Setelah Ryuto sudah agak tenang, Ayano berdiri, dia berjalan ke rak dan menarik rak nya, ternyata di balik rak ada sebuah lemari kecil yang masih baru berisi snack dan dispenser untuk membuat teh atau kopi.
“Hei, Kei sudah memberitahu mu soal lemari itu ?” Tanya Jirou kepada Ayano.
“Um...belum sih, tapi aku sudah tahu...” Jawab Ayano.
Jirou terdiam, sebelum dia membalas perkataan Ayano, “Dling.” Smartphone nya berbunyi, ada pesan yang masuk. Jirou mengambil smartphone nya dari kantung celana, kemudian membaca pesan nya.
“Hmm....” Gumam Jirou sambil membaca pesan.
“Ada apa senpai ?” Tanya Hige.
“Sementara kita semua disini dulu.....ada polisi datang ke sekolah, Kei sedang mencoba menyelidiki mau apa polisi ke sekolah, nanti dia kabari kita.” Jawab Jirou.
Mendengar polisi datang kesekolah, wajah Hige menjadi pucat, sebab walau dia kerasukan, yang membunuh ketiga siswa di gudang tadi adalah dirinya, dia melihat seragam nya yang berlumuran darah. Jirou memperhatikan sikap dan gerak gerik Hige yang ketakutan tapi berusaha tenang,
“Oi Ayano, ambilkan jersey milik ku di laci paling bawah dan kasih si gendut ini.” Ujar Jirou.
Ayano jongkok kemudian membuka laci, dia mengabil satu set pakaian olah raga (jersey) yang di bungkus plastik, lalu Ayano melemparkan nya kepada Hige. Setelah menangkap nya,
“Anoo....aku ganti baju dimana senpai ?” Tanya Hige.
“Loh, di depan toilet kan....” Jawab Jirou.
Hige berdiri, dia berjalan ke pintu yang berbentuk dinding kemudian membukanya. Dia keluar dan masuk ke salah satu bilik toilet. Ryuto berdiri dan melihat lihat buku buku yang ada di rak karena dia sudah agak tenang dan supaya tidak melihat dua hantu yang mengintip dirinya karena pintu terbuka. Buku buku yang ada di rak, rupanya catatan catatan yang di buat anggota club sebelum nya. Ryuto mengambil satu buku nya dan sebuah foto terjatuh keluar dari buku itu, dia jongkok dan mengambil nya, foto itu adalah foto bersama anggota club sebelum mereka.
“Ini foto apa senpai ?” Tanya Ryuto.
“Itu foto aneki (kakak perempuan) ku bersama teman teman nya.....dia pendiri club ini dan kelompoknya yang membuat ruangan ini.” Jawab Jirou.
“Tapi sepertinya foto ini diambil bukan di sini....latar belakang nya seperti sebuah kuil...” Ujar Ryuto.
“Ya...rumah ku. Yang memakai pakaian miko itu aneki ku.” Ujar Jirou.
“Um...kemarin kata Keiko senpai, kakak perempuan Jirou senpai di culik oleh Ghist ?” Tanya Ryuto.
“Benar....itulah sebabnya aku dan Kei meneruskan club ini...” Ujar Jirou.
Tiba tiba, Hige yang sudah memakai jersey masuk dengan tergesa gesa dan menutup pintu nya dengan kencang, wajahnya terlihat pucat dan dia terengah engah sambil bersender ke pintu yang sudah rapat.
“Ha..hantu....ada hantu di depan....” Ujar Hige.
“Memang ada dua....” Balas Ayano.
“Hah.....ka..kalian bisa melihatnya ?” Tanya Hige.
“Aku bisa melihatnya Hige....” Jawab Ryuto.
“Seperti apa wujudnya.....yang kulihat hanya bayangan putih yang tidak berbentuk.” Ujar Hige.
“Wah mending tidak usah tahu deh....” Balas Ryuto.
“Hmmm....berarti teori Kei benar....orang yang rohnya pernah keluar karena di tarik oleh Gheist dan kembali ke tubuhnya, orang itu bisa melihat roh...sama seperti Kei.” Gumam Jirou sambil memegang dagunya yang kotak.
“Keiko senpai bisa melihat juga ?” Tanya Ryuto.
“Bisa, tapi sama seperti si gendut, dia hanya melihat bayangan putih atau hitam.” Ujar Jirou.
“Berarti Keiko senpai pernah di rasuki oleh Gheist juga ?” Tanya Ayano.
“Ya, kejadian nya 2 tahun lalu, ketika aku dan Kei masih kelas 1 dan aneki ku kelas 3 sma.....”
*****
Kemudian Jirou menceritakan kisahnya, 2 tahun lalu, ketika Keiko dan Jirou berjalan pulang menuju rumah Jirou, mereka mengambil jalan memutar karena sedang ada perbaikan jalan. Mereka melewati sebuah kuil kecil di pinggir jalan yang di gunakan untuk penyembahan, selagi mereka di depan kuil kecil itu, sebuah mobil lewat dengan kencang dan hampir menabrak Keiko, Jirou menarik Keiko dan keduanya terjatuh menimpa kuil kecil di pinggir jalan sampai hancur. Jirou bangun lebih dulu,
“Kei....kamu tidak apa apa Kei ?” Tanya Jirou sambil memeriksa Keiko.
“Ugh.....Jirou ? aku tidak apa apa...” Jawab Keiko.
Jirou membantu Keiko berdiri, tapi ternyata kaki Keiko terkilir. Karena rumah Keiko lebih dekat dari pada rumahnya, Jirou bermaksud mengantar Keiko ke rumah nya, dia berjongkok di depan Keiko dan Keiko merayap naik ke punggung nya, kemudian Jirou menggendong Keiko berjalan menuju rumah nya. Setelah sampai, Jirou membawa Keiko masuk ke dalam, kedua orang tua Keiko menyambut Jirou yang menolong Keiko dan memang sudah berteman sejak kecil. Jirou mengantar Keiko naik ke atas kamarnya, kemudian dia keluar dan kembali ke rumahnya yang hanya berjarak beberapa rumah dari rumah Keiko.
Malam itu, Jirou sedang berada di dalam kamar dan mengerjakan pekerjaan rumah nya. Dia mendengar suara telepon rumah nya berdering. Tak lama kemudian, “Tap..tap...tap.” Terdengar suara langkah kaki orang berlari naik ke lantai 2. Pintu kamar nya di buka.
“Jirou, cepat ikut aku...” Teriak seorang wanita yang membuka pintu.
“Ada apa sih Yae aneki, aku lagi mengerjakan tugas nih....” Jawab Jirou.
“Kei chan...dia dalam bahaya....barusan mamanya telepon dan sepertinya ada masalah, kemudian telepon terputus, kita harus cepat kesana....” Ujar Yae.
Mendengar Keiko dalam masalah, Jirou langsung berdiri dan berlari menghampiri Yae yang berdiri di pintu.
“Kei kenapa aneki ? ada masalah apa ?” Tanya Jirou panik.
“Aku belum tahu, tapi perasaan ku tidak enak....ayo cepat....”
Keduanya langsung berlari turun dan keluar dari rumah, mereka dengan tergesa gesa menuju ke rumah Keiko yang hanya berbeda beberapa rumah dari rumah mereka. Begitu sampai, rumah Keiko sudah gelap, Yae dan Jirou menerobos masuk ke dalam pagar. Mereka menemukan pintu depan rumah terbuka sedikit, dengan cepat, keduanya membuka pintu dan masuk ke dalam, mereka menuju ke ruang tengah. Yae dan Jirou langsung tertegun, mereka melihat Keiko melayang di udara dengan tangan melingkar ke belakang, rambutnya menutupi wajahnya yang menunduk dengan televisi yang menyala di belakang nya.
“Ghist....siap siap Jirou....” Ujar Yae.
“Iya aneki....” Balas Jirou.
Tubuh Yae dan Jirou langsung mengeluarkan asap, tubuh Yae mengembang menjadi kekar sampai merobek pakaian nya, dari kepalanya muncul dua buah tanduk di kanan kirinya, wajah nya yang cantik berubah menjadi mengerikan dan dua buah taring besar mencuat keluar dari bagian bawah mulutnya, kulitnya menjadi berwarna biru. Begitu juga dengan Jirou yang berubah sama seperti Yae, hanya saja terlihat lebih besar dan lebih kekar di banding Yae. Keduanya langsung melompat menyerang Keiko yang melayang di udara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments