11 : Susah Senang Bersama

“Kim, kamu percaya kan, setiap daerah termasuk desa ini, memiliki budaya sekaligus adat istiadat yang melibatkan kepercayaan selain kepada Tuhan? Alasan itu juga yang mewajibkan kita merahasiakan hubungan sekaligus pernikahan kita, agar kita tidak mendapatkan sanksi dari apa yang telah kita lakukan, meski biar bagaimanapun, kita korban?” lirih Ryuna.

Apa yang Ryuna katakan terdengar kental dengan kekhawatiran. “Ryuna, aku akan selalu bersamamu apa pun yang terjadi.”

“Semoga memang selalu begitu!” sergah Ryuna yang kemudian berkata, “Namun selama aku di sini, aku tidak melihat tempat pengobatan selain pengobatan tradisional yang dilakukan oleh tabib atau malah du*kun kakek-kakek itu.”

“Ke kecamatan, meski agak jauh ada puskesmas. Sudah kamu jangan mikir macam-macam nanti aku yang urus biar kamu bisa berobat ke puskesmas!” balas Kim.

Ryuna buru-buru menarik wajahnya dari dada Kim, guna menatap wajah Kim. “Maksud aku bukan gitu. Yang namanya warga sekitar, pasti akan langsung membawaku ke tempat pengobatan yang paling dekat. Sementara yang aku amati, tabib sekaligus du*kun di sini sangat dihormati. Sudah kakek-kakek, punya empat istri dua diantaranya masih muda dan yang terbaru sebaya sama aku, dan mereka ditempatkan di satu tempat!”

“Kok kamu sampai tahu serinci itu?” tanya Kim heran dan memang baru mengetahuinya.

“Dua muridku merupakan anak dari istri pertamanya. Jadi kirain kakaknya, eh mamak tiri pas antar ke pos belajar. Nah, tiga hari lalu pas hujan dan dua anaknya ini enggak dijemput-jemput dari pos sementara yang lain sudah dijemput semua, aku sekalian antar ke rumah mereka. Dan kamu tahu, bapak mereka si tabib duku*n itu, yang dari kejauhan kelihatan kakek-kakek, pas aku dekati ganteng banget, masih gagah, tubuhnya enggak tongkok, tapi berotot! Kamu bahkan enggak ada apa-apanya! Dia senyum-senyum ke aku. Aku dipaksa masuk dikasih minum, enggak aku minum. Dia yang langsung ambilin aku minum. Dalam hati ya, aku terus doa. Doa sebisaku meski lidahku juga sudah kelu, pokoknya enggak karuan. Nah dia maks*a aku minum dan baru akan mengizinkan aku pulang kalau aku sudah minum air putih pemberiannya.”

“Sudah rumah sepi, beneran mendadak hanya ada kami, ya sudah aku minum, aku muntahin pura-pura mual dan aku langsung buru-buru lari keluar. Nah pas aku noleh, percaya enggak percaya, tuh orang kelihatan kakek-kakek dan gigi depannya saja yang atas enggak ada satu!” Menceritakannya saja, Ryuna yang memang merasa sangat sakit di bagian dadanya akibat menggelinding dari atas beberapa saat lalu, sudah merasa sangat sesak.

“Kenapa kamu enggak bilang ke aku?” tegas Kim. “Kenapa kamu baru bilang?!”

“Lah ... memangnya sebelum ini, kita apa?” keluh Ryuna. Terlebih sejauh ini, ia bukan tipikal yang akan membuang-buang waktu untuk melakukan hal yang tak pasti dan salah satunya mengejar perhatian sekaligus cinta Kim, layaknya yang dilakukan para rekannya. “Percaya enggak percaya, yang mistis-mistis gitu memang ada sih ya. Apalagi kan biar bagaimanapun, pas itu aku masih ... pe*ra*wan, jadi kan mungkin dia paham tanpa aku menyebutkan!”

“Sini ... sini ....” Kim sengaja membingkai wajah Ryuna menggunakan kedua tangannya. Ia menuntun Ryuna untuk menatapnya dan istrinya itu sudah langsung melakukannya. Ryuna menatapnya penasaran dan memang hanya berlangsung beberapa saat karena Ryuna menepisnya.

“Apaan, sih. Kamu mau hipnotis aku?!” kesal Ryuna.

Kim jadi tertawa kecil. “Bukan ... bukan itu. Sini aku bacain doa. Gini-gini, aku juga lulusan pesantren!” yakinnya lagi.

“Enggak harus natap mata kamu, kan?” tawar Ryuna.

“Wajib!” tegas Kim yang masih membingkai wajah Ryuna menggunakan kedua tangannya. “Wajib Ryuna ... soalnya kalau kamu enggak natap aku, apalagi kalau kamu sampai merem, rasanya aku jadi pengin ci*u*m kamu terus!”

“Ih apaan, ih. Kamu malah jadi enggak jelas, mirip dukun pe*l*et itu!” cibir Ryuna.

“Eh, apaan ... kok kamu nyamain aku dengan dia? Gini-gini, aku suami kamu!” Kali ini Kim mengomel.

“Ya sudah, coba bacain doa, tapi doanya benar-benar harus bersuara, agar aku percaya kamu beneran baca doa!” yakin Ryuna yang sengaja menuntut bukti. Sebab kejadian tabib duk*un dan sempat ia ceritakan, telanjur membuatnya parno bahkan trauma.

Detik itu juga Kim tersenyum sambil mengelus-elus pipi Ryuna menggunakan jemarinya. Menatap teduh kedua mata Ryuna, ia memulai doanya dengan melafalkan ta'awuz.

“Ryuna belum tahu kalau aku bukan hanya lulusan pesantren. Karena yang ada, aku merupakan anaknya pemilik sekaligus pimpinan pesantren yang aku maksud. Namun mengenai tabib duk*un itu ... dakja*l sih!” batin Kim. Doa-doa yang ia lantunkan sukses membuat Ryuna diam. Ryuna tampak merasa lebih tenang, hingga ia memiliki alasan untuk melepas istrinya itu.

“Aku akan memeriksa kaki kamu lagi. Habis ini aku akan gendong kamu, ... kita ke atas,” ucap Kim sembari meluruskan kedua kaki Ryuna.

Ryuna kesakitan dan meminta Kim melakukannya dengan lebih pelan. “Bentar, sabar Kim. Aku sesak lagi. Dadaku sakit banget ....” Ryuna menghela napas dalam, dan langsung melotot syok ketika tatapannya mendapati seekor ular hitam belang putih layaknya cincin, ada di sebelah Kim.

“Kenapa?” lirih Kim lantaran ekspresi Ryuna tampak jelas menahan rasa takut. Sementara setelah ia memastikan apa yang Ryuna tatap, ternyata di sana ada ular. Kim yang sebenarnya sudah langsung takut, berangsur kembali menatap Ryuna. “Enggak apa-apa. Tenang ....” Kemudian ia agak menunduk sambil menengadahkan kedua tangannya di depan dada. “A'udzu bikalimatillahittammati min syarri maa khalaq.”

“Belum ... ularnya belum pergi!” lirih Ryuna benar-benat ketakutan. Jantungnya seolah ru*sak karena terus berdentam cepat.

“A'udzu billahi min asadin wa aswadin wa hayyatin wa 'aqrabin wa min syarri walidin wa ma walad wa min syarii sakinil balad.” Detik itu juga Kim menyadari, ular yang ia harapkan pergi akhirnya melipir.

“Alhamdullilah ... ya sudah yuk, kita cari jalan keluar. Tapi di sini gelap banget sih,” sergah Ryuna masih belum bisa tenang.

“Oke, oke ... tenang dulu. Tenang, semuanya pasti ada jalan.” Kim berangsur bersiap menggendong Ryuna, meski kaki kanannya saja tidak baik-baik saja hingga melangkah sendiri pun, ia agak pin*cang.

“Kim, kamu yakin?” tanya Ryuna karena melihat Kim berjalan sendiri saja, pria itu kesulitan.

“Sudah enggak apa-apa. Ini yang namanya, susah senang bersama!” yakin Kim.

“Ya sudah. Kalau memang berat, nanti bilang ya. Maksudnya, turunin aku saja.” Ryuna berangsur mendekap punggung Kim dengan hati-hati. Detik itu juga, samar-samar, ia mendengar kentongan yang terus ditabuh.

“Kim, kamu dengar itu?” sergah Ryuna langsung semangat. Karena dengan kata lain, harapan bantuan akan segera datang, benar-benar ada, meski itu memang baru harapan.

Terpopuler

Comments

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

kayaknya kampungnya penuh hal mistis

2024-06-12

1

Neli Allen

Neli Allen

merinding ya allah membacanya

2023-12-09

2

lily

lily

itu kejadian gelap bener bner gelap apa pas ada bulan purnama, krna kalo pas bulan purnama kan lumyan tu agak terang dkit samar - samar

2023-11-27

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Awal Mula
2 2 : Kita Harus Menikah!
3 3 : Suami Istri
4 4 : Tekanan Orang Kaya dan Dilema
5 5 : Bagian Dari Nafkah
6 6 : Pembagian Kelompok
7 7 : ‘Ini’ Rahasia!
8 8 : Slow Motion
9 9 : Curam dan Misi Jahat
10 10 : Ingatan Samar
11 11 : Susah Senang Bersama
12 12 : Bantuan dan Ki Awet
13 13 : Ada yang Tidak Beres
14 14 : Mencoba Memecahkan Misteri
15 15 : Rukiah dan Kejadian Mencengkam
16 16 : Menghilang Tanpa Jejak
17 17 : Gosong
18 18 : Tegang, Bahagia, Tapi Takut Ketahuan Juga
19 19 : Jaga-Jaga dan Perubahan Rukmi
20 20 : Sabar Dulu
21 21 : Masih Teka Teki
22 22 : Orang-Orang Toxic dan Lingkungan Mist*is
23 23 : Beneran Kejadian
24 24 : Mulai Sayang
25 25 : Berusaha Melindungi
26 26 : Dan Akhirnya Terjawab!
27 27 : Pengakuan Refleks Dari Tiwi
28 28 : Hukuman, Cek, dan Kedatangan Helikopter
29 29 : Kedatangan Papah Dan Kakak Kim
30 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
31 30 : Kemewahan Tiada Batas yang Kim Miliki
32 31 : Papah Mertua
33 32 : Rukiah Masal
34 33 : Akhir Dari KKN
35 34 : Orang Tajir yang Hobi Hidup Susah
36 35 : Ada Rain dan Sabiru
37 36 : Kembali Ke Rumah Mewah
38 37 : Semuanya Serba Mewah
39 38 : Mimpi Menyeramkan
40 39 : Kamu Lupa?
41 40 : Ingatan Lima Tahun yang Hilang
42 41 : Saling Cinta Setelah Menikah
43 42 : Mendapat Banyak Hadiah
44 43 : Ke Rumah Dodo
45 44 : Manusia Dakjal
46 45 : Diusut Tuntas
47 46 : Manis, Romantis
48 47 : Kuliah, Atau Mengurus Anak dan Suami?
49 48 : Di Antara Ipar Dan Mertua
50 49 : Masih Rahasia
51 50 : Makin Bingung Memilih
52 51 : Ke Hotel
53 52 : Perawatan
54 53 : Kejutan!
55 54 : Resepsi Pernikahan yang Sangat Manis
56 55 : Gemuruh Halilintar
57 56 : Sosok Tak Kasat Mata
58 57 : Akan Menjadi Anak Spesial
59 58 : Sidang dan Hukuman
60 59 : Kehamilan Luar Biasa
61 60 : Kemampuan Di Luar Nalar
62 61 : Kiriman Gun-a—Guna-a
63 62 : Baby Boy!
64 63 : Jodoh Terbaik
65 64 : Lipstik
66 65 : Romantis dan Manis
67 66 : PANTANGAN
68 67 : Alhamdullillah
69 68 : Suami dan Keluarga yang Makin Perhatian
70 69 : Kemampuan Di Luar Nalar
71 Novel Aqwa dan Ojan
72 TAMAT
73 Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
74 Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
75 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
76 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
77 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
78 Novelnya Rain (Anak Ojan) : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
79 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
80 Novel Menikahi Wanita Taruhan
81 Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
82 Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
83 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
84 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1 : Awal Mula
2
2 : Kita Harus Menikah!
3
3 : Suami Istri
4
4 : Tekanan Orang Kaya dan Dilema
5
5 : Bagian Dari Nafkah
6
6 : Pembagian Kelompok
7
7 : ‘Ini’ Rahasia!
8
8 : Slow Motion
9
9 : Curam dan Misi Jahat
10
10 : Ingatan Samar
11
11 : Susah Senang Bersama
12
12 : Bantuan dan Ki Awet
13
13 : Ada yang Tidak Beres
14
14 : Mencoba Memecahkan Misteri
15
15 : Rukiah dan Kejadian Mencengkam
16
16 : Menghilang Tanpa Jejak
17
17 : Gosong
18
18 : Tegang, Bahagia, Tapi Takut Ketahuan Juga
19
19 : Jaga-Jaga dan Perubahan Rukmi
20
20 : Sabar Dulu
21
21 : Masih Teka Teki
22
22 : Orang-Orang Toxic dan Lingkungan Mist*is
23
23 : Beneran Kejadian
24
24 : Mulai Sayang
25
25 : Berusaha Melindungi
26
26 : Dan Akhirnya Terjawab!
27
27 : Pengakuan Refleks Dari Tiwi
28
28 : Hukuman, Cek, dan Kedatangan Helikopter
29
29 : Kedatangan Papah Dan Kakak Kim
30
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
31
30 : Kemewahan Tiada Batas yang Kim Miliki
32
31 : Papah Mertua
33
32 : Rukiah Masal
34
33 : Akhir Dari KKN
35
34 : Orang Tajir yang Hobi Hidup Susah
36
35 : Ada Rain dan Sabiru
37
36 : Kembali Ke Rumah Mewah
38
37 : Semuanya Serba Mewah
39
38 : Mimpi Menyeramkan
40
39 : Kamu Lupa?
41
40 : Ingatan Lima Tahun yang Hilang
42
41 : Saling Cinta Setelah Menikah
43
42 : Mendapat Banyak Hadiah
44
43 : Ke Rumah Dodo
45
44 : Manusia Dakjal
46
45 : Diusut Tuntas
47
46 : Manis, Romantis
48
47 : Kuliah, Atau Mengurus Anak dan Suami?
49
48 : Di Antara Ipar Dan Mertua
50
49 : Masih Rahasia
51
50 : Makin Bingung Memilih
52
51 : Ke Hotel
53
52 : Perawatan
54
53 : Kejutan!
55
54 : Resepsi Pernikahan yang Sangat Manis
56
55 : Gemuruh Halilintar
57
56 : Sosok Tak Kasat Mata
58
57 : Akan Menjadi Anak Spesial
59
58 : Sidang dan Hukuman
60
59 : Kehamilan Luar Biasa
61
60 : Kemampuan Di Luar Nalar
62
61 : Kiriman Gun-a—Guna-a
63
62 : Baby Boy!
64
63 : Jodoh Terbaik
65
64 : Lipstik
66
65 : Romantis dan Manis
67
66 : PANTANGAN
68
67 : Alhamdullillah
69
68 : Suami dan Keluarga yang Makin Perhatian
70
69 : Kemampuan Di Luar Nalar
71
Novel Aqwa dan Ojan
72
TAMAT
73
Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
74
Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
75
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
76
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
77
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
78
Novelnya Rain (Anak Ojan) : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
79
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
80
Novel Menikahi Wanita Taruhan
81
Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
82
Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
83
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
84
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!