9 : Curam dan Misi Jahat

Ryuna mengakhiri tatapannya kepada Kim, tak lama setelah Kim yang berangsur mengerling mengawasi suasana sekitar, menggunakan telunjuk dan juga jempol tangan kanannya untuk membentuk bentuk hati. Kim mengarahkan itu kepadanya, disertai tatapan tak berdosa khas orang yang tulus mencintai. Iya, Ryuna bisa merasakan bahwa sang suami, benar-benar mencintainya. Namun, alih-alih membalas, Ryuna yang menjadi sangat gugup, justru memilih kabur.

“Jantung aku enggak baik-baik saja. Lagian kok bisa, seorang Kim sebucin itu ke aku? Aku bahkan enggak secantik Sonya!” batin Ryuna.

“Eh, ... aku pikir cuma laki-laki yang bisa kaku. Ternyata istriku lebih kaku dari kanebo kering,” batin Kim sudah langsung kembali menginjak-injak jalanan sekitar sana, berlaku seolah tidak terjadi apa-apa lantaran Sonya sudah berseru memanggilnya. Sonya datang menghampirinya, untuk ke sekian kalinya, meski ia selalu menolak di dekati.

Ryuna terus berlari menelusuri jalan yang makin lama makin sepi karena akhirnya, ia mulai memasuki perkebunan pohon kolang kaling yang juga menjadi penghasil gula aren. Suasana di sana benar-benar sunyi terlebih rimbunnya pohon di sana membuat sinar matahari nyaris sulit menembus. Dan karena kenyataan tersebut pula, suasana di sana benar-benar sejuk sekaligus adem mirip suasana di puncak.

Setelah agak lama melangkah, Ryuna berpapasan dengan rombongan ibu-ibu yang menuntun sepeda berisi tiga karung kolang kaling. Namun, selain ibu-ibu tersebut hanya berjumlah empat dan harusnya ada enam orang, Tiwi juga tidak.

“Mbak Tiwi pingsan, Mbak Ryu. Namun karena sudah sore, kami pulang duluan. Mau cari bantuan laki-laki, buat angkat tubuh mbak Tiwi! Sekarang mbak Tiwinya dijagain sama ibu Kus, di saung panen kolang kaling!” ucap salah satu ibu-ibu yang mendorong sepeda berisi tiga karung besar berisi kolang kaling.

Mendengar itu, Ryuna langsung mengangguk-angguk paham. “Kalau gitu saya ke sana sekalian buat coba obati pakai P3K yang saya punya yah, Bu!” Ryuna sengaja langsung pamit. Ia yang awalnya hanya melangkah buru-buru, menjadi berlari karena terlalu mengkhawatirkan nasib Tiwi.

“Dari tadi si Tiwi emang kelihatan gelisah, takut gimana. Itu anak ada masalah atau memang sakit. Tapi pas ditanya diem aja,” batin Ryuna.

Selang sepuluh menit kemudian, akhirnya Ryuna sampai di saung Tiwi istirahat. Tiwi dibaringkan di amben kecil dan menjadikan ransel sebagai bantalnya. Dengan segera, Ryuna yang langsung membalas sapaan ibu Kus, mengeluarkan P3K miliknya.

Sementara itu, lima belas menit kemudian, Kim yang memergoki rombongan ibu-ibu pemanen kolang kaling pulang, jadi bertanya-tanya. Tak ada Tiwi apalagi Ryuna di sana, hingga ia sudah langsung bertanya.

“Bu, kok cuma berempat? Yang lain ke mana? Tadi si Ryuna juga bilangnya mau nyusul,” ucap Kim paling tidak bisa diam jika instingnya sudah tidak tenang.

Tanpa menunggu lama, Kim sudah langsung mendapatkan jawaban. Yang mana Kim juga langsung memutuskan untuk menyusul.

“Saung pertama apa ke dua, Bu?” tanya Kim memastikan.

“Kedua, Mas. Kedua!” yakin ibu-ibu dan lagi-lagi mendapatkan respons cepat dari Kim. Malahan kini, Kim yang sudah langsung berlari juga sampai mengucapkan terima kasih kepada mereka.

“Kok malah Kim langsung sih yang nyusul? Semoga Tiwi sudah berhasil mendorong Ryuna sebelum Kim sampai sana. Harusnya sih memang sudah,” batin Sonya yang jadi gelisah.

Kali ini, Sonya tak berniat menjadi satelit Kim. Ia malah menghampiri ibu-ibu tadi, menanyakan kabar Ryuna.

“Yang pingsan itu mbak Tiwi, Mbak Sonya,” yakin salah satu ibu-ibu.

“Iya, saya tahu. Tapi itu si Ryuna, sudah sampai dari tadi belum?” Karena Sonya ingin mengira-ngira, apa yang kiranya terjadi, sesuai keberadaan Ryuna di sana. Karena jika sudah lebih dari lima belas menit, harusnya Ryuna sudah didorong sekaligus masuk ke jurang.

Di saung, Tiwi sudah siuman hanya karena diolesi minyak angin, kemudian dipijat-pijat kepala juga tengkuknya menggunakan minyak angin oleh Ryuna. Namun kini, Tiwi yang sudah langsung Ryuna ajak pulang mengingat waktu yang makin gelap, baru saja berdalih ingin pipis dan minta diantar Ryuna.

“Malu kalau sama yang lain!” bisik Tiwi dan sampai detik ini masih belum bisa tenang. Ia melirik takut-takut ibu Kus yang ada di belakang Ryuna. “Aku harus secepatnya mendorong Ryuna, apalagi suasana sudah makin gelap. Iya, aku harus menjalankan misi dari Sonya karena uang itu bisa buat tambah-tambah operasi ayah!” batin Tiwi membulatkan tekadnya.

“Enggak banyak perubahan dari Tiwi. Dia kelihatan enggak tenang banget. Kayak memang ada yang sedang dia sembunyiin. Kayaknya nih anak memang ada masalah!” batin Ryuna yang tidak bisa untuk menolak permintaan Tiwi. Jiwa sosialnya memintanya untuk segera meringankan beban Tiwi agar rekannya itu bisa tenang menjalani KKN dengan semestinya.

“Maaf Ryuna. Kamu memang orang baik, tapi aku juga beneran butuh duit. Bapakku harus operasi paru-paru, dan jumlah biayanya, enggak sedikit,” batin Tiwi sembari melangkah, membiarkan tubuhnya dipapah oleh Ryuna yang sampai detik ini masih membantunya. Sementara di belakang sana, ibu Kus masih duduk menunggu di saung sambil menikmati air mineral sekaligus roti pemberian Ryuna, dengan lahap.

“Sudah, di sini saja. Kamu enggak lagi datang bulan, kan? Soalnya kalau lagi datang bulan kan harus lebih jaga-jaga,” ucap Ryuna melepaskan Tiwi dengan hati-hati.

“Aku enggak lagi dapat, sih. Masalahnya takut ada orang, Na. Ada orang enggak, sih? Agak ke pinggir saja kali ya, takutnya dari atas ada yang lihat. Apalagi kan kata kamu, ibu-ibu rombonganku bakalan undang laki-laki ke sini buat bantu angkat tubuh aku,” ucap Tiwi sengaja memberikan alasan yang masuk akal agar Ryuna mengantarnya ke pinggir curam. Karena jika mereka benar-benar sudah di pinggir, itu akan membuatnya lebih leluasa mendoro*ng Ryuna.

Ryuna yang tak membawa ransel atau apa pun yang bisa menutupi tubuh Tiwi, berinisiatif melepas jaket alamameternya. Namun karena Tiwi terseok-seok menuju pinggir, ia bergegas menyusul sambil tetap hati-hati.

Berdebar-debar dada Tiwi atas misi yang akan ia jalani. Jantungnya benar-benar tidak bisa berbohong, terlebih ketika ia melihat ke bawah, curam di sana benar-benar menakutkan. Seperti yang Sonya harapkan, siapa pun yang jatuh ke sana termasuk itu Ryuna, jika tidak caca*t, pasti akan langsung meninggal.

“Sudah, di situ saja, aku tutup pakai jaket. Harusnya sih enggak kelihatan,” ucap Ryuna. Kedua tangannya memang membentangkan jaket almameternya untuk menutupi Tiwi yang sudah jongkok. Namun kedua matanya melongok ke atas memastikan memang tak ada orang di atas sana apalagi laki-laki.

Hanya saja, Ryuna tak tahu jika keadaannya itu dimanfaatkan Tiwi untuk berpegangan bahkan menarik kedua kakinya sekuat tenaga hingga ia terseret ke curam.

“Aaarrrrrgggghhhhh!”

Jerit histeris Ryuna menggema, membuat siapa pun yang ada di sana langsung bisa mendengarnya. Bukan hanya ibu Kus yang awalnya tengah meminum air mineral pemberian Ryuna, tapi juga Kim yang awalnya masih berlari dan tidak begitu jauh dari saung ibu Kus.

“Ryuna ...? Itu tadi suara Ryuna?!” panik Kim buru-buru lari. Kepanikannya makin membuncah lantaran ia tak menemukan Ryuna di saung yang dimaksud. Di sana hanya ada ransel milik Ryuna, di pinggir amben kecil yang juga dihiasi ransel berikut jaket almameter milik Tiwi.

Terpopuler

Comments

azka myson28

azka myson28

mantu mafia dibikin celaka emang nyawanya sonya dan tiwi sudah double yaa

2024-06-18

1

Diah Elmawati

Diah Elmawati

Tiwi-tiwi semoga kamu dapat balasan atas kejahatanmu

2024-01-27

5

Danny Muliawati

Danny Muliawati

yg jahat yg celaka smga yah sebel banget ada aza

2024-01-11

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Awal Mula
2 2 : Kita Harus Menikah!
3 3 : Suami Istri
4 4 : Tekanan Orang Kaya dan Dilema
5 5 : Bagian Dari Nafkah
6 6 : Pembagian Kelompok
7 7 : ‘Ini’ Rahasia!
8 8 : Slow Motion
9 9 : Curam dan Misi Jahat
10 10 : Ingatan Samar
11 11 : Susah Senang Bersama
12 12 : Bantuan dan Ki Awet
13 13 : Ada yang Tidak Beres
14 14 : Mencoba Memecahkan Misteri
15 15 : Rukiah dan Kejadian Mencengkam
16 16 : Menghilang Tanpa Jejak
17 17 : Gosong
18 18 : Tegang, Bahagia, Tapi Takut Ketahuan Juga
19 19 : Jaga-Jaga dan Perubahan Rukmi
20 20 : Sabar Dulu
21 21 : Masih Teka Teki
22 22 : Orang-Orang Toxic dan Lingkungan Mist*is
23 23 : Beneran Kejadian
24 24 : Mulai Sayang
25 25 : Berusaha Melindungi
26 26 : Dan Akhirnya Terjawab!
27 27 : Pengakuan Refleks Dari Tiwi
28 28 : Hukuman, Cek, dan Kedatangan Helikopter
29 29 : Kedatangan Papah Dan Kakak Kim
30 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
31 30 : Kemewahan Tiada Batas yang Kim Miliki
32 31 : Papah Mertua
33 32 : Rukiah Masal
34 33 : Akhir Dari KKN
35 34 : Orang Tajir yang Hobi Hidup Susah
36 35 : Ada Rain dan Sabiru
37 36 : Kembali Ke Rumah Mewah
38 37 : Semuanya Serba Mewah
39 38 : Mimpi Menyeramkan
40 39 : Kamu Lupa?
41 40 : Ingatan Lima Tahun yang Hilang
42 41 : Saling Cinta Setelah Menikah
43 42 : Mendapat Banyak Hadiah
44 43 : Ke Rumah Dodo
45 44 : Manusia Dakjal
46 45 : Diusut Tuntas
47 46 : Manis, Romantis
48 47 : Kuliah, Atau Mengurus Anak dan Suami?
49 48 : Di Antara Ipar Dan Mertua
50 49 : Masih Rahasia
51 50 : Makin Bingung Memilih
52 51 : Ke Hotel
53 52 : Perawatan
54 53 : Kejutan!
55 54 : Resepsi Pernikahan yang Sangat Manis
56 55 : Gemuruh Halilintar
57 56 : Sosok Tak Kasat Mata
58 57 : Akan Menjadi Anak Spesial
59 58 : Sidang dan Hukuman
60 59 : Kehamilan Luar Biasa
61 60 : Kemampuan Di Luar Nalar
62 61 : Kiriman Gun-a—Guna-a
63 62 : Baby Boy!
64 63 : Jodoh Terbaik
65 64 : Lipstik
66 65 : Romantis dan Manis
67 66 : PANTANGAN
68 67 : Alhamdullillah
69 68 : Suami dan Keluarga yang Makin Perhatian
70 69 : Kemampuan Di Luar Nalar
71 Novel Aqwa dan Ojan
72 TAMAT
73 Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
74 Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
75 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
76 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
77 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
78 Novelnya Rain (Anak Ojan) : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
79 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
80 Novel Menikahi Wanita Taruhan
81 Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
82 Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
83 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
84 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1 : Awal Mula
2
2 : Kita Harus Menikah!
3
3 : Suami Istri
4
4 : Tekanan Orang Kaya dan Dilema
5
5 : Bagian Dari Nafkah
6
6 : Pembagian Kelompok
7
7 : ‘Ini’ Rahasia!
8
8 : Slow Motion
9
9 : Curam dan Misi Jahat
10
10 : Ingatan Samar
11
11 : Susah Senang Bersama
12
12 : Bantuan dan Ki Awet
13
13 : Ada yang Tidak Beres
14
14 : Mencoba Memecahkan Misteri
15
15 : Rukiah dan Kejadian Mencengkam
16
16 : Menghilang Tanpa Jejak
17
17 : Gosong
18
18 : Tegang, Bahagia, Tapi Takut Ketahuan Juga
19
19 : Jaga-Jaga dan Perubahan Rukmi
20
20 : Sabar Dulu
21
21 : Masih Teka Teki
22
22 : Orang-Orang Toxic dan Lingkungan Mist*is
23
23 : Beneran Kejadian
24
24 : Mulai Sayang
25
25 : Berusaha Melindungi
26
26 : Dan Akhirnya Terjawab!
27
27 : Pengakuan Refleks Dari Tiwi
28
28 : Hukuman, Cek, dan Kedatangan Helikopter
29
29 : Kedatangan Papah Dan Kakak Kim
30
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
31
30 : Kemewahan Tiada Batas yang Kim Miliki
32
31 : Papah Mertua
33
32 : Rukiah Masal
34
33 : Akhir Dari KKN
35
34 : Orang Tajir yang Hobi Hidup Susah
36
35 : Ada Rain dan Sabiru
37
36 : Kembali Ke Rumah Mewah
38
37 : Semuanya Serba Mewah
39
38 : Mimpi Menyeramkan
40
39 : Kamu Lupa?
41
40 : Ingatan Lima Tahun yang Hilang
42
41 : Saling Cinta Setelah Menikah
43
42 : Mendapat Banyak Hadiah
44
43 : Ke Rumah Dodo
45
44 : Manusia Dakjal
46
45 : Diusut Tuntas
47
46 : Manis, Romantis
48
47 : Kuliah, Atau Mengurus Anak dan Suami?
49
48 : Di Antara Ipar Dan Mertua
50
49 : Masih Rahasia
51
50 : Makin Bingung Memilih
52
51 : Ke Hotel
53
52 : Perawatan
54
53 : Kejutan!
55
54 : Resepsi Pernikahan yang Sangat Manis
56
55 : Gemuruh Halilintar
57
56 : Sosok Tak Kasat Mata
58
57 : Akan Menjadi Anak Spesial
59
58 : Sidang dan Hukuman
60
59 : Kehamilan Luar Biasa
61
60 : Kemampuan Di Luar Nalar
62
61 : Kiriman Gun-a—Guna-a
63
62 : Baby Boy!
64
63 : Jodoh Terbaik
65
64 : Lipstik
66
65 : Romantis dan Manis
67
66 : PANTANGAN
68
67 : Alhamdullillah
69
68 : Suami dan Keluarga yang Makin Perhatian
70
69 : Kemampuan Di Luar Nalar
71
Novel Aqwa dan Ojan
72
TAMAT
73
Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
74
Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
75
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
76
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
77
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
78
Novelnya Rain (Anak Ojan) : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
79
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
80
Novel Menikahi Wanita Taruhan
81
Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
82
Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
83
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
84
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!