“Pantas saja mereka tak pulang, tepatnya ….”
“Tak mau pulang.” Malik menambahkan.
“Bagaimana mungkin mereka bisa membuat tempat tiruan dengan sebaik ini, bahkan energi dan udaranya benar-benar sangat mirip, serupa tapi tak sama, hanya aku yang bisa membedakannya, karena aku tahu, ini negeri bayangan!”
“Purnama keenam, mereka menunggu purnama itu dan membuka gerbang ghaibnya, zona ghaib yang dibangun sangat mirip dengan AKJ, berapa banyak lagi di dalam sana yang telah mereka kelabui?” Malik dan Ayi bersiap, bahkan hutannya sungguh sangat mirip.
Ayi masuk, ada dua penjaga yang sama persis menjaga AKJ, yang berbeda hanya …
“Siapa kalian!” Mereka tak mengenali ratu pemilik bangunan aslinya, karena ini hanya replika.
“Serang aja langsung, apapun dan siapa pun yang kalian lihat, serang saja langsung, energiku sama, wajahku sama, tapi mereka bahkan tak terkecoh dengan keaslianku, artinya, mereka semua tahu energi milikku lebih besar dan berbeda, walau sedikit.” Ayi memerintah dan yang lain akan menurutinya.
Malik menyabet pedang pada leher salah satu penjaga, sementara maung milik Hanif menggigit perut jin yang menyerupai penjaga itu, seketika, musnah, ternyata dua makhluk ini hanyalah tipu muslihat, bahkan bukan jin yang menyerupai, pantas saja mereka tak bisa menangkap kehadiran sebagai entiti yang merupakan pemilik bangunan ini.
“Hanya tipu muslihat, kemungkinan semua yang di dalam hanya tipu muslihat, maka tak akan bisa menyerang, jangan gunakan tenaga kita untuk yang sia-sia.
Ayi dan semua yang dia bawa masuk ke dalam AKJ, penuh banyak makhluk, ada manusia ada jin, seperti layaknya AKJ yang sedang beroperasional, ada pelatihan, ada kelas tapi tak ada yang menyadari kehadiran Ayi, jelas ini hanya tipu muslihat, tapi bahkan mata Ayi bisa melihat itu dan hampir percaya bahwa ini AKJ yang asli, tapi energi yang terasa berbeda, hanya Ayi yang mampu merasakannya.
Kalau Ayi hanya menggunakan mata saja sebagai penglihatan dunia AKJ ini, maka dia akan tertipu, tapi dia menggunakan seluruh panca inderanya sebagai Ayi Mahogra, maka dia merasakan energi pembentuk yang berbeda.
Kalau AKJ dibentuk oleh energi milik Ayi, Malik, Raja Bapati, Nyai Jasmine, Hanif, Aam, Adi dan beberapa sekutu lain, energi yang bercampur itu menjadi energi yang menjaga AKJ dengan kekuatan maha dasyat.
Tapi tempat ini memang memiliki energi yang mirip tapi dalam skala yang tidak terlalu tinggi, tak heran kalau dua karuhunnya tertipu, pasti karena mereka merasakan energi dari AKJ tiruan ini dan mengenali energi itu sebagai energi AKJ walau energi itu tak sempurna.
Pernahkan kalian datang ke suatu tempat, mencium aroma tempat itu lalu menaruhnya di memori otak kalian, lalu pergi dari tempat itu, lalu secara tak sengaja mencium aroma tempat itu di tempat lain, maka otak kalian langsung memanggil memori itu akibat rangsangan aroma yang kalian hirup, sehingga mengenali tempat lain itu sebagai tempat yang pernah kalian datangi, walau mungkin kalian belum pernah ke sana, tapi aromanya membuat kalian ingat tempat lain dengan aroma yang sama. Itu semua adalah bagaimana cara otak mengenali suatu tempat dari aromanya, bukan aromanya yang mengingatkan kalian, tapi memori yang dipanggil otak dan membuat otak kalian mengaktifkan panca indera dari rangsangan aroma tersebut.
Maka itulah yang terjadi pada dua karuhun Ayi, mereka terjebak di sini karena memori dari ingatannya tentang energi pembentuk tempat ini walau energi itu tak sempurna, karena mereka tentu saja tak setinggi Ayi ilmunya dalam mengenali energi, itulah kelebihan ratunya Kharisma Jagat.
Ayi dan Malik terus masuk ke AKJ, walau tempat ini adalah bayangan atau replika, tapi denah lukasi AKJ sudah dihapal Ayi di luar kepala.
Ayi langsung menuju aula besar tempat banyak pertemuan terjadi, tempat itu memang dipersiapkan untuk pertemuan besar.
Ayi masuk dan seketika melihat dua karuhunnya sedang berdiri mematung.
“Tipu muslihat,” Ayi berkata.
“Hati-hati,” Malik kali ini yang berkata.
Ayi mendekati dua karuhunnya, lalu menepuk tubuh dua karuhun itu, seketika Panglima dan Raden seperti terbangun dari tidur dalam keadaan mata terbuka, begitu melihat Ayi, mereka berdua langsung menyerang Ayi.
Ayi yang mendapat serangan, langsung menghindar, Malik mencoba menghalau dua karuhun itu dibantu oleh maung Hanif dan juga Cula Bagong milik Aam.
Malik terus saja mencoba menahan Panglima yang menyerang Ayi tanpa ampun, mata mereka menyalang dan terlihat sungguh-sungguh ingin mencelakai Ayi.
“Jangan gunakan pedang Malik, jangan sakiti dua karuhun setiaku.” Ayi berkata di belakang Malik, dia lalu berlari dari punggung Malik, berbalik arah ke punggung Panglima, mengeluarkan Karembo Hejo dan menutupinya dengan kain itu, setelah kain itu secara sempurna menutupi tubuh Panglima, Ayi melompat ke punggung Panglima dan berkata pada kupingnya, ”bangunlah, aku tuanmu!” Ayi berteriak, Panglima mendengar itu dan merasakan energi Ayi yang begitu tinggi karena tertutupi karembo hejo milik Ayi, tersadar.
Ayi mengenakan jubahnya, hadiah dari Raja Bapati, kakak angkatnya, setelah itu dia menarik karembo hejo dari tubuh Panglima, melempar karembo hejo itu ke tubuh Raden, macan putih dengan suara imut itu dan selanjutnya melakukan hal yang sama, meneriakinya untuk bangun. Raden terbangun, matanya tak menyalang lagi.
Dua karuhun itu tersadar.
“Keluar dari sini, aku akan hancurkan zona ghaib ini segera setelah kita keluar.” Ayi memerintah, Malik dan yang lain menurut, termasuk dua karuhun yang baru saja kembali sadar, mereka berlari, tapi saat berlari, ada pemandangan yang berbeda, semua tipu muslihat itu, para murid manusia dan karuhun yang sedang berlatih, sudah tak ada berganti dengan ruh manusia-manusia yang lepas raga, beberapa wajahnya cukup dikenali oleh Ayi, antek para tetua yang kabur dari peperangan itu.
“Mau kemana Ayi? Ini kan kerajaanmu, kau seharusnya di sini.” Setelah mengatakan itu, mereka membaca mantra, mantra yang Ayi tidak kenali.
“Mereka membaca mantra yang sama ketika menangkapku dan Raden, itu mantra pengikat ruh Ayi, hati-hati, mereka memanfaatkan efek purnama dan juga kehamilanmu, mereka mencoba untuk menipumu di sini.” Panglima berkata.
“Apa mereka sudah gila dan bodoh, peperangan saja tak bisa menghentikanku.” Ayi bersiap dengan kujangnya, dia memerintah untuk menyerang, karena tak ada peraturan untuk menghajar musuh.
Malik lalu menebaskan pedangnya pada para jin yang berdiri di belakang manusia laknat itu, manusia yang juga lepas raga karena energi ruhnya sama dengan mereka, hanya saja tingkatan ilmu berbeda.
Maka di mana tubuh itu ditinggalkan, jika ruhnya telah dihabisi Ayi dan sekutunya, tubuh yang tertinggal akan menjadi tubuh pesakitan karena salah satu sukmanya telah musnah.
Sama saja mengantar nyawa.
Ayi menyerang satu-persatu manusia lepas raga itu dengan kujangnya, dia menyerang mereka dengan menebas leher pada satu jiwa, perut pada jiwa yang lain dan menendang kepala ruh hingga terlepas dari tubuh ruhnya, satu kali serang tiga jiwa musnah.
Hanya butuh waktu sebentar mereka semua habis, antek-antek yang berharap menang tapi kalah lagi dan lagi, percuma mereka membangun AKJ bayangan semirip ini, mungkin bisa mengelabui karuhunnya dan mereka berharap bisa mengelabui banyak lagi, tapi tak berhasil pada ratunya AKJ, pemilik Kerajaan mana mungkin tak mengenali bangunannya sendiri.
Setelah habis, Ayi dan semua yang dia bawa keluar dari AKJ palsu dan kembali mendekati kabut, saat dirasa sudah cukup jauh, Ayi lalu membuat kuda-kuda dan menginjak bumi sebanyak 11 kali, membaca mantra penghancur zona ghaib dan … hancur! AKJ bayangan dan sukma yang dimusnahkan di dalamnya, semua hancur seketika.
Ayi dan rombongan kembali ke rumah, masuk ke tubuh mereka dan ketika dia kembali ke tubuhnya, rasa sakit tak terkira dia rasakan, rupanya kehamilan ini memang sangatlah berat, karena begitu sukmanya pergi sebentar, tubuhnya semakin sakit dan ketika sukmanya kembali, ruh ikut merasakan betapa sakitnya tubuh lemah ini, Ayi berbaring, berbeda sekali dengan ruh yang bertarung tadi.
“Ayi, maafkan aku karena tadi aku menyerangmu.” Panglima membungkuk di hadapan tuannya yang berbaring di sofa.
“Apa yang terjadi?” Malik bertanya, sementara Raden tertidur, mungkin dia sangat lelah.
“Malam itu aku dan Raden di panggil ke AKJ, tentu saja aku dan Raden langsung ke sana, begitu tiba di sana, aku melihatmu sedang duduk di kursimu, di aula itu, lalu kau memerintah untuk menjaga AKJ, karena ada penyerangan yang dasyat malam itu, makanya kau ke AKJ tanpa kami ketahui, aku melihatmu sungguh khawatir, lalu aku memintamu untuk istirahat di kamar milikmu di AKJ itu, kau menurutiku tapi memberi pesan sebelum pergi ke kamarmu, katamu, nanti akan ada banyak tipu muslihat, mungkin akan ada yang menyamar sebagai Ayi, tapi Ayi yang menyamar itu kemungkinan takkan bisa menyamar dengan sempurna karena tubuhnya sedang hamil seperti Ayi. Ayi yang datang ke sini dengan kondisi tak hamil, itu sudah pasti Ayi yang palsu. Aku dan Raden yakin akan wejangan itu dan mulai bertarung dalam penyerangan yang dikatakan Ayi palsu. Aku dan Raden terus bertarung entah untuk berapa lama, hingga tiba-tiba kau menepuk tubuhku, karena ingat akan ada kau yang menyamar menjadi Ayi tapi dengan tubuh yang tak hamil, aku yakin kau adalah Ayi yang palsu, maka aku menyerangmu dengan brutal, maafkan aku. Raden juga meyakini hal yang sama Ayi.”
“Jadi begitu cara mereka menahanmu dan akhirnya menyerangku, tapi Panglima, bukankah kau tahu, secara teknis, jika saja aku lepas raga, maka ruhku tidak akan dalam keadaan hamil, karena yang hamil adalah raga, bukan jiwa.”
“Ya, aku salah Ayi, aku percaya Ayi sedang dalam bahaya karena setelah lima purnama itu, kita terus bertarung melawan mereka semua, hingga ketika ada yang menyamar sepertimu, aku tidak lagi sangsi dan langsung yakin, apalagi itu di AKJ.
“Sebentar, jadi kau berlari sendiri ke AKJ bayangan itu? Bukan diarahkan ke sana?” Ayi bertanya.
“Ya, kami berlari sendiri ke AKJ, kenapa?” Panglima bingung.
“Lalu kenapa kalian bisa salah dan akhirnya sampai ke AKJ bayangan, bukan AKJ asli, apakah?”
“Ada yang membangun jembatan Ayi, ada yang membangun jembatan di dekat AKJ asli, kita harus cari, kemungkinan saat Panglima dan Raden berjalan ke arah AKJ, mereka langsung ditipu dan akhirnya berbelok ke jembatan itu dan bukannya ke AKJ asli malah ke AKJ bayangan, berarti kemungkinan ada pengkhianat.” Malik menyimpulkan.
“Purnama memang benar-benar membuat kita menjadi kacau, purnama yang berhasil membuat energiku terasa di dalam AKJ bayangan itu, purnama membuat energi ghaibku berpendar ke banyak arah, karena prinsipnya purnama menguatkan energi ghaib, mereka menangkap energi yang berpendar itu dan buru-buru menaruhnya di AKJ palsu agar kau bisa mencium energi itu ketika berjalan ke sana, Panglima, tak heran akhirnya kau tersesat dan masuk ke AKJ bayangan, mereka benar-benar telah merencanakan semuanya dengan matang.
Aam, selidiki baik-baik kenapa mereka bisa mengambil energiku hingga mengecohkan Panglima dan raden dari curian energi itu.
Lalu, cek kedatanganku di AKJ, aku ingin lihat, apakah ada penyusup yang menyamar menjadi sepertiku dan akhirnya mengelabui siapa pun yang dia temui di AKJ, kalau Panglima dan Raden saja bisa terkecoh, maka … bisa jadi orang-orang di AKJ pun pernah tertipu, kalau benar dia pernah masuk ke AKJ menyamar jadi aku, maka kita perlu sangat extra berhati-hati, karena bisa jadi, dia akan terus melakukannya lagi hingga memecah belah dan akhirnya menghancurkan AKJ.” Ayi mewanti-wanti yang lain hanya mengangguk.
Kasihan sekali ibu hamil ini, dia harus menjaga dua dunia dan sekarang musuhnya banyak, Seira memang tak bisa hidup tenang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
airy ruyoe
semangat!
ayi pasti bisa melewati nya
2023-08-30
1
Mumtaz Zaky
keren 😎😎😎
2023-08-29
0
Arsyilla Maharani
Kasian Ayi Mahogra..lagi hamil gede aja gk bisa tenang..
2023-08-27
0