12 : Bantuan dan Ki Awet

Sebenarnya untuk melangkah sendiri saja, Kim kesulitan. Namun, pemuda itu terus memaksa diri, menggendong Ryuna dan tak memedulikan sakit di kedua kakinya. Kenyataan tersebut pula yang membuat sekelas Ryuna bertanya-tanya.

“Kenapa kamu terkesan sayang banget ke aku, padahal kita baru kemarin? Itu pun, logikanya, yah, Kim ... soalnya apa yang kamu lakukan sudah tergolong bucin.”

“Anggap saja begitu.”

“Tetap enggak masuk akal, Kim. Eh udah, gandeng aku saja. Kaki kamu sakit itu ....”

“Lebih-lebih kamu, kaki kamu jauh lebih parah, sementara kamu enggak mungkin bisa terbang, Ryuna.”

“Ya sudah, pelan-pelan ya ... aku jadi merasa sangat bersalah. Apalagi ini saja, kita belum tahu bakalan dapat jalan enggaknya.”

“Kamu enggak berat, kok.”

“Anda sudah ahli dalam gendong menggendong?”

Mendengar ucapan Ryuna barusan dan terdengar menuduh, sudah langsung membuat Kim menahan tawa.

“Aku punya banyak adik, Ryu ... aku lima bersaudara dan aku anak tertua. Eh, aku punya kakak angkat juga. Jadi, kami enam bersaudara.”

“Raaame, ya?!” Ryuna terheran-heran, tapi ia juga sampai berpikir, jika orang tua Kim hanya seorang petani yang akan merangkap menjadi kuli bangunan ketika bukan di musim tanam maupun panen, baginya orang tua Kim tipikal orang tua yang berhasil mendidik anak. Cara Kim bersikap terlebih bertanggung jawab kepadanya, baginya itu bukti nyata keberhasilan orang tua Kim. Ditambah lagi, Kim berdalih lulusan pesantren juga.

“Salah enggak sih, kalau aku teriak. Aku teriak yah, buat minta bantuan,” ucap Ryuna.

“Enggak usah. Suaramu enggak ada seberapa apalagi dada kamu sakit. Nanti yang ada sakitnya makin parah. Sebenarnya tanpa bantuan pun, aku bisa panjat.” Baru berucap begitu, Kim sudah langsung diam dan tak bisa menjelaskan perihal maksud kehadiran dua orang laki-laki berpakaian serba hitam.

“Mas ...?!” sapa salah satu dari mereka yang sudah langsung mengawasi keadaan Kim dari atas sampai bawah.

“Kim, mereka berdua siapa? Serba hitam begitu serem mirip geng, atau malah se*kte ...?” bisik Ryuna refleks mendekap erat tengkuk Kim. “Tapi penampilan mereka enggak mirip warga sini. Harusnya mereka bukan orang tabib duk*un itu, kan?” lanjut Ryuna lagi masih berbisik-bisik.

“Lah ... ternyata papah mamah tetap kasih aku pengawal ...,” batin Kim. Sempat kecewa karena ia sungguh ingin menjadi pribadi mandiri sekaligus berdiri di atas kaki sendiri, tapi tak bisa ia pungkiri bahwa kali ini, ia juga membutuhkan bantuan.

“Turunkan gadis itu,” sergah pria yang sebelumnya sudah bicara.

“Enggak!” sergah Kim langsung menggeleng tegas. Hanya saja, ulahnya tersebut ia yakini menjadi ketakutan tersendiri bagi Ryuna yang detik itu juga langsung mengeratkan dekapan kedua tangannya.

“Kaki Mas sakit,” ujar si pria kembali membujuk.

“Enggak apa-apa,” balas Kim tak mau menurunkan Ryuna dari punggungnya meski keputusannya itu membuat rasa sakit di tubuh khususnya kedua kakinya, makin bertambah.

“Ya Allah, asli ini enggak kalah serem dari saat aku diminta bahkan dipaksa minum sama tuh tabib duk*un!” batin Ryuna makin deg-degan.

“Lewat sini, Mas, jangan nanjak. Lewat sini ada jalan dan tadi, kami juga lewat sana,” lanjut pria yang dari tadi berkomunikasi dengan Kim.

“Kok kesannya akrab, ya? Mereka saling kenal?” pikir Ryuna mulai curiga. Namun sepanjang perjalanan, Kim benar-benar cuek kepada kedua laki-laki yang menghampiri, mengawal, dan tak hentinya memberi arahan. Keduanya bahkan terus melontarkan kata-kata khawatir, khas orang yang memang tulus kepada Kim.

Seperti yang dikatakan oleh kedua pria yang menghampiri mereka, di lereng sebelah ada anak tangga yang bisa mereka lewati meski terbilang licin lantaran anak tangga tersebut merupakan tanah yang dibuat menyerupai anak tangga untuk memudahkan setiap yang melewatinya.

Sampai detik ini, gerimis masih berlangsung. Memang seawet itu jika di sana sudah hujan. Membuat jalanan yang sudah licin termasuk yang baru direnovasi pasti rus*ak lagi. Namun kini, di tengah anak tangga mereka akhirnya bertemu dengan warga yang terus menabuh kentong. Warga yang jumlahnya ada delapan orang, sudah langsung berbondong menghampiri, mengawal jalannya perjalanan Kim dan Ryuna lantaran Kim tetap menolak dan tak mau menurunkan Ryuna dari punggungnya.

Dari kedelapan rombongan warga, hanya ada tiga anggota KKN dan itu laki-laki semua.

“Ayo kita bawa ke rumah Ki Awet!” sergah salah satu warga dan semua yang datang memang laki-laki.

Mendengar nama tadi disebut, Ryuna langsung panik. “K-kim ... ki Awet itu nama tabib duk*un itu!” bisiknya seiring ia yang makin erat mendekap tengkuk sang suami. Membayangkan wajah kecewa sang tabib yang merangkap menjadi duk*un hanya karena ia kabur setelah memuntahkan air putih pemberiannya saja, Ryuna sudah deg-degan lantaran ki Awet tampak kecewa bahkan dendam. Apalagi jika harus datang bahkan berobat ke saba, itu sama saja menyerahkan diri!

Detik itu juga Kim langsung berhenti melangkah kemudian menatap pria berpakaian serba hitam yang sampai detik ini masih mengawal. “Aku butuh mobil buat ke puskesmas karena pakai motor apalagi sepeda, enggak mungkin!” tegasnya lirih.

“Apa maksud Kim? Kenapa dia mendadak melayangkan permintaan seperti itu kepada kedua pria berpenampilan serba hitam yang terkesan mengawal kami?” pikir Ryuna yang jadi sibuk menerka.

“Untuk sekarang, jalanan di sekitar sini benar-benar tidak bisa dilalui, Mas. Licin dan benar-benar rawan kecelakaan!” yakin si pria yang dari tadi sudah sibuk berkomunikasi dengan Kim.

“Ya sudah, aku akan tetap jalan kaki,” yakin Kim mantap dengan keputusannya.

“Enggak boleh gitu, Mas. Siapa pun yang sakit di desa ini wajib berobat ke ki awet. Apalagi di sini ada kepercayaan, pamali seorang wanita keluyuran malam-malam. Seorang wanita tidak boleh keluar lebih dari pukul sepuluh malam!” yakin salah satu dari warga dan Kim mengenalinya sebagai pak RT.

“Agar enggak diganggu j*in, atau agar tidak diganggu ibli*s berwujud manusia, Pak RT?” tepis Kim dan detik itu juga, lawan bicaranya langsung bungkam, selain pria itu yang tampak jengkel kepadanya.

“Untuk sementara, saya akan merawat Ryuna di tempat pak kades sambil menunggu jalanan bisa dilalui. Ryuna butuh pengobatan medis, Bapak-Bapak. Ya sudah, terima kasih banyak untuk perhatiannya. Ayo kita pulang karena tadi, Pak RT sendiri yang bilang, pamali bagi wanita berada di luar rumah malam-malam melebihi pukul sepuluh malam!” balas Kim.

Pak RT yang sebenarnya merasa dongkol, berangsur mengangguk-angguk. “Iya, memang pamali, Mas. Dan hanya Ki Awet yang bisa menyembuhkan efeknya. Mau diobati medis secanggih apa pun, wanita itu tidak akan sembuh jika belum ditangani oleh Ki Awet!” yakinnya dan Kim langsung mengangguk-angguk. Hanya saja, Kim maupun Ryuna sendiri tetap tidak mau pergi bahkan diantar ke rumah ki Awet.

Terpopuler

Comments

Nartadi Yana

Nartadi Yana

yang dibawa ke Ki awet Tiwi sama sinya saja biardigarap itu sama dukun

2024-11-16

0

Al Fatih

Al Fatih

apakah ini Ki awet yg itu,, kalo iya,, awet tenan Mbah dukun Ki,, dimana mana ad

2024-06-03

0

lily

lily

awet terus pokoknya gak pernh Ki ganti hahaha

2023-11-27

5

lihat semua
Episodes
1 1 : Awal Mula
2 2 : Kita Harus Menikah!
3 3 : Suami Istri
4 4 : Tekanan Orang Kaya dan Dilema
5 5 : Bagian Dari Nafkah
6 6 : Pembagian Kelompok
7 7 : ‘Ini’ Rahasia!
8 8 : Slow Motion
9 9 : Curam dan Misi Jahat
10 10 : Ingatan Samar
11 11 : Susah Senang Bersama
12 12 : Bantuan dan Ki Awet
13 13 : Ada yang Tidak Beres
14 14 : Mencoba Memecahkan Misteri
15 15 : Rukiah dan Kejadian Mencengkam
16 16 : Menghilang Tanpa Jejak
17 17 : Gosong
18 18 : Tegang, Bahagia, Tapi Takut Ketahuan Juga
19 19 : Jaga-Jaga dan Perubahan Rukmi
20 20 : Sabar Dulu
21 21 : Masih Teka Teki
22 22 : Orang-Orang Toxic dan Lingkungan Mist*is
23 23 : Beneran Kejadian
24 24 : Mulai Sayang
25 25 : Berusaha Melindungi
26 26 : Dan Akhirnya Terjawab!
27 27 : Pengakuan Refleks Dari Tiwi
28 28 : Hukuman, Cek, dan Kedatangan Helikopter
29 29 : Kedatangan Papah Dan Kakak Kim
30 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
31 30 : Kemewahan Tiada Batas yang Kim Miliki
32 31 : Papah Mertua
33 32 : Rukiah Masal
34 33 : Akhir Dari KKN
35 34 : Orang Tajir yang Hobi Hidup Susah
36 35 : Ada Rain dan Sabiru
37 36 : Kembali Ke Rumah Mewah
38 37 : Semuanya Serba Mewah
39 38 : Mimpi Menyeramkan
40 39 : Kamu Lupa?
41 40 : Ingatan Lima Tahun yang Hilang
42 41 : Saling Cinta Setelah Menikah
43 42 : Mendapat Banyak Hadiah
44 43 : Ke Rumah Dodo
45 44 : Manusia Dakjal
46 45 : Diusut Tuntas
47 46 : Manis, Romantis
48 47 : Kuliah, Atau Mengurus Anak dan Suami?
49 48 : Di Antara Ipar Dan Mertua
50 49 : Masih Rahasia
51 50 : Makin Bingung Memilih
52 51 : Ke Hotel
53 52 : Perawatan
54 53 : Kejutan!
55 54 : Resepsi Pernikahan yang Sangat Manis
56 55 : Gemuruh Halilintar
57 56 : Sosok Tak Kasat Mata
58 57 : Akan Menjadi Anak Spesial
59 58 : Sidang dan Hukuman
60 59 : Kehamilan Luar Biasa
61 60 : Kemampuan Di Luar Nalar
62 61 : Kiriman Gun-a—Guna-a
63 62 : Baby Boy!
64 63 : Jodoh Terbaik
65 64 : Lipstik
66 65 : Romantis dan Manis
67 66 : PANTANGAN
68 67 : Alhamdullillah
69 68 : Suami dan Keluarga yang Makin Perhatian
70 69 : Kemampuan Di Luar Nalar
71 Novel Aqwa dan Ojan
72 TAMAT
73 Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
74 Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
75 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
76 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
77 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
78 Novelnya Rain (Anak Ojan) : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
79 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
80 Novel Menikahi Wanita Taruhan
81 Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
82 Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
83 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
84 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1 : Awal Mula
2
2 : Kita Harus Menikah!
3
3 : Suami Istri
4
4 : Tekanan Orang Kaya dan Dilema
5
5 : Bagian Dari Nafkah
6
6 : Pembagian Kelompok
7
7 : ‘Ini’ Rahasia!
8
8 : Slow Motion
9
9 : Curam dan Misi Jahat
10
10 : Ingatan Samar
11
11 : Susah Senang Bersama
12
12 : Bantuan dan Ki Awet
13
13 : Ada yang Tidak Beres
14
14 : Mencoba Memecahkan Misteri
15
15 : Rukiah dan Kejadian Mencengkam
16
16 : Menghilang Tanpa Jejak
17
17 : Gosong
18
18 : Tegang, Bahagia, Tapi Takut Ketahuan Juga
19
19 : Jaga-Jaga dan Perubahan Rukmi
20
20 : Sabar Dulu
21
21 : Masih Teka Teki
22
22 : Orang-Orang Toxic dan Lingkungan Mist*is
23
23 : Beneran Kejadian
24
24 : Mulai Sayang
25
25 : Berusaha Melindungi
26
26 : Dan Akhirnya Terjawab!
27
27 : Pengakuan Refleks Dari Tiwi
28
28 : Hukuman, Cek, dan Kedatangan Helikopter
29
29 : Kedatangan Papah Dan Kakak Kim
30
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
31
30 : Kemewahan Tiada Batas yang Kim Miliki
32
31 : Papah Mertua
33
32 : Rukiah Masal
34
33 : Akhir Dari KKN
35
34 : Orang Tajir yang Hobi Hidup Susah
36
35 : Ada Rain dan Sabiru
37
36 : Kembali Ke Rumah Mewah
38
37 : Semuanya Serba Mewah
39
38 : Mimpi Menyeramkan
40
39 : Kamu Lupa?
41
40 : Ingatan Lima Tahun yang Hilang
42
41 : Saling Cinta Setelah Menikah
43
42 : Mendapat Banyak Hadiah
44
43 : Ke Rumah Dodo
45
44 : Manusia Dakjal
46
45 : Diusut Tuntas
47
46 : Manis, Romantis
48
47 : Kuliah, Atau Mengurus Anak dan Suami?
49
48 : Di Antara Ipar Dan Mertua
50
49 : Masih Rahasia
51
50 : Makin Bingung Memilih
52
51 : Ke Hotel
53
52 : Perawatan
54
53 : Kejutan!
55
54 : Resepsi Pernikahan yang Sangat Manis
56
55 : Gemuruh Halilintar
57
56 : Sosok Tak Kasat Mata
58
57 : Akan Menjadi Anak Spesial
59
58 : Sidang dan Hukuman
60
59 : Kehamilan Luar Biasa
61
60 : Kemampuan Di Luar Nalar
62
61 : Kiriman Gun-a—Guna-a
63
62 : Baby Boy!
64
63 : Jodoh Terbaik
65
64 : Lipstik
66
65 : Romantis dan Manis
67
66 : PANTANGAN
68
67 : Alhamdullillah
69
68 : Suami dan Keluarga yang Makin Perhatian
70
69 : Kemampuan Di Luar Nalar
71
Novel Aqwa dan Ojan
72
TAMAT
73
Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
74
Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
75
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
76
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
77
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
78
Novelnya Rain (Anak Ojan) : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Samp-ah
79
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
80
Novel Menikahi Wanita Taruhan
81
Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
82
Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
83
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
84
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!