Malik sudah berada di pintu masuk hutan menuju AKJ, hanya ada satu jalan ke sana, tapi Malik tahu, kalau bisa jadi, jalan masuknya ….
Malik dengan tubuh penuh kacanya menyentuh tanah yang ada di pintu masuk hutan menuju AKJ. Dia mencoba mendeteksi semua energi yang pernah menginjak tanah itu. Malik mahir mengenali energi hitam, karena apa? Dia dulu mempelajari seluruh energi yang ada di bumi ini untuk menaklukan segala jenis jin untuk menjadi pasukan Seira, apakah kalian ingat?
Dia terus merasakan energi yang tertinggal di tanah. Kenapa tanah yang dipijak bisa menyerap energi yang dimiliki oleh makhluk apapun yang menginjaknya sebagai pijakan.
Manusia tahu dengan jelas bahwa tanah memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia, bahan pangan didapat dari pertanian yang tumbuh dari dalam tanah, karena tanah mampu menjadi wadah bagi tanaman agar tumbuh subur, tapi satu yang tidak manusia ketahui tentang tanah, bahwa tanah menyerap seluruh energi yang menginjaknya, melaluinya dan bahkan hanya sekedar suara yang dilontarkan di sekitarnya.
Apakah kalian pernah mendengar kalau tanaman yang diajak berbicara dengan lemah lembut setiap hari, disirami sambil diajak mengobrol hal-hal baik maka tanaman yang diperlakukan seperti itu akan tumbuh dengan sangat baik dan subur.
Lalu apakah kalian mengira itu karena tanaman bernyawa, karena dia makhluk hidup yang bertumbuh? Mungkin setelah mendengar teori ini pendapat kalian akan berubah, karena tanaman hanyalah benda mati yang tak dapat berkembang atau bahkan hidup tanpa media tanah, maka ketika bibit itu disemai maka tanah akan menerimanya sebagai tugas yang berat untuk membuat tumbuhan itu yang dari mati, lalu menjadi hidup, tentu saja, Tuhanlah pemilik takdir, tapi tanah adalah bagian terpenting yang berupaya agar takdir itu berjalan sesuai perintah Tuhan.
Maka ketika kau memperlakukan tanaman dengan sangat baik melalui perhatian dan kata-kata, maka tanahlah yang menyerap energi baik yang kau salurkan melalui perkataan lemah lembut dan perhatian-perhatian kecil seperti menyiramnya di bawah sinar matahari sambil berdendang lagu yang indah dengan hati, tanah menyerap energi baik itu dan membuat tanaman yang ditanam di dalamnya, bisa mendapatkan seluruh manfaat dari energi baik itu.
Maka ketika Malik mencoba merasakan energi apapun yang pernah menginjak tanah itu, dia hanya tinggal memanggil serapan energi yang tanah simpan di dalamnya, melalui panggilan ghaib yang hanya jin-jin dengan ilmu tertentu yang mampu melakukannya, lalu bagaimana Malik bisa melakukan hal itu, sementara dia bukan jin? Karena Malik menangkap salah satu jin yang mampu melakukan itu dan menjadikan jin tersebut sebagai khodam. Jadi, ketika jin itu akhirnya dibutuhkan, Malik hanya tinggal menggunakan kemampuan khodamnya untuk mendeteksi tanah.
Setelah mendeteksi tanah, merasakan banyak energi yang lalu lalang dirasakan, Malik berhenti sesaat, lalu menghitung dengan menyebutkan nama, “Adi … Aditia … Hartino … Ganding … Jarni … Alisha …. Mereka sudah melewati pintu masuk hutan.” Malik bergumam sendiri.
Dia lalu mulai berjalan ke arah hutan, tapi masih belum terlalu dalam, kembali mendeteksi tanah, lalu kembali bergumam …. “Energi mereka berhenti di pintu masuk,” gumam Malik.
Malik lalu keluar dari hutan itu lagi, menuju pintu masuk hutan, artinya, posisi tubuh Malik adalah membelakangi hutan menuju AKJ. Dia lalu mencari batu, setelah mencari batu yang menurutnya sesuai, dia ambil batunya, batu itu memenuhi seluruh genggaman tangannya, Malik membaca mantra dan melempar batu itu ke arah depannya, artinya sebrang pintu masuk hutan.
Batu itu terlempat tapi tidak jatuh sama sekali, batu itu melayang dan berputar mengelilingi tempat itu, batu itu seperti mencari sesuatu, ada beberapa titik yang membuat batu itu sempat tak bergerak hanya melayang saja, tapi tidak lama kemudian batu itu berputar lagi. Butuh waktu 10 menit hingga batu itu akhirnya yakin, bagian mana yang merupakan pagar ghaib di tempat itu.
Setelah yakin, batu itu terus menumbuk pada satu arah, awalnya terlihat batu itu seperti bolak-balik, tapi lama kelamaan, Malik baru sadar, kalau batu itu tidak bolak-balik tapi batu itu menumbuk lalu terpental, menumbuk lagi, lalu terpental, begitu terus hingga akhirnya pagar ghaib terlihat dan dari arah dalam pagar ghaib itu terlihat … pintu masuk yang sangat mirip bentuknya dengan hutan yang menuju AKJ, tapi pintu masuk yang dipagari ghaib ini letaknya, tepat hanya beberapa meter sebelum pintu AKJ terlihat.
Malik sudah curiga kalau kawanan mungkin disesatkan, entah bagaimana caranya mereka mampu mengelabui Adi yang sudah hapal jalan menuju AKJ, tapi siapa juga yang akan sadar kalau pintu masuk AKJ palsu telah dimanipulasi sedemikian rupa, diletakkan hanya beberapa meter dari hutan aslinya, maka ketika kau rasa sudah sangat kenal tempatnya, lalu tempat itu bergeser hanya beberapa meter dari yang kau tahu, ingatanmu takkan pernah sadar, karena perbedaan yang sekecil itu. Maka Malik menarik kesimpulan yang membuatnya curiga sejak dia mengunjungi markas ghaib, yaitu kawanan dan Adi telah ditipu untuk bisa masuk hutan itu, lalu Alka kemungkinan juga ditipu bersamaan dengan kawanan.
Setelah melihat pagar ghaib itu, Malik lalu berdiri di hadapan pagar ghaib yang sudah di gedor dengan bantuan batu yang dimantrai dengan mantra penglihatan pagar ghaib, dia berjongkok dan mulai mendeteksi lagi setiap makhluk yang pernah menginjak tanah itu, Malik mulai menghitung berdasarkan nama, dia bergumam kembali, “Adi … Aditia … Hartino … Ganding … Jarni dan … Alisha. Mereka memang masuk ke hutan buatan ini, mereka tersesat di alam ghaib yang diciptakan oleh antek iblis, entah yang mana.
Masalah tidak selesai di sana, karena biarpun bisa melihat hutan ghaib yang sangat mirip dengan hutan pintu masuk AKJ itu, tapi Malik tetap tak bisa masuk ke sana, karena energi untuk memagari hutan buatan ini sangatlah besar.
Maka Malik perlu cari cara untuk bisa masuk ke dalam hutan itu ghaib yang dipagari itu.
…
Ayi mencekik seorang pelayan, semua orang gempar karena Ayi mencekik pelayan yang baru saja memberinya makan siang, Ayi menyerangnya dengan nafas yang tersengal, Hanif melihat itu, lalu menarik pelayannya, mengikatnya dengan ikatan ghaib dan buru-buru menarik Ayi yang memegangi leher, Hanif berteriak, “Teh Tirta amerta!” Beberapa orang berlarian mengambilnya, wajah Ayi memerah dan sekujur tubuhnya mulai terasa dingin, dia memegang tangan Hanif sembari terus bergumam, selamatkan anakku, selamatkan anakku, Hanif terus memegangnya, ada air mata yang jatuh, tak lama kemudian teh itu dibawa oleh orang kepercayaan Hanif, Hanif meminum teh itu dulu, hanya untuk memastikan bahwa itu benar tehnya, hampir seluruh sekutu Ayi tahu rasa teh itu, setelah memastikan benar tehnya, maka Ayi langsung diminumkan dan beberepa saat kemudian Ayi tertidur, nafasnya sudah pulih kembali. Hanif menggendong adik iparnya dan menidurkannya di kamar, lalu dia keluar lagi, mencium piring yang menjadi wadah dia untuk makan, Hanif mencium baunya dan … “Air keras, kau mencampurkan air keras ke dalam makanan Ayi.” Hanif mengatakannya sambil menahan tangis.
Pelayan kepercayaan Ayi itu tertawa terbahak-bahak, kali ini suaranya berbeda, karuhun miliknya sudah bukan karuhun yang asli.
“Dia sungguh kuat, untuk manusia biasa, jika air keras itu sampai ke kerongkongannya, maka kerongkongannya akan langsung terasa seperti terbakar, hanya butuh waktu yang pendek agar seeorang mati dengan cepat ketika akhirnya air keras masuk ke dalam tubuh, tapi wanita busuk itu bahkan masih bisa melawan dan mengalahkanku lalu mencekikku di tengah nafas yang tersengal, sungguh dia memang wanita busuk yang menakutkan!” Pelayang wanita itu tertawa lagi setelah mengucapkannya.
“Kalia ini apa? Ibliskah? Dia hanya seorang wanita yang sedang mengandung! Dia hanya wanita yang mati-matian melindungi keluarganya, dia hanya wanita yang sangat teguh menolong banyak orang, dia wanita yang seharusnya tak kau sentuh, apa yang membuat kalian segila ini!” Hanif mencekik pelayan itu karena sungguh sangat murka, jangankan Malik, dirinya saja sangat terluka melihat Ayi sekarat seperti tadi, bahkan dalam hidup dan mati, Ayi tetap bertahan untuk anaknya.
Hanif terus mengencangkan cekikannya agar jin yang menyusup ke dalam tubuh pelayan itu keluar dan bisa Hanif musnahkan, tapi jin itu tak juga keluar dan malah berkata di tengah rasa sakitnya, -perkataannya adalah … “Takkan ada satu pun sekutunya akan sampai ke AKJ untuk menolong, sedang kami … kami bersiap untuk menyerang tempat busuk ini bersama ratunya yang busuk itu.” Hanif sungguh marah dan akhirnya membuat pelayan itu mati, serta jin yang merasukinya ikut musnah karena kematian inangnya.
“Ajian pengikat khodam, licik sekali mereka, menangkap karuhun milik pelayan kepercayaan Ayi ini dan memasukkan jin lain ke dalam tubuh pelayan, menyamarkan energinya karena ajian pengikat khodam, sehingga hanya energi pelayan ini yang Ayi rasakan. Ayi tak curiga sama sekali padahal pelayan ini terasa ‘kosong’ karena energi karuhunnya tak terdeteksi, Ayi pasti berpikir kalau karuhun milik pelayannya hanya sedang keluar dari tubuh saja, makanya pelayan ini terasa ‘kosong’ tanpa karuhun, padahal ada khodam yang menyusup ke dalam tubuh pelayan dan bersembunyi di sana agar energinya tersamarkan melalui ajian pengikat khodam. Sungguh sangat kejam sekali tipu daya mereka ini.” Hanif mengatakannya pada anak murid yang dia percaya.
“Ayi bagaimana Pak Hanif?” Salah seorang murid bertanya.
“Sudah baik-baik saja berkat teh itu, sekarang, kita harus mengadakan penyelidikan besar-besaran untuk memastikan bahwa takkan ada lagi penyusup yang mampu menembus pertahanan AKJ hingga mampu mendekati Ayi sedekat tadi, hampir saja, hampir saja Ayi celaka.” Hanif merasa kecewa pada dirinya karena tak mampu menjaga adik iparnya dengan baik.
Sementara Ayi tertidur dengan air mata yang mengalir di kelopak matanya, dia terus memegang perutnya, dia sungguh ketakutan kalau anaknya celaka, hampir saja!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Endah Setyati
5 tahun tenang ,,mereka sudah banyak menyusup ke AKJ ,,sehingga harusnya AKJ tempat teraman Ayi malah berbalik jadi tempatnya di habisi,,karena yg ada di dalamnya sudah bukan murni pengikutnya tapi tubuh pengikut yg sudah di tempati makhluk lain pengikut musuh,,pelindung dr luar yaitu kawanan di sesatka agar tidak akan bisa masuk ke AKJ ,,tambah tegang
2024-12-02
0
Ririn Santi
huh...deg deg an aku nya
2024-05-17
0
Hana Nisa Nisa
bacanya deg degan
2024-04-30
0