Alka terbangun, dia merasa masih lemah, tapi sudah mulai bisa membuka matanya. Tapi ada yang aneh, dia tak bisa menggerakkan tubuhnya, dia mencoba melihat sekeliling, di manakah dia berada hingga tak bisa bergerak sama sekali.
Perlahan dia melihat dengan jelas.
“Dokter Adi, kenapa aku tidak bisa bergerak?” Alka bertanya, karena ada Dokter Adi yang sedang duduk membaca buku di sana.
“Hei, kau sudah bangun.” Dokter Adi memegang kepalan Alka dan mengusapnya.
“Aku tidak bisa bergerak.”
“Maaf Alka, ini perintah Ayi.”
“A-apa ... Maksudmu?” Alka tidak paham.
“Kau tahu kan, kalau musuh semakin tinggi ilmunya saat bulan purnama, karena makhluk serupa jin itu akan memiliki ilmu yang semakin tinggi saat bulan purnama, apartemen Ayi dibobol saat bulan purnama, berkali-kali mereka mengalahkan Ayi saat bulan purnama, karena mereka makhluk yang bebas, tidak terikat seperti Karuhun, maka mereka bisa menggunakan kekuatannya dengan maksimal.”
“Ya aku tahu itu kau sudah mengatakannya, Adit juga, lalu apa hubungannya dengan keadaanku sekarang?” Alka tidak sabar mendengar penjelasannya.
“Maka makhluk sepertimu adalah makhluk terbaik yang akan membuat kami bisa menghalau mereka saat bulan purnama, Ayi sengaja memisahkanmu dengan kawanan untuk mengambil semua energi tanpa ketahuan mereka, karena nyatanya energimu adalah yang paling kuat, bukan jin terikat seutuhnya, bukan jin bebas seutuhnya, bukan manusia seutuhnya, maka saat bulan purnama, kau adalah makhluk terkuat di bumi ini.”
Alka terdiam, diam meneteskan air mata dan berkata ... “Ayi hanya perlu meminta, jika saja dia bilang, aku akan lakukan dengan senang hati. Tapi, sekarang kawanan sudah melihat aku bukan? mereka tahu aku di sini.”
“Ya, mereka saat ini sedang berlatih di lapangan, kau bertemu dengan Aditia dan katakan kalau kau akan pergi dari AKJ, setelah itu, kau harus kembali dan ... mengabdi. Serahkan energimu untuk kepentingan AKJ dan banyak Kharisma Jagat lain bergantung nyawanya padamu, apalagi anak yang dikandung Ayi sekarang.” Dokter Adi berkata lagi.
“Aku akan lakukan apapun permintaan Ayi, apapun tanpa batas.” Alka berkata dengan tenang, karena dia tahu, suatu saat nanti, dia harus menebus kesalahannya, mungkin dengan nyawanya juga. Maka permintaa semacam ini akan dia penuhi jika memang Ayi inginkan.
Dokter Adi lalu melepas tubuh Alka, ternyata dia diikat secara ghaib, walau Alka tidak paham kenapa dia diikat, apakah Ayi ragu Alka menerima permintaannya, entahlah, Alka hanya maklum, kalau Ayi sangat tidak percaya padanya, maka Alka menerima semua perlakukan Ayi, seburuk apapun itu.
Alka lalu berjalan melintasi AKJ yang terlihat ramai oleh seluruh murid yang ada di AKJ, alka tersenyum melihatnya, sungguh tempat yang menyenangkan, andai dia bisa bergabung, andai dulu dia tak terlalu terbawa perasaan karena ingin orang tua yang utuh hingga menjadi bodoh mengikuti apapun yang ayahnya inginkan, sampai harus menjadi bagian orang jahat yang membunuh Pram, andai dia dulu paham, bahwa keluarganya adalah kawanan, andai ...
Mereka sampai lapangan, Alka melihat Aditia yang sedang berlatih dengan Hartino, Jarni, Ganding dan juga Alisha, mereka melihat Alka langsung berlari dan memeluknya, kecuali Aditia.
“Aku harus kembali menjaga Zerata, aku harus pergi dari AKJ, kalian lindungi Ayi ya.” Alka berkata, Aditia mendengarnya dan tersenyum.
“Baiklah, kembali ke sini jika kau sudah selesai ya. Kami menunggumu di sini.” Aditia mengusap kepala Alka, Alka tersenyum dan memeluk mereka satu persatu.
“Aku sayang kalian, kalian harus selalu meningkatkan kemampuan dan juga solid ya, jangan terpisah apapun yang terjadi, ingat kita sudah melakukan banyak hal bersama, kita sangat kuat karena bersama, maaf aku harus pergi duluan.” Banyak makna yang ingin Alka ungkapkan, tapi dia tak bisa berbicara lebih untuk berpamitan, karena mungkin ini akan jadi pertemuan terakhir.
Alka tahu dengan jelas, bahwa ketika energinya diambil pada setiap bulan purnama, maka dia akan menjadi tahanan di tanah yang sepi saat di masa pengumpulan energi yang kelak akan diambil saat setiap purnama.
Tak ubahnya seperti sapi perah, tapi Alka rela, jika itu yang Ayi inginkan.
Alka lalu berpamitan, diantar ke luar AKJ dan sampai di hutan.
Kawanan masuk, Alka kembali lagi masuk melalui pintu lain bersama Dokter Adi yang masih terus menemaninya.
“Apa kau sedih?” Dokter Adi dan Alka berjalan menuju tempat yang sudah dipersiapkan untuk Alka.
“Tentu saja, aku bersama mereka tanpa jeda waktu selama ini, tentu saja aku sedih.”
“Kau bisa menolak permintaan Ayi, karena pemberian energi ini haruslah sesuai dengan keinginanmu agar bulan purnama dan menerima persembahan energimu.”
“Keinginan Ayi lebih penting dibanding keinginanku, maka aku akan lakukan yang Ayi inginkan, ketulusanku pada Ayi takkan pernah bisa tertandingi, purnama akan tahu itu.”
“Kau wanita yang tegar dan hebat, Ayi akan memaafkanmu.” Dokter Adi mengusap kepala Alka, Alka tersenyum dan mereka sudah masuk tempat yang sudah dipersiapkan.
Sebuah bangunan terpisah dari AKJ ... yang terlihat Alka tentu saja.
Bangunan itu seperti kastil, begitu masuk Alka melihat ada beberapa orang yang menjaga, saat masuk hamparan padang rumput menyambut, padang rumput yang sangat luas dan indah, Alka tersenyum melihatnya.
“Ayi menyiapkan semua ini untukmu, dia ingin kau tetap nyaman.” Dokter Adi berkata sambil terus menuntun Alka ke gedung yang ada setelah dari padang rumput itu.
Bangunan yang tak besar tapi sangat rapi dan tenang.
“Baiklah kita sudah sampai, ada satu kamarmu di sana, ada beberapa kamar lain tapi tak kami buka, karena memang tidak ada penghuninya, kau tinggal sendirian di sini, tapi akan ada orang yang mengantar makanan, tapi kau akan tetap sendirian, berlatih dan mengumpulkan energi.
Ayi akan memberimu banyak peralatan untuk kau berlatih dan meningkatkan energi, kalau kau butuh aku, kau katakan pada orang yang mengantar makanan, aku akan datang.”
“Dokter Adi, terima kasih, sampaikan terima kasihku pada Ayi, terima kasih karena mau menjadikan aku pasukannya juga. Aku sangat menghargai itu.”
“Aku akan sampaikan, mungkin jika dia bermurah hati, dia akan menemuimu.”
“Tidak perlu jika kondisi Ayi lemah, aku akan teguh di sini dan membantu semampuku.”
“Ya, kau harus, karena Ayi sudah memberimu kesempatan untuk menjadi pasukannya.” Dokter Adi pamit dan hari ini akan menjadi hari pertama Alka menjadi pengabdi ....
...
“Hujan turun, Alisha, Hartino, Dokter Adi dan juga Jarni berlindung di sebuah gua.”
“Kita akan menemukan mereka, kita akan menemukan mereka.” Alisha menenangkan Jarni yang terus memandang ke luar gua, dia sangat khawatir pada Ganding dan Aditia.
“Aku tidak bisa merasakan energi mereka.” Jarni memeluk Alisha.
“Aku juga bahkan tak bisa merasakan energimu saat ini, energi kita tertutupi oleh energi AKJ, makanya begini, energi AKJ terlalu kuat, jadi kita tak bisa saling mendeteksi.”
“Ya aku tahu, tapi ....”
“Kita sudah melalui banyak hal Jarni, kita sudah bisa melewatinya bersama, kita akan terus bersama hingga waktunya tiba. Kita tak meninggalkan mereka, tapi kita perlu menghindari bahaya, ingat, hidup dan mati bersama, itu takkan pernah berubah, kalau kita masih hidup, artinya, mereka juga masih hidup, itu yang harus selalu kau pegang.” Alisha tetap memeluk Jarni saat mengatakan itu.
Dia menempatkan dirinya sebagai pengganti kakak tertua, yaitu Alka, dalam keadaan begini dia perlu menenangkan Jarni, walau dalam hatinya, begitu takut kalau Ganding dan Aditia celaka, tapi dia perlu semua orang tenang dulu.
Sementara Dokter Adi sedang diberikan energi oleh Karuhunnya, lukanya tidak bisa disebuhkan karena tak ada obat-obatan dan juga tak ada teh Tirta Amerta untuk menyembuhkan luka dengan sekejap luka apapun kecuali kematian.
Karuhun Dokter Adi hanya memberinya energi agar tetap bertahan dalam sakit yang luar biasa ini, tubuhnya menderita beberapa cabikan dan gigitan karena diserang ruh tersenyum saat bertarung bersama Aditia beberapa saat lalu.
Dia memang bukan petarung yang handal seperti Aditia dan kawanan, tak heran dengan musuh banyak dan kuat dia terluka paling parah.
“Kita tunggu sampai pulih dan terasa tenang, kita akan cari Adit dan juga Ganding.”
...
“Kenapa Adi tak juga sampai?” Ayi bertanya pada Hanif, mereka sedang berdiskusi di aula AKJ.
“Mungkin sulit membujuk Aditia datang tanpa Alka.”
“Tapi ini sudah lama, sudah satu minggu bukan?” Ayi bertanya lagi pada Hanif.
“Mereka sangat solid Ayi, sulit memisahkan mereka.”
“Aku akan menemui Alka dengan lepas raga, aku ingin tahu, kenapa mereka lama sekali.”
“Tidak bisa, tubuhmu lemah, kau tak bisa seenaknya lepas raga. Lalu, kau tidak boleh keluar dari AKJ, AKJ tempat teraman, apalagi sukmamu, kalau kau ditangkap bagaimana? bukankah kau tahu musuh kita sangatlah kuat karena tak terlihat.” Malik menolak Ayi untuk lepas raga lagi.
“Ini aneh, terlalu lama Malik.”
“Aku yang akan pergi mencari mereka.”
“Aku akan ikut.” Hanif memberi ide.
“Tidak, kau jaga istri dan anakku, aku tidak bisa membiarkan Ayi sendirian di sini.”
“Baiklah.” Hanif sebenarnya lebih khawatir kalau adik tirinya akan terluka, karena kekhawatiran Ayi adalah insting yang sangat kuat, tapi kalau Adi terluka, harusnya dia bisa memberikan sinyal permintaan tolong dari energi batinnya, tapi ini tak ada sinyal sama sekali, makanya keraguan Ayi bisa dibilang sebagai insting seorang Ratu kepada orang kepercayaannya.
Malik akhirnya bersiap untuk menyusul semua orang yang seharusnya sudah sampai itu, setelah seminggu mereka tak kunjung tiba.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
disda
kenapa Alka menyebut kakaknya dengan nama. biasanya Alka cuma bilang kakakku... apa Alka sdh curiga?
2024-01-02
0
Ria Handini
ayo Malik temukan alka dulu + kawanan. semoga alka segera sadar kalo sedang di tipu daya oleh musuh Ayi.
2023-08-30
0
Mumtaz Zaky
duh aq ko deg²an bgt ya thor,,, duh musuh'y ga kaleng² ini mah,, mudah²an mereka bisa,, Alka semoga kamu cepet sadar dari pengaruh jahat mereka,,, kekuatan mu sedang di manfaatkan orang jahat,,, sedih thor akoh😭😭😭😭
2023-08-29
1