“Apa maksudmu mereka tidak datang!” Alka berteriak karena terkejut Dokter Adi berada di sini, di gua Alka.
“Aku menunggu mereka di markas sampai berjam-jam tapi markas kosong, memang aku terlambat datang karena ada kecelakaan, aku harus menolong dulu korbannya, karena sangat darurat, setelah korbannya sudah stabil karena pertolongan pertama yang kulakukan dan ambulans juga sudah datang, baru aku bisa pergi ke markas ghaib itu.”
“Jadi kau terlambat karena kecelakaan dan menunggu berjam-jam tapi kawanan tak ada dan tak kembali? Tak mungkin, mereka memutuskan untuk pergi ke AKJ, aku memisahkan diri karena mereka akan ke AKJ!” Alka bersikeras.
“Aku akan telepon Adit.”
“Sudah kulakukan pada semua anggota kawanan, tak satu pun mengangkat teleponku.”
“Mungkin mereka berangkat duluan karena menunggumu kelamaan, coba hubungi siapa yang ada di AKJ.”
“Tidak mungkin! Pertama, aku tidak bodoh, tapi melakukan hal bodoh, yaitu menghubungi Hanif, Hanif bilang kawanan belum sampai, lalu aku tersadar, tak mungkin kawanan akan sampai duluan ke AKJ, tidak ada yang bisa masuk AKJ kecuali diantar oleh kami para pembentuk energi AKJ, tempat itu sulit ditemukan dan sulit ditembus, kecuali oleh kami!”
“Kawanan hilang?” Alka bertanya dengan hati-hati.
“Mereka bukan orang biasa yang mudah diculik, ingat mereka menguasai bela diri, jadi kemungkinan diculik oleh manusia biasa, itu hampir mustahil.” Dokter Adi mulai berteori.
“Kalau diculik jin juga kemungkinan tipis, mereka bisa melawan, bahkan Rangda yang sangat ditakuti di Bali, kami bisa lawan, maka kalau kemungkinan diculik harusnya hilang.”
“Kalau tidak diculik, maka bisa jadi mereka ikut secara ....”
“SUKARELA!” Alka dan Dokter Adi berkata dengan bersamaan.
“Dok, kalau mereka ikut secara sukarela, apakah mungkin salah satu pendiri AKJ menjemput sebelum kau datang?”
“Tipis kemungkinan itu, karena aku yang bertugas menjemput kawanan. Jadi tidak mungkin salah satu dari kami dan tidak mungkin salah satu dari kami menjadi pembelot dan hendak mencelakai kawanan, kau tahu kan, kami ini lingkaran paling dalam milik Ayi, kami adalah orang-orang yang bahkan rela menyerahkan nyawa untuk Ayi, maka kemungkinan kami yang menculik kawanan, itu mustahil juga.”
“Lalu kemana adik-adikku dan pemimpinnya? Mana mungkin mereka pergi begitu saja tanpa bisa dihubungi!”
“Biarkan aku menghubungi mereka dengan kontak batin, aku dan Aditia bisa melakukannya.”
“Ya, aku tahu itu, lakukanlah.”
Alka duduk di tempat tidurnya dengan bersila, memanggil Aditia dalam ruang hampa, ruang ghaib yang terus Alka coba koneksikan, dia memanggil Aditia, tapi tak ada jawaban, gelap, kosong dan sunyi.
[Dit ... Dit ... Dit ....] Alka terus memanggilnya, tentu ini bukan panggilan tiba-tiba dari teman yang entah sudah lama tak bersua, lalu pinjam uang 500 ribu, hingga harus kau hindari, maka ketika Aditia tak menjawab, Alka makn curiga, ada apa ini.
“Mereka tak menjawab, Dok.”
“Ini aneh kan? seharusnya panggilanmu tidak mungkin mereka diabaikan Aditia?”
“Ya, ini aneh dan janggal, kawanan tidak akan pernah hilang bak ditelan bumi seperti ini.” Alka semakin membatin.
“Aku coba sekali lagi, jika memang masih tak terjangkau, berarti mereka tidak ada di sini, maksudku, di dunia ini, bisa jadi mereka diculik ke dunia lain, aku ralat, dibujuk, atau dibohongi hingga terbujuk untuk masuk ke sana tanpa mereka sadari.”
“Alka duduk bersila, kali ini dia mencoba membaca mantra Karuhun dan tuan, mungkin kalian lupa kalau Alka masihlah Karuhunnya Aditia, Karuhun pertama sebelum akhirnya Abah turun, ini yang Aditia sampai sekarang sembunyikan dari Alka, kalau dia sudah tahu semuanya, tentang Lanjo dan kisah cinta yang sulit ini.
Dia terus memanggil Aditia sembari membaca mantra secara khusyuk dan lambat laun, samar tapi memang terdengar lirih ....
Jauh dari gua Alka ada kawanan dan Dokter Adi yang sedang berjalan menyusuri hutan, mencari jalan keluar, mereka terlihat letih, padahal terasa baru beberapa jam saja tersesat di sana, kau tahulah, hitungan waktu ghaib itu memang terasa lambat.
“Kalian dengar itu?” Aditia bertanya, dia masih memapah Dokter Adi.
“Apa?” Ganding bertanya, karena dia tak mendengar apapun.
“Suara lolongan binatang?” Hartino menebak.
“Bukan, seperti ada yang memanggilku.”
“Suara perempuan? Kakak!” Ganding tersadar, karena hanya Alka yang bisa melakukan koneksi ghaib semacam itu dengan Aditia.
“Samar, suara perempuan, samar, aku tidak yakin itu Alka.”
“Jangan percayai apapun yang ada di hutan ini, Dit, siapa tahu hanya akan mengecoh kita lagi.” Adi mengingatkan.
“Kita lanjut jalan saja, kita harus menemukan jalan keluar dari hutan ini.” Aditia memerintah semua orang untuk terus jalan.
[Dit!]
Suara sangat melengking dan memekakkan telinga Aditia, hingga dia akhirnya berjongkok dan tak sengaja melepas rangkulannya pada Dokter Adi yang sulit berjalan akibat terluka cukup parah di banyak bagian pada tubuhnya.
Aditia menutup telinganya karena suara itu jelas sekali, melengking membuat kepalanya sakit.
“Alka memanggilku dengan koneksi ghaib, aku harus bertemu dengannya di ruang hampa, Ganding, bantu Dokter Adi berdiri, aku harus menyambut koneksi yang Alka coba buat, dia pasti saat ini sudah tahu kalau kita menghilang, kita harus beritahu padanya kalau kita sedang tersesat dan harus segera keluar dari hutan ini.”
Ganding buru-buru, membantu Dokter Adi yang masih kesakitan dan menyandarkannya pada salah satu batang pohon.
Aditia lalu duduk bersila, dia harus menyambut panggilan Alka dengan datang ke ruang hampa yang Alka bangun untuk mengkoneksikan panggilan ghaibnya.
Aditia masuk ke ruang kosong gelap itu, suara Alka terdengar jelas di sana, Aditia lalu berteriak, “Alka! Aku di sini!” Aditia berteriak dengan kencang.
“Di mana?” Alka bertanya, tapi raga Alka tak terlihat sama sekali, hanya suaranya yang terdengar.
“Di hutan menuju AKJ, tapi kami tersesat, Dokter Adi terluka cukup parah karena serangan, cari bantuan!” Aditia lalu lemas.
Ya, untuk bisa berbicara secara batin dengan Alka membutuhkan energi yang cukup besar, apalagi lokasi mereka sangat jauh, jadinya membuat Aditia kehabisan energi.
“Dit!” Alisha dan Hartino memegang Aditia yang hampir jatuh dari duduk silanya.
“Alka sadar kita menghilang, dia akan mencari kita, tapi ikatan batin kami putus, karena aku kehabisan energi. Setidaknya dia tahu lokasi kita, dia tahu kemana kita akan pergi, jadi kalau kita tersesat pun, takkan jauh dari hutan AKJ yang sebenarnya.”
“Ya, kakak pasti menemukan jalan untuk bisa menemukan kita.” Hartino setuju, Alisha mengangguk. Tapi Jarni terdiam, sepertinya dia merasakan sesuatu yang cukup kelam, energi yang sangat besar mendekat.
“Berdiri semua!” Jarni berteriak, semua orang berdiri, memaksakan untuk berdiri lebih tepatnya, karena kalau boleh jujur mereka kelelahan.
“Lari! Lari!” Jarni memerintahkan mereka semua untuk lari, Ganding dan Hartino menarik Dokter Adi untuk berlari, Aditia susah payah bangun dan berlari, diikuti Alisha lalu terakhir Hartino, mereka berlari sambil menoleh kebelakang, dari jauh, mereka melihat kalau tanah di hutan itu ... longsor! Tanahnya longsor, Jarni sudah bisa merasakan energi besar itu makanya mereka bisa berlari dengan tepat waktu!
“Ada yang ... menyamar menjadi dirimu, membawa mereka ke hutan AKJ dan tersesat!” Alka berkata dengan khawatir.
“Hah? kok bisa?” Dokter Adi yang bersama Alka bingung.
“Pantas saja mereka mau ikut, karena mereka pikir itu memang dirimu.”
“Tapi kenapa Aditia tidak sadar dengan energiku? Kok mereka bisa tertipu?”
“Di Bali saja kami bisa tertipu, ada yang meniru kami tapi bukan tiruan, itu memang kami yang terbagi menjadi versi paling jahat! Maka mungkin mereka sudah bisa mengkloning energimu dan membuat kawanan tertipu. Apapun itu caranya, maka ... bisa jadi, banyak orang di AKJ yang bukan orang sebenarnya, bisa jadi itu hanya orang jahat yang menjadi penyusup dan bermaksud menghancurkan AKJ dari dalam.”
“Tapi kau tahu dari mana kalau mereka dibawa oleh aku yang palsu? Maksudku, bisa jadi suara yang kau dengar juga tipuan.” Dokter Adi menjadi lebih bingung dan khawatir.
“Itu suara Aditia, hanya kami berdua yang bisa masuk ke ruang hampa itu, bisa dibilang kelebihan karuhun dan tuannya, maka itu benar Aditia.”
“Kalau begitu, kita harus menolong mereka keluar dari sana.” Dokter Adi bergegas, tapi Alka ragu.
“Aku paham, Ayi tak memperbolehkan kau ikut kan? sampai kau mengantar mereka saja, hanya sampai pintu gerbang saja, Ayi pasti paham.” Dokter Adi berkata dengan lembut, dia tahu dengan jelas, Alka sangat ingin menolong kawanan.
“Aku memang harus pergi menolong mereka, aku akan sampaia gerbangnya saja, bantu aku bicara pada Ayi nanti ya, kalau dia marah, aku rela dihukum apapun agar bisa tetap memegang janjiku pada Ayi.”
“Ya, aku akan bantu berbicara dengan Ayi, tapi sekarang, kita harus bergegas menolong kawanan, ada dua kondisi kalau mereka kelamana di sana, yaitu Ayi kemungkinan pasukannya lemah dan mereka juga bisa jadi selamanya terjebak di sana. Kita harus segera menolong mereka.” Dokter Adi akhirnya pergi bersama Alka dengan mobilnya, pergi untuk menyelamatkan kekasih dan juga adik-adiknya.
Apakah ada yang curiga dengan Dokter Adi yang menjemput kawanan?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Sugiri Giri
susah jg membedakan Yg asli Dan Yg Palsu mungin Yg asli Yg sama alka
2024-11-29
0
Endah Setyati
Kalo aku kayanya malah curiga sama yg jemput Alka dr.Adi yg palsu,,karena dia bilang sebelum jemput kawanan dia terlambat datang karena alasan yg dia bilang ke Alka,,,tp kan tugas utama dia jemput kawanan yg harus segera urgent sampai di AKJ tp ko malah dia mengesampingkan tugasnya🤔🤔
2024-12-02
1
Januari Lestari
itu alasan knp kawanan dan dokter Adi palsu ngga bisa sampe ke AKJ, Krn cuma dokter Adi yg asli yg bisa membuka pintu ke AKJ
2024-01-13
1