan tampak sangat buru-buru.

“Ada apa?” ucap Kim sengaja menahan Ryuna. Ia masih merapikan batu belah di jalan, bersama warga. Namun, mereka bekerja dalam keadaan berpencar agar cepat merata sekaligus selesai.

Walau buru-buru, Ryuna tetap berhenti kemudian menatap Kim. Ia yang masih menggendong ranselnya berkata, “Rombongan Tiwi belum datang juga. Takutnya kenapa-kenapa soalnya tadi, beberapa kali, Tiwi kepleset. Ini sekalian bawa P3K buat obati.”

“Kan mereka juga berombongan,” ucap Kim yang kemudian menyarankan Ryuna untuk istirahat terlebih ia yakin, Ryuna yang kuyup keringat, sudah sangat bekerja keras.

Menghela napas dalam, Ryuna berangsur menggeleng. “Tapi mereka enggak punya P3K! Ya sudah ya ....” Ryuna sudah langsung lari.

Kim yang hanya sendirian sengaja berseru, “Dahhh!”

Apa yang Kim lantangkan dan tak ubahnya salam perpisahan refleks membuat Ryuna melangkah lebih pelan. Ryuna sengaja menoleh, membuat tatapan mereka bertemu. Lagi, dunia mereka seolah menjadi berputar lebih lambat. Mereka seolah tengah mengalami adegan slow motion hanya karena interaksi mata yang mereka lakukan.

Terpopuler

Comments

Erina Munir

Erina Munir

waduuhh..jangan2 tiwi kenapa napa lgi

2023-12-20

2

Septiana Tri Rahayu

Septiana Tri Rahayu

so sweet sekali siiii merekaaa

2023-12-07

1

Firli Putrawan

Firli Putrawan

awas kesandung jlnnya ryu 🤣🤣🤣

2023-08-26

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Awal Mula
2 2 : Kita Harus Menikah!
3 3 : Suami Istri
4 4 : Tekanan Orang Kaya dan Dilema
5 5 : Bagian Dari Nafkah
6 6 : Pembagian Kelompok
7 7 : ‘Ini’ Rahasia!
8 8 : Slow Motion
9 9 : Curam dan Misi Jahat
10 10 : Ingatan Samar
11 11 : Susah Senang Bersama
12 12 : Bantuan dan Ki Awet
13 13 : Ada yang Tidak Beres
14 14 : Mencoba Memecahkan Misteri
15 15 : Rukiah dan Kejadian Mencengkam
16 16 : Menghilang Tanpa Jejak
17 17 : Gosong
18 18 : Tegang, Bahagia, Tapi Takut Ketahuan Juga
19 19 : Jaga-Jaga dan Perubahan Rukmi
20 20 : Sabar Dulu
21 21 : Masih Teka Teki
22 22 : Orang-Orang Toxic dan Lingkungan Mist*is
23 23 : Beneran Kejadian
24 24 : Mulai Sayang
25 25 : Berusaha Melindungi
26 26 : Dan Akhirnya Terjawab!
27 27 : Pengakuan Refleks Dari Tiwi
28 28 : Hukuman, Cek, dan Kedatangan Helikopter
29 29 : Kedatangan Papah Dan Kakak Kim
30 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
31 30 : Kemewahan Tiada Batas yang Kim Miliki
32 31 : Papah Mertua
33 32 : Rukiah Masal
34 33 : Akhir Dari KKN
35 34 : Orang Tajir yang Hobi Hidup Susah
36 35 : Ada Rain dan Sabiru
37 36 : Kembali Ke Rumah Mewah
38 37 : Semuanya Serba Mewah
39 38 : Mimpi Menyeramkan
40 39 : Kamu Lupa?
41 40 : Ingatan Lima Tahun yang Hilang
42 41 : Saling Cinta Setelah Menikah
43 42 : Mendapat Banyak Hadiah
44 43 : Ke Rumah Dodo
45 44 : Manusia Dakjal
46 45 : Diusut Tuntas
47 46 : Manis, Romantis
48 47 : Kuliah, Atau Mengurus Anak dan Suami?
49 48 : Di Antara Ipar Dan Mertua
50 49 : Masih Rahasia
51 50 : Makin Bingung Memilih
52 51 : Ke Hotel
53 52 : Perawatan
54 53 : Kejutan!
55 54 : Resepsi Pernikahan yang Sangat Manis
56 55 : Gemuruh Halilintar
57 56 : Sosok Tak Kasat Mata
58 57 : Akan Menjadi Anak Spesial
59 58 : Sidang dan Hukuman
60 59 : Kehamilan Luar Biasa
61 60 : Kemampuan Di Luar Nalar
62 61 : Kiriman Gun-a—Guna-a
63 62 : Baby Boy!
64 63 : Jodoh Terbaik
65 64 : Lipstik
66 65 : Romantis dan Manis
67 66 : PANTANGAN
68 67 : Alhamdullillah
69 68 : Suami dan Keluarga yang Makin Perhatian
70 69 : Kemampuan Di Luar Nalar
71 Novel Aqwa dan Ojan
72 TAMAT
73 Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
74 Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
75 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
76 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
77 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
78 Novelnya Rain (Anak Ojan) : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
79 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
80 Novel Menikahi Wanita Taruhan
81 Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
82 Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
83 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
84 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1 : Awal Mula
2
2 : Kita Harus Menikah!
3
3 : Suami Istri
4
4 : Tekanan Orang Kaya dan Dilema
5
5 : Bagian Dari Nafkah
6
6 : Pembagian Kelompok
7
7 : ‘Ini’ Rahasia!
8
8 : Slow Motion
9
9 : Curam dan Misi Jahat
10
10 : Ingatan Samar
11
11 : Susah Senang Bersama
12
12 : Bantuan dan Ki Awet
13
13 : Ada yang Tidak Beres
14
14 : Mencoba Memecahkan Misteri
15
15 : Rukiah dan Kejadian Mencengkam
16
16 : Menghilang Tanpa Jejak
17
17 : Gosong
18
18 : Tegang, Bahagia, Tapi Takut Ketahuan Juga
19
19 : Jaga-Jaga dan Perubahan Rukmi
20
20 : Sabar Dulu
21
21 : Masih Teka Teki
22
22 : Orang-Orang Toxic dan Lingkungan Mist*is
23
23 : Beneran Kejadian
24
24 : Mulai Sayang
25
25 : Berusaha Melindungi
26
26 : Dan Akhirnya Terjawab!
27
27 : Pengakuan Refleks Dari Tiwi
28
28 : Hukuman, Cek, dan Kedatangan Helikopter
29
29 : Kedatangan Papah Dan Kakak Kim
30
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
31
30 : Kemewahan Tiada Batas yang Kim Miliki
32
31 : Papah Mertua
33
32 : Rukiah Masal
34
33 : Akhir Dari KKN
35
34 : Orang Tajir yang Hobi Hidup Susah
36
35 : Ada Rain dan Sabiru
37
36 : Kembali Ke Rumah Mewah
38
37 : Semuanya Serba Mewah
39
38 : Mimpi Menyeramkan
40
39 : Kamu Lupa?
41
40 : Ingatan Lima Tahun yang Hilang
42
41 : Saling Cinta Setelah Menikah
43
42 : Mendapat Banyak Hadiah
44
43 : Ke Rumah Dodo
45
44 : Manusia Dakjal
46
45 : Diusut Tuntas
47
46 : Manis, Romantis
48
47 : Kuliah, Atau Mengurus Anak dan Suami?
49
48 : Di Antara Ipar Dan Mertua
50
49 : Masih Rahasia
51
50 : Makin Bingung Memilih
52
51 : Ke Hotel
53
52 : Perawatan
54
53 : Kejutan!
55
54 : Resepsi Pernikahan yang Sangat Manis
56
55 : Gemuruh Halilintar
57
56 : Sosok Tak Kasat Mata
58
57 : Akan Menjadi Anak Spesial
59
58 : Sidang dan Hukuman
60
59 : Kehamilan Luar Biasa
61
60 : Kemampuan Di Luar Nalar
62
61 : Kiriman Gun-a—Guna-a
63
62 : Baby Boy!
64
63 : Jodoh Terbaik
65
64 : Lipstik
66
65 : Romantis dan Manis
67
66 : PANTANGAN
68
67 : Alhamdullillah
69
68 : Suami dan Keluarga yang Makin Perhatian
70
69 : Kemampuan Di Luar Nalar
71
Novel Aqwa dan Ojan
72
TAMAT
73
Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
74
Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
75
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
76
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
77
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
78
Novelnya Rain (Anak Ojan) : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
79
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
80
Novel Menikahi Wanita Taruhan
81
Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
82
Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
83
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
84
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!