Bagian 11 : Jawatankuasa 11

Pagi datang, kawanan sudah bersiap dengan angkotnya, DokterAdi menjemput mereka, dengan mobil berbeda tentunya, tapi kawanan takkan pernah pakai mobil lain kecuali liburan.

“Kalian sudah memutuskan?” Dokter Adi menyadari kehadiran wanita yang juga dia kagumi, tidak ada.

“Ya, kakak kami akan tetap mengurus kakaknya, kami akan ikut Aditia untuk melindungi Ayi Mahogra.” Ganding yang terasa paling kecewa karena tak diizinkan untuk membagi kelompok berkata dengan tegas.

“Kita akan pergi ke AKJ sekarang, apakah Ayi juga sudah di sana?” Aditia bertanya.

“Ya, Ayi sudah di sana.”

Mereka masuk ke mobil masing-masing, Dokter Adi pada mobil yang dia bawa dan kawanan tentu saja dengan angkot peninggalan Mulyana.

Mereka mulai menyusuri jalan yang terasa sangat panjang, karena lokasi AKJ memang jauh dari ibu kota.

Butuh waktu sampai 6 jam lebih untuk mencapai hutan AKJ, lalu setelahnya mereka akan sampai di AKJ diantar Dokter Adi dan sudah pasti diizinkan masuk.

Turun dari angkot jemputan, kawanan lalu menyusuri hutan, Dokter Adi memimpin perjalanan, butuh waktu sektiar 15 menit untuk mencapai penjaga pintu utama, lalu mereka berjalan, perlahan hutan semakin gelap, mereka terus berjalan.

5 menit, hutan masih terasa cahayanya, walau remang, lalu 10 menit, mulai gelap, 15 menit semakin gelap, 20 menit gelap makin mengeliligi, 25 menit mereka bahkan tak bisa melihat satu sama lain, 30 menit mereka mulai kehilangan arah.

“Dok, kita kok nggak sampai-sampai ya? Bukankah seharusnya kita sampai dalam waktu kurang dari setengah jam, 10 atau 15 menit bukan?” Aditia bertanya, posisinya Aditia sebenarnya ada di belakang Dokter Adi.

Dokter Adi berhenti berjalan dan berbalik.

“Dit, kita tersesat, aku tidak menemukan pintu AKJ.” Dokter Adi terlihat pucat dan khawatir.

“Apa maksudmu? Bukankah Kharisma Jagat yang diundang dapat mengetahui lokasi hanya dari … gelap Dok, kau benar, aku juga tak merasakan energinya sama sekali.” Aditia baru sadar, kegelapan ini berlebihan untuk sekedar hutan yang dipenuhi oleh pepohonan.

Ada suara-suara, yang terdengar, suara orang tertawa dan berlarian, di hutan ini berlarian? Bahkan untuk berjalan saja mereka sulit karena rapatnya vegetasi di sekitar mereka.

“Baiklah, ada apa ini?” Aditia bertanya dan berbalik, bermaksud untuk berdiskusi dengan Ganding dan juga yang lain, tapi saat dia berbalik, dia terkejut karena kawanan tak ada, di belakangnya ada barisan makhluk hitam pekat dan hanya matanya saja yang terlihat, mereka semua sama, tersenyum menunjukkan barisan gigi putih yang ternoda oleh darah, jumlahnya … tak terhitung.

“Dok, kemana kawanan?” Aditia bertanya.

“Kau bertanya pada orang yang salah, kita selesaikan yang satu ini saja dulu ya.” Dokter Adi lalu bersiap untuk bertarung dengan Aditia, walau sebenarnya dia merasa bukanlah seorang petarung yang hebat, tapi menghadapi barisan setan tersenyum dengan gigi rapih penuh noda darah ini, bukanlah sebuah pilihan yang bisa diabaikan.

Aditia mengeluarkan tombaknya, tentu saja, kerisnya sudah tidak ada lagi.

Aditia mulai melempat tombak yang mengincar satu persatu entah makhluk apa itu, bahkan saat mereka semua bertarung, bibir masih tersenyum dengan lebar seolah mengejek. Padahal mereka juga hampir musnah karena serangan Aditia.

Aditia membantai satu persatu makhluk yang aneh itu, tubuh mereka tertutup lumpur dan setiap kali Aditia mengenaik tubuh mereka dengan tangannya yang bermaksud memukul, menonjok atau membunuh mereka, tubuh mereka terasa basah, sudah dapat dipastikan bahwa mereka bukan manusia, tapi … mereka juga bukan sepenuhnya ruh, lalu apa mereka? Kenapa mereka ada di sini dan menyerang Aditia, sementara kemana kawanan?

Aditia dan Dokter Adi tak henti menghajar seluruh barisan makhluk itu yang terasa tak habis, sementara kawanan masih terus mengikuti orang yang ada di depannya, karena sangat gelap, mereka tak sadar, bahwa bukan Aditialah yang ada di depan dan menunjukkan jalan, tapi entah sosok apa yang energinya tak terasa berbeda, tapi biasanya, kalau kau masuk ke suatu tempat dengan medan energi yang tinggi, energi sesamamu akan semakin kabur bukan? Contohnya, jika ada parfum yang sangat kau sukai, kau pakai sehari-hari secara wajar, lalu tak sengaja orang yang kau temui setiap hari memakai parfum lain yang lebih menyengat, maka wangi parfummu menjadi samar terasanya bukan? Terganti oleh parfum menyengat yang berasal dari orang lain, karena parfum itu mendominasi penciumanmu, sehingga wangi parfummu yang kau pakai dengan wajar menjadi tertutupi oleh parfum itu.

Tak bedanya dengan energi, ketika kau ke AKJ, maka energi yang kau rasakan antar sesamamu, dalam hal ini adalah kawanan, akan semakin samar terasa, tertutup oleh energi tinggi milik AKJ, maka energi Aditia yang mulai samar dan hampir tak terasa, tak membuat kawanan curiga dan masih terus mengikuti sosok yang ada di depannya, padahal … jelas dia bukan Aditia.

“Dit, ini kok nggak sampai-sampai ya, perasaan terakhir ke sini gampang banget sampenya, cepet tapi kenapa ini sekarang terasa jauh?”

Sosok itu berbalik dari depan Ganding dan bertanya, “Dit, ini kok nggak sampai-sampai ya, perasaan terakhir ke sini gampang banget sampenya, cepet tapi kenapa ini sekarang terasa jauh?”

Ganding terdiam, langkahnya terhenti, sedang kawanan yang ada di belakangnya juga terdiam dan bertanya-tanya ada apa.

“Siapa kau!” Ganding bertanya.

“Siapa kau!” Sosok itu bertanya lagi.

“Brengsek!” Ganding lalu mulai menyerangnya dan … sosok itu juga menyerangnya dengan gerakan yang sama.

“Nding berhenti!” Jarni menarik Ganding yang kelelahan menghadapi satu makhluk saja.

“Kenapa?” Ganding bingung.

“Lihat, dia juga berhenti, kau mundurlah.” Jarni menarik Ganding, makhluk itu juga mundur.

“Dia peniru, hati-hati, mungkin dia tak sendirian.” Jarni berkata lagi.

“Dia peniru, hati-hati mungkin dia tak sendirian.” Suara-suara mirip Jarni dengan kata-kata yang diulang, merupakan kata yang Jarni katakan barusan, terdengar bersautan.

“Diam semua.” Alisha berkata sembari mengajak kawanan mundur.

“Diam semua.” Suara yang sama, mirip Alisha terdengar.

“Bedebah!” Hartino kesal karena suara istrinya yang dititu.

“Bedebah!”

“Bedebah!”

“Bedebah!”

“Bedebah!”

“Bedebah!”

“Bedebah!”

Saut-sautan suara itu mengikuti Hartino, hutan yang semula gelap dan sepi, menjadi ramai suara yang saling bersautan membuat gendang telinga menjadi pekak.

“Diam semua.” Suara Alisha

“Dia peniru.” Suara Jarni kali ini ikut bersautan.

Alisha menepuk bahu kawanan dan menaruh jari telunjuknya pada bibir agar kawanan diam, bukannya membuat suasana kondusif, tiba-tiba muncul sosok-sosok Alisha di belakang Alisha dengan gerakan yang sama, yaitu meminta kawanan menutup mulutnya, sosok itu menaruh jari telunjuk pada bibirnya, bedanya, senyum Alisha-Alisha palsu itu lebih lebar dan menyeringai.

Tapi setelah itu wajah-wajah yang mirip Alisha menghilang dikegelapan, Alisha terdiam, yang lain juga, mereka mencoba untuk tidak melakukan apapun dulu, mencoba untuk menilai keadaan ini, karena kalau mereka gegabah, maka mereka akan kelelahan dan akhirnya kalah, mereka harus melawan diri mereka sendiri, bukankah itu sama saja bertarung dengan angin, karena ketika menang, pihak peniru pun akan menang juga.

Hartini mundur, lalu sedetik kemudian, di belakang Hartino muncul banyak sosok-sosok Hartino lain yang muncul tiba-tiba dan mengikuti gerakan Hartino yang mundur lalu lagi-lagi hilang di kegelapan malam, yang berbeda dari sosok itu dengan Hartino asli adalah, pasti kalian sudah bisa tebak, senyumnya menyerigai. Mereka jelas meledek.

“Kita harus ….”

“Kita harus!”

“Kita harus!”

“Kita harus!” Suara-suara itu menimpali, padahal Ganding belum juga selesai berbicara, mereka sungguh bingung harus apa, ini lawan yang mudah, tapi sungguh sangat licin, bingung harus apa, kawanan saling tatap dan mulai berlari, mereka berlari dengan saling berpegangan tangan agar tidak terpisah, bayangkan jika mereka terpisah, maka mungkin peniru akan masuk menjadi kawanan yang bsia saja mencelakai satu sama lain.

Mereka terus berpegangan dan berlari, saat berlari dengan langkah yang sulit karena vegetasi yang rapat, mereka mendengar banyak langkah yang mengikuti mereka dari belakang, samping kanan dan samping kiri, sungguh ramai sekali dengan deru nafas yang seirama, tentu saja para peniru memang sengaja melakukannya.

Baru kali ini kawanan memilih lari, tapi ini langkah yang mereka ambil berdasarkan pengalaman, kalau mereka lawan, hanya akan buat lelah saja, mereka memang bermaksud membuat kekalahan kawanan pada titik lelah, dengan menghadirkan para peniru, tapi pertanyaannya, kenapa mereka ada di sini dan siapa mereka, makhluk peniru ini memang ada legendanya, tapi bukankah mereka sebenarnya tinggal di suatu pulau yang tak memiliki nama di negeri ini, pulau itu bahkan tidak terlihat dan mereka hanya datang jika ada musuh yang hendak dilawan, tapi kawanan bukan musuh, lalu kenapa mereka menyerang kawanan dna mengejek seperti ini, kawanan benar-benar menjadi bulan-bulanan mereka.

Aditia masih terus berkutat dengan makhluk penuh lumpur hitam itu, yang memiliki seringai yang sama dengan para peniru, Dokter Adi kewalahan karena dia memang bukan petarung handal, dia adalah penyembuh handal.

Aditia melihat Dokter Adi mulai terluka di beberapa bagian tubuhnya, Aditia mendekatinya, masih terus menghalau serangan dengan memanggil kembali tombaknya agar tombak itu bisa menjadi pelindung, ketika sudah dekat dengan Dokter Adi, Aditia lalu menarik tubuh itu dan memapahnya, Dokter Adi seketika lunglai, dia memang sudah tak kuat, musuh itu semakin dihancurkan, semakin banyak.

“Kau baik-baik saja?” Aditia menarik Dokter itu, dia terpaksa berlari agar Dokter Adi bisa diselamatkan dulu, dia tak bisa menghalau semua musuh sendirian dan membiarkan Dokter Adi terluka lalu mungkin akan tumbang, ada apa ini, kenapa hutan ini menjadi begitu menakutkan, bukankah hutan ini batas antara dua dunia yang Ayi sengaja persiapkan untuk menjadi pelindung AKJ, kenapa hutan ini malah menjadi sarang para musuh yang hendak … menghalangi siapapun masuk ke AKJ.

Ayi benar-benar dalam masalah besar! Aditia terus berlari, dia memapah Dokter Adi yang semakin lemah, Aditia melihat Dokter Adi terus memegang perutnya.

“Perutmu kenapa?” Aditia bertanya.

“Mereka menusukku dengan keris.” Dokter Adi mengatakannya dengan lemah.

“Brengsek.” Aditia berhenti berlari dan hendak menyerang balik mereka yang sedang mengejar tapi dalam jumlah yang banyak.

“Jangan, kau takkan sanggup, mereka memang menang jumlah, kita harus lari dan menemukan AKJ secepatnya, Ayi juga pasti sudah diserang, kita harus sampai pada AKJ.” Dokter Adi memohon, Aditia lalu setuju dan melanjutkan pelariannya dengan memapah  Dokter Adi, Abah Wangsa terus memberti Aditia energi agar dia bisa memapah Dokter Adi dengan mudah. Sementara Karuhun Dokter Adi yang seorang Dokter juga, memapahnya dari sisi yang lain, sehingga Dokter Adi dipapah pada kedua bahunya, ini membuat pelarian mereka menjadi lebih mudah.

Dua kelompok kawanan dan Dokter Adi menjadi tak berdaya, apakah memang ini akhir kejayaan mereka?

Terpopuler

Comments

Gusti Randi

Gusti Randi

Hampir sama dengan kejadian di bali ya.. tapi lupa yg dibali lepas atau ketangkap ya .. #mikir keras.

2023-09-18

0

Gusti Randi

Gusti Randi

disini sempat mikir dokter adi bertarung melawan aditia. karena bahasa nya "dengan" bukan "bersama". deg2an kirain dokter adi penghianat nya. sampe ngulang2 baca keatas lagi..

2023-09-18

2

MasWan

MasWan

jelas tidak, gk seru klo ini akhir

2023-09-12

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Bagian 1 : Jawatankuasa
3 Bagian 2 : Jawatankuasa 2 ... Nenek dan Setan Kepala Buntung.
4 Bagian 3 : Jawatankuasa 3
5 Bagian 4 : Jawatan Kuasa 4
6 Bagian 5 : Jawatankuasa 5
7 Bagian 6 : Jawatankuasa 6
8 Bagian 7 : Jawatankuasa 7
9 Bagian 8 : Jawatankuasa 8
10 Bagian 9 : Jawatankuasa 9
11 Bagian 10 : Jawatankuasa 10
12 Bagian 11 : Jawatankuasa 11
13 Bagian 12 : Jawatan Kuasa 12
14 Bagian 13 : Jawatankuasa 13
15 Bagian 14 : Jawatankuasa 14
16 Bagian 15 : Jawatankuasa 15
17 Bagian 16 : Jawatankuasa 16
18 Bagian 17 : Jawatankuasa 17
19 Bagian 18 : Jawatankuasa 18
20 Bagian 19 : Jawatankuasa 19
21 Bagian 20 : Jawatankuasa 20
22 Bagian 21 : Jawatankuasa 21
23 Bagian 22 : Jawatankuasa 22
24 Bagian 23 : Jawatankuasa 23
25 Bagian 24 : Jawatankuasa Tamat
26 Bagian 25 : Pembersihan Gunung
27 Bagian 26 : Pembersihan Gunung 2
28 Bagian 27 : Pembersihan AKJ dan Gunung 2
29 Bagian 28 : Pembersihan Gunung & Pembebasan Alka
30 Bagian 29 : Pembersihan Gunung dan pembebasan Alka 2
31 Bagian 30 : Pembersihan Gunung 6
32 Bagian 31 : Pembersihan Gunung 7
33 Bagian 32 : Pemberisihan Gunung 8
34 Bagian 33 : Perburuan dan Pembersihan Gunung 9
35 Bagian 34 : Pembersihan gunung 10 & Kunjungan
36 Bagian 35 : Pembersihan Gunung 11 ... Tipu Daya
37 Bagian 36 : Pembersihan Gunung 12
38 Bagian 37 : Pembersihan Gunung 13
39 Bagian 38 : Pembersihan Gunung 14
40 Bagian 39 : Pembersihan Gunung 15
41 Bagian 40 : Pembersihan Gunung 16
42 Bagian 41 : Penyelamatan Alka
43 Bagian 42 : Penyelamatan Alka 2
44 Bagian 43 : Penyelamatan Alka 3
45 Bagian 44 : Penyelamatan Alka 4
46 Bagian 45 : Penyelamatan Alka 5
47 Bagian 46 : Penyelamatan Alka 6
48 Bagian 47 : Penyelamatan Alka 7
49 Bagian 48 : Penyelamatan Alka 8
50 Bagian 49 : Rangda dan Sujana
51 Bagian 50 : Rangda dan Sujana 2
52 Bagian 51 : Sujana dan Rangda 3
53 Bagian 52 : Sujana dan Rangda 4
54 Bagian 53 : Sujana dan Rangda 5
55 Bagian 54 : Sujana dan Rangda 6
56 Bagian 55 : Sujana dan Rangda 7
57 Bagian 56 : Sujana dan Rangda 8
58 Bagian 57 : Sujana dan Rangda 9
59 Bagian 58 : Sujana dan Rangda 10
60 Bagian 59 : Sujana dan Rangda 11
61 Bagian 60 : Sujana dan Rangda 12
62 Bagian 61 : Sujana dan Rangda 13
63 Bagian 62 : Sujana 14
64 Bagian 63 : Sujana 15
65 Bagian 64 : Sujana 16
66 Bagian 65 : Sujana 17
67 Bagian 66 : Sujana 18
68 Bagian 67 : Sujana 19
69 Bagian 68 : Sujana 20
70 Bagian 69 : Sujana dan Rangda 21
71 Bagian 70 : Sujana dan Rangda 22
72 Bagian 71 : Sujana dan Rangda 23
73 Bagian 72 : Sujana dan Rangda 24
74 Bagian 73 : Sujana Tamat
75 Bagian 74 : Pembebasan Rangda
76 Bagian 75 : Pembebesan Rangda 2
77 Bagian 76 : Pembebasan Rangda 3
78 Bagian 77 : Pembebasan Rangda 4
79 Bagian 78 : Pembebasang Rangda Tamat
80 Bagian 79 : Guru itu
81 Bagian 80 : Guru Itu 2
82 Bagian 81 : Guru Itu 3
83 Bagian 82 : Guru Itu 4
84 Bagian 83 : Guru Itu 5
85 Bagian 84 : Guru Itu 6
86 Bagian 85 : Guru itu 7
87 Bagian 86 : Guru itu 8
88 Bagian 87 : Guru Itu 9
89 Bagian 88 : Guru Itu 10
90 Bagian 89 : Guru Itu 11
91 Bagian 90 : Guru Itu 12
92 Bagian 91 : Guru Itu 13
93 Bagian 92 : Guru Itu 14
94 Bagian 93 : Guru Itu 13
95 Bagian 94 : Guru Itu 14
96 Bagian 95 : Guru Itu 15
97 Bagian 96 : Guru Itu 16
98 Bagian 97 : Guru Itu 17
99 Bagian 98 : Guru Itu 18
100 Bagian 99 : Guru Itu 19
101 Bagian 100 : Guru Itu 20
102 Bagian 101 : Guru Itu 21
103 Bagian 102 : Guru Itu 22
104 Bagian 103 : Guru Itu 23
105 Bagian 104 : Guru Itu 24
106 Bagian 105 : Guru Itu 25
107 Bagian 106 : Bagian 26
108 Bagian 107 : Guru Itu 27
109 Bagian 108 : Guru Itu 28
110 Bagian 109 : Guru Itu 29
111 Bagian 110 : Guru Itu 30
112 Bagian 111 : Guru Itu 31
113 Bagian 112 : Penyelamatan Merati
114 Bagian 113 : Penyelamatan Merati 2
115 Bagian 114 : Penyelamatan Merati 3
116 Bagian 115 : Penyelamatan Merati 4
117 Bagian 116 : Penyelamatan Merati 5
118 Bagian 117 : Penyelamatan Merati 6
119 Bagian 118 : Penyelamatan Merati 7
120 Bagian 119 : Penyelamatan Merati 8
121 Bagian 120 : Penyelamatan Merati 9
122 Bagian 121 : Penyelamatan Merati 10
123 Bagian 122 : Penyelamatan Merati tamat
124 Bagian 123 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung
125 Bagian 124 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 2
126 Bagian 125 : Lahirnya Kharisma Jagat 3
127 Bagian 126 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 4
128 Bagian 127 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 5
129 Bagian 128 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung Tamat
130 Bagian 129 : Lelaki tua
131 Bagian 130 : Lelaki Tua 2
132 Bagian 131 : Lelaki Tua 3
133 Bagian 132 : Lelaki Tua itu 4
134 Bagian 133 : Lelaki Tua 5
135 Bagian 134 : Lelaki tua 6
136 Bagian 135 : Lelaki tua 7
137 Bagian 136 : Lelaki tua 8
138 Bagian 137 : Lelaki Tua 9
139 Bagian 138 : Lelaki Tua 10
140 Bagian 139 : Lelaki tua 11
141 Bagian 140 : Lelaki itu 12
142 Bagian 141 : Lelaki tua 13
143 Bagian 142 : Lelaki tua 14
144 Bagian 143 : Lelaki tua 15
145 Bagian 144 : Lelaki Tua 16
146 Bagian 145 : Lelaki Tua 17
147 Bagian 146 : Kawanan Junior
148 Bagian 147 : Kawanan Junior 2
149 Bagian 148 : Kawanan Junior 3
150 Bagian 149 : Hutang
151 Bagian 150 : Hutang 2
152 Bagian 151 : Hutang 3
153 Bagian 152 : Hutang 4
154 Bagian 153 : Hutang 5
155 Bagian 154 : Hutang 6
156 Bagian 155 : Hutang 7
157 Bagian 156 : Hutang 8
158 Bagian 157 : Hutang 9
159 Bagian 158 : Hutang 10
160 Bagian 159 : Hutang 11
161 Bagian 160 : Hutang 12
162 Bagian 161 : Hutang 13
163 Bagian 162 : Hutang 14
164 Bagian 163 : Hutang 15
165 Bagian 164 : Hutang 16
166 Bagian 165 : Hutang 17
167 Bagian 166 : hutang 18
168 Bagian 167 : Hutang 19
169 Bagian 168 : Hutang 20
170 Bagian 169 : Hutang 21
171 Bagian 170 : Hutang 22
172 Bagian 171 : Hutang 23
173 Bagian 172 : Hutang 24
174 Bagian 173 : Hutang 25
175 Bagian 174 : Hutang Tamat
176 Abadi 1
177 Abadi 2
178 Abadi 3
179 Abadi 4
180 Abadi 5
181 Abadi 6
182 Abadi 7
183 Abadi 8
184 Abadi 9
185 Abadi 10
186 Abadi 11
187 Abadi 12
188 Abadi 13
189 Abadi 14
190 Abadi 15
191 Abadi 16
192 Abadi 17 (Dukun dan anak perempuannya)
193 Pulau Karet
194 Pulau Karet 2
195 Pulau Karet 3
196 Pulau Karet 4
197 Pulau Karet 5
198 Pulau Karet 6
199 Pulau Karet 7
200 Pulau Karet (Pulau Hayah) 8
201 Pulau Karet (Pulau Hayah) 9
202 Pulau Karet (Pulau Hayah) 10
203 Pulau Karet (Pulau Hayah) 11
204 Pulau Karet (Pulau Hayah) 12
205 Pulau Karet (Pulau Hayah) 13
206 Pulau Karet (Pulau Hayah) 14
207 Pulau Karet (Pulau Hayah) 15
208 Pulau Karet (Pulau Hayah) 16
209 Pulau Karet (Pulau Hayah) 17
210 Pulau Karet (Pulau Hayah) 18
211 Pulau Karet (Pulau Hayah) 19
212 Pulau Karet (Pulau Hayah) Tamat --> Ratu Laut 1
213 Ratu laut 2
214 Ratu Laut 3
215 Ratu Laut 4
216 Ratu Laut 5
217 Ratu Laut 6
218 Ratu Laut 7
219 Ratu Laut 8
220 Ratu Laut 9
221 Ratu Laut 10
222 Ratu Laut 11
223 Ratu Laut 12
224 Ratu Laut 13
225 Ratu Laut 14
226 Ratu Laut Tamat
227 Perburuan Ayi Mahogra 1
228 Perburuan Ayi Mahogra 2
Episodes

Updated 228 Episodes

1
PROLOG
2
Bagian 1 : Jawatankuasa
3
Bagian 2 : Jawatankuasa 2 ... Nenek dan Setan Kepala Buntung.
4
Bagian 3 : Jawatankuasa 3
5
Bagian 4 : Jawatan Kuasa 4
6
Bagian 5 : Jawatankuasa 5
7
Bagian 6 : Jawatankuasa 6
8
Bagian 7 : Jawatankuasa 7
9
Bagian 8 : Jawatankuasa 8
10
Bagian 9 : Jawatankuasa 9
11
Bagian 10 : Jawatankuasa 10
12
Bagian 11 : Jawatankuasa 11
13
Bagian 12 : Jawatan Kuasa 12
14
Bagian 13 : Jawatankuasa 13
15
Bagian 14 : Jawatankuasa 14
16
Bagian 15 : Jawatankuasa 15
17
Bagian 16 : Jawatankuasa 16
18
Bagian 17 : Jawatankuasa 17
19
Bagian 18 : Jawatankuasa 18
20
Bagian 19 : Jawatankuasa 19
21
Bagian 20 : Jawatankuasa 20
22
Bagian 21 : Jawatankuasa 21
23
Bagian 22 : Jawatankuasa 22
24
Bagian 23 : Jawatankuasa 23
25
Bagian 24 : Jawatankuasa Tamat
26
Bagian 25 : Pembersihan Gunung
27
Bagian 26 : Pembersihan Gunung 2
28
Bagian 27 : Pembersihan AKJ dan Gunung 2
29
Bagian 28 : Pembersihan Gunung & Pembebasan Alka
30
Bagian 29 : Pembersihan Gunung dan pembebasan Alka 2
31
Bagian 30 : Pembersihan Gunung 6
32
Bagian 31 : Pembersihan Gunung 7
33
Bagian 32 : Pemberisihan Gunung 8
34
Bagian 33 : Perburuan dan Pembersihan Gunung 9
35
Bagian 34 : Pembersihan gunung 10 & Kunjungan
36
Bagian 35 : Pembersihan Gunung 11 ... Tipu Daya
37
Bagian 36 : Pembersihan Gunung 12
38
Bagian 37 : Pembersihan Gunung 13
39
Bagian 38 : Pembersihan Gunung 14
40
Bagian 39 : Pembersihan Gunung 15
41
Bagian 40 : Pembersihan Gunung 16
42
Bagian 41 : Penyelamatan Alka
43
Bagian 42 : Penyelamatan Alka 2
44
Bagian 43 : Penyelamatan Alka 3
45
Bagian 44 : Penyelamatan Alka 4
46
Bagian 45 : Penyelamatan Alka 5
47
Bagian 46 : Penyelamatan Alka 6
48
Bagian 47 : Penyelamatan Alka 7
49
Bagian 48 : Penyelamatan Alka 8
50
Bagian 49 : Rangda dan Sujana
51
Bagian 50 : Rangda dan Sujana 2
52
Bagian 51 : Sujana dan Rangda 3
53
Bagian 52 : Sujana dan Rangda 4
54
Bagian 53 : Sujana dan Rangda 5
55
Bagian 54 : Sujana dan Rangda 6
56
Bagian 55 : Sujana dan Rangda 7
57
Bagian 56 : Sujana dan Rangda 8
58
Bagian 57 : Sujana dan Rangda 9
59
Bagian 58 : Sujana dan Rangda 10
60
Bagian 59 : Sujana dan Rangda 11
61
Bagian 60 : Sujana dan Rangda 12
62
Bagian 61 : Sujana dan Rangda 13
63
Bagian 62 : Sujana 14
64
Bagian 63 : Sujana 15
65
Bagian 64 : Sujana 16
66
Bagian 65 : Sujana 17
67
Bagian 66 : Sujana 18
68
Bagian 67 : Sujana 19
69
Bagian 68 : Sujana 20
70
Bagian 69 : Sujana dan Rangda 21
71
Bagian 70 : Sujana dan Rangda 22
72
Bagian 71 : Sujana dan Rangda 23
73
Bagian 72 : Sujana dan Rangda 24
74
Bagian 73 : Sujana Tamat
75
Bagian 74 : Pembebasan Rangda
76
Bagian 75 : Pembebesan Rangda 2
77
Bagian 76 : Pembebasan Rangda 3
78
Bagian 77 : Pembebasan Rangda 4
79
Bagian 78 : Pembebasang Rangda Tamat
80
Bagian 79 : Guru itu
81
Bagian 80 : Guru Itu 2
82
Bagian 81 : Guru Itu 3
83
Bagian 82 : Guru Itu 4
84
Bagian 83 : Guru Itu 5
85
Bagian 84 : Guru Itu 6
86
Bagian 85 : Guru itu 7
87
Bagian 86 : Guru itu 8
88
Bagian 87 : Guru Itu 9
89
Bagian 88 : Guru Itu 10
90
Bagian 89 : Guru Itu 11
91
Bagian 90 : Guru Itu 12
92
Bagian 91 : Guru Itu 13
93
Bagian 92 : Guru Itu 14
94
Bagian 93 : Guru Itu 13
95
Bagian 94 : Guru Itu 14
96
Bagian 95 : Guru Itu 15
97
Bagian 96 : Guru Itu 16
98
Bagian 97 : Guru Itu 17
99
Bagian 98 : Guru Itu 18
100
Bagian 99 : Guru Itu 19
101
Bagian 100 : Guru Itu 20
102
Bagian 101 : Guru Itu 21
103
Bagian 102 : Guru Itu 22
104
Bagian 103 : Guru Itu 23
105
Bagian 104 : Guru Itu 24
106
Bagian 105 : Guru Itu 25
107
Bagian 106 : Bagian 26
108
Bagian 107 : Guru Itu 27
109
Bagian 108 : Guru Itu 28
110
Bagian 109 : Guru Itu 29
111
Bagian 110 : Guru Itu 30
112
Bagian 111 : Guru Itu 31
113
Bagian 112 : Penyelamatan Merati
114
Bagian 113 : Penyelamatan Merati 2
115
Bagian 114 : Penyelamatan Merati 3
116
Bagian 115 : Penyelamatan Merati 4
117
Bagian 116 : Penyelamatan Merati 5
118
Bagian 117 : Penyelamatan Merati 6
119
Bagian 118 : Penyelamatan Merati 7
120
Bagian 119 : Penyelamatan Merati 8
121
Bagian 120 : Penyelamatan Merati 9
122
Bagian 121 : Penyelamatan Merati 10
123
Bagian 122 : Penyelamatan Merati tamat
124
Bagian 123 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung
125
Bagian 124 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 2
126
Bagian 125 : Lahirnya Kharisma Jagat 3
127
Bagian 126 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 4
128
Bagian 127 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 5
129
Bagian 128 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung Tamat
130
Bagian 129 : Lelaki tua
131
Bagian 130 : Lelaki Tua 2
132
Bagian 131 : Lelaki Tua 3
133
Bagian 132 : Lelaki Tua itu 4
134
Bagian 133 : Lelaki Tua 5
135
Bagian 134 : Lelaki tua 6
136
Bagian 135 : Lelaki tua 7
137
Bagian 136 : Lelaki tua 8
138
Bagian 137 : Lelaki Tua 9
139
Bagian 138 : Lelaki Tua 10
140
Bagian 139 : Lelaki tua 11
141
Bagian 140 : Lelaki itu 12
142
Bagian 141 : Lelaki tua 13
143
Bagian 142 : Lelaki tua 14
144
Bagian 143 : Lelaki tua 15
145
Bagian 144 : Lelaki Tua 16
146
Bagian 145 : Lelaki Tua 17
147
Bagian 146 : Kawanan Junior
148
Bagian 147 : Kawanan Junior 2
149
Bagian 148 : Kawanan Junior 3
150
Bagian 149 : Hutang
151
Bagian 150 : Hutang 2
152
Bagian 151 : Hutang 3
153
Bagian 152 : Hutang 4
154
Bagian 153 : Hutang 5
155
Bagian 154 : Hutang 6
156
Bagian 155 : Hutang 7
157
Bagian 156 : Hutang 8
158
Bagian 157 : Hutang 9
159
Bagian 158 : Hutang 10
160
Bagian 159 : Hutang 11
161
Bagian 160 : Hutang 12
162
Bagian 161 : Hutang 13
163
Bagian 162 : Hutang 14
164
Bagian 163 : Hutang 15
165
Bagian 164 : Hutang 16
166
Bagian 165 : Hutang 17
167
Bagian 166 : hutang 18
168
Bagian 167 : Hutang 19
169
Bagian 168 : Hutang 20
170
Bagian 169 : Hutang 21
171
Bagian 170 : Hutang 22
172
Bagian 171 : Hutang 23
173
Bagian 172 : Hutang 24
174
Bagian 173 : Hutang 25
175
Bagian 174 : Hutang Tamat
176
Abadi 1
177
Abadi 2
178
Abadi 3
179
Abadi 4
180
Abadi 5
181
Abadi 6
182
Abadi 7
183
Abadi 8
184
Abadi 9
185
Abadi 10
186
Abadi 11
187
Abadi 12
188
Abadi 13
189
Abadi 14
190
Abadi 15
191
Abadi 16
192
Abadi 17 (Dukun dan anak perempuannya)
193
Pulau Karet
194
Pulau Karet 2
195
Pulau Karet 3
196
Pulau Karet 4
197
Pulau Karet 5
198
Pulau Karet 6
199
Pulau Karet 7
200
Pulau Karet (Pulau Hayah) 8
201
Pulau Karet (Pulau Hayah) 9
202
Pulau Karet (Pulau Hayah) 10
203
Pulau Karet (Pulau Hayah) 11
204
Pulau Karet (Pulau Hayah) 12
205
Pulau Karet (Pulau Hayah) 13
206
Pulau Karet (Pulau Hayah) 14
207
Pulau Karet (Pulau Hayah) 15
208
Pulau Karet (Pulau Hayah) 16
209
Pulau Karet (Pulau Hayah) 17
210
Pulau Karet (Pulau Hayah) 18
211
Pulau Karet (Pulau Hayah) 19
212
Pulau Karet (Pulau Hayah) Tamat --> Ratu Laut 1
213
Ratu laut 2
214
Ratu Laut 3
215
Ratu Laut 4
216
Ratu Laut 5
217
Ratu Laut 6
218
Ratu Laut 7
219
Ratu Laut 8
220
Ratu Laut 9
221
Ratu Laut 10
222
Ratu Laut 11
223
Ratu Laut 12
224
Ratu Laut 13
225
Ratu Laut 14
226
Ratu Laut Tamat
227
Perburuan Ayi Mahogra 1
228
Perburuan Ayi Mahogra 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!