Alka dan Dokter Adi sudah sampai di hutan itu, hutan di mana jawatankuasa milik Ayi berada, yaitu AKJ.
“Apakah kau merasakan keberadaan mereka?” Dokter Adi bertanya.
“Tidak, aku tidak merasakan keberadaan mereka.” Alka terdiam karena terus mencoba mendeteksi melalui energi yang ada di sekitar tempat itu, tapi dia tak juga menemukannya.
“Kau masih belum bisa menemukan energinya? Bagaimana kalau kita masuk ke AKJ dan memastikan pada Ayi bahwa kawanan tidak ada?”
“Tapi aku tidak boleh masuk ke sana.” Alka mengingatkan Dokter Adi.
“Kita masuk saja dulu ke hutannya, siapa tahu semakin dalam kau akan merasakan energi mereka.”
“Ayo, kalau sampai hutan mungkin Ayi takkan begitu keberatan.” Alka setuju dan masuk ke dalam hutan.
Begitu kaki Alka menginjak hutan, dia merasa sangat lemas dan akhirnya ... tumbang.
Dokter Adi berteriak dan memanggil namanya, hal terakhir yang Alka ingat adalah, Dokter Adi panik dan berusaha membangunkan Alka, tapi perlahan Alka kehilangan kesadaran.
...
“Lari terus!” Aditia memerintah kepada kawanan untuk terus berlari, karena tanah longsor itu seperti mengejar mereka dan berusaha melahap kawanan dengan lubang sebagai mulutnya.
Aditia berlari paling belakang, memastikan bahwa semua orang selamat duluan, Dokter Adi paling depan, sisanya Ganding, Jarni, Alisha dan Hartino.
Mereka terus berlari untuk menghindari longsoran yang sudah pasti berniat melahap mereka.
Tapi saat fokus berlari, akar-akar dari pohon yang ada di sekeliling mereka, tiba-tiba keluar dari dalam tanah bergerak seolah mencari target, kaki Ganding terlilit oleh akar yang seharusnya keras itu, tapi entah bagaimana caranya akar itu menjadi lunak, melilit kaki Ganding dan ketika lilitannya sempurna, maka akar itu menjadi keras lagi dan membuat Ganding terjatuh, lalu akar itu menggunakan moment jatuhnya Ganding sebagai waktu yang tepat untuk menarik tubuhnya dan membenamkannya ke dalam tanah yang longsor di belakang Aditia, karena kejadiannya sangat cepat, hanya hitungan detik, maka kawanan tidak mampu menggapai Ganding, bahkan saat ini akar-akar pohon yang keluar dari tanah itu semakin banyak dan agresif, mereka mencari target berikutnya, Alisha menggunakan kemampuan bela dirinya untuk melawan akar itu, bahkan dia menangkap akarnya hingga tertarik ke berbagai arah, tapi Alisha punya tenaga yang cukup kuat, karena Rangda yang dia miliki, tenaga kuatnya itu dia gunakan dengan maksumal, menahan akarnya agar tidak lagi bergerak ke segala arah, menarik akar itu keluar dari pohon dan akhirnya patah pada ujungnya lalu mati mengering.
Alisha melihat akar itu mencoba menyerang Jarni dan Dokter Adi yang terluka, dia menangkap akar yang hendak melilit Jarni dan Dokter Adi dengan kedua tangannya, akar itu berada pada tangan kanan dan kirinya.
Akar itu mencoba untuk menarik Alisha pada sisi kiri dan kanannya, Alisha menahan tarikan itu dengan sekuat tenaga, hingga tangannya saling terbentang lurus, akar itu terus menarik tangan Alisha yang mulai kehabisan tenaga.
Hartino melihat istrinya yang sangat kuat saja bisa kewalahan berlari dan menggunakan senjatanya, golok salah satu senjata pusaka yang dia punya untuk memotong akar yang menarik tangan kiri Jarni.
Berhasil! akar itu terpotong dan sisa akar yang di tangan Alisha mengering.
Sedang yang menarik Alisha di tangan kiri, harus putus dari ujung pohonnya karena Alisha yang sudah mendapatkan tangan kriinya yang bebas, langsung menarik akar itu dengan kedua tangan hingga membuat akarnya putus dan kering.
Sayang sekali, karena semua orang sibuk dengan serangan yang bertubi, tidak ada yang sadar kalau ditia jatuh di longsoran itu dan menghilang.
Jarni dengan sekuat tenaga menahan longsoran itu agar tak maju lagi, hal gila yang dia lakukan itu adalah hal yang seharusnya tidak dilakukan, energinya terlalu kuat untuk ditahan oleh pagar yang Jarni buat, dia menahan longsoran hanya agar Aditia dan Ganding tak jatuh semakin dalam pada lubang longsorannya.
Tapi tentu saja, kekuatan Jarni tak sebanding dengan longsoran itu dan akhirnya dia terkulai lemas, lalu gelap.
Maka tinggal Dokter Adi yang terluka, Alisha dan Hartino, sisanya sudah hilang kesadaran.
Alisha menarik Jarni agar menjauhi longsoran yang masih mengejar mereka, sedang Hartino buru-buru meraih Dokter Adi yang lagi-lagi karuhunnya terpaksa keluar dari tubuh tuannya dan ikut memapah bersama Hartino dan berlari dari longsoran.
Entah sampai kapan longsoran itu akan berhenti, dalam pikiran Alisha dan Hartino saat ini hanya, menyelamatkan yang masih bisa diselamatkan saja dulu.
...
“Alka, sudah bangun?” Dokter Adi bertanya, Alka memegang kepalanya dan terbangun.
“Di mana aku?” Alka bertanya.
“Di jawatakuasa milik Ayi ... AKJ.”
“Dok! Aku tidak boleh ke sini, aku harus keluar dari istana ini, Ayi akan marah padaku.” Alka berusaha bangkit walau dia sangat lemas dan akhirnya terjatuh.
“Aku sudah memohon pada Ayi agar kau tetap di AKJ, kau pingsan begitu saja saat menginjakkan kaki di hutan ini, ada apa sebenarnya? Kenapa kau pingsan?” Dokter Adi bingung.
“Aku pingsan begitu saja? Aku ... Tuhan! Pasti ... pasti ... aku harus menemukan Aditia, aku harus menemukannya!” Alka kembali berusaha bangkit dan hendak berlari.
Tapi tidak bisa, dia masih saja lemas.
“Kita akan menemukannya tapi keadaanmu saja genting!” Dokter Adi mendorong tubuh Alka agar dia terbaring lagi.
“Dok, ini adalah koneksi antara aku dan Aditia, tuanku pasti sedang dalam masalah, dia pasti sedang terluka parah makanya aku juga lemah, sangat lemah hingga pingsan, aku ....”
“Tidak, mungkin kau hanya tidak kuat dengan energi AKJ saja, makanya kau pingsan, kau kan bukan Kharisma Jagat yang bisa menahan energi ghaib milik Ayi.” Dokter Adi membantah teori Alka, karena keadaannya memang sangat lemah.
“Aku tidak pertama kali datang ke sini, bahkan ketika pertama kali datang ke sini, aku sehat dan baik-baik saja, ini pasti karena pertanda yang diberikan oleh semesta padaku, memberitahu bahwa Aditia terluka parah, bukankah kau tahu tentang lanjoku, lanjo itu memberikan koneksi yang sangat kuat pada kami.”
“Alka, Ayi sudah menambah energi yang sangat tinggi pada sekeliling AKJ termasuk areal hutan, tubuh jinmu takkan kuat!” Dokter Adi menjelaskan.
“Jika memang begitu, aku harus tetap keluar untuk mencari kawanan!” Alka bersikeras.
“Alka ....”
Ada seseorang yang datang ke kamar itu, salah satu pengawal di AKJ, dia mengatakan bahwa Ayi ingin bertemu dengan Alka secara pribadi.
Alka lalu dibantu bangun oleh Dokter Adi dan mereka pergi ke aula, tempat di mana Ayi biasa bertemu dengan tamunya, walau hanya berdua, tetap saja Ayi lebih suka bertemu di aula karena luasnya ruangan itu membuatnya selalu bisa leluasa.
Alka masuk aula tanpa Dokter Adi, ada Ayi yang hamil besar di sana sedang duduk di bangku paling depan menatap ke arah luar jendela.
“Alka, duduk sini.” Ayi berkata dengan tenang dan meminta Alka untuk duduk di sampingnya.
Alka buru-buru berjalan walau kakinya masih terasa lemah, dia tak ingin Ayi menunggunya dengan jeda waktu yang lama, makanya walau sulit, Alka berusaha berlari untuk duduk di samping Ayi.
“Bagaimana keadaanmu?” Ayi bertanya tanpa melihat ke arah Alka, dia hanya terus memandang ke jendela.
“Sudah baikan, aku harus keluar untuk menemukan kawanan Ayi, maaf aku terpaksa harus masuk AKJ.” Alka meminta maaf.
“Tenang saja, Aditia dan yang lain telah sampai di AKJ, sekarang mereka sedang makan dan beristirahat, mereka juga sudah tahu kalau Alka ada di sini, jadi Alka tenang saja ya, kau akan segera bertemu mereka.”
“Tapi Ayi, kenapa aku tidak bisa merasakan energi mereka sama sekali kalau memang mereka ada di sini?” Alka bertanya karena bingung.
“Kau kan tahu, energi di AKJ sangat tinggi hingga energi kawanan tidaklah terasa sama sekali karena kau juga terpengaruh oleh energi di tempat ini yang tinggi, jadi tenang saja ya.” Ayi menjelaskan lagi.
“Baiklah Ayi, aku akan pergi begitu aku melihat kawanan baik-baik saja, maafkan aku karena terpaksa masuk ke sini lagi.”
“Aku sudah memaafkanmu Alka, kau bisa datang ke sini bebas, sekarang kau juga bisa menetap dengan kawananmu di sini.” Ayi berkata dengan lembut.
“Bagaimana aku boleh di sini sementara Ayi tidak mengizinkanku tinggal sebelumnya?” Alka bingung.
“Aku lihat betapa kalian sangat solid dan sangatlah kuat jika bersama, maka aku memutuskan untuk tetap membiarkanmu di sini, membantu kami menghalau musuh.” Ayi mengusap perutnya sambil tetap menatap jendela.
“Ayi, aku ingin bertemu kawanan.” Alka memaksa.
“Baiklah, mereka akan ke sini sebentar lagi.”
Tak lama Ayi mengatakannya, lalu pintu aula terbuka dan muncul wajah kekasih yang sudah membuatnya khawatir.
“Dit, Nding! Aku mencari kalian karena kata Dokter Adi kalian dijemput oleh Dokter Adi yang palsu!” Alka langsung mengatakan kecurigaannya.
“Iya Alka, kami sudah tahu kalau Dokter Adi yang bersama kami adalah palsu, kau duduklah, kami baik-baik saja kok.” Aditia lalu mengantarkan Alka pada kursi sebelah Ayi.
Alka melihat semua orang tersenyum dengan aneh, maksudnya, kenapa mereka tersenyum tanpa jeda di wajahnya? Alka sangat bingung.
“Jadi kalian benar tersesat?” Alka bertanya.
“Kau pasti haus, minumlah dulu.” Aditia menyodorkan minuman kepada Alka, minuman itu dari sebuah botol bening, minuman yang terlihat menyegarkan walau tak berwarna.
“Ya, aku akan minum, aku memang kelelahan.” Alka menerima air mineral yang ada di botol bening itu dengan sukarela dan meminumnya sampai ... habis.
“Baiklah, sekarang kau hanya harus tenang ya, sisanya kami yang atur.’’ Aditia berkata dengan tenang sambil tersenyum.
“Ya, aku tenang karena bisa bersama kalian lagi, aku sungguh takut sendirian Dit, aku sangat butuh kalian.” Alka yang lemas tiba-tiba merasa semakin lemas setelah mengatakannya dan hanya butuh waktu yang tidak terlalu lama sampai dia semaput dan pingsan lagi.
Aditia menahan tubuhnya dan berkata ... “Dia sudah tak sadarkan diri.” Aditia berkata dengan yakin, Dokter Adi masuk aula dan bergabung lagi.
“Dia percaya kalau aku adalah Adi si Dokter berkaruhun Dokter juga, dia benar-benar yakin kalau Adi yang bersama kawanan adalah palsu, sungguh mudah sekali mengelabui Karuhun yang ternyata berlanjo ini, informasi yang sangat bagus yang kita dapatkan, karuhun berlanjo dengan tubuh setengah manusia dan setengah jin ini akan sangat berguna, pantas saja kemelekatannya dengan Aditia sangat tinggi, sulit sekali menemukan gadis ini, ternyata tuannya telah melindungi gadis ini agar tak bisa dideteksi, tapi ketika tuannya jauh, gadis ini akhirnya kita bisa temukan dan membawanya ke sini, cinta memang membuat orang semakin lemah dan bodoh, lanjo yang dia idap membuatnya lemah saat jauh dari tuannya hingga mudah dibohongi.” Dokter Adi tiba-tiba berubah wujud menjadi lelaki tua yang sudah kita kenal bersama, dia adalah tuan Bagaskara, dia berjalan perlahan dengan tubuh rentanya sembari bersiul, karena tangkapannya sangat besar dan informasi soal lanjo ini sungguh membuatnya senang bukan kepalang, karena mengendalikan Alka, maka akan mengendalikan Aditia, karena Lanjo selalu menjangkiti tuan dan karuhunnya.
Jadi ... siapa yang palsu? Kalian jahat sudah nuduh orang, kasihan Dokter Adi yang malang, dituduh palsu sama kalian, mana lagi terluka, kalau kalian bertanya kok Dokter Adi nggak bisa nyembuhin dirinya sendiri, kan dia Dokter, ya nggak bisa lah, kan tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyembuhkan dirinya di saat mereka dalam misi mencari jalan keluar, lalu pertanyaannya, apakah Dokter bisa menyembuhkan dirinya sendiri tanpa obat-obatan? Bahkan saat Malik sekarat saja, dia perlu di bawa ke rumahnya dengan segala peralatan canggih yang Dokter Adi bangun di rumah itu karena Malik dulu sering sekali babak belur saat melawan tetua dan juga menaklukkan pasukan untuk Ayi.
Jadi sudah kejawab ya, kalian ... tertipu lagi, aku menang tapi sayangnya tidak mutlak, karena ada yang ngeh dan curiga, ayo komentar yang curiga kalau aku bohongin lagi?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Naviandha Icha
curiga yang palsu yang sama alka. kalau yang palsu yg sama kawanan kok dia punya karuhunnya dokter adi
2025-01-06
0
Imran Kalimanjaro
kacau ini, Alka bisa ditahan oleh musuh Ayi...
2025-01-01
0
Endah Setyati
kan bener curigaku yg sama Alka palsu,,mereka mau menguasai orang yg berpotensi melindungi Ayi dr luar AKJ ,,kalo dr luar udah mereka kuasai mereka bisa bergerak lebih di dlm AKJ karena dlm wkt 5 taun tenang udah banyak pengikut mereka yg masuk AKJ sehingga bisa leluasa menyingkirkan Ayi serta bayi yg dikandung,,kalo Adit dan kawananasih ada Adit bisa merasakan bahaya yg mengintai Ayi,,karena itu mereka di pisah di singkirkan lewat alka,,😅😅sok tau bener aku Thor ,,lanjut lah penasaran
2024-12-02
1