Setelah kembali ke kelas, Ryuto bersiap untuk mengikuti pelajaran olah raga di gedung olah raga. Ryuto membuka tas nya untuk mengambil pakaian olah raga,
“Waaaaaaa......” Teriak Ryuto.
Sosok kepala seorang gadis berambut hitam dengan wajah pucat muncul dari dalam tasnya dan membuatnya kaget. Seluruh teman sekelas menoleh kepadanya, tidak sedikit yang menertawakan nya. Ryuto menutup kembali tas nya dan perlahan lahan mengintip ke dalam. Hantu gadis tetangganya yang semalam berada di apartemen nya sekarang berada di dalam tas nya.
“Kamu kenapa mengikuti ku......” Bisik Ryuto.
Hantu gadis itu tidak menjawab, dia hanya memandang Ryuto dengan matanya yang melotot, wajah yang pucat dan senyum yang lebar. Akhirnya Ryuto memutuskan untuk keluar dari kelas dan cepat cepat keruang loker sambil membawa tas nya. Dia berjalan sangat cepat hampir berlari menelusuri lorong. Setelah sampai di ruang loker, dia mengambil seragam olah raganya, ketika ingin berganti pakaian,
“Hei...jangan lihat....madep sana....” Ujar Ryuto.
Kepala gadis itu berputar dan melihat ke arah lain. Dengan cepat Ryuto berganti pakaian. Setelah itu, dia keluar dari ruang loker dan gadis itu menempel padanya. Ketika sedang berjalan menuju gedung olah raga dan melewati kelas 1, dia bertemu dengan Ayano yang sedang di mintai tolong oleh sensei untuk membawa buku ke ruang staff.
“Eh senpai...loh dia ikut senpai ?” Tanya Ayano.
“Iya...dia ada di dalam tasku....tadi pagi kupikir dia sudah pulang karena tidak ada...” Jawab Ryuto.
“Hmm.....aku pikir juga begitu....”
Tiba tiba Ayano mendekat kepada hantu gadis yang menempel di belakang Ryuto, dia langsung membisiki hantu itu dan hantu gadis itu mengangguk perlahan dengan rambut hitam terurai ke bawah. Ryuto yang melihat nya menjadi heran,
“Aya chan....kamu bilang apa ke dia....” Ujar Ryuto.
“Rahasia.....sudah senpai, nanti kamu terlambat, aku mau ke ruang staff dulu...dadah.” Ayano berbalik dan meneruskan langkahnya.
“Apa sih......hei, dia bilang apa tadi ?” Tanya Ryuto kepada roh gadis itu.
Hantu itu tidak menjawab, dia menggelengkan kepalanya perlahan dengan wajah tanpa ekspresi yang sebelum nya tersenyum. Ryuto malah menjadi semakin heran, dia benar benar penasaran,
“Yo...Yamishiba kun.....masih disini ?” Tanya seorang gadis di belakang Ryuto.
Ketika menoleh ternyata yang menegurnya adalah Shiori, dia langsung menarik Ryuto untuk jalan bersama menuju gedung olah raga. Hantu kelima bayi yang berada di tubuh Shiori menoleh dan melihat kepada Ryuto dengan wajah tertegun dan mata melotot yang seluruhnya hitam. Hantu gadis di belakang Ryuto, mengelus kepala para bayi itu dengan wajah datar. Ryuto yang melihat nya menjadi merinding, tapi ada sedikit perasaan lega di hatinya karena para bayi itu sepertinya senang kepalanya di usap oleh hantu gadis di belakang nya. Selagi berjalan, tiba tiba keduanya berpapasan dengan seorang sensei pria berbadan besar dan kekar bernama Tsugima Gouda yang merupakan guru olah raga. Dia melihat Ryuto dengan tatapan yang tajam, kemudian melirik ke arah Shiori.
“Kenapa kalian masih di sini, cepat ke gedung olah raga....” Ujar nya geram.
“Baik sensei....” Jawab Ryuto.
“Asaba Shiori....ikut aku....” Ujar Gouda sensei.
Ryuto menoleh dan melihat wajah Shiori berubah seperti enggan dan ketakutan, dia memegang lengan nya dengan lengan satunya. Para hantu bayi yang menempel padanya berubah menjadi seram dengan wajah berkerut seperti orang tua memandang ke arah Gouda sensei.
“Ba..baik...sensei....Yamishiba kun....duluan saja....” Ujar Shiori dengan nada bergetar dan memaksakan tersenyum.
Shiori berbalik ke arah sensei, langsung saja sensei merangkulnya dan pergi ke arah lain. Ryuto yang melihat nya, merasa ada sesuatu yang tidak beres, tiba tiba hantu gadis itu menunjuk ke arah Shiori yang sedang di rangkul oleh sensei, dia menoleh kepada Ryuto.
“Eh....kamu mau mengikuti mereka ?” Tanya Ryuto.
Gadis itu mengangguk, kemudian dia melayang keluar dari tubuh Ryuto dan berjalan mengikuti Shiori dan Gouda sensei. Ryuto berbalik dan berlari menuju gedung olah raga supaya tidak terlambat. Begitu sampai di gedung olah raga, dia melihat teman sekelas sudah berkumpul, tapi dia tidak melihat Shiori dan Gouda sensei ada di sana,
“Mungkin mereka menyusul....” Pikir nya.
Ryuto bergabung bersama teman sekelasnya untuk bersiap siap. 20 menit pun berlalu, Gouda sensei masih belum datang juga, begitu juga dengan Shiori, tak lama kemudian seorang sensei pengganti masuk ke dalam dan mengatakan kepada semua teman sekelas termasuk Ryuto untuk berolah raga sendiri dan boleh memakai bola dan alat yang ada di gudang asal nanti di bereskan lagi. Seluruh teman sekelas bersorak mendengarnya karena menganggap pelajaran menjadi acara bebas, tapi Ryuto merasa ada yang mengganjal di hatinya. Ketika dia sedang berdiri memandang lapangan di depan nya, tiba tiba dari dadanya muncul kepala hantu gadis yang pergi mengikuti Shiori dan Gouda sensei.
“Huaaaa.....grrr....lain kali jangan muncul seperti ini....jantungku semakin melemah nih....” Ujar Ryuto berbisik.
Hantu itu keluar menembus tubuh Ryuto dan melayang di depan nya, wajahnya miring menatap Ryuto sambil tersenyum dan sebagian tertutup rambut. Kemudian dia menoleh dan menunjuk ke arah gedung sekolah lama yang terlihat dari pintu samping gedung olah raga.
“Ada sesuatu di sana ?” Bisik Ryuto.
Hantu gadis itu mengangguk dan melayang menuju arah yang di tunjuk nya seakan akan minta Ryuto mengikuti nya. Tentu saja Ryuto mengikuti hantu gadis itu, dia menuju gedung sekolah lama, hantu itu masuk ke dalam gedung. “Gulp.” Ryuto menelan ludahnya, dia memberanikan diri masuk ke dalam, ketika masuk “Krieek.” Langkah Ryuto menimbulkan bunyi karena menginjak papan yang reot. Hantu gadis itu menoleh dan mengacungkan jarinya ke depan mulutnya supaya Ryuto masuk dengan diam diam.
“Maaf...maaf...” Bisik Ryuto.
Dia membuka sepatunya dan berjalan jinjit walau lantai itu sangat kotor supaya tidak menimbulkan suara. Dengan mengendap ngendap, Ryuto mengikuti hantu gadis di depan nya naik ke lantai dua, kemudian mereka ke bagian gedung sebelah kiri. Hantu gadis itu berhenti di sebuah ruang kelas tidak terpakai dan menunjuk ke dalam sambil melihat Ryuto. Dengan perlahan Ryuto mengintip ke dalam kelas yang tertutup dari jendela, alangkah terkejutnya Ryuto, dia melihat Shiori dalam keaadan tanpa busana sama sekali dan hanya memakai sepatu sedang terbaring terlentang di meja dan Gouda sensei menjalankan aksinya. Shiori menutup mulutnya dan memejam kan matanya karena pasrah walau wajahnya terlihat dia enggan melakukan nya,
“Geh....aku harus pergi dari sini.....” Ujar Ryuto yang ingin melangkah pergi karena tidak mau ikut campur.
Tapi ketika berbalik, tiba tiba mulutnya di tutup oleh Ayano yang sudah ada di belakang nya.
“Ugu...ugu....” Bisik Ryuto.
“Ssst....diam dulu senpai, jadi itu masalah nya kenapa bisa ada 5 hantu bayi menempel di tubuh nya.” Bisik Ayano sambil berbisik sambil mengintip ke dalam.
Ryuto melepaskan tangan Ayano dan berbalik mengintip lagi bersama Ayano, kemudian dia menoleh kepada Ayano.
“Kenapa kamu di sini Aya chan ?” Tanya Ryuto berbisik.
“Hm....rahasia, nanti aku ceritakan.....lihat senpai, hantu para bayi itu.” Tunjuk Ayano ke dalam.
Ryuto menoleh lagi dan mengintip, ternyata hantu kelima bayi itu melayang layang dan berputar putar dengan mulut ternganga, wajah berkerut seperti orang tua dan mata yang marah, berusaha menyerang Gouda sensei walau tubuh mereka menembus tubuh Gouda sensei. Ryuto menoleh kepada Ayano yang juga sedang menoleh kepadanya, Ayano mengeluarkan smartphone nya dan merekam kejadian di dalam,
“Aya chan....kenapa kamu rekam ?” Tanya Ryuto berbisik.
“Bukti....” Jawab Ayano.
“Hah....bukti apa ? kamu mau berbuat apa dengan video itu ?” Tanya Ryuto yang mencurigai Ayano.
“Kamu lihat reaksi hantu kelima bayi itu kan senpai, sudah jelas, ini pemaksaan atau pemerasan....lima bayi itu marah kepada sensei....” Ujar Ayano.
“Iya, tapi kalau kamu rekam begini kasihan kan Shiori san....” Balas Ryuto.
“Memang, itu sebabnya aku rekam sebagai bukti sebab kalau di diamkan lebih kasihan...dan aku benci pria seperti sensei yang otaknya mesum.” Ujar Ayano.
Tanpa sadar suara mereka menjadi sedikit besar dari bisik bisik seharusnya, “Sreeg.” Pintu kelas di buka kencang,
“Apa yang kalian lakukan di sini ?” Teriak sensei yang tiba tiba muncul di pintu sambil memakai ikat pinggang nya.
Ryuto dan Ayano berbalik melihat sensei yang masih berkeringat dan marah di depan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments