Aam telah datang ke apartemen itu, Dokter Adi, Pak Hanif kakaknya Malik sekaligus adik ipar Ayi, karena dia sudah menikah dengan adiknya Ayi dan tentu saja Malik.
Mereka sudah mengumpulkan semua materi untuk merapatkan yang terjadi beberapa malam lalu.
Sementara Pram ada di ruang bermain, dia ditemani oleh asisten rumah tangganya yang bisa melihat masa depan itu.
“Aku sudah melacak semua identitas para tetua, tak ada yang terlewat, aku pastikan semua kerabat tetua tidak akan bisa menyentuhmu Ayi.” Aam geram melihat betapa babak belurnya wajah Ayi, tanda atas mengalahnya Ratu tersebut dari serangan ruh nenek-nenek yang ketika mayatnya ditemukan di dalam apartemen karena Seira menelpon Polisi, mayat itu membusuk sangat cepat, karena kematiannya sebenarnya bahkan belum satu harian penuh.
“Dia menggunakan identitas milik orang lain, nenek dengan identias yang dia gunakan, sudah meninggal dunia di rumah anaknya, lalu identitasnya digunakan oleh nenek penyusup itu dan entah bagaimana caranya, dia berhasil membuat lubang pada apartemen kita.” Malik menjelaskan, mereka bicara di ruang tamu, tempat yang sering dijadikan ruang meeting mendadak.
“Lalu Raden dan Panglima bagaimana?” Pak Hanif bertanya.
“Masih belum aku bisa deteksi keberadaannya, kemungkinan mereka terjebak di zona ghaib buatan juga, kalau Pram punya gelang yang bisa aku deteksi walau agak sulit dan samar, aku masih bisa melacaknya, sedang dua kucing besarku itu hanya punya insting dan kemampuan mencium energiku. Aku yakin, dua Karuhunku pasti dipancing dengan energi atau wangiku, hingga mereka terjebak di zona itu. Aku akan menemukannya, cepat atau lambat, mereka Karuhun tua, tak mungkin bisa dikerjai dengan mudah. Kita akan tunggu sampai dua hari ini, kalau Karuhunku tak kembali juga, aku pastikan, akan aku buka seluruh zona ghaib di dunia ini.” Ayi meminum kopinya, tentu kopi tanpa kafein yang memang diperuntukkan untuk mereka yang tetap ingin minum kopi, tapi tak boleh mengkonsumsi kafein berlebihan.
“Mengapa setelah 5 tahun ini? kenapa tak saat Malik di penjara dan akhirnya Ayi sendirian tak punya orang yang melindunginya 24 jam, kenapa sekarang?” Pak Hanif bingung.
“Karena saat ini adalah kondisi terlemah Ayi, bayi perempuan kami ketika lahir kemungkinan adalah Kharisma Jagat Agung wanita pertama, kau tahu kan bahwa Kharisma Jagat Agung hampir selalu laki-laki dan Kharisma Jagat Agung wanita, kemampuannya setara dengan Ayi Tirung, atau Ayi yang lahir di antara 2 Ayi Mahogra yang sudah dan akan lahir. Mereka mengincar nyawa istri dan anakku, karena kalau anakku lahir, mereka takut kalau kekuasaan Ayi Mahogra akan semakin luas, karena kepemimpinan yang sangat tinggi ilmunya. Ketika Ayi Mahogra dan Kharisma Jagat Agung setara Ayi Tirung berada di zaman yang sama. Mereka takut, takut kalau Ayi Mahogra mungkin akan menguasai seluruh dua alam ini dan mengambil kekuasaan jin-jin pemimpin lainnya.” Malik menjelaskan dengan geram.
“Jadi maksudmu, kemungkinan musuh kita saat ini, bukan hanya para sekutu tetua yang mungkin masih berkeliaran di luar sana karena sempat kabur, tapi juga jin penguasa alam lain yang tidak mau Ayi sampai memimpin dan semua jin takluk padanya?” Pak Hanif mengusap wajahnya karena ini bukan hal yang sederhana.
“Tapi Malik, apakah kau yakin kalau kelahiran Kharisma Jagat Agung di zaman ini? di rahim Ayi? Karena kalau benar, maka, ini akan sangat bahaya.”
“Panglima mengatakan bahwa, anak ini kemungkinan Kharisma Jagat Agung, tak heran, karena kehamilan anak ini terasa berbeda, sejak di minggu pertama bahkan dia sudah menguras seluruh energiku, kau tahu kan, hamil Pram aku tidaklah lemah dan semakin kuat, karena Pram tida menyerap energiku, sedang anak ini berbeda, dia menyerap energiku dengan sangat intens, terkadan malah aku tidak bisa bangun sama sekali.” Ayi tidak bermaksud mengeluh, tapi ini masalah yang harus dibahas.
“Maka kau tidak bisa tinggal di sini lagi Ayi, kau harus pindah ke AKJ, terlalu bahaya jika kau di sini, sedang AKJ jauh lebih aman, karena tidak ada yang bisa masuk selain atas izinmu.” Dokter Adi memberikan solusi.
“Aku memang berencana pindah, tapi nanti saat kelahiran anak ini sudah dekat, kau tahu kan kalau aku juga sering bolak-balik ke sana jika memang ada kelas yang harus aku isi untuk para keturunan Kharisma Jagat itu, tapi ... untuk tinggal, aku tidak yakin Adi, karena ... aku akan membawa musuhku untuk membahayakan anak-anak itu kelak.”
Dokter Adi terdiam, dia tak memikirkan sejauh itu.
“Walau begitu, tak ada tempat yang lebih aman dari AKJ, maka untuk memastikan kau baik-baik saja, aku, Aam dan Adi harus tinggal di sana juga, kita harus melindungi Ayi sampai waktu kelahiran tiba.” Pak Hanif kali ini yang berbicara.
“Aku tidak masalah, bisnisku bisa ditinggal, lagi pula aku bisa menyuruh jinku untuk menyamar jika ada pertemuan penting, untukku, kakakku lebih penting dari apapun.” Aam meyakinkan Ayi kalau mereka akan melindunginya.
“Dan satu lagi, memanggil kawanan, mungkin itu juga perlu dipertimbangkan, bukankah kau bilang bahwa kawanan memang dipersiapkan untuk menjaga benteng pertahanan kita? bukankah Mulyana sudah menulis surat wasiat itu karena percaya akan kehadiranmu sebagai Ayi akan memimpin seluruh Kharisma Jagat di bekas tanah Pasundan ini?” Malik mengingatkan.
“Aku belum siap Malik, aku belum siap melihat mereka menjadi pasukan Kharisma Jagat, aku takut.” Ayi tiba-tiba merasa sangat khawatir.
“Mereka sudah sangat siap! Aditia bukan pemuda yang datang dengan Alya dan ketakutan karena dikejar Begu Ganjang, tidak Ayi! Kawanan sudah sangat berkembang pesat ilmunya, semua tempaan itu, kasus Mulyana yang akhirnya mereka selesaikan, bukankah kau bahkan memerintah para pasukan kepercayaan kita untuk menilai kemampuan kawanan setiap saat? Kau bilang bangga pada kawanan karena selalu solid menyelesaikan masalah dan akhirnya berhasil, maka sudah waktunya mereka bergabung, Ayi.” Malik memaksa, karena Ayi selama ini selalu ragu memanggil kawanan untuk tinggal di AKJ dan mulai menyelesaikan kasus atas nama Pasukan Kharisma Jagat, bukan atas nama kawanan lagi.
Ayi ragu karena takut, takut kalau masalah di AKJ akan jauh lebih berat dan mungkin akan mencelakai mereka. Seolah kasus yang ditangani kawanan sangatlah mudah selama ini, padahal hampir mengancam nyawa juga, walau dalam pengawasan Ayi, tapi tetap Ayi tak ikut campur kecuali pada beberapa kasus yang buntu.
Sementara di tempat lain, para kawanan yang baru saja merencanakan untuk mengunjungi paman Aep, sedang beristirahat di markas ghaib setelah membahas kasus itu.
“Jadi, bagaimana mana dengan purnamanya, Dit?” Alka bertanya, mereka semua sedang di ruang tamu menikmati camilan buatan Alisha dan Jarni. Bakwan dan pisang goreng serta kopi hitam, apalagi memang?
“Hanya pagar ghaib rumahku saja yang ada bekas pembobolan, tapi tak tembus, abah sudah memperbaikinya.” Aditia menjawab.
“Kenapa dengan purnama?” Ganding bertanya.
“Bulan purnamanya kemerahan,.” Alka yang menjawab.
“Mana?” Ganding tan Hartino terlihat bersemangat hendak ke luar untuk membuktikan perkataan Alka.
“Tidak bisa, hanya Kharisma Jagat yang bisa melihat, aku saja tak bisa. Kita kan nggak ada yang Kharisma Jagat.” Alka mengatakan itu agar mereka paham.
“Oh, begitu.” Ganding kecewa.
“Tapi Dit, memang biasanya bulan purnama memerah itu tanda apa? hingga kau khawatir?” Ganding masih tertarik.
“Tak ada yang pasti, sama seperti dunia ghaib, banyak hal yang mungkin terjadi, bisa saja peperangan antar dua dunia, konon katanya, perang Ayi Mahogra dengan para tetua itu, sudah diramalkan waktunya oleh banyak Kharisma Jagat karena beberapa dari mereka melihat bulan purnama yang memerah.” Aditia menjawab.
“Selain peperangan?” Hartino kali ini yang bertanya.
“Kesialan, pemberontakan atas sebuah kerajaan yang dipimpin Ayi, tapi kan sekarang tak ada pihak oposisi, jadi tak mungkin ada pemberontakan, semua antek tetua kan sudah dipukul mundur Ayi, jadi tak mungkin itu.”
“Oh, lalu apa lagi?” Alisha ikut penasaran.
“bisa jadi juga, penanda atas setiap bayi Kharisma Jagat yang akan dilahirkan, kelak bayi itu akan dicelakai, tapi biasanya bulan purnama muncul pada setiap perkembangan bayi di perut ibunya itu, jadi penandaan ini dilakukan agar jin yang akan mencelakai tahu jalan menuju bayi itu.”
“Wah, Dit, ini berarti sama dengan kisah busuk para tetua yang mencelakai anak-anak hasil pernikahan yang tidak mengikuti jodoh adat. Yang Mudha Praya musuh dari Ayi Mahogra itu siasatkan dengan para pendahulunya kan?”’ Ganding menarik kesimpulan.
“Ya, benar, bisa jadi begitu.”
“Apakah masih ada orang yang dikerjai karena tak menikah dengan jodoh adat, Dit? Kasihan sekali jika membayangkan hal itu, rasanya aku tak tega, seumur hidup dia harus was-was.” Hartino yang berhasil menikah dengan wanita yang dia cintai, tentu sulit memaklumkan hal seperti itu.
“Itu yang terjadi pada keluargaku bukan? ayahku menyembunyikan ibu, aku dan Dita untuk melindungi kami, agar para tetua tak bisa menyentuh kami, makanya dia selalu menyembuyikan identitas aslinya agar tidak pernah bisa dilacak, tentu dengan memagari rumah dan tubuh kami, kami selalu selamat dari incaran Mudha Praya dan anteknya. Aku tak terbayang, bagaimana ayahku ketakutan kalau kami akan dicelakai setiap harinya, aku sekarang menjadi semakin paham, bahwa keputusan ayah untuk menyembunyikan identitas dan tidak membiarkan kami, tahu identitas aslinya adalah untuk mengulur waktu, karena mungkin dia yakin Ayi akan memenangkan pertempuran itu dan keyakinan ayah tak sia-sia, Ayi memang menang. Hingga sekarang siapapun bisa menikah dengan orang yang dia cintai dengan bebas.” Aditia melirik ke arah Alka, seolah perkataannya penuh dengan maksud tertentu.
“Ya, Ayi berhasil, dia memang wanita yang sangat hebat,” Alka memujinya. Tak paham arah omongan Aditia.
Tapi mereka tak tahu bahwa peperangan yang terdahulu hanyalah awal dari serangkaian pertempuran yang mungkin masih panjang dan tiada habisnya.
Karena saat ini, mereka menghadapi musuh yang tak terlihat dan mungkin masih memegang teguh tentang jodoh adat yang harus dijankan hingga saat ini.
Ayi Mahogra dan bayi dalam kandungannya sungguh dalam bahaya yang sangat besar, mampukah mereka melindungi Ratunya para Kharisma Jagat itu dan melaksanakan tugas mereka sebagai Pasukan Kharisma Jagat?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Yosephine Simarmata
Berarti kemungkinan dari kata2 ayi di angkot jemputan mengenai Alka dan Adit yang akan menjaga AKJ itu akan segera kenyataan...terasa di buku ini lebih seru lagi kasus2nya. Mantap.../Grin/
2024-04-07
0
Darnisah Isda
adakah cara supaya Adit bisa menikah sama Alka yg separuh jin dan manusia?
2023-12-13
0
Silvi viranda
ah alka gk peka
2023-10-04
0