Bagian 16 : Jawatankuasa 16

“Hei, Dit.” Seorang wanita yang suaranya sangat dikenali Aditia memanggil namanya.

Aditia terbangun, dia tak begitu ingat apa yang terjadi sebelum dia terbangun.

“Ka.” Aditia memanggil wanita itu.

“Bangun dulu ya, kita makan malam, anakmu sudah kelaparan tuh, kamunya kecapean nggak bangun-bangun.”

Aditia terdiam, apa ini? Kenapa dia tak ingat hal-hal sebelum bangun, termasuk … anaknya.

Tapi Aditia mengikuti wanita yang terlihat lebih dewasa, tidak sesuai dengan ingatannya, Alka berwajah lebih muda, itu yang dia ingat, walau kecantikannya tidak memudar sama sekali, tapi wajah anggun itu berbeda dari wajah yang dia ingat sebelum akhirnya terbangung.

“Dipta, turunkan kakimu, ibu tidak suka kau menaikkan kaki seperti itu.” Alka menegur anak lelaki yang mungkin berumur sekitar 5 tahun.

“Cuma naikin aja, udah marah. Ibu marah-marah mulu.” Dipta mengeluh.

Aditia memandang anak itu, seorang anak lelaki yang wajahnya teramat mirip Alka, tapi katanya anak ini adalah anaknya, kalau begitu mirip dengan Alka, berarti ibunya Alka dan tadi dia juga memanggil Alka dengan sebutan Ibu, berarti ….

“Dia anak kita?” Aditia bertanya.

“Dit. Apa sih?”

“Iya Dit, kenapa sih?”  Dipta mengulang perkataan ibunya.

“Hei! tunjukkan hormatmu pada Kharisma Jagat, dia juga ayahmu, jangan panggil nama!” Alka naik pitam dengar anaknya memanggil Aditia dengan sebutan nama saja.

“Ibu duluan, tadi kenapa panggil nama?” Dipta tak mau kalah, sungguh sifat Aditia yang ngeyel dan teguh pendirian walau salah.

“Ya, maaf. Maksud ibu, ayah nih kenapa sih? Kok kayak bingung gitu?” Alka mendudukkan Aditia di bangku utama meja makan itu.

“Ayah, nanti malam kita ke tempat itu lagi, naik angkot?” Dipta bertanya.

“Kemana?” Aditia bingung, sementara Alka menyendok nasi dan lauk, ayam goreng dan sambal, makanan kesukaan dua jagoannya.

“Kan ayah lupa! Katanya mau kasih lihat aku Gandaruwa!”

“Hah?” Aditia bingung dengan perkataan anaknya.

“Yah! Kan lupa beneran, ayah nyebelin tahu. Kan ayah udah janji, mau temenin aku lengkapi foto makhluk legenda negeri ini, kata ayah di hutan desa sebelah ada Gandaruwa temen abah, makanya kita bisa foto dia untuk koleksiku.”

“Kok … kok … kenapa kau mau foto itu?”

“Untuk koleksi ayah, kita kan sudah sepakat, kalau aku mau belajar beladiri, aku boleh koleksi foto setan-setan itu.”

“Untuk apa?” Aditia bingung kenapa anaknya begitu tertarik dengan foto itu, kenapa anaknya tampan sekali, mirip Alka tapi versi lelakinya.

“Untuk koleksi saja, takkan kuperlihatkan pada temanku, karena beberapa ada yang langsung kesurupan pas lihat, jadinya hanya untukku saja, kalau lagi bosan aku suka lihat foto mereka.”

“Ka, aku nggak paham, kenapa anak kita suka dengan hal seperti itu?” Aditia bingung.

“Ya kau tahu lah, dia, Hanis dan Niels kan memang suka saling bertukar foto jin-jin itu untuk koleksi.”

“Hanis? Niels? Siapa?”

“Ayah! Sumpah aku kesel ya, Hanis anaknya Hartino dan Alisha, lalu Niels anaknya Ganding dan Jarni, kamu kalau masih mau bercanda nanti nggak aku kasih makan lagi ya!” Alka kesal dan urung memberikan piring berisi nasi dan lauk pada suaminya.

“Alisha dan Hartino punya anak? Bukankah ….”

“Kau mau bahas ini di depan Dipta? Masa mesti kita ulang-ulang terus sih, Yah.” Alka kesal lagi, tapi piring makan Aditia sudah diberikan.

Aditia mengambil nasi itu dan memakannya, ini bukan mimpi, rasa nasi dan ayam gorennya sungguh enak, ini bukan mimpi.

Aditia tersenyum dan berkata dengan sumringah, jadi kita menikah dan punya anak, jadi semua orang bahagia, jadi … Aditia melahap makanannya, tapi di saat menyenangkan itu dia tiba-tiba ditarik ke dalam zona gelap entah oleh siapa, semua terlihat gelap, dia melihat sekeliling lalu terdengar suara dan wujud tubuh yang tentu saja ruh.

“Bah!”

“Belum waktunya kau di sana, bangun!” Abah berteriak dan teriakan itu membuat Aditia terbangun, tidak seperti terbangunnya tadi yang disambut Alka, tapi tidurnya terbangun dalam gelap, tubuhnya tertimpa sebuah bongkahan batu yang cukup besar.

Abah terlihat duduk bersila di sampingnya.

“Bah ….”

“Kau sudah bangun? Susah sekali menemukan sukmamu yang pergi berlarian ke sana ke mari!” Abah terlihat kesal dan kelelahan.

Aditia mendorong bongkahan batu besar itu dengan sekuat tenaga dan berhasil, abah lalu masuk ke dalam tubuh Aditia agar saling mentransfer energi.

Aditia bangun dan melihat betapa gelapnya hutan yang telah longsor itu.

Dia lalu berteriak memanggil semua orang, tak ada jawaban, dia berjalan terus hingga tersandung sesuatu, memastikan kecurigaannya dia menyentuh benda yang membuatnya tersandung lalu terjatuh itu, ternyata benar saja.

“Sakit, Dit, jangan kau pencet-pencet dengkulku!” Ganding berkata sementara dia masih terbaring lemah.

“Ternyata benar kau, kenapa tak berdiri dan masih tiduran?”

“Kau pikir kalau aku bisa bangun aku akan tiduran begini?” Ganding kesal.

“Kenapa tak teriak minta tolong?” Aditia bertanya lagi.

“Sudah! Saat aku kelelahan dan akhirnya diam, kau datang dan tersandung kakiku, belum sempat aku menyapamu kau sudah menusuk-nusuk dengkulku. Jadi aku tahu, kau sudah menyadari kehadiranku.”

“Yasudah ayo bangun.”

“Tidak bisa, gendong gimana?”

“Nding!” Aditia terlihat kesal.

“Aku tidak bisa bangun!” Ganding benar-benar terluka karen tadi diseret akar keras yang terasa mematahkan tulang kakinya dan dijatuhkan ke longsoran tanah begitu saja. Makanya dia kesulitan untuk bangun.

Aditia lalu menarik tubuh Ganding dan menggendongnya di punggung.

“Kau kenapa menamai anakmu Niels?” Aditia tiba-tiba bertanya.

“Hah?” Ganding bingung.

“Aku bermimpi tentang masa depan, mungkin sukmaku sempat ke sana, tapi aku juga tak begitu yakin, karena yang mampu ke masa depan dan masa lalu hanya Ayi, tapi aku terbangun karena bah menarik sukmaku kembali ke asal waktuku.”

“Anakku namanya Niels? Masa?” Ganding yang berada di gendongan punggung Aditia bingung, di titik ini mereka sangat romantis … tapi Aditia terlihat bergidik dengan adegan gendong-dendongan ini.

“Iya, anakmu namanya Niels, sok kebarat-baratan kau!” Aditia meledeknya.

“Oh … kalau itu benar, berarti aku menamai anakku dengan nama tokoh ahli fisika Niels Bohr dia itu seorang peneliti atom. Ganding tersenyum mengatakan itu.

“Istriku jadinya Jarni, kan?” Ganding memastikan.

“Bukan, Nding, maaf ya, kayaknya istrimu wanita lain, aku tak mengenalnya.” Aditia terlihat sedih.

“Kau mau kuhajar! Bagaimana mungkin aku memiliki istri selain Jarni.”

“Ya kan aku lihatnya bukan.”

“Dit, kau membuatku ingin membunuhmu tahu. Kau tahu kan, orang terluka itu pikirannya pendek.” Ganding kesal dan bergerak terus, akhirnya dia jatuh.

“Kau rewel sekali.” Aditia mengeluh.

“Kau yang menyebalkan, kalau kakiku baik-baik saja, sudah pasti kau habis!” Ganding kesal Aditia masih terus saja mengejeknya.

Dari kejauhan ada suara orang berlarian, Aditia bersiap, dia berdiri di hadapan Ganding yang masih terduduk karena jatuh tadi, bersiap jika saja ada yang menyerang mereka lagi.

Saat suara makin mendekat, mereka yang datang berteriak memanggil, “Aditia!” Jarni memeluk Aditia dan setelahnya memeluk kekasih yang sangat dia takutkan celaka.

Alisha lalu memeluk Aditia dan terakhir Hartino, Dokter Adi hanya menepuk pundaknya, dia sudah terlihat lebih baik, bisa jalan sendiri.

“Keadaanmu sudah membaik?” Aditia bertanya pada Dokter Adi.

“Ya, aku sudah memulihkan tenaga saja, walau seluruh tubuhku masih terluka, tapi aku bisa bertahan dan lebih baik sekarang. Bagaimana kau dan Ganding?”

“Baik, hanya kakinya Ganding sepertinya patah akibat tarikan akar tadi, bisakah kau membantunya?” Aditia bertanya.

“Aku harus lihat keadaannya dulu.” Dokter Adi menghampiri Ganding dan melihat kakinya, memastikan seberapa parah kakinya itu.

“Patah, Dit. Sulit, aku tak bisa bantu karena tak ada obat dan peralatan untuk membuatnya pulih, kita harus memapahnya.”

“Baiklah, kita akan memapahnya, lalu cari jalan keluar.”

“Tidak, kita harus istirahat dulu Dit, Ganding butuh istirahat, kita semua butuh, sore tadi hujan kami hanya istirahat sebentar, sekarang kita semua butuh istirahat dulu.” Jarni menolak untuk mulai berjalan lagi, akhirnya semua setuju dan kembali ke gua yang ditemukan oleh Jarni dan Alisha, mereka bermalam di sana, memiliki Karuhun dan khodam ilmu tinggi, di tempat seperti ini tak menjamin kenyamanan, mereka adalah anak-anak orang kaya yang biasa hidup mewah, tapi sayang sekali, mereka harus banyak menderita karena semua keberkahan yang mereka miliki.

Ini jalan hidup yang mereka pilih, slogan mati dan hidup bersama dipegang erat, seperti yang Alisha katakan, kalau kita masih hidup, artinya, kawanan juga masih hidup karena mereka terikat janji yang diikatkan dalam hati.

Aku tahu beberapa di antara kalian melihat kisah ini berbeda dari sebelumnya, di mana kisah mereka sangatlah penuh petualangan dan kebersamaan, kenapa aku cerai beraikan di sini, alasannya hanya agar kisah ini menjadi semakin luas dan kita bisa sama-sama belajar mengambil hikmah dari setiap masalah, saat ini masalahnya adalah bagaimana kita menghadapi perpisahan dan bisa teguh saling yakin akan satu sama lain.

Terpopuler

Comments

Hana Nisa Nisa

Hana Nisa Nisa

top

2024-04-30

0

Yosephine Simarmata

Yosephine Simarmata

Karena sangkin banyaknya drtd hal-hal tentang perubahan wujud dan meniru kawanan dan dokter adi. Jd di moment ini sempet curiga. Bener kawanan gak ini...

2024-04-07

0

disda

disda

tapi akunya jadi stres juga...

2024-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Bagian 1 : Jawatankuasa
3 Bagian 2 : Jawatankuasa 2 ... Nenek dan Setan Kepala Buntung.
4 Bagian 3 : Jawatankuasa 3
5 Bagian 4 : Jawatan Kuasa 4
6 Bagian 5 : Jawatankuasa 5
7 Bagian 6 : Jawatankuasa 6
8 Bagian 7 : Jawatankuasa 7
9 Bagian 8 : Jawatankuasa 8
10 Bagian 9 : Jawatankuasa 9
11 Bagian 10 : Jawatankuasa 10
12 Bagian 11 : Jawatankuasa 11
13 Bagian 12 : Jawatan Kuasa 12
14 Bagian 13 : Jawatankuasa 13
15 Bagian 14 : Jawatankuasa 14
16 Bagian 15 : Jawatankuasa 15
17 Bagian 16 : Jawatankuasa 16
18 Bagian 17 : Jawatankuasa 17
19 Bagian 18 : Jawatankuasa 18
20 Bagian 19 : Jawatankuasa 19
21 Bagian 20 : Jawatankuasa 20
22 Bagian 21 : Jawatankuasa 21
23 Bagian 22 : Jawatankuasa 22
24 Bagian 23 : Jawatankuasa 23
25 Bagian 24 : Jawatankuasa Tamat
26 Bagian 25 : Pembersihan Gunung
27 Bagian 26 : Pembersihan Gunung 2
28 Bagian 27 : Pembersihan AKJ dan Gunung 2
29 Bagian 28 : Pembersihan Gunung & Pembebasan Alka
30 Bagian 29 : Pembersihan Gunung dan pembebasan Alka 2
31 Bagian 30 : Pembersihan Gunung 6
32 Bagian 31 : Pembersihan Gunung 7
33 Bagian 32 : Pemberisihan Gunung 8
34 Bagian 33 : Perburuan dan Pembersihan Gunung 9
35 Bagian 34 : Pembersihan gunung 10 & Kunjungan
36 Bagian 35 : Pembersihan Gunung 11 ... Tipu Daya
37 Bagian 36 : Pembersihan Gunung 12
38 Bagian 37 : Pembersihan Gunung 13
39 Bagian 38 : Pembersihan Gunung 14
40 Bagian 39 : Pembersihan Gunung 15
41 Bagian 40 : Pembersihan Gunung 16
42 Bagian 41 : Penyelamatan Alka
43 Bagian 42 : Penyelamatan Alka 2
44 Bagian 43 : Penyelamatan Alka 3
45 Bagian 44 : Penyelamatan Alka 4
46 Bagian 45 : Penyelamatan Alka 5
47 Bagian 46 : Penyelamatan Alka 6
48 Bagian 47 : Penyelamatan Alka 7
49 Bagian 48 : Penyelamatan Alka 8
50 Bagian 49 : Rangda dan Sujana
51 Bagian 50 : Rangda dan Sujana 2
52 Bagian 51 : Sujana dan Rangda 3
53 Bagian 52 : Sujana dan Rangda 4
54 Bagian 53 : Sujana dan Rangda 5
55 Bagian 54 : Sujana dan Rangda 6
56 Bagian 55 : Sujana dan Rangda 7
57 Bagian 56 : Sujana dan Rangda 8
58 Bagian 57 : Sujana dan Rangda 9
59 Bagian 58 : Sujana dan Rangda 10
60 Bagian 59 : Sujana dan Rangda 11
61 Bagian 60 : Sujana dan Rangda 12
62 Bagian 61 : Sujana dan Rangda 13
63 Bagian 62 : Sujana 14
64 Bagian 63 : Sujana 15
65 Bagian 64 : Sujana 16
66 Bagian 65 : Sujana 17
67 Bagian 66 : Sujana 18
68 Bagian 67 : Sujana 19
69 Bagian 68 : Sujana 20
70 Bagian 69 : Sujana dan Rangda 21
71 Bagian 70 : Sujana dan Rangda 22
72 Bagian 71 : Sujana dan Rangda 23
73 Bagian 72 : Sujana dan Rangda 24
74 Bagian 73 : Sujana Tamat
75 Bagian 74 : Pembebasan Rangda
76 Bagian 75 : Pembebesan Rangda 2
77 Bagian 76 : Pembebasan Rangda 3
78 Bagian 77 : Pembebasan Rangda 4
79 Bagian 78 : Pembebasang Rangda Tamat
80 Bagian 79 : Guru itu
81 Bagian 80 : Guru Itu 2
82 Bagian 81 : Guru Itu 3
83 Bagian 82 : Guru Itu 4
84 Bagian 83 : Guru Itu 5
85 Bagian 84 : Guru Itu 6
86 Bagian 85 : Guru itu 7
87 Bagian 86 : Guru itu 8
88 Bagian 87 : Guru Itu 9
89 Bagian 88 : Guru Itu 10
90 Bagian 89 : Guru Itu 11
91 Bagian 90 : Guru Itu 12
92 Bagian 91 : Guru Itu 13
93 Bagian 92 : Guru Itu 14
94 Bagian 93 : Guru Itu 13
95 Bagian 94 : Guru Itu 14
96 Bagian 95 : Guru Itu 15
97 Bagian 96 : Guru Itu 16
98 Bagian 97 : Guru Itu 17
99 Bagian 98 : Guru Itu 18
100 Bagian 99 : Guru Itu 19
101 Bagian 100 : Guru Itu 20
102 Bagian 101 : Guru Itu 21
103 Bagian 102 : Guru Itu 22
104 Bagian 103 : Guru Itu 23
105 Bagian 104 : Guru Itu 24
106 Bagian 105 : Guru Itu 25
107 Bagian 106 : Bagian 26
108 Bagian 107 : Guru Itu 27
109 Bagian 108 : Guru Itu 28
110 Bagian 109 : Guru Itu 29
111 Bagian 110 : Guru Itu 30
112 Bagian 111 : Guru Itu 31
113 Bagian 112 : Penyelamatan Merati
114 Bagian 113 : Penyelamatan Merati 2
115 Bagian 114 : Penyelamatan Merati 3
116 Bagian 115 : Penyelamatan Merati 4
117 Bagian 116 : Penyelamatan Merati 5
118 Bagian 117 : Penyelamatan Merati 6
119 Bagian 118 : Penyelamatan Merati 7
120 Bagian 119 : Penyelamatan Merati 8
121 Bagian 120 : Penyelamatan Merati 9
122 Bagian 121 : Penyelamatan Merati 10
123 Bagian 122 : Penyelamatan Merati tamat
124 Bagian 123 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung
125 Bagian 124 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 2
126 Bagian 125 : Lahirnya Kharisma Jagat 3
127 Bagian 126 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 4
128 Bagian 127 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 5
129 Bagian 128 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung Tamat
130 Bagian 129 : Lelaki tua
131 Bagian 130 : Lelaki Tua 2
132 Bagian 131 : Lelaki Tua 3
133 Bagian 132 : Lelaki Tua itu 4
134 Bagian 133 : Lelaki Tua 5
135 Bagian 134 : Lelaki tua 6
136 Bagian 135 : Lelaki tua 7
137 Bagian 136 : Lelaki tua 8
138 Bagian 137 : Lelaki Tua 9
139 Bagian 138 : Lelaki Tua 10
140 Bagian 139 : Lelaki tua 11
141 Bagian 140 : Lelaki itu 12
142 Bagian 141 : Lelaki tua 13
143 Bagian 142 : Lelaki tua 14
144 Bagian 143 : Lelaki tua 15
145 Bagian 144 : Lelaki Tua 16
146 Bagian 145 : Lelaki Tua 17
147 Bagian 146 : Kawanan Junior
148 Bagian 147 : Kawanan Junior 2
149 Bagian 148 : Kawanan Junior 3
150 Bagian 149 : Hutang
151 Bagian 150 : Hutang 2
152 Bagian 151 : Hutang 3
153 Bagian 152 : Hutang 4
154 Bagian 153 : Hutang 5
155 Bagian 154 : Hutang 6
156 Bagian 155 : Hutang 7
157 Bagian 156 : Hutang 8
158 Bagian 157 : Hutang 9
159 Bagian 158 : Hutang 10
160 Bagian 159 : Hutang 11
161 Bagian 160 : Hutang 12
162 Bagian 161 : Hutang 13
163 Bagian 162 : Hutang 14
164 Bagian 163 : Hutang 15
165 Bagian 164 : Hutang 16
166 Bagian 165 : Hutang 17
167 Bagian 166 : hutang 18
168 Bagian 167 : Hutang 19
169 Bagian 168 : Hutang 20
170 Bagian 169 : Hutang 21
171 Bagian 170 : Hutang 22
172 Bagian 171 : Hutang 23
173 Bagian 172 : Hutang 24
174 Bagian 173 : Hutang 25
175 Bagian 174 : Hutang Tamat
176 Abadi 1
177 Abadi 2
178 Abadi 3
179 Abadi 4
180 Abadi 5
181 Abadi 6
182 Abadi 7
183 Abadi 8
184 Abadi 9
185 Abadi 10
186 Abadi 11
187 Abadi 12
188 Abadi 13
189 Abadi 14
190 Abadi 15
191 Abadi 16
192 Abadi 17 (Dukun dan anak perempuannya)
193 Pulau Karet
194 Pulau Karet 2
195 Pulau Karet 3
196 Pulau Karet 4
197 Pulau Karet 5
198 Pulau Karet 6
199 Pulau Karet 7
200 Pulau Karet (Pulau Hayah) 8
201 Pulau Karet (Pulau Hayah) 9
202 Pulau Karet (Pulau Hayah) 10
203 Pulau Karet (Pulau Hayah) 11
204 Pulau Karet (Pulau Hayah) 12
205 Pulau Karet (Pulau Hayah) 13
206 Pulau Karet (Pulau Hayah) 14
207 Pulau Karet (Pulau Hayah) 15
208 Pulau Karet (Pulau Hayah) 16
209 Pulau Karet (Pulau Hayah) 17
210 Pulau Karet (Pulau Hayah) 18
211 Pulau Karet (Pulau Hayah) 19
212 Pulau Karet (Pulau Hayah) Tamat --> Ratu Laut 1
213 Ratu laut 2
214 Ratu Laut 3
215 Ratu Laut 4
216 Ratu Laut 5
217 Ratu Laut 6
218 Ratu Laut 7
219 Ratu Laut 8
220 Ratu Laut 9
221 Ratu Laut 10
222 Ratu Laut 11
223 Ratu Laut 12
224 Ratu Laut 13
225 Ratu Laut 14
226 Ratu Laut Tamat
227 Perburuan Ayi Mahogra 1
228 Perburuan Ayi Mahogra 2
Episodes

Updated 228 Episodes

1
PROLOG
2
Bagian 1 : Jawatankuasa
3
Bagian 2 : Jawatankuasa 2 ... Nenek dan Setan Kepala Buntung.
4
Bagian 3 : Jawatankuasa 3
5
Bagian 4 : Jawatan Kuasa 4
6
Bagian 5 : Jawatankuasa 5
7
Bagian 6 : Jawatankuasa 6
8
Bagian 7 : Jawatankuasa 7
9
Bagian 8 : Jawatankuasa 8
10
Bagian 9 : Jawatankuasa 9
11
Bagian 10 : Jawatankuasa 10
12
Bagian 11 : Jawatankuasa 11
13
Bagian 12 : Jawatan Kuasa 12
14
Bagian 13 : Jawatankuasa 13
15
Bagian 14 : Jawatankuasa 14
16
Bagian 15 : Jawatankuasa 15
17
Bagian 16 : Jawatankuasa 16
18
Bagian 17 : Jawatankuasa 17
19
Bagian 18 : Jawatankuasa 18
20
Bagian 19 : Jawatankuasa 19
21
Bagian 20 : Jawatankuasa 20
22
Bagian 21 : Jawatankuasa 21
23
Bagian 22 : Jawatankuasa 22
24
Bagian 23 : Jawatankuasa 23
25
Bagian 24 : Jawatankuasa Tamat
26
Bagian 25 : Pembersihan Gunung
27
Bagian 26 : Pembersihan Gunung 2
28
Bagian 27 : Pembersihan AKJ dan Gunung 2
29
Bagian 28 : Pembersihan Gunung & Pembebasan Alka
30
Bagian 29 : Pembersihan Gunung dan pembebasan Alka 2
31
Bagian 30 : Pembersihan Gunung 6
32
Bagian 31 : Pembersihan Gunung 7
33
Bagian 32 : Pemberisihan Gunung 8
34
Bagian 33 : Perburuan dan Pembersihan Gunung 9
35
Bagian 34 : Pembersihan gunung 10 & Kunjungan
36
Bagian 35 : Pembersihan Gunung 11 ... Tipu Daya
37
Bagian 36 : Pembersihan Gunung 12
38
Bagian 37 : Pembersihan Gunung 13
39
Bagian 38 : Pembersihan Gunung 14
40
Bagian 39 : Pembersihan Gunung 15
41
Bagian 40 : Pembersihan Gunung 16
42
Bagian 41 : Penyelamatan Alka
43
Bagian 42 : Penyelamatan Alka 2
44
Bagian 43 : Penyelamatan Alka 3
45
Bagian 44 : Penyelamatan Alka 4
46
Bagian 45 : Penyelamatan Alka 5
47
Bagian 46 : Penyelamatan Alka 6
48
Bagian 47 : Penyelamatan Alka 7
49
Bagian 48 : Penyelamatan Alka 8
50
Bagian 49 : Rangda dan Sujana
51
Bagian 50 : Rangda dan Sujana 2
52
Bagian 51 : Sujana dan Rangda 3
53
Bagian 52 : Sujana dan Rangda 4
54
Bagian 53 : Sujana dan Rangda 5
55
Bagian 54 : Sujana dan Rangda 6
56
Bagian 55 : Sujana dan Rangda 7
57
Bagian 56 : Sujana dan Rangda 8
58
Bagian 57 : Sujana dan Rangda 9
59
Bagian 58 : Sujana dan Rangda 10
60
Bagian 59 : Sujana dan Rangda 11
61
Bagian 60 : Sujana dan Rangda 12
62
Bagian 61 : Sujana dan Rangda 13
63
Bagian 62 : Sujana 14
64
Bagian 63 : Sujana 15
65
Bagian 64 : Sujana 16
66
Bagian 65 : Sujana 17
67
Bagian 66 : Sujana 18
68
Bagian 67 : Sujana 19
69
Bagian 68 : Sujana 20
70
Bagian 69 : Sujana dan Rangda 21
71
Bagian 70 : Sujana dan Rangda 22
72
Bagian 71 : Sujana dan Rangda 23
73
Bagian 72 : Sujana dan Rangda 24
74
Bagian 73 : Sujana Tamat
75
Bagian 74 : Pembebasan Rangda
76
Bagian 75 : Pembebesan Rangda 2
77
Bagian 76 : Pembebasan Rangda 3
78
Bagian 77 : Pembebasan Rangda 4
79
Bagian 78 : Pembebasang Rangda Tamat
80
Bagian 79 : Guru itu
81
Bagian 80 : Guru Itu 2
82
Bagian 81 : Guru Itu 3
83
Bagian 82 : Guru Itu 4
84
Bagian 83 : Guru Itu 5
85
Bagian 84 : Guru Itu 6
86
Bagian 85 : Guru itu 7
87
Bagian 86 : Guru itu 8
88
Bagian 87 : Guru Itu 9
89
Bagian 88 : Guru Itu 10
90
Bagian 89 : Guru Itu 11
91
Bagian 90 : Guru Itu 12
92
Bagian 91 : Guru Itu 13
93
Bagian 92 : Guru Itu 14
94
Bagian 93 : Guru Itu 13
95
Bagian 94 : Guru Itu 14
96
Bagian 95 : Guru Itu 15
97
Bagian 96 : Guru Itu 16
98
Bagian 97 : Guru Itu 17
99
Bagian 98 : Guru Itu 18
100
Bagian 99 : Guru Itu 19
101
Bagian 100 : Guru Itu 20
102
Bagian 101 : Guru Itu 21
103
Bagian 102 : Guru Itu 22
104
Bagian 103 : Guru Itu 23
105
Bagian 104 : Guru Itu 24
106
Bagian 105 : Guru Itu 25
107
Bagian 106 : Bagian 26
108
Bagian 107 : Guru Itu 27
109
Bagian 108 : Guru Itu 28
110
Bagian 109 : Guru Itu 29
111
Bagian 110 : Guru Itu 30
112
Bagian 111 : Guru Itu 31
113
Bagian 112 : Penyelamatan Merati
114
Bagian 113 : Penyelamatan Merati 2
115
Bagian 114 : Penyelamatan Merati 3
116
Bagian 115 : Penyelamatan Merati 4
117
Bagian 116 : Penyelamatan Merati 5
118
Bagian 117 : Penyelamatan Merati 6
119
Bagian 118 : Penyelamatan Merati 7
120
Bagian 119 : Penyelamatan Merati 8
121
Bagian 120 : Penyelamatan Merati 9
122
Bagian 121 : Penyelamatan Merati 10
123
Bagian 122 : Penyelamatan Merati tamat
124
Bagian 123 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung
125
Bagian 124 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 2
126
Bagian 125 : Lahirnya Kharisma Jagat 3
127
Bagian 126 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 4
128
Bagian 127 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 5
129
Bagian 128 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung Tamat
130
Bagian 129 : Lelaki tua
131
Bagian 130 : Lelaki Tua 2
132
Bagian 131 : Lelaki Tua 3
133
Bagian 132 : Lelaki Tua itu 4
134
Bagian 133 : Lelaki Tua 5
135
Bagian 134 : Lelaki tua 6
136
Bagian 135 : Lelaki tua 7
137
Bagian 136 : Lelaki tua 8
138
Bagian 137 : Lelaki Tua 9
139
Bagian 138 : Lelaki Tua 10
140
Bagian 139 : Lelaki tua 11
141
Bagian 140 : Lelaki itu 12
142
Bagian 141 : Lelaki tua 13
143
Bagian 142 : Lelaki tua 14
144
Bagian 143 : Lelaki tua 15
145
Bagian 144 : Lelaki Tua 16
146
Bagian 145 : Lelaki Tua 17
147
Bagian 146 : Kawanan Junior
148
Bagian 147 : Kawanan Junior 2
149
Bagian 148 : Kawanan Junior 3
150
Bagian 149 : Hutang
151
Bagian 150 : Hutang 2
152
Bagian 151 : Hutang 3
153
Bagian 152 : Hutang 4
154
Bagian 153 : Hutang 5
155
Bagian 154 : Hutang 6
156
Bagian 155 : Hutang 7
157
Bagian 156 : Hutang 8
158
Bagian 157 : Hutang 9
159
Bagian 158 : Hutang 10
160
Bagian 159 : Hutang 11
161
Bagian 160 : Hutang 12
162
Bagian 161 : Hutang 13
163
Bagian 162 : Hutang 14
164
Bagian 163 : Hutang 15
165
Bagian 164 : Hutang 16
166
Bagian 165 : Hutang 17
167
Bagian 166 : hutang 18
168
Bagian 167 : Hutang 19
169
Bagian 168 : Hutang 20
170
Bagian 169 : Hutang 21
171
Bagian 170 : Hutang 22
172
Bagian 171 : Hutang 23
173
Bagian 172 : Hutang 24
174
Bagian 173 : Hutang 25
175
Bagian 174 : Hutang Tamat
176
Abadi 1
177
Abadi 2
178
Abadi 3
179
Abadi 4
180
Abadi 5
181
Abadi 6
182
Abadi 7
183
Abadi 8
184
Abadi 9
185
Abadi 10
186
Abadi 11
187
Abadi 12
188
Abadi 13
189
Abadi 14
190
Abadi 15
191
Abadi 16
192
Abadi 17 (Dukun dan anak perempuannya)
193
Pulau Karet
194
Pulau Karet 2
195
Pulau Karet 3
196
Pulau Karet 4
197
Pulau Karet 5
198
Pulau Karet 6
199
Pulau Karet 7
200
Pulau Karet (Pulau Hayah) 8
201
Pulau Karet (Pulau Hayah) 9
202
Pulau Karet (Pulau Hayah) 10
203
Pulau Karet (Pulau Hayah) 11
204
Pulau Karet (Pulau Hayah) 12
205
Pulau Karet (Pulau Hayah) 13
206
Pulau Karet (Pulau Hayah) 14
207
Pulau Karet (Pulau Hayah) 15
208
Pulau Karet (Pulau Hayah) 16
209
Pulau Karet (Pulau Hayah) 17
210
Pulau Karet (Pulau Hayah) 18
211
Pulau Karet (Pulau Hayah) 19
212
Pulau Karet (Pulau Hayah) Tamat --> Ratu Laut 1
213
Ratu laut 2
214
Ratu Laut 3
215
Ratu Laut 4
216
Ratu Laut 5
217
Ratu Laut 6
218
Ratu Laut 7
219
Ratu Laut 8
220
Ratu Laut 9
221
Ratu Laut 10
222
Ratu Laut 11
223
Ratu Laut 12
224
Ratu Laut 13
225
Ratu Laut 14
226
Ratu Laut Tamat
227
Perburuan Ayi Mahogra 1
228
Perburuan Ayi Mahogra 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!