Pada sebuah tempat, di mana kau bisa masuk hanya jika diizinkan. Tempat di mana hanya ada pohon dan tanah sebagai alas saja, tempat yang tidak bisa kau lihat, hanya jika diperkenankan melihat, di sanalah ada sepasang suami istri yang membangun sebuah kerajaan ghaib, tempat di mana perintah Tuhan dijaga, yaitu melindungi umat manusia dengan perkara ghaibnya yang mengancam nyawa.
Karena mereka adalah Ratu dan Panglima dari sebuah perkumpulan bernama, Pasukan Kharisma Jagat, Ratu yang benama Ayi Mahogra, kita semua mengenalnya sebagai Seira Adam Hanida, wanita biasa bagi mata awam, tapi seorang Ratu yang bijak dan berilmu tinggi di mata Karuhun dan Pasukannya, berpanglimakan seorang lelaki tampan yang kuat, tapi hanya jika kau melihatnya dengan mata awam.
Jika kau melihatnya dengan mata batin, kau hanya akan melihat beling di sekujur tubuhnya. Malik Rainan, seorang pria setia yang berhasil menikahi Ayi Mahogra pada zaman ini.
Tempat itu adalah sebuah tempat untuk melatih para Kharisma Jagat untuk memaksimalkan ilmu mereka dan kelak akan dilepas pada masyarakat untuk membasmi dukun ilmu hitam dan para jin kirimannya, termasuk perkara ghaib lain yang melibatkan jin fasik.
Mereka menyebutnya Akademi Kharisma Jagat atau AKJ, tapi Ayi punya sebutan yang lebih sakral untuk tempat itu, yaitu Jawatankuasa Kharisma Jagat.
Apakah kisah mereka telah berakhir bahagia selamanya? Apakah mereka tetap bisa bersama atau akhirnya harus terpisah lagi seperti dulu, ketika Seira pergi bersama Pram untuk menaklukan seluruh jin di setiap tempat?
Maka, aku akan memulai kisahnya dari sini.
“Ada apa? Apakah bulan purnama masih membuatmu takut?” Malik bertanya pada istri yang sedang menatap langit dengan wajah gusar, mereka ada di sebuah taman di tempat itu, tempat yang hanya jika kau diizinkan untuk masuk.
“Ya, aku bermimpi buruk lagi.”
“Kan sudah kubilang, kita melewati hal yang sangat besar bersama, sekarang kau punya pasukan, mereka orang yang kau didik untuk menjaga tugas mereka sebagai orang terpilih dan melindungi Kerajaan ini.”
“Malik, ini bukan tentang peperangan kita lagi, jodoh adat sudah dihapuskan, itu tujuan awal kita bukan? Semua orang bebas memilih pasangannya, termasuk Kharisma Jagat, jika ingin menikah dengan orang biasa, akan diizinkan. Bukan itu masalahnya, tapi aku merasa, ini semua lebih besar dari jodoh adat, Malik.
Aku merasa yang kita perjuangkan, hanya hal kecil dari apa yang seharusnya akan kita hadapi kelak.”
“Kau ini sedang hamil sayang, hamil seorang wanita Kharisma Jagat Agung, dia membuatmu menjadi lemah dan penuh kegusaran, kau hanya harus melewati fasenya dan bersiap untuk memimpin lagi.”
“Wahai panglima yang sangat kuat, percayalah, instingku sangatlah kuat, jangan sepelekan apa yang menjadi kekhawatiranku, lebih baik kita melakukan langkah yang sangat jauh, daripada kita terlena dan akhirnya hancur oleh ketidaksiapan.”
“Baiklah Ayi, sekarang apa yang sangat menjadi kekhawatiranmu? Kau tidak pernah menceritakan mimpimu, kau hanya terus saja ketakutan,” Malik bertanya.
“Akan kuceritakan jika waktunya sudah tiba, tapi jika waktu itu tiba, maukah kau berjanji untuk melakukan apapun yang aku katakan?”
“Tentu saja, adakah satu dari perintahmu yang tidak pernah aku lakukan?”
“Malik, aku bicara bukan sebagai Ratu dari Kerajaan ini, tapi aku bicara sebagai seorang istri kepada suaminya, jika kelak sudah waktunya, aku akan pastikan kau menepati janji, apapun taruhannya?”
“Ya, aku berjanji, apapun taruhannya, aku akan lakukan untuk istriku, bukan sebagai Ratuku.”
“Jangan bercanda!” Seira kesal karena Malik masih saja menggoda, malam semakin larut, Malik kembali ke kamarnya sendirian, Seira masih di taman, dia sedang melihat banyak jin masih berlatih sendirian, Jin dari kalangan Karuhun tua memang sangat gigih membuat tubuh ruhnya bugar, malam adalah waktu terbaik.
Panglima dan Raden muncul tiba-tiba, tentu saja, Panglima yang ini berwujud Macan belang tiga, sedang Panglima sebelumnya adalah seorang manusia sekaligus suaminya, mereka sama kuat, hanya saja, kurang akur, sejak dulu.
“Ayi, bulan purnama ketujuh.” Panglima berkata dengan gahar, Ayi mengangguk.
“Kita hanya punya waktu dua bulang lagi untuk bersiap.”
“Jadi … mimpi itu benar?”
“Satu bulan purnama pada setiap bulan pertumbuhan putriku, mereka menandainya, mereka mengirim pesan melalui bulan purnama yang memerah itu.”
“Ayi, kau harus berhati-hati.”
“Pada bulan kesembilan, di mana anak ini akan lahir, aku akan meminta Malik melakukannya, aku akan pastikan dia melakukannya.”
“Tapi Ayi, apakah dia sanggup?” Panglima bertanya.
“Apa yang tidak mampu dia lakukan? Kita sudah sama-sama melihatnya.”
“Berpisah darimu, dia takkan mampu.”
“Mampu, jika pertaruhannya adalah, darah dagingnya sendiri.”
“Diam, ada yang menguping!” Ayi berbisik.
Panglima menggunakan kemampuan mengendus jinnya dan berlari ke arah yang Ayi Mahogra katakan.
Betul saja, ada seorang pria yang berlari dari tempat itu dan menghilang di kegelapan malam.
“Tidak tertangkap lagi?” Ayi bertanya.
“Tidak, golongan tetua, tentu saja. Ilmu mereka masih tinggi.”
“Bagaimana dengan para pengawal di depan gerbang?”
“Meninggal.” Panglima menyesal mengatakan itu, karena ini kali ketiga mayat pengawal diketemukan, tak ada yang tahu, hanya Ayi dan dua orang kepercayaannya, Malik bahkan tak diberitahu, bahwa AKJ yang baru saja berdiri ini, sudah dibobol berkali-kali.
“Aku harus panggil kawanan, ketika waktuku tiba, aku harus panggil mereka, tak ada yang bisa melindungiku dan semua anak di sini selain mereka.”
“Mereka baru berlatih selama dua tahun terakhir dengan berbagai kasus, apakah mereka sudah siap?”
“Siap tidak siap, karena kalau mereka tidak datang, kita akan kesulitan menghalau mereka, para tetua sudah gila, mereka melakukan hal yang persis sama seperti yang aku lakukan dulu, mereka mulai mencari sekutu sebanyak mungkin selama ini, selama lima tahun terakhir Malik dipenjara dan AKJ ini aku bangun, hingga akhirnya berdiri.”
“Aku takut kalau mereka akan membelot.”
“Panglima, kau banyak tidak percayanya, kau tahukan, instingku sangatlah kuat, aku percaya mereka.”
“Mungkin untuk 5 sekawan, tapi bagaimana dengan leak itu!” Raden kali ini yang bertanya, tentu dengan suara imutnya, kalian tahu, kan, bagaimana suara Raden? Berbanding terbalik dengan bulu putihnya yang gahar.
“Alisha? Dia bukan orang jahat, walau telah membawa Esash, jin tua laknat itu, tapi dia melakukan itu untuk cinta Panglima, kau harus memilah, kadang, kejahatan itu dilakukan untuk melindungi orang lain, walau kejahatannya tidak bisa dibenarkan, tapi cintanya … nyata.”
“Malik maksud Ayi?”
“Aku lelah dengan kecemburuanmu! Sudahlah, aku mau tidur saja!” Ayi kesal dia berkata dengan intonasi manja pada Karuhun tua yang sangat protektif, dibanding sebagai Karuhun, Panglima lebih pantas disebut sebagai ayah dalam bentuk macan.
Sedang Raden hanya sibuk menjilat kakinya.
“Kau jangan bersikap seperti kucing, kita ini maung! Kenapa kau suka sekali menjilat kakimu!” Panglima berkata pada saudara sejawatnya.
“Coba deh kau lakukan, ini enak tahu, seketika aku merasa bersih.”
“Bodoh! Kita ini maung! Bukan meong!” Panglima lalu menghilang, sedang Raden masih terus sibuk membersihkan diri dengan menjilat.
Jauh dari tempat itu, ada 6 orang yang kelelahan, kasus terakhir mereka sungguh paling berat, berputar-putar pada sawah yang menjadi zona gelap itu.
“Aku lelah.” Ganding berkata, mereka sedang di markas ghaib yang tempatnya tidak pernah terlihat sama sekali oleh mata awam.
“Kami semua tepatnya, lelah, Nding.”
“Tapi Dit, kenapa ya, aku masih penasaran sama perkataan dukun itu, apa yang dia maksud tentang rahasia kakekmu, apa yang sebenarnya terjadi ketika itu?” Ganding bertanya.
“Entah, Paman Aep juga bilang bahwa itu hanya perkataan fitnah dari mereka, ya kau tahu lah, kami Kharisma Jagat selalu dijadikan kambing hitam.”
Kisah Drabya tentu kalian sudah tahu, untuk kalian yang belum tahu, maka kalian harus baca serangkaian trilogi dari kisah ini, Karuhun dan Angkot Jemputan untuk bertemu benang merahnya.
“Nding, Dit, bisa kan kita lebih santai dulu? Karena kasus sawah itu sungguh membuatku capek, kita dibuat seperti orang linglung di sana, banyak sekali hal yang membingungkan, bisakah kita cuti dulu, Dit?”
“Apa maksudmu cuti?” Alka kali ini yang bertanya, dia kesal dengan perkataan adiknya.
“Kak, aku ingin tidur hangat dengan istriku, aku sudah lama sekali tidur beralaskan tikar dan beramai-ramai, aku ….”
“Har! Kau mau aku hajar!” Alisha kesal karena dia tidak suka Hartino mengumbar kemesraan apalagi berkata cabul soal malam yang dilewati suami istri.
Sementara Jarni sibuk membereskan barang bawaan mereka, dia seperti biasa, lebih suka diam.
“Alisha, aku ini lelaki, aku punya kebutuhan biologis.”
“Har! Aku ingin muntah mendengarnya!” Ganding berteriak, Aditia tertawa saja.
“Kau kenapa tertawa kencang sekali?” Alka melotot pada Aditia.
“Tidak, aku hanya bersikap sopan saja, memang kau pikir aku memikirkan apa? Pikiran kotor gitu? Tidaklah, aku kan bukan seorang pemikir dengan pikiran-pikiran kotor, aku ….”
“Hah! Kau tersesat dengan pikiranmu sendiri kan!” Ganding tahu, Aditia mencari alasan, makanya kata yang dia gunakan berulang.
“Alisha, aku lapar.” Jarni tiba-tiba berkata.
“Kasiannnn, anak bayi perempuanku kelaparan, aku buatkan bala-bala mau?”
“Aku mau bala-bala, gehu sama caos, kayak yang dijual di kampung paman Aep.”
“Kau ngelunjak Jarni! Mana aku bisa membuatnya semirip itu!” Alisha berteriak, Jarni hanya melengos saja.
“Kekasihmu terkadang imut terkadang ingin kulumat!” Alisha lalu ke dapur bersiap untuk masak, Alka menyusul untuk membantu, semua orang sibuk, sementara Aditia duduk di sofa, tak ada yang sadar, bahwa pemikiran tentang aib dari kakeknya, juga menghantui dirinya.
Dia takut, kalau ada rahasia besar yang dia belum tahu, seperti ketika dia baru tahu kalau ayahnya adalah orang yang kaya raya.
Tapi dia tak ingin kawanan menjadi sibuk lagi untuk menyelidiki, makanya dia hanya mencoba menenangkan kawanan, tapi jujur, dia ingin tahu, apakah benar, kakeknya telah melakukan kesalahan.
Apakah kalian tahu, apa rahasia kakeknya Aditia? Yang sudah baca Angkot Jemputan sampai tamat, pasti tahu, rahasia apa itu.
____________________________________________
Catatan Penulis :
Selamat datang judul baru dari serangkaian trilogy novel Kharisma Jagat. Jika kalian pembaca baru, maka begini urutan novelnya :
Karuhun
Angkot Jemputan
Pasukan Kharisma Jagat.
Ketiga novel ini saling berhubungan dan memiliki benang merah yang sangat rumit, maka jika kalian tidak membaca novelnya secara berurutan, kalian akan tersesat dalam hutan benang merah itu.
Untuk pembaca lama, apakah kalian siap untuk petualanan yang lebih mencekam lagi bersamaku? Jika ya, kalian harus ikuti novel ini sebagai novel favorit, bantu aku lagi untuk menaikkan novel ini hingga dikenal banyak orang seperti Angkot Jemputan yang memiliki 10 juta popularitas dan 2 juta lebih pengikut yang memfavoritkannya.
Kasih tahu aku ya, apa perasaan kalian membaca part 1 ini, apakah energi Karuhun dan Angkot Jemputan masih terasa? Atau kalian merasakan energi lain? Komentar ya, kasih tahu aku apa yang kalian rasakan setelah membaca part 1 novel PKJ ini.
Salam sayang dari Ibu.
Penulis Novel Horor Trilogi Kharisma Jagat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Imran Kalimanjaro
kemunculan serial mu sudah lama ku tunggu thor... saya selalu setia membacanya... cm karena sudah cukup lama, jadi harus mengingat lg tokoh² di Karuhun dan AKJ...
2025-01-01
0
Endah Setyati
Aku ga tau maksud apa ada energi lain di novel ini,,cuma di bab 1 aku ngerasa udah ga ada Karuhun atau angkot jemputan,,tp aku rasa bakal ada energi yg lebih lagi dr Karuhun maupun angkot dr novel yg ini,,entah mungkin karena aku baru mulai baca bab 1,,semoga benar lebih dahsyat
2024-12-02
0
Sugiri Giri
karyamu Sungguh luar biasa tak bosan 2 ku membacanya seakaan-akan Sebuah kisah nyata
2024-11-27
0