Ketika sudah berjalan mendekati apartemen, dari ujung jalan, mereka melihat keramaian di daerah depan apartemen mereka.
“Ada apa ?” Tanya Ryuto.
“Kita lihat senpai....” Jawab Ayano.
Keduanya berlari menghampiri apartemen mereka, ternyata keramaian nya bukan persis di apartemen mereka, melainkan di rumah sebelah nya. Ryuto menoleh dan melihat Ena sedang di atas melihat ke rumah sebelah sambil merokok, dia masih memakai pakaian kantor yang sama seperti sewaktu bertemu Ryuto pagi hari. Ryuto mengajak Ayano masuk ke dalam dan menaiki tangga, mereka menghampiri Ena.
“Ena nee san, ada apa di sebelah ?” Tanya Ryuto.
“Putri keluarga Nozomi mengamuk, dia melukai papa nya dan sekarang sudah di tangkap....aku juga baru pulang....” Jawab Ena.
“Eh....Touka chan ? padahal dia kan pendiam...” Ujar Ryuto.
“Iya, aku sendiri tidak tahu kenapa....sudahlah, aku masuk dulu ya Ryuto kun, Ayano chan...” Ena mematikan rokok nya dan masuk ke dalam rumah.
Ryuto melihat dari atas, tiba tiba dia merasa ada yang memperhatikan, dia menoleh ke lantai 2 rumah di sebelah apartemen dan melihat jendela kamar. Ryuto kaget, karena dia melihat Nozomi Touka yang katanya mengamuk dan di tangkap, ada di lantai 2 dengan kondisi berwajah pucat dan rambut yang berantakan, dia melihat Ryuto sambil tersenyum,
“Hmmm.....roh nya ada di luar tubuh nya....berarti tubuhnya di kuasai sesuatu.” Ujar Ayano yang juga melihat nya.
“Ghist ?” Tanya Ryuto.
“Kalau Ghist, pasti rohnya sudah di makan....tapi rohnya masih di lantai 2, kemungkinan bukan Ghist....tapi roh jahat....” Jawab Ayano.
“Memang bisa ya roh jahat menendang keluar roh di dalam tubuh yang masih hidup ?” Tanya Ryuto.
“Seharusnya tidak, tapi pasti dia melakukan sesuatu yang membuat roh itu bisa mengambil alih tubuh nya.” Jawab Ayano.
“Contoh nya ?” Tanya Ryuto.
“Mungkin dia melakukan pemanggilan hantu atau bermain main dengan papan quija untuk meramal, kita tidak tahu.....” Jawab Ayano.
Selagi mereka melihat, di halaman rumah sebelah terlihat beberapa siswi yang masih memakai seragam smp sedang berbicara, wajah mereka terlihat sangat ketakutan. Tak lama kemudian, kerumunan pun bubar karena polisi dan ambulan sudah pergi, siswi siswi smp itu masuk kembali ke dalam rumah.
“Senpai, kita tidak bisa berbuat apa apa....masuk saja dulu...” Ajak Ayano.
“Aku mengerti....ayo kita masuk.” Balas Ryuto.
Ryuto membuka kunci unit apartemen nya dan masuk ke dalam bersama Ayano. Di dalam, Ayano langsung ke dapur dan memakai celemek untuk masak, Ryuto membawa koper Ayano masuk ke dalam kamar dan menggelar futon nya di lantai. Selesai menggelar futon,
“Loh....kok aku malah menggelar futon di sebelah ranjang ? memang kita tidur sekamar ?” Pikir Ryuto yang tersadar setelah selesai menggelar futon.
Akhirnya dia menggulung lagi futon nya dan menaruhnya di dalam lemari, kemudian dia berjalan keluar kamar, ketika baru mau keluar kamar, “Duk...duk...duk...” Jendela kamar nya di ketuk seseorang,
“Huh ? ini lantai 2 kan.....duh jangan jangan.....” Pikir Ryuto.
Dengan mengumpulkan keberanian, dia mendekati jendela karena jendelanya terus terusan di ketuk. Setelah menarik nafas, dia langsung membuka jendelanya, ternyata yang mengetuk adalah roh gadis yang ada di lantai 2 rumah sebelahnya, wajahnya yang pucat pasi terlihat sangat ketakutan. Tiba tiba di belakang roh gadis itu, ada bayangan hitam berbentuk tengkorak manusia yang mengerikan dan memakan kaki roh gadis itu. Roh gadis itu meronta ronta dan berusaha melepaskan diri, tapi tengkorak hitam itu terus melahap tubuhnya sampai akhirnya menyisakan kepalanya, wajahnya terlihat sangat tersiksa dan menjadi mengerikan. Perlahan lahan bayangan hitam itu menjadi besar, tubuhnya yang sebelum nya hanya bayangan hitam mulai membentuk tangan dan kaki menyerupai gadis itu.
Setelah membentuk tubuh, tengkorak itu menutup mulutnya dan menelan kepala gadis itu, tapi kemudian tengkorak itu seperti terserap masuk ke kepala roh gadis itu, kening roh gadis itu membuka menjadi mulut yang mengeluarkan taring tajam, matanya masuk ke dalam dan mengeluarkan darah seperti menangis, mulut nya membuka lebar ke bawah seperti orang yang sedang berteriak dan pipinya menjadi sangat kurus. Roh gadis yang tadinya terlihat cantik walau pucat, menjadi seperti hantu yang ingin membalas dendam dan mengerikan. “Brak.” Kedua tangan hantu itu menempel di kaca di susul kepalanya yang menempel miring di kaca,
“Aaaaah.....” Teriak Ryuto.
Ryuto jatuh terduduk karena kaget dan takut. Ayano langsung masuk dan membuka pintunya, walau masih pakai celemek, dia langsung menyambar katana nya.
“Ghist.....” Ujar Ayano.
“R...roh yang tadi kita lihat di telan bayangan hitam dan menjadi seperti itu...” Tunjuk Ryuto dengan gemetar.
“Kita lawan senpai.....masih belum terlambat....” Ujar Ayano.
“I...iya......” Balas Ryuto.
Dengan perlahan Ryuto berdiri, dia membuka kedua sarung tangan nya dan mengeluarkan kedua sabitnya. Setelah bersiap, Ayano melangkah maju membuka jendela,
“Hihihihihihihi....” Terdengar suara tawa khas hantu perempuan.
Hantu itu masuk dengan cepat langsung menerjang Ryuto dengan menjulurkan kedua tangan nya yang berdarah dan berkuku hitam, ingin mencekik Ryuto. Karena reflek juga ketakutan, Ryuto menangkap kedua tangan hantu yang terjulur ke arah nya dan menahan terjangan hantu itu. Leher hantu itu memanjang dan menuju Ryuto, dia berusaha menggigit Ryuto dengan mulut di kening nya. Ryuto dengan cepat menangkap kepalanya dengan tangan dan menyatukan tangan nya kemudian memegang nya dengan tangan satunya. “Klak...klak...klak.” mulut hantu itu berusaha menggigit sampai menimbulkan bunyi.
“Tahan senpai....” Teriak Ayano.
Ayano mengangkat katana nya dan menyabetkan nya dari atas ke bawah di belakang hantu itu, tapi hantu itu menendang tangan Ayano dan katana nya terlepas menancap di tempat tidur.
“Aduh.....” Teriak Ayano.
“Aya chan....”
Ryuto melepaskan kepalanya dan dengan cepat menebas kedua tangan nya dengan sabit di tangan yang sebelum nya memegang kepala. Melihat itu, Ayano menyambar katana nya dan menebas lurus ke depan dari atas ke bawah, tubuh hantu itu terbelah dua sampai ke bagian leher, Ryuto bergeser dan dengan sabitnya dia menebas leher hantu yang panjang terjulur itu. Setelah itu, kepala hantu itu berubah kembali menjadi tengkorak dan hancur mengabu. Ryuto dan Ayano terduduk saling bersender di samping tempat tidur, karena lelah, nafas mereka memburu dan tegang mereka terlepas.
“Huf....huf....beres....” Ujar Ayano.
“Haah....haah....haah....kok....bisa di ambil alih....roh nya.” Ujar Ryuto terengah engah.
“Bisa.....huf...huf...berarti....huf...yang di panggil tidak hanya satu....” Balas Ayano.
“Haah....haah....haah...begitu...ya....” Balas Ryuto.
“Huff....iya.....” Balas Ayano.
Selagi mereka terengah engah, tiba tiba di samping keduanya berdiri roh gadis yang sudah terbebas sedang menatap keduanya dan tersenyum, Ryuto yang menyadari nya kaget dan langsung mundur ke tempat tidur.
“Tidak apa apa senpai....dia hanya ingin mengucapkan terima kasih....mungkin.” Ujar Ayano.
“I..iya...aku tahu....aku hanya kaget....aku tidak takut....” Balas Ryuto.
“Aaaaa...masakan ku.......” Ayano langsung berdiri dan lari keluar dari kamar.
“Loh....aku...di tinggal.....tunggu Aya chan.....” Ryuto berdiri dan ikut berlari keluar.
Setelah Ayano menyelamatkan masakan nya, keduanya makan malam bersama di meja makan, roh gadis itu berdiri di samping meja makan mereka dan melihat mereka yang sedang makan sambil tersenyum dan tidak berkata apa apa. Ryuto melirik gadis itu dan kembali melihat piring nya.
“Kenapa dia disini ?” Tanya Ryuto.
“Dia tidak bisa kemana mana....selama tubuhnya masih di kuasai, dia tidak bisa pulang....” Jawab Ayano.
“Lalu ? masa kita diamkan dia ada disini ? apa ku sentuh aja ya biar naik ke atas ?” Tanya Ryuto.
“Tidak akan bisa senpai, dia masih punya tubuh, kecuali tubuhnya dibunuh...” Jawab Ayano.
“Duh...berarti malam ini dia di sini sama kita ?” Tanya Ryuto.
“Apa boleh buat.....kalau takut kita tidur di kamar saja sama sama (Hehehehe).” Jawab Ayano.
“Uhhhh........” Keluh Ryuto.
Setelah makan, keduanya masuk ke kamar, mereka melihat kasur di tempat tidur bolong dan sobek, dengan isi kasur yang berantakan keluar. Keduanya keluar dari kamar,
“Ah...aku tidur di ruang tengah saja....” Ujar Ryuto sambil mengambil futon milik nya sendiri yang memang sudah ada di lemari ruang tengah.
“Aku juga deh.....” Ujar Ayano yang masuk lagi ke dalam kamar dan mengambil futon nya.
Akhirnya malam itu, Ryuto dan Ayano tidur di ruang tengah dengan di batasi meja dan roh gadis itu duduk di atas meja sambil terus tersenyum menatap Ryuto.
“Mana bisa tidur kalau begini....uuuh.” Pikir Ryuto dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments