Bagian 2 : Jawatankuasa 2 ... Nenek dan Setan Kepala Buntung.

“Hei … hei … hei … hi hi hi hi hiiiiiiiii.” Suara tertawa dari sebuah lift membuat seorang anak lelaki terpaku, dia terdiam, melihat sekeliling, dia mencoba memencet tombol lift agar bisa keluar dari sana, tapi tak berhasil, lift terus berjalan naik … lalu turun lagi … naik … lalu turun.

“Aku mau pulang.” Anak itu bergumam di lift yang terus naik turun dengan kecepatan normal, tapi semua tombolnya tidak mau dipencet.

“Mau pulang? Ikut aku saja.” Suara yang entah datang dari mana, membuat anak itu terdiam, tiba-tiba pintu lift terbuka.

Gelap, tak ada cahaya satu pun yang terlihat, hingga anak itu enggan keluar dari lift, padahal beberapa waktu lalu dia sangat ingin keluar dari sana.

Lift tetap berhenti dan pintu lift tetap tak tertutup, anak itu ragu untuk keluar.

Tapi dia berpikir, bahwa jika dia tak keluar, maka berapa lama lagi dia harus menunggu, alamiahnya, seorang anak, tidaklah pernah bisa sabar dan selalu ingin berlarian.

Anak itu mengendap, dia cukup takut melihat kegelapan di sana, jika dia keluar, apakah akan ada hal buruk terjadi?

Anak lelaki itu akhirnya melangkah keluar dari lift, seketika tubuhnya sudah keluar sempurna, pintu lift tertutup secara otomatis dan terlihat menuju lantai bawah.

Anak kecil itu tidak tahu dia berada di lantai berapa, gelap sekali, dia sama sekali tak bisa melihat apapun.

“Ada orang?” Dia berteriak, berharap ada siapa pun yang bisa menolongnya. Dengan kaki kecilnya yang cukup panjang untuk ukuran seumurannya, dia berjalan perlahan, walau kegelapan menyelimuti seluruh lantai itu.

“Hei … hei … heiiiiiiii.” Suara yang di lift tadi muncul lagi, tapi suara ini terdengar semakin berbisik, seolah suara itu berasal dari samping kupingnya.

Anak itu mempercepat laju larinya, dia tak peduli apapun yang akan dia tabrak, hingga akhirnya dia terjatuh karena ternyata, dia terselandung sebuah benda, entah apa. Dia memegang dengkulnya, sepertinya berdarah karena terjatuh tadi, lupa kalau dia sedang berlari dari sebuah suara, anak itu tetap saja mengusap dengkulnya, hingga akhirnya dia sangatlah terkejut, benda yang tadi membuatnya terjatuh, terasa mendekat, walau gelap, tapi benda itu terlihat menggelinding, anak itu berkata dalam hatinya, oh hanya bola, dengan lega.

Benda yang dia sangka bola itu akhirnya semakin dekat dengannya, walau dalam pemikirannya dia heran, kenapa bola itu menggelinding padahal dia sudah jatuh dari tadi, apalagi arah gelindingnya aneh, kenapa bola itu bisa menggelinding di alas yang datar?

Belum juga menemukan jawaban, benda yang dikira bola itu akhirnya sudah sangat dekat dan bahkan menyentuh kaki anak itu. Seketika bola itu menyentuh kakinya, dia merasa dingin, bola yang terasa aneh, ada rasa dingin dan juga rasa kenyal dari bola itu.

Anak kecil itu lalu terus memperhatikan bolanya dan masih belum ketemu jawaban, sebenarnya benda aneh apa ini? Apakah mainan? Tapi apa? Mainan apa yang dingin dan kenyal seperti ini.

Karena penasaran, anak itu mengambil bola yang ada di dekat kakinya, mendekatkan bola itu pada wajah agar bisa melihat bola itu dari dekat, tapi saat bola itu sudah dekat dengan wajahnya, bola itu lalu berubah menjadi sebuah kepala botak yang matanya menghitam, mulutnya lebar dengan senyum dari bibir yang robek, “Heiiii … ikut aku yuk, kita main.” Kepala itu tiba-tiba menggunakan mulutnya untuk mengajak, tapi anak lelaki itu terkejut, saking terkejutnya, dia melompat dan melempar kepala itu.

Suara dari kepala buntung itu terdengar jelas seperti suara yang dia dengar dari lift, anak itu setelah melempar kepala itu dan terus berlari tanpa berteriak karena takut mengundang keramaian.

Dia berlari terus, tapi kegelapan masih saja menyelimutinya, dia mencoba bertahan untuk tidak berteriak, sebagai anak berumur 5 tahun, dia sangat takut pada ibunya, hingga dia tak mau membuat keributan, kalau sampai dia membuat keributan, ibunya pasti marah.

Karena larinya cukup kencang, keringat mengucur dari dahinya, anak yang belum genap berumur 5 tahun itu terus berlari sambil mengawasi sekitarnya dalam kegelapan.

Saat dia berlari, akhirnya melihat cahaya di ujung sana, dia berlari untuk mencapai cahaya tersebut dan akhirnya sampai!

Tanpa pikir panjang dia memasuki sumber cahaya itu dan … ting! Pintu lift tertutup, dia masuk ke dalam pintu lift ternyata, anak lelaki itu berjongkok mengawasi sekitar, bingung kenapa dia bisa masuk ke lift, padahal arah larinya sama sekali berbeda dengan arah ke lift ini.

Tapi dia tak mau memikirkan hal lain, dia memencet unit apartemennya, kali ini tombol menyala dengan normal.

Hati dan pikirannya lega, tak lama, dia sudah berada di lantai yang dia maksud, perlahan pintu lift terbuka, tapi saat dia hendak keluar, ada seorang lelaki berdiri di hadapannya, dia menghela napas panjang karena ini adalah orang pertama yang dia temui sejak terjebak di lift dan lantai gelap itu.

Anak lelaki itu menengadah untuk melihat wajah lelaki yang ada di hadapannya, tapi betapa kagetnya dia, karena ternyata lelaki itu tak memiliki … wajah! Bukan hanya wajah, tubuhnya berhenti hanya sampai leher, dia tak punya kepala!

Anak itu terdiam, menarik napas panjang dan ….

“Aku capek tahu lari-larian gini. Pantas saja nenek bilang tak mau keluar dari unitnya lagi, dia bilang karena takut pada setan kepala buntung. Tapi kau tega kalau mengerjai nenek-nenek, kau sengaja ingin nenek sakit!” Pram kecil, anak dari Seira dan Malik bertanya pada lelaki tanpa kepala itu.

Sementara lawan bicaranya hanya terdiam, tentu saja, bagaimana dia bisa menjawab Pram kecil, kan kepalanya tidak ada.

Pram membukakan lift, dia memencet tombol lalu berkata, “Masuk ke lift sekarang, nanti kau akan bertemu dengan kepalamu, kalau sudah bertemu, jangan ganggu orang lagi ya, sama bilangin juga ke Perempuan berjubah putih, jangan selalu tertawa malam hari, berisik tahu!”

Pram yang menunjuk lift, membuat lelaki tanpa kepala akhirnya masuk ke lift, dia lalu pulang menuju unit apartemennya.

Begitu masuk, ibunya Seira sedang berdiri di hadapannya.

“Kan aku sudah bilang, kau tidak boleh keluar dari unit, kenapa kau malah pergi hampir 3 jam!”

“Oh, lama sekali ya.”

“OH LAMA SEKALI YA! Seira melotot karena anaknya begitu santai, sungguh terasa seperti dirinya saat kecil yang suka sekali kabur dari rumah hanya untuk sekedar bermain di lapangan bersama teman-teman.

“Pram, sini masuk, ayah mau bicara.”

Merasa diselamatkan, Pram langsung berlari ke hadapan ayahnya.

“Pram kenapa kok pergi lama sekali, tadi mbak cariin Pram loh, tapi nggak ada di mana-mana.”

“Ini loh ya, Pram tadi mau ketemu nenek, tapi nenek nggak mau bukain pintu unitnya, Pram udah bel, nenek malah teriak PERGI KAU SETAN KEPALA BUNTUNG. Jadi Pram kasihan, dia pasti diganggu setan itu, dia kan cari badannya. Badannya ada di lantai kita, nggak bisa turun dia karena pagar ibu.”

Malik menahan tawanya, dia tahu, pasti Pram punya alasan yang baik hingga harus keluar diam-diam.

Dia memang sangat suka mengobrol dengan seorang nenek di unit bawah, nenek itu tinggal sendirian, anak-anaknya ada yang di luar kota atau kalau di ibukota juga tetap saja, karena sudah menikah, tidak mau tinggal bersama ibunya.

Pram kecil sangat suka main ke unit nenek itu, karena dia sungguh pandai memasak dna bercerita, Pram kecil suka dengan dongeng anak-anak yang diceritakan nenek.

Walau terkadang ceritanya aneh dibanding dengan yang dia baca.

Seperti ketika nenek bilang bawang merah baik dan bawang putih jahat, atau dia juga bilang kalau buto ijo itu jin sebenarnya dan cerita aneh lain yang menurut Pram itu lucu, nenek suka bercerita terbalik dan mengarang-ngarang

Ibu dan ayahnya juga kenal nenek itu, tapi ibu dan ayah tak mau jika diajak bertemu nenek itu, nenek juga terkadang mengganggu Seira dengan perkataan pedas seperti Seira itu ratu iblis, karena hanya dia yang tidak diganggu di unit apartemennya itu, hanya dia yang mampu bertahan di lantai itu sendirian bahkan saat dulu Malik masih di penjara.

Maka rumor tentang Seira adalah ratu iblis tersebar begitu saja hingga masuk ke telinga nenek itu.

Pram yang hanya anak kecil sebenarnya sedih ketika ibunya dibilang ratu iblis, dia memang ratu, itu kata ayah, tapi Ratu Kharisma Jagat, bahkan ibunya sering membantu orang untuk menyelesaikan masalah ghaib.

“Kalau dia masih jawab dari dalam rumah, artinya dia masih sehat, sekarang kirim makanan untuk nenek itu ya, takut kalau dia nggak mau keluar dan tidak ada makanan di dalam rumahnya.” Malik berkata, dia sebenarnya juga tak suka dengan mulut nenek itu, tapi mengingat sendirian di dalam unit apartemen tanpa anak itu, pasti lebih menyiksa lagi.

“Aku malas ah, setan itu tadi menjebakku masuk ke tempat gelap, aku nggak mau lagi ah ke sana, nanti aja.” Pram akhirnya mengatakan kalau dia juga menemui setan kepala buntung itu.

“Dia masih berkeliaran?” Seira kali ini yang bertanya.

“Iya, tadi aku dimasukkan ke tempat gelap, terus kepalanya kena kakiku, dingin banget Bu, udah gitu pas aku pegang, ternyata kepalanya botak, kupikir bola!”

“Dia memasukkanmu ke zona ghaib, besar juga nyali setan itu, lalu?” Seira tertawa sambil menyiapkan kotak makan untuk nenek, dia akan mengantarnya bersama Pram, kalau tak mau, Seira akan tetap menaruhnya di depan kamar, hanya agar nenek itu makan.

Setelah selesai, Seira mengajak Pram, Pram berlari dan meraih tangan ibunya, sekarang pasti aman.

Seira memencet tombol dan begitu pintu lift terbuka, mereka berdua melihat seorang lelaki yang ada di dalam lift, lelaki biasa saja, dia mungkin penghuni unit itu.

Seira masuk tanpa peduli dengan lelaki itu, dengan perut besar, Seira berjalan cukup sulit.

Tak lama pintu lift terbuka, saat terbuka, gelap, Seira menengok dan melihat dari kejauhan, pekat sekali, lantai yang belum dia sentuh untuk dibersihkan karena kehamilannya yang membuat lemah ini membuatnya tidak bisa bergerak dengan lincah lagi.

“Kau mau aku keluarkan dari tempat ini dan tersiksa di tempatku, atau mau keluar sendiri dari lift ini?” Seira berkata sambil berbalik badan menghadap pria yang sudah ada di lift itu.

Pria itu kini tak berkepala.

“Sudah kubilang, ibuku galak, tadikan kita main lari-larian, kenapa kau sekarang muncul?” Pram berbisik pada kepala yang jatuh di samping tubuh itu.

Kepala itu lalu tersadar sesuatu saat melihat Ayi Mahogra dan bermaksud kabur, tapi terlambat, Ayi memegang tangan lelaki tanpa kepala itu dan berteriak, “Tangkap kepalanya!” Ayi meminta Pram menangkap kepalanya.

“Ah kan, habis kau! Sudah kubilang jangan cari masalah dengan ibuku! Kau ini benar-benar!”

Seketika jin itu menghilang karena Seira melemparnya ke zona ghaib, ingatkan, kalau Ayi Mahogra bisa membuka seluruh pintu ghaib, bahkan menciptakannya, maka dia melempar setan kepala buntung ke zona ghaib buatannya, perlahan lift tertutup dan mereka sudah di lantai yang dimaksud.

Keluar dari lift menuju unit nenek itu.

Pram memencet bel unitnya, tapi tak ada jawaban.

Pram memencet bel lagi sambil melompat karena dia memang belum sampai.

Belum ada jawaban lagi.

Seira lalu mengetuk pintu dan berkata, “Nek, ini kami bawa makanan.” Seira berteriak sambil terus mengetuk.

Tak lama, terdengar suara dari dalam, suara itu bertanya “Siapa?” dengan suara yang berbisik, tapi cukup terdengar.

“Ini Seira dan Pram, kami bawa makanan.” Seira masih berusaha untuk tenang, walau dia dalam hatinya kesal, seharusnya nenek itu buka pintunya.

Tak ada jawaban lagi, Seira terdiam lalu berkata.

“Saya taruh makanannya di depan pintu ya Nek, tenang saja, takkan ada lagi setan kepala buntung, kan saya ratu iblis, saya sudah bawa dia jadi anak buah saya, jadi takkan mengganggu lagi!” Saking kesal tapi dia takut nenek belum makan, Seira akhirnya berkelakar.

Masih tak ada jawaban, Seira akhirnya menaruh kotak makan di lantai, dia lalu pergi menuju lift bersama Pram.

Saat Seira hendak masuk lift, dia melihat nenek itu berdiri di depan pintu unitnya sambil menatap kotak makan itu, melihat nenek tersebut Seira lalu berkata … “Innalilahi wa innailaihi Rajiun.”

“Nenek!” Pram berteriak karena tahu juga, kalau … itu adalah ruh nenek tersebut.

Terpopuler

Comments

Endah Setyati

Endah Setyati

Berarti anak kedua Ayi yg masih di dalam kandungan ini yg bakal jadi karisma jahat agung?? tetua mengincar anak ini

2024-12-02

0

Nunuk Bunda Elma

Nunuk Bunda Elma

kupikir flasback masa kecil Pram si jodoh eh ternyata Pram little boy nya Sira dan Malik 🤭

2024-06-03

0

Darnisah Isda

Darnisah Isda

wah.. pake nama Pram jodoh adatnya Seira dulu ya..

2023-12-12

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Bagian 1 : Jawatankuasa
3 Bagian 2 : Jawatankuasa 2 ... Nenek dan Setan Kepala Buntung.
4 Bagian 3 : Jawatankuasa 3
5 Bagian 4 : Jawatan Kuasa 4
6 Bagian 5 : Jawatankuasa 5
7 Bagian 6 : Jawatankuasa 6
8 Bagian 7 : Jawatankuasa 7
9 Bagian 8 : Jawatankuasa 8
10 Bagian 9 : Jawatankuasa 9
11 Bagian 10 : Jawatankuasa 10
12 Bagian 11 : Jawatankuasa 11
13 Bagian 12 : Jawatan Kuasa 12
14 Bagian 13 : Jawatankuasa 13
15 Bagian 14 : Jawatankuasa 14
16 Bagian 15 : Jawatankuasa 15
17 Bagian 16 : Jawatankuasa 16
18 Bagian 17 : Jawatankuasa 17
19 Bagian 18 : Jawatankuasa 18
20 Bagian 19 : Jawatankuasa 19
21 Bagian 20 : Jawatankuasa 20
22 Bagian 21 : Jawatankuasa 21
23 Bagian 22 : Jawatankuasa 22
24 Bagian 23 : Jawatankuasa 23
25 Bagian 24 : Jawatankuasa Tamat
26 Bagian 25 : Pembersihan Gunung
27 Bagian 26 : Pembersihan Gunung 2
28 Bagian 27 : Pembersihan AKJ dan Gunung 2
29 Bagian 28 : Pembersihan Gunung & Pembebasan Alka
30 Bagian 29 : Pembersihan Gunung dan pembebasan Alka 2
31 Bagian 30 : Pembersihan Gunung 6
32 Bagian 31 : Pembersihan Gunung 7
33 Bagian 32 : Pemberisihan Gunung 8
34 Bagian 33 : Perburuan dan Pembersihan Gunung 9
35 Bagian 34 : Pembersihan gunung 10 & Kunjungan
36 Bagian 35 : Pembersihan Gunung 11 ... Tipu Daya
37 Bagian 36 : Pembersihan Gunung 12
38 Bagian 37 : Pembersihan Gunung 13
39 Bagian 38 : Pembersihan Gunung 14
40 Bagian 39 : Pembersihan Gunung 15
41 Bagian 40 : Pembersihan Gunung 16
42 Bagian 41 : Penyelamatan Alka
43 Bagian 42 : Penyelamatan Alka 2
44 Bagian 43 : Penyelamatan Alka 3
45 Bagian 44 : Penyelamatan Alka 4
46 Bagian 45 : Penyelamatan Alka 5
47 Bagian 46 : Penyelamatan Alka 6
48 Bagian 47 : Penyelamatan Alka 7
49 Bagian 48 : Penyelamatan Alka 8
50 Bagian 49 : Rangda dan Sujana
51 Bagian 50 : Rangda dan Sujana 2
52 Bagian 51 : Sujana dan Rangda 3
53 Bagian 52 : Sujana dan Rangda 4
54 Bagian 53 : Sujana dan Rangda 5
55 Bagian 54 : Sujana dan Rangda 6
56 Bagian 55 : Sujana dan Rangda 7
57 Bagian 56 : Sujana dan Rangda 8
58 Bagian 57 : Sujana dan Rangda 9
59 Bagian 58 : Sujana dan Rangda 10
60 Bagian 59 : Sujana dan Rangda 11
61 Bagian 60 : Sujana dan Rangda 12
62 Bagian 61 : Sujana dan Rangda 13
63 Bagian 62 : Sujana 14
64 Bagian 63 : Sujana 15
65 Bagian 64 : Sujana 16
66 Bagian 65 : Sujana 17
67 Bagian 66 : Sujana 18
68 Bagian 67 : Sujana 19
69 Bagian 68 : Sujana 20
70 Bagian 69 : Sujana dan Rangda 21
71 Bagian 70 : Sujana dan Rangda 22
72 Bagian 71 : Sujana dan Rangda 23
73 Bagian 72 : Sujana dan Rangda 24
74 Bagian 73 : Sujana Tamat
75 Bagian 74 : Pembebasan Rangda
76 Bagian 75 : Pembebesan Rangda 2
77 Bagian 76 : Pembebasan Rangda 3
78 Bagian 77 : Pembebasan Rangda 4
79 Bagian 78 : Pembebasang Rangda Tamat
80 Bagian 79 : Guru itu
81 Bagian 80 : Guru Itu 2
82 Bagian 81 : Guru Itu 3
83 Bagian 82 : Guru Itu 4
84 Bagian 83 : Guru Itu 5
85 Bagian 84 : Guru Itu 6
86 Bagian 85 : Guru itu 7
87 Bagian 86 : Guru itu 8
88 Bagian 87 : Guru Itu 9
89 Bagian 88 : Guru Itu 10
90 Bagian 89 : Guru Itu 11
91 Bagian 90 : Guru Itu 12
92 Bagian 91 : Guru Itu 13
93 Bagian 92 : Guru Itu 14
94 Bagian 93 : Guru Itu 13
95 Bagian 94 : Guru Itu 14
96 Bagian 95 : Guru Itu 15
97 Bagian 96 : Guru Itu 16
98 Bagian 97 : Guru Itu 17
99 Bagian 98 : Guru Itu 18
100 Bagian 99 : Guru Itu 19
101 Bagian 100 : Guru Itu 20
102 Bagian 101 : Guru Itu 21
103 Bagian 102 : Guru Itu 22
104 Bagian 103 : Guru Itu 23
105 Bagian 104 : Guru Itu 24
106 Bagian 105 : Guru Itu 25
107 Bagian 106 : Bagian 26
108 Bagian 107 : Guru Itu 27
109 Bagian 108 : Guru Itu 28
110 Bagian 109 : Guru Itu 29
111 Bagian 110 : Guru Itu 30
112 Bagian 111 : Guru Itu 31
113 Bagian 112 : Penyelamatan Merati
114 Bagian 113 : Penyelamatan Merati 2
115 Bagian 114 : Penyelamatan Merati 3
116 Bagian 115 : Penyelamatan Merati 4
117 Bagian 116 : Penyelamatan Merati 5
118 Bagian 117 : Penyelamatan Merati 6
119 Bagian 118 : Penyelamatan Merati 7
120 Bagian 119 : Penyelamatan Merati 8
121 Bagian 120 : Penyelamatan Merati 9
122 Bagian 121 : Penyelamatan Merati 10
123 Bagian 122 : Penyelamatan Merati tamat
124 Bagian 123 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung
125 Bagian 124 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 2
126 Bagian 125 : Lahirnya Kharisma Jagat 3
127 Bagian 126 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 4
128 Bagian 127 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 5
129 Bagian 128 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung Tamat
130 Bagian 129 : Lelaki tua
131 Bagian 130 : Lelaki Tua 2
132 Bagian 131 : Lelaki Tua 3
133 Bagian 132 : Lelaki Tua itu 4
134 Bagian 133 : Lelaki Tua 5
135 Bagian 134 : Lelaki tua 6
136 Bagian 135 : Lelaki tua 7
137 Bagian 136 : Lelaki tua 8
138 Bagian 137 : Lelaki Tua 9
139 Bagian 138 : Lelaki Tua 10
140 Bagian 139 : Lelaki tua 11
141 Bagian 140 : Lelaki itu 12
142 Bagian 141 : Lelaki tua 13
143 Bagian 142 : Lelaki tua 14
144 Bagian 143 : Lelaki tua 15
145 Bagian 144 : Lelaki Tua 16
146 Bagian 145 : Lelaki Tua 17
147 Bagian 146 : Kawanan Junior
148 Bagian 147 : Kawanan Junior 2
149 Bagian 148 : Kawanan Junior 3
150 Bagian 149 : Hutang
151 Bagian 150 : Hutang 2
152 Bagian 151 : Hutang 3
153 Bagian 152 : Hutang 4
154 Bagian 153 : Hutang 5
155 Bagian 154 : Hutang 6
156 Bagian 155 : Hutang 7
157 Bagian 156 : Hutang 8
158 Bagian 157 : Hutang 9
159 Bagian 158 : Hutang 10
160 Bagian 159 : Hutang 11
161 Bagian 160 : Hutang 12
162 Bagian 161 : Hutang 13
163 Bagian 162 : Hutang 14
164 Bagian 163 : Hutang 15
165 Bagian 164 : Hutang 16
166 Bagian 165 : Hutang 17
167 Bagian 166 : hutang 18
168 Bagian 167 : Hutang 19
169 Bagian 168 : Hutang 20
170 Bagian 169 : Hutang 21
171 Bagian 170 : Hutang 22
172 Bagian 171 : Hutang 23
173 Bagian 172 : Hutang 24
174 Bagian 173 : Hutang 25
175 Bagian 174 : Hutang Tamat
176 Abadi 1
177 Abadi 2
178 Abadi 3
179 Abadi 4
180 Abadi 5
181 Abadi 6
182 Abadi 7
183 Abadi 8
184 Abadi 9
185 Abadi 10
186 Abadi 11
187 Abadi 12
188 Abadi 13
189 Abadi 14
190 Abadi 15
191 Abadi 16
192 Abadi 17 (Dukun dan anak perempuannya)
193 Pulau Karet
194 Pulau Karet 2
195 Pulau Karet 3
196 Pulau Karet 4
197 Pulau Karet 5
198 Pulau Karet 6
199 Pulau Karet 7
200 Pulau Karet (Pulau Hayah) 8
201 Pulau Karet (Pulau Hayah) 9
202 Pulau Karet (Pulau Hayah) 10
203 Pulau Karet (Pulau Hayah) 11
204 Pulau Karet (Pulau Hayah) 12
205 Pulau Karet (Pulau Hayah) 13
206 Pulau Karet (Pulau Hayah) 14
207 Pulau Karet (Pulau Hayah) 15
208 Pulau Karet (Pulau Hayah) 16
209 Pulau Karet (Pulau Hayah) 17
210 Pulau Karet (Pulau Hayah) 18
211 Pulau Karet (Pulau Hayah) 19
212 Pulau Karet (Pulau Hayah) Tamat --> Ratu Laut 1
213 Ratu laut 2
214 Ratu Laut 3
215 Ratu Laut 4
216 Ratu Laut 5
217 Ratu Laut 6
218 Ratu Laut 7
219 Ratu Laut 8
220 Ratu Laut 9
221 Ratu Laut 10
222 Ratu Laut 11
223 Ratu Laut 12
224 Ratu Laut 13
225 Ratu Laut 14
226 Ratu Laut Tamat
227 Perburuan Ayi Mahogra 1
228 Perburuan Ayi Mahogra 2
Episodes

Updated 228 Episodes

1
PROLOG
2
Bagian 1 : Jawatankuasa
3
Bagian 2 : Jawatankuasa 2 ... Nenek dan Setan Kepala Buntung.
4
Bagian 3 : Jawatankuasa 3
5
Bagian 4 : Jawatan Kuasa 4
6
Bagian 5 : Jawatankuasa 5
7
Bagian 6 : Jawatankuasa 6
8
Bagian 7 : Jawatankuasa 7
9
Bagian 8 : Jawatankuasa 8
10
Bagian 9 : Jawatankuasa 9
11
Bagian 10 : Jawatankuasa 10
12
Bagian 11 : Jawatankuasa 11
13
Bagian 12 : Jawatan Kuasa 12
14
Bagian 13 : Jawatankuasa 13
15
Bagian 14 : Jawatankuasa 14
16
Bagian 15 : Jawatankuasa 15
17
Bagian 16 : Jawatankuasa 16
18
Bagian 17 : Jawatankuasa 17
19
Bagian 18 : Jawatankuasa 18
20
Bagian 19 : Jawatankuasa 19
21
Bagian 20 : Jawatankuasa 20
22
Bagian 21 : Jawatankuasa 21
23
Bagian 22 : Jawatankuasa 22
24
Bagian 23 : Jawatankuasa 23
25
Bagian 24 : Jawatankuasa Tamat
26
Bagian 25 : Pembersihan Gunung
27
Bagian 26 : Pembersihan Gunung 2
28
Bagian 27 : Pembersihan AKJ dan Gunung 2
29
Bagian 28 : Pembersihan Gunung & Pembebasan Alka
30
Bagian 29 : Pembersihan Gunung dan pembebasan Alka 2
31
Bagian 30 : Pembersihan Gunung 6
32
Bagian 31 : Pembersihan Gunung 7
33
Bagian 32 : Pemberisihan Gunung 8
34
Bagian 33 : Perburuan dan Pembersihan Gunung 9
35
Bagian 34 : Pembersihan gunung 10 & Kunjungan
36
Bagian 35 : Pembersihan Gunung 11 ... Tipu Daya
37
Bagian 36 : Pembersihan Gunung 12
38
Bagian 37 : Pembersihan Gunung 13
39
Bagian 38 : Pembersihan Gunung 14
40
Bagian 39 : Pembersihan Gunung 15
41
Bagian 40 : Pembersihan Gunung 16
42
Bagian 41 : Penyelamatan Alka
43
Bagian 42 : Penyelamatan Alka 2
44
Bagian 43 : Penyelamatan Alka 3
45
Bagian 44 : Penyelamatan Alka 4
46
Bagian 45 : Penyelamatan Alka 5
47
Bagian 46 : Penyelamatan Alka 6
48
Bagian 47 : Penyelamatan Alka 7
49
Bagian 48 : Penyelamatan Alka 8
50
Bagian 49 : Rangda dan Sujana
51
Bagian 50 : Rangda dan Sujana 2
52
Bagian 51 : Sujana dan Rangda 3
53
Bagian 52 : Sujana dan Rangda 4
54
Bagian 53 : Sujana dan Rangda 5
55
Bagian 54 : Sujana dan Rangda 6
56
Bagian 55 : Sujana dan Rangda 7
57
Bagian 56 : Sujana dan Rangda 8
58
Bagian 57 : Sujana dan Rangda 9
59
Bagian 58 : Sujana dan Rangda 10
60
Bagian 59 : Sujana dan Rangda 11
61
Bagian 60 : Sujana dan Rangda 12
62
Bagian 61 : Sujana dan Rangda 13
63
Bagian 62 : Sujana 14
64
Bagian 63 : Sujana 15
65
Bagian 64 : Sujana 16
66
Bagian 65 : Sujana 17
67
Bagian 66 : Sujana 18
68
Bagian 67 : Sujana 19
69
Bagian 68 : Sujana 20
70
Bagian 69 : Sujana dan Rangda 21
71
Bagian 70 : Sujana dan Rangda 22
72
Bagian 71 : Sujana dan Rangda 23
73
Bagian 72 : Sujana dan Rangda 24
74
Bagian 73 : Sujana Tamat
75
Bagian 74 : Pembebasan Rangda
76
Bagian 75 : Pembebesan Rangda 2
77
Bagian 76 : Pembebasan Rangda 3
78
Bagian 77 : Pembebasan Rangda 4
79
Bagian 78 : Pembebasang Rangda Tamat
80
Bagian 79 : Guru itu
81
Bagian 80 : Guru Itu 2
82
Bagian 81 : Guru Itu 3
83
Bagian 82 : Guru Itu 4
84
Bagian 83 : Guru Itu 5
85
Bagian 84 : Guru Itu 6
86
Bagian 85 : Guru itu 7
87
Bagian 86 : Guru itu 8
88
Bagian 87 : Guru Itu 9
89
Bagian 88 : Guru Itu 10
90
Bagian 89 : Guru Itu 11
91
Bagian 90 : Guru Itu 12
92
Bagian 91 : Guru Itu 13
93
Bagian 92 : Guru Itu 14
94
Bagian 93 : Guru Itu 13
95
Bagian 94 : Guru Itu 14
96
Bagian 95 : Guru Itu 15
97
Bagian 96 : Guru Itu 16
98
Bagian 97 : Guru Itu 17
99
Bagian 98 : Guru Itu 18
100
Bagian 99 : Guru Itu 19
101
Bagian 100 : Guru Itu 20
102
Bagian 101 : Guru Itu 21
103
Bagian 102 : Guru Itu 22
104
Bagian 103 : Guru Itu 23
105
Bagian 104 : Guru Itu 24
106
Bagian 105 : Guru Itu 25
107
Bagian 106 : Bagian 26
108
Bagian 107 : Guru Itu 27
109
Bagian 108 : Guru Itu 28
110
Bagian 109 : Guru Itu 29
111
Bagian 110 : Guru Itu 30
112
Bagian 111 : Guru Itu 31
113
Bagian 112 : Penyelamatan Merati
114
Bagian 113 : Penyelamatan Merati 2
115
Bagian 114 : Penyelamatan Merati 3
116
Bagian 115 : Penyelamatan Merati 4
117
Bagian 116 : Penyelamatan Merati 5
118
Bagian 117 : Penyelamatan Merati 6
119
Bagian 118 : Penyelamatan Merati 7
120
Bagian 119 : Penyelamatan Merati 8
121
Bagian 120 : Penyelamatan Merati 9
122
Bagian 121 : Penyelamatan Merati 10
123
Bagian 122 : Penyelamatan Merati tamat
124
Bagian 123 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung
125
Bagian 124 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 2
126
Bagian 125 : Lahirnya Kharisma Jagat 3
127
Bagian 126 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 4
128
Bagian 127 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 5
129
Bagian 128 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung Tamat
130
Bagian 129 : Lelaki tua
131
Bagian 130 : Lelaki Tua 2
132
Bagian 131 : Lelaki Tua 3
133
Bagian 132 : Lelaki Tua itu 4
134
Bagian 133 : Lelaki Tua 5
135
Bagian 134 : Lelaki tua 6
136
Bagian 135 : Lelaki tua 7
137
Bagian 136 : Lelaki tua 8
138
Bagian 137 : Lelaki Tua 9
139
Bagian 138 : Lelaki Tua 10
140
Bagian 139 : Lelaki tua 11
141
Bagian 140 : Lelaki itu 12
142
Bagian 141 : Lelaki tua 13
143
Bagian 142 : Lelaki tua 14
144
Bagian 143 : Lelaki tua 15
145
Bagian 144 : Lelaki Tua 16
146
Bagian 145 : Lelaki Tua 17
147
Bagian 146 : Kawanan Junior
148
Bagian 147 : Kawanan Junior 2
149
Bagian 148 : Kawanan Junior 3
150
Bagian 149 : Hutang
151
Bagian 150 : Hutang 2
152
Bagian 151 : Hutang 3
153
Bagian 152 : Hutang 4
154
Bagian 153 : Hutang 5
155
Bagian 154 : Hutang 6
156
Bagian 155 : Hutang 7
157
Bagian 156 : Hutang 8
158
Bagian 157 : Hutang 9
159
Bagian 158 : Hutang 10
160
Bagian 159 : Hutang 11
161
Bagian 160 : Hutang 12
162
Bagian 161 : Hutang 13
163
Bagian 162 : Hutang 14
164
Bagian 163 : Hutang 15
165
Bagian 164 : Hutang 16
166
Bagian 165 : Hutang 17
167
Bagian 166 : hutang 18
168
Bagian 167 : Hutang 19
169
Bagian 168 : Hutang 20
170
Bagian 169 : Hutang 21
171
Bagian 170 : Hutang 22
172
Bagian 171 : Hutang 23
173
Bagian 172 : Hutang 24
174
Bagian 173 : Hutang 25
175
Bagian 174 : Hutang Tamat
176
Abadi 1
177
Abadi 2
178
Abadi 3
179
Abadi 4
180
Abadi 5
181
Abadi 6
182
Abadi 7
183
Abadi 8
184
Abadi 9
185
Abadi 10
186
Abadi 11
187
Abadi 12
188
Abadi 13
189
Abadi 14
190
Abadi 15
191
Abadi 16
192
Abadi 17 (Dukun dan anak perempuannya)
193
Pulau Karet
194
Pulau Karet 2
195
Pulau Karet 3
196
Pulau Karet 4
197
Pulau Karet 5
198
Pulau Karet 6
199
Pulau Karet 7
200
Pulau Karet (Pulau Hayah) 8
201
Pulau Karet (Pulau Hayah) 9
202
Pulau Karet (Pulau Hayah) 10
203
Pulau Karet (Pulau Hayah) 11
204
Pulau Karet (Pulau Hayah) 12
205
Pulau Karet (Pulau Hayah) 13
206
Pulau Karet (Pulau Hayah) 14
207
Pulau Karet (Pulau Hayah) 15
208
Pulau Karet (Pulau Hayah) 16
209
Pulau Karet (Pulau Hayah) 17
210
Pulau Karet (Pulau Hayah) 18
211
Pulau Karet (Pulau Hayah) 19
212
Pulau Karet (Pulau Hayah) Tamat --> Ratu Laut 1
213
Ratu laut 2
214
Ratu Laut 3
215
Ratu Laut 4
216
Ratu Laut 5
217
Ratu Laut 6
218
Ratu Laut 7
219
Ratu Laut 8
220
Ratu Laut 9
221
Ratu Laut 10
222
Ratu Laut 11
223
Ratu Laut 12
224
Ratu Laut 13
225
Ratu Laut 14
226
Ratu Laut Tamat
227
Perburuan Ayi Mahogra 1
228
Perburuan Ayi Mahogra 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!