Chapter 20

Keesokan harinya, seperti biasa, Ryuto dan Ayano datang pagi pagi sekali ke sekolah, Ryuto langsung ke kelasnya, sementara Ayano menyelipkan amplop berisi cd video yang sudah di editnya semalam di net cafe di runag staff supaya mudah di temukan. Ketika masuk ke kelas, Ryuto sedikit kaget ternyata Shiori sudah duduk di dalam kelas,

“Pagi Shiori san.....” Sapa Ryuto.

Shiori terlihat sedang tertegun dan terantuk antuk, ketika di sapa, dia menoleh dengan kaget dan melihat Ryuto sudah berdiri di samping nya,

“Oh selamat pagi Yamishiba san.....maaf, aku sedikit tertidur.” Ujar Shiori sambil membersihkan mulutnya yang berliur.

Ryuto melihat pakaian Shiori yang kusam dan sepertinya dia tidak pulang dari kemarin, walau dia sudah tidak melihat hantu hantu bayi yang menempel padanya.

“Anoo....Shiori san, kamu tidak pulang semalam ?” Tanya Ryuto.

“Um....aku pulang kok, tadi aku bangun kepagian jadi aku berangkat duluan hahaha...” Jawab Shiori.

Ryuto yakin kalau Shiori berbohong, dia juga melihat rambut Shiori yang sedikit berembun dan basah, tak lama kemudian, pintu kelas Ryuto di buka, Ayano masuk ke dalam, dia langsung menghampiri Ryuto dan berbisik pada nya,

“Paket sudah di kirim....” Ujar nya.

“Ok...terima kasih ya...” Balas Ryuto.

Shiori menoleh dan melihat Ayano, kemudian dia memalingkan wajahnya dan langsung berdiri, dengan tubuh gemetar dia berlari keluar dari ruangan. Ryuto yang melihat nya menjadi heran.

“Kenapa Shiori san ?” Tanya Ryuto.

“Entahlah....” Jawab Ayano singkat.

Karena tidak mau ikut campur, Ryuto kembali duduk di kursinya dan Ayano duduk di tempat Hige di depan nya sambil menunggu para teman sekelas datang karena masih pagi sekali. Ryuto melihat keluar jendela karena dia duduk persis di sebelah jendela, dia melihat Shiori keluar dari gedung sekolah dan berjalan menuju ke belakang sambil memeluk dirinya sendiri. Dia juga melihat Jirou sedang berjalan masuk ke dalam gedung sekolah sendirian,

“Oi senpai....lihat apa ?” Tanya Ayano.

“Ah tidak, Jirou senpai baru datang tuh, ngomong ngomong hantu gadis itu tidak ikut kita ya ?” Tanya Ryuto.

“Iya, dari semalam dia sudah tidak ada, mungkin sudah kembali ke tubuh nya.” Jawab Ayano.

“Syukurlah kalau begitu....” Ujar Ryuto.

“Senpai, kamu tidak tertarik dengan Shiori san kan ?” Tanya Ayano.

“Hah...apa maksudmu bertanya seperti itu ? jelas tidak lah, dia teman sekelas saja...” Jawab Ryuto.

“Hehehe tidak...aku hanya bertanya saja....aku pikir kamu menolong dia karena ada apa apa nya...” Balas Ayano.

“Tentu tidak, kalau boleh jujur yang menolong dia adalah hantu gadis tetangga kita tahu....dia yang mengatakan kejadian itu.” Ujar Ryuto.

“Hmmm begitu ya (jelas saja, aku yang bisiki gadis itu kemarin hehehe).” Balas Ayano.

Tiba tiba, “Sreeg.” Pintu kelas Ryuto di buka, Jirou sudah berdiri di depan kelas, dia langsung masuk menghampiri Ryuto dan Ayano.

“Kalian ikut aku...cepat...” Ujar Jirou.

Melihat Jirou yang sedikit tergesa gesa dan wajahnya sedikit panik, Ryuto dan Ayano berdiri, mereka keluar kelas mengikuti Jirou yang memimpin di depan. Jirou mengajak Ryuto dan Ayano keluar dari gedung sekolah dan menuju kebelakang, kemudian, di sudut bangunan sekolah, Jirou merapat ke dinding dan menaikkan telunjuk nya ke mulut tanda supaya jangan bersuara. Ketiganya mengintip dari balik dinding, mereka melihat Ghist yang membawa hantu sensei berdiri di depan taman, mereka juga melihat Shiori yang sedang berdiri di depan Ghist itu, ketika di perhatikan, wujud Ghist itu mirip seperti Gouda sensei yang kadang berganti dengan gadis kemarin, wujud nya berubah rubah, ketika sedang berwujud Gouda sensei, Ghist itu berusaha meraih Shiori di depan nya, tapi ketika berubah menjadi gadis yang jatuh dari atap, tangan nya kembali ke bawah. Melihat wajah Ryuto dan Ayano tercengang, Jirou langsung bertanya,

“Kalian tahu soal Ghist itu ?” Tanya Jirou berbisik.

Ryuto membisiki Jirou dan menceritkan secara singkat kejadian kemarin, Jirou yang sudah mengerti mengangguk,

“Serahkan pada ku senpai....” Ayano berdiri dan dia langsung berlari menghampiri Shiori di ikuti Ryuto dan Jirou.

Ketika Ayano sudah berdiri di belakang Shiori, dia menjulurkan tangan nya, memegang pundak Shiori,

“Senpai....” Tegur Ayano.

“Aaaaaah......Ayano chan.....aku tidak akan mengambil Ryuto kun dari mu....tenang saja....tolong jangan begini terhadap ku....aku takut.....” Teriak Shiori sambil terduduk jatuh, kemudian merangkak menjauh dari Ayano dan berbalik dengan memegang kepalanya dengan kedua tangan nya.

“Eh....apa maksud senpai ?” Tanya Ayano bingung.

Tiba tiba saja Ghist di sebelah mereka menjadi ganas, tubuhnya mengembang menjadi seperti asap hitam membumbung dan muncul dua buah kepala, satu kepala gadis yang sudah pecah separuh dan satunya kepala sensei yang ternganga lebar di tengah tengah nya.

“Hahahaha....hihihi....” Dua kepala itu mengeluarkan tawa bersamaan yang mengerikan.

“Hajar Ryuto, dia masih berubah....” Teriak Jirou.

Tanpa menunda, Ryuto membuka sarung tangan nya dan mengeluarkan sabitnya, dia menghujam asap hitam yang terlihat solid di depan nya kemudian menarik nya ke bawah. Ketika tubuh nya yang sedang berubah dan masih berwujud bayangan hitam terbelah, kedua kepala itu menjadi kaku dan mata mereka mengeluarkan darah dengan mulut ternganga lebar, asap hitam yang terlihat seperti awan bergumul itu menghilang perlahan dan hancur menjadi debu termasuk kedua kepalanya. Sebuah sinar keluar dari atas menyinari debu debu yang berubah menjadi seorang gadis sma cantik yang memakai seragam sekolah. Gadis itu menunduk melihat Ryuto dan Jirou, kemudian dia naik ke atas mengikuti cahaya.

Sedangkan debu debu sisanya membentuk tubuh seorang pria yang perut nya berlubang dengan isi perut keluar dan wajah nya terlihat kesakitan penuh darah. Ryuto dan Jirou mengenali pria itu, dia adalah Gouda sensei, langsung saja Ryuto menusukkan sabitnya ke kepala pria itu. Mulut hantu sensei menganga, tubuh dan kepalanya bergetar hebat, kemudian berputar dengan kencang, sebuah tangan hitam keluar dari dalam tanah dan menekan hantu itu sampai rata dengan tanah dan menghilang.

“Geh...mengerikan...hiii....” Ujar Ryuto.

“Yah, kalau dia sampai bisa mengambil alih Ghist berarti dia super jahat, pantas mati.” Tambah Jirou.

“Waaaaaaaaaaa....”

Ryuto dan Jirou menoleh, mereka melihat dan mendengar Shiori berteriak karena di dekati oleh Ayano. Ryuto dan Jirou langsung menghampiri Shiori.

“Ada apa Aya chan....kenapa Shiori san ?” Tanya Ryuto.

“Aku...aku tidak tahu senpai, ketika ku dekati dia malah histeris....” Jawab Ayano.

“Sudah, kalian berdua sebaiknya pergi dari sini....biar aku yang mengajak dia bicara.” Ujar Jirou.

“Ok senpai, ayo Aya chan....” Ajak Ryuto.

“I...iya.....” Balas Ayano.

Keduanya berjalan kembali menuju gedung sekolah, Ayano masih menoleh melihat Jirou yang sedang mengajak bicara Shiori yang terduduk di tanah. Kemudian terlihat Jirou membantu Shiori berdiri dan membawanya ke tempat duduk di teras samping gedung sekolah.

“Aku tidak mengerti, kenapa Shiori senpai begitu melihat ku ?” Tanya Ayano.

“Aku juga tidak tahu, semoga Shiori san mau cerita kepada Jirou senpai...” Jawab Ryuto.

“Iya senpai.....” Balas Ayano.

Ayano merangkul lengan Ryuto dan membuat Ryuto bingung, para murid mulai berdatangan memasui gerbang, dia berusaha melepaskan Ayano tapi pegangan Ayano sedikit kencang.

“Um...Aya chan....ada banyak orang.....nanti mereka salah sangka....” Ujar Ryuto dengan wajah merah.

“Biarin....biarkan dulu aku seperti ini sebentar.....” Balas Ayano.

Ryuto berjalan sedikit lebih cepat dan Ayano mengikutinya supaya tidak terlihat murid lain, ketika sampai di kelas Ayano, dia melepaskan tangan Ryuto dan masuk ke dalam, Ryuto juga langsung bergegas kembali ke kelasnya. Setelah kelas mulai ramai, Ryuto melihat Shiori kembali ke kelas, Shiori melihat dirinya dan menunduk sambil berjalan menuju kursi nya. Tiba tiba smartphone Ryuto berbunyi, sebuah pesan masuk dari nomor tidak di kenal, isinya,

“Aku tunggu sekarang di markas, sendiri.....Jirou.”

Ryuto langsung berdiri dan berlari keluar dari gedung. Ketika sampai di toilet wanita yang berada di basement gedung sekolah lama dan masuk ke dalam ruangan,

“Duduk Ryuto, kita harus bicara....” Ujar Jirou.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!