Bagian 1 : Jawatankuasa

Pada sebuah tempat, di mana kau bisa masuk hanya jika diizinkan. Tempat di mana hanya ada pohon dan tanah sebagai alas saja, tempat yang tidak bisa kau lihat, hanya jika diperkenankan melihat, di sanalah ada sepasang suami istri yang membangun sebuah kerajaan ghaib, tempat di mana perintah Tuhan dijaga, yaitu melindungi umat manusia dengan perkara ghaibnya yang mengancam nyawa.

Karena mereka adalah Ratu dan Panglima dari sebuah perkumpulan bernama, Pasukan Kharisma Jagat, Ratu yang benama Ayi Mahogra, kita semua mengenalnya sebagai Seira Adam Hanida, wanita biasa bagi mata awam, tapi seorang Ratu yang bijak dan berilmu tinggi di mata Karuhun dan Pasukannya, berpanglimakan seorang lelaki tampan yang kuat, tapi hanya jika kau melihatnya dengan mata awam.

Jika kau melihatnya dengan mata batin, kau hanya akan melihat beling di sekujur tubuhnya. Malik Rainan, seorang pria setia yang berhasil menikahi Ayi Mahogra pada zaman ini.

Tempat itu adalah sebuah tempat untuk melatih para Kharisma Jagat untuk memaksimalkan ilmu mereka dan kelak akan dilepas pada masyarakat untuk membasmi dukun ilmu hitam dan para jin kirimannya, termasuk perkara ghaib lain yang melibatkan jin fasik.

Mereka menyebutnya Akademi Kharisma Jagat atau AKJ, tapi Ayi punya sebutan yang lebih sakral untuk tempat itu, yaitu Jawatankuasa Kharisma Jagat.

Apakah kisah mereka telah berakhir bahagia selamanya? Apakah mereka tetap bisa bersama atau akhirnya harus terpisah lagi seperti dulu, ketika Seira pergi bersama Pram untuk menaklukan seluruh jin di setiap tempat?

Maka, aku akan memulai kisahnya dari sini.

“Ada apa? Apakah bulan purnama masih membuatmu takut?” Malik bertanya pada istri yang sedang menatap langit dengan wajah gusar, mereka ada di sebuah taman di tempat itu, tempat yang hanya jika kau diizinkan untuk masuk.

“Ya, aku bermimpi buruk lagi.”

“Kan sudah kubilang, kita melewati hal yang sangat besar bersama, sekarang kau punya pasukan, mereka orang yang kau didik untuk menjaga tugas mereka sebagai orang terpilih dan melindungi Kerajaan ini.”

“Malik, ini bukan tentang peperangan kita lagi, jodoh adat sudah dihapuskan, itu tujuan awal kita bukan? Semua orang bebas memilih pasangannya, termasuk Kharisma Jagat, jika ingin menikah dengan orang biasa, akan diizinkan. Bukan itu masalahnya, tapi aku merasa, ini semua lebih besar dari jodoh adat, Malik.

Aku merasa yang kita perjuangkan, hanya hal kecil dari apa yang seharusnya akan kita hadapi kelak.”

“Kau ini sedang hamil sayang, hamil seorang wanita Kharisma Jagat Agung, dia membuatmu menjadi lemah dan penuh kegusaran, kau hanya harus melewati fasenya dan bersiap untuk memimpin lagi.”

“Wahai panglima yang sangat kuat, percayalah, instingku sangatlah kuat, jangan sepelekan apa yang menjadi kekhawatiranku, lebih baik kita melakukan langkah yang sangat jauh, daripada kita terlena dan akhirnya hancur oleh ketidaksiapan.”

“Baiklah Ayi, sekarang apa yang sangat menjadi kekhawatiranmu? Kau tidak pernah menceritakan mimpimu, kau hanya terus saja ketakutan,” Malik bertanya.

“Akan kuceritakan jika waktunya sudah tiba, tapi jika waktu itu tiba, maukah kau berjanji untuk melakukan apapun yang aku katakan?”

“Tentu saja, adakah satu dari perintahmu yang tidak pernah aku lakukan?”

“Malik, aku bicara bukan sebagai Ratu dari Kerajaan ini, tapi aku bicara sebagai seorang istri kepada suaminya, jika kelak sudah waktunya, aku akan pastikan kau menepati janji, apapun taruhannya?”

“Ya, aku berjanji, apapun taruhannya, aku akan lakukan untuk istriku, bukan sebagai Ratuku.”

“Jangan bercanda!” Seira kesal karena Malik masih saja menggoda, malam semakin larut, Malik kembali ke kamarnya sendirian, Seira masih di taman, dia sedang melihat banyak jin masih berlatih sendirian, Jin dari kalangan Karuhun tua memang sangat gigih membuat tubuh ruhnya bugar, malam adalah waktu terbaik.

Panglima dan Raden muncul tiba-tiba, tentu saja, Panglima yang ini berwujud Macan belang tiga, sedang Panglima sebelumnya adalah seorang manusia sekaligus suaminya, mereka sama kuat, hanya saja, kurang akur, sejak dulu.

“Ayi, bulan purnama ketujuh.” Panglima berkata dengan gahar, Ayi mengangguk.

“Kita hanya punya waktu dua bulang lagi untuk bersiap.”

“Jadi … mimpi itu benar?”

“Satu bulan purnama pada setiap bulan pertumbuhan putriku, mereka menandainya, mereka mengirim pesan melalui bulan purnama yang memerah itu.”

“Ayi, kau harus berhati-hati.”

“Pada bulan kesembilan, di mana anak ini akan lahir, aku akan meminta Malik melakukannya, aku akan pastikan dia melakukannya.”

“Tapi Ayi, apakah dia sanggup?” Panglima bertanya.

“Apa yang tidak mampu dia lakukan? Kita sudah sama-sama melihatnya.”

“Berpisah darimu, dia takkan mampu.”

“Mampu, jika pertaruhannya adalah, darah dagingnya sendiri.”

“Diam, ada yang menguping!” Ayi berbisik.

Panglima menggunakan kemampuan mengendus jinnya dan berlari ke arah yang Ayi Mahogra katakan.

Betul saja, ada seorang pria yang berlari dari tempat itu dan menghilang di kegelapan malam.

“Tidak tertangkap lagi?” Ayi bertanya.

“Tidak, golongan tetua, tentu saja. Ilmu mereka masih tinggi.”

“Bagaimana dengan para pengawal di depan gerbang?”

“Meninggal.” Panglima menyesal mengatakan itu, karena ini kali ketiga mayat pengawal diketemukan, tak ada yang tahu, hanya Ayi dan dua orang kepercayaannya, Malik bahkan tak diberitahu, bahwa AKJ yang baru saja berdiri ini, sudah dibobol berkali-kali.

“Aku harus panggil kawanan, ketika waktuku tiba, aku harus panggil mereka, tak ada yang bisa melindungiku dan semua anak di sini selain mereka.”

“Mereka baru berlatih selama dua tahun terakhir dengan berbagai kasus, apakah mereka sudah siap?”

“Siap tidak siap, karena kalau mereka tidak datang, kita akan kesulitan menghalau mereka, para tetua sudah gila, mereka melakukan hal yang persis sama seperti yang aku lakukan dulu, mereka mulai mencari sekutu sebanyak mungkin selama ini, selama lima tahun terakhir Malik dipenjara dan AKJ ini aku bangun, hingga akhirnya berdiri.”

“Aku takut kalau mereka akan membelot.”

“Panglima, kau banyak tidak percayanya, kau tahukan, instingku sangatlah kuat, aku percaya mereka.”

“Mungkin untuk 5 sekawan, tapi bagaimana dengan leak itu!” Raden kali ini yang bertanya, tentu dengan suara imutnya, kalian tahu, kan, bagaimana suara Raden? Berbanding terbalik dengan bulu putihnya yang gahar.

“Alisha? Dia bukan orang jahat, walau telah membawa Esash, jin tua laknat itu, tapi dia melakukan itu untuk cinta Panglima, kau harus memilah, kadang, kejahatan itu dilakukan untuk melindungi orang lain, walau kejahatannya tidak bisa dibenarkan, tapi cintanya … nyata.”

“Malik maksud Ayi?”

“Aku lelah dengan kecemburuanmu! Sudahlah, aku mau tidur saja!” Ayi kesal dia berkata dengan intonasi manja pada Karuhun tua yang sangat protektif, dibanding sebagai Karuhun, Panglima lebih pantas disebut sebagai ayah dalam bentuk macan.

Sedang Raden hanya sibuk menjilat kakinya.

“Kau jangan bersikap seperti kucing, kita ini maung! Kenapa kau suka sekali menjilat kakimu!” Panglima berkata pada saudara sejawatnya.

“Coba deh kau lakukan, ini enak tahu, seketika aku merasa bersih.”

“Bodoh! Kita ini maung! Bukan meong!” Panglima lalu menghilang, sedang Raden masih terus sibuk membersihkan diri dengan menjilat.

Jauh dari tempat itu, ada 6 orang yang kelelahan, kasus terakhir mereka sungguh paling berat, berputar-putar pada sawah yang menjadi zona gelap itu.

“Aku lelah.” Ganding berkata, mereka sedang di markas ghaib yang tempatnya tidak pernah terlihat sama sekali oleh mata awam.

“Kami semua tepatnya, lelah, Nding.”

“Tapi Dit, kenapa ya, aku masih penasaran sama perkataan dukun itu, apa yang dia maksud tentang rahasia kakekmu, apa yang sebenarnya terjadi ketika itu?” Ganding bertanya.

“Entah, Paman Aep juga bilang bahwa itu hanya perkataan fitnah dari mereka, ya kau tahu lah, kami Kharisma Jagat selalu dijadikan kambing hitam.”

Kisah Drabya tentu kalian sudah tahu, untuk kalian yang belum tahu, maka kalian harus baca serangkaian trilogi dari kisah ini, Karuhun dan Angkot Jemputan untuk bertemu benang merahnya.

“Nding, Dit, bisa kan kita lebih santai dulu? Karena kasus sawah itu sungguh membuatku capek, kita dibuat seperti orang linglung di sana, banyak sekali hal yang membingungkan, bisakah kita cuti dulu, Dit?”

“Apa maksudmu cuti?” Alka kali ini yang bertanya, dia kesal dengan perkataan adiknya.

“Kak, aku ingin tidur hangat dengan istriku, aku sudah lama sekali tidur beralaskan tikar dan beramai-ramai, aku ….”

“Har! Kau mau aku hajar!” Alisha kesal karena dia tidak suka Hartino mengumbar kemesraan apalagi berkata cabul soal malam yang dilewati suami istri.

Sementara Jarni sibuk membereskan barang bawaan mereka, dia seperti biasa, lebih suka diam.

“Alisha, aku ini lelaki, aku punya kebutuhan biologis.”

“Har! Aku ingin muntah mendengarnya!” Ganding berteriak, Aditia tertawa saja.

“Kau kenapa tertawa kencang sekali?” Alka melotot pada Aditia.

“Tidak, aku hanya bersikap sopan saja, memang kau pikir aku memikirkan apa? Pikiran kotor gitu? Tidaklah, aku kan bukan seorang pemikir dengan pikiran-pikiran kotor, aku ….”

“Hah! Kau tersesat dengan pikiranmu sendiri kan!” Ganding tahu, Aditia mencari alasan, makanya kata yang dia gunakan berulang.

“Alisha, aku lapar.” Jarni tiba-tiba berkata.

“Kasiannnn, anak bayi perempuanku kelaparan, aku buatkan bala-bala mau?”

“Aku mau bala-bala, gehu sama caos, kayak yang dijual di kampung paman Aep.”

“Kau ngelunjak Jarni! Mana aku bisa membuatnya semirip itu!” Alisha berteriak, Jarni hanya melengos saja.

“Kekasihmu terkadang imut terkadang ingin kulumat!” Alisha lalu ke dapur bersiap untuk masak, Alka menyusul untuk membantu, semua orang sibuk, sementara Aditia duduk di sofa, tak ada yang sadar, bahwa pemikiran tentang aib dari kakeknya, juga menghantui dirinya.

Dia takut, kalau ada rahasia besar yang dia belum tahu, seperti ketika dia baru tahu kalau ayahnya adalah orang yang kaya raya.

Tapi dia tak ingin kawanan menjadi sibuk lagi untuk menyelidiki, makanya dia hanya mencoba menenangkan kawanan, tapi jujur, dia ingin tahu, apakah benar, kakeknya telah melakukan kesalahan.

Apakah kalian tahu, apa rahasia kakeknya Aditia? Yang sudah baca Angkot Jemputan sampai tamat, pasti tahu, rahasia apa itu.

____________________________________________

Catatan Penulis :

Selamat datang judul baru dari serangkaian trilogy novel Kharisma Jagat. Jika kalian pembaca baru, maka begini urutan novelnya :

Karuhun

Angkot Jemputan

Pasukan Kharisma Jagat.

Ketiga novel ini saling berhubungan dan memiliki benang merah yang sangat rumit, maka jika kalian tidak membaca novelnya secara berurutan, kalian akan tersesat dalam hutan benang merah itu.

Untuk pembaca lama, apakah kalian siap untuk petualanan yang lebih mencekam lagi bersamaku? Jika ya, kalian harus ikuti novel ini sebagai novel favorit, bantu aku lagi untuk menaikkan novel ini hingga dikenal banyak orang seperti Angkot Jemputan yang memiliki 10 juta popularitas dan 2 juta lebih pengikut yang memfavoritkannya.

Kasih tahu aku ya, apa perasaan kalian membaca part 1 ini, apakah energi Karuhun dan Angkot Jemputan masih terasa? Atau kalian merasakan energi lain? Komentar ya, kasih tahu aku apa yang kalian rasakan setelah membaca part 1 novel PKJ ini.

Salam sayang dari Ibu.

Penulis Novel Horor Trilogi Kharisma Jagat.

Terpopuler

Comments

Imran Kalimanjaro

Imran Kalimanjaro

kemunculan serial mu sudah lama ku tunggu thor... saya selalu setia membacanya... cm karena sudah cukup lama, jadi harus mengingat lg tokoh² di Karuhun dan AKJ...

2025-01-01

0

Endah Setyati

Endah Setyati

Aku ga tau maksud apa ada energi lain di novel ini,,cuma di bab 1 aku ngerasa udah ga ada Karuhun atau angkot jemputan,,tp aku rasa bakal ada energi yg lebih lagi dr Karuhun maupun angkot dr novel yg ini,,entah mungkin karena aku baru mulai baca bab 1,,semoga benar lebih dahsyat

2024-12-02

0

Sugiri Giri

Sugiri Giri

karyamu Sungguh luar biasa tak bosan 2 ku membacanya seakaan-akan Sebuah kisah nyata

2024-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Bagian 1 : Jawatankuasa
3 Bagian 2 : Jawatankuasa 2 ... Nenek dan Setan Kepala Buntung.
4 Bagian 3 : Jawatankuasa 3
5 Bagian 4 : Jawatan Kuasa 4
6 Bagian 5 : Jawatankuasa 5
7 Bagian 6 : Jawatankuasa 6
8 Bagian 7 : Jawatankuasa 7
9 Bagian 8 : Jawatankuasa 8
10 Bagian 9 : Jawatankuasa 9
11 Bagian 10 : Jawatankuasa 10
12 Bagian 11 : Jawatankuasa 11
13 Bagian 12 : Jawatan Kuasa 12
14 Bagian 13 : Jawatankuasa 13
15 Bagian 14 : Jawatankuasa 14
16 Bagian 15 : Jawatankuasa 15
17 Bagian 16 : Jawatankuasa 16
18 Bagian 17 : Jawatankuasa 17
19 Bagian 18 : Jawatankuasa 18
20 Bagian 19 : Jawatankuasa 19
21 Bagian 20 : Jawatankuasa 20
22 Bagian 21 : Jawatankuasa 21
23 Bagian 22 : Jawatankuasa 22
24 Bagian 23 : Jawatankuasa 23
25 Bagian 24 : Jawatankuasa Tamat
26 Bagian 25 : Pembersihan Gunung
27 Bagian 26 : Pembersihan Gunung 2
28 Bagian 27 : Pembersihan AKJ dan Gunung 2
29 Bagian 28 : Pembersihan Gunung & Pembebasan Alka
30 Bagian 29 : Pembersihan Gunung dan pembebasan Alka 2
31 Bagian 30 : Pembersihan Gunung 6
32 Bagian 31 : Pembersihan Gunung 7
33 Bagian 32 : Pemberisihan Gunung 8
34 Bagian 33 : Perburuan dan Pembersihan Gunung 9
35 Bagian 34 : Pembersihan gunung 10 & Kunjungan
36 Bagian 35 : Pembersihan Gunung 11 ... Tipu Daya
37 Bagian 36 : Pembersihan Gunung 12
38 Bagian 37 : Pembersihan Gunung 13
39 Bagian 38 : Pembersihan Gunung 14
40 Bagian 39 : Pembersihan Gunung 15
41 Bagian 40 : Pembersihan Gunung 16
42 Bagian 41 : Penyelamatan Alka
43 Bagian 42 : Penyelamatan Alka 2
44 Bagian 43 : Penyelamatan Alka 3
45 Bagian 44 : Penyelamatan Alka 4
46 Bagian 45 : Penyelamatan Alka 5
47 Bagian 46 : Penyelamatan Alka 6
48 Bagian 47 : Penyelamatan Alka 7
49 Bagian 48 : Penyelamatan Alka 8
50 Bagian 49 : Rangda dan Sujana
51 Bagian 50 : Rangda dan Sujana 2
52 Bagian 51 : Sujana dan Rangda 3
53 Bagian 52 : Sujana dan Rangda 4
54 Bagian 53 : Sujana dan Rangda 5
55 Bagian 54 : Sujana dan Rangda 6
56 Bagian 55 : Sujana dan Rangda 7
57 Bagian 56 : Sujana dan Rangda 8
58 Bagian 57 : Sujana dan Rangda 9
59 Bagian 58 : Sujana dan Rangda 10
60 Bagian 59 : Sujana dan Rangda 11
61 Bagian 60 : Sujana dan Rangda 12
62 Bagian 61 : Sujana dan Rangda 13
63 Bagian 62 : Sujana 14
64 Bagian 63 : Sujana 15
65 Bagian 64 : Sujana 16
66 Bagian 65 : Sujana 17
67 Bagian 66 : Sujana 18
68 Bagian 67 : Sujana 19
69 Bagian 68 : Sujana 20
70 Bagian 69 : Sujana dan Rangda 21
71 Bagian 70 : Sujana dan Rangda 22
72 Bagian 71 : Sujana dan Rangda 23
73 Bagian 72 : Sujana dan Rangda 24
74 Bagian 73 : Sujana Tamat
75 Bagian 74 : Pembebasan Rangda
76 Bagian 75 : Pembebesan Rangda 2
77 Bagian 76 : Pembebasan Rangda 3
78 Bagian 77 : Pembebasan Rangda 4
79 Bagian 78 : Pembebasang Rangda Tamat
80 Bagian 79 : Guru itu
81 Bagian 80 : Guru Itu 2
82 Bagian 81 : Guru Itu 3
83 Bagian 82 : Guru Itu 4
84 Bagian 83 : Guru Itu 5
85 Bagian 84 : Guru Itu 6
86 Bagian 85 : Guru itu 7
87 Bagian 86 : Guru itu 8
88 Bagian 87 : Guru Itu 9
89 Bagian 88 : Guru Itu 10
90 Bagian 89 : Guru Itu 11
91 Bagian 90 : Guru Itu 12
92 Bagian 91 : Guru Itu 13
93 Bagian 92 : Guru Itu 14
94 Bagian 93 : Guru Itu 13
95 Bagian 94 : Guru Itu 14
96 Bagian 95 : Guru Itu 15
97 Bagian 96 : Guru Itu 16
98 Bagian 97 : Guru Itu 17
99 Bagian 98 : Guru Itu 18
100 Bagian 99 : Guru Itu 19
101 Bagian 100 : Guru Itu 20
102 Bagian 101 : Guru Itu 21
103 Bagian 102 : Guru Itu 22
104 Bagian 103 : Guru Itu 23
105 Bagian 104 : Guru Itu 24
106 Bagian 105 : Guru Itu 25
107 Bagian 106 : Bagian 26
108 Bagian 107 : Guru Itu 27
109 Bagian 108 : Guru Itu 28
110 Bagian 109 : Guru Itu 29
111 Bagian 110 : Guru Itu 30
112 Bagian 111 : Guru Itu 31
113 Bagian 112 : Penyelamatan Merati
114 Bagian 113 : Penyelamatan Merati 2
115 Bagian 114 : Penyelamatan Merati 3
116 Bagian 115 : Penyelamatan Merati 4
117 Bagian 116 : Penyelamatan Merati 5
118 Bagian 117 : Penyelamatan Merati 6
119 Bagian 118 : Penyelamatan Merati 7
120 Bagian 119 : Penyelamatan Merati 8
121 Bagian 120 : Penyelamatan Merati 9
122 Bagian 121 : Penyelamatan Merati 10
123 Bagian 122 : Penyelamatan Merati tamat
124 Bagian 123 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung
125 Bagian 124 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 2
126 Bagian 125 : Lahirnya Kharisma Jagat 3
127 Bagian 126 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 4
128 Bagian 127 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 5
129 Bagian 128 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung Tamat
130 Bagian 129 : Lelaki tua
131 Bagian 130 : Lelaki Tua 2
132 Bagian 131 : Lelaki Tua 3
133 Bagian 132 : Lelaki Tua itu 4
134 Bagian 133 : Lelaki Tua 5
135 Bagian 134 : Lelaki tua 6
136 Bagian 135 : Lelaki tua 7
137 Bagian 136 : Lelaki tua 8
138 Bagian 137 : Lelaki Tua 9
139 Bagian 138 : Lelaki Tua 10
140 Bagian 139 : Lelaki tua 11
141 Bagian 140 : Lelaki itu 12
142 Bagian 141 : Lelaki tua 13
143 Bagian 142 : Lelaki tua 14
144 Bagian 143 : Lelaki tua 15
145 Bagian 144 : Lelaki Tua 16
146 Bagian 145 : Lelaki Tua 17
147 Bagian 146 : Kawanan Junior
148 Bagian 147 : Kawanan Junior 2
149 Bagian 148 : Kawanan Junior 3
150 Bagian 149 : Hutang
151 Bagian 150 : Hutang 2
152 Bagian 151 : Hutang 3
153 Bagian 152 : Hutang 4
154 Bagian 153 : Hutang 5
155 Bagian 154 : Hutang 6
156 Bagian 155 : Hutang 7
157 Bagian 156 : Hutang 8
158 Bagian 157 : Hutang 9
159 Bagian 158 : Hutang 10
160 Bagian 159 : Hutang 11
161 Bagian 160 : Hutang 12
162 Bagian 161 : Hutang 13
163 Bagian 162 : Hutang 14
164 Bagian 163 : Hutang 15
165 Bagian 164 : Hutang 16
166 Bagian 165 : Hutang 17
167 Bagian 166 : hutang 18
168 Bagian 167 : Hutang 19
169 Bagian 168 : Hutang 20
170 Bagian 169 : Hutang 21
171 Bagian 170 : Hutang 22
172 Bagian 171 : Hutang 23
173 Bagian 172 : Hutang 24
174 Bagian 173 : Hutang 25
175 Bagian 174 : Hutang Tamat
176 Abadi 1
177 Abadi 2
178 Abadi 3
179 Abadi 4
180 Abadi 5
181 Abadi 6
182 Abadi 7
183 Abadi 8
184 Abadi 9
185 Abadi 10
186 Abadi 11
187 Abadi 12
188 Abadi 13
189 Abadi 14
190 Abadi 15
191 Abadi 16
192 Abadi 17 (Dukun dan anak perempuannya)
193 Pulau Karet
194 Pulau Karet 2
195 Pulau Karet 3
196 Pulau Karet 4
197 Pulau Karet 5
198 Pulau Karet 6
199 Pulau Karet 7
200 Pulau Karet (Pulau Hayah) 8
201 Pulau Karet (Pulau Hayah) 9
202 Pulau Karet (Pulau Hayah) 10
203 Pulau Karet (Pulau Hayah) 11
204 Pulau Karet (Pulau Hayah) 12
205 Pulau Karet (Pulau Hayah) 13
206 Pulau Karet (Pulau Hayah) 14
207 Pulau Karet (Pulau Hayah) 15
208 Pulau Karet (Pulau Hayah) 16
209 Pulau Karet (Pulau Hayah) 17
210 Pulau Karet (Pulau Hayah) 18
211 Pulau Karet (Pulau Hayah) 19
212 Pulau Karet (Pulau Hayah) Tamat --> Ratu Laut 1
213 Ratu laut 2
214 Ratu Laut 3
215 Ratu Laut 4
216 Ratu Laut 5
217 Ratu Laut 6
218 Ratu Laut 7
219 Ratu Laut 8
220 Ratu Laut 9
221 Ratu Laut 10
222 Ratu Laut 11
223 Ratu Laut 12
224 Ratu Laut 13
225 Ratu Laut 14
226 Ratu Laut Tamat
227 Perburuan Ayi Mahogra 1
228 Perburuan Ayi Mahogra 2
Episodes

Updated 228 Episodes

1
PROLOG
2
Bagian 1 : Jawatankuasa
3
Bagian 2 : Jawatankuasa 2 ... Nenek dan Setan Kepala Buntung.
4
Bagian 3 : Jawatankuasa 3
5
Bagian 4 : Jawatan Kuasa 4
6
Bagian 5 : Jawatankuasa 5
7
Bagian 6 : Jawatankuasa 6
8
Bagian 7 : Jawatankuasa 7
9
Bagian 8 : Jawatankuasa 8
10
Bagian 9 : Jawatankuasa 9
11
Bagian 10 : Jawatankuasa 10
12
Bagian 11 : Jawatankuasa 11
13
Bagian 12 : Jawatan Kuasa 12
14
Bagian 13 : Jawatankuasa 13
15
Bagian 14 : Jawatankuasa 14
16
Bagian 15 : Jawatankuasa 15
17
Bagian 16 : Jawatankuasa 16
18
Bagian 17 : Jawatankuasa 17
19
Bagian 18 : Jawatankuasa 18
20
Bagian 19 : Jawatankuasa 19
21
Bagian 20 : Jawatankuasa 20
22
Bagian 21 : Jawatankuasa 21
23
Bagian 22 : Jawatankuasa 22
24
Bagian 23 : Jawatankuasa 23
25
Bagian 24 : Jawatankuasa Tamat
26
Bagian 25 : Pembersihan Gunung
27
Bagian 26 : Pembersihan Gunung 2
28
Bagian 27 : Pembersihan AKJ dan Gunung 2
29
Bagian 28 : Pembersihan Gunung & Pembebasan Alka
30
Bagian 29 : Pembersihan Gunung dan pembebasan Alka 2
31
Bagian 30 : Pembersihan Gunung 6
32
Bagian 31 : Pembersihan Gunung 7
33
Bagian 32 : Pemberisihan Gunung 8
34
Bagian 33 : Perburuan dan Pembersihan Gunung 9
35
Bagian 34 : Pembersihan gunung 10 & Kunjungan
36
Bagian 35 : Pembersihan Gunung 11 ... Tipu Daya
37
Bagian 36 : Pembersihan Gunung 12
38
Bagian 37 : Pembersihan Gunung 13
39
Bagian 38 : Pembersihan Gunung 14
40
Bagian 39 : Pembersihan Gunung 15
41
Bagian 40 : Pembersihan Gunung 16
42
Bagian 41 : Penyelamatan Alka
43
Bagian 42 : Penyelamatan Alka 2
44
Bagian 43 : Penyelamatan Alka 3
45
Bagian 44 : Penyelamatan Alka 4
46
Bagian 45 : Penyelamatan Alka 5
47
Bagian 46 : Penyelamatan Alka 6
48
Bagian 47 : Penyelamatan Alka 7
49
Bagian 48 : Penyelamatan Alka 8
50
Bagian 49 : Rangda dan Sujana
51
Bagian 50 : Rangda dan Sujana 2
52
Bagian 51 : Sujana dan Rangda 3
53
Bagian 52 : Sujana dan Rangda 4
54
Bagian 53 : Sujana dan Rangda 5
55
Bagian 54 : Sujana dan Rangda 6
56
Bagian 55 : Sujana dan Rangda 7
57
Bagian 56 : Sujana dan Rangda 8
58
Bagian 57 : Sujana dan Rangda 9
59
Bagian 58 : Sujana dan Rangda 10
60
Bagian 59 : Sujana dan Rangda 11
61
Bagian 60 : Sujana dan Rangda 12
62
Bagian 61 : Sujana dan Rangda 13
63
Bagian 62 : Sujana 14
64
Bagian 63 : Sujana 15
65
Bagian 64 : Sujana 16
66
Bagian 65 : Sujana 17
67
Bagian 66 : Sujana 18
68
Bagian 67 : Sujana 19
69
Bagian 68 : Sujana 20
70
Bagian 69 : Sujana dan Rangda 21
71
Bagian 70 : Sujana dan Rangda 22
72
Bagian 71 : Sujana dan Rangda 23
73
Bagian 72 : Sujana dan Rangda 24
74
Bagian 73 : Sujana Tamat
75
Bagian 74 : Pembebasan Rangda
76
Bagian 75 : Pembebesan Rangda 2
77
Bagian 76 : Pembebasan Rangda 3
78
Bagian 77 : Pembebasan Rangda 4
79
Bagian 78 : Pembebasang Rangda Tamat
80
Bagian 79 : Guru itu
81
Bagian 80 : Guru Itu 2
82
Bagian 81 : Guru Itu 3
83
Bagian 82 : Guru Itu 4
84
Bagian 83 : Guru Itu 5
85
Bagian 84 : Guru Itu 6
86
Bagian 85 : Guru itu 7
87
Bagian 86 : Guru itu 8
88
Bagian 87 : Guru Itu 9
89
Bagian 88 : Guru Itu 10
90
Bagian 89 : Guru Itu 11
91
Bagian 90 : Guru Itu 12
92
Bagian 91 : Guru Itu 13
93
Bagian 92 : Guru Itu 14
94
Bagian 93 : Guru Itu 13
95
Bagian 94 : Guru Itu 14
96
Bagian 95 : Guru Itu 15
97
Bagian 96 : Guru Itu 16
98
Bagian 97 : Guru Itu 17
99
Bagian 98 : Guru Itu 18
100
Bagian 99 : Guru Itu 19
101
Bagian 100 : Guru Itu 20
102
Bagian 101 : Guru Itu 21
103
Bagian 102 : Guru Itu 22
104
Bagian 103 : Guru Itu 23
105
Bagian 104 : Guru Itu 24
106
Bagian 105 : Guru Itu 25
107
