Begitu di dalam gedung sekolah lama, Jirou merangkul Hige turun ke basement, Ryuto menjadi heran, sebab mereka bukan ke ruang biologi di atas.
“Senpai, kenapa kita ke bawah ?” Tanya Ryuto.
“Hah markas kita di sini, bukan tempat kemarin....” Jawab Jirou.
“Benar senpai, ikut saja....” Tambah Ayano.
“Jangan jangan kamu juga anggota lagi ?” Bisik Ryuto di telinga Ayano.
Ayano tidak menjawab tapi mengangguk. Ryota akhirnya mengikuti saja, dia melihat Hige gemetar sambil di rangkul Jirou. Setelah menuruni tangga, mereka tiba di sebuah lorong, di lorong itu ada toilet laki laki dan toilet perempuan, di sebrang nya ada sebuah gudang penyimpanan alat alat olah raga. Jirou mengajak Hige masuk ke dalam toilet perempuan.
Ryuto merasa tidak enak ketika mau masuk ke dalam toilet itu, dia berhenti sesaat, tapi Ayano menarik tangan nya membawanya masuk ke dalam. Begitu masuk, Ryuto melihat ada dua hantu siswi sma perempuan yang memakai seragam berbeda, satu sedang berada di depan cermin yang sudah lama pecah sambil berusaha menempelkan kulit berambut yang terlepas seperti di kuliti dan penuh darah, satunya sedang bersender di dinding sambil membaca buku, wajah nya hanya ada daging dan otot, dia tidak memiliki kulit sama sekali di wajahnya sehingga wajahnya seperti tengkorak merah yang memiliki bola mata dan hidung.
“Uh.....menjijikkan,,,,,” Pikir Ryuto.
Dua hantu perempuan itu menoleh dan melihat Ryuto, mulut keduanya langsung tersenyum lebar dengan pandangan yang kosong dan menyeramkan. “Kling.” Ayano langsung mencabut pedang nya dan memasukkan nya lagi ke sarung nya. Kedua hantu siswi sma itu langsung melanjutkan aktifitasnya dan tidak melihat Ryuto lagi.
“Grrrrr....berani beraninya main lirik lirik....” Gumam Ayano dengan suara kecil.
“Um...kamu kenapa Aya chan, kok kayaknya marah ?” Tanya Ryuto.
“Tidak apa apa....diam senpai....” Jawab Ayano ketus.
“Aneh....” Pikir Ryuto.
Jirou membersihkan dinding persis di sebelah hantu yang sedang bersender membaca buku. Dia menemukan sebuah gagang pintu dan langsung menggeser dinding nya. Di dalam nya ternyata adalah sebuah ruangan yang sudah jelek, ada rak buku hancur yang masih ada buku di dalam nya, sebuah sofa rusak yang sudah terlihat per dan busa nya, sebuah meja kerja yang masih tegak tapi catnya sudah mengelupas. Setelah Ryuto dan Ayano masuk ke dalam, Jirou menggeser lagi dinding yang sebenarnya adalah pintu. Kemudian dia melihat Ryuto,
“Kenapa wajah mu begitu, ini ruang club kita, markas kita....” Ujar Jirou.
“Um...kenapa bikin ruang club di sini senpai ?” Tanya Ryuto.
“Karena toilet wanita ini termasuk 7 misteri sekolah, banyak yang bilang disini ada hantu bernama Hanako, tapi nyatanya yang ada dua hantu cewe jelek di depan...tidak mungkin ada siswa atau staff yang berani kesini, kita aman di sini.” Jawab Jirou.
“Haaa...jadi begitu....” Balas Ryuto.
Hige berjalan dan duduk di sofa, wajah nya terlihat pucat dan sangat ketakutan, dia menunduk dan memegang kepala nya dengan kedua tangan nya. Ayano menarik Ryuto untuk duduk di sofa yang ada di sebrang Hige, sedangkan Jirou langsung duduk di atas meja kerja. Ketika Ryuto duduk, Hige langsung mengangkat kepalanya,
“Apa yang sebenarnya terjadi ? tolong katakan padaku....aku tidak ingat apa apa sejak kemarin sore....Ryuto, tolong katakan ada apa....” Ujar Hige dengan nada gemetar.
“Tunggu, sebelum itu, kamu siapa ?” Jirou menunjuk Ayano.
“Tanzaki Ayano....” Jawab Ayano.
“Ah jadi kamu ya yang di katakan Kei kemarin.....” Balas Jirou.
“Salam kenal Jirou senpai....” Balas Ayano.
“Hah...benar kata Kei....kamu aneh...aku belum menyebutkan namaku, kamu sudah tahu...” Balas Jirou ketus.
“Hige, akan aku ceritakan apa yang aku alami semalam....”
Ryuto menceritakan kejadian semalam di apartemen nya, kemudian dia juga menceritakan kejadian barusan di gudang yang berada di belakang sekolah. Hige yang mendengar cerita Ryuto langsung berdiri,
“Aku tidak tahu....aku tidak ke apartemen mu, aku hanya ingat aku sedang makan onigiri dan kaarage di taman, lalu aku tidak ingat apa apa dan aku terbangun di gudang tadi...” Ujar Hige membela diri.
“Berarti kamu kemarin tanpa sengaja kamu bertemu dengan monster bayangan di taman dan roh mu diambil nya. Lalu tubuh mu yang berada di taman di masuki roh jahat, pasti seperti itu...” Ujar Jirou.
“Senpai, monster bayangan namanya Ghist....” Celetuk Ayano.
“Hah, Kei sudah memberitahu mu ?” Tanya Jirou kaget.
“Belum, aku tahu sendiri.....” Jawab Ayano.
“Haaah kamu benar benar aneh....sudahlah, sekarang kamu masih merasa ada yang aneh atau tidak ? Kamu beruntung, Ryuto mengalahkan Ghist itu dan roh mu terlepas jadi bisa kembali ke tubuh mu.” Tanya Jirou kepada Hige.
“Um...selain lapar, tidak senpai....” Jawab Hige.
Ryuto menoleh melihat Hige dan menutup sebelah matanya, dia sudah tidak melihat ada bayangan merah yang menyelimuti Hige. Tapi ada satu pertanyaan di benak nya,
“Tapi kenapa Ghist itu ketempat ku senpai ?” Tanya Ryuto.
“Hah...mau tau ? sini.....”
Jirou melompat turun dari meja, dia langsung menarik Ryuto berdiri kemudian merangkul nya, Jirou membuka pintu ruangan. Begitu di buka, dua hantu siswi perempuan yang ada di toilet rusak di depan langsung menoleh melihat Ryuto. Keduanya langsung tersenyum dengan pandangan kosong yang mengerikan. Setelah itu, Jirou menarik Ryuto masuk kembali ke dalam,
“Sudah paham ?” Tanya Jirou.
“Aku tidak mengerti.....” Jawab Ryuto.
“Oi gendut....sini....coba jalan keluar sebentar.” Ujar Jirou memanggil Hige.
Hige berdiri, dia keluar dari ruangan, kedua hantu di depan menoleh melihat Hige dan kembali melanjutkan aktifitasnya.
“Sudah senpai....kenapa aku di suruh berdiri di sini ?” Tanya Hige.
“Sudah ngerti bedanya belum ?” Tanya Jirou.
Ryuto terdiam, dia masih bingung apa yang membedakan dia dengan Hige. Ayano yang memperhatikan nya berdiri, dia langsung menghampiri Ryuto.
“Senpai, maksud Jirou senpai adalah, kalau Hige san yang keluar, hantu itu menoleh tapi tidak tersenyum dan kembali lagi, tapi kalau kamu, mereka tersenyum selebar lebarnya walau wajah nya mengerikan, artinya, para hantu itu tertarik sama kamu. Paham kan.” Ujar Ayano.
“Begitu....ya...” Ujar Ryuto gemetar.
“Sama, Ghist juga begitu, setelah dia melihat isi pikiran si gendut dan tahu tentang mu, dia langsung mencari mu....jadi pertanyaan mu, kenapa Ghist itu kerumah mu sudah terjawab kan.” Tambah Jirou.
Ryuto langsung terdiam, dia baru tahu soal ini setelah di beritahu oleh Jirou dan Ayano. Setelah dia berpikir, baru dia menyadari kalau semua hantu yang dia temui, baik laki laki atau perempuan selalu tersenyum pada nya. Ryuto mendekap tubuh nya dengan kedua tangan nya dan dia mulai gemetar.
“Cocok buat di jadikan umpan....” Ujar Jirou.
“Jirou senpai, jangan bicara sembarangan....” Teriak Ayano.
“Oi gendut, masuk lagi dan tutup pintunya....” Ujar Jirou yang berjalan kembali ke meja kerja dan duduk di atas nya.
Ayano menghampiri Ryuto yang gemetar, dia langsung mendorong Ryuto supaya duduk dan dia duduk di sebelah nya.
“Tenang saja senpai, selama ada aku kamu aman...” Bisik nya di telinga Ryuto dan tanpa sadar dia tersenyum sangat lebar.
Walau pakai topeng, bagian mulutnya tidak tertutup, senyuman lebar Ayano yang berbisik terlihat oleh Jirou dan Hige yang menjadi merinding karena melihat nya.
“Perempuan itu......berbahaya...Kei, kenapa kamu mengajak dia bergabung.” Pikir Jirou dalam hati ketika melihat senyum lebar Ayano yang membuatnya merinding.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments