Keesokan harinya, Ryuto dan Ayano masuk ke sekolah seperti biasa, ketika istirahat makan siang, para murid dari segala angkatan berkumpul di papan pengumuman, Ryuto menghampiri kerumunan, karena dia sedikit lebih tinggi dari yang lain, dia bisa melihat pengumuman apa yang di tempel di papan. Ryuto melihat sebuah poster yang di tempeli foto Hige dengan tulisan “Di cari” di atasnya tertempel di papan pengumuman. Para murid yang melihat nya tapi tidak mengetahui kasusnya, mulai bergosip menebak nebak, dari kasus pencurian, pemerkosaan, sampai pembunuhan. Karena malas mendengar banyak murid yang membicarakan teman nya dalam konteks negatif, Ryuto melangkahkan kaki menuju cafetaria.
“Huh...semuanya hanya bisa asal bicara.....” Pikirnya dalam hati.
Begitu sampai di cafetaria, Ryuto melihat Keiko dan Megumi sedang makan di sana, mereka melihat Ryuto dan melambaikan tangan pada Ryuto supaya bergabung dengan mereka. Setelah membeli roti dan minuman, Ryuto duduk bergabung bersama Keiko dan Megumi,
“Gimana Hige, senpai ?” Tanya Ryuto langsung.
“Sssst....Ryuto kun, jangan membicarakan soal itu di sini...” Tegur Megumi yang duduk di sebelah nya.
“Iya benar, nanti saja di bahas soal itu....tapi, ada sedikit yang mau aku tanyakan padamu.” Ujar Keiko.
“Tanya apa senpai ?” Tanya Ryuto.
“Aku sudah mendengar dari Jirou kejadian di gudang, dia sudah cerita semuanya...kamu sebenarnya apa ?” Tanya Keiko sambil menunjuk tangan Ryuto yang memakai sarung tangan.
“Um....gimana ya bilang nya.....sebenarnya aku sendiri tidak tahu banyak, aku sendiri juga di beritahu oleh Aya chan....” Jawab Ryuto.
“Hmmm....begitu ya, pertanyaan kedua, kamu sudah kenal lama dengan Aya chan ya ? teman masa kecil ?” Tanya Keiko.
“Kalau boleh jujur, aku baru ketemu Aya chan 2 hari lalu.....” Jawab Ryuto.
“Waktu pertama menghampiriku, dia terlihat akrab sekali dengan ku dan mencari mu....aku sampai bingung sendiri dan akhirnya menyelidiki mu....” Ujar Keiko.
Keiko menceritakan kalau Ayano tiba tiba menghampirinya, yang membuat Keiko heran adalah tempat nya, Ayano langsung menghampiri Keiko di ruangan di belakang toilet ketika dia sedang disana bersama Megumi. Dia menanyakan soal Ryuto di sana dan minta bergabung dengan Keiko, awalnya Keiko ragu karena Ayano sedikit mencurigakan, tapi Ayano meyakinkan Keiko dengan mengatakan tentang Ghist dan lainnya. Setelah itu, dia juga minta Keiko merekrut Ryuto. Megumi yang duduk di sebelah Ryuto juga memberikan testimoni yang sama dengan Keiko. Dia mulai berusaha menghampiri Ryuto ketika Ayano sudah bergabung dengan club nya. Menurut keduanya, Ayano terlihat sudah sangat akrab dan mengenal Ryuto.
“Soal itu....aku juga sedikit aneh....aku hanya tahu dia keponakan orang yang mengadopsi ku...” Ujar Ryuto.
“Nah berarti kamu sudah bertemu dengan nya sebelum nya kan ?” Tanya Keiko.
“Aku baru tahu dia keponakan orang tua asuh ku, ketika aku bertemu dengan nya...” Jawab Ryuto.
Sebenarnya Ryuto tahu alasan kenapa Ayano bisa mengetahui dan menghampiri Keiko di ruangan club yang ada di toilet wanita basement yang ada di gedung sekolah lama, Ayano sudah melihat semuanya menggunakan mata ketiganya. Ryuto tidak mau menceritakan soal mata ketiga Ayano dan soal tangan nya. Keiko dan Megumi berpikir, dahi keduanya berkerut mencari jawaban nya.
“Senpai, sepertinya kita tidak perlu curiga pada Aya chan...” Ujar Megumi.
“Iya, aku tidak mencurigai nya, tapi aku penasaran, kita kan tahu dia belum kenal Jirou, tapi kemarin sebelum Jirou memperkenalkan diri dia sudah menyapa Jirou, aku di ceritakan oleh Jirou, dia bilang kita harus waspada dengan Aya chan.” Balas Keiko.
“Begini senpai, terus terang aku tidak mengerti apa yang ada di pikiran Aya chan dan apa tujuan dia sebenarnya, tapi satu yang aku tahu, Aya chan bukan orang jahat, selama 2 hari ini aku bersama nya, dia tidak pernah berbuat macam macam.” Ujar Ryuto.
“Aku tahu itu....aku juga tahu kamu tidak jahat, tapi jujur, aku penasaran kepada kalian berdua....” Balas Keiko.
“Wajar senpai, kita kan baru kenal....aku pun belum bisa percaya senpai, Jirou senpai dan Megumi san 100%, tapi aku tahu kalian orang baik...” Ujar Ryuto.
“Ok...cukup adil kalau begitu....berarti kita sama ya, libur musim panas ini, kita harus mempererat hubungan kita semua...” Ujar Keiko.
“Alasannya apa senpai ?” Tanya Megumi.
“Kalau teori ku benar, berarti kota ini...tidak, seluruh umat manusia dalam bahaya.” Ujar Keiko.
“Teori apa senpai ?” Tanya Ryuto.
Belum sempat Keiko menjawab, tiba tiba ada tubuh jatuh dari atas persis di luar jendela persis di sebelah mereka. Keiko dan Ryuto menoleh, sedangkan Megumi mendekap tubuhnya karena merinding dan menoleh. Hantu siswi yang selalu loncat dari atap melewati jendela dekat mereka duduk. “Blugh.” Terdengar suara benda yang jatuh dari kejauhan.
“Haaah dia selalu loncat dari atas....” Ujar Keiko.
“Iya...aku melihat nya setiap hari...” Tambah Ryuto.
“Um...aku tidak bisa melihatnya, tapi aku merasakan dingin nya....” Tambah Megumi.
“Oh Megumi san tidak bisa melihat nya ?” Tanya Ryuto.
“Aku tidak bisa melihat makhluk gaib, tapi aku bisa mendengar suara mereka dan merasakan kehadiran mereka.” Jawab Megumi.
“Aku juga tidak melihat wujudnya, yang terlihat hanya bayangan putih berbentuk manusia yang bisa di bedakan pria dan wanita untuk roh orang mati dan bayangan hitam untuk roh jahat.” Tambah Keiko.
“Oh begitu....kalau Jirou senpai bisa melihat dengan jelas ?” Tanya Ryuto.
“Dia bisa melihat dengan jelas dan seperti apa wujud sebenarnya, kadang dia suka menceritakan nya pada ku.” Jawab Keiko.
“Berarti hanya aku, Aya chan dan Jirou senpai yang bisa melihat dengan jelas, aku dan Aya chan bahkan bisa mendengar mereka bicara....uuuh.” Pikir Ryuto di dalam hatinya.
Ketiganya kembali berbincang bincang, Ryuto menceritakan seadanya saja kepada Keiko dan Megumi, ketika di tanya kenapa pakai sarung tangan, Ryuto hanya bilang ada bekas luka di tangan nya yang menjijikkan kalau di lihat. Walau tidak percaya, keduanya tidak bertanya lagi karena menghargai Ryuto yang tidak mau bercerita. Tak lama kemudian, Ayano datang menghampiri Ryuto dan duduk bersama yang lain, sama seperti Ryuto, ketika di tanya Keiko, Ayano juga tidak bercerita semuanya, hanya sebagian saja yang menurutnya bisa di ceritakan. Hantu siswi yang melompat dari atap, jatuh sebanyak 3 kali lagi selagi mereka berada di sana. Kemudian ke empatnya berdiri untuk kembali ke kelas masing masing, tapi tiba tiba smartphone Keiko berbunyi, Jirou mengirim pesan kepada Keiko yang mengatakan Hige aman aman saja walau sekarang dia ketakutan sendirian di kabin karena sering melihat ada bayangan yang lewat.
“Ryuto kun, tadi kamu tanya kan....” Keiko memperlihatkan pesan Jirou dan sebuah foto yang menampilkan Jirou bersama dengan Hige di dalam kabin.
“Oh Jirou senpai tidak sekolah ya hari ini ?” Tanya Ryuto.
“Kita bergantian, besok giliran ku yang menemani di sana sampai libur musim panas...” Jawab Keiko.
“Dua hari lagi ya berarti....” Tambah Ayano.
“Yup benar, 2 hari lagi kita menginap di rumah senpai Aya chan...” Tambah Megumi sambil merangkul Ayano.
“Megumi san tidak masalah menginap ?” Tanya Ryuto.
“Tidak masalah, aku juga sudah tidak punya siapa siapa, tidak ada yang melarang hehe.” Jawab Megumi.
“Wah wah...berarti kita semua sama ya.....” Ujar Keiko.
Ke empat nya berjalan keluar dari cafetaria untuk menuju ke kelas mereka masing masing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments