Sementara di atas, Mama dan Mika masih berada di ruang tengah karena masih belum selesai makan, Mika menoleh melihat mama nya,
“Mama.....hari ini boleh tidak Mika tidur sama mama ?” Tanya Mika.
“Iya boleh, kamu melihat nya ya....” Jawab mama.
“Iya ma, orang orang itu mengelilingi onii chan....” Balas Mika.
Mama langsung menghampiri Mika dan memeluk nya, tiba tiba, “Braak.” Pintu rumah mereka terbuka kencang, setelah itu “Braak.” Pintu ruang tengah juga terbuka kencang. Mama yang sedang mendekap Mika, menoleh, di belakang nya ada seorang pria besar yang tubuh nya di selimuti bayangan sampai tidak telihat wujudnya sedang berdiri dan menjulurkan lengan nya kepada nya. Mama langsung menoleh kepada Mika,
“Mika chan, kamu masuk duluan ke kamar ya, mama pergi sebentar, nanti mama susul kamu ya. Jangan kasih tahu onii chan ya seperti biasa.” Ujar mama sambil memegang kedua pundak Mika.
Mika yang ketakutan hanya bisa mengangguk mengiyakan mama nya, kemudian mama berdiri dan menyambut tangan pria itu, setelah itu mereka keluar dari ruang tengah dan masuk ke sebuah kamar yang berada persis di sebrang ruang tengah. Mika meringkuk di sudut ruangan dan tidak berani bergerak. “Buk..buk...buk.” Terdengar suara dari ruang di sebrang ruang tengah, Mika menutup telinga nya dengan kedua tangan nya, tapi tiba tiba,
“Apa....kamu mau mengambil Mika ? apa aku saja tidak cukup ?” Teriak mama di dalam ruangan.
Mika yang mendengarnya menjadi kaget. Dia berdiri dengan kaki yang gemetar berusaha berjalan perlahan menuju pintu. Ketika sampai di depan pintu, dia melihat pintu ruang yang berada di sebrang sudah terbuka, dia melihat ke dalam dan melihat mama sudah tegeletak di tanah dengan tubuh tanpa busana dan mata yang terbelalak berwarna putih.
“Ma...ma......” Ujar Mika gemetar.
Dia merasakan ada seseorang berdiri di belakang nya, Mika menoleh dan melihat pria hitam tadi sudah berdiri di belakang nya sedang memandang dirinya dengan mata yang berwarna merah. Karena kaget, Mika langsung berlari menuju ruang bawah tanah, pria itu berjalan santai mengikuti nya. Ketika tiba di depan kamar Ryuto,
“Onii chan....onii chan....buka pintu nya onii chan....” Teriak Mika.
Ryuto yang sedang berbaring di tempat tidur langsung terduduk mendengar suara Mika. Dia berlari menuju pintu dan membuka pintu nya, tapi ketika dia membuka pintu, dia melihat seorang pria besar yang berpakaian seperti seorang ksatria yang berdarah darah dengan kepala tertancap sebuah pisau di pelipisnya, sedang mencekik dan mengangkat Mika yang meronta ronta kesakitan. Pria itu menoleh melihat Ryuto dengan wajah nya yang buruk rupa,
“Onii.....chan.....”
“Hei...lepaskan Mika, lepaskan adik ku.....” Teriak Ryuto.
Ryuto maju menyerang pria itu dan berusaha membebaskan Mika, tapi dengan satu kibasan saja, Ryuto terpental masuk kembali ke dalam kamarnya, tubuh nya membentur dinding dan dia jatuh terlungkup di tanah, darah segar membasahi pakaian nya, ternyata kibasan pria itu melukai bagian depan tubuh nya dari pundak sampai ke pinggang. Dengan menahan sakit yang teramat sangat, dia berusaha berdiri dengan perlahan, Dia melihat adik nya yang meronta ronta di cekik di depan nya,
“Tidak......jangan...lepaskan adik ku....” Teriak Ryuto dengan nada gemetar ketakutan dan kesakitan.
Pria itu memasukkan tangan nya ke dalam tubuh Mika, kemudian dia menarik keluar roh Mika dari dalam tubuh nya, setelah itu dia melemparkan tubuh Mika ke arah Ryuto yang masih berusaha berdiri. Dengan susah payah Ryuto menangkap tubuh adik nya, dia melihat pria itu memanggul roh Mika dan membawa nya pergi. Roh Mika menangis dan berontak, karena kesal pria itu akhirnya memasukkan roh Mika ke sebuah tempat seperti botol dari kaca yang indah dan menutup nya, setelah itu dia menyimpan kembali botolnya di saku dan beranjak pergi meninggalkan Ryuto yang gemetaran di dalam kamar nya sambil memeluk tubuh Mika dan hanya bisa melihat nya pergi. Menyadari tubuh adiknya yang berada di pelukan nya tidak bergerak lagi,
“Tidaaaaaaak.....Mika.....Mikaaaaaaa....” Teriak Ryuto histeris.
Dia mendekap tubuh Mika yang sudah dingin dan kaku tidak bergerak lagi sambil menangis tersedu sedu. Karena kehilangan banyak darah, dia pun pingsan sambil memeluk tubuh adik nya.
*****
Kembali ke saat Ryuto sedang berendam di bak mandinya, dia membuka matanya dan melihat ke langit langit. Ryuto merasa bingung dan takut, dari hatinya yang paling dalam, dia sebenarnya sangat ingin mencari pria atau roh jahat yang membawa roh adik nya dan membebaskan nya, tapi dia takut karena menyaksikan pria yang entah manusia atau bukan menarik roh Mika dari dalam tubuh nya persis di depan matanya sehingga menjadi trauma di dalam dirinya. Ketika berumur 13 tahun, dia di bawa ke kota oleh seorang dosen unversitas yang datang ke desa dan mengadopsi nya. Ketakutan nya bertambah, karena dia bisa melihat roh roh gentayangan yang mengerikan dan beraneka ragam wujudnya di dalam kota,
“Aku sudah muak.....aku benci hal hal seperti ini. Kenapa aku bisa melihat semua itu. Aku tidak pernah minta seperti ini.” Pikir nya dalam hati.
Setelah tenang dan kembali ke kenyataan, dia berdiri keluar dari bak mandi. Dia mengeringkan tubuhnya dengan handuk dan mengenakan kembali pakaiannya, kemudian dia menuju ke kulkas, ketika membukanya,
“Aduh.....aku lupa belanja....” Ujar Ryuto melihat kulkasnya yang kosong.
Perutnya berbunyi, dia merasa sangat lapar, tapi karena tidak ada makanan dan dia tidak berani keluar, akhirnya dia mengambil gelas dan minum Air sebanyak banyak nya. Tapi tiba tiba, “Ding dong.” Bel unit apartemennya berbunyi, Ryuto langsung berjalan menuju pintu, dia mengintip melalui lubang kecil di pintu dan melihat seorang gadis berdiri di balik pintu yang merupakan tetangga nya. Ryuto melepaskan rantai dan membuka pintu nya,
“Halo Ryuto kun......ini kebetulan aku masak kare....di makan ya.” Ujar seorang gadis yang terlihat jauh lebih tua dari Ryuto memberikan dua box tupperware kepada nya.
“Oh...terima kasih banyak Ena onee san....aku jadi sering merepotkan.” Balas Ryuto sambil mengambil box nya.
“Haha tidak masalah Ryuto kun, di makan ya....tempatnya di kembalikan nanti saja tidak apa apa....sudah ya aku pulang dulu...” Ena pamit dan berbalik.
“Iya onee san...terima kasih sekali lagi.” Balas Ryuto menunduk.
Setelah menutup pintu, Ryuto langsung membawa kedua box itu ke meja, dia membuka nya, satu box berisi nasi dan satu box berisi kare, dia mencampurnya dan makan dengan nikmatnya. Karena kare itu cukup pedas, dia merasa kepanasan, Ryuto berdiri dan membuka tirai nya. Ternyata di balik tirai nya ada sebuah kepala seorang pria botak, dengan mulut yang robek sangat lebar dan lidah panjang terjulur ke bawah berlumuran darah sedang melihat dirinya. Dengan tenang Ryuto menutup kembali tirai nya dan kembali duduk di mejanya. Dia menghela nafas,
“Uh....benar benar merusak selera makan ku.......” Ujar Ryuto dalam hati sambil meneruskan makan nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments