Ayi duduk di antara seluruh lilin yang dinyalakan, dia dikelilingi Lilin yang dibentuk melingkar. Ayi dengan perut besarnya duduk bersila, ini hari ketiga dia memanggil dua Karuhun yang hilang itu, mencari mereka di banyak zona ghaib buatan.
Tak ada jawaban juga.
“Bagaimana?” Malik duduk di hadapannya, tapi tak berada di dalam lingkaran lilin itu.
“Aku masih tak bisa merasakan energi mereka.”
“Aku akan lepas raga, aku yang akan mencari mereka menggunakan tubuh kacaku.”
“Kau takkan bisa masuk ke sana, kalaupun kubukakan pintunya, kau takkan bisa merasakan energi mereka, karena mereka karuhunku, maka hanya aku yang bisa berkoneksi dengan mereka.”
“Tidak! Itu usulan yang buruk, aku takkan membiarkanmu lepas raga dan hanya menggunakan ruhmu untuk pergi bertarung menembus zona ghaib buatan para jin laknat itu, tidak Ayi! Tubuhmu akan semakin lemah, kemarin saat kau lepas raga dan menemui Saba Alkamah saja, kau harus istirahat seharian karean tubuhmu menjadi lemah, tidak bisa! Itu akan mencelakaimu dan juga bayi kita.”
“Malik, percayalah, aku akan menjaga diri karena aku sekarang bukan hanya pemilik Karuhun, tapi juga istri dan ibu, tapi Malik, aku harus segera menjemput mereka, karena kita harus segera pindah, mereka terlalu lama terjebak di sana, maka terlalu sama kita pindah dari apartemen ini. Akan menjadi susunan domino jika kita membiarkan mereka mencari jalan sendiri, efek rusaknya akan menimpa yang lain.”
“Ayi … aku.”
“Kau tahu kan, syarat kebersamaan kita adalah, setiap keputusanku yang kau anggap berat, maka kau akan tetap setuju dan tidak berbuat sekenanya di belakangku atas alasan ingin melindungiku karena kau percaya padaku.”
“Baiklah Ayi, tak perlu kau ingatkan tentang itu, aku ingat dengan jelas, aku bukan suami yang memerintahmu dengan seenaknya, aku hanya ….” Ayi terkejut, dia terkadang memang keterlaluan, lupa kalau sebagai istri dia harusnya tunduk, tapi kadang tanggung jawab besar selalu membuatnya menekan Malik, perasaannya yang sangat dalam pada Ayi terkadang harus dia abaikan hanya agar Ayi bisa fokus pada pertarungan, walau rasanya seperti ingin mati saja kalau melihat Ayi menderita.
“Sayang … maafkan aku ya, sungguh dalam pikiranku, kau adalah prioritas, apa yang kau katakana dan inginkan sungguh penting bagiku, maka begini saja, aku akan minta Aam dan Adi ke sini untuk menjaga tubuh kita dan juga Pram kecil, kau temani aku menyusuri zona ghaib itu, kita akan bertarung bersama, jadi kau bisa melihatku dan menjagaku dari dekat? Bagaimana? Lagi pula, sudah lama kita tak bertarung bersama, kemarin bersama nenek itu kita hanya pemanasan bukan?” Seira memeluk suami yang tak pernah sedikit pun berubah sejak mereka pertama bertemu saat masih kecil, hingga saat ini.
Malik tersenyum mendengar itu, dia setuju dan Seira segera memanggil dua orang kepercayaannya itu untuk menjaga tubuh mereka dan juga Pram di sini, karena mereka harus merasa tetap aman di rumah ketika mencari dua karuhun yang belum juga menemukan jalan pulang, entah di mana mereka sekarang.
Tak lama Adi dan Aam datang, Hanif juga ikut datang padahal tak diminta, dia bahkan marah karena namanya tak disertakan dalam perlindungan ini, Seira hanya tak ingin mengganggunya, dia kan punya istri, adiknya sendiri, maka seharusnya Pak Hanif kakaknya Malik itu menjaga adiknya, bukan ke sini.
“Jangan merajuk kakakku, kau itu kan punya istri yang harus dilindungi, maka prioritasmu adalah istri.” Malik membujuk kakaknya yang merajuk dengan suara yang lembut.
“Tak usah kau banyak bicara, karena aku tak bisa menerima alasan kalian, pokoknya kalau ada masalah, begini urutannya, Ayi! Aku dulu, Aam, baru Adi, jangan terbalik atau dihilangkan!”
“Kok aku belakangan! Apa-apaan?” Dokter Adi terlihat marah.
“Ya iya dong, aku kan orang Malik, lalu Aam orangnya Ayi, sehabis kami, baru kau orang kedua Malik, baru orang kedua Ayi, begitu, paham?” Hanif menjawab dengan arogan.
“Tidak mau, aku dulu, Aam, baru kau!” Adi membalas.
“Tidak bisa, aku kakaknya kau hanya sepupu.”
“Tapi tetap saja, kalau ada yang terluka, kau bisa apa? Aku kan Dokter.”
“Kalian mau bertengkar sampai kapan? Aku akan menunggu sampai kalian puas, gimana?” Ayi mulai kesal dengan orang-orang ini, walau sikap mereka menggemaskan.
“Sudahlah, pokoknya apapun urutannya, kami bertiga harus kau hubungi, paham Malik?” Hanif akhirnya mengalah.
Ayi dan Malik berteriak paham, lalu mereka berdua berbaring di sofa, mulai melepas raga.
Karena semua orang di sini bisa melihat ruh ghaib, maka ketika Ayi dan Malik lepas raga, mereka meliaht ruhnya.
“Bawa maungku bersama kalian, dia bisa bantu mencium energi dua karuhunmu.” Hanif mengeluarkan Karuhunnya dan memintanya ikut bersama Ayi dan Malik.
“Cula bagong juga ikut saja, untuk berjaga-jaga.” Aam mengeluarkan Cula bagong yang ikut di belakang barisan Malik dan Ayi. Ayi yang lepas raga terlihat dengan tubuh rampingnya, karena ruh tidaklah hamil, yang hamil adalah raganya, maka ruhnya adalah Ayi dengan tubuh seperti gadisnya.
Sementara Malik keluar dengan ruh yang sangat tampan seperti raganya, lepas raga ini tidaklah seperti berubah menjadi tubuh penuh kaca, karena ini ruh, bukan berubah bentuk. Maka dua sejoli ini mengingatkan kita dulu ketika mereka masih berjuang bersama di hutan, dua tahun setelah berpisah dan bertemu lagi lalu akhirnya berjuang bersama menghimpun pasukan dengan cara berperang di hutan.
Malik dengan pedang yang panjang itu, Ayi Mahogra dengan kujangnya dan dua karuhun milik Hanif dan juga Aam.
Mereka mulai menyusuri zona ghaib utama, yaitu zona ghaib yang memang Tuhan ciptakan, berisi para jin dan juga ruh yang tersesat karena … mati bunuh diri, mati karena tak bayar hutang atau ruh yang memang tak bisa ‘pulang’ karena berebagai alasan.
Dari zona ghaib milik Tuhan inilah, mereka bisa mendeteksi zona ghaib buatan, karena energi yang diambil mirip, sehingga ruang yang dibuat akan menempel pada zona ghaib Tuhan, namanya juga buatan makhluk, pastilah mengambil energi dari Sang Pencipta, mana mungkin dia bisa menciptakan sendiri. Ayi pun sama, dia harus mengambil energi ghaib milik Sang Pencipta dulu, tapi tentu untuk tujuan ghaib, maka energinya sangat kuat, sulit terdeteksi, tapi zona ghaib dengan tujuan jahat, energi kelam dan pekatnya akan sangat terasa.
Memasuki zona yang ghaib ini, membuat siapapun akan merinding, betapa tidak, udaranya terasa pengap, lalu cahayanya terkesan kelabu dengan abu yang bertaburan, makanya manusia yang terjebak di sini, dengan sendirinya akan tiada, karena zona ini bukan untuk manusia.
Begitu Ayi masuk, dia melihat beberapa jin yang menyerupai pocong sedang melayang-layang di udara, zona ini terlihat seperti hutan yang lebat, memang di zona ghaib milik Tuhan ini atau kita sebut zona ghaib alami tergantung siapa yang memimpin, mirip di dunia manusia, masing-masing wilayah ada yang memimpin, kalau di zona hutan ujung itu, tentu milik Raja Bapati, tapi ini bukan di sana, tak sejauh itu.
Ayi terus berlari sambil mendeteksi semua ruang yang terasa kelam energinya, itu pasti percabangan zona ghaib buatan makhluk.
Setelah melihat banyak pocong, Ayi berganti masuk ke Zona genderuwo, di sini terlihat tubuh-tubuh besar itu setara dengan gunung-gunung di alam manusia, melihat Ayi berlarian masuk ke zonanya, mereka langsung membuka jalan, Ratunya Kharisma Jagat, dengan bau pandan yang khas dan juga energi yang istimewa membuat mereka tahu, wanita ini yang menjaga keseimbangan dua alam atas manusia laknat dan jin yang sesat, maka mereka membuka jalan, karena tahu, pasti ada yang dikejar, mereka tak mau buat masalah pada ratunya Kharisma Jagat ini.
Malik dan dua karuhun mengejar ratunya di belakang, mereka berlari sangat kencang, terkadang terlihat melayang karena saking kencangnya, setelah keluar dari zona genderuwo yang berada di tanah lapang dengan pegunungan yang sama tinggi dengan badan penghuninya itu, Ayi dan yang lain jatuh ke jurang, mereka meluncur kencang karena jurang itu sangatlah dalam, hingga akhir jurang seperti sebuah tanah perkuburan yang sangat gelap.
Kalau sebelumnya zona ghaib alami terlihat abu-abu dan pengap, kalau di sini, semakin gelap, hanya ada tanah merah dengan banyak nisan tak bernama, Ayi tersenyum.
“Lihat kabutnya, itu yang mereka gunakan untuk mengkoneksikan energi dari alam ghaib alami dengan energi alam ghaib buatan makhluk, pantas saja tak ketemu-ketemu, karena mereka menutupnya dengan kabut dan menaruh zona itu dibawah jurang, tertutup oleh alam ghaib milik genderuwo yang sangat besar-besar itu, jadinya energi saling tumpeng tindih, membuat Ayi sulit melacak energi karuhunnya, karena energi yang tumpeng tindih itu.
“Pantas saja.” Malik juga setuju, mereka lalu berlari dengan menginjak tanah merah perkuburan yang tentu saja milik para jin entah siapa dan mengapa.
Tapi siapapun yang berada di sana pasti merinding, betapa gelap dan kelamnya tempat itu, bayangkan jika kau yang berada di sana, berjalan sendirian di Tengah kuburan yang gelap dengan nisan yang terlihat usang, kakimu yang tanpa alas langsung menginjak tanah merah itu, apakah kau mampu tetap berjalan seperti Ayi Mahogra atau memilih tak sadarkan diri? Hanya bertanya saja.
Kabut semakin dekat, Ayi berlari dengan tubuh ruhnya semakin kencang dan hampir melayang, sedang Malik dan dua karuhun terus berlari di belakangnya, kabut terlewati dan betapa terkejutnya Ayi karena ….
“AKJ!” Mereka semua berteriak seperti itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Endah Setyati
Kalo aku di zona kaya tanah kuburan sama nisan usang itu,,aku ga bakalan mau pingsan di sana 😅 tapi juga kayanya ga bisa melangkah karena pasti malah stuck di tempat 😅
2024-12-02
0
Ani Sahida
makin menarik , menegangkan dan seru
2025-03-27
0
Silvi viranda
semoga org2 yang berhutang padaku nembaca novel ini wkwkww
2023-10-04
0