Bagian 106 : Bagian 26
108
Bagian 107 : Guru Itu 27
109
Bagian 108 : Guru Itu 28
110
Bagian 109 : Guru Itu 29
111
Bagian 110 : Guru Itu 30
112
Bagian 111 : Guru Itu 31
113
Bagian 112 : Penyelamatan Merati
114
Bagian 113 : Penyelamatan Merati 2
115
Bagian 114 : Penyelamatan Merati 3
116
Bagian 115 : Penyelamatan Merati 4
117
Bagian 116 : Penyelamatan Merati 5
118
Bagian 117 : Penyelamatan Merati 6
119
Bagian 118 : Penyelamatan Merati 7
120
Bagian 119 : Penyelamatan Merati 8
121
Bagian 120 : Penyelamatan Merati 9
122
Bagian 121 : Penyelamatan Merati 10
123
Bagian 122 : Penyelamatan Merati tamat
124
Bagian 123 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung
125
Bagian 124 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 2
126
Bagian 125 : Lahirnya Kharisma Jagat 3
127
Bagian 126 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 4
128
Bagian 127 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung 5
129
Bagian 128 : Lahirnya Kharisma Jagat Agung Tamat
130
Bagian 129 : Lelaki tua
131
Bagian 130 : Lelaki Tua 2
132
Bagian 131 : Lelaki Tua 3
133
Bagian 132 : Lelaki Tua itu 4
134
Bagian 133 : Lelaki Tua 5
135
Bagian 134 : Lelaki tua 6
136
Bagian 135 : Lelaki tua 7
137
Bagian 136 : Lelaki tua 8
138
Bagian 137 : Lelaki Tua 9
139
Bagian 138 : Lelaki Tua 10
140
Bagian 139 : Lelaki tua 11
141
Bagian 140 : Lelaki itu 12
142
Bagian 141 : Lelaki tua 13
143
Bagian 142 : Lelaki tua 14
144
Bagian 143 : Lelaki tua 15
145
Bagian 144 : Lelaki Tua 16
146
Bagian 145 : Lelaki Tua 17
147
Bagian 146 : Kawanan Junior
148
Bagian 147 : Kawanan Junior 2
149
Bagian 148 : Kawanan Junior 3
150
Bagian 149 : Hutang
151
Bagian 150 : Hutang 2
152
Bagian 151 : Hutang 3
153
Bagian 152 : Hutang 4
154
Bagian 153 : Hutang 5
155
Bagian 154 : Hutang 6
156
Bagian 155 : Hutang 7
157
Bagian 156 : Hutang 8
158
Bagian 157 : Hutang 9
159
Bagian 158 : Hutang 10
160
Bagian 159 : Hutang 11
161
Bagian 160 : Hutang 12
162
Bagian 161 : Hutang 13
163
Bagian 162 : Hutang 14
164
Bagian 163 : Hutang 15
165
Bagian 164 : Hutang 16
166
Bagian 165 : Hutang 17
167
Bagian 166 : hutang 18
168
Bagian 167 : Hutang 19
169
Bagian 168 : Hutang 20
170
Bagian 169 : Hutang 21
171
Bagian 170 : Hutang 22
172
Bagian 171 : Hutang 23
173
Bagian 172 : Hutang 24
174
Bagian 173 : Hutang 25
175
Bagian 174 : Hutang Tamat
176
Abadi 1
177
Abadi 2
178
Abadi 3
179
Abadi 4
180
Abadi 5
181
Abadi 6
182
Abadi 7
183
Abadi 8
184
Abadi 9
185
Abadi 10
186
Abadi 11
187
Abadi 12
188
Abadi 13
189
Abadi 14
190
Abadi 15
191
Abadi 16
192
Abadi 17 (Dukun dan anak perempuannya)
193
Pulau Karet
194
Pulau Karet 2
195
Pulau Karet 3
196
Pulau Karet 4
197
Pulau Karet 5
198
Pulau Karet 6
199
Pulau Karet 7
200
Pulau Karet (Pulau Hayah) 8
201
Pulau Karet (Pulau Hayah) 9
202
Pulau Karet (Pulau Hayah) 10
203
Pulau Karet (Pulau Hayah) 11
204
Pulau Karet (Pulau Hayah) 12
205
Pulau Karet (Pulau Hayah) 13
206
Pulau Karet (Pulau Hayah) 14
207
Pulau Karet (Pulau Hayah) 15
208
Pulau Karet (Pulau Hayah) 16
209
Pulau Karet (Pulau Hayah) 17
210
Pulau Karet (Pulau Hayah) 18
211
Pulau Karet (Pulau Hayah) 19
212
Pulau Karet (Pulau Hayah) Tamat --> Ratu Laut 1
213
Ratu laut 2
214
Ratu Laut 3
215
Ratu Laut 4
216
Ratu Laut 5
217
Ratu Laut 6
218
Ratu Laut 7
219
Ratu Laut 8
220
Ratu Laut 9
221
Ratu Laut 10
222
Ratu Laut 11
223
Ratu Laut 12
224
Ratu Laut 13
225
Ratu Laut 14
226
Ratu Laut Tamat
227
Perburuan Ayi Mahogra 1
228
Perburuan Ayi Mahogra 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!