Pada satu titik di mana Aditia sedang memapah Dokter Adi bersama Karuhun Dokter Adi, kawanan tiba-tiba datang dengan posisi yang sama, yaitu saling berlari.
Jarni yang melihat Aditia kesulitan berlari sambil memapah Dokter Adi, langsung memasang kuda-kuda dan membuat gelembung perlindungan pada Aditia, pagar yang sulit ditembus.
Ganding dan Hartino memperhatikan, tiba-tiba sosok peniru yang meniru Jarni dengan jumlah yang cukup banyak keluar dan melakukan gerakan yang sama, memberikan perlindungan pada Aditia hingga perlindungan itu semakin tebal, membuat para penyerang dengan senyuman lebar yang menyeringai bermaksud menyerang Aditia dan Dokter Adi tidak bisa menyentuh mereka lagi, Jarni membuat para Peniru jadi mau tidak mau melindungi Aditia, karena dia kan peniru, melakukan apapun yang dilakukan oleh orang yang ditiru, ini menjadi keuntungan secara seketika.
Saat menjaga gelembung perlindungan itu tetap utuh, Jarni memberi kode pada Alisha untuk memukul Hartino, Alisha bingung tapi ketika Jarni melirik ke arah Aditia, Alisha baru paham.
Alisha memukul Hartino dengan sekuat tenaga, hingga Hartino pingsan. Ganding melihat apa yang dilakukan Alisha juga jadi paham, karena seketika semua peniru yang meniru Hartino ikut jatuh pingsan dan tak bangkit lagi, mereka putus koneksi dengan orang yang ditiru hingga menjadi lenyap. Ya, ruh-ruh peniru itu menjadi lenyap karena putus koneksi.
Alisha lalu dimukul Ganding dengan kencang hingga dia pingsan, lagi-lagi para peniru Alisha juga ikut lenyap, sementara Aditia dan Dokter Adi masih terus diserang oleh ruh yang terus tersenyum menyeringai itu tanpa ampun, tapi perlindungan gelembung pagar Jarni tidak bisa ditembus, bagaimana tidak, ada belasan Jarni peniru yang melakukan hal yang sama juga.
Selesai dengan Alisha lalu Ganding memukul Jarni hingga pingsan agar para ruh peniru Jarni juga ikut lenyap seketika Jarni pingsan dan memutus koneksi peniruan.
Karena Jarni dan para peniru Jarni pingsan, maka gelembugn pagar perlindungan yang Jarni buat juga ikut lenyap, saat itu terjadi, Aditia telah menepikan Dokter Adi agar aman dan tak lama kemudian, Ganding dan para peniru dirinya yang jumlahnya mungkin sama banyak dengan jumlah ruh yang tersenyum menyeringai itu ikut menyerang untuk membantu Aditia, ruh peniru Ganding itu mengikuti gerakan Ganding yang menghajar musuh Aditia itu, dia memanfaatkan musuh menjadi sekutunya, maka pertarungan ini menjadi lebih adil.
Aditia bertarung dengan sangat gagah, dia menggunakan tombaknya sesekali dia lempar, sesekali dia tusukkan dan sesekali hanya dia putarkan saja untuk membuat ruh jahat itu akhirnya terhempas oileh tombaknya.
Sementara Ganding menghajar mereka dengan senjata trisulanya, para peniru memiliki senjata yang sama dan menyerang secara brutal musuh Aditia.
Tak lama kemudian, ruh penyeringai itu akhirnya tumbang semua dan lenyap tertiup angin.
Aditia lalu buru-butu memukul Ganding agar dia bisa putus koneksi dengan para ruh peniru itu, seketika peniru Ganding lenyap.
Tersisa Aditia dan Dokter Adi serta tubuh kawanan yang pingsan.
“Bagaimana mungkin kita diserang bahkan sedekat ini dengan AKJ.”
“Tidak, kau salah, kita disasarkan oleh jin yang suka buat orang tersesat, hutan ini tiruan juga Dit, sama seperti ruh para peniru itu.”
“Hah? Bagaimana bisa kau disesatkan, bukankah kita tak melihat pakai mata, tapi Kharisma Jagat itu merasakan energi, bukankah penuntunmu adalah energi hutan lalu AKJ?” Aditia bingung dengan perkataan Dokter Adi yang mengaku disesatkan.
“Bukankah sudah kuberitahu bahwa bahkan Panglima dan Raden saja bisa tersesat di AKJ duplikat? Maka bisa jadi hutan ini juga duplikasi dari hutan asli AKJ. Mereka takkan bisa sedekat ini dengan AKJ, karena Ayi pasti bisa merasakannya.” Dokter Adi menjelaskan.
“Sungguh sangat tinggi ilmu musuh Ayi Mahogra.” Aditia baru ingat kalau kemarin dia sudah diceritakan soal AKJ yang duplikat itu.
“Bangunkan selutuh temanmu, kita perlu keluar dari hutan dan segera masuk ke AKJ. Aku takut mereka sengaja mau hadang kita agar Ayi kekurangan orang untuk melindunginya.” Dokter Adi memerintah dan Aditia patuh.
Dia membangunkan kawanan dan setelah semua terbangun, mereka mencari jalan keluar dari hutan itu saat keluar dari sana, Dokter Adi terlihat bingung.
“Angkotmu mana? Mobilku mana?” Dokter Adi terlihat bingung.
“Aku tidak bisa merasakan energi yang dibuat oleh Jarni di angkotku, dia membuat pagar perlindungan di angkot itu agar ruh jahat tidak bisa seenaknya menyerang. Tapi aku bahkan tidak bisa merasakan sedikit saja energi angkot itu.”
‘Serius Dit?” Hartino terlihat terkejut.
“Ya, aku serius!” Aditia mengukuhkan keyakinannya kalau dia tak bsia merasakan energi itu.
“Bisakah kau melesat ke atas dan lihat, arah mana yang harus kami lewati untuk bisa menemukan AKK?” Dokter Adi meminta Karuhunnya untuk melayang ke atas dan melihat dari atas arah yang tepat.
“Bah, tolong pergi bersama Karuhunnya Dokter Adi untuk melihat dari atas.” Aditia juga memerintah Karuhunnya, dua Karuhun itu patuh.
Sedang semua orang melihat dari bawah arah yang akan ditunjukkan dua jin yang hebat itu.
Tapi belum juga jauh melayang, tiba-tiba mereka jatuh lemas.
“Ada apa Bah?” Aditia memegang ruh Abah Wangsa dan bertanya, sementra karuhun Dokter Adi juga jatuh lemas.
“Kami tidak bisa menembus ke atas, ada semacam perisai yang sangat tebal dan kuat.” Abah Wangsa menunjuk ke atas, satu hal yang baru mereka sadari, ternyata langitnya berbeda, itu bukan langit pada umumnya, itu perisai yang dibangun dan sepertinya anti … Karuhun. Karena Abah dan Karuhunnya Dokter Adi langsug jatuh lemas begitu menyentuh perisainya.
Aditia mengambil ancang-ancang sebelum dia melempar tombaknya, setelah siap, dia melempar tombaknya dengan sekuat mungkin agar bisa menyentuh perisai yang abah katakan itu. Tapi sayang, tombak itu jatuh kembali ke Aditia, perisai yang sungguh hebat. Adiita Bergumam.
“Kita dikurung.” Ganding baru menyadarinya.
“Apa kau bilang?” Aditia terkejut, tapi itu masuk akal.
“Sejak kapan kita masuk ke sini dan kenapa tak ada satu pun dari kita yang sadar?”
“Karena tumpang tindih energi, Nding. Kalian terbiasa tidak merasakan energi satu sama lain ketika datang ke AKJ karena energi AKJ yang begitu tinggi, kalian jadi lupa bagaimana mengidentifikasi energi hutan ini, aku pun terkecoh karena hutan ini memiliki energi yang sangat mirip dengan energi hutan AKJ, tapi apapun itu, kita harus terus bergerak karena akan bahaya kalau kita sampai terjebak terlalu lama di sini.” Dokter Adi mengingatkan.
“Baiklah, kita mulai menyisir hutan ini agar bisa keluar dan menemukan AKJ yang sesunggunya.” Aditia memberi semangat, yang lain terpaksa semangat, karena jujur mereka lelah sekali.
Mereka terus berjalan sambil memastikan satu sama lain tetap saling melihat, agar tak ada yang hilang lagi.
Sementara mereka menyusuri hutan agar bisa keluar, rombongan Dokter Adi mengikuti dari balakang.
Apakah benar mereka semua bisa pulang?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
MasWan
pasti bisa,,, dimana itu gelap pasti ada titik terang
2023-09-12
1
Mumtaz Zaky
pasti bisa, kalian kan hebat
2023-08-29
0
Arsyilla Maharani
Alka menjadi penolong nanti nich
2023-08-27
0